Too Good To Go – Aplikasi di Bandara Munich untuk Pesan Makanan dan Kurangi Limbah

Bandara Munich di Jerman baru-baru ini meluncurkan proyek percontohan untuk menguji aplikasi terbarunya yakni Too Good To Go. Proyek ini sendiri di promosikan oleh Allresto yang merupakan anak perusahaan Bandara Munich dan bertanggung jawab untuk sebagian besar operasional makanan dan minuman di bandara. Baca juga: “See Say Airport,” Aplikasi Bandara Denver untuk Keselamatan dan Keamanan Penumpang Allresto menghadirkan proyek percontohan aplikasi tersebut untuk menghindari limbah makanan. KabarPenumpang.com melansir dari laman passengerterminaltoday.com (22/10/2018), platform digital tersebut akan memungkinkan pengunjung bandara, penumpang dan karyawan memesan makanan surplus yang disiapkan oleh restoran dan perusahaan layanan makanan lainnya. Pada paltform ini ada harga khusus dan bisa di dapatkan antara pukul 20.00 dan 21.30 waktu setempat. Aplikasi ini diketahui dibuat oleh startup Denmark dan saat ini aktif serta digunakan di sembilan negara. Hingga kini dari sepuluh ribu lokasi layanan makanan dan lebih dari lima juta orang telah menggunakan aplikasi tersebut. Restoran pertama di Bandara Munich yang bergabung dengan proyek percontohan adalah Surf & Turf di Munich Airport Center (MAC). Persisnya, setelah masuk ke aplikasi, pengguna bisa melihat daftar toko yang berpartisipasi dengan penawaran menarik di area mereka, termasuk harga makanan. Aplikasi ini juga memproses pesanan dan pembayaran. Ketika pesanan ditempatkan, makanan siap untuk diambil di lokasi toko atau restoran dalam jendela waktu yang ditunjukkan. Baca juga: Aira, Aplikasi Pembantu Penyandang Tuna Netra di Bandara Sebagai bagian dari upaya berkelanjutannya, hub telah menetapkan target untuk mencapai operasi bandara yang netral karbon pada tahun 2030. “Too Good To Go” seperti blok bangunan terbaru dalam konsep keberlanjutan bandara yang cukup sederhana untuk diperluas dengan cepat dan mudah ke restoran atau kafe lain yang ada di Bandara. Kehadiran aplikasi ini di Bandara Munich, menambah bandara yang menggunakan aplikasi untuk memudahkan penumpangnya ketika berada di bandara. Bedanya aplikasi ini dihadirkan untuk membantu penumpang memesan makanan dan mengurangi limbah.

9 November 2018, Citilink Terbang Perdana Dari Kertajati Menuju Kualanamu

Telah sukses dengan penerbangan rute Kertajati-Surabaya, maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink kembali membuka rute baru. Rute ini penerbangan dari Kertajati di Majalengka menuju Kualanamu di Medan. Baca juga: Citilink Buka Penerbangan Langsung Jakarta – Labuan Bajo Hadirnya rute baru ini, untuk mempermudah akses masyarakat yang berada di Jawa Barat maupun Sumatera Utara. Penerbangan perdana rute Kertajati-Kualanamu akan bisa dinikmati pada hari ini, 9 November 2018 . “Selain menjadi opsi penghubung antar kota, diharapkan dengan pembukaan rute baru ini Citilink Indonesia juga dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian di kedua kota tersebut,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Ranty Astari Rachman dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com , Rabu (7/11/2018). Citilink melihat ini sebagai sebuah peluang dalam melakukan ekspansi bisnis sebagai maskapai premium LCC dan juga perluasan rute di kawasan Indonesia, khususnya bagi kedua pulau yang memiliki penduduk terbanyak di Indonesia. Pembukaan rute penerbangan Kertajati-Kualanamu dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas hingga 180 penumpang. Rute ini akan menggunakan nomor penerbangan QG 831 dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Kertajati, pukul 08.45 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 11.25 WIB. Sedangkan penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Kertajati dengan QG 830 dijadwalkan terbang pada pukul 05.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kertajati, Kertajati pada pukul 08.05 WIB. “Rute ini akan diminati masyarakat karena berdasarkan kebutuhan penerbangan, layanan menuju Medan cukup besar untuk kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) yang masuk dalam catchment area. Target kita sampai akhir tahun ini ingin bisa melayani 14 rute baik domestik maupun internasional yang dilakukan secara direct,” terang Virda. Baca juga: Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang! Diharapkan, dengan adanya rute ‘connecting the dot’ Kertajati menuju Kualanamu ini dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan membantu kelancaran arus perdagangan di kedua destinasi tersebut. “Penerbangan Kertajati menuju Kualanamu, dan sebaliknya, juga diharapkan dapat menjembatani mobilisasi para pegawai Pemda, pengusaha, pedagang, pelajar hingga wisatawan. Sehingga sektor wisata dan perdagangan di kedua daerah tersebut dapat bertumbuh bersama “ tutup Ranty. Hingga saat ini, Citilink Indonesia melayani penerbangan telah melayani penerbangan ke 35 kota dengan 74 rute dan lebih dari 284 frekuensi penerbangan setiap harinya.

Tak Hanya Tabrak Tiang, Pesawat Juga Saling Bertabrakan di Apron dan Landas Pacu

Belum selesai kasus kecelakaan yang menimpa penerbangan Lion Air JT610 pada Senin (29/10/2018) kemarin. Namun pada Rabu (7/11/2018), maskapai dengan lambang singa ini kembali membuat ulah. Dimana pada rute Bengkulu menuju Jakarta pesawat JT633 menyenggol tiang lampu hingga batal terbang. Baca juga: Saat Boarding, Penumpang Lion Air JT-610 Kirim Video ke Grup WhatsApp Keluarga Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat itu akan berangkat dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Karena menyenggol tiang maka, penerbangan JT633 terpaksa terlambat berangkat dari yang semula 18.20 WIB. “Klarifikasi terkait penundaan keberangkatan guna memastikan keselamatan penerbangan, dikarenakan lekukan pada ujung sayap sebelah kiri (wing tip) menyenggol tiang lampu koordinat di bandar udara,” ujar Danang yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (8/11/2018). Insiden ini terjadi saat pesawat bersiap menuju ke taxiway dan mau tak mau penumpang kembali diarahkan ke ruang tunggu. Pertanyaan-pertanyaan pun timbul karena insiden ini, bagaimana pesawat bisa menabrak tiang lampu? Lion air mengatakan, pesawat yang dikemudikan pilot mengikuti panduan dari petugas bandara. Saat bergerak maju ke runway, ujung sayap ternyata menyenggol tiang lampu koordinat apron bandara sehingga mengalami kerusakan. “Pesawat digerakkan oleh pilot dengan panduan dan petunjuk serta tanda yang diberikan oleh petugas Aircraft Movement Control (AMC),” kata Danang. Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY yang sedianya lepas landas pukul 18.20 WIB dari Bengkulu ke Jakarta, dibatalkan keberangkatannya. Danang mengatakan, petugas pemandu pesawat kini diperiksa pengelola bandara. Lion Air penerbangan JT 633 mengangkut tujuh kru pesawat dan 143 penumpang. Sempat tertahan, penerbangan JT 633 telah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat registrasi PK-LHM serta kru yang berbeda. Pesawat mengudara pukul 22.48 WIB dari Bengkulu dan sudah mendarat di Soekarno-Hatta pukul 23.50 WIB, Rabu (7/11). Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya! Tak hanya menyenggol tiang, beberapa maskapai kerap kali bersenggolang sayap antar pesawat yang satu dengan lainnya. Seperti tahun lalu Pakistan Internasional Airlines (PIA) yang baru mendarat di Toronto dari Lahore menyenggol sayap Air France. Untungnya insiden ini tidak menyebabkan masalah yang besar hanya ujung sayap pesawat Air France mengalami kerusakan. Namun, Air France tidak bisa terbang dan tetap tinggal di Toronto untuk mendapat perbaikan. Tak hanya itu, Agustus tahun 2018 di Bandara Kualanamu, pesawat Lion Air dan Wings Air bersenggolan sehingga menyebabkan sayap pesawat rusak. Untungnya kedua pesawat tersebut tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Sebab, tabrakan yang terjadi saat keduanya berada di apron.

Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

Menikmati perjalanan dengan kereta api India yang dioperatori Indian Railways, penumpang akan dihadirkan hal baru pada stasiun. Hal tersebut adalah sebuah vending machine atau mesin penjual otomatis yang hadir di Stasiun Central Mumbai, India. Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang Mesin otomatis ini akan menyajikan makanan segar untuk dibeli penumpang dan lebih terjamin kebersihannya. Hadirnya mesin penjual otomatis ini merupakan sebagian ide dari Indian Railway Catering dan Tourism Corporation (IRCTC) dengan menginstal dari GEN NX-Food Vending Court yang menjadi pilihan masyarakat. KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (5/11/2018), IRCTC sendiri untuk menghadirkan makanannya bekerja sama dengan Bueno Insta Pizza Pvt Ltd atau yang dikenal dengan YESS PIZZA dan Ms Owl Tech Pvt Ltd atau FRSHLY. Juru bicara IRCTC mengatakan, mesin penjual otomatis ini sendiri bekerja dengan prinsip 3Fs yakni fresh, fast and fun. Sehingga penumpang meskipun membeli dari mesin penjual otomatis, makanan yang di dapat juga masih segar seperti memesan langsung di outlet atau gerai makanan. Outlet mesin otomatis ini akan beroperasi mulai pukul 7 pagi hingga 11 pagi waktu setempat. YESS PIZZA akan menyajikan makanan cepat saji seperti pizza dengan roti tipis, kentang goreng, pop corn, es krim dan jus buah segar dari bagian mesin mereka. Pusat daya tarik adalah mesin pembuat pizza di mana pelanggan dapat memilih topping dan melihat seluruh proses langsung dari pencampuran adonan sampai pengeluaran pizza terakhir dalam rentang waktu lima menit. Ukuran pizza yang dibagikan akan sekitar 10,5 inci dan harganya akan berada di kisaran Rs150-300 atau setara dengan Rp30 ribu-60 ribu. Makanan lainnya seperti jus, kentang goreng, es krim dan pop corn akan ditawarkan dalam kisaran harga di bawah Rs100. Baca juga: Mesin Tiket Otomatis Tak Berfungsi, Penumpang Kereta di Chennai Harus Antre Sedangkan FRSHLY akan melayani makanan kemasan merek populer di Mumbai dari mesin yang sepenuhnya otomatis dengan sentuhan tombol. Makanan yang baru disiapkan secara hati-hati dikemas dan dihadirkan di mesin otomatis setelah mengkodekannya dengan waktu simpan 6-8 jam. Makanan segar ini akan diganti dua kali sehari, tepat sebelum makan siang dan makan malam. Mekanisme canggih dari mesin, yang dikendalikan iklim merasakan kesegaran makanan sesuai dengan umur simpan dan mengelola persediaan. Mesin ini dilengkapi dengan lengan robot untuk menyerahkan baki makan secara otomatis dan perangkat reheating berkecepatan tinggi untuk menyajikan pemanggangan makanan panas.

Kerap Jadi Bahan Pertanyaan, Apa Perbedaan Antara Fly by Wire dan Hydraulic System di Pesawat?

Kecelakaan pesawat yang menimpa Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 hingga kini masih menjadi topik perbincangan hangat di sejumlah media – mulai dari pemberitaan tentang update terkini hingga analisa tentang kondisi pesawat yang masih terbilang seumur jagung. Namun sebelum Anda terjun terlalu jauh untuk memahami seluk-beluk pesawat Boeing 737 MAX 8 yang digunakan oleh pihak Lion Air, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu salah satu sistem kemudi di pesawat – fly by wire dan sistem hidrolik. Baca Juga: Auto Pilot – Sistem yang Mudahkan Pilot Atur Navigasi Selama Mengudara Pada artikel sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa ada tiga sistem kontrol dasar pesawat, yaitu rudder, elevator, dan aileron. Kini, saatnya kita membedah apa yang dapat menggerakkan tiga sistem kontrol dasar pesawat tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ada dua sistem yang dapat menggerakkan tiga kontrol dasar pesawat, yaitu fly by wire dan sistem hidrolik (Hydraulic Power System). Hydraulic Power System merupakan suatu sistem pada pesawat terbang yang menggunakan tekanan zat cair (hydraulic) sebagai media untuk menggerakkan sistem–sistem yang terkait dengan komponen penggerak pesawat, seperti ground spoilers, flight spoilers, leanding gear, termasuk rudder, elevator, dan aileron. Biasanya Hydraulic Power System ini ditemukan pada pesawat-pesawat rilisan lama, namun bukan berarti sistem ini tidak digunakan lagi dewasa ini. Masih ada beberapa pesawat yang menggunakan Hydraulic Power System. Adapun keuntungan dari menggunakan Hydraulic Power System ini adalah tenaga yang di butuhkan untuk menggerakkan flight control lebih ringan, mudah diinspeksi, kebutuhan dalam pemeliharaan sedikit, dan beberapa lainnya. Sedangkan fly by wire merupakan sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah, tetapi hal ini tidak berarti hanya sebatas mengganti peran manual manusia dalam mengontrol arah dan pergerakkan pesawat. Kendati sistem fly by wire juga mempunyai komputer untuk mengolah data yang dipasok dari berbagai sensor di badan pesawat, namun kadang kadang kinerja system fly by wire secara detail tidak sinkron dengan keinginan operator – dalam hal ini adalah seorang pilot. Baca Juga: Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial Tidak sinkron di sini maksudnya semisal pilot ingin membelokkan pesawat dengan memasukkan sejumlah kode, bisa jadi sistem fly by wire tersebut mengabaikan sejumlah kode yang dimasukkan oleh pilot tadi, dengan tujuan pesawat bisa belok dengan lebih mulus atau tidak membahayakan struktur pesawat. Jadi, apakah Anda sudah paham tentang gambaran garis besar tentang sistem kemudi pesawat ini?  

Tujuan Hello Kitty Land, Kereta di Tokyo Dibalut Livery dan Interior Hello Kitty

Memang tak seheboh pemunculan kereta cepat Shinkansen Hello Kitty, namun ada lagi elemen kereta di Jepang yang ikut andil meramaikan ikon kartun tersebut, seperti salah satu kereta di Tokyo per 1 November 2018, menghadirkan kereta dengan livery Hello Kitty untuk melakukan perjalanan ke Sanrio Puroland atau yang lebih dikenal Hello Kitty Land. Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (30/10/2018), kereta api ini sendiri dijalankan oleh Keio Corporation dan bukan hanya liverynya saja tetapi bagian dalam kereta juga bernuansa Hello Kitty. Ada sepuluh gerbong dan salah satunya akan dihiasi dengan Hello Kitty dan karakter Puroland populer lainnya. Untuk menggunakan ini dan sampai ke Puroland, pengunjung bisa menggunakan jalur Keio dari Shinjuku. Kemudian akan mulai pengalaman dengan Hello Kitty setelah 30 menit perjalanan melalui dekorasi karakter Sanrio saat tiba di Tama Center Station termasuk Hello Kitty yang menggunakan seragam kepala stasiun.
Stasiun Tama (Live Japan)
Hello Kitty telah ditunjuk sebagai master kehormatan stasiun pada tahun 2016 lalu. Proyek kereta Hello Kitty sendiri dibuat dalam kerja sama dengan kota Tama, Tokyo dan Sanrio Puroland serta Keio Corporation yang merupakan salah satu perusahaan kereta api utama di Tokyo. Peluncuran kereta api ini pun bertepatan dengan ulang tahun Hello Kitty dan hari jadi kota Tama. Keio Corporation dan Sanrio Entertaiment Co., Ltd sendiri menghadirkan tiket khusus yakni Paspor Hiburan yang menggabungkan tiket masuk untuk taman bermain dan tiket sehari untuk jalur Keio dan Inokashira dengan potongan harga atau diskon. Adapun tiket masuk satu hari berlaku untuk Keio Line dan Inokashira Lines + pass satu hari Sanrio Puroland termasuk ataraksi yakni dewasa 3500 Yen, dibawah 17 tahun 2800 Yen dan anak-anak 2700 Yen. Tak hanya itu, Puroland juga aka meresmikan Puro Natal dimana sebuah fantasi dalam ruangan bersalju yang diproduksi oleh NAKED Inc., yakni sebuah rumah produksi kreatif yang dikenal luas di Jepang karena Flowers by Naked proyeknya. Baca juga: Disneyland Resort Line Hong Kong, Kereta Khusus dengan Nuansa Mickey Mouse Tema Puroland tahun ini “White Christmas” akan berlangsung dari 9 November hingga 25 Desember. Ini akan mencakup iluminasi tampilan ruang, “MAGICAL SNOW”, diproduksi oleh Sanrio Puroland dan NAKED Inc. serta atraksi musiman baru lainnya dan tentu saja acara musikal Natal yang menghangatkan hati. Sebagai bagian dari produksi “MAGICAL SNOW”, NAKED Inc., akan mengubah “Kiki & Lala’s Twinkle tour” menjadi fantasi salju berkilauan. “Kami sangat gembira tentang proyek-proyek baru dan berharap bahwa pengunjung dari seluruh dunia akan menikmatinya. Kami senang bekerja sama dengan Keio Corporation untuk menciptakan pengalaman bagi penggemar Hello Kitty kami yang akan memulai perjalanan ke taman hiburan kami. Acara Natal kami akan diberi energi dengan produksi visual yang menakjubkan yang dibuat oleh NAKED Inc. termasuk efek luar biasa seperti pemetaan proyeksi pada instalasi utama seperti pohon Natal yang dihias. Kami berharap bahwa penggemar Hello Kitty Land dan pengunjung akan senang mengunjungi Puroland seperti yang kami telah menciptakan peristiwa baru ini”, ungkap Kentaro Kawai, di Sanrio Entertainment Co. Ltd., Sanrio Puroland Sales Sect.

Gunakan Boeing 747-400, Virgin Group Siap Luncurkan Satelit Menuju Orbit

Pada Rabu (24/10/2018) kemarin, salah satu anak perusahaan dari Virgin Group, Virgin Orbit memasang prototipe roket LauncherOne pada armada Boeing 747 yang dimodifikasi untuk pertama kalinya di bandara di Long Beach, California. Perusahaan yang bernaung di bawah nama besar Sir Richard Branson ini berharap, Virgin Orbit dapat meluncurkan roket ke orbit pada awal tahun 2019 mendatang.

Baca Juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Angkasa

LauncherOne sendiri memiliki panjang sekira 70 kaki dengan berat 57.000 pon. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (26/10/2018), LauncherOne dirancang untuk membawa satelit kecil ke orbit di sekitar Bumi. Alih-alih langsung meluncur dari tanah layaknya kebanyakan roket, LauncherOne akan memulai perjalanannya dari landas pacu, dengan ‘nebeng’ pada bagian sayap Boeing 747.

Adapun roket tersebut melekat pada bagian sayap Cosmic Girl – julukan dari Boeing 747 versi Virgin. Cosmic Girl sendiri merupakan bagian dari Virgin Atlantic yang dulu pernah digunakan untuk mengangkut penumpang.

“Tim sedang melakukan pemeriksaan integrasi roket dengan Cosmic Girl untuk memverifikasi sejumlah aspek, mulai dari mekanik, listrik, perangkat lunak, dan dinamika, dimana semuanya bekerja sama untuk pertama kalinya,” tutur empunya Virgin Group, Richard Branson di sebuah keterangan tertulis.

“Ini menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi kami, karena waktu uji penerbangan perdana Virgin Orbit semakin dekat,” imbuhnya.

Guna menerbangkan LauncherOne, pihak Virgin Orbit harus melakukan beberapa sentuhan untuk mengurangi beban, mulai dari menanggalkan kursi pesawat hinggal sekat interiornya. Kini Cosmic Girl sudah memiliki tampilan interior ‘telanjang’ guna memenuhi spesifikasi peluncuran LauncherOne yang ditempatkan pada bagian sayap sebelah kiri.

Cosmic Girl akan menerbangkan LauncherOne pada ketinggian sekitar 30.000 kaki. Pada titik tersebut, roket akan terlepas dari pesawat dan mendorong pendorongnya untuk melakukan perjalanan menuju orbit dengan kecepatan mencapai 17.500 mil per jam atau yang setara dengan 20 kali kecepatan suara.

Dengan menggunakan pesawat untuk membantu peluncuran roket, Virgin Orbit berharap dapat menawarkan peluncuran satelit pada garis waktu yang lebih pendek dan dengan harga yang lebih rendah daripada pesaing, banyak di antaranya mengandalkan infrastruktur berbasis darat yang mahal.

Baca Juga: Virgin Galactic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Virgin Orbit adalah spinoff Virgin Galactic, perusahaan pariwisata luar angkasa yang juga dimiliki oleh Sir Richard Branson. Sementara Virgin Galactic tengah berfokus untuk membawa orang ke luar angkasa, tujuan Virgin Orbit adalah meluncurkan satelit kecil ke luar angkasa. Sejak didirikan tahun 2017 lalu, perusahaan telah menandatangani beberapa sejumlah kontrak kerja sama untuk peluncuran satelit di masa depan, termasuk Departemen Pertahanan dan Badan Antariksa Eropa.

Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Dengan alasan keamanan, khususnya antisipasi serangan terorisme, nampaknya waktu perjalanan untuk menggunakan kereta MRT di Singapura bakal menjadi lebih lama dari biasanya. Ini bukan karena keretanya telat atau adanya masalah teknis, pasalnya beberapa stasiun MRT (SMRT) pada bagian gate-nya akan dipasangi pemindai X-ray dan detektor logam untuk memindai isi barang bawaan calon penumpang, ini dilakukan dalam rangakaian uji coba selama enam bulan. Baca juga: Diterpa Sejumlah Teror, Perkeretaapian Jerman Siap Tingkatkan Pengamanan KabarPenumpag.com melansir dari laman straitstimes.com (6/11/2018), adanya scanner sinar X dan detektor logam tersebut dinyatakan oleh Land Transport Authority (LTA). Mereka mengatakan, stasiun yang dipilih berada di semua jalur kereta dan mulai beroperasi Senin mendatang. “Beberapa komuter mungkin diminta untuk menggunakan detektor logam berjalan dan melewati barang-barang mereka melalui pemindai X-ray, sebelum memasuki gerbang tarif,” ujar pejabat LTA. Nantinya pada awal percobaan akan langsung di gunakan pada enam stasiun MRT dalam satu waktu. Informasi yang diperoleh melalui uji coba akan memungkinkan LTA merampingkan dan mengoptimalkan proses penyaringan keamanannya, dan mengurangi dampak masa depan pada operasi kereta api harian. “Kami juga akan mengumpulkan umpan balik dari komuter dan operator angkutan umum untuk meningkatkan efektivitas operasi keamanan masa depan dan latihan darurat. Pada akhir tahun ini, operator angkutan umum juga akan semakin memperkenalkan penggunaan detektor logam genggam dalam pemeriksaan keamanan mereka di persimpangan bus dan stasiun MRT,” kata Kepala Eksekutif LTA Ngien Hoon Ping. LTA sebelumnya telah mencoba langkah-langkah keamanan ini, tetapi dalam skala yang lebih kecil. Pada bulan Februari, komuter harus melalui mesin X-ray dan detektor logam di stasiun Newton Downtown Line, sekitar delapan menit ke waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dari Jalur Utara-Selatan ke Jalur Downtown di stasiun pada hari Minggu. Para komuter mengatakan mereka takut proses penyaringan akan membuat perjalanan periode-puncak menjadi lebih menegangkan daripada yang sudah ada. “Jika itu membuat Singapura menjadi tempat yang lebih aman, saya mendinginkannya. Tapi itu tidak boleh terlalu banyak ketidaknyamanan,” ujar Perancang permainan Keith Ng. “Ini akan menunda perjalanan semua orang. Tapi jika itu untuk keselamatan, tidak banyak yang bisa saya katakan,” kata Ms Nicole Quek. Manajer strategi konten di sebuah perusahaan siaran mengatakan dia berharap bahwa proses scanning ini lebih baik dilakukan secara acak, dan tidak akan dilakukan untuk setiap calon penumpang Associate Professor Bilveer Singh di departemen ilmu politik National University of Singapore (NUS) mengatakan, Stasiun MRT dan kereta api adalah target pilihan para teroris. Baca juga: “Citizens on Patrol” Bantu Polisi Patroli di MRT Singapura “Saya lebih suka mengalami beberapa penundaan daripada terburu-buru melalui ketidakamanan dan, lebih buruk lagi, kerusakan. Sebagai masyarakat terbuka, kita harus mengubah pola pikir kita dan menerima beberapa penyesuaian, seperti yang kita miliki di bandara,” ujar Singh. Peneliti transportasi NUS, Lee Der-Horng mengatakan waktu perjalanan yang lebih panjang akan tak terelakkan, tetapi pertimbangan keamanan menimpa ketidaknyamanan ini. “Sebagai penumpang, saya tidak akan keberatan memiliki langkah pengamanan baru ini,” katanya, menambahkan bahwa itu bahkan mungkin bertindak sebagai penyangga untuk menengahi kerumitan platform”.  

[Video] Pria ini Pacu Mobilnya Melampaui Kecepatan Kereta Cepat Jepang

Tentu Anda semua sudah pernah mendengar pesan, “Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” bukan? Ya, pesan ini biasanya terpasang di jalan-jalan yang dapat memicu pengemudi untuk menekan pedal gas lebih dalam. Namun apa jadinya jika Anda melanggar pesan layanan masyarakat tersebut dan malah mengabadikan momennya? Selain dapat membahayakan dirinya sendiri, tentu saja aksi seperti ini dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Dipengaruhi Inggris dan Jepang, Indonesia Anut Mahzab Kemudi di Kanan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (6/11/2018), kejadian ini terjadi di Jepang, dimana seorang pria mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan mencapai 280 km per jam pada sebuah terowongan. Kecepatan tersebut melampaui kecepatan dari kereta peluru Hikari yang hanya berlari sekitar 270 km per jam. Guna memamerkan ‘pencapaiannya’ tersebut, si pengemudi ini pun lalu mengunggah video yang direkam sendiri olehnya ke jejaring sosial Youtube.

Si pengemudi yang disinyalir berjenis kelamin pria dan berusia 35 tahun ini melakukan aksi gilanya di salah satu jalan tol di Osaka. Dalam video tersebut, nampak si pengemudi mengabadikan terlebih dahulu mobil Nissan GT-R yang kemudian ia kemudikan hingga mencapai kecepatan 280 km per jam pada detik ke-20.

Hal berbahaya lain yang dilakukan oleh si pengemudi nekat ini adalah merekam sendiri aksi yang ia lakukan. Dapat dibayangkan sendiri oleh Anda, satu tangan memegang stir, dan satunya lagi memegang kamera untuk merekam speedometer. Tampak jarum speedometer mengarah ke kecepatan tertinggi dari mobil Nissan GT-R tersebut.

Di Jepang sendiri, tindakan yang dilakukan oleh si pengemudi ini merupakan sebuah pelanggaran. Di hadapan pihak berwajib, si pengemudi mengatakan bahwa latar belakang dirinya melakukan hal tersebut adalah, “agar semua orang dapat melihat aksi saya,”

“Saya juga sembari memeriksa kinerja mobil,” tandasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Mobil yang Bisa Self-Parking, Ternyata Sandal Juga Bisa!

Dikutip dari laman sumber lain, pihak kepolisian sudah menyerahkan berkas ke pengadilan guna menindaklanjuti aksi berbahaya yang dilakukan si pengemudi ini.

Memang, untuk sebagian orang, video yang diunggah si pengemudi ini mampu mengundang decak kagum. Tapi apalah arti pamer kepada orang lain namun bahaya besar mengancam di depan sana.

Penuhi Rekomendasi ICAO, Aireon dan FlightAware Rilis Sistem Tracking Pesawat Real-Time

Perusahaan aircraft tracking asal Amerika, Aireon yang bekerja sama dengan perusahaan software yang bergerak di sektor aviasi, FlightAware baru-baru ini meluncurkan produk yang memungkinkan percakapan antara awak kokpit dan menara Air Traffic Control (ATC) disajikan secara langsung (real-time). Adalah GlobalBeacon, produk yang merupakan implementasi dari rekomendasi International Civil Aviation Organization (ICAO) tentang Global Aeronautical Distress Safety System (GADSS).

Baca Juga: Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial

Dengan dirilisnya GlobalBeacon, maka pihak maskapai bisa mengetahui secara presisi armada mereka yang tengah  beroperasi secara worldwide. “Aireon dan FlightAware sebenarnya telah mengembangkan GlobalBeacon sejak September 2016 silam. Namun sekarang, kami siap untuk mengimplementasikan rekomendasi GADSS dari ICAO,” ujan CEO dari Aireon, Don Thoma, dikutip KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (6/11/2018).

“Segala sesuatu yang terkandung di dalam GlobalBeacon tidak hanya dapat diimplementasikan pada tahun 2018 saja, melainkan kami sudah menambahkan beragam spesifikasi sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia aviasi pada tahun 2021 mendatang,” tandas Don Thoma.

Dengan mengumpulkan platform pemrosesan data dan web-interface milik FlightAware, yang dipadukan dengan jaringan ADS-B berbasis angkasa milik Aireon, GlobalBeacon digadang-gadang mampu melampaui batas Flight Information Region (FIR) dan telah dirancang untuk menghilangkan kesenjangan di sejumlah wilayah, seperti kutub, di atas gurun dan wilayah samudera.

Solusi yang dimiliki oleh GlobalBeacon ini sendiri menggunakan informasi pelacakan dari jaringan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) berbasis ruang angkasa milik Aireon dan data penerbangan kontekstual FlightAware seperti asal, tujuan, rute rencana penerbangan, dan perkiraan waktu kedatangan.

Aireon dan FlightAware sendiri mengatakan bahwa GlobalBeacon tidak memiliki masalah dengan ukuran dan jenisnya. “GlobalBeacon menawarkan layanan pemantauan armada secara konstan kepada pihak maskapai, lansiran bahaya otomatis, dan alat yang memudahkan penggunanya untuk berbagi informasi,” ujar CEO FlightAware, Daniel Baker.

Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

“GlobalBeacon menyediakan solusi hemat biaya dan mudah untuk diaplikasikan, dimana itu semua melampaui standar GADSS dan praktik yang direkomendasikan untuk pelacakan penerbangan dewasa ini. GlobalBeacon sendiri dirancang untuk bersinergi dengan sejumlah proses dan alat yang biasa digunakan oleh pihak maskapai, sehingga mudah diterapkan dan digunakan apapun ukuran armada yang digunakan.” Tutup Daniel.