Pasar LCC Meningkat, Bandara Internasional Narita Siap ‘Upgrade’ Kapasitas Terminal 3

Semakin banyaknya maskapai yang menyediakan layanan Low Cost Carriers (LCC) membuat terminal khusus maskapai berbiaya rendah di Bandara Internasional Narita perlu diperluas dalam jangka waktu empat tahun mendatang. Tujuannya, agar mengurangi penumpukkan penumpang yang terjadi di bandara yang terletak di Prefektur Chiba, Jepang ini. Baca Juga: Lima Maskapai Ini Dianggap Ramah Bagi Penyandang Disabilitas Diketahui, Terminal 3 yang diperuntukkan khusus maskapai berbiaya rendah ini dibuka pada tahun 2015 silam, dan setiap tahunnya hampir selalu mengalami peningkatan pengguna. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman nhk.or.jp, aliran pengguna meningkat kurang lebih sekitar 10 persen setiap tahunnya. Itu semua tidak lepas dari peran operator LCC yang terus memperkenalkan layanan baru dan meningkatkan jumlah penerbangannya. Ada keunikan lain dari bandara ini. Selain Terminal 3 yang dikhususkan untuk maskapai berbiaya rendah, Terminal 1 dan 2 pun ditujukan bagi kelompok maskapai tertentu, seperti Terminal 1 khusus untuk anggota SkyTeam dan Star Alliance, sedangkan Terminal 2 khusus untuk anggota aliansi maskapai Oneworld. Saking banyaknya layanan yang ‘singgah’ di bandara yang memiliki landas pacu sejajar ini, sampai-sampai Bandara Internasional Narita mendapat gelar sebagai bandara internasional tersibuk di Jepang. Menurut laman sumber, Terminal 3 Bandara Internasional Narita digunakan oleh lebih dari 7,6 juta orang pada tahun fiskal terakhir yang berakhir pada bulan Maret 2018 kemarin. Dengan adanya peningkatan yang stabil pada sektor penumpang, maka hal tersebut maka berimbas pada kepadatan penumpang ketika check-in dan antrean pada pos pemeriksaan keamanan. Baca Juga: WheelTug, Dukung Pergerakan Pesawat Lebih Cepat di Area Terminal Menanggapi hal tersebut, Narita International Airport Corporation selaku operator bandara tersebut melakukan inisiasi untuk meningkatkan kapasitas terminal menjadi 15 juta penumpang. Selain dapat menampung lebih banyak pelancong, peningkatan kapasitas tersebut pun diharapkan dapat menarik lebih banyak nama LCC untuk ‘menyandarkan’ pesawatnya di Narita. CEO dari Narita International Airport Corporation, Makoto Natsume mengatakan bahwa akan merelokasi bangunan kargo di sisi selatan terminal LCC untuk membebaskan ruang seluas 10.000 meter persegi untuk perluasan. “LCC telah berkembang dan permintaan penerbangan telah melampaui ekspektasi. Kami akan berhati-hati dalam menyediakan fasilitas penunjang bagi para penumpang,” tutur Makoto.

Jelang Musim Mudik, ASDP Siapkan 2.100 Tiket Gratis Penumpang di Tiga Lintasan

Menyambut musim mudik 2018, PT ASDP Indonesia Ferry akan mendukung kampanye Mudik Bareng BUMN, dan untuk tujuan tersebut BUMN transportasi ini telah menyiapkan 2.100 tiket pejalan kaki (penumpang) di tiga lintasan di Kawasan Timur Indonesia. Pendaftaran bagi peserta mudik bersama ASDP sudah mulai dibuka di Cabang Ambon untuk lintasan Galala-Namlea dan Hunimua-Masohi pada Kamis (24/5) hingga Sabtu (26/5). Diikuti Cabang Ternate dan Cabang Baubau pada akhir bulan ini hingga awal pekan bulan Juni mendatang. Baca juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry “Untuk mendukung program Pemerintah dalam penyelanggaraan angkutan lebaran menggunakan transportasi publik, kami akan mengangkut sekitar 2.100 penumpang pejalan kaki secara gratis di lintasan di wilayah timur Indonesia, yakni lintasan Bastiong-Rum (Ternate), Galala-Namlea dan Hunimua-Masohi (Ambon), serta Torobulu-Tampo (Baubau). Kami harapkan masyarakat dapat berpartisipasi dan menikmati pelayanan di atas kapal ferry PT ASDP,” ujar Ira Puspadewi, direktur utama PT ASDP dalam siaran pers (24/5). Dijadwalkan arus mudik (berangkat) di masing-masing lintasan akan dilayani pada tanggal 9, 11 dan 13 Juni 2018 dan arus balik akan dilayani pada tanggal 19, 21, dan 23 Juni 2018. Peserta mudik bareng hanya perlu membawa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga untuk persyaratan data. Tahun ini ASDP menyediakan kursi hingga 2.100 orang peserta Mudik Bareng BUMN untuk perjalanan mudik dan arus balik dengan rincian di Ternate, dengan rute Bastiong – Rum akan tersedia 600 tiket mudik. Kedua; di Baubau dengan rute Torobulu – Tampo, tersedia 600 tiket gratis, dan ketiga; di Ambon dengan rute Galala – Namlea dan Hunimua-Masohi tersedia 900 tiket mudik gratis. Hingga kini, ASDP telah menjalin sinergi dengan empat BUMN dalam mendukung program mudik bareng BUMN. Tercatat, PT Bukit Asam telah memesan tiket untuk 1.000 orang pemudik pada lintasan Merak – Bakauheni. Kemudian PT Jasindo juga memesan tiket bus untuk 300 orang pemudik pada lintasan Merak-Bakauheni. Lalu, PT Antam yang memesan tiket untuk 500 orang pada arus mudik dan 500 tiket arus balik pada lintasan Bastiong – Rum di Ternate, Maluku Utara.

Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU

Dengan diterapkannya peraturan yang melarang kegiatan masak memasak di kereta api, maka PT Reska Multi Usaha (PT RMU) mau tidak mau harus menanggalkan semua perlengkapan masaknya dan mengganti masterpiece-nya dengan produk Popso. Seperti yang diketahui bersama, Popso merupakan produk makanan olahan dalam bentuk beku, yang dalam penyajiannya perlu dihangatkan dengan microwave. Baca Juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’ Varian menunya pun bisa dibilang cukup komplit bahkan hampir meliputi semua menu andalan dari setiap rute, ambil contoh Nasi Goreng Parahyangan. Kendati makanan beku ini diupayakan memiliki rasa yang hampir sama dengan makanan aslinya, namun banyak pelanggan yang mengaku kurang puas dengan kualitas rasa yang diberikan. Pasalnya, baik Nasi Goreng Parahyangan, Bistik, dan menu hangatan lainnya memiliki rasa yang terkesan hambar dan jauh dari ekspektasi. Wajar saja jika sebagian penumpang ngamuk karena harga yang harus mereka bayar untuk Popso lebih mahal ketimbang Nasi Goreng Parahyangan yang digoreng dadakan. Sampai-sampai, beberapa dari mereka mengeluarkan petisi untuk mengembalikan penganan yang sudah menjadi identitas dari Kereta Api Argo Parahyangan (Gopar). “Tolong Bapak Ibu para petinggi PT KAI dan PT RMU dengarkan keluhan kami. Jangan kau tinggalkan kami dalam kereta dengan makanan seharga 30 ribu tapi rasa tidak menentu.” tulis seorang pelanggan KA Gopar, dikutip KabarPenumpang.com dari laman change.org. “Tidak malu dengan minimarket yang menjual RTE (Ready To Eat) hanya 20 ribu tapi rasa cukup nyaman di lidah? Tolong ini demi kami, demi pelanggan.” tandasnya. Bahkan, seorang pelanggan yang mewakili aspirasi dari kekecewaan penumpang lainnya ini sampai-sampai menyindir jargon dari PT KAI yang bersinergi dengan PT RMU ini. “Apa kata tulisan ‘Anda adalah prioritas kami’ kalau yang diutamakan adalah keuntungan.” sindirnya pedas. Hal ini pun mau tidak mau menjadi PR bagi PT KAI dan PT RMU untuk membenahi layanannya tersebut secara menyeluruh. Baca Juga: PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018! Bagaimana tidak, dalam postingan si pelanggan tersebut, turut dicantumkan foto Popso Nasi Goreng Parahyangan yang benar-benar jauh dari ekspektasi. Hanya ada nasi goreng yang dibungkus dengan kertas minyak, sepotong ayam goreng, dan acar, lengkap dengan tissue, sendok, garpu, dan tusuk gigi. Sontak si pelanggan geram dan melayangkan petisi kepada PT KAI. Kendati PT KAI dan PT RMU sudah memperbaiki layanannya tersebut, namun inti dari petisi itu bukanlah terletak pada pelayannya, namun lebih condong kepada cita rasa yang selama ini sudah menjadi ‘legenda’ di layanan KA Gopar.

GoJek Rambah Empat Negara di Asia Tenggara

Sebagai platform besutan anak Indonesia, GoJek kini membentangkan sayap bisnisnya ke tempat baru. Kabar rencana ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dalam waktu dekat akhirnya akan segera terwujud di 2018 ini. Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi Ada beberapa negara yang menjadi tujuan GoJek yakni dengan memiliki populasi penduduk yang cukup besar. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa ternyata ada empat negara yakni Singapura, Vietnam, Filipina dan Thailand. Total yang digelontorkan GoJek untuk ekspansi internasional ini US$500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun. Ekspansi yang dilakukan GoJek ini sendiri sudah dilakukan dengan perencanaan dan riset pasar yang mendalam selama berbulan-bulan. Hal ini sejalan dengan penggalangan investasi GoJek yang mendapat suntikan dana dari Astra Internasional, Google, Tencent, JD.com, Mituan dan beberapa perusahaan besar lainnya. Rencananya ekspasi ke empat negara ini akan dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan. “Konsumen paling puas dan senang saat mereka punya lebih banyak pilihan. Saat ini, masyarakat di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup pilihan atas layanan transportasi ride-hailing,” jelas CEO dan Founder GoJek Nadiem Makarim. Nadiem menambahkan, tujuan berkespansi adalah untuk berkolaborasi dengan negara-negara tersebut dan pemerintahnya untuk memanfaatkan teknologi yang dikembangkan GoJek. Dia mengatakan, ini bisa memberikan dampak luas bagi semua kalangan baik konsumen yang menginginkan layanan cepat dan kompetitif maupun mitra pengemudi yang mencari penghasilan tambahan. Tak hanya itu, Nadiem juga mengatakan pihaknya akan bermitra dengan perusahaan lokal guna memastikan operasional usaha dapat berjalan dengan baik dan maksimal. “Kami di GoJek percaya, cara terbaik dalam melakukan ekspansi internasional adalah bermitra dengan tim lokal yang bertalenta, punya visi yang sama dengan kami, serta memahami cara terbaik untuk melayani kebutuhan negara mereka. Peranan GoJek adalah sebagai penasihat, berbagi pengalaman kami dalam hal operasional serta pengembangan bisnis. Sehingga, mereka dapat menciptakan dampak positif yang GoJek ciptakan, dengan cara-cara terbaik dan sesuai dengan karakter dan kebutuhan negara mereka,” jelas Nadiem. Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional Gojek sendiri memiliki banyak layanan fitur dalam aplikasinya, namun yang akan digunakan adalah layanan transportasi atau ride-hailing yang merujuk pada layanan GoRide dan GoCar. Presiden GoJek Indonesia, Andre Soelistyo menambahkan, pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan pasar negara-negara tersebut apakah langsung meluncurkan GoRide dan GoCar secara langsung atau tidak. Hal ini dikarenakan pihak GoJek masih melakukan diskusi dengan tim lokal mereka di masing-masing negara.

Mulai Hari Ini, Wings Air Layani Rute Surabaya-Pangkalan Bun

Setelah mengumumkan membuka rute penerbangan Kupang-Lombok, tepat hari ini, 25 Mei 2018, Wings Air juga membuka rute barunya, yakni Surabaya-Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. Seperti pada rute Kupang-Lombok, penerbangan Surabaya-Pangkalan Bun akan dilayani pesawat turbo propeller ATR-72 500/600 yang berkapasitas 72 kursi dengan frekuensi satu kali per hari. Baca juga: Mulai 25 Mei 2018, Wings Air Layani Rute Kupang-Lombok Setiap Hari Wings Air dalam mengoperasikan rute baru ini telah mencanangkan jadwal berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) pukul 14.40 WIB dan tiba di Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun (PKN) pada 16.20 WIB. Untuk layanan berikutnya di hari yang sama, Wings Air akan mengudara dari Pangkalan Bun pada 16.40 WIB dan mendarat di Surabaya pada 18.20 WIB. Dikutip dari siaran pers (24/5/2018) Wings Air yang diterima KabarPenumpang.com, dibukanya rute baru ini akan Mengangkat kembali kebudayaan Sungai Arut dengan menambah pengalaman tersendiri karena kaya nilai historis, sangat ikonik sejak berabad lalu serta telah berperan penting sebagai urat nadi perekonomian masyarakat lokal. Kegiatan tersebut setelah dikembangkan akhirnya bisa menggugah minat wisatawan dan telah menjadi bagian aktivitas ketika melancong di Kotawaringin Barat (Kobar), yang selama ini hanya mengenal wilayah ini lewat Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Selain itu, Kobar juga menyuguhkan beragam wisata di Pangkalan Bun, ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah sekaligus gerbang utama di kawasan ini. Menurut data PT Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya pada 2017 telah melayani 20,13 juta pergerakan penumpang. Angka tersebut meningkat 3,29% dibanding 2016 yang mencapai 19,48 juta penumpang. Pada triwulan pertama 2018, trafik penumpang di Juanda mencapai 4,99 juta penumpang yang tumbuh 8,23% dibanding triwulan pertama 2017 yaitu 4,6 juta pergerakan penumpang.

Kandungan Gas dalam Usus Meningkat, Inilah Pangkal Fenomena ‘Kentut’ Selama Penerbangan

Tidak bisa dipungkiri pesawat memang menawarkan kemudahan bagi para penumpangnya yang hendak melakukan mobilitas, terutama jarak jauh. Nah, bagi Anda yang sudah pernah melakukan penerbangan jarak menengah – jauh, tentu kebanyakan dari Anda pernah merasakan mual, kembung, dan perasaan ingin buang angin, bukan? Tenang, fenomena ini wajar terjadi dan bukanlah suatu hal yang baru di dunia aviasi global. Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan, 14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kandungan gas yang ada di dalam usus Anda akan terus mengalami peningkatan higga kurang lebih 30 persen ketika pesawat mulai menyentuh ketinggian yang cukup ekstrem. Adalah Paul Auerbach dan York E. Miller yang pada tahun 1981 silam menemukan istilah High Altitude Flatus Expulsion (HAFE) dengan definisi seperti yang sudah dijabarkan di atas. Secara garis besar, kandungan gas yang ada di dalam tubuh manusia akan meningkat seiring dengan perbedaan tekanan udara. “Tekanan udara di dalam pesawat berbeda dengan daratan,” tutur seorang dokter dari New York City bernama Dr. Scott Kalish. “Pada sebagian orang, ini (tekanan udara) bisa memengaruhi tubuh mereka untuk menghasilkan lebih banyak gas,” tandasnya. Contoh sederhana yang dapat membuktikan eksistensi dari teori di atas adalah dengan cara membawa botol minum kemasan plastik ke dalam kabin. Tenggaklah terlebih dahulu minuman di dalamnya hingga kurang lebih setengah, dan bawa ke dalam kabin. Sesampainya di tujuan, coba perhatikan botol tersebut, tentu akan mengempis dan ketika dibuka akan keluar udara. Gambaran yang bisa dibilang hampir serupa dengan apa yang terjadi dengan tubuh kita. Perbedaan tekanan udarlaah yang akhirnya memaksa tubuh kita untuk menghasilkan gas lebih banyak ketimbang biasanya. Baca Juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda Meningat satu-satunya jalan untuk menghilangkan gejala ini adalah dengan cara buang gas, sayangnya hal tersebut berbenturan dengan norma kesopanan. Namun, dikutip dari New Zealand Medical Journal, para ahli berpendapat bahwa semakin tinggi pesawat mengudara, maka semakin penuh pula kandungan gas di lambung Anda. Maka dari itu, lepaskan saja. Perkara ‘wewangian’ yang ditimbulkan, tentu lain soal. Semisal bangku yang Anda duduki sudah dilengkapi dengan karbon aktif, maka Anda tidak perlu ragu wanginya akan menyebar menghiasi ruang kabin. Yang paling penting adalah kesehatan Anda sendiri.

Stasiun Strasbough-Ville, Padukan Nuansa Jadoel dan Modern Dalam Satu Balutan Apik!

Mungkin peranannya hampir sama seperti Stasiun Gambir dan Stasiun Bandung, yaitu sebagai stasiun utama di tempat mereka beroperasi. Perkenalkan, Stasiun Strasbourg-Ville yang memiliki peranan sebagai stasiun utama di kota Strasbourg, Bas-Rhin, Perancis. Ternyata ada keunikan bersemayam di balik kemegahan stasiun yang dioperasikan oleh SNCF ini. Selain desain bangunannya yang unik, ternyata nama Stasiun Strasbourg-Ville pun masuk ke dalam daftar stasiun termegah di Benua Biru. Baca Juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, stasiun ini merupakan akhir dari layanan sejauh 493 km yang membentang dari Paris menuju Strasbourg melalui Châlons-en-Champagne dan Nancy. Stasiun kereta api pertama di Strasbourg ini sendiri diresmikan pada 19 September 1841, seiringan dengan pembukaan layanan kereta Strasbourg – Basel.
Sumber: istimewa
Karena letaknya yang jauh dari pusat kota, yaitu di distrik Koenigshoffen, maka pada 11 Juli 1846 stasiun ini dipindahkan ke pusat kota. Sebuah bangunan baru yang diperuntukkan sebagai terminal pun dirancang sedemikian rupa oleh seorang arsitek asal Perancis, Jean-André Weyer. Setelah memakan waktu enam tahun,maka pada 18 Juli 1852, Président Bonaparte pun meresmikan stasiun tersebut. Alih-alih melakukan renovasi guna mendapatkan kesan modern, pihak pengelola stasiun justru enggan melakukan perombakan dengan dalih mempertahankan dan menjadikan stasiun bergaya periode Wilheminian ini sebagai salah satu spot arsitektur historikal. Bangunan yang hingga kini dapat kita nikmati ini merupakan rancangan dari Johann Eduard Jacobsthal yang dieksekusi pada tahun 1878 hingga 1883. Dengan adanya sedikit penambahan ornamen dan renovasi kecil-kecilan guna mengikuti perkembangan jaman, maka bangunan stasiun yang berisikan 13 jalur ini tetaplah kokoh hingga saat ini. Bahkan, otoritas berwenang mencatat bahwa pada tahun 2016 silam, jumlah penumpang yang hilir mudik di stasiun ini mencapai angka 18,336,028 penumpang. Baca Juga: Antre di Stasiun ini Dijamin Bikin Anda Betah Berlama-lama! Keunikan lain yang terpampang dari stasiun ini adalah bentuk kerangka besi yang seolah melindungi bagian gedung utama stasiun ini. Ya, unsur jadoel yang langsung ‘bertabrakan’ dengan modernisasi menjadi daya tarik wisata tersendiri. Bagaimana, apakah Anda termasuk pecinta seni sekaligus kereta? Sempatkan diri untuk mampir ke Stasiun Strasbourg-Ville semisal berkunjung ke Perancis, ya!

Hadir dengan Aplikasi Pemesanan, Akankah Bisnis Taksi Helikopter Naik Daun?

Taksi helikopter memang bukan isapan jempol, namun karena tarifnya yang terbilang tinggi membuat penetrasi bisnis angkutan berbasis charter ini belum bisa mengena pada pasar yang luas. Sejak dua dekade silam, di Indonesia sudah ada beberapa operator yang menjajakan helikopter sebagai sebagai wahana taksi terbang. Dengan kehadiran helikopter charter ini, seperti menawarakan bagi pengguna jasa untum melarikan diri dari kota besar yang sesak dengan lalu lintas yang padat. Belum lama ini, sebuah layanan terbaru digadang jauh lebih murah dibandingkan dengan helikopter sistem charter, bahkan lebih mudah diakses publik hanya dengan ponsel pintar dan kartu kredit untuk memesan perjalanan mereka. Baca juga: Lion Bizjet Tawarkan Taksi Udara Bertarif Rp47 Juta Per Jam Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman thestar.com (11/5/2018), Sameer Rehman, direktur pengelola Bell Helicopter Asia Pasifik mengatakan produsen helikopter memprediksi lebih banyak layanan seperti ini dibagian lalu lintas pada Asia Tenggara. “Itu dapat direplikasi di seluruh kota dan negara lain di Asia-Pasifik,” ujar Rehman. Layanan lainnya juga yang belum lama hadir di Indonesia tepatnya di Jakarta, bernama Helicity yang dioperasikan oleh Whitesky Aviation dan memiliki 60 pelanggan setiap bulannya. Pelanggannya adalah sebagian besar dari dunia bisnis.
Helicity (Google Play)
Pengguna Helicity dari bandara menuju Jakarta selama 20 menit, akan dikenakan tarif Rp6 juta untuk empat orang dan penerbangan 45 menit dari Jakarta ke Bandung akan dikenakan tarif Rp14 juta. Harga ini lebih terjangkau dibandingkan dengan masa lalu yang mengenakan jika di charter secara pribadi dengan pembayaran minimum sekitar US$250 perbulannya atau sekitar Rp3,5 juta. Ini pun tak mudah bagi Whitsky karena bulan lalu armada mereka jatuh di pulau Sulawasi saat terbang di atas area pertambangan yang menewaskan satu orang dan empat lainnya luka. Chief executive Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan, saat ini mereka memiliki lima armada helikopter yang melayani masyarakat dan terbang dari jam enam pagi hingga enam sore. “Kami sedang dalam proses mendapatkan lebih banyak jam operasi, sehingga bisa menjadi operasi 24/7. Kami berharap peraturan baru semacam ini akan memungkinkan kami mengembangkan bisnis,” ujar Denon. Di Bangalore, salah satu kota terpadat di India, HeliTaxii baru saja diluncurkan pada Maret kemarin yang menawarkan perjalanan dari bandara ke taman industri IT Electronic City dengan biaya US$65 atau sekitar Rp612 ribu perorangya. HeliTaxii di Bangalore diizinkan terbang dari pukul 06.30 hingga 10.00 pagi waktu setempat, kemudian pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat. Sedangkan popularitas layanan ini sendiri semakin meningkat. Baca juga: Bell Tampilkan Desain Teknologi Taksi Udara Namun, para pengamat mengatakan, tidak akan mungkin dengan jumlah yang besar taksi helikopter melaju di langit meski harga lebih rendah dari sebelumnya. Meskipun pertumbuhan aplikasi seperti itu, pemain industri memperingatkan masih ada rintangan besar selain waktu terbang. Salah satunya adalah menemukan lokasi take off dan landing yang cocok, terutama di kota-kota Asia. Helipad telah bermunculan dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir tetapi sejumlah besar bersifat pribadi dan para pengamat memperingatkan banyak yang belum disertifikasi sebagai aman oleh otoritas penerbangan.

Unik! Hampir Semua Petugas di Jalur Kereta ini Diisi Oleh Anak-Anak

Jika selama ini anak-anak di Indonesia hanya dapat duduk manis di kereta hingga si ular besi sampai di tujuan, maka hal tersebut berbanding terbalik dengan yang ada di Budapest, Hungaria. Di sini, Anda dapat menemukan satu keunikan yang mungkin tidak akan Anda temui di tempat lainnya, yaitu Gyermekvasút. Dalam Bahasa Hungaria, Gyermekvasút berarti Kereta Anak-Anak. Tapi, ini tidaklah seperti yang Anda bayangkan karena di sini, hampir keseluruhan jaringan kereta dioperasikan oleh anak-anak! Kok bisa? Baca Juga: Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta! Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jaringan kereta api ini memang dijaga oleh anak-anak dengan rentang usia 10 hingga 14 tahun. Mulai dari penjual tiket, pemeriksa tiket, pengatur persinyalan, memberikan informasi kepada para penumpang semuanya dilakukan oleh anak-anak, kecuali masinsis lho! Tentu saja, semua petugas cilik ini berada di bawah pengawasan orang dewasa.
Sumber: cnn.com
Lucunya lagi, para petugas cilik ini pun sama-sama mengenakan seragam layaknya petugas kereta api versi dewasa. Semua anak-anak yang bekerja di Gyermekvasút menjalani pelatihan terlebih dahulu selama empat bulan dan ujian di semua bidang manajemen kereta api selama kurang lebih satu tahun. Setelah lulus keduanya, barulah mereka semua mendapat lisensi untuk berkerja di sini. Menyoal jam kerjanya, anak-anak ini harus menyeimbangkan antara kerja dan sekolah. Biasanya mereka kerja seminggu satu hingga dua kali. Dengan menerapkan pola memutar tugas, anak-anak ini bisa menyeimbangkan antara pendidikan dan dunia kerjanya. Bahkan, pihak sekolah tidak melarang anak didiknya tidak mengikuti pelajaran dengan alasan bekerja di Gyermekvasút.
Sumber: cnn.com
Jalur ini sendiri memiliki panjang 11,2 km yang menghubungkan Széchényi-hegy dan Hűvösvölgya, dimana di dalamnya terdapat tujuh stasiun yang disinyalir merupakan tempat-tempat rekreasi populer, seperti János-hegy dan Normafa. Baca Juga: Unik Tapi Berbahaya, Pemuda Ini Gunakan Rel Aktif Untuk Isi Ulang Baterai Ponsel Adapun hadirnya jalur ini diinisiai oleh sang operator Hungarian State Railways yang pada tahun 1947 menginginkan sebuah jalur kereta api yang dioperasikan oleh anak-anak. Akhirnya setelah memasak ide ini matang-matang, maka pada 11 April 1948 jalur kereta ini secara resmi dibangun. Walaupun sempat ditutup sementara pada tahun 1956 karena meletusnya Revolusi Hungaria, jalur ini tetap aman dan dibuka kembali untuk umum pada 3 Februari 1957.

Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dikenal dengan Kertajati di Majalengka, Jawa Barat akan mulai beroperasi pada 24 Mei 2018 ini. Mulai pengoperasiannya ini sendiri dengan penerbangan perdana dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Batik Air yang melakukan inagural fligt. Baca juga: Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati Bandara yang memiliki luas 1800 hektar tersebut akan mulai melayani lima rute mudik pertamanya di 5 Juni 2018 mendatang. Lima daerah yang dilayani adalah Medan, Surabaya, Bali, Makassar dan Balikpapan. “Mudik mulai 5 Juni, Derektorat Angkutan Udara sedang memproses rute dari Kertajati ke Medan, Balikpapan, Surabaya, Bali dan Makassar. Untuk tiketnya diharapkan penjualannya sebelum 5 Juni,” ujar Direktur Utama PT BIJB Dimas Ekaputra. KabarPenumpang.com merangkum dari berbabgai laman sumber, meski mulai beroperasi pada 24 Mei 2018, slot jadwal penerbangan bandara Kertajati masih kosong. Sehingga dapat diisi jadwal mana pun dan maskapai kini tinggal menetapkan rute penerbangan. Tak hanya rute untuk mudik, rencanya bandara Kertajati ini akan melayani lima kloter pada musim Haji 2018 mendatang. “Soal penerbangan regulernya apa aja itu tanya ke Kemenhub. Penerbangan reguler itu maskapai minta izinnya ke Kemenhub. Jika sudah oke baru diserahkan ke kita,” ujar Manager Humas Airnav Indonesia Yohanes Sirait. Yohanes menjelaskan untuk pengoperasian bandara Kertajati sendiri dilakukan setelah Aeronautical Information Publication (AIP) yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan kepada seluruh Stakeholder penerbangan di seluruh dunia. “Jadi 29 Maret lalu Kemenhub melakukan AIP. Itu publikasi kepada stakeholder penerbangan di seluruh dunia terkait kesiapan operasional penerbangan. Jadi bukan komersil ya. Jadi misalnya bahwa ada bandara baru posisinya di sini, lokasi koordinatnya, rutenya. Nah 2×28 hari sejak peristiwa itu maka publikasi itu efektif. Itu lah tanggal 24 Mei. Artinya kita sudah bisa melayani penerbangan di tanggal itu,” kata Yohanes. Baca juga: Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018 Saat ini diketahui, sejumlah maskapai penerbangan sudah mengajukan izin rute penerbangan dari dan ke bandara Kertajati kepada Direktorat Angkutan Udara. Sebelumnya Direktorat Angkutan Udara juga sudah mengirimkan surat penawaran kepada 63 maskapai penerbangan dalam dan luar negeri untuk membuat jadwal penerbangan dari dan ke bandara Kertajati. Adapun PT BIJB sendiri memastikan tahun ini 50 persen tenat atau gerai komersial di bandara Kertajati dapat terisi dan jumlah keseluruhan terdapat 240 tenant.