Maeklong, Pasar Lipat di Lintasan Jalur Kereta

Sumber: anakreguler.com

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata pasar? Tentu saja bayangan yang muncul pertama kali adalah sebuah tempat ramai dimana di dalamnya terdapat penjual yang menjajakan barang dagangnnya dan juga pembeli. Lalu apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata rel kereta? Sebuah jalur yang terbuat dari besi yang digunakan sebagai “jalan” dari kereta. Lalu, bagaimana jika kedua tempat tersebut dijadikan satu? Tentu saja beberapa dari Anda akan merasa keheranan dan seakan tidak percaya bahwa terdapat beberapa pasar yang berdiri di atas rel kereta yang masih aktif.

Bagi Anda yang pernah melanglang buana di Thailand, mungkin nama pasar ini akan sedikit membawa Anda kembali bernostalgia dengan suasana di negeri seribu Pagoda ini. Pasar Maeklong, sebuah pasar yang berada di sebuah jalur perlintasan kereta komuter yang menghubungkan Wongwian Yai, Bangkok dan Samut Songkhram di Thailand. Pasar ini berada 72 km sebelah barat daya kota Bangkok. Namun bagaimana bisa sebuah pasar terletak di sebuah rel aktif?

Sumber: yukepo.com
Sumber: yukepo.com

Pedagang yang tengah asyik menjajakan barang dagangannya dipaksa mengalah oleh kereta yang hendak lewat dengan cara membereskan dagangannya, melipat terpal yang melintang agar tidak mengganggu kereta yang hedak melintas tersebut. Lebih hebatnya lagi, para pedagang ini bahkan sudah hafal kapan jadwal kereta akan melintasi rel yang membentang sejauh 67 km itu. Setelah kereta sudah sepenuhnya melintasi pasar tersebut, para pedagang kembali membuka terpal dan kembali menjajakan barang dagangannya. Selain menjadi trade mark, pasar ini juga merupakan salah satu pasar yang menjajakan makanan laut segar terbesar di Thailand.

Bukan para pedagang di sini tidak takut tersambar kereta saat bergadang, mereka mengaku mulai berdagang saat rel kereta ini mulai beroperasi. Mereka mengatakan sudah tidak ada tempat lagi apabila mereka pindah. Berdasar pada situasi itulah, akhirnya ada kesepatakan dari pihak berwenang dan para pedagang untuk tetap menghidupkan aktivitas jual beli di atas rel kereta api. Selain membereskan terpal yang melintang dan barang dagangannya, para pedagang juga termasuk kreatif dengan memasangkan roda pada bagian bawah lapak mereka, tidak dibuat paten. Ini bertujuan untuk mempermudah “evakuasi” dagangan saat kereta lewat.

Sumber: isanook.com
Sumber: isanook.com

Saat kereta hendak lewatpun, para pedagang ini tidak menyingkir terlalu jauh, bahkan kurang dari satu meter. Menurut data yang dilansir dari laman pikiran-rakyat.com, 19 Juni 2016, para pedagang ini juga sudah memprediksi kecepatan kereta saat melintasi pasar tersebut. “Sudah aman mundur satu meter. Barang dagangan tidak ada yang terbang. Soalnya kereta kalau melintas wilayah ini, lajunya tidak kencang. Kereta akan berjalan pelan, sekitar 15 km per jam. Pedagang di sini pun sudah terampil bongkar pasang tenda, sebelum kereta datang,” ujar Waen, seorang pedagang yang menjajakan aneka keripik.

Pemandangan ini tentu saja membuat para pelancong yang sengaja datang ke pasar Maeklong senyum sumringah melihat aksi dari para pedagang yang seolah menantang maut tersebut. Apabila Anda berencana untuk menghabiskan waktu libur Anda di Thailand, sempatkan diri untuk mengunjungi pasar tersebut pada pukul 08.30, 11.10, 14.30, dan 17.40 karena pada jam-jam tersebut, para pedagang mulai bersiap untuk membereskan dagangannya sebelum kereta melintas. Sebagai tambahan, waktu antara Indonesia bagian barat dan Thailand hampir tidak ada perbedaan karena letak geografisnya yang bisa dibilang sejajar. Apakah Anda tertarik untuk mendatanginya?