Lokomotif Diesel DD502 Dijual di Twitter, Harganya Lebih Murah Dibanding Ongkos Kirim

0
Lokomotif diesel DD502 di pangkalan gerbong kereta Mitsukaido Kanto Railway di kota Joso, Prefektur Ibaraki (mainichi.jp)

Ketika sebuah lokomotif tak lagi beroperasi kemanakah mereka? Dijual, dilelang atau disimpan untuk menjadi pajangan museum? Beberapa diantaranya bila masih bisa beroperasi akan digunakan ataupun dijual. Sedangkan yang tak lagi beroperasi akan menjadi pajangan di Museum.

Baca juga: Dongkrak Kunjungan Wisata, Perajut di Walhalla Buat ‘Kostum’ untuk Lokomotif Tua

Seperti di Indonesia, beberapa lokomotif tua masuk ke museum dan yang lainnya menjadi pajangan di depan stasiun kereta api baik di Yogyakarta maupun di Semarang. Nah, di Jepang, lokomotif diesel tua dipasarkan melalui Twitter dan dijual seharga dua juta yen atau sekitar Rp272 juta.

Hal ini kemudian menjadi viral di kalangan pecinta kereta api. Di mana mereka mengatakan bahwa biaya pengiriman lokomotif diesel tersebut lebih mahal dibandingkan harga jualnya sendiri. Perusahaan kereta yang akan menjual lokomotif diesel DD502 ialah Kanto Railway Company dan berbasis di Tsuchiura di Prefektur Ibaraki.

Kanto Railways bahkan tak mengira mereka akan menerima banyak pertanyaan seputar postingan di Twitter tentang penjualan lokomotif diesel tersebut. Untuk dketahui, lokomotif diesel DD502 memiliki panjang 11 meter, tinggi 3,8 meter, lebar 2,7 meter dan berat 33,7 metrik ton.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (21/11/2020), lokomotif ini tidak lagi bisa berjalan kecuali menjalani perawatan dan bahkan saat ini mesin tidak lagi mau hidup. Kereta Api Joso Tsukuba, pendahulu dari Kereta Api Kanto, membeli lokomotif yang sekarang dijual, yang diproduksi pada tahun 1956 dan mengoperasikannya hingga tahun 2007.

Jika tercapai kesepakatan dengan pembeli dikatakan Kanto Railway Company, lokomotif dijadwalkan akan diserahkan di pangkalan gerbong kereta Mitsukaido di kota Joso, Prefektur Ibaraki. Tetapi biaya pengiriman diperkirakan sekitar 3,5 juta yen atau sekitar Rp476 juta.

Biaya ini jika pengiriman dilakukan di dalam prefektur dan kondisi jalan memungkinkan. Diperkirakan akan ada biaya tambahan sebesar satu juta yen atau sekitar Rp136 juta jika rel kereta api dengan panjang 13 meter juga disiapkan untuk lokomotif tersebut berdiri.

Baca juga: Lokomotif Diesel Hidraulik D301 22 Kini Jadi Koleksi Stasiun Tugu Yogyakarta

“Kami memposting ini hanya di Twitter karena kami tidak berpikir itu akan menarik banyak perhatian. Saya terkejut dengan skala tanggapan yang kami terima,” ujar poihak Kanto Railways Company.

Leave a Reply