Keseriusan Uber dalam menyediakan layanan taksi udara tak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun masih harus menunggu ketukan palu dari pihak regulator tentang keabsahan pengoperasiannya kelak, namun Uber seolah tidak ingin upayanya tersebut berjalan di tempat. Jika ditinjau lebih mendalam, hadirnya layanan semacam taksi udara memang diperkirakan dapat memecah konsentrasi kepadatan kendaraan di darat yang belakangan ini sudah semakin tidak bisa ditolerir.
Baca Juga: Inilah Layanan Antar Kirim Barang (Juga Makanan) via Jalur Udara Versi Uber!
Maka dari itu, perusahaan yang didirikan atas jasa Travis Kalanick dan Garrett Camp ini terus mengembangkan inovasinya yang diberi nama Uber Elevate. Setelah dalam pemberitaan terakhir Uber memutuskan untuk memprakarsai jasa pengiriman menggunakan drone, kini perusahaan yang didirikan pada Maret 2009 ini diketahui tengah mempersiapkan program riset taksi terbangnya tersebut yang berfokus di Perancis.
Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (25/5/2018), ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan Uber sebelum merealisasikan salah satu impian perusahaannya ini. Sebut saja penggunaan baterai yang compatible menjadi salah satu fokus perusahaan. Dapat Anda bayangkan jika si taksi udara yang tengah menjalankan tugasnya kelak dan mengalami masalah pada baterai? Terjun bebas dari ketinggian bersama penumpang merupakan gambaran paling nyata yang terpampang.
Di luar daripada konteks baterai, penggunaan mesin pun Uber kudu pilah-pilih. Mereka enggan menerima komplain dari penumpang akibat ada kendala pada bagian mesinnya, atau mengantarkan penumpang dengan kondisi perjalanan yang tidak mulus akibat penggunaan mesin yang kurang andal. Uber sangat mencegah hal tersebut terjadi.
Di Advanced Technologies Center Paris (ATCP), pusat penelitian pertama di luar Amerika Utara, Uber mengatakan fokus pertamanya adalah membangun sistem intelijen buatan dan manajemen lalu lintas udara. Ini akan menjadi kunci, katanya, untuk penerbangan demonstrasi pertama yang direncanakan untuk 2020 mendatang.
Baca Juga: Uber Eats, Serasa Tak Percaya Diri Masuk ke Pasar Indonesia
Pihak Uber juga mengungkapkan telah meneken kontrak kerja lima tahun bersama École Polytechnique Fédérale de Lausanne, sebuah lembaga asal Swiss yang memiliki catatan impresif di sektor robotika dan drone. Kemitraan ini akan mengeksplorasi pendekatan baru untuk manajemen lalu lintas udara, termasuk bagaimana mengintegrasikan taksi terbang di langit Eropa. Kucuran dana sebesar US$23 juta atau yang setara dengan Rp322 miliar telah dikeluarkan dari kas Uber guna menjalin kerja sama selama lima tahun ke depan ini.
Kecelakaan mobil dalam berkendara bisa terjadi kapan saja. Tak hanya itu, karena kecelakaan bisa menyebabkan seseorang stres dengan pikiran apa yang harus dilakukan seperti apakah harus memindahkan mobil? menelpon polisi atau klaim asuransi?
Baca juga: Yang Harus Diingat dari Asuransi Penumpang
Pertanyaan ini membuat diri menjadi lebih sakit apalagi jika Anda menjadi korbannya. KabarPenumpang.com merangkum bahwa ada langkah-langkah yang bisa membantu Anda mengambil keputusan saat mengalami kecelakaan. Berikut pertimbangan yang bisa diambil setelah mengalami kecelakaan mobil.
1. Merasakan cedera
Jika saat kecelakaan dan mengalami luka, baiknya hubungi ambulans, polisi atau meminta bantuan orang lain. Jika terluka parah baiknya tidak bergerak dan tunggu petugas medis datang membantu.
2. Lihat kondisi penumpang
Jika pengemudi tidak mengalami luka serius bisa melihat keadaan penumpang lain di mobil. Bila terlihat luka maka hubungi medis dan meminta pertolongan orang lain yang lewat untuk membantu pertolongan pertama.
3. Mengamankan diri
Saat terjadi kecelakaan dan berada di tengah jalan dan masih bisa bergerak, baiknya berpindah perlahan ke sisi jalan atau trotoar. Ini akan menjauhkan Anda dari kecelakaan yang lebih parah.
4. Hubungi polisi (112)
Menghubungi polisi itu penting bagaimanapun kondisi kecelakaannya. Kecelakaan kecil atau besar bisa dibantu secara hukum. Petugas kepolisian yang merespon akan membuat laporan kecelakaan dan mendokumentasikannnya.
5. Tunggu bantuan
Selagi menunggu bantuan dar pihak kepolisian atau ambulans, mesin kendaraan bisa dimatikan dan menyalakan lampu tanda untuk memperingatkan kendaraan lainnya yang akan melintas.
6. Memberikan informasi kepada pemberi bantuan
Dengan memastikan Anda dan penumpang lain tidak terluka bisa memberikan informasi lengkap kepada pengemudi lain jika ada yang melintas dan membantu. Lokasi kejadian juga penting selain informasi lengkap tentang data diri.
Bila Anda tidak terlalu parah lukanya dan masih bisa memberikan dengan jelas informasi, tanyakan ke polisi ketika mereka tiba untuk meminta salinan laporan kecelakaan tersebut. Memfoto semua sudut kendaraan untuk menunjukkan kerusakan mobil. Bila ditabrak kendaraan lain bisa memfoto plat mobil itu. Tulis semua nama yang terlibat termasuk penumpang kendaraan lain. Tak lupa berkomunikasi dengan saksi jika ada yang melihat kejadian tersebut.
Baca juga: SafeDrive, Bantu Anda Hadapi Kondisi Darurat Selama Berkendara7. Perhatikan petunjuk dan mulai proses klaim
Setelah kecelakaan mungkin Anda menghubungi pihak asuransi dan menanyakan secara jelas apa yang diperlukan untuk proses klaim serta apa yang terjadi selama proses klaim. Kecelakaan sendiri bisa menyebabkan seorang pengemudi berpengalaman merasa lelah, tapi dengan mengikuti langkah ini bisa membantu melindungi dari kekhawatiran yang tidak perlu. Sehingga Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk memperbaiki kendaraan dengan lancar dan secapt mungkin.
Bagi Anda yang memiliki kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, tentu Anda pernah dihadapkan pada situasi dimana Anda harus memilih ban mana yang cocok untuk kendaraan Anda, bukan? Khusus untuk pengguna kendaraan roda empat, patut Anda ketahui bahwa tidaklah semua ban sama. Ada kriteria tertentu yang sedikit banyaknya akan mempengaruhi kinerja pengoperasian dari kendaraan.
Baca Juga: Persiapan Musim Salju, Translink ‘Selimuti’ Ban Pada Armada Bus
Nah, sekarang, coba Anda perhatikan sisi luar dari ban tersebut dan perhatikan alfabet yang tertera. Ya, dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, secara keseluruhan, ban kendaraan roda empat itu sendiri terbagi ke dalam dua kategori, Passenger Tires (P) dan Light Truck Tires (LT). Sesuai dengan namanya, sudah barang tentu penggunaan kedua jenis ban ini pun dapat dikualifikasikan dari jenis kendaraan itu sendiri. Seperti yang sudah disinggung di atas, kendati kedua jenis ban ini secara kasat mata hampir sama, namun peruntukkan dan total beban yang dapat diangkut oleh kedua jenis ban ini tentulah berbeda.
Sumber: discounttiredirect.com
Untuk Passenger Tires, ban jenis ini dirancang untuk kendaraan-kendaraan dengan ukuran bodi yang kecil, seperti minivan, SUV, CUV, hingga truk kecil dan kendaraan setengah ton.
Sedangkan Light Truck Tires seyogyanya dipasangkan pada kendaraan 3/4 ton, SUV berukuran besar, Van, dan truk besar lainnya.
Sumber: discounttiredirect.com
Passenger Tires dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, seperti minim getaran, mampu beradaptasi dengan medan apapun (jalanan basah maupun kering), dan menyediakan daya dukung beban yang memadai. Sementara itu, ban jenis ini tidak cocok jika dipasangkan pada kendaraan besar yang kerap membawa beban berat seperti truk, van, dan lain-lain.
Karena didesain untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, ban jenis ini tidak cocok pula jika digunakan pada medan off-roads dan tidak tahan tusukan batu atau kerikil tajam layaknya Light Truck Tires.
Sementara itu, karena kapasitas beban angkut Light Truck Tires yang jauh lebih besar, maka para produsen ban merancang mereka lebih kasar dan sedikit lebih tahan lama. Ban-ban semacam ini dinilai sempurna untuk kondisi jalan yang tidak rata, berlubang, dan bebatuan.
Tidak hanya itu, bagian sisi ban yang didesain lebih keras ketimbang Passenger Tires akan berdampak pada perjalanan yang lebih ‘keras’ karena ban jenis ini tidak menyerap guncangan dan getaran.
Baca Juga: Pegangan di Belakang Bus, Pria Rollerblades Ini Melaju 20 Detik
Berbanding terbalik dengan Passenger Tires, Light Truck Tires lebih cocok digunakan pada kendaraan-kendaraan yang menempuh medan off-roads atau bebatuan. Dengan dukungan dari kekerasan ban yang memadai, maka tidak heran jika Light Truck Tires lebih memiliki resistensi terhadap batuan tajam.
Sekarang, sudah Anda semua sudah tahu kan perbedaan dari kedua jenis ban di atas? Pastikan kendaraan Anda dilengkapi dengan ban yang sesuai supaya dapat lebih menunjang pengoperasiannya.
Tragis, seorang penumpang pria ditemukan tak bernyawa dalam toilet kereta api setelah meninggal lebih dari dua hari. Insiden tragis ini terjadi saat penumpang pria tersebut menelepon istrinya dan mengatakan tidak nyaman.
Baca juga: Diterjang Badai Salju, Halte Bus di Cina Ambruk Tewaskan Calon PenumpangKabarPenumpang.com melansir dari laman newindianexpress.com (29/5/2018), bahwa penumpang pria tak bernyawa tersebut bernama Sanjay Agarwal. Dia diketahui melakukan perjalanan dari Kanpur ke Tundla di kereta Express dari Patna ke Kota pada 24 Mei 2018 kemarin.
Awalnya tak lama setelah naik kereta, Sanjay sempat bertelepon dengan istrinya. Dia mengatakan, merasa tidak enak dengan tubuhnya dan setelah telepon tersebut, Sanjay tak lagi bisa dihubungi oleh istrinya.
Karena tak lagi bisa menghubungi suaminya, istri Sanjay kemudian menghubungi petugas kereta api dan mulai mencarinya kemana-mana. Diketahui, saat itu, kereta yang membawa Sanjay telah sampai di Kota dan akan memuai perjalanannya kembali ke Patna setelah 40 menit berhenti untuk menunggu penumpang naik.
“Jenazah Sanjay akhirnya ditemukan pada 27 Mei dari kereta nomor S1 di Patna,” ujar seorang pejabat kereta api.
Penemuan lama tersebut diakibatkan istri Sanjay memberikan nomor kereta yang salah. Pejabat kereta mengatakan, istri Sanjay memberikan nomor kereta 13237, namun ternyata Sanjay menaiki kereta bernomor 13239.
“Dia mengatakan, suaminya berada di kereta ber-AC ketika bepergian dengan kereta tidur,” ujar pejabat kereta api.
Tahun 2017 lalu, insiden serupa terjadi pada seorang penumpang kereta api Majapahit jurusan Jakarta-Blitar yang tewas di toilet kereta. Korban bernama Sholeh tersebut diduga meninggal saat memasuki wilayah Ngantru menuju stasiun kota Tulungagung.
Korban meninggal setelah bolak balik toilet karena sakit dan terakhir Sholeh tidak keluar dari toilet. Petugas kemudian saat sampai di Stasiun Ngantru korban dalam keadaan meninggal dan di Stasiun Tulungagung toilet kereta di congkel dan korban dikeluarkan kemudian di bawa ke RS dr. Iskak Tulungagung.
Baca juga:Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret
Diketahui, korban meninggal saat dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk mengadiri hajatan. Korban pergi sendirian untuk menyusul istrinya yang sudah pulang ke Blitar terlebih dahulu.
Meski mengaku sehat pada istrinya, sebenarnya korban dalam keadaan sakit dan tidak bisa buang air besar. Istri korban sempat menyuruh menunda perjalanan jika masih sakit. Namun, karena terlanjut beli tiket, Sholeh nekat melakukan perjalanan tersebut.
Dengan mengusung jargon #SekarangSemuaBisa, Garuda Indonesia memulai kampanye efisiensi pesawat berbadan kecil. Flag Carrier Ibu Pertiwi tersebut memperkenalkan kategori tiket baru yang diberi nama Garuda Eco-Basic. Lalu, apa hubungannya hashtag #SekarangSemuaBisa dengan tiket Eco-Basic tersebut?
Baca Juga: Di 2018, Garuda Indonesia Canangkan Buka 30 Rute Penerbangan Baru
Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com pada Senin (28/5/2018), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan, “Kami perkenalkan kelas tiket baru. Di bawah harga ekonomi. Di saat yang sama kami kurangi fasilitasnya. Intinya mengajak penumpang yang belum terbang dengan Garuda Indonesia,” tutur Pahala di hadapan sejumlah awak media.
Pahala sendiri mengaku harga tiket subclass Eco-Basic Garuda Indonesia lebih murah sekitar 15 hingga 20 persen ketimbang kelas ekonomi, dan memiliki keterbatasan di sejumlah layanannya. “Kami hanya menyediakan 12 kursi di setiap penerbangannya,” terang Pahala ketika ditanya kapasitas bangku yang disiapkan untuk subclass Eco-Basic.
Selain itu, penumpang pun dilarang untuk menyimpang hand luggage di bagasi kabin dan hanya diperbolehkan untuk membawa satu barang saja yang dapat diletakkan di bawah bangku penumpang. Kendati begitu, kapasitas bagasi yang diijinkan Garuda tetaplah sama dengan subclass lain. “Bagasi tetap 20 kilogram,” tukas Pahala.
Garuda Miles yang biasa Anda dapatkan ketika membeli tiket reguler Garuda pun tidak akan Anda dapatkan ketika membeli tiket di subclass Eco-Basic, pun dengan layanan special meal yang ditawarkan oleh maskapai plat merah tersebut. “Premium check-in, priority boarding, fast track, dan lounge access tidak diperkenankan (bagi penumpang subclass Eco-Basic),” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Strategi Bank Mandiri tersebut.
Menyoal armada yang digunakan, Pahala menuturkan bahwa layanan subclass baru ini menggunakan ATR 72-600 dan CRJ 1000 Next Gen dari Bombardier. Dengan mengandalkan 22 rute penerbangan, adapun misi utama Garuda Indonesia dalam menghadirkan layanan Eco-Basic adalah, “Meningkatkan utilitas pesawat (ATR dan CRJ) dan Seat Load Factor (SLF),” ungkap Pahala.
Baca Juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen
Berikut adalah rute penerbangan subclass Eco-Basic yang diperkenalkan Garuda Indonesia sejak 21 Mei 2018 kemarin.
1. Medan (KNO) – Gunung Sitoli/Nias (GNS) PP
2. Medan (KNO) – Sibolga (FLZ) PP
3. Medan (KNO) – Siborong-Borong (DTB)
4. Medan (KNO) – Sabang (SBG)
5. Medan (KNO) – Lhok Semauwe (LSW)
6. Palembang (PLM) – Bengkulu (BKS)
7. Palembang (PLM) – Jambi (DJB) PP
8. Palembang (PLM) – Pangkal Pinang (PGK) PP
9. Palembang (PLM) – Tanjung Pandan (TJQ) PP
10. Pangkal Pinang (PGK) – Tanjung Pandan (TJQ) PP
11. Palembang (PLM) – Bandar Lampung (TKG) PP
12. Pontianak (PNK) – Ketapang (KTG) PP
13. Balikpapan (BPN) – Palangkaraya (PKY) PP
14. Balikpapan (BPN) – Pontianak (PNK) PP
15. Pontianak (PNK) – Palangkaraya (PKY) PP
16. Pontianak (PNK) – Sintang (SQG) PP
17. Pontianak (PNK) – Putussibau (PSU) PP
18. Ujung Pandang/ Makassar (UPG) – Surabaya (SUB) PP
9. Surabaya (SUB) – Semarang (SRG) PP
20. Ujung Pandang/ Makassar (UPG) – Semarang (SRG) PP
21. Surabaya (SUB) – Lombok (LOP) PP
22. Semarang (SRG) – Lombok (LOP) PP
Subclass Eco-Basic Garuda Indonesia menyiratkan aroma layanan LCC (Low Cost Carrier). Meski begitu bukan berarti Garuda Indonesia terjun ke pasar LCC, dan perlu diketahui bahwa rute yang diambil untuk subclass Eco-Basic tidak beririsan dengan rute yang dilayani oleh Citilink.
Bagaimana, #SekarangSemuaBisa naik maskapai Nomor Wahid di Indonesia, bukan?
Pernahkah Anda melihat sejumlah simbol tanda panah naik dan turun yang terpampang di anak tangga sebuah stasiun? Entah Anda mematuhi peraturan atau terhipnotis simbol tersebut sehingga Anda berjalan di jalur yang tepat. Anda naik di area bertanda panah mengarah ke atas, dan turun di area dengan tanda panah yang mengarah ke bawah. Kendati jalur tersebut tengah sepi, dan tidak ada hukuman yang menimpa Anda ketika melanggarnya, lalu mengapa Anda tetap mematuhi marka tersebut?
Baca Juga: Ini Dia Kreator Jingle Kereta di Negeri Matahari Terbit
Manipulasi seperti ini ternyata tidak hanya diberlakukan di Indonesia saja, Jepang pun ternyata mengimplementasikan hal yang sama. Ada beberapa poin yang menjadi perhatian operator kereta di Jepang dalam menghadirkan manipulasi tersebut, sebut saja tingginya angka bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri ke rel jaringan kereta bawah tanah beberapa saat sebelum kereta tersebut melintas. Diketahui, Jepang merupakan negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan presentase bunuh diri tertinggi diantara negara anggota OECD lainnya.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman citylab.com, operator kereta Jepang pernah berencana untuk membangun Platform Screen Doors (PSD) di semua stasiunnya yang berguna untuk mempengaruhi alam bawah sadar penumpang yang hendak bunuh diri. Namun rencana tersebut dinilai terlalu mahal dan akhirnya tak kunjung direalisasikan.
Sebagai gantinya, mereka mengganti PSD tersebut dengan sebuah lampu LED berwarna biru muda yang terpasang di bagian atas stasiun. Pakar psikologi percaya bahwa pancaran cahaya tersebut dinilai mampu merubah mood para penumpang yang ingin bunuh diri. Sempat terdengar lucu, namun ini bukanlah lelucon.
Fakta yang terpampang pada Journal of Affective Disorders pada 2013 menyebutkan bahwa jumlah penumpang bunuh diri telah mengalami penurunan drastis dalam periode 10 tahun terakhir. Dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Tokyo tersebut melaporkan bahwa terdapat penurunan 84 persen jumlah penumpang yang hendak bunuh diri sejak lampu LED berwarna biru tersebut dipasang. Salah satu stasiun yang dipasang lampu LED tersebut adalah Shin-Koiwa Station yang terletak di Tokyo.
Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang
Tidak hanya itu, pemutaran jingle di sejumlah stasiun yang bisa dibilang nyentrik pun merupakan salah satu permainan psikologi yang dilakukan oleh operator kereta. Seperti yang sudah pernah dibahas dalam artikel sebelumnya, hassha merodi merupakan jingle atau melodi yang diputar untuk keberangkatan kereta. Minoru Mukaiya sebagai kreator dari jingle ini mengaku ingin menghibur para penumpang kereta di Jepang yang diketahui selalu dijejali oleh lautan manusia ini.
Digadang-gadang sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia, Bandara Internasional Kertajati yang baru saja resmi beroperasi pada 24 Mei 2018 kemarin. Setelah itu pada 8 Juni 2018 mendatang, maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia yakni Citilink akan memulai penerbangan perdananya dengan rute Surabaya ke Kertajati.
Baca juga: Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati
Adanya rute ini untuk membantu pada masa mudik lebaran 2018 ini. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansyuri mengatakan, hadirnya rute perdana Citilink tersebut dikarenakan pasar yang potensial bagi maskapai berbiaya rendah (LCC) tersebut. Dia mengatakan, nantinya akan dilihat seperti apa pasar dari periode Lebaran 2018 ini.
“Citilink dulu di pasar low cost. Garuda Indonesia untuk terbang ke bandara Kertajati belum final keputusannya,” kata Pahala yang ditemui KabarPenumpang.com di hotel Borobudur, Senin (28/5/2018).
Pahala mengatakan, untuk periode Haji 2018 pihaknya bersama Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan masih dalam proses pembahasan dengan penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia di bandara Kertajati.
“Proses pembahasan dengan Kemenag sedang berlangsung, rute Haji 2018 dari bandara Kertajati-Cengkareng-Saudi,” jelasnya.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengky Heriandono mengatakan, penerbangan Haji tersebut terbang ke Bandara Internasional Soerkarno-Hatta untuk faktor teknis seperti pengisian bahan bakar. Dia mengatakan akan ada lima kloter Haji yang akan berangkat dari Kertajati dan mengambil slot milik Saudi Airlines.
“Ke Cengkareng dulu untuk teknis, penerbangan sekitar 20-25 menit dari Kertajati ke Cengkareng. Slotnya yang lima itu dari Saudi Airlines,” ujar Hengky kepada KabarPenumpang.com.
Dia menambahkan untuk penerbangan reguler saat ini, pihaknya belum mengajukan slot. Hengky mengatakan, diperkirakan sekitar tahun depan sembari pihaknya menghitung provit bila membuka rute dari Medan, Denpasar dan kota lainnya akan seperti apa.
Tak hanya membicarakan tentang bandara Kertajati, terkait codesharing pun, Garuda Indonesia mengatakan akan memulainya dengan maskapai swasta. Pahala mengatakan, akan memilah rute codeshare bersama maskapai Sriwijaya.
Dia menjelaskan saat ini ada 104 rute yang Sriwijaya miliki dan Garuda tidak terbang di rute tersebut.
Baca juga:Sesama Anggota SkyTeam, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia Sepakati Codeshare dan MRO
“Dari 104 itu akan kita pilah-pilah dulu, codeshare dengan Sriwijaya ini akan dimulai 10-20 rute. Seperti contoh kita punya rute Denpasar-Kupang, tapi Kupang-Alor tidak punya. Nanti kita codesharenya dengan rute seperti itu,” jelas Pahala.
Dia mengatakan, untuk codeshare ini sendiri nantinya juga akan dilihat traffic kedepannya. Sehingga bila peminatnya banyak, dengan satu kode penerbangan ini, penumpang akan dimudahkan.
Suasana Beijing South Railway Station pada Jumat (25/5/2018) pagi kemarin sempat terpantau kalang kabut lantaran seluruh ruangan di stasiun tersebut ditutupi oleh asap tebal. Lebih parahnya lagi, kejadian tersebut terjadi ketika peak hours, dimana kebingungan massal melanda semua penumpang yang hendak berkereta dari Beijing South Railway Station.
Baca Juga: Uji Coba Kereta Cepat Otomatis di Cina Akan Mulai Musim Panas 2019
Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman thebeijinger.com (26/5/2018), dalam foto dan video yang berhasil diabadikan beberapa orang penumpang, tampak layanan kereta bawah tanah Line 4 lah yang tertutup kepulan asap. Nampak pula beberapa orang penumpang berjalan cepat guna menghindari kontak terlalu lama dengan asap yang tidak diketahui asal muasalnya tersebut.
Menurut penuturan salah satu petugas Beijing MTR Corporation (BJMTR) yang bertugas kala itu, ia melihat salah satu mesin pendingin ruangan yang sudah tidak berfungi mengeluarkan kabut asap pada pukul 09.04 waktu setempat. Mesin tersebut terletak di salah satu sudut stasiun, tepatnya di arah barat daya.
Untungnya, tak lama berselang setelah sang petugas menyadari bahwa salah satu pendingin ruangannya tersebut bermasalah, ia langsung berkoordinasi dengan tim lain sehingga semburan asap yang sempat mengganggu layanan di Beijing South Railway Station dapat segera diatasi. Kendati tidak ada data resmi mengenai insiden ini, namun terlihat penumpang tampaknya merasa sangat terganggu dengan hadirnya asap tidak diundang itu.
Baca Juga: Tangani 95,8 Juta Penumpang di 2017, Beijing Bersiap Menjadi Bandara Tersibuk di Dunia
Saking tebalnya, jarak pandang pun menjadi terbatas dan mengganggu fungsi penciuman penumpang. Terlihat dari ratusan penumpang yang menutup rapat mulut dan hidung mereka menggunakan telapak tangan, menyiasatkan mereka tak nyaman dengan kebocoran asap dari mesin pendingin ruangan itu.
Asap di Line 6, Stasiun Hujialou. Sumber: thebeijinger.com
Mundur sedikit ke bulan Februari 2018 silam, kejadian hampir serupa pun pernah menimpa jaringan kereta bawah tanah Beijing. Kala itu, Line 6 di Stasiun Hujialou yang menjadi korban dari gempuran asap tak bertuan ini. Dengan latar waktu yang hampir mirip, yaitu peak hours pagi hari, kejadian tersebut sempat membuat bingung penumpang. Untungnya, tak lama berselang ketebalan asap mulai memudar dan layanan kereta dapat kembali beroperasi dengan normal.
Menyeberang rel kereta sebenarnya bukanlah masalah besar, namun terkadang perbedaan tinggi antar permukaan jalan raya dengan rel membuat penyeberang agak sulit, terlebih jika tinggi jalan sama rata. Dengan latar belakang di atas, startup Uni Eropa dengan proyek Railscope melakukan analisis kepada penumpang kereta di Eropa dan melakukan instalasi percontohan teknologi sinyal dengan basis getaran canggih sepanjang jalur kereta di Jerman.
Baca juga: Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit
“Tes-tes ini sangat penting karena dapat melihat fungsionalitas dan keandalan teknologi kami. Kami memiliki solusi yang layak yang dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan pada penyeberangan kendaraan,” ujar koordinator proyek Railscope Houssam El Moutaouakil dari SENVISYS.
Dia mengatakan, perlintasan tempat penyeberangan dan persimpangan di dalam jalur kereta api melintas atau jalan setapak berada pada ketinggian yang sama dan diakui bahwa titik keselamatan sangat penting di setiap jaringan kereta api. KabarPenumpang.com merangkum dari laman cordis.europa.eu, bahwa banyak negara Uni Eropa yang masih mengoperasikan penyeberangan dengan ketinggian yang sama tanpa dukungan teknologi khusus.
“Di Jerman misalnya ada sekitar delapan ribu penyeberangan tanpa sinyal sama sekali,” ujar El Moutaouakil. Permasalahan lainnya banyak perlintasan penyeberangan ini yang terletak di lingkungan pedesaan yang sepi lalu lintas. Sementara teknologi dari SENVISYS sendiri bertujuan untuk mengatasi masalah dengan menyediakan sistem pendeteksian awal yang aman dan ekonomis melalui sensor lewat deteksi getaran.
Sensor ini mampu mendeteksi kereta dari jarak lima kilometer dan kemudian terus memantau mereka pada kecepatan, arah dan posisi atau jalur mana kereta tersebut melaju. Informasi ini sendiri kemudian dikirimkan ke sinyal persimpangan penyeberangan untuk memastikan keselamatan bagi penumpang kereta api, kendaraan serta pejalan kaki yang melintas.
El Moutaouakil yakin bahwa teknologi ini dapat menguntungkan operator kereta api dalam berbagai cara. Karena membutuhkan sistem dengan kabel yang lebih sedikit yakni hanya satu persen diperlukan dibandingkan dengan solusi saat ini.
Mengikuti keberhasilan tes awal ini, SENVISYS telah memulai proses perolehan sertifikasi jalur kereta api yang diperlukan untuk teknologi tersebut.
Baca juga:Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara
Bidang lain yang menarik adalah penerapan teknologi getaran untuk kereta otonom. Roll-out dari kereta tanpa pengemudi telah terhalang oleh kurangnya sensor untuk merekam penghalang atau kerusakan pada track. Dalam pengertian ini, SENVISYS dapat menjadi salah satu teknologi yang memungkinkan untuk mendukung transportasi kereta api di Eropa sepenuhnya.
Kertas, salah satu bahan baku yang masih sering dipakai dewasa ini dan terbuat dari olahan kayu di hutan. Namun, karena semakin hari semakin berkurang bahan bakunya, membuat perkeretaapian India berupaya mengurangi pemakaian kertas untuk tiket kereta mereka.
Baca juga: Mesin Tiket Otomatis Tak Berfungsi, Penumpang Kereta di Chennai Harus AntreKabarPenumpang.com melansir dari laman financialexpress.com (25/5/2018), bahwa pihak Indian Railways menawarkan bonus bagi para penumpang dan pelanggan kereta api untuk memesan tiket mereka dengan aplikasi Unreserved Ticketing System on Mobile (UTS). Nantinya bila pengguna membeli tiket dengan UTS maka akan diberikan bonus lima persen ketika mengisi ulang Dompet R mereka.
Hal ini dilakukan oleh divisi South Indian Railways baru-baru ini untuk meminimalisir dan mendorong gaya hidup penumpang kereta India dengan tanpa tiket kertas. Skema pengurangan tiket kereta kertas ini dilaksanakan Indian Railways atas perintah Dewan Kerta Api dan akan dilakukan selama tiga bulan.
Dimana penumpang yang menggunakan aplikasi UTS dan mengisi dompet R mereka akan langsung mendapatkan bonus lima persen tersebut. Contohnya saat penumpang mengisi Rs1000 atau sekitar Rp207 ribu, maka akan ditambahkan Rs50 atau sekitar Rp10 ribu.
Adanya bonus yang diberikan ini, membuat masyarakat India memberikan tanggapan yang luar biasa untuk mengurangi penggunaan tiket kertas. Saat ini, aplikasi UTS sendiri tak hanya hadir di Android, tetapi pengguna iOS juga sudah bisa menggunakannya.
Dengan aplikasi ini, penumpang bisa dengan mudah memesan tiket kereta dengan ponsel mereka dan kemudian tiket digital akan dikirimkan ke email ataupun nomor ponsel pengguna. Untuk melakukan pembayarannya pun melalui dompet R yang bisa diisi ulang.
Baca juga: Lakukan Rekrutmen dan Tes Online, Perusahaan Kereta Api India Selamatkan Hutan
Untuk pengisian ulang dompet R sendiri bisa dilakukan di semua loket tiket kereta India. Tak hanya itu, penumpang juga bisa melakukan pengisian dompet R mereka dengan kartu kredit atau debit mereka atau menggunakan situs web www.utsmobile.indianrail.gov.id.
Divisi South Indian Railways untuk meningkatkan inisiatif penjualan tiket tanpa kertas karena tidak membebankan biaya layanan apapun untuk mengisi ulang dompet R melalui konter UTS.