Lawan Opik, Grab Indonesia Luncurkan “Grab Defense”

Sumber: istimewa

Belum lama ini GoJek sudah menghadirkan perangkat kecerdasan buatan untuk menangkal orderan dari akun-akun palsu. Kali ini saingannya, yakni Grab menghadirkan teknologi deteksi dan pencegahan kecurangan terbaru untuk para mitra melalui serangkaian solusi Grab Defence. Kehadiran Grab Defense sendiri bagi para mitra bisa memanfaatkan kemampuan data Grab dalam mengurangi tindak kecurangan untuk memperkuat ekosistem teknolohgi dan arus transaksi.

Baca juga: Hadapi Order Fiktif dan GPS Palsu, GoJek Ambil Tindakan Preventif dengan Kecerdasan Buatan

Dirangkum KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (13/3//2019), pihak Grab mengatakan, tindakan kecurangan ini sendiri bisa menghancurkan kepercayaan pengguna, penyedia layanan dan platform. Grab Defence sendiri merupakan bagian dari strategi GrabPlatform dimana membantu mitra mengintegrasikan layanan mereka. Kehadirannya sendiri di Indonesia akan ada pada kuartal kedua dan diluncurkan keseluruh dunia akhir tahun 2019.

“Setiap hari machine learning kami menganalisis jutaan data secara real-time untuk mendeteksi pola kecurangan, baik yang telah ada maupun yang baru. Melalui peluncuran Grab Defence, kami ingin berbagi keahlian yang kami miliki dengan para mitra yang mungkin menghadapi masalah yang sama. Kita harus bahu-membahu mengatasi masalah ini demi tercapainya ekosistem teknologi yang lebih kuat dan terpercaya di Asia Tenggara,” ujar Wui Ngiap Foo, Head of User Trust at Grab.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, mengatakan, di Indonesia, pihaknya telah melihat bagaiman sindikat kejahatan mendapatkan keuntungan secara ilegal dengan menggunakan aplikasi GPS palsu atau yang sudah dimodifikasi serta metode lainnya untuk mencuri intensif hasil kerja keras mitra pengemudi dan menciptakan pengalaman buruk dari pengguna platform Grab.

“Kami telah meluncurkan kampanye Grab Lawan Opik (Orderan Piktip) tahun lalu di Indonesia untuk memerangi order fiktif dan mencanangkan Grab FairPlay yang mendorong mitra pengemudi kami untuk melaporkan tindak kecurangan yang terjadi dalam ekosistem Grab. Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkap puluhan orang yang terbukti melakukan kecurangan di platform kami. Kami bangga dengan apa yang telah dan berbagai upaya yang tengah kami lakukan untuk mengurangi tingkat kecurangan di platform kami. Kami senang dapat menghadirkan layanan Grab Defence bagi para mitra strategis kami demi menciptakan perkembangan ekosistem teknologi yang sehat di Indonesia,” jelas Ridzki.

Layanan Grab Defence terdiri dari tiga fitur utama dan masing-masing fitur dapat berfungsi secara terpisah yakni Event Risk Management Suite, ini merupakan paket komprehensif yang akan memungkinkan pelaku bisnis untuk menilai risiko dari suatu peristiwa atau transaksi. Terdiri dari serangkaian API untuk mengevaluasi risiko yang didukung oleh machine learning yang dapat digunakan kalangan pebisnis untuk memprediksi risiko secara real-time, menetapkan sejumlah tolok ukur kecurangan (Rules Engine) sesuai dengan model bisnis dan kebutuhan, perangkat investigasi dan analisis perilaku untuk menyelidiki perilaku-perilaku mencurigakan sekaligus meningkatkan kebijakan dan aturan.

Entity Intelligence Services, layanan ini menggunakan database Grab serta keahlian dalam mengidentifikasi berbagai jenis entitas pelaku kejahatan (seperti nomor telepon, alamat e-mail, dan lain-lain) untuk memprediksi potensi risiko kepada semua pengguna yang berinteraksi dengan platform tersebut. Sebagai contoh, pelaku bisnis dapat menggunakan layanan ini untuk mendapat informasi nilai risiko dari pengguna baru. Jika angka prediksi risikonya rendah, mereka bisa memilih untuk mengizinkan pengguna masuk ke aplikasi tanpa harus melalui sejumlah langkah tambahan, atau menawarkan promo atau insentif tertentu.

Terakhir adalah Device & Network Intelligence Services, layanan ini bisa mendeteksi pelaku kejahatan dengan menggunakan data dari perangkat pengguna. Manfaat lainnya adalah layanan ini bisa membantu pelaku bisnis menjaga diri mereka dari pembuatan akun palsu akibat perangkat yang berpindah tangan, dan bahkan mendeteksi jika aplikasi mereka telah terdampak serangan siber.

Layanan Grab Defence bekerja berdasarkan grafik informasi risiko dan kecurangan Grab. Miliaran transaksi terjadi setiap tahunnya dalam berbagai vertikal di bawah platform Grab. Transaksi yang terjadi ini memberi gambaran dan pemahaman lebih baik bagi Grab mengenai pelaku kejahatan di Asia Tenggara, dan bagaimana tindak kecurangan bekerja.

Baca juga: Grab Hadirkan Beberapa Fitur Baru di Aplikasi, Termasuk Raih Poin Bila Order Dibatalkan Pengemudi

“Setiap bisnis yang melakukan transaksi online akan diuntungkan dengan adanya Grab Defence. Teknologi unik yang kami bangun, berikut grafik informasi yang kami miliki, dapat menjadi tambahan berharga meskipun telah ada sistem anti-fraud/anti kecurangan sebelumnya. Kita semua memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kecurangan di Asia Tenggara. Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak akan membantu kita mencapai hal tersebut lebih cepat,” ungkap Wui Ngiap Foo.