Bila di Jepang ada cerita tentang Hachiko, seekor anjing yang menunggu tuannya turun dari kereta hingga mati di stasiun. Di India baru-baru ini ada seekor anjing yang setiap malam berdiri di atas peron yang sama di depan kereta komuter yang sama.
Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di LokomotifKabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (25/2/2018), anjing betina ini memiliki empat anak dan tampak menunggu seseorang saat menatap penuh harap pada kereta api yang tiba setiap malam di stasiun Kanjurmarg, Mumbai, India. Penumpang yang berada di stasiun tersebut pun tidak ada yang tahu kenapa anjing tersebut melakukan hal itu.
Banyak yang mengiri anjing itu menunggu dan mencari pemilik yang telah meninggalkannya di stasiun sebelum berangkat dengan kereta api. Diketahui, aktivitas anjing ini telah tertangkap kamera CCTV sejak 2 Januari 2018 dan setiap jam 11 malam anjing itu berada di peron 1 dan menatap kereta yang menuju Kalyan.
Anjing tanpa pemilik ini setiap malam ketika kereta pukul 11 tersebut berhenti di stasiun, dia mencari-cari seseorang. Penumpang kereta lain yang sering memperhatikan anjing tersebut beranggapan pemiliknya seorang wanita, karena selalu menunggu di gerbong wanita tersebut.
Karena perlakuan yang aneh ini, kemudian penduduk setempat, Sameer Thorat memvideokan perlakuan anjing tersebut kemudian mengunggahnya ke sosial media dan menjadi viral. “Cara menunggu kereta larut malam dan anjing itu mengintip ke gerbong wanita, seperti sedang mencari orang tertentu yang memberinya makan secara teratur atau meninggalkannya,” ujar Thorat.
Tak hanya itu, pemandangan yang terjadi setiap hari, membuat penduduk setempat atau penumpang kereta iba dan memberi makan induk anjing serta empat anaknya tersebut. Beberapa penumpang juga ada yang menyebutkan kemungkinan pemilik anjing tersebut seorang wanita yang tidak lagi bisa merawatnya.
Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta
Tetapi juga yang mengatakan anjing tersebut menunggu seseorang yang biasa memberinya makanan. Sourav Verma yang sering memberi makan anjing tersebut mengatakan, dirinya dan anjing tersebut sudah menjadi teman serta sering bermain dengan anak-anaknya.
“Saya mencari orang yang akan mengadopsi mereka setelah ada prosedur yang jelas,” tambah Verma.
Di sebagian negara, menyebarkan bau di sarana publik memang tidaklah melanggar aturan merski kemungkinan akan mendapatkan hukuman sosial, seperti di jauhi dan semacamnya. Apalagi bila si penyebar ‘wewangian khas’ ini tengah berada dalam moda transportasi yang minim akan sirkulasi udara, tentu hal semacam ini akan mengganggu perjalanan penumpang lainnya. Ketika malu sudah pasti akan dirasakan oleh si penyebar bau, namun yang lebih dikhawatirkan adalah hukuman sosial yang akan diterimanya.
Baca Juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?
Bau tersebut bisa datang dari banyak sumber, mulai dari ketiak, mulut, buang angin, hingga bau kaki. Nah, menyinggung soal kasus di atas, ada seorang penumpang pria yang terpaksa berdebat dengan penumpang lain akibat bau kaki yang ia sebarkan. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pria yang tidak diketahui identitasnya ini berangkat dari negara bagian Himalaya Himachal Pradesh menuju New Delhi, India.
“Kebetulan, pria ini duduk di samping lorong,” tutur pihak kepolisian, dikutip dari laman TheJakartaPost (3/12/2017). Di tengah perjalanannya, pria ini membuka sepatu dan kaus kaki yang ia kenakan. Sontak, bau yg tertanam di sepatunya itu langsung menyebar memenuhi seluruh ruang kabin bus. Dampaknya ternyata bukan hanya kepada penumpang yang berada di sampingnya saja, melainkan ke hampir seluruh ruang di bus nahas tersebut.
Penumpang yang merasa terganggu dengan bau tersebut langsung melayangkan protes kepada sang pria dan memintanya untuk menyingkirkan atau membuang sepatunya. Namun pria ini menolak dan bertahan pada pendiriannya untuk tetap menyimpan sepatunya. Perdebatan panas antar penumpang pun tak terelakkan. Kejadian ini memaksa sang pengemudi bus untuk menghentikan kendaraannya di pos polisi di distrik Una, Himachal Pradesh.
Kepolisian distrik Una pun mengaku telah memperhatikan bus ini dari jauh, karena sempat berhenti beberapa kali sebelum akhirnya mereka tiba di kantor polisi tersebut. “Pria ini diamankan petugas dengan tuduhan telah menyebabkan gangguan publik, dan dibebaskan dengan syarat,” tutur Kepala Kepolisian Distrik Una, Sanjeev Gandhi.
Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina
Sanjeev mengatakan bahwa pria ini juga telah membuat kegaduhan di pos polisi dan melanjutkan gangguan publiknya tersebut. Pria ini berdalih bahwa sepatu yang ia gunakan tidaklah mengeluarkan bau tidak sedap dan malah menuduh pihak yang kontra dengan pendapatnya telah melakukan tindak pelecehan.
Pada tanggal 28 November 2017, atau sehari berselang setelah perdebatan panas di bus tersebut, pria ini lalu dibebaskan secara bersyarat oleh pihak kepolisian dan diperkenankan untuk kembali melanjutkan perjalanannya kembali.
Sebagai salah satu titik paling vital di bandara, keberadaan landas pacu haruslah steril dari benda apapun yang dapat mengancam kelancaran operasinya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika lalu lintas udara yang sibuk, terganggu oleh objek yang menghalangi di landas pacu?
Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton
Sudah barang tentu itu akan menghambat kelancaran operasi penerbangan di bandara terkait. Hal inilah yang terjadi di Akure Airport, Nigeria, Sabtu kemarin dimana aktifitas penerbangan di sini sempat terganggu akibat kerumunan sapi yang memenuhi landas pacu. Lho, kok bisa?
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman vanguardngr.com (23/2/2018), insiden masuknya kawanan sapi ini ke landas pacu pada Sabtu (17/2/2018) kemarin sampai-sampai membuat Federal Airports Authority of Nigeria (FAAN) memberikan sanksi skorsing kepada manajer bandara dan kepala keamanan bandara karena telah membuat aktifitas penerbangan dari beberapa maskapai terganggu.
Salah satu maskapai yang aktifitasnya terganggu akibat kerumunan sapi ini adalah Air Peace, maskapai pribadi dan charter yang bermarkas di Lagos State, Nigeria. Maskapai yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 ini terpaksa menunggu ground crew mengusir gerombolan sapi dari landas pacu Akure Airport. Alhasil, Air Peace mengalami keterlambatan mendarat selama beberapa menit.
Juru bicara FAAN, Henrietta Yakubu segera meminta maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang baru saja dialami oleh Air Peace.
Padahal, sudah menjadi rutinitas petugas bandara untuk mencegah para gembala bersama sapi-sapinya berada di sekitaran landas pacu. Entah apa yang membuat sapi-sapi ini merangsek masuk ke area steril tersebut. Guna memberikan efek jera, FAAN lalu memberlakukan skorsing kepada kedua pejabat dari Akure Airport atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!
Menurut laman sumber, diketahui sapi-sapi tersebut baru saja menyelesaikan jam makannya di daerah terlarang (landas pacu) dan waktunya mereka untuk bersantai di sekitar sana. Sialnya waktu bersantai si sapi malah berujung pada pemberian sanksi skorsing pada manajer bandara dan kepala keamanan Akure Airport. Tidak hanya itu, landas pacu pun dipenuhi dengan kotoran sapi pasca kejadian tersebut.
Mungkin karena absennya pagar pembatas antara bandara dan lingkungan di luar menjadi salah satu penyebab vokal sapi-sapi ini masuk ke daerah terlarang tersebut. Duh, ada-ada saja ya!
Jembatan Cikubang yang berada di daerah Jawa Barat dinobatkan sebagai jembatan kereta terpanjang yang ada di Indonesia. Jembatan yang terletak di jalur yang menghubungkan Bandung dengan Jakarta ini memiliki panjang 300 meter, dan hingga kini belum ada jembatan kereta api lain di dalam negeri yang bisa menyainginya.
Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia
Berbicara soal jembatan terpanjang, tahukah Anda bahwa di Negeri Tirai Bambu ada jembatan kereta yang panjangnya jauh melebihi Jembatan Cikubang? Walaupun letaknya bukan di Indonesia, namun jembatan yang dibangun hanya dalam kurun waktu empat tahun dan menyandang predikat sebagai jembatan kereta terpanjang di dunia.
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman livescience.com, Jembatan Grand Danyang-Kunshan ini merupakan jembatan yang menghubungkan jalan kereta api dari Shanghai dan Nanjing di Provinsi Jiangsu, Cina. Jembatan yang dilewati oleh kereta cepat Beijing-Shanghai ini mulai beroperasi sejak Juni 2011. Menyinggung soal panjangnya, jembatan yang melibatkan lebih dari 10.000 pekerja dalam proses pembangunannya ini membentang sejauh 165 km! Jarak yang lebih jauh daripada Bandung-Jakarta.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Yangtze ini menelan dana pembangunan hingga US$8,5 juta atau yang setara dengan Rp113 triliun. Berdiri 31 meter di atas permukaan tanah, jembatan Grand Danyang-Kunshan ini diklaim oleh Guiness Book of World Record sebagai jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Ternyata, Cina tidak hanya mencantumkan nama sebagai negara yang memiliki jembatan terpanjang di dunia saja. Salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia ini juga turut menyumbangkan beberapa nama jembatan lain masuk ke dalam kategori jembatan terpanjang unia. Sebut saja Tianjin Grand Bridge dengan panjang 113,7 km dan Weinan Weihe Grand Bridge dengan panjang 79,7 km menjadi dua jembatan yang ada di Tiongkok berhasil merangsek masuk ke dalam daftar jembatan terpanjang yang ada di dunia.
Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya
Berkat panjangnya yang ‘tidak masuk di akal’, kemahsyuran jembatan ini bahkan bisa menyaingi kedigdayaan Golden State Bridge yang berada di San Francisco, Amerika Serikat. Jika Anda berkesempatan untuk berkunjung ke Cina, pastikan Anda menyempatkan diri untuk melintasi jembatan ini ya!
Walaupun dunia penerbangan kini dengan mudah dapat dijangkau oleh banyak kalangan, tapi masih ada saja masyarakat yang belum berani untuk bepergian dengan si burung besi ini. Ada beberapa hal yang mendasari penilaian tersebut, semisal ketakutan mereka untuk mengudara, hingga dana yang terkesan mencekik bagi sebagian kalangan. Nah, khusus untuk mengatasi ketakutan yang sudah disinggung di atas, Anda bisa mencicipi sensasi mengudara tanpa harus benar-benar mengudara lho!
Baca Juga: Emirates Hadirkan Aplikasi Augmented Reality di Udara, Bisa Diakses dari Smartphone Android dan iOS
Ya, tidak bisa dipungkiri memang bepergian dengan menggunakan pesawat terbang merupakan cara tercepat untuk sampai di tujuan. Pada hakikatnya, pesawat tetaplah berada di ranah transportasi umum, maka tidaklah heran jika Anda menemukan sejumlah gangguan di dalamnya. Mulai dari penumpang yang ‘mengganggu’, hingga jeritan si buah hati yang rewel seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa di dunia penerbangan. Kendati demikian, para penyedia jasa penerbangan tetap tidak kehilangan segmen pasarnya.
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (23/2/2018), First Airlines dari Jepang menawarkan pengalaman mengudara ‘buatan’ melalui virtual reality airline. Cara kerjanya adalah penumpang penerbangan virtual ini akan memasuki ruangan dengan desain menyerupai kabin pesawat yang dilengkapi dengan beberapa buah layar.
Ketika semua calon penumpang sudah menempati tempat duduknya masing-masing, mereka akan dipersilakan untuk mengenakan kacamata Virtual Reality (VR) dan headset khusus guna menunjang penerbangan buatan tersebut. Nantinya penumpang akan mendengarkan semua suara yang biasa kita dengar di dalam kabin, mulai dari suara mesin, percakapan antar penumpang, instruksi keselamatan yang disampaikan oleh kepala awak kabin, hingga informasi terkait navigasi oleh kapten penerbangan.
Tidak berhenti sampai di situ, para penumpang ini juga akan menerima suguhan makanan dari awak kabin yang bertugas. Cukup menarik bukan? Jika sudah sampai di tujuan, penumpang akan turun tanpa harus berurusan dengan petugas imigrasi dan bea cukai. Karena ingatlah, ini hanya penerbangan virtual. Manajer First Airlines, Hirokai Ab menuturkan bahwa tawaran perjalanan virtual ini ditujukan untuk menarik pelanggan.
Baca Juga: Inilah Para Pengguna Augmented Reality di Industri Dirgantara
“Bagi saya, melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat bukanlah hal yang mudah, apalagi terkait dengan masalah pendanaan dan waktu,” ungkap Hirokai. “Untuk mengatasinya,saya pikir menyajikan layanan penerbangan virtual merupakan jalan keluar yang cukup keren,” imbuhnya.
Nah, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi First Airlines, total perjalanan virtual ini akan memakan waktu sekitar 111 menit. Menyinggung soal dana, First Airlines memiliki beberapa paket penerbangan virtual, dimana rentang harga yang ditawarkan mulai dari 4980 yen atau yang setara dengan Rp636.230 hingga 5980 yen atau yang setara dengan Rp763.988. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba layanan penerbangan virtual ini?
Badan transportasi di London atau Transport of London (TfL) baru-baru ini meninginkan perusahaan taksi berbagi data untuk memberikan keselamatan penumpang. Sehingga layanan taksi baik konvnsional maupun online harus memastikan keselamatan penumpang dan keamanan data jika ingin terus beroperasi di London.
Baca juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam BeroperasiKabarPenumpang.com melansir dari laman sea.pcmag.com (17/2/2018), bahwa TfL juga mengajukan aturan baru yakni mengharuskan perusahaan taksi menunjuk seorang staf yang akan bertanggung jawab atas keselamatan pengemudi dan penumpang. Selain itu, staf ini juga nantinya akan membantu polisi dalam penyelidikan kejahatan apapun yang terjadi.
Perusahaan juga harus mempermudah pelanggan untuk mengajukan keluhan dan membiarkan penumpang memilih layanan ride sharing sesuai kendaraan yang akan mereka gunakan. Selain itu juga, TfL mendesak Uber untuk menghadirkan taksi khusus wanita di ibu kota Inggris itu sebagai rencana kebijakan baru mereka.
“Ada peningkatan jumlah layanan yang muncul di London yang mencakup ride sharing yang berpotensi untuk mempengaruhi bagaimana orang bergerak di sekitar kota. Tren ini telah menciptakan tantangan bagi otoritas transportasi di seluruh dunia, termasuk bagaimana menerapkan undang-undang perizinan yang ada, mengelola dampak lebih banyak kendaraan yang bergerak di sekitar kota dan memastikan layanan yang aman dan nyaman untuk semua orang,” kata TfL.
Diketahui, pada September lalu, TfL menolak untuk memperbaharui lisensi Uber dan mengatakan perusahaan aplikasi taksi tersebut tidak layak. Sebab kurangnya tanggung jawab perusahaan dalam keselamatan publik.
“Kami ingin London berada di garis depan inovasi dan teknologi baru serta menjadi rumah alami bagi perusahaan baru yang menarik untuk membantu London dalam menyediakan layanan yang lebih baik da terjangkau,” ujar Walikota London Sadiq Khan setelah adanya keputusan dari TfL.
Khan menambahkan, semua perusahaan di London harus berjalan sesuai peraturan dan mampu memenuhi standar tinggi yang pihaknya berikan. Hal ini yang terpenting adalah menyangkut keamanan dan memberikan layanan inovatif sehingga tidak harus mengorbankan pelanggan.
Baca juga: Data Penumpangnya ‘Disandera,’ Uber Didesak Untuk Segera Usut Tuntas
Dengan adanya keputusan ini membuat Uber mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan hotline telepon yang bisa dihubungi setiap hari bagi penumpang yang ingin mengajukan keluhan setelah melakukan perjalanan dengan mengendarai taksi.
Bagi sebagian orang, melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat akan berdampak pada kondisi kesehatannya yang menurun pasca Ia turun dari pesawat. Lalu, kenapa bisa terjadi seperti itu? Apakah sebelum mengudara, kondisi kesehatannya memang sedang tidak prima? Atau ada faktor lain yang melatarbelakangi fenomena ini? Walaupun sakit yang kebanyakan orang alami setelah turun dari pesawat hanyalah flu, namun fenomena ini menarik untuk dibahas.
Baca Juga: Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (5/10/2017, hipotesa yang paling mudah dicerna terkait pertanyaan di atas adalah karena kita selama penerbangan berada di dalam satu ruang sempit bersama ratusan orang lainnya selama berjam-jam, dan memungkinkan kuman berkembang biak dengan sangat cepat.
Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak International Air Transport Association (IATA) yang menyebutkan bahwa filter HEPA yang berada di dalam kabin dapat menyingkirkan 99.9995 persen kuman dan mikroba di udara. Ditambah lagi, udara yang ada kabin hanyalah setengah sirkulasi udara. Setengah lainnya adalah udara segar yang dipompa dari luar.
Dengan adanya filter udara yang berada di kabin, bukan berarti udara di dalam kabin tidak bisa menularkan Anda penyakit. Jika Anda duduk bersebelahan dengan orang yang sedang terkena flu, maka kemungkinan besar Anda juga akan tertular.
seat-back tray. Sumber: cntraveler.com
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Travelmath, seat-back tray tables merupakan sarang dari bakteri. Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan rata-rata 155 Colony-Forming Units (CFU) per inci persegi. Angka tersebut jauh di bawah tombol flush toilet yang mencapai 265 CFU per inci persegi, dan tentu saja nilai tersebut mengindikasikan bahwa spot tersebut jauh dari kata bersih.
“Salah satu tempat di pesawat terbang yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri E.coli,” ungkap Drexel Medicine, sebuah otoritas yang berafiliasi dengan Philadelphia’s Drexel University College of Medicine. Sebenarnya, para ahli kesehatan menyarankan untuk memasang pamphlet berisikan himbauan untuk tidak menyentuh apapun selama berada di WC, dan menganjurkan untuk menggunakan kertas tissue saat hendak menutup kran dan menekan tombol flush.
seat-back pockets. Sumber: southwestaircommunity.com
Tidak hanya di seat-back tray tables, bakteri dan kuman juga disinyalir kerap kali menjadikan seat-back pockets sebagai sarang mereka. Statemen tersebut didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Auburn University yang menemukan bahwa bakteri dapat bertahan di seat-back pockets hingga seminggu.
Terlepas dari masalah bakteri dan kuman yang bersemayam di kabin pesawat, faktor penyesuaian tubuh dengan lingkungan baru pun memegang peranan aktif dalam kasus penumpang yang sakit setelah turun dari pesawat ini. “Permasalah yang paling mendasar dari jet lag adalah terganggunya sistem tubuh yang disebabkan oleh perbedaan waktu,” ungkap salah satu Profesor dari University of Sydney, Steve Simpson.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dilakukan Kala Sakit Punggung Mendera di Perjalanan Jarak Jauh
Tubuh membutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, didukung oleh beberapa isyarat, seperti cahaya matahari, suhu, dan makanan yang masuk. Jadi, sudah jelas bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tubuh setibanya kita dari perjalanan jauh.
Siapa sih yang tidak kenal karakter kartun berbentuk kereta biru bernama Thomas? Ya, karakter utama dalam serial TV anak-anak berjudul Thomas and Friends (dulu bernama Thomas The Tank Engine and Friends, lalu berganti menjadi Thomas the Tank Engine) ini memang banyak digemari oleh segmen pasarnya dari seluruh dunia. Tapi tahukah Anda, di Inggris ada sebuah Tank Engine yang disulap menyerupai karakter Thomas lho! Penasaran?
Baca Juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman atlasobscura.com (21/2/2018), adalah Douglas, sebuah kereta dari Gwynedd, Wales Utara yang pada tahun 2018 ini tepat berusia 100 tahun merubah tampilannya hingga menyerupai karakter Thomas the Tank Engine. Pada awal kemunculannya, kereta Douglas ini mengabdi kepada Britain’s Royal Air Force selama 28 tahun pertamanya.
Pada tahun 1954, kereta ini dipindah tugaskan ke Talyllyn Railway, sebuah jalur sempit yang dipelihara di Wales yang membentang sejauh 7.25 mil (11,67km) dari Tywyn di pantai Mid-Wales ke Nant Gwernol dekat desa Abergynolwyn. Selama masa beroperasinya, kereta ini telah digunakan oleh beberapa volunteer, salah satunya adalah Pendeta Wilbert Awdry, pencipta buku ‘Thomas the Tank Engine’.
Namun siapa sangka kebanyakan cerita yang selama ini dipaparkan di film Thomas and Friends merupakan kisah nyata yang diambil semasa Douglas mengabdi kepada Pendeta Wilbert Awdry. Setiap persimpangan yang selalu menjadi latar belakang dari film Thomas and Friends, dimana kereta dengan ciri khas livery biru tersebut bercengkrama dengan teman-temannya sesama tank engine, divisualisasikan oleh Pendeta Wilbert dalam bentuk kartun.
Nah, untuk memperingati 100 tahun pengabdiannya di dunia perkeretaapian Britania Raya, maka Douglas diubah penampilannya sehingga kini ia berbalutkan cat warna biru pada bagian body dan hitam pada bagian mesinnya, persis Thomas. Sebelum di cat warna biru, Douglas sempat di cat dengan warna lain yang juga identik dengan film Thomas and Friends.
Baca Juga: Dari Rusia Hingga Singapura, Inilah Deretan Kereta Tematik Unik dari Seluruh Dunia!
Di dalam filmnya, Thomas digambarkan sebagai lokomotif LB&SCR E2 class yang menggunakan bahan bakar batu bara. Thomas dan beberapa teman lainnya seperti Duncan, Peter, James, dan Skarloey beroperasi di sekitaran North Western Railway, yang menggunakan setting waktu pada tahun 1915 silam. Lucu ya!
Mungkin hal ini terdengar sedikit tabu, tapi pada kenyataannya,menggunakan celana dalam ‘side A-Side B’ bukan hanyalah sekedar bercandaan belaka. Istilah seperti ini akrab di kalangan traveler yang malas untuk mencuci pakaiannya, bahkan celana dalamnya sendiri.
Baca Juga: Jangan Sembarang Buka Sepatu di Dalam Kabin Pesawat, Inilah Sebabnya!
Jika dikaitkan dengan dunia transportasi, penggunaan celana dalam ‘side A-side B’ mungkin saja terjadi pada penumpang yang terpaksa menempuh perjalanan jauh, dimana pakaian yang mereka bawa diletakkan di bagasi. Jadi, mau tidak mau, mereka harus menggunakan kedua sisi celana dalamnya selama menempuh perjalanan tersebut.
Tapi, apa tidak jorok ya menggunakan kedua sisi celana dalam? Apakah ada efek sampingnya jika kita menggunakan celana dalam ‘side A-side B’? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, dimana beberapa dokter menyampaikan tidak ada salahnya menggunakan celana dalam seperti ini, namun tetap ada ketentuan dan aturan yang mesti diperhatikan.
Sebut saja Dr. Abraham Arimuko, SpKK, dari RSPAD Gatot Subroto yang menyarankan agar mengganti celana dalam karena dikhawatirkan ada kuman yang bersarang di sisi lainnya. “Bisa saja kuman di side B bisa pindah ke side A,” ungkapnya sambil tertawa, dikutip dari laman detik.com (1/4/2015). Ia menyarankan bila celana dalam sudah lama digunakan dan mulai mengeluarkan bau, ada baiknya untuk segera menggantinya.
Serupa tapi tak sama dengan pendapat yang diutarakan oleh Dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari D&I Skin Centre Bali. Ia menyebutkan bahwa hal ini kerap kali dilakukan oleh pria, terutama ketika kondisinya sedang kepepet. “Kalau kepepet dan bagian luarnya kering ya nggak apa-apa,” tuturnya kegelian. “Tapi kalau ternyata bagian luarnya itu lembab, sebaiknya diganti,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dr. Nyoman menyarankan untuk mengganti celana dalam dua kali dalam sehari. Namun saran ini tidak berlaku bagi setiap orang yang mudah berkeringat. Jadi, jika Anda masuk ke dalam golongan orang yang mudah berkeringat, maka disarankan untuk mengganti celana dalam lebih dari dua kali sehari.
Baca Juga: Hendak Mengudara? Jangan Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, Berbahaya!
“Normalnya dua kali cukup. Kalau untuk perempuan dilihat penggantiannya tergantung ada lembab atau keputihan. Kalau gitu sebaiknya diganti lebih sering, karena lembabnya itu bisa bikin jamur berkembang biak,” papar dr Nyoman.
Jadi, kalau kondisinya tidak terlalu kepepet, selalu sempatkan untuk mengganti celana dalam Anda ya!
Dalam usahanya untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang, Qantas Airways mengungkapkan bahwa mereka telah memasangkan Wi-Fi di armada penerbangan domestiknya. Adapun pemasangan WiFi ini dilakukan secara bertahap, yaitu satu pesawat per-minggu. Dengan begitu, pihak flag carrier Australia ini memprediksi pemasangan tersebut akan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2018 ini.
Baca Juga: Qantas Airways – The “Flying Kangaroo” Rajai Maskapai Teraman di Dunia
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman zdnet.com (22/2/2018), diketahui maskapai berlogo kangguru ini memiliki 22 pesawat Boeing 737-800 yang dilengkapi dengan teknologi konektivitas. Angka tersebut setara dengan 30 persen dari keseluruhan armada Boeing 737 yang mereka miliki. “Dengan Qantas Domestic, kami melihat keuntungan dari investasi untuk menghasilkan pertumbuhan margin melalui perbaikan dan peningkatan layanan seperti menghadirkan jaringan WiFi dan upgrade kabin,” ungkap CEO Qantas, Alan Joyce.
Menurut kabar yang beredar, Qantas akan memasangkan WiFi di seluruh armada Airbus 330 dan Boeing 737 yang ada di rute penerbangan domestik mereka. Pihak Qantas telah mengungkapkan sebuah pandangan yang lebih jauh mengenai kehadiran WiFi di dalam penerbangan yang mereka layani. “Kami sedang menunggu teknologi yang lebih baik, yang memungkinkan kami untuk memasang WiFi berkecepatan tinggi untuk rute internasional yang kami layani,” imbuh Alan.
Maskapai asli Negeri Kangguru ini secara komersial telah meluncurkan free-in-flight Wi-Fi dalam mode beta on-board pada armada Boeing 737 VH-XZB, yang melayani penerbangan domestik Melbourne, Sydney, dan Brisbane pada awal April2017 silam. Peluncuran tersebut dilakukan setelah melewati serangkaian uji coba langsung sebelumnya. Hasilnya tidak mengecewakan, kecepatan download berkisar antara 2,57 Mbps hingga 7,24 Mbps. Sedangkan kecepatan upload berkisar antara 0,26 Mbps hingga 0,61 Mbps.
Perkembangan demi perkembangan terus dilakukan oleh Qantas, hingga pada uji coba yang dilakukan pada awal bulan Februari 2018 kemarin, Qantas berhasil mengkoneksikan sekitar 140 penumpang dengan jaringan WiFi terbarunya. Hasilnya pun mengejutkan, dimana kecepatan download berkisar antara 7Mbps hingga 12Mbps.
Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London
Pertumbuhan angka tersebut semakin mendekatkan Qantas dengan ekspektasinya di awal, dimana kecepatan download mampu mencapai angka 20 Mbps. Untuk masalah penyedia layanan WiFi, Qantas menambatkan pilihannya pada perusahaan komunikasi yang berbasis di California, ViaSat. Sementara untuk fasilitas hiburan dalam penerbangan, Qantas bekerja sama dengan sejumlah perusahaan ternama, seperti Foxtel, Stan, Netflix, dan Spotify.
Qantas memprediksi, setelah pemasangan sistem WiFi baru di armada Airbus 330 dan Boeing 737 rampun pada akhir tahun 2018 ini, sekitar 15 juta penumpang Qantas setiap tahunnya dapat menkmati layanan WiFi on-board berkecepatan tinggi secara gratis. Kita tunggu saja!