Banyaknya frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Cina secara langsung menyiratkan tingginya angka kunjungan warga diantara kedua negara, baik untuk urusan bisnis dan wisata. Nah, bagi Anda yang kebetulan ingin berwisata ke Cina, tak ada salahnya untuk menjajal layakan kereta di Negeri Panda tersebut.
Baca juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’
Jangan salah, perkeretaapian di Cina sudah sangat maju, bahkan PT KAI menjadikan layanan kereta di Cina sebagai salah satu rujukannya, selain negara di Eropa seperti Perancis dan Belanda. Bila Anda berniat menjajal kereta di Cina, maka ada beberapa yang layak diperhatikan, contohnya seperti soal makanan dan minuman selama perjalanan di ular besi.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman travelchinaguide.com, harga makanan yang dijual di kereta oleh pengelola tidak masuk dalam harga tiket dan di Cina hanya menerima pembayaran dengan Yuan bukan mata uang lain.
Makanan di kereta Cina ini hadir di semua kereta jarak jauhnya dan kereta cepat. Di Cina, restoran ada di gerbong sembilan dan untuk kereta kecepatan tinggi di gerbong empat atau lima.
Makan di restoran kereta atau bawa makanan sendiri ini kenukmatan kereta Cina
Untuk kereta biasa makanan yang dibeli harus dipesan secara manual, sedangkan kereta cepat bisa menggunakan aplikasi China Railway Corporation dan versi bahasa yang digunakan hanya Mandarin. Sehingga bagi pelancong luar dan memiliki teman di Cina bisa meminta bantuan untuk mereservasi satu jam sebelum keberangkatan dan membayar ekstra pengiriman sebesar CNY8 atau Rp17 ribu.
Layanan pengiriman makanan disediakan pada kereta berkecepatan tinggi yang melewati banyak kota termasuk Shanghai, Tianjin, Nanjing, Guangzhou, Xian, Hangzhou, Shenyang, Wuhan, Changsha, dan Chengdu.
Makanan yang hadir dalam perjalanan kereta ini biasanya bergaya Cina dan untuk menikmati masakan Tibet hanya tersedia di kereta yang menuju Tibet. Sarapan di kereta yang disediakan biasanya bubur, acar, telur rebus, mantau dan beberapa makanan Cina lainnya.
Untuk makan siang dan malam akan dihadirkan nasi, sayuran, sup dan mie goreng. Makanan yang dihadirkan di kereta kecepatan tinggi pun ada yang dipanaskan dengan harga sekitar CNY15-45 atau sekitar Rp33ribu-Rp99ribu.
Tak hanya itu di kereta cepat juga ada dapur dan juru masak yang memasak makanan di menu hidangan. Setiap hidangan yang dimasak harga yang ditawarkan CNY25 atau sekitar Rp55 ribu.
Minuman pun dijual beragam seperti air kemasan, bir, soda dan lainnya. Cemilan seperti biji bunga matahari, kacang, kerupuk, keripik kentang dan lainnya juga hadir.
Di kereta Cina gerbong makan hanya memiliki 30-40 kursi, sehingga untuk memudahkan penumpang, makanan ini juga dijual oleh pramugari kereta dengan menggunakan troli. Sehingga pelancong bisa lebih mudah memesan makanan.
Namun, bagi Anda yang menginginkan makanan lain, sebelum berangkat bisa membelinya di restoran stasiun. Biasanya makanan yang dijual adalah masakan lokal yang sederhana ataupun cemilan. Seperti bebek rebus, jagung rebus, telur rebus dan mie beras.
Dengan harga yang cukup terjangkau sehingga pelancong terkadang lebih memilih membeli di stasiun ataupun membawa dari rumah. Adanya alasan ini juga yang membuat penumpang Cina membawa kantong plastik yang berisikan makanan seperti mie instan cup, buah-buahan, air minum dan beberapa makanan ringan.
Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang
Bagi penumpang Cina, makanan di kereta selain mahal juga dirasa tidak enak, sehingga tak heran bila mereka membawa itu semua. Salah satu kenikmatan lainnya adalah air panas disediakan gratis bagi pelancong, sehingga masayrakat Cina seperti menghalalkan membawa makanan dari rumah tanpa harus membelinya di kereta.
Bagi pelancong dari negara lain ada beberapa tips yang bisa membuat Anda nyaman. Jika tidak menyukai masakan Cina bisa membawa roti, mie instan atau membeli makanan cepat saji sebelum naik kereta.
Bawa botol minum karena tersedia air matang di setiap gerbong kereta. Bila berencana makan di gerbong makan, datang sedini mungkin karena kursi terbatas.
Malaysia kini tengah menghadapi dilema ekonomi, pasalnya utang luar negeri yang membengkak. Utang tersebut meningkat sebesar US$50 miliar setara dengan Rp700 triliun dan banyak proyek infrastruktur besar yang kini dikaji ulang pembangunannya. Saat ini utang pemerintah Malaysia mencapai lebih dari satu triliun ringgit atau sekitar US$251,32 miliar. Uang tersebut setara Rp3,514 triliun atau 80 persen dari Produk Domestik Bruto Malaysia.
Baca juga: 10 Poin Utama Pada Proyek Kuala Lumpur–Singapore High Speed Rail
Karena adanya utang negara, masyarakat Malaysia kini dihimbau melakukan penggalangan dana untuk membantu membayar utang negara. Penggalangan dana ini diprakarsai seorang warga bernama Nik Shazarina Bakti yang mengingatkan tentang perjuangan nenek moyangnya dimana memberikan harta benda dan kemerdekaan untuk menjadi seperti saat ini.
Dia mengatakan, sumbangan tersebut akan disalurkan kepada Pemerintah Malaysia dan dirinya memberikan jaminan serta laporan dengan meperbaharui sumbangan yang diterima dan disalurkan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, sebelumnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengumumkan akan memotong gaji menterinya di kabinet sebesar sepuluh persen.
Hal ini dilakukannya sebagai bukti kepedulian kepada negara Malaysia. Demi mengatasi pembengakakan utang Malaysia, Mahathir kemudian melakukan negosiasi ulang terhadap sejumlah proyek kereta api yang sudah disepakati Perdana Menteri Malaysia sebelumnya yang bermitra dengan Pemerintah Cina.
Negosiasi tersebut adalah proyek kereta Link East Coast Rail senilai 55 miliar Ringgit atau setara US$13,82 miliar. Proyek tersebut adalah kesepakatan dengan Cina terkait Belt and Road inisiatif yang dimulai 2017 kemarin.
Proyek kereta api ini direncanakan membentang sepanjang 668 km yang menghubungkan perbatasan timur Laut Cina Selatan sampai ke malaka di barat yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia.
“Kami sedang menegosiasikan kembali persyaratannya, karena ini akan sangat merusak,” kata Mahathir.
Proyek yang saat ini sedang dibangun tersebut dikerjakan oleh China Communications Construction Co Ltd, dan sebagian besar dibiayai oleh pinjaman dari China Exim Bank. Mahathir mengaku, pengkajian proyek tersebut perlu dlakukan karena ini dianggap belum perlu bagi Malaysia.
Selain proyek tersebut, Mahathir juga mengakui akan kembali mengkaji sejumlah proyek kereta kecepatan tinggi yang sudah disepakati dengan Singapura. Proyek yang membutuhkan dana sekitar US$17 miliar itu saat ini masih menunggu tender dan dijadwalkan selesai pada 2026.
Proyek kereta kecepatan tinggi yang sangat prestisius tersebut rencananya akan membentang dari ibu kota Kuala Lumpur hingga Singapura.
Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu
“Untuk perjanjian Kereta Kecepatan Tinggi kami putuskan untuk membatalkan proyek karena akan menghabiskan uang,” kata Mahathir. Dengan pembatalan sejumlah proyek tersebut Malaysia perkirakan akan menghemat beban utang sebesar US$50,26 miliar.
Pemudik di Pulau Jawa biasanya lebih banyak memilih kereta api, selain harga tiket yang relatif masih lebih murah, tidak terkena macet seperti bus dan mendapat pemandangan indah meski menempuh perjalanan yang cukup lama dibanding pesawat. Ya, setidaknya sebelum bertemu sanak saudara menikmati hamparan sawah, pohon, gunung dan lainnya saat kereta melintas menjadi satu suguhan menarik.
Baca juga: Mau Membatalkan atau Merubah Jadwal Tiket Kereta Api? Baca Ini Dulu Ya!
Sebagai pengguna kereta, KabarPenumpang.com merangkum beberapa hal yang bisa membuat mudik lebih menyenangkan dan tak ada kata bosan dengan transportasi satu ini. Apa saja sih? Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan dibawa selama perjalanan.
1. Bawa bekal dari rumah
Selagi perjalanan menuju kampung halaman, perjalanan kereta tak lah sebentar bisa lima jam bahkan 16 jam jika sampai ke Jawa Timur. Bila Anda menggunakan kereta pagi, siapkan makanan berbuka dan sebaliknya bila menaiki kereta malam bawa makanan untuk sahur. Selama perjalanan mudik biasanya akan lebih menikmati makanan rumah alias bawa sendiri untuk berbuka atau sahur di perjalanan.
Tetapi bagi yang tidak membawanya bisa memesan makanan dari kereta. Karena restorasi kereta menyediakan beberapa menu pilihan, namun mungkin makanan yang diinginkan seringkali tak ada di menu.
Ilustrasi bekal makanan2. Duduk dekat jendela
Menikmati perjalanan dengan ular besi, paling nikmat adalah duduk dekat jendela. Dikala perjalanan siang, pemandangan di luar kereta sungguh menyejukkan hati. Hamparan sawah hijau membuat ketenangan dan kedamaian.
Bahkan bisa membuat Anda tidak merasakan sedang dalam perjalanan jauh dengan waktu berjam-jam. Apalagi kini, setiap penumpang yang memesan tiket bisa memilih langsung tempat duduk yang diinginkannya melalui aplikasi milik KAI atau online tavel lainnya.
3. Bawa bantal dan selimut
Di kereta eksekutif, penumpang biasanya akan disediakan bantal dan selimut. Tapi, banyak juga yang memiliki alergi dengan bahan bantal atau selimut.
Sehingga dengan membawa bantal leher dan selimut sendiri selain lebih nyaman, juga menjauhkan dari alergi. Untuk penumpang kelas ekonomi AC dan bisnis sepertinya membawa bantal dan selimut ini wajib, karena kelas kereta yang satu ini tidak menyediakan bantal maupun selimut.
Tanda penanda di barang4. Bawa keperluan pribadi
Obat-obatan, tisu, hand sanitizer menjadi salah satu yang terpenting untuk dibawa. Sebab, jika tiba-tiba maag kambuh, kepala pusing atau mual setidaknya masih bisa ditahan dengan obat yang dibawa penumpang.
Baca juga:Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi
Tisu dan hand sanitaizer digunakan untuk membersihkan tangan sebelum dan setelah makan. Ini bisa digunakan saat sulit mendapat air untuk cuci tangan dan bisa melapnya dengan tisu yang dibawa. Tidak mau kan mudik malah sakit bukan bertemu keluaga karena kurang menjaga kebersihan diri.
5. Beri tanda di barang bawaan
Biasanya para pemudik membawa barang bawaan yang tidak sedikit dan ini sepertinya wajar. Untuk memudahkan menemukan barang bawaan baiknya gunakan tanda, karena stasiun tidak memberikan fasilitas penanda tersebut.
Tempel stiker, pita atau beri tulisan untuk menegaskan itu barang bawaan Anda. Terkadang pun tak sadar jika barang bawaan tertukar karena kardus pembungkus sama. Dengan tanda ini bisa membedakan barang milik Anda.
Sebagai Flag Carrier Negeri Matahari Terbit, Japan Airlines (JAL) baru saja mengeluarkan jasa penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carriers/LCC) untuk jarak menengah hingga jauh. Adapun tujuan dari dirilisnya layanan LCC ini adalah untuk memanfaatkan permintaan perjalanan udara berbiaya rendah warga Asia yang sangat tinggi belakangan ini.
Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!
Nantinya, layanan LCC milik Japan Airlines ini akan berbasis di Bandara Internasional Narita dan menawarkan penerbangan ke berbagai destinasi, seperti Asia, Eropa, dan Amerika. Kendati belum memiliki nama resmi, pihak Japan Airlines memiliki rencana untuk mengudara pada, “Musim panas 2020,” tulisnya dalam sebuah pernyataan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (14/5/2018).
Untuk mengawali karir dari layanan ini, Japan Airlines rencananya akan menggunakan dua buah Boeing 787-8 yang terkenal sebagai salah satu armada berbodi lebar. Dalam upaya untuk merealisasikan rencana dan menjalankan bisnis ini, pihak Japan Airlines mengaku akan menginvestasikan 10 hingga 20 miliar yen atau yang setara dengan Rp1,3 hingga Rp2,6 triliun. Tiada lain, tujuan dari investasi besar-besaran tersebut adalah untuk mendapat profit dalam tiga tahun terhitung sejak tanggal peluncurannya.
Selain itu, ajang Olimpiade Tokyo 2020 pun menjadi salah satu alasan mengapa maskapai baru ini harus sudah mulai beroperasi pada tahun 2020 kelak. JAL sendiri mengutarakan rencana ini dalam Rencana Pengelolaan Jangka Menengah Grup tahun fiskal 2017-2020.
Tidak hanya Jepang saja berencana untuk merilis layanan penerbangan murah jarak jauh, pun dengan negara penghasil musik Kpop, Korea Selatan yang siap meluncurkan layanan bernama Air Premia pada akhir tahun 2019 mendatang. Untuk armada, Air Premia rencananya akan menggunakan modelan Boeing 787-9 atau Airbus A330neo.
Mantan Presiden dari Jeju Air yang kini memimpin proyek Air Premia, Kim Jeong Cheol membocorkan sedikit rencana perusahaannya. “Kami akan menggunakan pesawat baru untuk melayani penerbangan jarak menengah seperti ke Singapura dan Ho Chi Minh City,” ungkap Kim. “Sedangkan untuk layanan jarak jauhnya bisa mencapai San Francisco dan Munich,” tandasnya.
Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana
Sedikti gambaran, di dunia aviasi global, layanan LCC selalu disangkutpautkan dengan fasilitas yang bisa dibilang cukup tapi tidak terlalu nyaman. Sebut saja jarak antar kursi yang tidak terlalu panjang berimbas pada kaki penumpang yang dipaksa menekuk selama perjalanan. Mungkin untuk penerbangan jarak menengah tidaklah terlalu menjadi masalah, namun bagaimana dengan rute penerbangan jarak jauh? Apakah penyedia layanan akan memberlakukan sistem transit?
Belum lagi layanan semacam ini diprediksi akan mematikan harga pasar maskapai-maskapai yang menyediakan layanan penerbangan jarak jauh. Tidak sedikit orang-orang yang menganut mahzab murah asal selamat ketimbang mengedepankan rentang waktu perjalanan yang lebih singkat. Kita nantikan saja perkembangan dari layanan penerbangan berbiaya murah jarak menengah – jauh ini.
Salah satu BUMN ini namanya bisa dibilang tidak hanya gemilang di dalam negeri saja, pun di luar negeri sana. Ya, belakangan ini dapur PT INKA diketahui tengah sibuk dengan orderan dari pihak asing. Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing dengan pabrikan luar yang bias jadi harganya jauh melebihi banderol PT INKA. Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah Negara yang pernah memesan rangkaian kereta kepada PT INKA, dikutip dari sejumlah laman sumber.
Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam NegeriBangladesh
Pada 31 Maret 2016 lalu, PT INKA berhasil memenangkan tender pengadaan kereta api sebanyak 250 unit dari Bangladesh, India. Dalam proses ini, PT INKA berhasil mengalahkan produsen kereta asal Tiongkok dan India. Dalam pengerjaan proyek senilai US$73 juta ini, PT INKA turut menggandeng beberapa BUMN lain seperti PT Pindad, PT Krakatau Steel, dan PT Barata.
Filipina
Januari tahun 2018 menjadi awal yang baik bagi PT INKA dalam memulai tahun kuartal pertamanya. Mereka menandatangani kontrak senilai 485 juta peso atau yang setara dengan Rp127,3 miliar dengan pihak Philippine National Railways (PNR). Adapun kereta berjenis Diesel Electric Multiple Unit (DMU) yang dipesan oleh pihak Filipina ini nantinya akan digunakan pada jaringan Metro Manila yang ditargetkan rampung pada kuartal III tahun 2019.
Taiwan
Pada tahun 2017 silam, perusahaan yang kini diketuai oleh Budi Noviantoro ini menandatangani kontrak dengan pihak Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) dalam hal pengadaan 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasar stainless steel (EMUs). “Kami TRSC telah menandatangani nota kesepakatan dengan PT INKA terkait kerja sama dalam proyek tersebut, termasuk soal harga yang dikenakan, semuanya sudah tercantum di dalam nota kesepakatan ini,” ungkap pimpinan besar dari TRSC, Tsai Huang-Liang.
Malaysia
Pada pertengahan 2012 silam, PT INKA mendapat pesanan 16 gerbong kereta dari pihak Malaysia. Nilai kontrak 16 kereta pesanan Malaysia tersebut mencapai sekitar US$4,8 juta atau yang setara dengan Rp45,6 miliar. Adapun komposisi dari pesanan tersebut adalah 14 unit kereta penumpang atau Air Conditioned Second Class (ASC), dua unit kereta pembangkit atau Power Generating Car (PGC) dan dua unit kereta makan atau Air Conditioned Buffet Car (ABC).
Baca Juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” OrderSingapura
Di tahun yang sama, PT INKA kembali menerima orderan dari pihak Singapura yang memesan 20 gerbong barang dengan nilai kontrak yang enggan dibongkar. Adapun pesanan dari negeri tetangga ini meliputi wheel wagon dan flat wagon.
Tindak kriminal yang terjadi di sarana transportasi umum memang kerap terjadi di belahan dunia manapun, tidak terkecuali di India. Pada 9 Februari 2018 lalu, seorang penumpang kereta api terpaksa menderita cidera setelah menjadi korban dari aksi curas (pencurian dan kekerasan). Beruntung, nyawa dari wanita yang bernama Dravita Singh tersebut bisa tertolong dan hanya ponselnya saja yang raib.
Baca Juga: Refund Tiket Kereta di India, Bisa Dilacak Real Time dan Hanya Butuh Proses 5 Hari
Sebulan berselang, tepatnya pada 10 Maret 2018, tindak pencurian ponsel di perkeretaapian India kembali terjadi. Kali ini giliran remaja berusia 18 tahun bernama Miloni Parekh terpaksa menerima hantaman dari seorang pencuri yang berusaha mengambil paksa ponsel miliknya. Dalam kasus ini, nasib Miloni masih lebih baik ketimbang Dravita, karena cidera yang dideranya tidak terlalu parah dan ponselnya bisa kembali.
Dari dua contoh di atas, dapat kita simpulkan bahwa kasus curas masih marak terjadi di India, terutama di pinggiran kota Mumbai. Berdasar atas dua kasus yang hampir merenggut nyawa dua orang penumpang ini juga akhirnya terungkap sebuah jaringan kelompok pencuri yang menamakan dirinya sebagai Fatka. Nama tersebut diambil dari trik yang mereka gunakan ketika beroperasi, yaitu dengan cara mengalihkan perhatian si korban.
Tentunya kejadian seperti ini perlu ditindaklanjuti agar para pelaku tidak semakin meradang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman moneylife.in (24/5/2018), Samir Zaveri selaku salah satu dari pembicara pada seminar Moneylife Foundation mengatakan bahwa ada beberapa protokol yang dapat dilakukan agar kejahatan semacam ini dapat diminimalisir. Paling dini adalah melakukan laporan ke pos keamanan setempat. “Di sini, korban harus melaporkan tindak pencurian, bukan kehilangan,” tutur Samir.
Tidak berhenti sampai di situ, informasi mendetail seperti IMEI dan tipe hp korban pun seyogyanya diinfokan kepada petugas yang berjaga. Setelah mendapatkan informasi yang dianggap penting guna menindaklanjuti masalah, maka Government Railway Police (GRP) akan mulai mengusut kasus tersebut dengan beberapa tahap di dalamnya.
Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern
Semisal korban sulit untuk menemukan GRP terdekat, Indian Railways selaku operator dari layanan kereta di negara penghasil film Bollywood tersebut telah menyediakan aplikasi bernama Rail Suraksha yang di dalamnya memuat beragam informasi tentang pengoperasian kereta di India. Rail Suraksha pun menyediakan fitur pelaporan dan keluhan. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, penumpang dapat melaporkan tindak kriminal tersebut dengan mencantumkan sejumlah informasi tambahan, seperti nama stasiun tempat kejadian atau yang terdekat dari lokasi kejadian, nomor kereta, nomor tiket, dan lain-lain.
Selain dua cara di atas, Samir menambahkan, “Membagikan informasi melalui jejaring sosial seperti Twitter merupakan cara yang bijak untuk melakukan pelaporan atau keluhan awal sebelum nantinya insiden tersebut akan ditindaklanjuti,” tuturnya.
Ketika sektor transportasi udara mulai dijejali dengan sejumlah rencana pengadaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), sebuah perusahaan asal Israel, Tactical Robotics hadir dengan sentuhan yang berbeda. Cormorant, begitulah nama dari pesawat Vertical Takeoff and Landing (VTOL) ini diketahui mampu terbang dengan dua mode: mandiri dan dikendalikan dari jarak jauh. Tentu saja fitur semacam ini menjadi pusat perhatian tersendiri bagi para peminatnya.
Baca Juga: Tidak Antar Penumpang, Moda Otonom Ini Ditugaskan Untuk Kirim Barang!
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/5/2018), pihak Tactical Robotics sesumbar armadanya ini mampu mengirim pasukan penumpang sipil dan kargo menuju tempat yang tidak bisa dijangkau oleh helikopter. Hadirnya bilah rotor internal pada lambung moda ini memungkinkan Cormorant terbang secara vertikal, dan baling-baling yang ada di bagian belakang moda ini mampu memberikan dorongan agar bisa melaju secara horizontal.
Jika dilihat dari keseluruhan, tampaknya Cormorant UAV tidaklah ditujukan untuk sektor transportasi berbasis aplikasi seperti Uber yang tengah bersaing memenangkan ceruk pasar, melainkan untuk dunia militer. Namun bukan tidak mungkin moda nirawak ini diminati oleh para penyedia jasa layanan transportasi.
Pada 7 Mei 2018, Megiddo Airfield yang terletak di Israel sebelah Utara menjadi saksi dari uji coba Cormorant UAV terhadap Israel Defense Forces. Pasukan pertahanan tersebut diketahui sebagai pelanggan utama dari bengkel Tactical Robotics.
Demo itu sendiri dimulai dengan Cormorant UAV yang mengangkut kargo menuju titik pengiriman yang sudah ditentukan sebelumnya. Sesampainya di tujuan, pihak Tactical Robotics pun menurunkan kargo dan menggantinya dengan medical training mannequin yang disimulasikan sebagai korban jiwa. Tujuan dari Cormorant UAV adalah membawa manekin ini kembali ke titik pemberangkatan awal.
Dalam perjalanannya menuju titik pemberangkatan awal, sistem onboard memungkinkan terjalinnya komunikasi dengan menggunakan video secara dua arah antara pihak penanganan darat dan kru yang ada di dalam moda tersebut. Tentu saja hadirnya sistem komunikasi tersebut menjadi nilai plus bagi Cormorant UAV.
Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang
Walaupun segi loading kargo dan korban ke dalam moda masih mengandalkan tenaga manusia, namun pihak perusahaan mengatakan, “Cormorant merupakan satu-satunya UAV yang diakui oleh NATO dimana mereka memenuhi kriteria pengiriman kargo dan skenario CasEvac (Casualty Evacuation).”
Kekurangan air di musim kemarau sepertinya terjadi setelah adanya perubahan iklim belakangan ini. Adanya pemanasan global sehingga terkadang saat musim hujan berlebih menyebabkan banjir atau musim kemarau yang benar-benar ekstrim hingga kekeringan dimana-mana.
Baca juga: India Lakukan Survei Stasiun Terbersih, Indonesia Kapan?
Di india, tepatnya di kota Rauli, Stasiun Odisha kekurangan air saat musim panas. Air keran mengering dan sulit didapatkan baik di desa maupun perkotaan. Apalagi untuk menemukan dan mempertahankan sumber air yang konstan berkelanjutan cukuplah sulit.
Apalagi di daerah-daerah yang jauh dan memiliki medan yang berat sehingga sulit untuk digali mencari sumber air. Namun meski begitu untuk mengatasi kesulitan air di Rauli, Stasiun Odisha di jalur Koraput-Rayagada pihak East Coast Railways telah menggunakan teknologi ekstraksi dari kelembaban atmosfer.
Seorang wanita mengisi botol setelah uap diubah menjadi air (www.thebetterindia.com)
“Kami akan menyebarkannya di atas kondensor, dimana mengubah uap menjadi air dengan pertukaran panas. Mesin yang akan digunakan untuk proses ini bekerja pada tingkat kelembaban rendah yakni 50 persen,” ujar Chief Public Relations Officer East Coast Railways JP Mishra yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thebetterindia.com (22/5/2018).
Dia menambahkan, suhu mesin tersebut sekitar 32-35 derajat Celcius dan mampu menghasilkan 120 liter air per harinya. Mesin ini sendiri telah dipasang di stasiun Odisha sejak 25 April 2018.
Baca juga: Stasiun Kereta ‘Rasa Bandara Internasional’ Siap Hadir di India
Diketahui cara mendapatkan air dengan mengubah uap panas ini di usulkan oleh General manager ECoR, Umesh Sighn. Dia juga membicarakan tentang ekstraktor kelembaban atmosfer untuk menghasilkan air.
Dengan adanya mesin ini, Mishra optimis tentang metode berkelanjutan tersebut dengan mengumpulkan air dan berharap bisa mengembangkannya di stasiun lain di daerah yang juga kekurangan air. Mesin ini seharga 2 lakh atau sekitar Rp41 juta dan menjadi model pertama di jenisnya yang digunakan oleh kereta api serta di terapkan di seluruh stasiun India yang mengalamai masalah sama.
Stasiun Odisha sebelumnya bergantung pada aliran air tetapi karena tidak ada dan saat ditemukan sumber air, ternyata tidak layak konsumsi. Maka hadirnya mesin ini memecahkan masalah air di stasiun. Mishra juga ingin menawarkan hal ini kepada pemerintah untuk kepentingan nasional yang lebih besar.
Selebrasi atau sambutan dengan penyiraman air melalui water canon pada sebuah pesawat akan mirip dengan gerbang sambutan selamat datang di pesta pernikahan atau dibawah pedang pora pada pernikahan militer. Sebab air yang disiramkan ini akan berbentuk lengkungan dan biasa disebut dengan Water Salute.
Baca juga: Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018
Penyiraman air atau water salute ini sendiri dilakukan pada penerbangan perdana dan rute baru sebuah maskapai yang tiba di apron bandara. Jika di Amerika penyiraman water salute ini menandai pensiunnya seorang pilot senior, pengendalian lalu lintas udara, penerbangan pertama atau terakhir dari sebuah maskapai penerbangan ke bandara serta penerbangan pertama dan terakhir dari jenis pesawat.
Hal ini pun terjadi pada pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo beserta rombongan saat mendarat perdana di Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat yang diresmikan pada 24 Mei 2018 kemarin. Saat itu pesawat Boeing Bussines Jet (BBJ) mendarat pukul 09.19 WIB dan tak lama setelah mendarat, pesawat berbadan warna biru dan putih tersebut disiram oleh dua unit mobil penyiraman dari kiri dan kanan sembari melintas perlahan sebelum berhenti sempurna.
Proses penyiraman ini sendiri tak lama sekitar satu menit kurang. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber ternyata bagi penumpang yang tak mengerti selebrasi penyiraman air ini sendiri bisa membuat pesawat panik dan mengira terjadi sesuatu pada pesawat seperti terbakar.
Tak hanya pesawat milik kepresidenan saja, masakapai Lion Air juga pernah disiram dengan air melalui water canon. Selain itu pada 2013 lalu, pesawat Garuda jenis CRJ1000NextGen dengan nomor penerbangan PK-GRF yang mendarat perdana di bandara El Tari, Kupang juga disiram dengan air melalui dua water canon.
“Kaget. Karena saat mendarat di Bandara El Tari, langit kan cerah, cuaca juga panas. Tapi kenapa tiba-tiba ketika berjalan ke arah landasan ada guyuran air dari bagian kanan dan kiri pesawat. Airnya dari dua mobil pemadam kebakaran itu. Saya kira pesawat terbakar sehingga disirami air. Tahunya itu air untuk “kasih dingin”, menyambut penerbangan perdana Garuda rute Surabaya-Kupang. Syukurlah,” ujar seorang penumpang wanita.
Baca juga: Mulai 25 Mei 2018, Wings Air Layani Rute Kupang-Lombok Setiap Hari
Dua water canon tersebut memang disiapkan PT Garuda Indonesia cabang Kupang dalam rangka penyambutan pesawat baru tersebut. Setelah disiram, pesawat terus menuju apron untuk parkir dan menurunkan penumpang.
Namun sebelum penumpang turun, pilot dan co-pilot pesawat turun duluan dan disambut General Manger PT Garuda Indonesia cabang Kupang saat itu Micky Irfandi. Saat itu pesawat jet tersebut diawaki oleh warga negara asing, yakni pilot bernama Pedro Gonzalez dan kopilot Sergio Blanells.
Selain harus menyeimbangkan diri sendiri, ternyata tingkat kesulitan yang hadir ketika kita membonceng seseorang meningkat berkali lipat. Kita harus tetap seimbang walaupun si penumpang di belakang banyak gerak atau bahkan kaku sekalipun. Terlebih jika si penumpang baru pertama kali dibonceng, ini akan jadi tantangan tersendiri bagi Anda selaku si pengemudi. Biasanya, dia akan kaku sejadi-jadinya ketika pertama kali dibonceng.
Baca Juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan
Sadar bahwa hal semacam ini berpotensial menimbulkan kecelakaan, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa poin yang patut Anda perhatikan sebelum membonceng seseorang, dikutip dari laman rideapart.com.
Perlengkapan
Berbeda dengan di dalam negeri, setiap pengendara motor di luar negeri amat sangat memperhatikan kelengkapan mereka sebelum berkendara. Mulai dari helm, vest, sarung tangan, hingga sepatu yang menutupi mata kaki. Bagi para pengemudi, wajib hukumnya bagi mereka untuk melengkapi penumpang dengan kelengkapan yang sama. Semisal salah satu diantaranya tidak lengkap, mereka akan lebih memilih untuk naik mobil saja. Sangat berbanding terbalik dengan di Indonesia, ya!
Ingatkan si Penumpang
Sampaikanlah kepada si penumpang apa yang kira-kira harus ia lakukan, mengingat ini barulah kali pertamanya ia berkendara menggunakan sepeda motor. Semisal, “Berpeganganlah dengan erat, ikuti gerakan motor dan jangan kaku,”. Juga jangan lupa untuk memberikan kode kepada si penumpang alih-alih dia ingin memberitahu sesuatu. “Cubit atau pukul saja semisal laju motor terlalu cepat,”
Perintahkan Untuk Duduk Senyaman Mungkin
Karena ini pengalaman pertamanya dibonceng, maka upayakan agar dirinya mendapati ‘spot’ terbaik ketika berkendara. Jangan lupa, kebanyakan penumpang naik dan turun menunggu aba-aba dari kita, apakah sudah boleh turun atau belum. Serta jangan lupakan pijakan kaki penumpang yang selalu diinjak ketika hendak naik atau turun, jadi siakan diri Anda untuk itu.
Baca Juga: Kirim Motor Lewat Kereta, Baca Dulu Tipsnya!Tata Cara Berpegangan
Arahkan si penumpang untuk memegang erat pada pengemudi. Satu tangan memegang pinggul di pengemudi, sedangkan satunya berpegangan pada tangki. Cara ini dianggap yang paling aman di segala kondisi, baik pada kecepatan rendah atau tinggi sekalipun.
Upayakan Untuk Mengkomunikasikan Semuanya Secara Verbal
Baikhendak turun atau mengkomunikasikan sesuatu, ada baiknya Anda menghimbau kepada si penumpang agar membicarakannya secara verbal. Jangan lupa ingatkan si penumpang untuk turun dengan kaki kiri terlebih dahulu, karena ini berkaitan dengan keseimbangan.