“Jadi Mudik II,” Jurus PT KAI Antisipasi Low Season Pasca Lebaran

Setelah musim liburan Lebaran 2018 dilewati dan beban puncak arus balik telah terurai, maka daya belanja masyarakat umumnya ikut menurun, dan ini dikenal sebagai periode low season. Dalam dunia transportasi, para penyedia jasa angkutan telah mengantisipasi periode ‘lesu’ ini dengan sejumlah program promo yang memikat, yang tak lain bertujuan untuk mengisi slot kursi yang mungkin tak terjual. Dengan tajuk “Jadi Mudik II,” PT KAI menggelar promo tiket murah dengan keberangkatan sejak 17 Juni 2018 kemarin hingga 26 Juni 2018 mendatang. Baca juga: Liburan Telah Usai, Waspadai Post Holiday Syndrome! Promo ini diberlakukan oleh Daerah Operasional 1 (Daop) Jakarta karena melihat antusias masyarakat yang menggunakan kereta api pada masa angkutan lebaran 2018 kemarin. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, promo tiket ini PT KAI membuat tajuk Jadi Mudik II. Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan, tarif promo ini berlaku dari Jakarta ke Cirebon, Tegal, Semarang, Blitar, Surabaya, Malang, Cilacap, Kutoarjo, Yogyakarta dan Solo. “Diharapkan dengan adanya tarif promo Lebaran ini para penumpang semakin tertarik menggunakan moda transportasi kereta api. Khusus bagi masyarakat yang pada belum sempat mudik ke kampung halaman, promo ini bisa menjadi alternatif,” ujar Edy. Selain itu pun, Edy mengingatkan agar para penumpang yang menggunakan kereta dan memiliki tiket untuk memperhatikan keberangkatan keret apinya serta menyesuaikan kedatangan agar tidak terlalu lama menunggu di stasiun. Apalagi dengan memiliki tiket online saat ini, penumpang tak lagi perlu repot terburu-buru untuk mencetak boarding pas, sebab dengan KAI Access bisa mendapatkan boarding pass elektronik. Berikut ini harga tiket promo yang KAI Tawarkan pada Jadi Mudik II. Jakarta ke Cirebon-Tegal-Semarang Rp80 ribu-Rp255 ribu Surabaya ke Jogja-Banyuwangi Rp90 ribu-Rp165 ribu Jakarta ke Cilacap-Kutuarjo-Jogja-Solo Rp110 ribu-Rp280 ribu Bandung ke Jogja-Solo Rp140 ribu-Rp230 ribu Malang ke Jogja Rp140 ribu-Rp210 ribu Jakarta ke Blitar-Surabaya-Malang Rp150 ribu-Rp435 ribu Bandung ke Surabaya-Malang Rp185 ribu-Rp345 ribu Baca juga: Gunakan Aplikasi KAI Access, Kini Tak Perlu Antre Cetak Boarding Pass di Stasiun Diketahui, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan pada masa angkutan lebaran dengan kereta api dari 5-20 Juni 2018 kemarin mencapai 684.422 penumpang. Dari jumlah tersebut sebanyak 289.779 penumpang berangkat dari Stasiun Gambir dan 394.643 dari Stasiun Pasar Senen.

Trafik Penumpang Terus Melesat, Bandara Shenzhen Siap Operasikan Sistem Kereta Otonom

Seolah tidak mau kalah saing dengan bandara-bandara lain yang ada di dunia, Shenzhen International Airport yang berada di Distrik Bao’an, 32km barat laut dari pusat kota Shenzhen, Guangdong, Cina pun mulai menambahkan fasilitas guna memberikan kenyamanan lebih kepada para calon penumpang yang hendak atau baru saja mengudara via bandara yang diarsiteki oleh Massimiliano Fuksas ini. Baca Juga: Eco4, Kereta Otonom Ramah Lingkungan Mahakarya Bombardier Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman intelligenttransport.com (20/6/2018), Shenzhen International Airport diketahui baru saja membeli sebuah paket kereta otonom buatan Bombardier, INNOVIA Automated People Mover (APM) 300 System dari CRRC Puzhen Bombardier Transportation Systems Limited (PBTS). Selain untuk lebih memanjakan para calon penumpang, langkah ini ditempuh otoritas bandara lantaran adanya pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan dalam beberapa waktu ke belakang. Kelak, rangkaian paket sistem otonom ini akan dikirim berbarengan dengan 18 gerbong kereta yang akan mengular di Terminal 3 Shenzhen International Airport sepanjang 2,6km. Dengan nilai kontrak sebesar €61 juta atau yang setara dengan Rp993,8 miliar ini, pihak bandara memproyeksikan proyek ini rampung pada tahun 2020 mendatang. “INNOVIA APM 300 System adalah salah satu solusi transportasi bandara dan perkotaan kami yang terkemuka. Sudah ada lebih dari 100 bandara di Cina dan kami yakin bahwa dengan hadirnya teknologi mutakhir seperti ini, keandalan yang kuat, ketersediaan dan ketepatan waktu, dikombinasikan dengan fokus pada keselamatan dan kenyamanan penumpang, sistem APM kami merupakan solusi mobilitas penumpang yang tepat – terutama di bandara yang berkembang,” ungkap Presiden Bombardier Cina, Jianwei Zhang. Tidak bisa dipungkiri, merangkak naiknya jumlah permintaan penerbangan belakangan ini menorehkan sisi positif dan negatif secara bersamaan. Data mencatat, sebanyak 45 juta penumpang telah menggunakan jasa bandara ini dari kuartal pertama hingga keempat tahun 2017 kemarin. Angka tersebut diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga ke level 82 juta penumpang pada tahun 2025 kelak. Baca Juga: Hino Motors Kembangkan Bus Mini Otonom di Bandara Haneda “Maka dari itu, penggunaan INNOVIA APM 300 System akan meredam sejumlah tekanan yang hadir selama masa peningkatan jumlah penumpang tersebut,” ungkap salah seorang juru bicara otoritas bandara. Untuk modanya sendiri, selain menawarkan kapasitas angkut yang lebih banyak dan kecepatan, INNOVIA APM pun telah memenuhi kriteria keselamatan dan berkelanjutan dari perusahaan. Jadi kasarnya, selain siap untuk membantu mobilitas penumpang di bandara, moda ini pun sudah tidak perlu diragukan lagi kapabilitasnya.

Genjot Proyek Kereta Bawah Tanah Menuju Bandara, Pemerintah Chicago Percayakan Kapabilitas The Boring Company

Salah satu perusahaan milik entrepreneur kelas kakap, Elon Musk baru saja meneriman mandat dari Pemerintahan Chicago untuk mendesain, membuat, hingga me-maintain  proyek terowongan yang akan menghubungkan pusat kota dengan O’hare International Airport. Ya, The Boring Company dipercaya untuk menunggangi proyek Express Loop, sebuah moda transportasi berbentuk electric pod atau polong listrik yang mampu menampung hingga 16 penumpang dan siap untuk menghubungkan pusat kota dengan bandara dalam waktu 12 menit saja. Baca Juga: Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial Adapun hal yang melatarbelakangi penunjukkan The Boring Company oleh Chicago Infrastructure Test, yang mewakili kebijakan Pemerintah Kota Chicago adalah peningkatan aktifitas di O’Hare International Airport pada tahun 2017 lalu, dimana sebanyak hampir 80 juta penumpang keluar atau masuk via bandara berkode ORD ini. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (14/6/2018), nantinya electric pod ini akan berlari di bawah tanah dengan kecepatan 240km/jam. “Dengan begitu, ini (electric pod) akan lebih cepat tiga hingga empat kali lipat sistem transportasi yang sudah ada sekarang,” tutur salah satu juru bicara dari The Boring Company. Untuk urusan modanya sendiri, The Boring Company mengatakan bahwa mereka akan menggunakan  armada yang sepenuhnya otonom dan mampu melaju lebih kencang daripada kereta bawah tanah. Dibangun di atas chasis Tesla Model X, kereta ini digalang-galang akan memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpangnya. Terlebih dengan hadirnya teknologi onboard WiFi dan ruang yang cukup lega untuk barang bawaan para penumpang. Mengingat belum ada tindak lanjut lebih jauh lagi dari proyek pembangunan terowongan menuju bandara ini, maka wajar saja bila perusahaan belum bisa membocorkan patokan tarif yang akan diberatkan kepada para penumpang. “Mungkin harganya akan lebih murah daripada taksi dan sedikit lebih mahal ketimbang bus,” papar juru bicara The Boring Company. Baca Juga: Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik Guna menjamin kenyamanan para pengguna jalan selama proses pembangunan, The Boring Company mengatakan bahwa proses ini tidak akan mengganggu aktifitas para pengguna jalan, pun ketika masa pengoperasiannya kelak. Kita tunggu saja!

Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Selama ini hanya sedikit orang yang bisa melakukan tur keliling Korea Utara, itu pun dengan didampingi oleh pengawalan super ketat dari pihak keamanan di negara penganut paham komunis tersebut. Namun, terhitung sejak 27 April 2918 ada angin pembaharuan yang berhembus di Korea Utara, dimana negara tersebut mulai membaur dengan negara tetangganya, tentu saja banyak pihak yang mengharapkan hubungan multilateral Korea Utara dengan negara-negara lain pun memiliki prospek yang cerah, tidak terkecuali dari sektor transportasinya. Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara Nah, dengan dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-Un dengan sejumlah pimpinan negara lain termasuk Amerika Serikat, maka impian para pecinta kereta api untuk memuskan sensasi perjalanan terpanjang dan terlama di dunia pun turut terbangun. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (1/6/2018), para railfans – sebutan untuk para pecinta kereta api – menaruh harapan tinggi terhadap dibukanya perjalanan dari Moskow, Rusia menuju Seoul, Korea Selatan. Laman sumber menyebutkan bahwa hingga saat ini, tiket perjalanan kereta tunggal paling epik masih dipegang oleh perjalanan dari Moskow menuju Pyongyang, yang menghabiskan waktu perjalanan sekitar 206 jam 35 menit. Dalam kurun waktu satu bulan, pihak perkeretaapian Korea Utara menyediakan perjalanan menuju Moskow dengan menggunakan sleepers train sebanyak dua kali. Di lain sisi, pihak perkeretaapian Moskow pun menyediakan layanan serupa dengan frekuensi perjalanan dua kali lipatnya. Menurut penuturan Carl Meadows, seorang pengamat Korea Utara dari Regent Holidays mengatakan bahwa Pyongyang merupakan cabang terakhir dari rute Trans-Siberia, “Namun hanya pihak Korea Utara-lah yang diperbolehkan untuk melintasi Tumangan (perbatasan Korea Utara),” tutur Carl. “Namun sejak 12 bulan terakhir, para turis sudah mulai diijinkan untuk melintasi perbatasan,” tandasnya. Dirinya pun tidak menampik bahwa perjalanan kereta tersebut sangat memakan waktu ketika tiba di teritorial Korea Utara. “Kereta akan berjalan sangat lambat. Membutuhkan waktu kurang lebih 30 jam hanya untuk menjangkau Pyongyang dari perbatasan,” ujarnya. Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun Terlepas dari durasi perjalanan dari perbatasan menuju Pyongyang, sebenarnya ada beberapa poin penting yang dapat memuluskan rencana pemanjangan jalur dari Utara menuju Selatan ini, salah satunya adalah upaya joint venture perusahaan asal Rusia dan Korea Utara yang memulihkan jalur sepanjang 55 km dari perbatasan Khasan hingga ke Pelabuhan Rajin di Rason Special Economic Zone pada tahun 2013 silam. Dengan terbukanya akses menuju Korea Utara tersebut, maka kesempatan Korea Selatan untuk turut menjadi bagian dari kemegahan Trans-Siberia pun semakin terbuka lebar.

Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

Nama KM (Kapal Motor) Sinar Bangun dalam beberapa hari ini tengah menjadi sorotan di Tanah Air. Betapa tidak, KM Sinar Bangun baru saja mengalami peristiwa tragis, dimana tenggelam setelah 30 menit bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Pulau Samosir menuju ke Pelabuhan Tigaras di Simalungun. Akibat musibah yang terjadi pada 18 Juni ini mengakibatkan banyak korban meninggal dan ratusan lainnya belum ditemukan. Baca juga: Punya Beragam Peran dan Spesifikasi, Inilah Jenis-Jenis Kapal RoRo KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa dari spesifikasinya, KM Sinar Bangun hanya mampu mengangkut beberapa kendaraan roda dua dan 43 penumpang. Namun pada hari tenggelamnya, kapal tersebut ternyata mengangkut 200 orang dan 60 motor alias melebihi kapasitas semestinya. Sebagai kapal motor tradisional, KM Sinar Bangun lambungnya terbuat dari kayu dan di jalankan dengan mesin tempel yang biasa digunakan pada speed boat. Bobot kapal ini ditaksir mencapai 35 ton. Sehingga bila mengangkut melebihi kapasitas semestinya, kapal ini juga sebenarnya tidak akan mampu. Apalagi jika faktor cuaca tidak mendukung seperti ada badai atau gelombang tinggi, dengan kapasitas 43 orang kapal ini pun bisa terombang ambing Kapal kayu tersebut memiliki dua lantai, di bagian bawah penumpang bisa duduk di bagian dalam kapal dan motor yang dibawa biasanya diletakkan di pinggir kanan, kiri dan bagian depan. Tak hanya itu, di bagain dek atas juga penumpang bisa duduk sembari menikmati pemandangan Danau Toba. Kapal motor ini pun saat berlayar tidak menggunakan kecepatan tinggi. Sebab KM ini biasanya juga digunakan sebagai kapal wisata para pelancong yang akan menyeberang dari Parapat, Simalungun dan beberapa pelabuhan lainnya untuk menuju ke Pulau Samosir atau sebaliknya. Pemilik kapal motor Sinar Bangun ialah Tua Sagala. Kapal motor seperti KM Sinar Bangun sebenarnya bisa dijumpai di dermaga-dermaga pinggiran Danau Toba seperti Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras dan Muara. Kapal-kapal ini banyak dan bersandar menanti pelancong yang akan menyeberang ke Pulau Samosir untuk menikmati destinasi yang ada. Bentuknya pun sama dibuat dengan kayu untuk bodi kapal dan mesin tempel yang digunakan untuk menjalankannya. Namun, sayangnya bila musim liburan tiba atau saat pesta Danau Toba, kapal seperti ini semakin banyak bermunculan dan mengangkut melebihi kapasitas semestinya. Baca juga: Tampomas II, Ingatkan Tragedi di Perairan Masalembo Meski dilengkapi dengan life jaket, tetapi bila melebihi kapasitas atau muatan kapal motor ini pun bisa dikatakan tidak aman. KM Sinar Bangun sendiri tenggelam di Danau Toba yang merupakan danau alam besar yang terjadi dari letusan gunung super vulkano pada 73 ribu-75 ribu tahun yang lalu. Danau Toba memiliki panjang sekitar 100 km dan lebar 30 km dengan kedalamanan hingga 505 meter. Menjadi danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara serta memiliki sebuah pulau Vulkanik yang bernema Pulau Samosir.

Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India

Sebagai titik bertemunya orang dalam jumlah besar, maka wajar bila pra sarana transportasi seperti stasiun dibekali dengan berbagai fasilitas pendukung dan cita rasa unik, seperti ada stasiun kereta di Tokyo, Jepang yang dilengkapi museum. Masih dalam rangkaian cerita unik tentang stasiun, di India kini beberapa stasiun dilengkapi dengan lukisan-lukisan yang menghiasi dinding. Diketahui ada 100 stasiun yang temboknya dibalut dengan lukisan berskala besar dengan beberapa ukuran. Proses ini dimulai pada Desember 2017 dimana kementerian mengadakan kompetisi untuk membuat lukisan pada stasiun. Ada 62 stasiun dari 11 zona kereta yang berpartisipasi dan pemenang diputuskan oleh dua Direktur Eksekutif kementerian, Kepala departemen dari South Central Rail dan pejabat dari Northeast Frontier Railway. Baca juga: Jungfraujoch, Stasiun Tertinggi di Eropa yang Sajikan ‘Lukisan’ KabarPenumpang.com merangkum dari laman indianexpress.com (31/5/2018), dari ke 62 stasiun tersebut tidak semua bisa memenangkannya. Ada kriteria yang utama selain lukisan dengan skala besar, penekanan pada seni lokal pun menjadi hal terpenting yang tidak bisa dilupakan. Pemenang dari lukisan skala besar untuk menghiasi stasiun yakni pemenang pertama ada stasiun Ballarshah dan Chandrapur Central Railway, urutan kedua stasiun Madhubani Bihar dan Madurai of Southern Railway. Untuk pemenang ketiga yakni stasiun Kota West Central Railway, Gandhidgam Barat dan South Central Railways. Adanya seni pada stasiun sebenarnya sudah dimulai dari operator kereta api Eropa yang memiliki kebijakan rasio seni. Dimana 0,5 hingga satu persen dari anggaran pembangunan stasiun untuk menghadirkan seni. Meskipun di India baru saja bangun untuk memungkinkan integrasi ruang publik dengan seni, ternyata Kolkata Metro sudah melakukannya pada tahun 1980-an. Karya pematung terkenal seperti Alo Dutta telah menghiasi stasiun bawah tanahnya. Tak hanya itu lukisan patachitra sudah menutupi dinding staisun Kalighat di Kolkata Selatan. Apalagi di sana diketahui secara tradisional merupakan pemukiman para seniman-seniman itu. Bahkan di stasiun Rabindra Sadan ada ruang mural yang berisi puisi dan seni lainnya. Pada Oktober 2016 lalu, jaringan kereta api pinggiran kota Mumbai ada 36 stasiun yang dicat untuk memperbaharui stasiun. Baca juga: Antre di Stasiun ini Dijamin Bikin Anda Betah Berlama-lama! Hal ini membuat dua LSM, Mumbai First dan Making a Difference, mengumpulkan 25 ribu relawan dan seniman dari sekolah seni dan perguruan tinggi untuk melukis sepanjang waktu selama tujuh hari untuk mengubah stasiun pinggiran kota Mumbai, sementara perusahaan cat mensponsori bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan mereka.  

Fasilitas Pertumbuhan Penumpang, Bandara Global Bakal Terapkan Teknologi Biometrik

Teknologi terus berkembang setiap harinya dan memberikan hal-hal baru bagi dunia khususnya industri bandara dunia. Perkembangan teknologi yang kian pesat ini biasanya untuk membantu mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan bandara. Baca juga: Akuarium Virtual Pemindai Wajah Sapa Calon Penumpang di Bandara Dubai Salah satu konsultan yakni Frost & Sullivan mengatakan biometrik adalah teknologi invonasi yang menjadi salah satu kunci dalam upaya tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman findbiometrics.com (4/6/2018), bahwa laporan dari Frost & Sullivan memprediksi tahun 2023 mendatang, pembelanjaan teknologi inovatif bandara akan mencapai US$4,63 miliar setara dengan Rp64,2 triliun. Ini juga didorong dengan adanya pertumbuhan lalu lintas penumpang dan hambatan pada kapasitas. Pertumbuhan infrastruktur tradisional yang masih banyak digunakan oleh bandara global tidak lagi dapat mengimbangi dengan pertumbuhan penumpang tersebut. Seperti di Eropa dimana kini mencari solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Sedangkan di kawasan Asia Pasific, sudah banyak bandara yang berusaha meningkatkan diri dengan teknologi baru yang menarik. Adapun teknologi teranyar yang berada di posisi teratas untuk solusi bandara global yakni biometrik, blockchain, analitik data dan kecerdasan buatan. Dari berbagai solusi ini sudah mulai terlihat jelas, terutama biometrik. Bandara-bandara yang ada di Amerika Serikat kini merangkul pembuat biometrik penumpang bersama dengan otoritas perbatasan yang berusaha meningkatkan keamanan. Sedangkan di Eropa dan bandara Inggris, contohnya bandara Gatwick menghadirkan pengumuman tentang end-to-end yakni sistem pemrosesan penumpang biometrik. Sementara itu, Bandara Changi Singapura telah menghadirkan kecanggihan teknologinya dalam pengenalan skrining biometrik pada penumpang. World Travel & Tourism Council belakangan ini hadir sebagai pendukung teknologi biometrik yang terang-terangan sebagai sarana untuk memfasilitasi tren pertumbuhan yang tidak terkendali. Baca juga: Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan Renjit Benjamin seorang analis Frost & Sullivan menjelaskan ini semua memberikan peluang lebih lanjut bagi pemain di bidang teknologi inovatif dan keamanan digital dalam ringkasan bahwa transisi ke infrastruktur berbasis data akan ada investasi besar dalam analitik data, penyimpanan, produk dan layanan keamanan. “Itu menunjukkan teknologi biometrik akan semakin digunakan, tidak hanya untuk pemrosesan penumpang tetapi juga untuk kemanan data bandara,” kata Benjamin.

Mulai 19 Juni 2018, KA Bandara Soetta Berangkat dari Stasiun Bekasi

Kereta Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta yang sudah beroperasi sejak Desember 2017 lalu, kini memperpanjang relasinya yang tadinya hanya dari Stasiun Manggarai, Sudirman, Duri dan Batu Ceper. Kini KA Basoetta hadir dan melayani penumpang dari Stasiun Bekasi. Baca juga: Membentang 22 Km, Jokowi Hari Ini Resmikan KA Bandara Internasional Minangkabau Hal ini membuat pecinta kereta api dan warga Bekasi yang ingin ke bandara lebih dimudahkan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KA yang dioperasikan oleh PT Railink tersebut mulai uji cobanya pada 19 Juni 2018 kemarin dari Stasiun Bekasi menuju ke Stasiun Bandara Soetta. Untuk harga tiketnya pun masih diberlakukan tarif promo yang mulai berlaku pada 19 Juni hingga akhir Juni 2018 ini. Untuk relasi Bekasi-Sudirman BNI City tarif yang dikenakan Rp35 ribu sedangan Bekasi-Bandara Soetta Rp70 ribu. Namun, nantinya setelah beroperasi dengan normal, tarif dari Stasiun Bekasi menuju Bandara Soetta ini akan menjadi Rp100 ribu. Bagi para pengguna kereta bandara ini, terdapat ruang khusus di pintu selatan Stasiun Bekasi untuk masuk ke peronnya. Penumpang pengguna KA Bandara bisa membeli tiket di vending machine yang juga ada di pintu selatan atau dengan pemesanan online. Pembayarannya pun sama dengan stasiun lainnya menggunakan e-money atau mesin EDC bila menggunakan vending machine. Kereta yang memiliki enam gerbong dalam satu rangkaian ini, dalam perjalannnya akan berhenti di stasiun Manggarai, Sudirman City, Duri, Batu Ceper dan Bandara Soetta. Hadirnya kereta bandara dari Bekasi, ternyata disambut antusias oleh para penumpang, apalagi KA Bandara akan hadir dan melayani delapan kali perjalanan dalam sehari. Baca juga: Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang Berikut ini jadwal KA Bandara dari stasiun Bekasi hingga stasiun Bandara Soetta. – Pukul 10:05 (berangkat BKS) – 10:47 (BNC) – 11:24 (BPR) – 11:37 (tiba BST) – Pukul 11:10 (berangkat BKS) – 11:47 (BNC) – 12:24 (BPR) – 12:37 (tiba BST) – Pukul 13:13 (berangkat BKS) – 13:47 (BNC) – 14:24 (BPR) – 14:37 (tiba BST) – Pukul 14:11 (berangkat BKS) – 14:47 (BNC) – 15:24 (BPR) – 15:37 (tiba BST) Stasiun Soetta (BST) menuju Stasiun Bekasi (BKS): – Pukul 07:50 (berangkat BST) – 08:02 (BPR) – 08:36 (BNC) – 09:20 (tiba BKS) – Pukul 08.50 (berangkat BST) – 09.02 (BPR) – 09.36 (BNC) – 10.15 (tiba BKS) – Pukul 10.50 (berangkat BST) – 11.02 (BPR) – 11.36 (BNC) – 12.10 (tiba BKS) – Pukul 11.50 (berangkat BST) – 12.02 (BPR) – 12.36 (BNC) – 13.15 (tiba BKS)

Gelontorkan Dana Rp13,9 Triliun, Petinggi Toyota Masuk Jajaran Direksi Grab

Produsen mobil Jepang, Toyota Motor baru-baru ini menggelontorkan dana US$1 miliar atau setara dengan Rp13,9 triliun kepada perusahaan transportasi berbasis aplikasi asal Malaysia, Grab. Kerja sama ini memulai tahap awalnya pada Agustus 2017 lalu melalui Toyota Tsuho Corp. Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional Dengan adanya suntikan dana tersebut, Grab tak hanya mengincar pangsa penjualan mobil tetapi juga memaksimalkan data pengemudi yang dikumpulkan melalui teknologi perekam TransLog. Sistem ini sendiri telah dipasangkan di 100 mobil rental milik Grab. Tak hanya itu, data yang dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi yang diberikan Toyota tersebut juga akan mengarah ke layanan pengiriman makanan (GrabFood) dan pembayaran digital (GrabPay). Juru bicara Grab mengatakan, dana ini juga akan digunakan untuk mengembangkan kapasitas Financial Grab seperti pembayaran mobile, pembiayaan mikro dan asuransi serta mendongkrak ekaspansi GrabFood di Asia Tenggara. “Grab sudah menjadi aplikasi yang diandalkan masyarakat, dan semakin banyak pengguna juga menggunakan Grab sebagai e-wallet mereka untuk melakukan pembayaran, atau untuk membeli makanan dan layanan pengiriman paket,” ujar juru bicara tersebut. Grab juga berharap, pengguna bisa menggunakan aplikasi untuk layanan sehari-hari seperti pembayaran tagihan hingga pembelanjaan online. Layanan ride sharing ini sendiri memiliki tujuan menjadi satu platform mobilitas untuk segala kebutuhan bagi pengguna. Adanya investasi dari Toyota sendiri, diketahui nilai perusahaan Grab bisa mencapai lebih dari US$10 miliar. Pihak Toyota sendiri akan menempatkan satu eksekutifnya di jajaran direksi Grab dan anggota khusus untuk tim Toyota juga akan diperbantukan sebagai pejabat eksekutif. Presiden Grab, Ming Maa mengatakan, dengan kolaborasi ini pihaknya berencana membuat pola kerja yang efisien dalam akses mobilitas di kota besar di Asia Tenggara dan pendapatan mitra pengemudi berpotensi meningkat. Sedangkan Toyota mengaku dengan adanya kolaborasi inin, pihaknya berharap bisa mendapatkan konektifitas untuk penyewaan armada mobil Grab di seluruh Asia Tenggara. Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang “Kedepannya, bersama dengan Grab, kami akan mengembangkan layanan-layanan yang lebih menarik, aman dan nyaman untuk pelanggan kami di Asia,” kata eksekutif Toyota Shigeki Tomoyama. Diketahui, sebelum Toyota berkolaborasi dengan Grab, PT Astra Internasional telah mengelontorkan dana sebesar Rp2 triliun ke GoJek Indonesia.

Terus Alami Peningkatan, Pemudik Belum Sepenuhnya Menyeberang dari Kampung Halaman

Memasuki H+4 Lebaran, trafik mobil pribadi dari Sumatera menuju Jawa mulai mengalami peningkatan. Tercatat, hingga Rabu (20/6) pagi mobil pribadi yang telah menyeberang kembali ke Jawa sebanyak 43.942 unit atau 44 persen dari total 99.294 unit mobil pribadi yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada arus mudik kemarin. Baca Juga: ASDP: Dari Sumatera, Baru 125.194 Penumpang Kembali ke Pulau Jawa Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, Direktur Utara PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan, “Jika melihat data pada H+3 atau Selasa (19/6) trafik mobil pribadi mencapai 16 ribu unit lebih. Kami prediksikan Rabu (20/6) malam ini trafik mobil pribadi akan kembali meningkat. Trennya roda empat dari Sumatera ke Jawa akan mulai mengalir pukul 18.00 wib hingga dini hari,” Namun, ASDP telah mengantisipasi perkiraan lonjakan mobil pribadi yang akan kembali ke Jawa malam ini. Diperkirakan, pada puncak arus balik H+4 kendaraan roda 4 mencapai 17.017 unit atau naik 5,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 16.083 unit. Adapun kapasitas terpasang yang disiapkan sekitar 19.200 unit sehingga terpakai sekitar 89 persen saat puncak arus. Jika dibandingkan dengan total jumlah pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada H-8 hingga H maka jumlah pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa sebanyak 386.676 orang atau baru 40 persen dari total penumpang 970.327 orang, kendaraan roda dua sebanyak 34.077 unit atau baru 41 persen dari total 83.845 unit, dan kendaraan roda empat/lebih sebanyak 46.345 unit atau baru 41 persen dari total 112.784 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera saat arus mudik kemarin. Data mencatat, jumlah pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa sekitar 583.651 orang atau 60 persen lagi dari total 970.327 orang penumpang yang berangkat dari Merak pada arus mudik kemarin. Diikuti, jumlah roda dua yang belum kembali ke Jawa sebanyak 49.768 unit atau 59 persen lagi. Dan untuk mobil pribadi yang belum kembali ke Jawa sebanyak 55.352 unit atau 56 persen lagi dari total 99.294 unit yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera saat arus mudik kemarin. Para pengguna jasa diimbau tetap menjaga stamina tetap prima karena saat arus balik kondisi pemudik relatif kelelahan. Tetap mewaspadai cuaca buruk, serta keselamatan dan keamanan baik jiwa dan kendaraan selama di perjalanan. Selanjutnya, dari Pelabuhan Lembar, NTB, dilaporkan, bila dibandingkan pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Padangbai ke Pelabuhan Lembar pada H-8 hingga H-1 maka jumlah pemudik yang telah menyeberang kembali dari Lombok ke Bali pada H+1 hingga H+3 sebanyak 16.014 orang atau 39 persen dari total penumpang 41.391 orang, kendaraan roda 2 sebanyak 4.304 unit atau 39 persen dari total kendaraan sebanyak 11.174 unit, dan kendaraan roda 4/lebih sebanyak 1.283 unit atau 29 persen dari total 4.372 unit yang menyeberang dari Bali ke Lombok pada arus mudik Lebaran kemarin. “Situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Lembar saat ini terpantau ramai lancar, aman & terkendali,” tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Yanus Lentanga. Baca Juga: H-1 Lebaran, ASDP Ferry Catat 10 Persen Kenaikan Volume Pemudik Dibanding 2017 Sementara itu, dari Pelabuhan Ketapang dilaporkan, bila dibandingkan dengan total jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang pada H-8 hingga H-1 maka jumlah pemudik yg telah menyeberang pada H+1 hingga H+3 dari Jawa ke Bali sebanyak 138.361 orang atau baru 32 persen dari total penumpang 436.258 orang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada arus mudik kemarin. Diikuti kendaraan roda 2 sebanyak 18.159 unit atau baru 20 persen dari total 88.839 unit dan kendaraan roda empat/lebih sebanyak 17.233 unit atau baru 34 persen dari total 49.989 unit. “Kami perkirakan, trafik penumpang dan kendaraan masih akan terus mengalir hingga puncak arus balik yang diperkirakan kembali terjadi pada akhir pekan ini,” tutur Elvi Yoza, GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang.