National Rail (Inggris) Hadirkan Peringatan Penumpang via Aplikasi Jika Kereta dan Stasiun Penuh

0
ilustrasi kereta Inggris

Di era new normal, aktivitas kerja dan perkantoran sudah mulai dibuka secara bertahap. Pun dampaknya kepadatan kembali melanda pra saranan transpotasi, misalnya seperti stasiun kereta komuter. Nah, kepadatan calon penumpang, baik yang terjadi di dalam dan di luar stasiun, sudah barang tentu social distancing menjadi bermasalah, dan risiko penyebaran Covid-19 bakal meningkat.

Berangkat dari kasus di atas, National Rail, operator jaringan kereta di Inggris, menawarkan peringatan kepada penumpang jika stasiun atau kereta sibuk atau dalam keadaan penuh. Dalam hal ini segitiga peringatan akan muncul di aplikasi dan situs web National Rail untuk memberitahu pelanggan yang membeli tiket bahwa layanan kereta saat sibuk di jam tersebut.

Baca juga: BlueFilter, Teknologi Penyaring Virus dan Bakteri di Gerbong Kereta Api

National Rail mengatakan, pihaknya akan menggunakan tren perencanaan perjalanan dan pembaruan langsung dari staf kereta api untuk menjalankan sistem. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (5/6/2020), kepadatan telah menjadi masalah pada beberapa kereta selama pandemi virus corona ini.

Bahkan karena kepadatan ini, serikat transportasi RTM (The National Union of Rail, Maritime and Transport Workers) telah mengecam akan membagi dua layanan untuk melindungi staf dan penumpang. Diketahui sistem baru yang dihadirkan oleh National Rail ini dikembangkan oleh Zipabout start-up teknologi.

Melalui sistem ini, penumpang akan dapat mendaftar untuk peringatan di Facebook Messenger dan National Rail berharap untuk menawarkan pesan teks dan peringatan WhatsApp di masa depan. Selain itu, sistem ini juga akan menyarankan opsi perjalanan alternatif untuk membantu orang terhuyung-huyung dalam perjalanan mereka.

Adanya hal ini, pemerintah mengatakan, mereka menyambut pembaruan National Rail, tetapi menyarankan siapa pun yang dapat menghindari perjalanan kereta api harus terus melakukannya.

“Dengan kapasitas berkurang menjadi sekitar seperlima dari yang sebelumnya terlihat di jalur kereta api kami, penting bahwa orang-orang bekerja dari rumah jika mereka bisa, mengatur waktu perjalanan mereka untuk menghindari keramaian, dan menggunakan bentuk transportasi lain sedapat mungkin,” kata Sekretaris Transportasi Grant Schapps.

Memanfaatkan data dan teknologi baru akan sangat penting untuk memungkinkan jarak sosial sekarang, dan memodernisasi jaringan untuk masa depan. Menurut Office of Rail and Road (ORR), 51 juta lebih sedikit perjalanan dilakukan di kereta api Inggris dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Layanan berkurang secara substansial ketika kuncian dimulai pada bulan Maret, meskipun sudah mulai meningkat lagi setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan orang-orang yang tidak dapat bekerja dari rumah dapat pergi ke tempat kerja mereka. Pada hari Kamis (4/6/2020), pemerintah mengumumkan bahwa penumpang yang menggunakan angkutan umum di Inggris akan diharuskan memakai penutup wajah atau masker mulai 15 Juni.

Masker tersebut harus dikenakan di bus, trem, kereta api, gerbong, pesawat terbang dan ferry. Shcapps mengatakan, anak-anak dan orang yang memiliki kekurangan serta kesulitan bernafas akan merasa kesulitan bernapas akan dibebaskan.

Baca juga: East Japan Railway Hadirkan Aplikasi “Train’ing,” Mudahkan Penumpang Berolahraga Dalam Kereta

National Rail juga mengungkapkan waktu tersibuk di beberapa stasiun besar Inggris yakni Birmingham New Street 06.00 hingga 06.30, Bristol Temple Meads 08.30 hingga 09.00, Cardiff Central 8.30 hingga 9.00, Edinburgh Waverly 07.00 hingga 08.00, Glasgow Queen Street 07.00 hingga 08.30, Leeds 08.00 hingga 08.30, Liverpool Lime Street 08.00 hingga 08.30, London Victoria 07.00 hingga 07.30, London Waterloo 06.30 hingga 07.30 dan Manchester Piccadilly 07.00 hingga 7.30.

Leave a Reply