MRT Singapura Larang Pengguna PMD untuk Gunakan Layanan!

0
Sumber: The Straits Times

Dalam waktu beberapa hari ke depan, para pengguna Personal Mobility Devices (PMD) akan ‘dipaksa’ turun di Woodlands MRT Station. Tapi jangan dulu berpikiran negatif, karena kebijakan ini ditempuh oleh pihak SMRT ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para komuter di Negeri Singa. Ya, para pengguna PMD ini mencakup pesepeda dan pengguna e-scooter yang turut serta memboyong kendaraan pribadinya tersebut ke dalam kereta.

Baca Juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman pressreader.com (10/6/2019), operator kereta telah memasang metal barrier untuk mencegah para pengguna e-scooter dan pesepeda ‘meluncur’di area concourse – dimana kebijakan ini diberlakukan di bawah pengawasan langsung dari regulasi Land Transport Authority (LTA).

Para pengguna e-scooter dan pesepeda dilarang untuk menggunakan layanan SMRT, kecuali sepeda dan e-scooter yang mereka kendarai bisa dilipat. Alih-alih ada asap jika tidak ada api, kebijakan ini juga mulai diterapkan oleh pihak SMRT setelah adanya kejadian yang melibatkan pengguna PMD dan penumpang SMRT.

Masih mengutip dari lama sumber yang sama, tahun lalu seorang pengguna e-scooter terpaksa mendekam dibalik jeruji besi lantaran telah menabrak seorang penumpang SMRT berjenis kelamin wanita di Chinatown MRT Station – korban mengalami mengalami luka ringan pasca kejadian ini. Enggan kejadian yang sama atau lebih parah terulang kembali, maka dari itu pihak SMRT setuju untuk mengikuti regulasi LTA untuk mencegah para pengguna PMD seperti yang sudah dijelaskan di atas untuk menaiki layanan kereta komuter di Singapura ini.

Uji coba pemasangan metal barrier ini merupakan update yang paling baru dari SMRT untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penggunanya. Adapun uji coba ini mulai diterapkan sejak minggu keempat bulan Mei yang diinisiasi dengan pemasangan barrier di sejumlah area, termasuk di area yang berdekatan dengan Causeway Point shopping centre.

Adapun barrier-barrier ini dipercaya dapat mencegah para pengguna PMD untuk bisa masuk ke area concourse, karena bentuknya yang berkelok dan akan menyulitkan – bahkan cenderung tidak mungkin untuk dilalui oleh pengguna PMD tersebut.

Baca Juga: Platform Screen Doors Alami Kendala, Penumpang MRT Singapura Terjebak Delay Dua Jam!

Dengan diterapkannya regulasi ini, bukan berarti pihak SMRT melarang pengguna PMD untuk menggunakan SMRT, namun lebih kepada untuk meningkatkan keamanan keamanan dan kenyamanan pbulik yang menggunakan layanan SMRT. Hal ini diungkapkan oleh pemerhati transportasi Singapura, Dr. Raymond Ong.

“Regulasi ini diciptakan bukan untuk menentang para pengguna PMD, melainkan untuk menghadirkan moda transportasi yang lebih mengedepankan keamanan dan kenyamanan.” ujarnya singkat.

Leave a Reply