Kucing Penumpang Mati di Pesawat, Aeroflot: Petugas Bandara Harus Bertanggung Jawab

0
Salah satu kucing selamat milik Maxim Chumachenko di Aeroflot (themoscowtimes.com)

Dua ekor kucing mati dan satunya mengalami trauma dalam penerbangan dari New York ke Sofia (Bulgaria) menggunakan pesawat Aeroflot. Satu dari kucing tersebut diketahui mati ketika transit sebentar di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Insiden ini terjadi saat Maxim Chumachenko dan ketiga kucingnya naik pesawat Aeroflot SU10 dari New York pada 22 Januari 2020 kemarin.

Baca juga: Gara-Gara Kucing Kelebihan Berat Badan, 370 Ribu ‘Miles’ Milik Pria Rusia Dibatalkan Aeroflot

Namun ketiga kucing tersebut harus masuk ke ruang kargo pesawat. Kemudian, pesawat yang mereka tumpangi menuju Sofia transit sebentar di Moskow. Ketika dia naik penerbangan kedua untuk menuju ke Sofia, seorang penumpang berkata pada Chumachenko bahwa kucing-kucingnya telah dilempar dari pesawat ketika kargo dibongkar.

Namun untuk masalah tersebut, dirinya tak mendapat jawaban yang jelas dari Aeroflot ketika meminta konfirmasi tentang kucing-kucingnya ke meja layanan. Karena masalah itu, Chumachenko diizinkan membawa kedua kucing lainnya ke kabin pesawat untuk penerbangan keduanya menuju Sofia.

Sayangnya salah satu kucingnya mati di pesawat dan satu dari yang dibawa ke dalam kabin mati ketika dibawa ke dokter hewan. Diketahui penyebab kematian kedua kucingnya karena pendarahan internal akibat trauma.

Untungnya kucing ketiga miliknya selamat meski didiagnnosa menderita radang dingin. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman themoscowtimes.com (27/1/2020), insiden ini kemudian membuat Aeroflot mengkonfirmasi bahwa kematian kucing-kucing tersebut dan meminta maaf secara terbuka pada Chumachenko dan menyatakan bahwa para petugas penanganan bagasi di Bandara Sheremetyevo bertanggung jawab atas hal tersebut.

Pihak Aeroflot menambahkan, mereka juga berencana untuk menyerukan revisi kebijakan dan teknologi transportasi hewan peliharaan di semua bandara Rusia. Namun, karena insiden ini Chumachenko mengatakan akan mengajukan tuntutan pidana atas kekejaman pada hewan kepada mereka yang bertanggung jawab.

Untuk diketahui, masalah terkait hewan pada Aeroflot bukanlah yang pertama kali. Bulan November lalu, maskapai Rusia itu di kritik para pecinta binatang karena sudah menarik semua miles milik seorang penumpang yang memasukkan seekor kucing dengan berat badan berlebih ke kabin sebagai barang bawaan.

Padahal pemilik kucing tersebut melakukan hal itu karena khawatir kucingnya tak selamat di ruang kargo. Bahkan hal ini pun mengundang perhatian dari warganet di Twitter dan bereaksi atas insiden tersebut.

“Ingat bahwa Aeroflot menelanjangi seorang pria karena menyeret kucing gemuk bersamanya ke kabin? Hari ini, selama transportasi oleh Aeroflot yang sama, dua kucing mati, yang ketiga beku. Aeroflot adalah perusahaan yang membenci kucing.” tulis @GusevaOlyaa.

“Dana Perlindungan Kucing Gemuk dibuka kembali. Apa-apaan ini, Aeroflot? ” kata @PolinaPars.

Baca juga: Gegara Seekor Merpati di Kabin, Penerbangan Aeroflot Tertunda di Moskow

“Ketika satu-satunya tiket yang tersisa ada di Aeroflot, ayolah doggies, kami akan berangkat.” tulis @Spellann.

“Bisakah seseorang tolong jelaskan kepadaku mengapa Aeroflot melarang hewan peliharaan dalam penerbangan? Mereka hanya akan menghabiskan seluruh penerbangan dalam peti di bawah kursi Anda. Dan mengapa aturan yang sama tidak berlaku untuk anak-anak? Di bawah 3 tahun mereka jauh kurang pintar daripada hewan … dan mereka berperilaku jauh lebih buruk.” komentar @Cattiva777.

Leave a Reply