Mobil Terbang KleinVision dengan Desain Sayap Gawang Sukses Terbang Perdana

0
Mobil terbang AirCar besutan KleinVision saat berhasil terbang perdana pada Oktober tahun lalu. Foto: KleinVision

September lalu, mobil terbang pertama di Jepang, SkyDrive SD-03 sukses terbang perdana. Hanya saja, mobil terbang itu bisa dibilang lebih mirip drone taksi, bukan mobil sungguhan yang bisa melesat di jalanan dan terbang saat dibutuhkan. Begitu juga dengan mobil terbang besutan pabrikan lainnya. Namun, tidak demikian dengan yang satu ini.

Baca juga: Mobil Terbang SkyDrive SD-03, Uji First Flight dengan Pilot

Dilansir New Atlas, belum lama ini, mobil terbang AirCar besutan KleinVision sukses terbang perdana. Dalam sebuah teaser resmi perusahaan, nampak sebuah mobil bergaya sport berwarna putih dengan desain sayap gawang mirip pesawat Sukhoi Su-80 Multirole meluncur ke sebuah landasan pacu.

Namun, siapa sangka, sesaat setelah AirCar berhenti, mobil mulai berubah layaknya di film-film Hollywood semisal Transformer. Bedanya, jika mobil sport Transformer berubah menjadi robot, AirCar KleinVision berubah menjadi sebuah kendaraan layaknya pesawat perintis atau pesawat komuter.

Selain mendapat tambahan berupa sayap, perubahan mode juga menjadikan mobil terbang lebih panjang dari mode normal. Hal itu tentu saja untuk mendukung aerodinamika mobil terbang saat di udara ataupun saat ingin lepas landas dan mendarat. Proses perubahannya juga tak terlalu lama, sekitar kurang dari 3 menit.

Masih dalam teaser yang sudah ditonton nyaris 2 juta orang sejak diunggah pertama kali pada 27 Oktober 2020 lalu, mobil terbang rancangan Stefan Klein, orang yang juga merancang mobil terbang Aeromobil saat dipamerkan ke gelara Top Marques Monaco pada 2017 lalu itu, kemudian perlahan meluncur dan terbang mulus seiring perputaran baling-baling tunggal yang berada di tengah kendaraan, persis di depan sayap gawang. Layaknya pesawat sungguhan, kemudi mobil terbang AirCar juga menggunakan yoke, hal itu terlihat dari tarikan kemudi oleh pilot sebelum terbang.

Saat di udara, mobil terbang berkapasitas dua orang ini diklaim aman. Sebab, bodi komposit yang membalut mobil terbang dinilai mampu menahan tekanan saat ia melaju dalam kecepatan tinggi, baik di darat maupun udara.

Meskipun AirCar dengan dua seat sudah lebih dari cukup untuk membuat publik menunggu, KleinVision menyebut bahwa pihaknya akan membuat AirCar dalam beberapa versi, seperti twin prop atau dua baling-baling dengan tiga atau empat penumpang, serta versi amfibi layaknya flying boat.

Setelah sukses terbang perdana, mobil terbang AirCar KleinVision nantinya akan mendapat sentuhan akhir untuk penyempurnaan. Setelah itu, AirCar harus melalui proses sertifikasi sebelum bisa digunakan secara luas, baik sebagai kendaraan pribadi maupun taksi terbang.

Baca juga: Inilah “Link and Fly,” Kereta Terbang Besutan Perancis! Penumpang Bakal Dijemput Kabin Berjalan

Pada proses tersebut, AirCar dinilai akan mengalami kesulitan. Bukan karena teknologinya melainkan karena berbagai faktor di luar itu, seperti persoalan meluncur (lepas landas) di tengah kota atau jalan tol, kemungkinan sayap penyok karena berbagai benturan saat parkir, serta berbagai kemungkinan lainnya.

Dengan begitu, keinginan untuk melihat mobil terbang menguasai jalan-jalan kota di seluruh dunia mungkin masih harus menunggu hingga beberapa tahun mendatang.

LEAVE A REPLY