Lontarkan Lelucon Soal Bom, Penumpang British Airways Dikeluarkan dari Pesawat

Ben Gurion Internasional Airport, Tel Aviv

Bagaimana bisa sejumlah penumpang terpaksa dikeluarkan dari sebuah penerbangan hanya karena melontarkan lelucon? Dalam penerbangan komersial yang mengedepankan unsur keselamatan, tentu hal semacam ini sangat mungkin terjadi. Tidak percaya? Silakan Anda lontarkan lelucon yang berbau terorisme, dan dijamin, Anda akan dikeluarkan dari penerbangan tersebut. Sama seperti yang menimpa penumpang British Airways dalam perjalanannya dari Israel menuju London Heathrow pada Minggu, 23 Juni 2019 kemarin.

Baca Juga: Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini bermula ketika sekelompok pemuda yang berjumlah 18 orang hendak bertolak menuju London. Proses boarding di Bandara Internasional Ben Gurion semula berjalan lancar, hingga ke-18 turis asal Inggris ini sudah masuk ke dalam pesawat. Ketika sedang asik berkelakar satu sama lain, salah satu dari mereka lalu melontarkan lelucon yang menyebutkan bahwa ia akan meledakkan pesawat tersebut.

Sontak, kru yang mendengar lelucon tersebut langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan. Seketika petugas keamanan naik ke dalam kabin penumpang, pria yang melontarkan lelucon tersebut langsung digiring turun dari pesawat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut mengenai apa yang ia lontarkan kepada teman-temannya tersebut.

Tidak hanya penumpang ini saja yang melontarkan lelucon yang tidak sepantasnya, melainkan anggota lain dari kelompok tersebut juga ada yang melontarkan lelucon anti Yahudi kepada penumpang lain pada penerbangan yang sama.

Menanggapi kejadian ini, pihak Israel Airport Authority (IAA) pun membenarkan kejadian tersebut.

“Setelah mereka melakukan proses boarding dan duduk di bangkunya masing-masing, salah satu dari mereka berkata bahwa ia akan meledakkan pesawat tersebut,” ujar pihak IAA.

“Kapten penerbangan langsung berkoordinasi dengan pihak maskapai dan memerintahkan untuk menurunkan kelompok tersebut dari dalam pesawat,” tandasnya.

Menurut pengakuan Richard Andrews (49 tahun), salah satu penumpang yang ada di dalam penerbangan terkait, ia mengaku tidak mendengar jeritan atau hiruk pikuk terkait lelucon tersebut.

Baca Juga: Isu Seksis, Eksekutif British Airways Larang Pramugari Gunakan Bra yang ‘Menantang”

“Saya sama sekali tidak mendengar keributan atau apapun sebelum mengetahui bahwa ada satu orang penumpang yang diturunkan dari penerbangan saya,” ujarnya.

“Saya rasa, jika benar ada seorang teroris yang ingin meledakkan pesawat di tengah perjalanannya, mereka akan lebih memilih untuk diam dan tidak akan mengumbar rencananya tersebut kepada penumpang lain. Namun lelucon seperti ini bisa saja dianggap serius oleh maskapai manapun dengan alasan keselamatan,” imbuh Richard.