Mobil Terbang AirCar Sukses Terbang Antar Bandara, Kreator: Bisa Terbang Sejauh 1.000 Km

0
Mobil terbang AirCar besutan KleinVision saat berhasil terbang perdana pada Oktober tahun lalu. Foto: KleinVision

Prototipe mobil terbang AirCar besutan KleinVision sukses terbang antara dua bandara internasional di Nitra dan Bratislava, Slovakia, atau melahap perjalanan sekitar 35 menit. Kesuksesan ini tentu semakin mendekatkan mobil terbang tersebut untuk bisa segera mendapat sertifikasi dan dijual secara massal.

Baca juga: Mobil Terbang KleinVision dengan Desain Sayap Gawang Sukses Terbang Perdana

Mobil terbang yang mengusung mesin BMW berbahan bakar bensin ini diklaim sang kreator Prof. Stefan Klein, mampu terbang sekitar 1.000 km di ketinggian 2.500 m (8.200 kaki). Sejak pertama muncul, mobil terbang AirCar sudah berhasil mencatat 40 jam terbang.

Dilansir BBC International, mobil yang disebut sang investor layaknya gabungan dari Bugatti Veyron dan Cesna 172 ini mula-mula meluncur ke runway. Mobil terbang AirCar ini memang tidak seperti drone atau taksi terbang lain yang lepas landasnya dengan cara vertikal. Jadi, butuh trek lurus untuk lepas landas.

Usai berganti mode terbang selama 15 detik, mobil terbang AirCar, yang dikendarai langsung oleh Prof. Stefan Klein pun melaju dan terbang di udara. Selama cruising di udara, mobil terbang AirCar melaju di kecepatan rata-rata 170 km per jam dan memiliki payload maksimal 200 kg atau sekitar dua orang atau satu penumpang.

Setelah 35 menit mengudara, mobil terbang mendarat mulus di bandara tujuan dengan disaksikan oleh wartawan dan beberapa undangan lainnya.

Sebelumnya, mobil terbang yang dikembangkan selama kurang lebih dua tahun dengan biaya 2 juta Euro tersebut sudah lebih dahulu sukses melakukan penerbangan perdana pada Oktober 2020 lalu.

Ketika itu, dalam sebuah teaser resmi perusahaan, nampak sebuah mobil bergaya sport berwarna putih dengan desain sayap gawang mirip pesawat Sukhoi Su-80 Multirole meluncur ke sebuah landasan pacu.

Namun, siapa sangka, sesaat setelah AirCar berhenti, mobil mulai berubah layaknya di film-film Hollywood semisal Transformer. Bedanya, jika mobil sport Transformer berubah menjadi robot, AirCar KleinVision berubah menjadi sebuah kendaraan layaknya pesawat perintis atau pesawat komuter.

Selain mendapat tambahan berupa sayap, perubahan mode juga menjadikan mobil terbang lebih panjang dari mode normal. Hal itu tentu saja untuk mendukung aerodinamika mobil terbang saat di udara ataupun saat ingin lepas landas dan mendarat. Proses perubahannya juga tak terlalu lama, sekitar kurang dari 3 menit, lebih lama dibanding versi penyempurnaan saat ini yang hanya butuh 15 detik.

Masih dalam teaser yang sudah ditonton nyaris 2 juta orang sejak diunggah pertama kali pada 27 Oktober 2020 lalu, mobil terbang rancangan Stefan Klein, orang yang juga merancang mobil terbang Aeromobil saat dipamerkan ke gelara Top Marques Monaco pada 2017 lalu itu, kemudian perlahan meluncur dan terbang mulus seiring perputaran baling-baling tunggal yang berada di tengah kendaraan, persis di depan sayap gawang.

Layaknya pesawat sungguhan, kemudi mobil terbang AirCar juga menggunakan yoke, hal itu terlihat dari tarikan kemudi oleh pilot sebelum terbang.

Baca juga: Avions Mauboussin Luncurkan Pesawat STOL Hibrida-Hidrogen Pertama di Dunia

Saat di udara, mobil terbang berkapasitas dua orang ini diklaim aman. Sebab, bodi komposit yang membalut mobil terbang dinilai mampu menahan tekanan saat ia melaju dalam kecepatan tinggi, baik di darat maupun udara.

Meskipun AirCar dengan dua seat sudah lebih dari cukup untuk membuat publik menunggu, KleinVision menyebut bahwa pihaknya akan membuat AirCar dalam beberapa versi, seperti twin prop atau dua baling-baling dengan tiga atau empat penumpang, serta versi amfibi layaknya flying boat.