Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat akan resmi dibuka Kamis 24 Mei 2018. Citilink sebagai maskapai berbiaya rendah akan mulai penerbangan perdananya dengan rute Surabaya menuju Kertajati. Hadirnya Citilink di bandara baru ini untuk memberikan pilihan destinasi baru dan memudahkan akses transportasi udara bagi penumpang yang tinggal di Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah bagian barat selama musim lebaran.
Baca juga: Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan sudah memberikan izin ke beberapa maskapai penerbangan yang akan terbang dari bandara Kertajati ini. Citilink sendiri merupakan maskapai pertama yang mendapat izin dari pemerintah untuk terbang ke Kertajati.
“Bandara Kertajati di Majalengka merupakan bandara komersial kedua di Jawa Barat setelah Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Kehadiran Citilink Indonesia untuk rute penerbangan Surabaya-Kertajati selama musim mudik lebaran ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang tinggal di daerah Cirebon dan sekitarnya,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman, yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Kamis (24/5/2018).
Ranty menambahkan penerbangan Citilink Indonesia untuk rute Kertajati-Surabaya yang akan mulai terbang pada Jumat, 8 Juni 2018 dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.
“Meskipun rute penerbangan ini sifatnya merupakan extra flight selama peak season lebaran 2018, manajemen akan terus melihat prospek kedepannya untuk prospek penambahan jadwal penerbangan, frekuensi bahkan rute-rute baru dari Kertajati,” tambah Ranty.
Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi
Penerbangan Surabaya-Kertajati Citilink dengan nomor penerbangan QG 9820 dari bandara Juanda, Surabaya dijadwalkan pukul 05.25 WIB dan tiba di Bandara Kertajati, Majalengka pada pukul 06.55 WIB setiap hari.
“Sedangkan, untuk penerbangan QG 9821, Kertajati-Surabaya dijadwalkan berangkat pada pukul 07.25 WIB dan tiba di Surabaya pada pukul 08.55 WIB,” tambah Ranty.
Sedangkan untuk Garuda Indonesia, per hari ini memulai dengan historical flight dan Lion Air Group dengan ferry flight ke bandara Kertajati.
Antara PT Asuransi Alianz Utama Indonesia dan PT Garuda Indonesia resminya telah memulai kerjasama pada 2014 dalam penyediaan manfaat komprehensif asuransi perjalan (travel insurance). Dan melanjutkan kerjasama yang telah ada, kedua perusahaan pada Rabu (23/5/2018) sepakat untuk memperluas layanan “Garuda Indonesia Travel Insurance,” dengan memberikan perlindungan perjalanan bagi penumpang domestik dan internasional.
Baca juga: Asuransi Perjalanan, Antara “Wajib” (Untuk Urus Visa) dan Beragam Manfaatnya
Setelah sebelumnya asuransi bisa didapatkan melalui proses pembelian tiket secara online di website, mobile apps, corporate online system dan Garuda Online Sales, kini penumpang Garuda Indonesia dapat menambahkan manfaat perlindungan asuransi perjalanan ketika membeli tiket pesawat secara offline di kantor cabang Garuda Indonesia, serta melalui call center.
Persisnya perluasan manfaat asuransi perjalanan yang baru diluncurkan adalah memberikan perlindungan sebelum dan selama perjalanan. Dimulai dengan penggantian biaya yang tidak dapat dikembalikan, seperti biaya transportasi, kunjungan wisata dan visa yang telah dibayar, dan biaya yang timbul akibat pembatalan dan perubahan perjalanan yang sudah dipesan sebelumnya.
Saat perjalanan terganggu dan pengguna jasa harus pulang lebih awal, maka biaya-biaya yang tidak dapat dikembalikan maupun biaya tambahan untuk perubahan perjalanan pun bisa diganti. Penumpang juga akan mendapat santunan ketika mengalami ketidaknyamanan perjalanan akibat penundaan perjalanan atau bagasi sejak 2 jam penundaan. Bahkan perlindungan bagasi tersedia untuk menjamin kerugian akibat kerusakan atau kehilangan bagasi serta barang-barang pribadi selama perjalanan.
Terkait kesehatan pengguna jasa, seperti risiko sakit atau cedera ketika melakukan perjalanan dapat menimbulkan biaya tidak terduga yang besarnya tidak dapat diperkirakan. Garuda Indonesia Travel Insurance dalam hal ini memberikan perlindungan komprehensif untuk berbagai risiko medis yang terjadi selama perjalanan, seperti biaya pengibatan, santunan tunai rawat inap rumah sakit, sampai evakuasi dan repatriasi medis darurat, tanpa ada risiko yang ditanggung sendiri.
Peluncuran program perluasan Garuda Indonesia Travel Insurance dilakukan Peter Van Zyl, Presiden Direktur Alianz Utama Indonesia, dan Nicodemus P. Lampe, Direktur Service Garuda Indonesia.
Kendati namanya tidak masuk ke dalam daftar lima kereta tercepat di dunia, namun kiprah Alstom di dunia perkeretaapian dunia tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Setelah dipercaya oleh beberapa negara untuk ‘menunggangi’ jaringan kereta apinya, kini perusahaan yang berbasis di Perancis ini terpilih sebagai pemasok 1000 kereta Metro berukuran besar yang nantnya akan dioperasikan di tiga jaringan kereta otomatis Grand Paris Express.
Baca Juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel JermanKabarPenumpang.com mengutip dari laman metro-report.com (3/5/2018), pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh pihak promotor dan panitia tender, Société du Grand Paris (SGP) pada 2 Mei kemarin. Penunjukan Alstom sebagai penyedia rolling stock ini merupakan salah satu dari mandat 2010 untuk menyediakan infrastruktur pada Lines 15, 16, dan 17. Ketiga jalur tambahan ini rencananya akan dibuka secara bertahap hingga tahun 2023 mendatang.
Di sini, SGP juga bertanggung jawab untuk menyediakan kereta api yang akan beroperasi di jalur ini bersama otoritas transportasi, Île de France Mobilités yang mendanai akuisisi. Pihak SGP sendiri mengaku bahwa nantinya kereta-kereta ini akan menjadi kereta roda baja pertama yang sepenuhnya sudah terotomatisasi di Perancis – kereta otonom yang sebelumnya beroperasi menggunakan roda karet.
Nantinya, masing-masing gerbong dari setiap rangkaian ini memiliki panjang sekitar 18m dengan lebar 2,8m. Dengan kapasitas angkut berkisar antara 500 hingga 1000 penumpang, kereta tanpa masinis ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 110km/jam. Namun ketika pengoperasian komersial, kereta ini hanya akan melaju di angka 60km/jam saja, dengan mengutamakan alasan keselamatan tentunya.
Baca Juga: Jerman Siap Operasikan Kereta Penumpang Tanpa Emisi di 2018
Hadirnya tiga set pintu di setiap gerbong seolah memastikan arus keluar masuk penumpang yang lebih cepat ketimbang layanan lainnya. Tidak hanya itu, pihak Alstom juga menambahkan bahwa kereta ini akan memudahkan akses dari para penyandang disabilitas, pun dengan stasiunnya.
Berdasarkan rencana yang sudah dicanangkan sebelumnya, nantinya akan ada 133 rangkaian kereta enam gerbong yang akan beroperasi di Line 15, dan 50 rangkaian kereta tiga gerbong yang akan dibagi di Line 16 dan 17. Diketahui, dua dari tiga gerbong di setiap rangkaian berfungsi sebagai penggerak yang akan mengambil daya sebesar 1,5 kV dari overhead power line.
Terjebak di tengah kemacetan memang merupakan hal yang amat sangat membosankan dan menjengkelkan. Beragam solusi pun sudah dicoba, mulai dari berangkat lebih pagi hingga mencari jalur alternatif, namun hasilnya sama saja. Beralih menggunakan sarana transportasi umum pun bukanlah satu hal yang mudah untuk dilakukan, mengingat kondisinya yang dikala peak hours selalu dijejali oleh penumpang. Alhasil, Anda sendirilah yang harus menikmati semuanya.
Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga!
Itu dari sudut pandang seorang pengemudi, lalu bagaimana jika Anda melihatnya menggunakan perspektif penumpang? Tentu sensasinya akan berbeda, bukan? Sebagai penumpang, Anda tidak perlu repot-repot memperhatikan jalan, menginjak pedal gas dan rem secara bergantian, hingga memperhatikan sekitar alih-alih ada kendaraan lain yang mencoba menyela di depan mobil Anda. Cukup duduk manis dan silangkan kaki Anda selama kendaraan yang ditumpangi berada di ditengah-tengah kerumuman kendaraan lain.
Namun rasa bosan tak ayal pun menghinggapi. Bolak-balik melihat jam merupakan salah satu aktifitas yang dipengaruhi oleh alam bawah sadar ketika macet. Ya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman preen.inquirer.net, Manila merupakan salah satu kota yang cocok untuk menguji kesabaran Anda ketika macet, dan pernyataan ini datang dari sudut pandang seorang penumpang. Dapat Anda bayangkan seheboh apa macetnya?
Laman sumber menyebutkan, faktor pertama yang membuat Anda sebagai penumpang cepat stress ketika terjebak macet adalah waktu yang terbuang percuma. Semisal rute dari rumah menuju kantor dengan kondisi jalanan yang sepi hanya memakan waktu 15 menit saja, namun dikarenakan macet, perjalanan tersebut akhirnya memakan waktu satu jam perjalanan. Tentu saja selisih waktu 45 menit yang tercipta tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Fatamorgana lain yang terbentuk manakala diserang macet adalah memesan layanan antar jemput berbasis aplikasi menjadi lebih sulit. Ini dikarenakan para pengemudi yang enggan mengantarkan penumpang (tujuan si penumpang terlalu jauh atau melewati titik macet), atau si penumpang yang sudah terlalu lama menunggu dan akhirnya membatalkan pemesanannya. Kejadian seperti ini sudah tidak aneh di kota dengan populasi mencapai angka 1,78 juta penduduk pada tahun 2016, dan beberapa diantara pelakunya seolah sudah lumrah.
Baca Juga: Riset INRIX: Setelah Jakarta, Bandung Jadi Kota Termacet Kedua di Indonesia
Mungkin kondisi yang terjadi di Manila tidaklah berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia, khususnya kota dengan penghuni lebih dari 10 juta penduduk, Jakarta, dimana deretan lampu rem kendaraan seolah enggan absen menghiasi malam-malam di Ibukota. Jadi, bagi warga Ibukota yang terperangkap macet, Anda tidak sendiri karena Manila merasakan hal yang sama!
Lebaran yang tak sampai sebulan lagi sepertinya sudah membuat banyak masyarakat tak sabar ingin mudik ke kampung halaman masing-masing. Ini terbukti dengan antusiasnya pembelian tiket mudik lebaran 2018 dimana hanya tersisa sekitar 10-20 persen tiket yang belum terjual.
Baca juga: Refund Tiket Kereta di India, Bisa Dilacak Real Time dan Hanya Butuh Proses 5 Hari
Apalagi dengan libur lebaran para pekerja yang diberikan selama tujuh hari untuk menikmati masa-masa berkumpul di kampung halaman bersama keluarga besar. Bagi masyarakat yang sudah membeli tiket dan ingin mempercepat keberangkatan atau memundurkan kepulangan bisa melakukan beberapa hal dari mulai membatalkan tiket hingga menukar dengan tiket baru.
KabarPenumpang.com merangkum dari situs resmi PT KAI dimana penumpang bisa merubah jadwal kereta api yang sama pada hari berbeda, kereta api berbeda pada hari yang sama atau bahkan kereta api berbeda dengan hari yang berbeda. Ada beberapa cara dan syarat yang harus dipenuhi penumpang untuk melakukan hal ini.
1. Pembatalan 60 menit atau satu jam sebelum keberangkatan
Memang, PT KAI memberikan waktu pembatalan tiket satu jam sebelum keberangkatan. Tetapi untuk menghindari antrian yang panjang baiknya pembatalan dilakukan jauh-jauh hari dan jangan lupa untuk mengisi formulir pembatalan yang telah disediakan PT KAI di masing-masing stasiun.
2. Pembatalan harus si empunya tiket atau diwakilkan
Jika ingin melakukan pembatalan punya pribadi maupun rombongan baiknya datang sendiri untuk melakukannya. Namun jika tidak bisa hadir, maka diwakilkan dengan surat kuasa yang sudah di tanda tangan berserta fotocopy identitas si empunya boarding pass dan penerima kuasa. Jika membatalkan lebih dari satu penumpang dan kode booking sama maka fotocpy bukti identitas dan surat kuasa pembatalan yang dilampirkan cukup salah satu dari beberapa orang penumpang.
3. Terpotong 25 persen
Untuk setiap transaksi akan dikenakan biaya 25 persen dari tarif kereta diluar biaya pemesanan. Ini adalah biaya kompensasi atas perubahan jadwal tiket penumpang. Ini merupakan nilai irata-rata yang dibebankan perusahaan transportasi baik pesawat bus atau kereta api.
4. Biaya pembatalan transfer ataupun tunai
Dana pengembalian yang sudah dipotong 25 persen dari harga tiket akan dikembalikan kepada penumpang bisa melalui transfer atau tunai. Biasanya waktu pengembalian untuk tunai 30 hari kerja setelah pengajuan formulir pembatalan dan 45 hari kerja bagi yag ditransfer melalui rekening.
Untuk waktu pengembalian dana tunai sendiri bisa dilakukan di tasiun Serang, Rangkasbitung, Gambir, Pasar Senen, Bogor, Bekasi, Cikampek Purwakarta, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang dan Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Cepu, Purwokerto, Kroya, Cilacap, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solobalapan, Madiun, Kertosono, Kediri, Jombang, Blitar, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Bojonegoro, Banyuwangi Baru, Kalibaru, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Medan, Tebingtinggi, Siantar, Tanjungbalai, Kisaran, Rantauprapat, Padang, Kertapati, Prabumulih, Lubuklinggau, Baturaja, Kotabumi dan Tanjungkarang.
Baca juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar5. Selisih tarif dibebankan
Bagi penumpang yang ingin membatalkan dan mengubah tiket langsung saat pembatalan baiknya bawa dana di dompet. Sebab, setiap selisih tarif dengan jadwal baru bisa lebih tinggi dari sebelumnya dan selisih tersebut akan dibebankan pada di penumpang. Tetapi jika harga lebih rendah atau sama dengan sebelumnya maka tidak akan ada pengembalian bea atas selisih tarif tersebut.
6. Formulir pembatalan hilang
Jika penumpang memilih untuk pengambilan dana pembatalan secara tunai, maka formulir pembatalan harus dibawa saat pengembalian dana. Tetapi bila formulir tersebut hilang, maka penumpang diwajibkan untuk melampirkan surat keterangan dari kepolisian saat pengambilan dana tunai di loket.
Ada kabar gembira bagi pengguna jasa transportasi antara Kupang (NTT) dan Lombok (NTB), pasalnya Wings Air mulai 25 Mei 2018 akan membuka rute penerbangan setiap hari untuk menghubungkan dua ibu kota provinsi tersebut. Khusus untuk melayani rute tersebut, Wings Air telah menyiapkan pesawat terbaru turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 yang berkapasitas 72 penumpang.
Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional
Dikutip dari Siaran pers Wings Air (22/5/2018) yang diterima KabarPenumpang.com, disebutkan penerbangan akan dilayani secara regular berjadwal setiap hari. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) pukul 17.00 WITA dan tiba di Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) pada 19.00 WITA. Untuk rute sebaliknya akan diberangkatkan dari Lombok pukul 19.35 WITA dan mendarat di Kupang pada 21.35 WITA.
Wings Air menegaskan, dibukanya akses transportasi udara langsung Kupang ke Lombok pergi pulang (PP) ini sejalan permintaan pasar perjalanan dari kedua destinasi tersebut yang menunjukkan pertumbuhan pergerakan penumpang cukup signifikan.
Menurut data dari Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional El Tari pada 2017 telah melayani 2.099.890 pergerakan penumpang. Hal ini meningkat 8,13% dibanding 2016 yaitu 1.942.065 penumpang. Bandar Udara Internasional Lombok Praya telah mencatatkan 3.589.812 pergerakan penumpang atau tumbuh 4,92% dari 2016 yang melayani pergerakan 3.421.584 penumpang.
Capt. Redi Irawan, Operations Director of Wings Air mengatakan, “Kami dengan menghadirkan rute baru dari Kupang ke Lombok akan semakin melengkapi jaringan penerbangan di Kepulauan Sunda Kecil atau yang kerap disebut Nusa Tenggara. Kami optismis, layanan terbaru Wings Air ini akan memberikan nilai tambah lebih, antara lain dapat mempersingkat waktu (lebih efektif) di kedua kota, karena jarak tempuh hanya sekitar 120 menit serta tarif tiket yang terjangkau.”
Baca juga: Bebaskan Landing Fee Bagi Maskapai Baru, Angkasa Pura I Dukung Sektor Wisata NTT
Untuk konektivitas Lion Air Group dari Kupang ke Lombok semakin memperkuat jaringan penerbangan yang sudah beroperasi eksis yaitu Kupang menuju Denpasar, Solo, Surabaya, Labuan Bajo, Atambura, Alor, Bejawa, Ende, Tambolaka, Larantuka, Maumere, Rote dan Waingapu.Rute Lombok menuju Kupang telah memperluas network Lion Air Group yang kini memiliki 12 tujuan ke berbagai rute domestik antara lain Lombok Praya ke Jakarta via Soekarno-Hatta Cengkareng dan Jakarta Halim Perdanakusuma, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, Denpasar, Semarang, Sumbawa, Bima serta Bandung.
Pecel pincuk merupakan makanan asal Madiun, Jawa Timur dan disajikan dengan daun pisang yang dibuat pincuk. Isinya pun menggunakan daun pepaya, sayuran rebus, taburan serundeng kelapa dan kacang goreng serta lauk pauk seperti tempe goreng, telur asin dan lainnya.
Baca juga: Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas
Pecel pincuk yang asli bisa ditemukan di salah stasiun kecil di daerah Garahan, Silo di Jawa Timur yakni stasiun Garahan. Di stasiun kecil yang masuk dalam Daerah Operasional IX Jember ini pelancong bisa menemukan nasi pecel pincuk di sekitaran stasiun bahkan di peron.
Di stasiun ini nasi pecel pincuk taklah terlalu mahal, pada tahun 2012 lalu harga seporsi pecel pincuk ini Rp1000 hingga Rp2500 mungkin sekarang sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per porsinya. KabarPenumpang.com mendapatkan kabar, meski murah, tetapi ternyata pecel pincuk ini membuat banyak pelancong rela menempuh ratuasan kilometer demi menikmatinya, bahkan pecel pincuk ini terdengar sampai ke Amerika.
Pecel pincuk di stasiun Garahan
Sehingga stasiun kecil yang berada di ketinggian 598 meter dan menjadi stasiun yang terletak tertinggi di Daop IX ini semakin dikenal. Meski kecil, stasiun yang dekat dengan kaki Gunung Gumitir ini memiliki pemandangan yang asri dan udaranya segar.
Stasiun Garahan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1901 dan nyaris tidak ada renovasi apapun pada bangunannya. Stasiun ini bersih dan kerapiannya sangat terjaga hingga nyaris tak ada sampah.
Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta
Stasiun ini dulu sempat melayani dua pemberhentian kereta api yakni Pandanwangi dan Probowangi. Namun sejak 1 April 2015 lalu tidak ada kereta api reguler yang berhenti di stasiun ini kecuali persilangan atau persusulan antar kereta api.
Kini stasiun Garahan hanya melayani perhentian Lori Wisata Kaliraga yang beroperasi pada akhir pekan dan libur nasional. Meski begitu penikmat kereta api yang mampir ke stasiun ini bisa merasakan keindahan alam saat berdiri diantara rel dan menatap Gunung Argopuro.
Selain pemandangan, stasiun ini juga bisa membantu dalam memperkaya wawasan sejarah. Stasiun Garahan masih menggunakan peralatan karena dibangun pada masa Indonesia di jajah Belanda.
Rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai di uji coba pada Agustus 2018 mendatang. Namun Apakah rel untuk uji coba kereta pertama MRT ini sudah selesai terpasang? Mengingat setelah beberapa kali update informasi ke media, selalu dikatakan progress instalasi masih dikisaran 90 persenan.
Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via AplikasiKabarPenumpang.com saat bertemu di penandatangan nota kesepahaman dengan Gojek Indonesia, Selasa (22/5/2018), Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, rel diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2018. Sehingga kereta pertama yang kini ada di depo MRT Lebak Bulus bisa diletakkan di rel pada akhir Juli mendatang.
“Progres keseluruhan sekarang 93,5 persen. Saat ini rel dalam pemasangan dan pengelasan dan diharapkan selesai pemasangan Mei ini,” kata William.
Dia mengatakan, setelah kereta pertama tersebut diletakkan di main track, pihak MRT Jakarta akan melakukan uji coba selama lima minggu. Kemudian akhir Agustus, akan dijalankan di main track selama empat bulan.
“Hingga akhirnya pada Desember kita mulai uji coba keseluruhan. Agustus itu kereta sudah di main line, pendukung sudah harus selesai semua, screen door, sinyal dan lainnya. Power juga, karena listrik akan mulai menyala bulan Juni,” tutur William.
Dia menambahkan, pada Agustus skenario yang akan digunakan adalah kereta berjalan sepuluh menit, lima menit, tiga menit dan lainnya. Persinyalan akan mulai dikirim dan nantinya semua di atur di OCC.
Tak hanya terkait track atau jalur rel kereta MRT, terkait tarif kereta sendiri pihak MRT tengah membuat proyeksinya dengan bantuan beberapa konsultan untuk dikonsolidasikan dengan Pemprov DKI. Hal ini nantinya akan mengetahui berapa tarif dan subsidi yan diaplikasikan APBD tahun depan.
“Besaran subsidi itu nanti di konversikan dengan pemeliharaan. Kita lihat juga proyeksi bisnis MRT apa saja. Yang jelas tahun pertama tarif MRT Jakarta akan full subsidi,” jelas William.
Baca juga: Tahap Awal Operasional MRT Jakarta, PLN Siapkan Pasokan Listrik 60 MVA
William jua menjelaskan untuk naming ride atau penamaan stasiun, dimana MRT Jakarta akan melelang nama stasiun. Dia mencontohkan di Bundaran HI kesempatan akan diberikan pada pemilik gedung atau yang punya branding untuk menawar.
Sehingga nama akan opsional dengan pemenang lelang. “Yang memberi tawaran terbaik akan kita berikan,” tutup William.
Selain masalah delay dan ancaman bahan peledak yang belakangan kerap meramaikan pemberitaan seputar Lion Air, kini ada kabar terbaru bahwa sembilan pilot dan satu karyawan maskapai terbesar di Tanah Air tersebut telah ditahan oleh Kepolisian. Pangkal musababnya mereka telah dilaporkan oleh perusahaan atas tindakan pemalsuan kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi sebuah dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja.
Baca juga: Tiga Isu Bom Terpa Lion Air Dalam Waktu Dekat, Buat Netizen Kernyitkan Dahi. Ada Apa?
Dikutip dari siaran pers Lion Air yang diterima KabarPenumpang.com (22/5/2018), sembilan (9) penerbang (pilot) serta satu (1) karyawan yang melakukan perbuatan melawan hukum sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) berupa pemalsuan surat-surat/dokumen.
Pada saat pelaksanaan pemalsuan dokumen dimaksud, diduga telah bekerjasama dengan pihak lain, dalam hal ini karyawan (internal) atau pihak ketiga lainnya, yang saat ini masih dalam proses penyidikan. Menurut pihak Lion Air, kesembilan pilot dan satu karyawan tidak menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada Lion Air Group, sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja Lion Air Group. Namun, mereka telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah-olah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain.
Lion Air Group menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan/ kewajiban yang telah disepakati, salah satunya biaya pelatihan (training). Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan.
Para pilot terdiri dari Baskara Pratama (30), Gaia Airlangga (30), Andhika Pratama Putra (24), Eggiansyah El Islamy (26), Imam Thoifur (47), A. Noval Riza M.A.H (32), Ahmad Fahmi Dien Ahmadi (31), Firman Setia Fauzi (31), Oreza Mulya Santana (35) serta seorang karyawan bernama Tabroni (31).
Kendati upayanya untuk melebarkan sayap di Indonesia harus terhenti beberapa bulan lalu di tangan Grab, namun pihak Uber tidak patah arang dan tetap mengembangkan inovasi di sektor transportasi berbasis online. Dengan mengadaptasi layanan yang mirip dengan Go-Food milik Gojek, perusahaan yang hadir berkat kerja keras di Travis Kalanick dan Garreth Camp ini diketahui tengah merencanakan perilisan dari layanan antar barang via drone.
Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020
Mungkin rencana mengandalkan ruang udara sebagai target operasi masa depannya sudah bukanlah menjadi rahasia bagi perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat ini. Uniknya lagi, Uber berani menjamin estimasi waktu pengantaran antara lima hingga 30 menit saja, tergantung jarak dan barang apa yang hendak dikirim. Demi melancarkan kehadiran layanan ini, Uber pun diketahui telah melakukan serangkaian tes yang berkenaan dengan pengoperasiannya.
KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (18/5/2018), dengan dukungan dari pemerintah federal dalam realisasinya, Uber semakin percaya diri dengan inovasi yang dipercaya dapat memajukan pengaplikasian dari moda udara nirawak ini. “Cukup tekan tombol dan silakan ambil makanan di depan pintu rumahmu,” ungkap Dara Khosrowshahi, CEO Uber. “Uber kini merajai pasar pengiriman makanan di dunia,” tandasnya.
Dalam uji coba tersebut, pihak Uber tidaklah berdiri sendiri. Berdasarkan putusan dari Departemen Transportasi Amerika, adalah Alphabet Inc., FedEx Corp., Intel Corp., Qualcomm Inc. yang bekerja sama dengan Uber dalam rangka uji coba drone pengantar komersial tersebut. Ketika banyak pihak yang mulai meragukan kapasitas Uber dalam menunggangi layanan udara, Dara dengan ringan menimbalinya. “Uber tidaklah sebatas berkendara menggunakan mobil, namun lebih kepada mobilitas penumpang,” ujarnya di sela-sela konferensi yang digelar di Los Angeles, beberapa waktu yang lalu.
Seperti yang kita ketahui bersama, dalam layanan udara ini, tidaklah menciptakan sebuah moda nirawak baru, melainkan menjalin kerja sama dengan NASA dan Angkata Udara Amerika Serikat. “Kami berharap program ini bisa direalisasikan pada tahun 2020 mendatang,” ujar Dara dalam kesempatan lain.
Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara
Menyinggung soal lokasi, kota San Diego menjadi yang beruntung dari diadakannya uji coba moda udara futuristik ini. Belum diketahui pasti berapa lama uji coba ini akan dilakukan, namun yang jelas, pihak Uber tidak akan meluncurkan layanan ini terlebih dahulu sebelum US Federal Aviation Administration merilis regulasi mengenai drone.