Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

0
Warga Afghanistan yang sudah di dalam bandara kondisinya penuh dengan ketidakpastian. Kekurangan makanan dan minuman serta panas terik adalah keniscayaan yang harus dihadapi selama menunggu pesawat yang membawa mereka keluar dari Afghanistan tiba. Foto: Twitter BBC

Bandara Kabul dipastikan aman dari Taliban. Tetapi, tidak dipastikan aman dari rasa lapar, dahaga, dan panas yang menyengat, mengingat mereka menunggu berhari-hari di apron dan sekitaran runway, bukan di dalam terminal. Laporan terbaru mengatakan bahwa beberapa orang tewas di bandara saat menunggu proses evakuasi.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Menurut pejabat Gedung Putih, sejauh ini Amerika Serikat (AS) telah mengevakuasi 30.300 orang, terdiri dari diplomat, warga AS, sekutu dari Afghanistan dan keluarganya, serta warga negara asing lainnya yang mendapatkan undangan evakuasi dari AS, sejak Taliban mulai menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Tetapi, jumlah tersebut masih belum seberapa. Diperkirakan masih ada ribuan atau mungkin puluhan ribu orang lainnya yang harus dievakuasi AS.

Sementara itu, di dalam bandara, mereka yang sedang menanti pesawat evakuasi datang kondisinya sangat sulit. Makanan dan minuman terbatas serta panas menyengat yang tak terhindarkan adalah realita yang harus dihadapi.

Menurut sumber ABC News di dalam bandara, kondisinya disebut “non-permissive environment” atau istilah yang menggambarkan penuh dengan ketidakpastian.

Saking tidak pastinya, baru-baru ini ada sebuah keluarga, terdiri dari lima orang, memutuskan hengkang dari fasilitas yang dikelola militer AS, Inggris, dan Turki itu. Mereka mundur, memasuki zona perang, melewati pos pemeriksaan Taliban, dan kembali ke rumah semata demi mendapatkan makanan, minuman, dan terhindar dari terik matahari.

Dalam pengakuannya dihadapan ABC News, Ahmad, begitu nama samaranya, tak punya pilihan lain kecuali terus bertahan hidup dengan mencari sumber makanan dan minuman daripada harus menunggu tanpa kejelasan di Bandara Internasional Hamid Karzai.

“Dia (kepala keluarga yang hengkang dari bandara) adalah pria yang telah lama menunggu SIV-nya datang, yang telah diancam secara langsung oleh Taliban. Namun, ketika begitu dekat dengan mimpinya akan keselamatan dan perlindungan, dia memutuskan lebih aman untuk pergi kembali ke rumah daripada menahan keluarganya di fasilitas yang dikelola militer AS ini lebih lama lagi,” kata salah satu sumber ABC News di bandara.

Baca juga: Deja Vu Kekacauan Akibat Perang Vietnam di Bandara Kabul

Keputusannya memang sulit dicerna. Saat puluhan ribu warga Afghanistan berebut masuk bandara meski selalu gagal, karena sudah dijaga sangat ketat oleh militer, ia malah keluar dari bandara dan kembali ke zona perang.

Di luar bandara, Taliban beberapa kali menyerang warga yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan. Salah satu serangan bahkan menyebabkan empat anak jadi yatim piatu. Ayah dan ibunya dibunuh oleh Taliban di sekitar bandara.