Lufthansa Hadirkan Makanan Astronot di Kelas Bisnis

Makanan astronot yang disajikan dalam kabin kelas bisnis Lufthansa (Live and Let's Fly )

Pada bulan Juli dan Agustus 2018 ada makanan baru di dalam kelas bisnis penerbangan Lufthansa. Salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa ini akan menyajikan makanan di kabin yang dikembangkan untuk makanan astronot. Makanan ini awalnya dibuat untuk seorang astronot asal Jerman Alexander Gerst dan krunya di International Space Station (ISS) yang berangkat Juni 2018 kemarin.

Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan

KabarPenumpang.com merangkum dari laman fastcompany.com (7/3/2018), pihak Lufthansa mengatakan, penumpang yang menggunakan maskapainya dan memilih kelas bisnis akan memiliki kesempatan untuk menikmati salah satu menu yang Gerst dan krunya makan di stasiun angkasa. Salah satunya adalah ayam ragout dengan jamur. Gerst sendiri akan menghabiskan waktu selama enam bulan ke depan di ISS dan penumpang Lufthansa akan merasa seperti astronot berkat menu inspirasi ruang angkasa yang akan hadir dalam penerbangan jarak jauhnya.

Makanan ini dibuat oleh LGS Group katering dan perabotan hotel Lufthasa serta menjadi replika makanan Gerst. Makanan ini biasanya diberikan pada astronot untuk membantu mereka mengatasi kerinduan dan sebagai hadiah khusus.

Makanan ini sendiri dibuat dari resep tradisional di daerah asalnya Swabia yang berada di barat daya Jerman. Bila lengkap makanan ini akan ada keju spaetzle yang suguhkan dengan bacon, ayam ragout dan jamur.

Tetapi penumpang kelas bisnis tidak akan mendapatkan makanan yang benar-benar mirip dengan Gerst. Sebab astronot memiliki rasa makanan yang rendah sodium karena dikalengkan dan dikirim ke luar angkasa dimana bisa bertahan hingga dua tahun.

Tetapi penumpang penerbangan Lufthansa akan mendapatkan versi hidangan yang dibuat oleh katering perusahaan. Bahkan Lufthansa sebenarnya seperti memaksa pelanggannya untuk melupakan tentang makanan hambar di luar angkasa.

“Siapa pun yang bermimpi menjadi astronot semasa kecil mungkin tidak terlalu memikirkan makanan. Dan makanan di misi luar angkasa pertama tidak benar-benar layak untuk dimimpikan itu sudah hilang dalam sejarah sebagai tabung dan kubus,” ujar Lufthansa.

Kartu menu makanan kelas bisnisnya pun kini juga diilustrasikan dengan gambar dari ISS untuk mendapatkan komentar penumpang. Lufthansa tidak salah ketika mengklaim bahwa makanan ruang angkasa telah meningkat pesat sejak misi pertama dengan awak. Saat ini astronot ISS bahkan menikmati pizza.

Baca juga: Pasta? No, Nasi Goreng? Yes, Untuk Disantap di Kabin Pesawat

“Makanan terbaik yang kami miliki adalah makanan yang kami dapatkan sebagai paket perawatan, yang merupakan pembuatan pizza dengan kerak dan saus. Karena tekstur dan rasanya sangat berbeda dari makanan biasa (beku-kering) yang kami miliki, itu adalah pizza terbaik yang pernah saya miliki,” kata Randy Bresnik seorang astronot.

Membuat makanan untuk astronot adalah kombinasi dari melihat nutrisi, umur simpan dan rasa. Tentu saja, para astronot dibatasi oleh cara mereka dapat menyiapkan makanan dan yang penting mereka mendapatkan jumlah kalori, vitamin dan mineral yang tepat dalam setiap kali makan. Para ilmuwan makanan pintar yang bertanggung jawab untuk merancang menu NASA telah berhasil memasukkan barang-barang terdengar lezat seperti kari ikan India, kue kepiting, kue lemon curd, dan bahkan aprikot tukang sepatu.