Melintasi Batam Tanpa Izin, Ini Dia Serba-Serbi dari Ethiopian Airlines!

Sumber: The New Times

Senin (14/1/2019) kemarin, sektor aviasi Indonesia dibuat gempar dengan beredarnya berita tentang force down (pemaksaan) yang dilakuan oleh jet tempur F-16 TNI AU. Alih-alih tanpa alasan, adapun hal yang mendasari force down ini adalah karena pesawat kargo milik maskapai Ethiopian Airlines ini tidak bisa menyebutkan izin atau Flight Clearance (FC) ketika ditanya oleh otoritas navigasi udara Indonesia, AirNav melalui komunikasi radio.

Baca Juga: Ethiopian Airlines, Maskapai Afrika Pertama Yang Daratkan Pesawatnya di Indonesia

Nah, mungkin di sini Anda jadi pensaran dengan maskapai Ethiopian Airlines yang diketahui tengah dalam penerbangan dari Addis Ababa menuju Hong Kong ini, bukan? Nah, seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Ethiopian Airlines ini merupakan maskapi milik pemerintah yang juga merangkap peran sebagai flag carrier dari negara Ethiopia. Sebelumnya, maskapai dengan kode penerbangan EAL ini menggunakan nama Ethiopian Air Lines dan mulai melakukan first maiden pada 8 April 1946.

Ethiopian Airlines sendiri didirikan pada 21 Desember 1945 dan mulai melakukan ekspansi pasar penerbangan internasional enam tahun berselang. Berawal dari sebuah firma, akhirnya pada tahun 1965, bentuk perusahaan ini berubah menjadi share company dan pada momen itu juga, maskapai ini resmi berganti nama dari Ethiopian Air Lines menjadi Ethiopian Airlines.

Sumber: istimewa

Di awal pengoperasiannya, Ethiopian Airlines hanya menggunakan enam armada Douglas DC-3 saja, dengan rute penerbangan internasional dari Addis Ababa – markas dari Ethiopian Airlines menuju Aden, Asmara, Djibouti, Kairo, dan Khartoum.

Lalu pada tahun 1959, maskapai ini terdaftar secara resmi sebagai anggota dari International Air Transport Association (IATA), dan anggota dari African Airlines Association (AFRAA) pada tahun 1968. Menilik visi perusahaan yang berusaha untuk terus melebarkan sayap bisnisnya, akhirnya Ethiopian Airlines memilih untuk bergabung bersama aliansii penerbangan Star Alliance pada tahun 2011.

Sumber: istimewa

Kini, Ethiopian Airlines diketahui sebagai maskapai asal Benua Hitam terbesar dari segi pengangkutan penumpang, destinasi yang dilayani, jumlah armada, dan pendapatan.

Baca Juga: Ethiopian Airlines Sabet Gelar Katering Terbaik di Afrika Versi PAX International

Jika dilihat dari segi armada yang tersedia untuk pengoperasian sehari-harinya, Ethiopian Airlines bisa dibilang sebagai pelanggan setia dari produk Boeing, lho!

Ini tampak dari jajaran armadanya yang berisikan mulai dari Boeing 737-700, Boeing 737-800, Boeing 737 MAX 8, Boeing 767-300ER, Boeing 777-200LR, Boeing 777-300ER, Boeing 787-8, hingga Boeing 787-9 Dreamliner. Total dari pesawat penumpang bermerek Boeing yang digunakan oleh Ethiopian Airlines mencapai 68 pesawat, belum dari pesawat kargo yang juga menggunakan produk dari Boeing – delapan armada.

Ethiopian Airlines juga menggunakan armada Airbus A350-900 sebanyak sembilan armada dan dan Bombardier Dash 8 Q400 sebanyak 23 armada.