Mengenal Sonar Bangla Express, Kereta di Bangladesh dengan Rangkaian Gerbong Produksi PT INKA

Bagian dalam Sonar Bangla Express (daily-sun.com)

Sonar Bangla Express yang merupakan kereta antar kota di Bangledesh yang membentang antara ibukota Dhaka dan Chittagong. Tapi tahukah Anda gerbong-gerbong kereta tersebut dibuat di pabrik mana? Ternyata gerbong-gerbong untuk Sonar Bangla Express adalah besutan PT INKA milik Indonesia.

Baca juga: Ekspor 14 Bus ke Bangladesh, Karoseri Laksana Andalkan Sasis dari Scania

Rangkaian gerbong buatan PT INKA di Sonar Bangla Express melayani perjalanan nonstop untuk rute yang memakan waktu sekitar lima jam 40 menit perjalanan. Sonar Bangla Express ternyata menjadi kereta kedua setelah Subarna Express dan berhenti hanya di Stasiun Bandara Dhaka dan tarifnya pun cukup tinggi.

Namun meski begitu tarif ini sudah termasuk dengan makanan yang disediakan oleh Bangladesh Parjatan Corporation. Kereta ini memiliki jadwal keberangkatan dari Stasiun Dhaka pukul 07.00 pagi waktu Bangladesh dan tiba pukul 12.20 di Chittagong.

Sedangkan dari Chittagong sendiri berangkat pukul 17.00 waktu setempat dan tiba di Dhaka pukul 10.10 malam. Kereta ini tidak akan beroperasi setiap Selasa dari Chittagong dan Rabu dari Dhaka.

Satu rangkaian kereta terdiri dari 14 hingga 16 gerbong dengan 746 kursi yang tersedia. Kelas di Sonar Bangla Express terbagi antara Shovan, Snigdha (AC) dan AC Berth. Bisa dikatakan kereta ini merupakan kereta mewah pertama dan tercepat di Bangladesh.

Kereta Buatan PT INKA untuk Bangladesh. Sumber: anekainfounik.files.wordpress.com

Kereta besutan PT INKA ini mulai meluncur di rel Bangladesh sejak 2016 lalu setelah peresmiannya. Berwaran merah hijau, kereta ini ternyata ditarik oleh lokomotif kelas 2900 dari Bangladesh Railway.

Bangladesh diketahui memesan sebanyak 250 gerbong kereta dari PT INKA. Dimana gerbong-gerbong ini pun pengirimannya bertahap dan baru-baru ini dikirim lagi 50 gerbong ke Bangladesh. Humas PT INKA Muhammad Advin mengatakan, kereta yang dikirim secara bertahap dan ini kereta campuran untuk kelas eksekutif dan ekonomi.

“Kalau keretanya sama dengan Indoneisa, ada yang pake AC dan kipas atau kipas saja. Kita juga buat dan kirim kereta sleeper ke sana,” ujar Advin yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (29/4/2019).

Baca juga: Tak Jadi Beroperasi Tahun Ini, Pabrik PT INKA di Banyuwangi Dibuka Tahun 2020

Dia mengungkapkan setiap pengiriman yang dilakukan PT INKA, tipe keretanya selalu bervariasi. Untuk kereta sleeper bertingkat dan berbilik atau berkamar. “Yang dimaksud sleeper bertingkat adalah kasurnya bukan keretanya yang bertingkat dua,” jelas Advin.