Kurangi Kencing Liar, Amsterdam Pasang Pot Urinal di Jalan Kota

0
pot urinal di Amsterdam (dezeen.com)

Amsterdam menemukan cara inovatif untuk mengatasi orang-orang yang gemar buang air kecil di tempat umum. Di mana dewan kota telah memasang 12 pot tanaman khusus yang berfungsi ganda sebagai urinal dan sudah tersebar di berbagai tempat wisata termasuk Red Light District, Rembrandtplein dan Leidseplein.

Baca juga: Jijay! Ada Penumpang Pesawat Tinggalkan Urin di Kantung Plastik

Pemasangan ini dilakukan dewan Amsterdam karena pelancong mulai berdatangan dan pub kembali dibuka. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (23/8/2020), pengguna bisa buang air kecil ke lubang di sisi pot milik GreenPe tersebut.

Pot-pot ini memiliki tangki internal yang diisi dengan serat rami dari tanaman ganja. Ketika tangki di pot sudah penuh akan dikosongkan dan isinya bisa diperiksa secara manual dengan menggunakan sensor pintar yang mengirim pesan saat hampir penuh.

Nantinya campuran urin dan rami yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk pupuk organik untuk tanaman di taman kota, taman atap serta memenuhi kebutuhan pupuk pada pertanian kota. Perusahaan Belanda GreenPee ini tidak hanya menghadirkan pot urinal di Amsterdam saja, tetapi di tiga kota lain di Belanda yakni Vlaardingen, Beekbergen serta Mechelen, dan Genk di Belgia.

Dewan kota Amsterdam pertama kali bekerjasama dengan GreenPee pada 2018 lalu dan memasang empat pot urinoir tersebut. Penemu GreenPee Richard de Vries mengatakan, empat pot pertama yang dipasang pada 2018 ternyata mengurangi kencing liar hingga 50 persen.

“Evaluasi independen menunjukkan bahwa ada 50 persen penurunan kencing liar setelah memasang GreenPees”, kata Richard.

Dia mengatakan, mengencingi dinding akan merusak bangunan bersejarah karena hal itu kotor, tidak higienis dan mengundang lalat.

“Kami mendapat ide tentang seorang penanam untuk menjaga kota tetap hijau dan menyediakan sesuatu yang dapat kami gunakan untuk membuat pupuk”, tambah Richard.

Richard mengatakan, ini tidak berbau dan menggunakan lebih sedikit air daripada urinal tradisional dan semua urin dikumpulkan secara teratur dari penanam untuk di proses dan panen fosfat.

Baca juga: Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin

Dewan Amsterdam dilaporkan menginvestasikan uang senilai £50 ribu dalam proyek tersebut karena kota itu kembali normal selama pandemi. Model terbaru telah disesuaikan berdasarkan umpan balik dari empat model pertama dengan privasi tambahan dan lebih banyak ruang untuk kencing. Perusahaan juga merancang model khusus dan lebih ramping yang dapat ditempatkan di gang-gang sempit.
.

Leave a Reply