Guardian Optical Technologies Hadirkan Kenyamanan Baru di Kendaraan Otonom

Akhir-akhir ini, banyak sekali kita temui para pengemudi yang seolah mengesampingkan faktor keselamatan di jalan. Kendati itu merupakan masalah yang sangat personal, namun ternyata dampaknya bisa merembet ke orang lain yang secara tidak langsung tidak bersingungan dengan si pengendara. Tidak heran makanya ketika dewasa ini banyak perusahaan yang mengembangkan inovasi yang dapat meningkatkan kesadaran pengemudi akan keselamatan. Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessworld.in (28/6/2018), Guardian Optical Technologies telah menerima investasi sebesar US$3,1 juta atau yang setara dengan Rp44,6 miliar untuk mengembangkan platform sensor kendaraan. Nilai investasi yang digelontorkan oleh Mirai Creation Fund, Goldbell Investments, dan TransLink Capital ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan pengalaman perjalanan para pengendara. Sejumlah produsen mobil memahami betul bahwa mereka membutuhkan solusi deteksi ‘penghuni’ kendaraan yang menggunakan analisis 2D, 3D, dan inovasi lain guna melacak keberadaan penumpang dalam kendaraan tersebut. Nah, di sini Guardian Optical Technologies mengembangkan satu-satunya teknologi optik yang dapat mendeteksi gerakan dalam ukuran satu mikrometer, dimana hal tersebut memungkinkan pengemudi untuk lebih waspada terhadap objek yang ada di dalam mobil, termasuk anak-anak. Tidak hanya itu, inovasi yang tengah dalam masa pengembangan ini dapat mendeteksi ukuran tubuh dari setiap penumpangnya dan menyarankan posisi duduk yang sesuai dengan postur tubuhnya. Dengan begitu, poin-poin keselamatan dapat lebih diutamakan. ”Penumpang akan lebih sadar akan keselamatan dalam berkendara, dan ini merupakan inisiasi dari teknologi di sektor otomotif masa depan,” ujar Gil Dotan, CEO Guardian Optical Technologies. “Memonitor interior kabin adalah komponen kunci untuk memastikan keselamatan dan pengalaman yang dioptimalkan untuk penumpang,” tandasnya. Baca Juga: Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo Teknologi mutakhir dari Guardian Potical Technologies dapat secara potensial menyesuaikan pengalaman perjalanan mobil otonom. Teknologi ini mampu secara otomatis mengatur stasiun radio favorit serta posisi kursi dan kemudi yang disukai. Jadi kasarnya adalah, semisal belakangan ini perusahaan yang bergerak di bidang otomotif terus berupaya untuk memanjakan penggunanya dengan menghadirkan kendaraan otonom, maka hadirnya teknologi dari Guardian Potical Technologies maka akan semakin menambah kenyamanan dan pengalaman perjalanan Anda.  

Penumpang Kereta Jakarta-Bandung Kian Padat, KAI Tambah Jadwal Perjalanan

Seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur, kemacetan di jalur tol Jakarta-Bandung kian tak tertahankan, terlebih pada saat momen liburan dan akhir pekan. Sebagai reaksi kemacetan, jumlah penumpang yang naik kereta dari dan ke Bandung ikut membludak dalam beberapa waktu belakangan. Baca juga: “Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang Merespon hal tersebut, Baru-baru ini PT KAI menambahkan jumlah gerbong maupun perjalanannya pada relasi Jakarta menuju Bandung pergi pulang. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, peningkatan animo penumpang disebabkan banyaknya masyarakat yang menghindari macet akibat dampak dari proyek pembangunan ruas Jalan Tol Cikampek. “Belakangan jumlah penumpang kereta api Jakarta-Bandung PP terus melonjak. Ini kemungkinan besar karena masyarakat menghindari macet dampak proyek pembangunan di ruas Jalan Tol Cikampek,” ujar Direktur PT KAI Edi Sukmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id. Edi mengatakan, awalnya, relasi KA Jakarta-Bandung dilayani sebanyak delapan kereta atau 16 kali perjalanan pergi dan pulang. Namun, dikarenakan tingginya permintaan saat ini, pihak PT KAI menambahnya hingga sepuluh kereta atau melayani 20 trip. Edi mengatakan, jika nantinya jumlah penumpang yang menggunakan moda kereta api dari Jakarta menuju Bandung tetap membludak, PT KAI siap menambah hingga 15 kereta atau 30 trip. Meski begitu, Edi menjelaskan, penambahan tersebut pun akan disesuaikan dengan tingkat kapasitas slot yang tersedia pada rute tersebut termasuk pengadaan kereta sendiri. “Kami lihat tingkat kepadatan jalur yang tersedia. Apakah sarana dan prasarana mampu menanggung beban tambahan kapasitas,” ujarnya. Dia mengatakan, selain penambahan slot pada relasi Jakarta-Bandung, KAI juga memungkinkan merevitalisasi relasi Cianjur-Padalarang-Bandung. Diketahui rute Bogor-Sukabumi-Cianjur saat ini sudah terbagun, namun rute Cianjur-Padalarang-Bandung masih mati dan bisa direaktivasi untuk membantu mengatasi kemacetan jalan raya. Baca juga: Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru! Demikian juga antisipasi kurangnya sarana, Edi mengatakan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan PT INKA dengan memesan kereta sebanyak 800 unit kereta. “Sebanyak 438 di antaranya akan didatangkan hingga Lebaran 2018, yang dialokasikan antara lain untuk rute-rute yang membutuhkan seperti Jakarta-Bandung ini,” ujarnya.

Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Sehubungan dengan maraknya aksi kriminal dan vandalisme di jaringan perkeretaapian Jepang belakangan ini, maka salah satu operator kereta di Negeri Sakura East Japan Railways Co. (JR East) mengaku akan mempercepat proses pemasangan kamera pengawas di sejumlah armadanya. Kendati pemasangan kamera tidak bisa mencegah tindakan kriminal secara langsung, namun diharapkan para pengguna layanan tersebut dapat merasakan keamanan lebih. Baca Juga: Antisipasi Bencana Alam, Tiga Operator Shinkansen Gunakan Sistem Keselamatan Baru! Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (3/7/2018), sang operator mengutarakan bahwa selain mempercepat, mereka juga memperluas rencana pemasangan kamera pengawas ini. Itu menunjukkan bahwa akan ada semakin banyak armada shinkansen dan layanan kereta lokal lain yang memiliki kamera pengawas di dalamnya. “Akan ada 8.300 gerbong layanan komuter dan 200 gerbong bullet train yang dipasangi kamera pengawas,” ujar salah satu juru bicara dari JR East. Jauh sebelumnya, pihak operator mengatakan bahwa pada pemasangan instumen ini akan dimulai pada awal tahun 2018 dan rute pertama yang akan dipasangi kamera ini adalah Yamanote Tokyo Line. Tidak hanya di jalur tersebut, kamera pengawas juga secara otomatis akan terpasang di beberapa armada JR East yang baru. Selain di dalam gerbong penumpang, JR East uga berencana untuk memasang kamera ini di kabin masinis, sehubungan dengan beberapa insiden kerusakan alat dan pencurian yang terjadi dalam kurun beberapa waktu ke belakang. “Kurang lebih sebanyak 2.500 kabin masinis akan kami pasangkan kamera, terutama yang mengular di wilayah Ibukota,” tutur sang juru bicara. “Sementara di setiap rangkaian layanan komuter akan dipasangkan sekitar delapan kamera pengawas,” imbuhnya. Berkaca pada insiden penusukan yang terjadi pada bulan Juni kemarin, sudah sewajarnya jika JR East ingin memperbaiki sistem keamanan dan menambahkan perangkat semacam kamera pengawas untuk menjamin keamanan dari para penumpangnya. Dalam insiden tersebut, seorang penumpang membuat onar di dalam layanan bullet train dengan menggunakan sebilah golok yang berujung pada tewasnya seorang penumpang pria dan melukai dua penumpang lainnya. Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors? Belum lagi insiden berdarah lainnya yang terjadi pada tahun 2015 silam, dimana seorang penumpang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan membabi buta yang dilakukan oleh salah seorang penumpang layanan bullet train. Berkaca pada dua kejadian di atas, satu pertanyaan yang tidak kalah pentingnya muncul. Perlukah jaringan perkeretaapian Jepang ‘mempekerjakan’ mesin pendeteksi metal seperti yang sering dijumpai di bandara?    

Dari Jakarta Mau Ke Danau Kelimutu? Simak Jalurnya Yuk!

Masih ingat dengan danau tiga warna yang pernah menghiasi uang pecahan Rp5 ribu pada sekitar sepuluh tahun lalu? Ya, danau tiga warna yang dikenal dengan nama Danau Kelimutu ini berada di Pulau Flores tepatnya di Kota Ende. Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo Danau ini sendiri menjadi salah satu objek pilihan di Nusa Tenggara Timur selai Pulau Komodo dan Labuan Bajo. Bagaimana sih untuk sampai ke Danau Kelimutu? KabarPenumpang.com mencoba untuk memberikan beberapa cara untuk sampai ke danau ini. 1. Jakarta ke Ende malalui Labuan Bajo Keberangkatan para pelancong menuju Danau Kelimutu jika dari Jakarta bisa menggunakan pesawat tujuan Labuan Bajo dan transit di Denpasar. Dari Labuan Bajo pelancong bisa menyewa mobil atau menggunakan kendaraan menuju Ende. 2. Jakarta langsung Ende Kini, penerbangan dari Jakarta menuju Ende di Bandara H. Hasan Aroeboesman tempat Danau Kelimutu bisa dinikmati secara langsung. Meski harus transit dulu ke Kupang ataupun Labuan Bajo. Dari dua jalur udara ini, pelancong jika sudah tiba di Ende masih akan meneruskan ke desa Moni. Dengan menggunakan travel atau bus kayu yang disebut oto kol, perjalanan dari Ende menuju Moni sekitar satu hingga dua jam. Pemilihan desa Moni sendiri dikarenakan yang paling dekat dengan Danau Kelimutu hanya berjarak 15 km. Bila dari Ende, jarak tempuh 42 km dengan jalan kecil berliku yang dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam setengah dengan kendaraan pribadi. Sehingga banyak pelancong yang lebih memilih untuk menuju Moni karena jaraknya yang lebih dekat. Tetapi disarankan untuk menyewa mobil, karena angkutan umum di jalur TransFlores cukup terbatas, apalagi jika pergi dengan beberapa orang, menyewa mobil bisa menekan biaya. Baca juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia Setelah para pelancong sampai di Moni jika menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju tempat parkir. Bila menggunakan kendaraan umum, biasanya bisa menyewa ojek dari penginapan hingga ke parkiran atau pintu masuk Taman Nasional Kelimutu tersebut. Kemudian dari pintu masuk, pelancong harus berjalan atau trekking selama sekitar satu jam untuk sampai di Taman Nasional Kelimutu. Sebagai pelancong yang menyukai matahari terbit, lebih baik tiba di Danau Kelimutu sekitar pukul 03.30 pagi. Sedangkan waktu terbaik untuk mengunjungi danau tiga warna ini sendiri pada bulan Juli atau Agustus.

Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Akhirnya, apa yang selama ini ditunggu-tunggu oleh warga Jepang hadir juga! Ya, terhitung sejak Sabtu (30/6/2018) kemarin, secara resmi karakter kucing kartun lucu nan menggemaskan, Hello Kitty mulai mengular bersama layanan bullet train khas Negeri Matahari Terbit, Shinkansen. Dinantikan sejak lama, akhirnya sang operator kereta, West Japan Railway Co. Ltd (JR West) menepati janjinya untuk meluncurkan kereta yang didominasi warna merah muda ini. Baca Juga: Horee! Shinkansen Hello Kitty Mengular 30 Juni Mendatang Seperti yang dijanjikan oleh sang operator sebelumnya, kereta peluru tematik ini mengular dari Osaka yang berada di sebelah Barat Jepang menuju Fukuoka yang berada di sebelah Selatan Jepang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (1/7/2018), Shinkansen Hello Kitty ini akan beroperasi hingga bulan September 2018 mendatang. Sebagai informasi tambahan, Shinkansen Hello Kitty ini bukanlah kereta pertama yang pertama mengusung sebuah tema. Sebelumnya ada “Pokemon with you Train” dan Shinkansen 500 EVA “Evangelion”. Beberapa saat sebelum JR West memamerkan shinkansen menggemaskan tersebut, ratusan warga Jepang telah berjejalan menunggu momen bersejarah ini di Stasiun Osaka. Ketika kereta peluru yang didominasi oleh warna putih dan merah muda ini mulai menunjukkan batang hidungnya, sontak tangan-tangan para fans setia karakter kreasi Sanrio Co. ini mengangkat sembari mengabadikannya dalam bentuk foto dan video. Supaya lebih terkesan resmi dan mencegah terjadi tindakan yang tidak diinginkan, pihak pengelola stasiun pun memasangkan rantai pembatas di ujung peron, yang berguna untuk membatasi ruang gerak para penggemar tersebut. Ketika rantai tersebut dibuka, seolah menandakan dimulainya pengoperasian resmi dari rangkaian kereta delapan gerbong ini. Baca Juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion” Suasana semakin memanas ketika pintu kereta terbuka dan muncullah sebuah boneka Hello Kitty seukuran tubuh orang dewasa, lengkap dengan seragam dan topi khas petugas kereta. Tak pelak, boneka itu pun menjadi sasaran selfie para penggemar. Setelah menyapa para penumpang di Stasiun Osaka selama kurang lebih 16 menit, shinkansen ini pun langsung melesat kembali menuju Stasiun Fukuoka, tempat pertama kali kereta ini menunjukkan dirinya.    

Tingkatkan Keselamatan, Otoritas Transportasi India Siap Sodorkan QR Code untuk Penumpang

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa perjalanan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penumpangnya. Mulai dari penawaran jasa asuransi hingga pemasangan kamera pengawas di dalam kendaraan. Itu semua dilakukan semata-mata hanya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan para penumpangnya, terutama wanita. Karena sudah bukan jadi hal yang baru lagi ketika kaum hawa kerap kali menjadi korban dari tindak kriminal. Baca Juga: 1 April 2018, India Wajibkan Penggunaan GPS di Angkutan Umum, Indonesia Bagaimana? Dalam hal ini, para pengguna jasa black cab, yellow cab, dan becak bermotor online di India akan mendapatkan sebuah QR Code/RFID (Radio Frequency Identification). Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnaindia.com (28/6/2018), petugas kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan terkait tengah meningkatkan keselamatan penumpang dengan mengedepankan modernisasi sistem. QR Code yang akan diterima penumpang tersebut dipercaya akan memudahkan akses ketika mereka tengah berada dalam situasi darurat, semisal kecelakaan, perampokan, atau situasi lainnya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, target utama dari pengembangan sistem keselamatan berkendara di sini adalah keselamatan para penumpang wanitanya. Berbeda dengan kaum pria yang masih bisa mengandalkan akal sehatnya ketika berada dalam kondisi darurat, kebanyakan wanita akan lebih cepat panik ketika dihadapkan dalam kasus yang serupa. Ketika hal tersebut awalnya bisa dianggap sebagai masalah yang tidak terlalu besar, namun lama kelamaan masalah seperti ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Perlu perhatian lebih guna mengentaskan tindak kriminal yang sering terjadi pada kaum hawa ini. Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, Jepang Luncurkan Pemindai QR Code di Peron Kereta Bawah Tanah “Kami beserta jajaran lain tengah berupaya untuk memiliki sistem yang mirip dengan QR Code di dalam taksi dan mobil untuk memastikan keselamatan penumpang, terutama wanita” ungkap Amitesh Kumar, Komisaris Gabungan Polisi (Lalu Lintas) Mumbai. Diketahui, saat ini otoritas di India sana tengah mengerjakan perincian dari sistem QR Code ini, seperti jenis sistem keamanan yang akan digunakan, nomor darurat yang bisa dihubungi oleh korban, hingga fitur-fitur lain yang dapat diakses oleh penumpang. Tidak lupa, mereka pun tengah mengembangkan fitur pelaporan lebih dari satu kasus.    

Indian Railways Siap Bangun Jalur Kereta di Atas Ketinggian 10.000 Kaki!

Indian Railways siap menorehkan sejarah baru di dunia perkeretaapian global. Pasalnya, negara yang terkenal akan jaringan kereta apinya yang masih diambang batas kenyamanan ini berencana untuk membangun jalur kereta api di ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter). Rute kereta yang nantinya akan mengular dari Bhalukpung menuju Distrik Tawang Arunachal Pradesh ini terbentang sejauh 166 km, atau 119 km lebih pendek ketimbang jalur yang kini ada (285 km). Baca Juga: Indian Railways Bakal Gunakan Drone Untuk Tunjang Pelayanan di Berbagai Aspek Adapun panjang total dari terowongan yang akan dilintasi oleh kereta ini adalah 29,48 km. Diharapkan dengan adanya jalur kereta ini dapat memangkas waktu perjalanan dari dua titik di Negara penghasil film Bollywood ini. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (3/7/2018), jalur kereta ini dianggap sangat strategis karena berdekatan dengan perbatasan internasional dengan Cina. Tidak hanya itu, lokasi Tawang sendiri hanya berjarak 37 km dari Bumla Pass, situs suci umat Budha. Pembahasan tentang proyek ini terjadipada minggu lalu, ketika Menteri Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan India, Rajen Gohain bertemu dengan tim dari Northeastern Frontier Railways (NFR) dan Kepala Menteri Pema Khandu untuk meninjau secara langsung status pembangunan proyek kereta api di negara tersebut. Ketika semua proses peninjauan sudah rampung, diproyeksikan jalur kereta ini bisa beroperasi pada “enam hingga tujuh tahun berselang setelah pembangunan,” ungkap Rajen Gohain. Tantangan lain yang hadir bagi para kontraktor adalah usulan untuk membangun dua jalan untuk kendaraan konvensional sekaligus di dalam terowongan. Dengan begitu, jarak tempuh kendaraan non kereta api antar kedua kota ini pun dapat lebih dipersingkat. Baca Juga: Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih! Dalam sebuah laporan yang dicantumkan di laman sumber, terdapat 11 jalur kereta baru di Tawang Arunachal Pradesh yang nantinya akan segera dioperasikan, dan hingga saat ini masih dalam tahap survei oleh National Security Council Secretariat (NSCS). Sementara dua jalur lainnya telah selesai ditinjau dan siap untuk masuk ke dalam tahap pembangunan. Berdasar pada survei tersebut, jalur kereta Bhalukpung-Tenga-Tawang merupakan salah satu yang sudah diidentifikasi oleh NSCS. Dalam pembangunan jalur kereta ini, Kementerian Pertahanan bertanggung jawab atas segala pendanaan yang ada.  

Di Bui 18 Minggu, Sopir Taksi Ini Punya 200 Foto Celana Dalam Wanita di Ponselnya

Seorang warga Singapura yang berprofesi sebagai sopir taksi harus mendekam di dalam penjara selama 18 minggu, terhitung mulai 3 Juli 2018. Pangkal musababnya, pria yang diketahui bernama Samuel Ng Key Chai tersebut melakukan tindakan asusila pada wanita. Baca juga: Telanjang Bulat, Wanita Ini Bikin Heboh Stasiun MRT Singapura KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (3/7/2018), pria berusia 50 tahun tersebut dipenjara karena melakukan tindakan kriminal dalam bentuk memfoto 200 celana dalam wanita dari setidaknya 15 wanita. Salah satu korban merupakan penumpangnya sendiri. Dia di bui setelah mengaku bersalah atas enam tuduhan menghina kesopanan seorang wanita. Sedangkan sembilan tuduhan lainya dengan pelanggaran serupa dipertimbangkan selama masa hukuman. Chai diketahui melakukan tindakannya untuk pertama kali sekitar pukul 10.37 dan 11.43 waktu setempat pada 3 Maret 2017 lalu. Dari situ Chai mendapatkan 100 foto celana dalam dari lima orang wanita di sebuah pusat perbelanjaan. Wakil Jaksa Penuntut Umum Houston Johannus mengatakan, setelah dari pusat perbelanjaan, Chai dua jam kemudian mengemudikan taksinya dan mendapat penumpang wanita yang menggenakan rok. Tak lama dirinya meletakkan ponsel dengan kamera menghadap dirinya kemudian menekan tombol volume ponsel. Dari aksinya, Chai mendapat 18 foto celana dalam penumpangnya tanpa diketahui. Kemudian dirinya pergi ke pusat perbelanjaa Great World City di Kim Seng Road sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan seorang petugas keamanan melihat Chai berperilaku mencurigakan. Petugas tersebut memperhatikan saat Chai memegang ponsel dan mengarahkan kameranya ke atas sambil berjongkok disebelah wanita yang asik belanja. Chai meletakkan ponselnya di bawah rok wanita tersebut selama beberapa detik sebelum berpindah ke wanita lain. Petugas keamanan kemudian mengikuti Chai dan melihat tindakan yang sama pada dua wanita lainnya secara berurutan. Dia kemudian mendekati Chai dan menahannya sebelum melapor pada polisi. Chai yang tidak didampingi pengacara saat itu mengatakan kepada Hakim Distrik Kessler Soh, bahwa dirinya sangat menyesal. Chai memohon keringanan dan mengatakan tidak melihat gambar yang di ambilnya serta mengklaim bahwa melihat pakaian dalam wanita akan memberi nasib buruk. Saat perusahaan ComfortDelGro ditanyakan, petugas komunikasi Tammy Tan mengatakan, Chai tidak lagi bekerja di perusahaannya. Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat “Penumpang wanita yang merasa terancam dengan cara apapun harus segera menghubungi seseorang melalui ponselnya. Jika permintaan diabaikan, mereka bisa membuka jendela dan memberi sinyal bantuan,” ujarnya. Diketahui, untuk setiap penghinaan yang menghina kesopanan seorang wanita, Chai bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda.

Elektrifikasi Jalur Kereta ke Iran, Mayoritas Pendanaan Dikucurkan Rusia

Isu pencemaran udara dewasa ini memang tengah menjadi perhatian serius beberapa pemangku kepentingan dari berbagai negara. Kondisi lapisan atmosfer yang sudah rusak semakin diperparah dengan menjamurnya kendaraan berbahan bakar fosil. Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang bergerak di sektor transportasi berlomba untuk menerapkan inovasi elektrifikasi di berbagai armadanya, tidak terkecuali operator kereta asal Rusia, Russian Railways. Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini! Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Russian Railways telah melakukan elektrifikasi senilai 1,2 miliar Euro di jalur Garmsar – Ince Burun di Iran. Diketahui, jalur ini sendiri membentang ke Turkmenistan dan Kazakhstan, menghubungkan kawasan Asia Tengah, Teluk Persia, dan beberapa daerah di sekitarnya. Sehubungan ini merupakan sebuah proyek yang tidak hanya melibatkan Rusia – tapi juga Iran, maka untuk masalah pendanaan pun kedua negara sepakat untuk patungan. Dalam proyek ini, Rusia menyumbang 85 persen nilai dari total pendanaan, sedangkan 15 persen sisanya akan dilimpahkan ke pihak Iran. Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah, Sayyid Ali Khamenei pun menyetujui beban pendanaan yang dilimpahkan oleh pihak Rusia tersebut. “Ini adalah proyek penting dalam hal ekonomi dan peningkatan industri transportasi kereta api. Yang paling penting adalah kita akan menyaksikan perubahan teknologi dalam industri transportasi di Iran. Kami mengubah dari lokomotif diesel menjadi lokomotif listrik,” tutur Menteri Jalan dan Pembangunan Urban Iran, Abbas Akhoundi. Di sisi lain, CEO Russian Railways, Oleg Belozerov mengatakan bahwa dengan elektrifikasi yang dilakukan, maka secara otomatis akselerasi dan kecepatan si ular besi akan meningkat dan akan pula berdampak pada jumlah muatan yang diangkut. “Meningkat empat kali lipat menjadi 10 juta ton per tahun,” terang Oleg. “Selain itu, elektrifikasi juga dapat berdampak pada peningkatan keamanan dan penekanan jumlah emisi ke lapisan atmosfer,” imbuhnya. Baca Juga: Kereta Listrik Diesel Keluaran Siemens, Solusi Pertumbuhan Populasi di Amerika Dalam perjanjian kontrak kerja sama antara dua negara dalam mengembangkan proyek ini, tercantum pula sejumlah kelengkapan lain yang akan menunjang pengoperasiannya kelak, seperti desain, pembangunan gardu traksi, stasiun, terowongan, hingga pos jaga. Sebagai informasi tambahan, proyek elektrifikasi yang diluncurkan pada Senin (2/7/2018) kemarin ini mencakup jalur kereta yang membentang sejauh 495 km dari Garmsar dekat Teheran ke Ince Burun di perbatasan Turkmenistan.    

“Argo Muria Festival,” Upaya PT KAI Angkat KA Argo Muria Sebagai Ikon Semarang

Argo Muria Festival merupakan kolaborasi yang kental dengan kebudayaan yang dihadirkan PT KAI bersama dengan penyanyi Jazz Andien Aisyah. Selain festival musik, akan ada juga bazzar, exhibition dan lainnya. Argo Muria Festival sendiri akan berlangsung pada 14 Juli 2018 mendatang di Lawang Sewu, Semarang. Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya R. Agus Dwinanto Budiadji, VP Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI mengatakan, Indonesia sebagai rantai kepulauan yang yang terletak di antara dua benua dan dua samudera menjadikan salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Ini membuat dampak yang tinggi pada kebutuhan akan transportasi sebagai penunjang ekonomi bangsa. “Sejak mulai bertransformasi di tahun 2009, PT KAI (Persero) menerapkan prinsip ‘we are listening’, untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sebagai wujud prinsip ini, berkolaborasi dengan Andien, seorang penyanyi bertalenta, panutan, ikon fesyen, dan agen perubahan sosial dan kebudayaan adalah sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Agus Dwinanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Rabu (4/7/2018). Kolaborasi dengan Andien sendiri sekaligus merayakan proses perjalanan karirnya di dunia musik selama 17 tahun. Album Metamorfomas merupakan album ke tujuh milik Andien dimanan album ini memberikan banyak pelajaran untuknya sendiri dan membuat perubahan cara pandang terhadap hidup. “Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan album Metamorfosa, yang baru saja diluncurkan di tahun 2017 lalu. Suatu kehormatan bagi saya dapat berkolaborasi dengan PT KAI untuk menghadirkan Argo Muria Festival with Andien. Tidak hanya special showcase, kolaborasi ini juga akan diramaikan dengan exhibition dengan beragam kebudayaan yang ditampilkan,” ujar Andien. Dengan album ini juga mengingatkan transformasi kereta yang dimulai dengan kereta Argo Muria sebagai penandanya. VP Corporate Communication PT KAI Agus Komarudin menambahkan, tujuan festival ini juga untuk mengangkat brand KA Argo Muria sebagai produk KA ikon Semarang sekaligus untuk mempromosikan layanan KA di segmen 30 ke bawah. Pemilihan Lawang Sewu sendiri karena dulunya pada masa penjajahan Belanda dijadikan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappji atau perusahaan kereta api. Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor PT KAI. Argo Muria sendiri mulai meluncur di rel untuk pertama kalinya pada 22 Desember 1997 silam. Kereta ini sendiri melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang PP dengan keberangkatan Stasiun Gambir ke Stasiun Semarang Tawang. Dimasanya Argo Muria menjadi salah satu kereta termewah dan merupakan salah satu rangkaian kereta bersejarah mengikuti transformasi perjalanan dari PT KAI. Selain itu Argo Muria juga sebagai brand image kereta eksekutif dan memiliki kapasitas 350-450 kursi yang terdiri dari 7-9 rangkaian dengan menawarkan keindahan panorama di pesisir Pantai Utara. Di samping menghadirkan Argo Muria Festival with Andien, PT KAI juga akan meluncurkan kartu komunitas, dimana kartu member ini merupakan sebuah kartu layanan loyalty bagi penumpang setia kereta eksekutif, serta program Boarding Pass Trough Value KAI. Ini adalah sebuah program yang memberikan fasilitas tambahan bagi penumpang kereta untuk mendapatkan potongan harga spesial dari hotel, restoran, tempat wisata, dan mitra lainnya yang bekerja sama dengan PT KAI hanya dengan menunjukkan boarding pass atau tiket kereta mereka. Baca juga: Tentang Kursi di Kereta Ekonomi Premium, Respon Admin Twitter PT KAI Menuai Polemik “Sebagai wujud transformasi PT KAI, sejalan dengan prinsip ‘we are listening’, kami akan terus berupaya untuk memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dimulai dari Argo Muria Festival with Andien di kota Semarang, kami berharap dapat kembali berkolaborasi dengan Andien di kota-kota lainnya,” tutup Agus Dwinanto.