Menko Maritim Turun Tangan, Rencana Mogok Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Pun Batal
Meski langkah mitigasi telah disiapkan Garuda Indonesia, ancaman pemogokan pilot dan karyawan maskapai flag carrier ini sontak menjadi perhatian besar bagi banyak pihak. Betapa tidak, 1.370 pilot Garuda Indonesia berencana akan melakukan mogok kerja, terhitung sejak 30 hari kerja sejak tuntutan mereka diutarakan ke publik, yang jika diartikan bakal bertepatan dengan periode peak season musim Mudik Lebaran 2018.
Baca juga: Jika Terjadi Pemogokan Pilot dan Karyawan, Garuda Indonesia Telah Siapkan Langkah Mitigasi
Namun sikap Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) belakangan telah melunak dan sepakat untuk tidak melaksanakan aksi mogok pada periode peak season Lebaran. Melunaknya APG dan Sekarga disebut-sebut setelah Menko Maritim Luhut B Panjaitan turun tangan, dan memberi himbauan karena langkah mogok kerja akan mengganggu ketertiban umum dan mengganggu hak-hak pelayanan konsumen.
Dikutip dari siaran pers Garuda Indonesia (2/6/2018), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan “Kami menyampaikan apresiasi terhadap APG dan Sekarga yang tetap mengedepankan kepentingan nasional dan komitmen pelayanan operasional terhadap konsumen di periode peak season ini”.
“Pada kesempatan ini kami menyambut Baik komitmen dan dukungan Menko Maritim dalam mendukung upaya peningkatan kinerja operasional Garuda Indonesia khususnya terkait penyelarasan dinamika hubungan industrial melalui jalur dialog”, jelas Pahala
“Perlu kiranya kami tegaskan bahwa manajemen telah berkali-kali membuka ruang diskusi kepada rekan rekan APG dan Sekarga untuk mencapai titik temu terkait dengan perspektif APG dan Sekarga terhadap keberlangsungan operasional perusahaan. Karena lebih dari 90 persen aspirasi tuntutan karyawan kepada perusahaan telah dipenuhi oleh manajemen, dan tidak ada issue kesejahteraan karyawan yang menjadi penyebab rencana mogok APG dan Sekarga”. jelas Pahala.
Ancaman aksi mogok dari pilot dan karyawan Garuda Indonesia didasari atas protes terhadap kondisi perusahaan saat ini. Ketua umum Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution menjelaskan, kondisi keuangan Garuda semakin menurun dilihat dari net profit loss atau rugi bersih 2017 yang naik signifikan yakni US$213,38 juta dollar dari tahun sebelumnya yang hanya US$9,36 juta.
Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic
Menurut Sekarga, hal tersebut diakibatkan kegagalan manajemen PT Garuda Indonesia di antaranya dalam penjadwalan kru. Sehingga adanya pembatalan dan penundaan penerbangan, serta adanya jabatan direktur kargo yang tidak dibutuhkan.
Pria Depresi Tewas di Bandara Turki Setelah Batal Pulang ke Inggris
Seorang pria tewas setelah jatuh dari ketinggian 50 kaki atau sekitar 15 meter di bandara Turki. Saksi yang melihat kejadian ini mengatakan bahwa korban melakukan dengan sengaja dan terlihat depresi sebelum melompat.
Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan
KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (30/5/2018), Andrew Westlake, pria yang tewas setelah loncat dari balkon terminal bandara Dalaman Turki. Diketahui, Westlake menunggu selama tiga hari untuk penerbangan pulang kembali ke Inggris setelah ketinggalan pesawat.
Pria berusia 30 tahun tersebut diketahui pergi ke Turki bersama dengan kekasih dan putri kecilnya yang berusia satu tahun. Sebelum loncat dari balkon terminal, Westlake saat itu diduga dikeluarkan dari pesawat Jet2 karena alasan keamanan setelah berdebat dengan awak kabin sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat.
Karena di anggap berbahaya, kapten pesawat memerintahkan kru untuk mengawalnya dari penerbangan. Kemudian dia melompat dari balkon terminal yang mengakibatkan tulang rusuknya patah.
Kemudian pada Selasa (29/5/2018) tak lama setelah Westlake melompat dari balkon, pihak medis langsung membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sayang, nyawanya tidak selamat setelah dua hari dirawat dirumah sakit. Seorang penumpang bernama Bobby Youngson mengatakan, dirinya sedang menuju keterminal kedatangan hendak mengambil tas dan mendengar seorang wanita berteriak ada yang melompat.
“Saya berlari ke arah balkon dan melihat dia sudah jatuh di antai bawah,” ujarnya.
Kemudian saksi lainnya mengatakan, saat Westlake terjatuh, petugas Thomas Cook Airlines menolongnya dan saksi tersebut mengatakan, “ketika kami berbicara dengan perwakilan maskapai yang pergi ke sana, dia mengatakan bahwa hanya ingin itu berakhir.”
Atas insiden ini, juru bicara kantor Luar Negeri Turki mengatakan, pihaknya mendukung keluarga Westlake untuk membawanya kembali ke Inggris dan berhubungan dengan otoritas lokal.
Baca juga: Jendela Bagian Dalam Pesawat Lepas, Tiga Penumpang Cidera dan Lainnya Panik
“Karena penyelidikan sedang berlangsung, tidak pantas bagi kami untuk berkomentar lebih jauh, namun kami ingin menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan teman-teman pelanggan pada saat yang sangat menyedihkan ini,” ujar juru bicara Jet2.
Insiden tewasnya Westlake ini, membuat keluarga dan tempat kerjanya ikut berduka. Pauline Butler, bibi dari Westlake mengatakan, ibunya yakni June sangat sedih dan hampir tak bisa bicara sama sekali. Sebab, bapak satu anak tersebut sangat mencintai keluarganya.
Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni Resmi Berganti, Inilah Perbedaannya!
Tepat pukul 00.00 WIB, 1 Juni 2018, sistem pengelolaan tiket di Pelabuhan Ferry Merak – Pelabuhan Ferry Bakauheni telah berganti. Dini hari tadi sistem pengelolaan tiket di lintasan tersibuk di Tanah Air telah berganti dari pengelolaan yang selama ini dilaksanakan PT Mata Pensil Globalindo (MPG) ke sistem eksisting PT ASDP Indonesia Ferry.
Baca juga: Jelang Mudik 2018, Ada Perubahan Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni
Seperti apakah sistem tiket baru yang telah ditetapkan di dua pelabuhan tersebut? Bagi warganet dan calon pengguna jasa ini menjadi tanda tanya tersendiri, mengingat tak lama lagi akan masuk musim Angkutan Lebaran 2018, dimana trafik dan lonjakan penumpang Jawa-Sumatera akan meningkat drastis.
Lonjakan trafik kendaraan dan penumpang menjadi momok tersendiri bagi penyedia jasa angkutan, adanya pengumpulan massa dalam jumlah besar di satu titik, sontak menyiratkan mimpi buruk adanya macet parah dan antrean panjang yang mengular hingga luar pelabuhan.
Dari pantuan tim KabarPenumpang.com di Pelabuhan Merak pasca pergantian sistem, saat itu trafik pengguna jasa baik kendaraan dan penumpang relatif ‘landai,’ tidak terlalu ramai, sehingga proses pergantian sistem dari PT MPG ke PT ASDP berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Untuk menjamin kelancaran transaksi, PT ASDP tetap memanfaatkan jasa operator/petugas loket (toll gate) yang selama ini sudah terbiasa menangani transaksi harian. Dengan begitu tak diperlukan training bagi petugas di sistem tiket baru.
Walau proses perpindahan sistem tiket lancar, kami memantau ada beberapa ‘kerawanan’ yang berpotensi terjadi pada penerapan sistem tiket baru di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Dari kelengkapan tools di loket/toll gate, tidak terlihat adanya perangkat scan ID, artinya petugas tiket menginput data penumpang dari KTP atau SIM secara manual ke PC/desktop. Yang diinput pun hanya nama, jumlah penumpang, usia dan alamat. Khusus pada toll gate yang diinput petugas tiket adalah nomer polisi, jumlah penumpang dan nama pengemudi.
Model input manual di atas sebenarnya cukup rawan dalam hal manifes, pasalnya belum tentu petugas tiket dapat menginput data identitas secara akurat, terlebih pada peak season dengan tekanan antrean panjang membuat petugas gamang. Pun petugas tiket harus meng-handle transaksi uang kembalian.
Sebagai perbandingan, pada sistem e-ticketing yang selama ini dijalankan PT MPG sudah mengadopsi scanner, alhasil informasi yang ada di kartu identitas penumpang terekam penuh dalam wujud image. Proses transaksi tiket juga lebih cepat dan minim error.
Pada sistem tiket baru, tidak ada sensor penentu golongan di toll gate, kini penentuan golongan kendaraan yang masuk ke pelabuhan dilakukan sepenuhnya oleh petugas, yang di masa lalu kerap dituding berpotensi munculnya kasus ‘penurunan golongan’ pada kendaraan niaga.
Kasus ‘tiket muter’ atau penjualan secara ilegal juga menjadi isu yang mencuat kembali, selain pengelola pelabuhan yang dibuat rugi, mitra swasta pemilik kapal juga mengalami kerugian besar akibat berkurangnya tiket yang tidak bisa di klaim.
Baca juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan
La Mane, Direktur Teknik dan Operasional PT ASDP Indonesia Ferry dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta (30/5/2018), menyebut sistem tiket yang diterapkan di Merak-Bakauheni saat ini adalah bersifat sementara, nantinya akan diterapkan sistem e-ticketing yang lebih maju. “Sistem e-ticketing yang kami kembangkan memang belum siap saat ini, terlebih untuk menghadapi musim Mudik Lebaran, intinya masih dalam persiapan,” ujar La Mane kepada KabarPenumpang.com.
Menyikapi perubahan sistem pengelolaan tiket, La Mane berjanji akan memberi sanksi berat jika ada oknum dari ASDP yang terbukti ‘nakal,’ ancaman pemecatan langsung akan diterapkan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry bila di lapangan ditemui kasus pelanggaran prosedur.
Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan
Dalam mendukung program Mudik Lebaran 2018, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 217 unit kapal yang akan melayani tujuh lintasan utama. Ketujuh lintasan tersebut adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api.
Baca juga: Jelang Mudik 2018, Ada Perubahan Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni
Dari tujuh lintasan tersebut, BUMN Transportasi ini dapat mengangkut 4.222.071 orang pemudik dan 1.014.955 unit kendaraan selama periode mudik pada H-1 hingga H+7 Lebaran.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan karakteristik layanan angkutan Lebaran tahun ini akan berbeda dibandingkan tahun lalu. Arus mudik dan balik diperkirakan jauh lebih lancar menyusul ketentuan cuti bersama yang relatif panjang sehingga periode waktu libur juga lebih lama. Dengan karakteristik cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan libur kenaikan kelas anak sekolah yang bersamaan, diperkirakan puncak arus terjadi dua kali, yakni saat mudik terjadi pada Senin (11/6) dan Selasa (12/6) dan puncak arus balik pada Selasa (19/6) dan Rabu (20/6).
PT ASDP juga telah mempersiapkan layanan dan fasilitas pendukung mulai dari layanan pre journey, pengguna jasa dapat melakukan pembelian tiket berjadwal secara online maupun go-show, pembelian melalui buffer zone (rest area KM43 Tol Tangerang-Merak) yang dimulai sejak H-7. Kinerja port time (waktu loading kapal) dipersingkat dari 1 jam menjadi 45 menit, dan khusus di Pelabuhan Merak, dermaga VI akan dioperasionalkan untuk pemudik sepeda motor.
Baca juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang
Dalam hal durasi perjalanan, PT ASDP memaksimalkan kecepatan kapal agar dapat dipacu lebih dari 10 knot, waktu pelayaran maksimal 2 jam (lintasan merak-bakauheni), pengaturan jadwal kapal lebih tepat waktu, pengoperasian kapal ukuran besar saat peak hour, dan menyiapkan tempat istirahat di pelabuhan jika penumpang harus menunggu lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan.
Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil
Memarkirkan mobil di tempat terbuka saat siang hari dan matahari sedang terik-teriknya di musim panas atau kemarau beresiko membuat suhu dalam kabin meningkat dibandingkan di lokasi yang tertutup. Sebab dengan memarkirkan kendaraan diluar, sinar matahari akan langsung menyinari kendaraan secara langsung tanpa terhalang apapun.
Baca juga: Ketika Mobil Mogok di Atas Rel Kereta, Inilah Solusi Mengatasinya
Tak hanya itu, material yang ada di dalam mobil bisa menyimpan panas yakni seperti dashboard, jok, door trim dan lainnya. Sehingga saat seperti ini pendingin udara atau AC menjadi salah satu fitur penting.
Hal tersebut dikarenakan, AC bisa meredakan panas dalam kabin setelah terjemur sinar matahari. Walaupun memiliki fungsi untuk menyejukkan, tetapi pengguna mobil sering kali berlebihan menggunakannya.
Sehingga bisa berimbas efek buruknya pada sistem kinerja AC yang melebih berat sampai sisi efisiensi bahan bakar mobil menjadi lebih boros. Untuk mengurangi efek samping dari penggunaan AC yang diforsir saat udara panas, berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum tipsnya.
Baiknya saat udara panas di dalam kabin meningkat, jangan langsung menyalakan AC. Ini karena AC akan dipaksa bekerja lebih keras dan lama untuk mendinginkan suhu dalam kabin.
Kemudian buka kaca mobil terlebih dahulu agar panas dalam kabin mobil berkurang dan terganti dengan udara yang lebih segar. Membuka kaca mobil juga tidak salah saat kendaraan sudah melaju beberapa meter supaya udara bisa lebih cepat berganti.
AC bisa dihidupkan saat udara tidak lagi terasa pengap. Namun, setelah AC dihidupkan, bukan berarti kaca mobil langsung ditutup, melainkan membuka sebesar lima sentimeter di kaca kursi belakang.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan udara panas benar-benar sudah keluar dari dalam kabin. Setelah itu jendela bisa ditutup dan menikmati hembusan AC mobil.
Baca juga: Ingin Bantu Perangi Polusi Udara? Simak Tips Mudahnya di Sini!
Saat menyalakan AC pun, baiknya tidak dengan volume yang terlalu dingin. Selain boros freon, dengan volume yang biasa saja AC bisa membuat kabin tidak panas dan adem.
Selain AC, tips penting lainnya adalah memarkirkan mobil ditempat yang teduh dan bila harus memarkirkan mobil di luar, tutup kaca depan untuk meminimalisir panas yang masuk ke kabin. Kemudian, buka sedikit kaca mobil sekitar satu ruas jari. Ini berfungsi untuk sirkulasi udara sehingga hawa panas tidak terperangkap dalam mobil.
Ganja Legal, San Diego Adakan Tur Keliling Kebun
Beberapa negara kini sudah melegalkan ganja untuk dijual secara bebas. Di California, ganja bisa dibeli bagi mereka yang sudah berusia 21 tahun ke atas, sedangkan di San Diego tak hanya membuka jalur udara industri ganja tetapi juga bisnis melayani wisatawan.
Baca juga: Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan
KabarPenumpang.com melansir dari laman sandiegoreader.com (7/5/2018), membuka tur dengan nama West Coast Cannabis Tours. Ini adalah usha bisnis yang dimiliki oleh Todd Green dimana membawa pelanggan menikmati perjalanan bukan hanya ke tempat pembuatan bir ataupun kebun anggur melainkan ke kebun yang berisikan ganja.
Perhentian pertama adalah klinik yang berisikan ganja kemudian kelas tempat cara meniup ganja di dengan alat kaca. Pelanggan penikmat tur ini sendiri dari para penikmat rokok hijau hingga para ahli lainnya yang memiliki pikiran sama.
Green mengatakan, dengan bisnis ganja yang dibuat ini adalah pasar baru untuk meningkatkan pendapatan. Di Pantai Barat ada dua bus dengan kapasistas 28 dan 40 penumpang untuk tur kebun ganja tersebut.
Tur ini sendiri mengabiskan biaya US$99 setara Rp1,3 juta untuk Buds dan Brews serta turis yang mengikuti tur ini berasal dari dalam dan luar negeri. Pengunjung juga termasuk dari daerah Orange dan Los Angeles. Tetapi sebelum pengunjung menikmati tur, mereka akan dipersilahkan menyalakan alat hisap kaca untuk menikmati ganja di dalam bus tersebut.
MJ Tur California mengatakan anggur dan tur ganja ini akan beroperasi dalam skala yang lebih kecil. Dimana limusin bus yang berisi 14 orang akan lebih bauk dengan getaran pesta yang relatif di Pantai Barat.
“Kami beroperasi di bawah undang-undang partai bus charter yang menyatakan selama pengemudi diblokir, tidak apa-apa,” ujar Kaylena Pinuelas.
Di California, operasi bus charter diatur oleh Komisi Utilitas Publik, yang mengeluarkan berhenti dan berhenti pada Green dan Pinuelas awal tahun ini, lalu dengan cepat mencabutnya. Itu karena pembaruan pada bagian 23220 kode kendaraan negara bagian, yang menyatakan pengemudi atau penumpang, “tidak boleh minum minuman beralkohol apa pun”, saat di jalan raya.
Baca juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara
Anggota parlemen negara menambahkan kata-kata “atau merokok atau menelan marijuana atau ganja,” untuk juga melarang merokok dan mengemudi. Namun, bagian selanjutnya, 23229, secara eksplisit mengecualikan bus charter pribadi dari keharusan untuk mematuhi bagian kode tertentu.
Dimana pengemudi secara jelas terpisah dari penumpang, termasuk ventilasi udara terpisah, hukum yang sama memungkinkan penumpang bus pesta untuk minum, sekarang memungkinkan mereka untuk menelan ganja, secara semestinya.
Jelang April 2019, Inilah Beragam Strategi PT MRT Jakarta Agar Kondisi Sekitar Stasiun Kondusif
Demi menyediakan layanan terbaiknya pada bulan April 2019 mendatang, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) kini tengah disibukkan dengan memberikan pelatihan kepada sejumlah tenaga kerjanya, bahkan diantara mereka ada yang sampai dikirimkan ke luar negeri demi mendapatkan pengalaman bekerja yang relevan dengan teknologi yang digunakan oleh PT MRTJ sendiri.
Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum
Selain itu, perusahaan yang akan menghadirkan sistem Metro pertama di Indonesia ini pun baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan ‘saudara tua’, PT KAI. “Tanggal 11 Mei kemarin, kami telah bekerja sama dengan PT KAI dalam rangka knowledge sharing,” tutur Agung Wicaksono selaku Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRTJ, ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (30/5/2018) dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta.
Tidak hanya itu, Agung pun menambahkan bahwa PT MRTJ sendiri telah melakukan Ridership Survey via online yang ditujukan agar perusahaan mengetahui seberapa besar minat masyarakat Ibukota akan moda yang menggunakan sistem persinyalan canggih, Communication Based Train Control (CBTC) ini.
“Kami telah melakukan survey secara online, dan hasilnya sangat memuaskan. Sebanyak 65,5 persen dari 10.073 responden bersedia untuk beralih menggunakan MRT,” terang salah satu mantan pejabat di Kementerian ESDM era Sudirman Said ini. Jumlah responden tersebut pun mewakili sejumlah moda transportasi, seperti mobil dan motor pribadi, Bus TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek, hingga layanan ride-sharing seperti Gojek dan Grab.
Nah, menyinggung soal layanan ride-sharing tersebut, dewasa ini keberadaannya sudah menjamur dan kerap kali menjadikan stasiun sebagai tempat mereka menjaring penumpang. Alhasil, lingkungan di sekitar stasiun menjadi semakin crowded akibat puluhan hingga ratusan ojek online yang seolah mengindahkan marka jalan dilarang parkir yang terpasang di sekitar stasiun tersebut.
Menanggapi kemungkinan hal yang sama terjadi pada stasiun MRTJ kelak, Direktur Utama PT MRTJ William Sabandar mengatakan pihaknya masih melakukan sejumlah langkah agar kejadian yang sama tidak terjadi pada stasiun MRTJ kelak.
“Kami masih melakukan sejumlah analisis lingkungan, mempertimbangkan konsep pembangunan spot drop off, park and ride, hingga melakukan kerja sama dengan sejumlah operator transportasi,” ujar William pada kesempatan yang sama. “Singkatnya, kami akan memastikan agar ketika MRTJ beroperasi nanti, lingkungan sekitar stasiun tetap kondusif,” tutupnya.
Baca Juga: Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta
Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini adapun progres konstruksi per tanggal 25 Mei 2018 sudah mencapai angka 94,19 persen, dengan rincian Stasiun Lebak Bulus (elevated section) 91,82 persen, dan Stasiun Senayan (underground section) 96,59 persen.
William pun sempat membocorkan rencana uji coba Train set pertama pada bulan Juni mendatang, disusul dengan train set kedua pada bulan Juli. Kedua uji coba ini nantinya akan bertempat di Depo Lebak Bulus. Sedangkan pada Agustus dan November mendatang, PT MRTJ sedianya akan melakukan uji coba kedua train set tersebut di Mainline Fase 1 Lebak Bulus – Bunderan HI.
Jelang Mudik 2018, Ada Perubahan Sistem Tiket di Pelabuhan Ferry Merak-Bakauheni
Mulai 1 Juni 2018, tepat pukul 00.00 rencananya PT ASDP Indonesia Ferry akan melakukan penggantian sistem tiket di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Hal tersebut telah disampaikan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, penggantian sistem tiket di kedua pelabuhan utama ini menjadi isu yang mencuat ditengah kesiapan ASDP dalam menggelar layanan mudik Lebaran 2018 yang tak lama lagi akan dijelang.
Baca juga: Mengenal Jenis Tarif di Lintasan Ferry Terpadat, Merak – Bakauheni
Seperti apakah sistem tiket baru yang akan diterapkan ASDP di lintasan tersibuk di Indonesia, pastinya mengundang tanya, lantaran Merak-Bakauheni adalah urat nadi transportasi darat/laut yang menghubungkan Jawa-Sumatera.
Menjawab pertanyaan KabarPenumpang.com dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta (30/5/2018) seputar penggantian sistem tiket, Ira Puspadewi menyebut hal itu didasari telah berakhirnya masa kontrak dengan penglola tiket saat ini. Seperti diketahui, pengelolaan tiket di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni sejak tiga tahun belakangan dikelola oleh mitra PT Mata Pensil Globalindo (MPG).
Dengan pola KSO (Kerjasama Operasi), lintasan Merak – Bakauheni telah dilengkapi dengan sistem electronic ticketing system, informasi manifes penumpang terpadu dan pengelolaan transaksi keuangan yang transparan. Berkat adopsi e-ticketing, serangkaian ‘kebocoran’ transaksi keuangan yang marak terjadi di dua pelabuhan tersebut dapat ditekan. Dampaknya sangat positif dari sisi pengelola pelabuhan dan pemilik kapal, pun pendapatan ASDP di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni meningkat signifikan dalam tiga tahun belakangan.
Lantas seperti apa e-ticketing gaya baru yang akan digelar PT ASDP? “Saat ini kami tengah mempersiapkan implementasi sistem e-ticketing yang dikelola dan dikembangkan sendiri. Sistem e-ticketing yang akan diterapkan ini sepenuhnya berada di bawah kontrol PT ASDP dan desain kartu RFID yang diterapkan dapat disesuaikan dengan golongan pengguna jasa, sehingga validitas golongan dan pembayaran terjaga dengan baik,” ujar Ira.
Berdasarkan pantauan tim KabarPenumpang.com di Pelabuhan Merak pada Rabu (30/5) kemarin, belum terlihat adanya pengerjaan infrastruktur baru di Pelabuhan Merak, pengoperasian tiket masih seperti biasa yang dilakukan bersama PT MPG menggunakan sensor auto golongan dan scan ID pada loket penumpang. Masih terlihat ‘sepi’ nya Pelabuhan Merak ditanggapi La Mane, Direktur Teknik dan Operasional PT ASDP Indonesia Ferry, “Sistem e-ticketing yang kami kembangkan memang belum siap saat ini, terlebih untuk menghadapi musim Mudik Lebaran, intinya masih dalam persiapan,” ujar La Mane kepada KabarPenumpang.com.
Meski tak mau menjelaskan seperti apa sistem e-ticketing yang nantinya diimplementasi, namun La Mane optimis, menyambut musim Mudik ini pihaknya telah siap mengantisipasi dengan penggantian sistem tiket. Sepintas Ia menyebut akan menerapkan pola lama yang ada di Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk, tiket tetap dengan RFID, manifes tetap disiapkan dan ada penambahan tiga lapisan keamanan untuk mencegah ‘kebocoran’ transaksi.
Baca juga: PT Mata Pensil Globalindo Raih Hak Cipta Teknologi “Automatic Vehicle Classification”
Nah, seperti apa persisnya sistem tiket baru di lintasan Merak-Bakauheni? Tunggu update dari kami selanjutnya.

