Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet

(Mirror Online)

Tangan seorang penumpang patah setelah awak kabin maskapai Ryanair tidak memberikan kursi roda saat ke toilet. Penumpang ini diketahui menderita Spinal Muscular Atrophy atau penyakit kelumpuhan otot karena adanya kelainan genetika.

Baca juga: IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara

Daniel Rooeny yang saat itu hendak ke toilet dalam penerbangan Ryanair harus digendong oleh temannya. Sebab saat meminta kepada awak kabin, mereka mengatakan tidak bisa memberikan kursi roda dalam kabin dan tidak menawarkan solusi lainnya.

KabarPenumpang.com melansir laman independent.co.uk (21/6/2019), karena hal tersebut, teman Daniel terpaksa menggendongnya ke toilet pesawat. Namun Daniel terpeleset dan jatuh hingga membuat tangannya patah.

“Dalam penerbangan itu saya membutuhkan toilet. Teman saya harus menggendong dan menahan saya di toilet karena sayang memiliki keseimbangan yang rendah dan selalu tergelincir,” ujar Daniel.

Ternyata hal yang tak diinginkan terjadi yakni, dirinya tergelincir dan tubuhnya membentur benda logam di toilet. Meski begitu, Daniel sadar dia membuat dirinya sendiri terluka karena kekurangan yang dimiliki.

Akibat insiden tersebut, petugas medis mengatakan Daniel mengalami patah tulang. Daniel mengatakan, tulangnya patah di bagian lengan sehingga membuat sulit makan dan menggunakan telepon secara mandiri. Bahkan adanya insiden ini membuat Daniel enggan untuk terbang lagi dan akan mengambil tindakan hukum pada maskapai.

“Sikap Ryanair dalam hal ini gagal memberikan bantuan kemanusiaan dan telah membuatnya tidak hanya terluka tetapi juga merasa terhinai,” ujar Ian Hass, Managing Director Ellis Hass & Co Pengacara yang menangani kasus tersebut.

“Kami memiliki kursi roda lorong di atas pesawat yang digunakan kru untuk membantu mengurangi mobilitas penumpang yang menuju dan dari pintu toilet pesawat,” tulis situs website Ryanair. Dalam menanggapi kasus hukum juru bicara Ryanair mengatakan, Kami tidak mengomentari masalah hukum yang tertunda.”

Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Awal tahun ini, seorang penumpang disabilitas diberitahu bahwa ia tidak dapat diterbangkan karena ia terlalu berat. Ian Smith, yang terikat dengan kursi roda setelah terkena stroke, bepergian dengan Jetstar hanya untuk dilarang dari penerbangan kembali Tahun lalu, seorang penumpang dikeluarkan dari penerbangan Qantas oleh polisi karena perselisihan tentang kursi rodanya.`