Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’

Masih ingat dengan pernyataan media Australia yang mengaku ingin mempelajari seluk beluk dari Program Car Free Day yang diadakan di Jakarta karena tingkat polusi yang berkali lipat lebih tinggi ketimbang di Indonesia? Ternyata tidak hanya itu saja upaya yang dilakukan oleh otoritas Negeri Kangguru dalam mengentaskan masalah polusi. Sebut saja proyek pembangunan jaringan Light Rail yang dimulai pada tahun 2015 silam ini rencananya sudah mulai dapat ditunggangi pada tahun depan. Baca juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (3/6/2018), adapun proyek yang membentang sejuh 12 km ini dibandrol dengan harga yang cukup fantastis, yaitu US$1,58 miliar atau yang hampir menyentuh angka Rp22 triliun! Namun proyek ini memiliki prospek yang positif karena diharapkan satu rangkaian gerbong trem ini dapat mengangkut hingga 450 orang dan berhenti 19 titik yang tersebar. Karena proyek ini ditujukan untuk menekan laju angka pertumbuhan kendaraan pribadi khususnya mobil, maka otoritas berwenang di Negara Bagian New South Wales (NSW) akan menerapkan pelarangan kendaraan seperti mobil, bus, dan kendaraan lain dalam jarak 1 km dari George Street, kawasan Central Business District di Sydney, lokasi tersebut nantinya akan memiliki titik pemberhentian jaringan Light-Rail terbanyak. Penerapan aturan tersebut tentu saja akan memaksimalkan upaya pemberantasan polusi, karena cleared area seluas 1 km tadi akan jadi area bebas emisi kendaraan bermotor. Di sisi lain, Pemerintah NSW selaku perencana proyek mengaku telah mengantongi kemitraan publik dan swasta guna membangun dan mengelola sistem. Tidak tanggung-tanggung, konsorsium perusahaan yang turut bekerja sama antara lain Alstom dari Perancis, Acciona selaku penyedia infrastruktur new-energy asal Spanyol, dan perusahaan mobilitas publik asal Perancis, Transdev. Menanggapi perihal polusi akibat jumlah penduduk yang membludak di wilayahnya, otoritas NSW mengaku akan membangkitkan kembali pamor dari trem, dimana kendaraan tersebut dipercaya mampu ‘membujuk’ para pengguna kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan saraan transportasi umum. Selain ramah lingkungan, menghidupkan kembali trem yang sejatinya pernah berjaya di abad ke-19 di Australia ini ternyata juga ramah terhadap penyandang disabilitas dan orang tua, karena menggunakan armada low-deck. Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya? Seperti yang sudah disinggung di atas, George Street akan menjadi titik transformasi paling drastis diantara kota lain yang juga turut merasakan imbas dari pembangunan jaringan Light Rail ini. Demi memberikan kenyamanan kepada para pejalan kaki, maka trotoar akan dilebarkan dan sejumlah infrastruktur akan dibenahi sehingga mengembalikan fungsi utamanya.

Jelang Mudik Lebaran, Pastikan Anda Naik Bus Berstiker Laik Jalan dari Kemenhub

Musim Mudik 2018 yang sudah tinggal menghitung hari nampaknya membawa kekhawatiran tersendiri bagi para pemudik yang hingga saat ini belum menambatkan pilihan moda yang hendak ia tumpangi. Untuk destinasi di luar Pulau Jawa, menggunakan pesawat, bus, hingga kapal penyeberangan merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan. Baca Juga: Kemenhub: Hanya 10 Persen Kondisi Angkutan Umum di Indonesia Yang Layak Jalan Nah, berbicara soal bus di Musim Mudik 2018 ini, terdapat satu poin yang hampir mirip dengan apa yang ada di tahun sebelumnya, yaitu disematkannya stiker layak jalan. Tentu saja ini stiker bukan sembarang stiker, hanya otoritas tertentu yang bisa mengeluarkan stiker layak jalan semacam ini. Hanya bus-bus yang sudah lulus uji kelaikan jalan saja yang akan memperoleh stiker dari Kemenhub RI ini. Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain mengatakan bahwa stiker yang disematkan kepada bus yang sudah lulus uji kelaikan ini akan dilengkapi pula dengan barcode. “Kalau kendaraan itu dinyatakan lulus, kita berikan stiker yang dikeluarkan oleh pihak Kemenhub RI. Stiker ada barcode-nya dan ditempelkan ke kendaraan yang telah layak uji. Jadi, barcode pada stiker itu akan terbuka di sebuah aplikasi milik Kemenhub. Nanti akan di-input di aplikasi dan keluar barcodenya. Stikernya tidak dapat dipalsukan,” tutur Revi, dikutip dari laman Tribunnews.com (4/6/2018). Diketahui dari Revi, jumlah kendaraan yang telah mengikuti ramp check tertanggal 15 Mei 2018, “yang sudah diperiksa 97 kendaraan hingga saat ini. Yang sudah lulus 22 kendaraan saja. Yang tidak lulus, kebanyakan karena tidak lengkap perlengkapannya,” paparnya di Terminal Kalideres. Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi membuat beragam institusi pemerintah saling bahu membahu memperbaiki kondisi yang ada, seperti halnya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Kepala BPTJ, Bambang Prihartono pun menghimbau kepada para masyarakat untuk tidak sembarangan memilih moda yang akan digunakan untuk mudik. “Bus yang layak jalan dari sejumlah ramph chek yang kami lakukan kami berikan stiker khusus. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan bus AKAP, harap memilih bus yang telah berstiker,” tuturnya, dikutip dari sumber lain. Baca Juga: Agar Aman dan Nyaman Menggunakan Bus Malam, Tips Ini Layak Jadi Rujukan Sebelumnya di tahun 2017 silam, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menghimbau kepada para masyarakat untuk menggunakan bus berstiker laik jalan. “Saya menghimbau kepada pemudik, naiklah bus yang ada stiker laik jalan karena bus yang berstiker itu sudah melalui ramp check oleh petugas-petugas kita dari tingkat pusat hingga tingkat daerah,” tutur Budi. Memang, kecelakaan lalu lintas di kala mudik seperti ini memang sangatlah berresiko menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak ketimbang hari-hari biasa, maka tidak heran jika sejumlah otoritas berwenang tengah berusaha keras untuk menjaga keamanan dan kelancaran Mudik 2018 ini.

Mau Manjakan Mata Saat Mudik? Jalur Pantai Selatan Bisa Jadi Pilihan

Jalur Pantai Utara (Pantura) hingga kini masih menjadi salah satu pilihan para pemudik ke kampung halaman mereka masing-masing baik yang akan ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Tetapi pemilihan jalur alternatif untuk mudik sejatinya tak melulu harus lewat Pantura. Baca juga: SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus Salah satunya adalah jalur baru Pantai Selatan atau Pansela yang membentang dari Banten hingga ke Jawa Timur. Jalur Pansela ini sendiri memberikan penawaran pengalaman mudik dengan pemandangan yang berbeda di bandingkan jalur pantura dan jalur tengah. Sayangnya jalur ini masih jarang dilewati pemudik dan pelacong karena jalur arteri ini masih banyak belum diketahu dan dijajal. Jalanan di jalur Pansela sendiri memiliki lebar 5-7 meter dengan kondisi mulus dan relatif sepi kendaraan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, jalur Pansela melewati 23 kabupaten di empat provinsi yang memiliki destinasi menarik. Jalur Pansela dimulai dari Merak ke Labuhan di Banten, kemudian menuju arah selatan melalui Bayah Pelabuhan Ratu, berlanjut ke Pangandaran, Cilacap hingga Gunung Kidul di Yogyakarta, disebut-sebut jalur ini sudah cukup baik dari sebelumnya. Jalur Pansela juga dikenal dengan nama Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan sudah siap menjadi jalur alternatif bagi pemudik. Meski belum terbangun semua, proyek yang memiliki panjang jalur hingga 116,5 km tersebut sudah menjadi salah satu pengurang kepadatan di jalur Pantura. Di Kulonprogo, dari total rencana 23,1 km, sudah terbangun 19,3 km. Sedangkan di Bantul dengan rencana panjang 16,28 km sudah terbangun 14 km dan di Gunungkidul dengan total panjang 76,34 km sudah terbangun 30 km. JJLS di kawasan Yogyakarta ini juga berdekatan dengan sejumlah objek wisata menarik. “Jalan sudah mulus dan siap untuk jalur pemudik,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUP ESDM DIY Bambang Sugaib. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, di antara objek yang bisa dituju di kawasan ini adalah Pantai Congot, Pandansimo, Parangtritis, Soge, Laguna Glagah, Kwaru, dan Bantul. Di sepanjang jalur Pansela, total ada 36 destinasi wisata yang bisa disinggahi karena letaknya yang cukup dekat. Meski jalur ini sepi dan lancar, tetapi masih sangat minim penerangan di sejumlah titiknya. Selain itu, di beberapa bagian pun jalurnya masih belum diperlebar sehingga diperlukan kewaspadaan yang cukup tinggi dari pengemudi yang melalui jalur ini. Kewaspadaan pengemudi juga harus ditingkatkan, karena kontur jalan yang banyak berkelok dengan tanjakan serta turunan. Adapun beberapa tips yang bisa digunakan pemudik yang melalui jalur selatan adalah kesiapan pengemudi dan juga kendaraan. Kesiapan pengemudi sangatlah penting, sebab jalur yang dilaluinya cukup menjadi tantangan tersendiri. Bila mengantuk dan lelah, baiknya pengemudi beristirahat agar kembali fit. Baca juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan Kendaraan pun sebelum berangkat harus dicek baik mesin, rem dan ban. Kanit Lakalantas Polres Garut Ipda Hilman mengatakan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2018, Polres Garut akan menyediakan dua pos pengamanan dan 15 pos pengatur lalu lintass untuk membantu kelancaran mudik. Pos pengamanan mudik sendiri difungsikan sebagai area beristirahat dengan sejumlah fasilitas seperti toilet, mushola, tempat bermain anak, tempat pijat atau refleksi dan bengkel. Sedangkan Kadis Kesehatan Prov Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, sudah menyiapkan pos kesehatan di sepanjang jalur yakni Cilacap, Kebumen dan Purworejo. “Di luar tol Brebes-Sragen, kita siapkan 195 pos kesehatan di seluruh jalur mudik Jateng,” ujar Yulianto.

Jelang Pengoperasian Terminal Baru Bandara Ahmad Yani, Angkasa Pura I Gelar “Operasi Boyong”

Hari Rabu besok, (6/6/2018) akan terlihat suasana baru di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, pasalnya Terminal Baru di bandara tersebut akan mulai dioperasikan. Dengan beragam fasilitas modern, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani dirancang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun, atau kapasitas per harinya mencapai 19 ribu penumpang. Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani Dan menjelang pengoperasian Terminal Baru tersebut, PT Angkasa Pura I selaku pengeloka bandara menggelar “Operasi Boyong” untuk memindahkan peralatan-peralatan operasional yang ada di terminal eksisting ke terminal baru. Operasi Boyong ini merupakan tahap akhir persiapan sebelum pengoperasian Terminal Baru. Dikutip dari siaran pers (5/6/2018) Angkasa Pura I yang diterima KabarPenumpang.com, Operasi Boyong dilakukan secara bertahap sejak Selasa (5/6) siang hari hingga Rabu (6/6) dini hari. Pada siang hari mulai dipindahkan beberapa peralatan dan fasilitas pendukung ke terminal baru. Pada saat bersamaan juga dilakukan pemeriksaan kondisi fasilitas di terminal baru oleh masing-masing unit yang bertanggung jawab terhadap fasilitas tersebut. “Operasi Boyong ini dipastikan tidak akan mengganggu kegiatan operasional pada terminal lama karena fokus aktivitas pemindahan akan dilakukan pada malam hari menjelang operasional bandara tutup. Selesainya Operasi Boyong ini menandakan kesiapan Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah untuk dioperasikan dan diresmikan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. Adapun peralatan yang dipindahkan mencakup peralatan screening check point (SCP) 2 dan fasilitas di ruang tunggu domestik dan internasional. Peralatan lain yang dipindahkan yaitu trolley, x-ray, komputer kios, walk through metal detector (WTMD) atau alat pendeteksi metal, meja pemeriksaan SCP, peralatan perkantoran, dan lainnya. Selain Sebelumnya, pada Minggu (3/6), telah dilakukan simulasi total pengoperasian Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Simulasi ini melibatkan 100 karyawan yang berperan sebagai penumpang. Selain itu, beberapa karyawan lain berperan sebagai petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling, dan instansi terkait seperti bea cukai dan imigrasi. Simulasi dimulai dari kedatangan penumpang, penggunaan troli, check in, screening, dan lainnya. Baca juga: Sepanjang 2017, Angkasa Pura I Catat Melayani 89,7 Juta Penumpang Dengan dibukanya Terminal Baru, maka daya tampung Bandara Ahmad Yani untuk menangani momen mudik Lebara 2018 ikut terdongkrak. Merujuk ke Lebaran 2017, tingkat kepadatan penumpang mencapai 16.700 orang per hari. Dan di Lebaran 2018, diprediksi akan ada lonjakan sampai 18.000 penumpang. Dengan kapasitas per hari 19.000 orang, maka PT Angkasa Pura I kini lebih siap melayani peak season Lebaran 2018.

Ikuti Jejak MRT Jakarta dan GoJek, Virgin Trains Bermitra dengan Uber

Beberapa waktu lalu, PT MRT Jakarta melakukan kerja sama dengan GoJek Indonesia untuk memudahkan pengguna MRT saat Maret 2019 mendatang menuju ke stasiun terdekat. Namun, secara jelas belum diketahui kerja samanya dalam bentuk aplikasi bersama atau cara lainnya. Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi Seperti mengikuti jejak MRT Jakarta dan GoJek, Virgin Trains juga bekerja sama dengan Uber untuk memudahkan penggunanya untuk sampai tepat waktu sebelum Virgin Trains berangkat. KabarPenumpang.com melansir dari laman motoringresearch.com (31/5/2018), kerja sama ini diinginkan Virgin Trains agar pengendara mobil pribadi meninggalkan mobil mereka di rumah dan naik Uber untuk mengejar kereta. Tak hanya itu, ide ini sebenarnya hanya untuk memudahkan penumpang dimana saat menjemput dan pengantaran langsung di depan pintu masuk. Hal ini bisa mempercepat yang biasanya penumpang dengan mobil pribadi mencari parkir sebelum menuju pintu masuk stasiun. Awalnya untuk mendapatkan Uber dengan mudah, penumpang Virgin Trains yang membeli tiket secara online akan mendapat pesan singkat pemberitahuan yang dikirim ke ponsel pintar mereka. Pesan tersebut juga berisikan tautan untuk memesan Uber yang akan membawa ke stasiun tanpa takut tertinggal kereta api. Adanya kerja sama ini, Virgin Trains juga memiliki rencana lebih lanjut untuk terus mengoptimalkan perjalanan penumpang, meningkatkan kepuasan pelanggan sebelum, selama dan setelah bepergian. Direktur Perusahaan Virgin Trains Sarah Copley mengatakan, bukti menunjukkan bahwa mengambil langkah pertama dan terakhir sangat penting untuk membuka perjalanan kereta api ke pelanggan baru. “Kemitraan baru kami yang menarik dengan Uber adalah langkah berikutnya dalam membuat perjalanan dari ujung ke ujung ini menjadi mudah dan mulus bagi pelanggan kami,” ujar Copley. Kepala Uber Kota, Fred Jones mengatakan, pihaknya ingin memberikan pengalaman door to door kepada pengguna dan menggunakan layanan mereka dan meninggalkan mobil pribadi di rumah. Baca juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd “Kemitraan dengan Virgin Trains ini merupakan langkah pertama yang menarik untuk menawarkan kepada pelanggan cara mudah untuk menggabungkan perjalanan kereta api dan mobil dengan satu sentuhan tombol,” ujar Jones. Mungkin ini bukanlah hal yang membuat kemajuan besar, tetapi memungkinkan dan memudahkan orang memesan Uber saat mereka memesan tiket kereta api secara online.

Volvo Rilis Dua Model Bus Terbaru Untuk Wisata dan Perjalanan Jarak Jauh

Salah satu produsen bus terkemuka di dunia Volvo baru-baru ini mengadirkan bus untuk perjalanan jarak jauh. Bus tersebut didesain dengan berbagai inovatif dan kenyamanan yang tinggi. Dengan hadirnya bus baru tersebut membuat, rangkaian produk Volvo menjadi tambah lengkap. Baca juga: Percayakan Produk Eropa Ketiga Kalinya, TransJakarta Resmi Gunakan Sasis Volvo KabarPenumpang.com melansir dari laman prnewswire.com (29/5/2018), rangkaian bus-bus terbaru ini akan membuat banyak orang untuk menggunakannya saat bepergian jarak jauh. “Ini adalah langkah yang bersejarah dimana pembaruan bersar dari platform bus Eropa kami selama lebih dari 20 tahun. Saya yakin, bahwa pelanggan dan penumpang akan menghargai hasilnya ini,” ujar Håkan Agnevall, Presiden Volvo Buses. Agnevall mengatakan, rangkaian bus baru Volvo ini dioperasikan untuk berwisata dan angkutan jarak jauh. Dua model terbaru yang hadir ini adalah Volvo 9900 dengan penampilan mewah dan Volvo 9700 yang serbaguna.
Jendela bus berbentuk Z (www.prnewswire.com)
Kedua model terbaru ini menampilkan eksterior dinamis dengan garis tajam serta sisi halus dan membawa aerodinamika ke tingkat yang baru. Bus Volvo 9900, memiliki garis jendela berbentuk Z yang dikombinasikan dengan lantai teater dan gradien yang memperkenakan desain unik terbaru untuk kabin bus. Dalam kabin bus, tim desain sangat mementingkan kualitas visual dan sentuhan. Sehingga penumpang disambut dengan palet cahaya yang tenang dan seimbang serta kombinasi tekstil dan kulit  dengan kualitas tinggi, detail aksen dalam logam. Untuk memberikan penumpang pengalaman holistik kelas tinggi, Volvo Buses juga banyak berinvestasi dalam solusi yang meningkatkan kenyamanan seperti kursi penumpang ergonomis dan interior yang terisolasi baik dengan tingkat kebisingan yang rendah. Dalam bus baru ini juga dikembangkan sistem iklim untuk menghasilkan suhu yang stabil dan menyenangkan di seluruh bus terlepas dari kondisi diluar. Volvo 9900 yang baru juga menawarkan lantai ekstra tinggi dan jendela kaca besar untuk memberikan pemandangan luar biasa ke depan dan samping. Baca juga: Pangkas Human Error, Nanyang University Gandeng Volvo Hadirkan Bus Otonom Atap interior delapan sentimeter lebih tinggi dari sebelumnya, dan transisi lebih lurus antara dinding dan atap menciptakan nuansa airier dengan ruang yang jauh lebih besar. Baik Volvo 9700 dan Volvo 9900 memiliki solusi komprehensif untuk keamanan aktif dan pasif. Dari beberapa fitur yang dihadirkan dalam dua mobel bus baru ini, ada Frontal Impact Protection (FIP), sistem Pengingat Siaga yang memonitor gerakan bus serta memberikan peringatan jika pengemudi lelah atau tidak berkonstrasi saat mengemudikan bus.

KA Porong, Mencoba Bertahan di Tengah ‘Kepungan’ Lumpur Lapindo

Kereta Api Porong merupakan kereta komuter yang ada di Surabaya. Kereta ini sendiri sebenarnya bernama kereta Delta Ekspres yang juga sering disebut dengan komuter SUSI ataupun komuter Supor alias Surabaya-Porong. Baca juga: KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa kereta komuter Porong sendiri melintasi stasiun-stasiun besar dan kecil dari Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Selter Ngagel, Wonokromo, Selter Margorejo, Selter Jemursari, Selter Kertomenaggal, Waru, Sawotratap, Gedangan, Pagerwojo, Sidoarjo, Tanggulangin hingga Porong dan sebaliknya. Setiap rute perjalanan Surabaya menuju Porong atau sebaliknya dilayani tiga set kereta perharinya. Ternyata, KA Porong merupakan primadona bagi kaum pecinta komuter ataupun penumpang lain dari Sidoarjo dan sekitarnya. KA tersebut hadir pada 9 Februari 2004 lalu dan tarif tiketnya pun tak mahal hanya Rp5 ribu untuk sekali jalan kemanapun rutenya yang dialui KA Porong alias jauh dekat harga sama. Untuk KA Porong sendiri pembelian tiket haruslah pada hari keberangkatan dan distasiun masing-masing. Tiket ini juga dijual di shelter bus seperti Ngagel di Margorejo. Meski menjadi primadona, KA ini sering mengalami masalah ketika musim hujan tiba. Sebab perjalanan sudah pasti terganggu karena banjir yang melanda perlintasan kereta api. Biasanya perlintasan yang terkena banjir ini berada di dekat tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo di Jalan Raya Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hal ini membuat pemerintah berkoar untuk merelokasi jalur kereta tersebut. Adapun permasalahan banjir ini, ternyata PT KAI tiap tahun jalur kereta api di dekat tanggul tersebut ditinggikan dan sudah sebanyak enam kali melakukan peninggian setiap musim hujan. Peninggian itu sendiri sudah mencapai 50 cm atau setengah meter. Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Tahun 2017 lalu, banjir yang melanda jalur kereta Porong tertutup mencapai satu meter dan pihak KAI mau tak mau melakukan peninggian hingga dua meter. Karena banjir, selain peninggian, penumpang yang menggunakan KA Porong mau tak mau di evakuasi dan menggunakan bus yang disediakan KAI ataupun merefund tiket mereka dan pengembalian tersebut 100 persen tanpa potongan apapun. Kejadian banjir yang menimpa jalur KA Porong ini sendiri membuat pemerintah mengatakan adalah kejadian luar biasa. Sehingga perlu dilakukan relokasi secepatnya meski dana yang dibutuhkan tidak sedikit.

Pengemudi Uber Diamankan Polisi Setelah Tembak Mati Penumpang

Seorang pengemudi Uber diamankan pihak kepolisian kota Denver pada Jumat (1/6/2018) karena dicurigai melakukan pembunuhan tingkat pertama dengan menembak mati korbannya. Diketahui korban bernama Hyun Kim berusia 45 tahun yang juga merupakan penumpang layanan ride sharing tersebut. Baca juga: Dianggap Ilegal, Pengemudi Uber di Hong Kong Harus Bayar Denda Rp5,3 Juta KabarPenumpang.com melansir dari laman nypost.com (2/6/2018), pada Jumat pagi sebelum pukul 03.00 pagi waktu setempat, seorang saksi menelepon pihak kepolisian dari Interstate 25 di kota Colorado. Saksi tersebut melaporkan ada seorang pengemudi Uber yang mengatakan saat dalam perjalanan mengantarkan penumpangnya, si pengemudi diserang dan kemudian menembaknya. Sayangnya saat sampai di tempat kejadian, polisi tak sempat menyelamatkan nyawa korban yang tergeletak di lantai kursi penumpang depan mobil sedan tersebut. Dalam dokumen yang dibuat anggota kepolisian, mobil diketahui berhenti dan terparkir lurus searah jalan raya tersebut. Kemudian, polisi menangkap pengemudi bernama Michael Andre Hancock di tempat kejadian tanpa kejelasan yang pasti tentang statusnya. Namun, saat diamankan, Hancock sempat mengalami sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tak hanya mengamankan Hancock, pihak kepolisian juga menemukan 10 selongsong peluru kaliber 40 di bahu jalan dan beberapa tanda peluru di sekitar tempat ditemukannya korban. “Kami sangat terganggu oleh peristiwa di Denver hari ini. Dia adalah pengemudi kontrak yang sudah bekerja sama dengan kami selama tiga tahun. Pikiran kami adalah dengan keluarga mereka yang terlibat, akses mengemudi ke aplikasi pun telah dihapus. Kami juga akan terus bekerja sama dengan polisi,” ujar seorang juru bicara Uber. Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi Selain insiden ini, pada Desember 2017, polisi Lebanon mengamankan seorang pengemudi Uber karena membunuh pekerja kedutaan Inggris Rebecca Dykes setelah percobaan perkosaan selama perjalanan. Dua tahun lalu, polisi negara bagian Michigan Amerika Serikat, menuduh seorang pengemudi Uber dengan enam tuduhan pembunuhan setelah dia diduga melakukan pembunuhan massal secara acak saat melewati kota Kalamazoo. Sedangkan pada November 2017 lalu, Komisi Utilitas Publik Colorado sempat mendenda Uber US$8,9 juta atau setara dengan Rp123 miliar karena memberikan izin pada 57 pengemudi yang tidak memiliki lisensi mengemudi yang valid setelah melakukan pelanggaran dan harusnya mendiskualifikasi mereka.

Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia

Atas dukungan negosiasi dari Menko Maritim Luhut B Panjaitan, rencana mogok ribuan pilot dan karyawan Garuda Indonesia akhirnya dapat diurungkan. Namun seperti telah diwartakan sebelumnya, pihak manajemen Garuda Indonesia sedari awal telah menyiapkan langkah mitigasi jika aksi mogok benar-benar dijalankan. Rencana mogok kerja yang sedianya berjalan di awal Juni 2018, jika terjadi dipastikan akan mengganggu pelayanan dan jadwal penerbangan, terlebih saat jelang peak season Mudik Lebaran 2018. Baca juga: Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal Merujuk ke beberapa pemberitaan, langkah mitigasi yang bakal dijalankan Garuda Indonesia adalah dengan menggandeng pihak TNI AU untuk menyiapkan pilot pengganti sementara. “Kami sudah meminta bantuan pilot TNI untuk dipinjamkan dan sudah disetujui oleh KSAU” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, dikutip dari tribunnews.com (3/6/2018). TNI AU seperti diketahui memiliki beberapa skadron angkut dengan basis tipe pesawat komersial, khususnya di platform Boeing 737 series, jenis pesawat narrow body yang ‘serupa’ dengan yang digunakan Garuda Indonesia. Untuk misi tersebut, Hengky menjelaskan jumlah pilot TNI AU yang akan membantu operasional Garuda Indonesia tidak akan mencapai 100 orang. Langkah mitigasi Garuda Indonesia dan kesiapan TNI AU tentu layak diapresiasi, namun apakah penerbang TNI AU bisa langsung mengawaki armada pesawat Garuda Indonesia? Jawaban untuk ini bisa beragam. Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 71 unit Boeing 737-800 dan satu unit Boeing 737 MAX8, pesawat twin jet tersebut digadang Garuda Indonesia untuk melayani rute domestik dan luar negeri jarak sedang. Sementara TNI AU atas hibah dari Garuda Indonesia dan Lion Air mengoperasikan Boeing 737-400/500. Memang di kelas Boeing 737 ada kesamaan penggunaan antara TNI dan Garuda Indonesia, tapi yang jadi pertanyaan, apakah pilot Boeing 737 TNI bisa langsung mengawaki Boeing 737 Garuda Indonesia yang disebut Next Generation? Pengamat dunia penerbangan, Gerry Soejatman menjelaskan kepada KabarPenumpang.com. “Secara teori dibutuhkan waktu transisi bagi pilot Boeing 737-400/500 untuk benar-benar menguasai instrumen Boeing 737-800/MAX8. Waktu transisi diperlukan karena adanya perbedaan generasi dan type rating terpisah. Waktu transisi biasanya digunakan untuk ground school sampai pelatihan dalam simulator selama 12 jam,” ujar Gerry. Ia menambahkan, waktu transisi yang dibutuhkan idealnya tidak kurang dari dua minggu, namun jika dipercepat bisa saja menjadi satu minggu dengan beragam konsekuensi. Baca juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia Itu semua baru mengatasi persoalan menerbangkan satu jenis pesawat, sementara Garuda Indonesia mengoperasikan beberapa jenis pesawat, termasuk jenis wide body seperti Boeing 777 dan Airbus A330. Nah, khusus untuk mitigasi pesawat wide body rasanya Garuda Indonesia tak bisa menggandeng TNI AU, jika terjadi mogok, maskapai plat merah ini kemungkinan harus menyewa pilot asing. Dan ketika keputusan menggunakan pilot asing ditempuh, maka persoalan antara manajemen dan pilot akan semakin membesar.

Frustasi, Warga London Setiap Hari Habiskan Waktu Rata-Rata 74 Menit di Kereta Komuter

Perjalanan yang lama akibat macet atau penuhnya kereta bisa membuat seseorang jenuh dan menjadi masalah tersendiri bagi pekerjaan mereka. Hal ini tengah dirasakan oleh warga London yang melakukan perjalanan pergi dan pulang rata-rata selama 74 menit setiap harinya. Baca juga: Menyoal Kepadatan Penumpang Kereta di Inggris, Desainer ini Adopsi Konsep Kursi Bar dan Jemuran Bahkan, menurut penelitian, masyarakat London menanggung beban yang berat dalam perjaanan mereka dan bila dihitung melebihi dua kali rata-rata dunia selama 40 menit. Tak hanya itu dua pertiga masyarakat London mengatakan, menggunakan transportasi umum merupakan bagian paling menegangkan dari kehidupan ibu kota. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bmmagazine.co.uk (2/5/2018), selama perjalanan sehari-hari merupakan kegiatan yang tidak menyenangkan saat masyarakat London mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk bekerja. Sehingga tidak mengherankan banyak pekerja profesional dan pebisnis yang mencari alternatif lain untuk bekerja. Data dari Departemen Transportasi Inggris, kereta yang penuh sesak membawa hampir dua kali lipat jumlah penumpang. Apalagi selama enam tahun terakhir, permintaan layanan kereta api ke London meningkat 12 persen. Diperkirakan juga pada awal 2030-an, kereta Waterloo pada jam sibuk akan memiliki penumpang yang padat dan berjejalan. Penumpang kereta dulunya pertahun hanya 800 miliar hingga akhir 1990-an dan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2015. Dengan tarif yang tinggi saat ini dan layanan kereta api yang sering tidak bisa diandalkan, membuat para penumpang frustasi. Karena alasan tersebut, banyak orang perlahan meninggalkan menggunakan kereta api dan memilih bekerja dari rumah sementara masyarakat London mengubah cara mereka bekerja untuk menghindari penggunaan kereta api. Tak hanya itu, tarif kereta api sendiri rata-rata naik 3,4 persen sejak 2013 lalu dan tiket murah saat ini hanya akan menjadi bagian dari masa lalu karena naik dua kali lebih cepat dibandingkan dengan gaji selama satu dekade. Bila di total lebih dari £3 ribu atau Rp55 juta sampai £5 ribu Rp93 juta pertahun penumpang kereta menghabiskan uang mereka tergantung rute perjalanan setiap harinya. Adanya masalah ini, membuat beberapa perusahaan membuat skema dimana memberikan pinjaman sepeda dan pelengkap keselamatannya untuk berangkat bekerja dibanding harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Bila dihitung untuk keuntungan finansial ini lebih hemat dan gaya hidup yang diterapkan lebih sehat serta ramah lingkungan. Baca juga: Urai Konsentrasi Kepadatan Lalu Lintas Darat, Phnom Penh Hadirkan Layanan Taksi Air Perdananya! Beberapa perusahaan pun menawarkan kemudahan ataupun bekerja jarak jauh (remote). Kerja yang fleksibel bisa berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental serta produktivitas karyawan. Selain itu dengan bekerja jarak jauh penuh waktu memang tidak mungkin dilakukan, tetapi pertimbangan beberapa perusahaan untuk memudahkan karyawannya melakukan sesekali seperti di rumah atau ruang kerja dekat mereka satu atau dua kali seminggu terlihat memungkinkan. Tak hanya mengurangi kepadatan kereta api, dengan cara ini perusahaan juga menghemat biaya ruang kantor dan tagihan lainnya.