Lockheed L-100-30, Hibah Merpati Nusantara Airlines yang Kini Jadi Andalan TNI AU

0
Foto: Istimewa

TNI Angkatan Udara (AU) sudah bukan rahasia lagi mendapat banyak hibah pesawat dari berbagai maskapai dalam negeri, swasta maupun maskapai nasional.

Baca juga: Lockheed L-100 30, “Kenangan” Merpati Nusantara Airlines yang Kini Masih Eksis Mengudara

Pesawat hibah dari Garuda Indonesia, Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7305, belum lama ini tampil seperti biasa, menjalani misi evakuasi WNI di Kabul, Afghanistan, usai negara tersebut chaos akibat kudeta oleh Taliban.

Pesawat VIP yang sudah berusia menuju 40 tahun itu sudah sangat sering diandalkan TNI AU dalam berbagai misi evakuasi. Selain A-7305, pesawat hibah lain yang juga diandalkan TNI adalah Lockheed L-100-30 hibah dari Merpati Nusantara Airlines (MNA).

Dilansir Indomiliter.com, Lockheed L-100 30 saat ini dioperasikan Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 17 TNI AU. Tak banyak catatan penerbangan ataupun history log pesawat selama di MNA. Tahun pembuatannya juga sangat sulit dicari, baik melalui kata kunci nomor seri manufaktur ataupun PK-MLT. Menariknya, data di Planespotter.net sekalipun, pesawat ini tidak terdaftar dalam barisan armada MNA. Padahal, pesawat pendahulunya tercatat.

Meski begitu, dari foto-foto yang terdapat di Airlines.net, pesawat Lockheed L-100 30 MNA dengan nomor registrasi PK-MLT kerap tertangkap kamera di beberapa bandara, seperti Bandara Kemayoran, Bandara Husein Sastranegara, Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan bandara lainnya.

Pada tahun 1995 TNI AU mendapat hibah dua unit L-100-30 dari maskapai Merpati Nusantara Airlines, dan tiga unit L-100-30 dari Pelita Air service. Kelima pesawat tersebut kini menjadi barisan armada Skadron Udara 31, masing-masing dengan nomer A-1325, A-1326, A-1327, A-1338 dan A-1329.

Berbeda dengan Skadron Udara 31, Skadron Udara 17 juga mengoperasikan pesawat yang total diproduksi sebanyak 114 unit ini (jauh dibanding saudaranya Lockheed C-130 Hercules berjumlah lebih dari 2.300 unit). Bedanya, pesawat dibeli baru, bukan program hibah, dan diregistrasi sebagai A-1314. Pesawat diplot sebagai sarana angkut VIP/VVIP.

Sekilas tentang Lockheed L-100-30, pesawat ini dikembangkan berdasarkan kesuksesan Lockheed C-130 Hercules sebagai pesawat angkut militer. Prototipe pertama L-100 terbang perdana pada 20 April 1964 dengan melaukan penerbangan selama satu jam 25 menit. Kemudian sertifikasi kelayakan penerbangan L-100 resmi didapat pada 16 Februari 1965. Pesanan perdana L-100 berjumlah 21 unit untuk Continental Air Services pada tahun 1965.

Baca juga: Setelah 25 Tahun Stop Produksi, Lockheed Martin Tampilkan L-100 di Paris AirShow 2017

Ada tiga varian pesawat yang tersedia, L-100-20, L-100-30, dan LM-100J. Total hanya 114 unit L-100 yang terjual, produksi terakhir terjadi pada tahun 1992. Secara umum, Lockheed L-100-30 punya spesifikasi yang lumayan; panjang 34,35 meter, tinggi 11 meter, kecepatan maksimum 570 km per jam, ketinggian maksimum 23 ribu kaki, dan jangkauan sejauh 2.470 km.