Lindungi Diri dari Virus Corona, Penumpang di London Punya Cara Unik

0
masker beragam digunakan masyarakat Inggris saat virus corona baru menyerang

Banyak foto yang terpampang di media sosial, bagaimana orang-orang menghalau virus corona baru. Bahkan masker atau pakaian yang dipakai pun beragam demi melindungi diri mereka dari Covid-19. Seperti beberapa yang terlihat di mana penumpang transportasi umum di London, Inggris menggunakan kantong plastik, kotak dan masker gas.

Baca juga: Tak Perlu Beli, Yuk Bikin Face Shield Sendiri

Foto ini terlihat saat awal masyarakat London yang panik dengan virus baru tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (4/3/2020), terlihat seorang penumpang yang menggunakan masker gas di Stasiun Milton Keynes.

Selain itu seorang penumpang menggunakan wadah penyimpanan yang terbuat dari plastik di atas kepalanya saat dirinya naik bus yang melintas di ibukota. Sedangkan yang lainnya memiliki hal kreatif lain untuk melindungi dirinya dengan menggunakan tas Tesco di atas kepala mereka hingga menutupi wajah.

Para penumpang lainnya digambarkan membolak-balik koran pagi sambil mengenakan sarung tangan karet. Bahkan, karena terburu-buru untuk melindungi diri mereka sendiri ketika virus pertama kali menyerang, pembeli membuka masker wajah di supermarket dan apotek.

Tetapi para ahli sebelumnya mengatakan bahwa masker wajah tidak banyak membantu perlindungan, terutama jika tidak dipakai dengan benar. Kepala kesehatan Profesor Chris Whitty juga memperingatkan komuter dan pembeli yang memakai masker wajah akan ‘sedikit berpengaruh’ dalam menghentikan penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyarankan orang sehat hanya boleh memakai masker jika mereka merawat seseorang yang dicurigai mengidap virus. Sedangkan orang yang telah didiagnosis dengan virus corona atau yang sakit setelah kembali dari daerah yang terkena dampak disarankan untuk tidak berada di tempat umum dengan atau tanpa masker.

Itu terjadi ketika kepanikan virus corona terus mencengkeram Inggris dengan kasus meledak menjadi 85 dalam peningkatan 24 jam terbesar dalam virus hingga saat itu. Tiga dari kasus baru melibatkan pasien yang tertular penyakit di Inggris karena para ahli kesehatan memperingatkan ‘pandemi yang signifikan’ bisa jadi hanya beberapa minggu lagi.

“29 pasien didiagnosis yang baru-baru ini melakukan perjalanan dari negara-negara yang diakui atau dari kelompok-kelompok yang dikenal yang sedang diselidiki. Tiga pasien tambahan tertular virus di Inggris dan belum jelas apakah mereka tertular secara langsung atau tidak langsung dari seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri. Ini sedang diselidiki dan pelacakan kontak telah dimulai,” kata Chris Whitty.

Baca juga: Pakai Kostum Hazmat di Bandara, Naomi Campbell Lagi-lagi Viral di Instagram

Sebelumnya, Chris Whitty memperingatkan Inggris akan mengalami sejumlah kematian saat wabah mulai menyebar. Coronavirus menyebar dengan cepat secara global setelah wabah di ground zero Wuhan di Provinsi Hubei, Cina.

LEAVE A REPLY