LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Bagaimana Tarif, Headway dan Kapasitas Keretanya?

0

Light Rail Transit (LRT) Jabodebek meski belum 100 persen selesai atau tepatnya progres penyelesaian baru 78,5 persen, akan mulai uji coba untuk koridor Cibubur-Cawang pada 18 Oktober-18 November 2019. Uji coba ini bisa dimulai setelah kereta buatan PT INKA tersebut diangkat ke depo Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Baca juga:  Dilengkapi 17 Stasiun, LRT Jabodebek Siap Mengular di 2021

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, satu rangkaian kereta (trainset) yang diangkat ke atas rel menggunakan Gantry Crane tersebut terdiri dari enam kereta (car). Berbeda dengan kereta milik LRT Jakarta, satu rangkaian kereta LRT Jabodebek ini mampu mengangkut 750 sampai 1200 penumpang sekali jalan dan ditargetkan kapasitas sehari mampu mengangkut 15 ribu penumpang dapat tercukupi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, saat ini sudah ada enam trainset yang tersedia untuk di uji coba di depo sementara. Dia menambahkan nantinya secara keseluruhan akan ada 31 rangkaian kereta untuk koridor Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Dukuh Atas-Bekasi Timur.

Zulfikri mengatakan, kereta yang diproduksi oleh PT INKA ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen. Dalam pengoperasiannya nanti untuk headway atau jarak kedatangan antar kereta direncanakan tiga hingga enam menit sekali lintas dari Stasiun Harjamukti menuju ke Cawang dan sebaliknya.

Dalam masa uji coba ini, pihak pemerintah juga mulai membicarakan tarif untuk LRT Jabodebek. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif LRT jakarta akan dipatok flat Rp12 ribu, mirip dengan skema LRT Jakarta yang menetapkan tarif flat Rp5 ribu.

Dia menjelaskan tarif tersebut merupakan tarif subsidi yang diberikan pemerintah sebesar 50 persen. Sedangkan untuk harga komersial sendiri sebelum adanya subsidi, LRT Jabodebek meperkirakan sekitar Rp25 ribu. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI (Persero) John Roberto.

“Penetapan tarif Rp12 ribu itu dilihat dari tarif keekonomian kita. Kalau kita hitung (tarif LRT Jabodebek) sekitar Rp30 ribu tapi pemerintah memandang masyarakat itu mampu Rp12 ribu flat sekali jalan,” kata dia.

Baca juga: Tak Kunjung Rampung, LRT Jabodebek Lintasan Kuningan-Dukuh Atas Terganjal Masalah!

Tak hanya tarif, bahkan pihak LRT Jabodebek juga sudh merencanakan bisa terintegrasi dengan moda lainnya yang akan memudahkan penumpang. Salah satunya yakni terintegrasi dengan KRL. LRT Jabodebek sendiri diperkirakan akan beroperasi di koridor Cibubur-Cawang pada 2021 mendatang dan saat ini proyek pengerjaannya terus dilakukan, sedangkan rute hingga Bogor diproyeksi rampung di tahun 2022.

Leave a Reply