Meski Bakal Merugi, Mitsubishi Regional Jet Siap Masuk Jalur Produksi di 2020

Mitsubishi Regional Jet. Sumber: BEAM

Di tengah hiruk pikuknya persaingan antara dua raksasa sektor dirgantara global, yakni Boeing dan Airbus yang dikabarkan tengah bersitegang, ada sejumlah perusahaan di luar Eropa dan Amerika yang mencoba untuk memanfaatkan momen ini. Setelah pihak Perancis beberapa waktu yang lalu mengungkapkan bahwa Cina akan jadi pihak yang diuntungkan dari perang dingin antara Boeing dan Airbus, rupanya Jepang juga ingin unjuk gigi ke publik dengan menghadirkan pesawat narrow-body yang dikhususkan untuk pengangkutan penumpang.

Baca Juga: Berikan Dukungan Pada Boeing, Donald Trump Usulkan Rebrand 737 MAX

Dirilis dengan nama Mitsubishi Regional Jet, ini merupakan pesawat jet pertama yang dirakit oleh Jepang – setidaknya sejak periode tahun 1960-an. Memang, Mitsubishi Regional Jet hanya mampu menampung 88 penumpang saja dalam setiap penerbangannya – tidak seperti Boeing atau Airbus yang sudah bermain di angka ratusan penumpang dalam kelas jet berbadan kecil. Namun ini tidak menyurutkan itikad Mitsubishi Heavy Industries Ltd. selaku produsen untuk terjun langsung dalam persaingan di sektor kedirgantaraan global.

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, Mitsubishi Regional Jet memiliki dua varian yang siap untuk dirilis. Kembali lagi, kedua varian ini memiliki jumlah bangku yang lebih sedikit dan fuselage yang jauh lebih kecil ketimbang Boeing 737 atau Airbus A320 yang secara head-to-head menjadi pesaing utama pihak Mitsubishi. Kedua varian dari Mitsubishi ini memiliki jarak tempuh maksimal hingga 2.000 mil – pun dengan varian yang satunya lagi yang hanya mampu menampung 76 penumpang saja, namun memiliki jarak tempuh yang sama dengan saudara kandungnya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman bloomberg.com (18/4/2019), Corporation President Hisakazu Mizutani mengatakan bahwa pihaknya telah melalui beberapa tahapan yang cukup sulit dalam rentang waktu beberapa tahun ke belakang, dan kini perusahaan mematok tahun 2020 mendatang akan menjadi tahun yang paling sulit karena mereka berencana untuk mengkomersialkan layanan dari Mitsubishi Regional Jet.

“Tahun depan akan menjadi tahun paling penting bagi kami,” ujar Hisakazu Mizutani.

Baca Juga: Mitsubishi Uji Coba Regional Jet, Inikah Momen Kebangkitan Industri Dirgantara Jepang?

Pernyataan Hisakazu yang menyebutkan bahwa tahun 2020 mendatang merupakan tahun berat bagi perusahaan bukan tanpa alasan. Alih-alih hanya memikirkan tentang kapasitas pesanan yang masuk ke buku daftar pesanan perusahaan, seorang analis dari Jefferies Japan Ltd., Sho Fukuhara juga menambahkan bahwa jumlah pesanan yang masuk ke perusahaan hingga detik ini masih belum bisa menutup modal yang sudah dikeluarkan dalam mengembangkan pesawat narrow-body ini.

“Sekarang, ada banyak pihak yang bergantung pada kemampuan Mitsubishi untuk mampu membuat jet tepat waktu. Pasalnya, sebanyak 407 pesanan yang masuk ke perusahaan masih belum mampu untuk membuat program perakitan pesawat ini menguntungkan,” ujar Sho.