Setelah dua episode sebelumnya kami hadirkan tentang serba-serbi Stasiun Sudirman Baru dan cara pembelian tiket kereta bandara Soekarno-Hatta. Di artikel ini kami perlihatkan lewat video, seperti apa fasilitas yang ada di dalam gerbong kereta bandara.
[Video] Beginilah Cara Beli Tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta
Melihat desain interior dan susunan kursi di kereta Bandara Soekarno-Hatta, sekilas kereta bandara ini mengingatkan kita pada susunan kursi di kereta ekonomi premium PT KAI. Desain kursi tidak dapat diputar, dan komposisi kursi terbagi dua dengan arah berbeda dan bertemu atau terlihat berhadapan pada posisi kursi nomer lima dan enam. Corak kursi pun boleh dibilang mencerminkan desain minimalis dan sporty, dengan kombinasi warna abu-abu dan kuning pada pegangan tangan.
Untuk memastikan kenyamanan, posisi sandaran pada kursi dapat Anda sesuaikan lewat tombol pengatur pada posisi sandaran tangan. Tak cuma itu, tersedia dua slot USB untuk charging gadget, dengan masing-masing dapat menghantarkan arus lima volt.
Menyandang status sebagai kereta bandara, di setiap gerbong pada bagian depan dan belakang sudah disediakan rak bagasi yang ukurannya cukup besar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan calon penumpang pesawat yang biasa membawa koper dalam ukuran besar Sedangkan untuk menyimpan tas ukuran kecil, dapat menggunakan kabin bagasi yang terletak di atas kursi.
Tak lupa untuk urusan buang hajat, di setiap set kereta bandara sudah ada toilet, masing-masing dua bilik toilet pada bagian depan dan belakang kereta. Pintu toiletnya mengunakan model lipat, laksana model toilet di pesawat. Uniknya salah satu toilet ada yang dikhususkan untuk buang air kecil bagi kaum pria, dan satu toilet lainnya dilengkapi kloset duduk, sehingga bisa digunakan oleh pria dan wanita. Khusus di kloset yang terakhir ini ada lho papan lipat untuk mengganti popok bayi.
[Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City)
Selain yang kami sebutkan tadi, di kereta bandara Soekarno-Hatta sudah tersedia TV LED audio, running text untuk informasi suhu dan kecepatan, smoke detector dan kursi prioritas bagi lansia dan kaum difabel. Nah, daripada penasaran, yuk simak tayangan video liputan kami di bawah ini.
Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi jika harus menunggu karena penerbangan pesawat yang tertunda. Ditambah lagi bila hal tersebut dialami dalam penerbangan LCC (Low Cost Carrier), menjadikan waktu menunggu terasa lebih berat, maklum di LCC tidak ada fasilitas hiburan di kabin, pun tak disediakan kudapan sebagai selingan. Inilah yang belum lama ini dirasakan oleh penumpang EasyJet, maskapai LCC asal Inggris
Baca juga: Bosan Menunggu, Pria Ini Buka Pintu Darurat dan Niat Lompat dari Sayap PesawatKabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (29/1/2018), penerbangan EasyJet dari Gatwick ke Edinburgh tertunda selama dua jam karena kesalahan pada komputer. Akibat kesalahan tersebut, maka maskapai EasyJet melakukan hal lain untuk membuat penumpang mereka yang ada di dalam kabin tidak jenuh menunggu.
Saat itu, awak kabin yang melihat penumpang terlihat gelisah dan frustasi memiliki ide untuk membuat sebuah permainan. Awak kabin tersebut mengumumkan mereka akan bermain loo roll atau bermain gulungan tisu.
Permainan ini dibagi dua team sesuai pembagian lorong didalam kabin yakni kanan dan kiri. Kedua tim dibagikan gulungan tisu dan tidak boleh terputus saat mencapai bagian belakang kabin, nantinya yang menang akan mendapatkan makanan ringan atau minuman gratis.
“Staf adalah pahlawan yang mutlak dalam kabin. Semua orang tertawa terbahak-bahak dan bersorak sorai. Siapa yang tahu penundaan justru bisa sangat menyenangkan?” ujar Lynsey Rowlands salah satu penumpang EasyJet tersebut.
Dia mengatakan, saat sebelum awak kabin mengajak semua penumpang bermain, yang terlihat penumpang bosan dan frustasi. Lynsey menambahkan, dalam kefrustasian penumpang, tiba-tiba awak kabin mengumumkan permainan tersebut. Permainan ini sangatlah dinikmati baik itu anak muda, orang tua hingga anak-anak.
“Biasanya saya sangat frustasi jika harus menunggu penerbangan yang tertunda. Awak kabin benar-enar bekerja ekstra dan permainan ini berlangsung selama setengah jam,” ujarnya.
Baca juga: Hadapi Delay di Bandara, Anda Bisa ‘Survive’ Tanpa Smartphone
Adanya kerja keras awak kabin ini terlihat dari video yang diambil penumpang dan diunggah kemedia sosial dimana mencetuskan ide kreatif untuk bermais saat menunggu penundaan pesawat tersebut. Untungnya atas penundaan karena kesalahan sistem tersebut dan permainan yang dibuat awak kabin selesai, para penumpang dalam pesawat EasyJet di pindah ke penerbangan lain dan lepas landas setelah tiga jam tertunda.
Sebagai moda yang sangat mengandalkan sistem navigasi yang saling terintegrasi satu sama lain, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia akan membenahi beberapa infrastuktur bandara yang ada di Pulau Jawa. Selain untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan, tujuan lain dari pembenahan sistem navigasi ini adalah dalam rangka memaksimalkan rute penerbangan via Jawa bagian Selatan.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Penerbangan, Airnav Perkenalkan Aplikasi Oasis
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman detik.com (28/1/2018), Novie Riyanto selaku Dirut AirNav Indonesia mengatakan ada tiga bandara yang menjadi sasaran utama program pembenahan sistem navigasi ini, yaitu Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Bandara Wirasaba di Purbalingga, dan New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo.
“Di Bandara Kulonprogo, kami telah mengalokasikan dana senilai Rp79,6 miliar untuk investasi pembangunan Tower beserta peralatan fasilitas pendukungnya,” ungkap Novie dalam sebuah keterangan tertulis.
Untuk Bandara Wiriadinata, Novie mengatakan akan merenovasi tower dan memperbaiki sistem navigasinya, sedangkan untuk Bandara Wirisaba akan dikembangkan lebih lanjut, dimana TNI AU, Pemda, pengelola bandara akan terlibat di dalamnya. Rencananya, bandara yang terletak di Purbalingga ini akan mulai beroperasi pada Desember 2019 mendatang.
Dibukanya rute penerbangan via Selatan Jawa (Tango One) pada Oktober 2017 silam dinilai Novie sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan AirNav Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di bibir selatan Jawa. Menurutnya, ini merupakan rute penerbangan domestik pertama yang berbasis Performance Based Navigation (PBN). Selain itu, padatnya rute Utara Jawa menjadi faktor pendukung lainnya di balik pembukaan rute Tango One ini.
“Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat,” jelas Novie.
Baca Juga: NATS Paparkan Beragam Cara Untuk Maksimalkan Efisiensi Bandara
“Rute penerbangan W45, yakni rute yang melayani penerbangan di sepanjang bagian utara pulau Jawa, seperti jalur penerbangan Jakarta-Surabaya-Bali misalnya yang dilayani melalui rute ini, menjadi rute yang sangat padat (kurang lebih 4.000 penerbangan per bulan),” imbuhnya.
Dikutip dari sumber lain, Novie juga menyebutkan bahwa pembenahan sistem navigasi ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh AirNav untuk mewujudkan upaya pemerintah dalam menghadirkan tol udara. “Program Airnav, Pulau Jawa ke depan kita buat semacam tol udara,” tuturnya singkat.
Tren ngopi belakangan ini memang sedang digandrungi oleh banyak kalangan. Salah satu tolak ukurnya adalah menjamurnya kedai-kedai kopi di hampir seluruh pelosok negeri. Tidak bisa dipungkiri, mulai dari yang muda sampai yang tua seperti sudah menjadikan kopi sebagai salah atu kebutuhan primer mereka.
Baca Juga: 17 Agustusan, PT KAI Gratiskan Tarif Semua Kereta Komuter di Jawa dan Sumatera
Nah, seolah tidak mau ketinggalan tren, PT KAI yang bekerja sama dengan Komunitas Kopi dan PT Reska Multi Usaha (anak perusahaan PT KAI) menggelar sebuah perhelatan yang bertajuk Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee.
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, acara ngopi bareng yang serentak diadakan di 13 stasiun di Jawa ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, 30-31 Januari 2018. Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, acara yang diresmikan langsung oleh Dirut PT KAI Edi Sukmoro ini merupakan bentuk apresiasi PT KAI terhadap ribuan petani kopi Indonesia.
“Kegiatan ini kami gelar sebagai salah satu bentuk dukungan PT KAI terhadap para petani kopi Indonesia, sekaligus memperkenalkan bahwa Indonesia kaya dan memiliki berbagai macam varietas kopi dari masing-masing daerah,” jelas Ixfan, dikutip dari laman republika.co.id (30/1/2018).
Dalam acara ini, para calon penumpang, masyarakat, pengunjung stasiun, hingga penumpang yang ada di dalam gerbong akan mendapatkan segelas kopi secara cuma-cuma. Dalam menggelar acara ngopi bareng ini, PT KAI tidak tanggung-tanggung mendatangkan sekitar 200 barista lokal yang siap meracik lebih dari 20 jenis kopi, mulai dari Aceh Gayo, Sidikalang Arabika, Lampung Robusta, Poso Robusta, hingga Wamena Arabika.
Para peserta acara Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee ini juga dapat memilih kopi yang mereka inginkan sesuai selera masing-masing. “Bisa request (jenis kopinya), selama persediaan masih ada,” ungkap Kepala Humas PT KAI, Agus Komarudin, dikutip dari sumber terpisah. “Untuk ikut memeriahkan acara ini, syaratnya penumpang atau calon penumpang (download) menujukkan aplikasi KAI Access terbaru yang sudah teregistrasi,” lanjut Agus.
Adapun ke-13 stasiun yang turut berpartisipasi dalam acara ini adalah Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Tegal, Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Malang, dan Jember.
Baca Juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry
Untuk keretanya, berikut adalah list kereta yang bisa menikmati acara ngopi bareng ini:
Bima (Malang-Gambir)
Gajayana (malang-gambirSembrani (Surabaya Pasar Turi-Gambir)
Jayakarta premium (Surabaya Gubeng-Pasar Senen)
Gumarang (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi)
Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung)
Mutiara Selatan (Malang-Bandung)
Lodaya pagi (Solo Balapan-Bandung)
Harina (Surabaya Pasar Turi-Bandung)
Sancaka Pagi (Surabaya Gubeng-Tugu)
Fajar (Pasar Senen-Tugu)
Malioboro Ekspres (Malang-Tugu)
Wijaya Kusuma (Cilacap-Solo Balapan)
Argo Muria (Gambir-Semarang Tawang)
Ciremai (Bandung-Semarang Tawang)
Bangunkarta (Gambir-Surabaya Gubeng)
Turangga (Bandung-Surabaya Gubeng)
Gumarang (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi)
Jayabaya (Pasar Senen-Malang)
Gajayana (Gambir-Malang)
Bima (Gambir-Malang)
Majapahit (Pasar Senen-Malang), dan
Ranggajati (Cirebon-Jember)
Mengingat waktu peluncuran layanan Mass Rapid Transit (MRT) di Ibukota yang semakin dekat, PT MRT Jakarta selaku kontraktor layanan ini merangkul MTR Academy Hong Kong guna mengembangkan kapasitas SDM. Penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta, Kamis (1/2/2018) ini, turut pula dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi
Sebagaimana pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, selain untuk meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT MRT Jakarta, pimpinan MTR Academy Hong Kong, Mr Morris Cheung juga akan meninjau secara langsung potensi edukasi juga mengadakan sosialisasi terhadap sejumlah pihak terkait selama berada di Jakarta.
Dalam acara yang bertajuk “Realizing Integrated Urban Transportation System: a Lesson from Hong Kong towards The Inception of MRT Jakarta Transport Academy” ini, Dirut PT MRTJ, William P Sabandar tidak lupa menyampaikan perkembangan terakhir dari konstruksi yang tengah pihaknya tunggangi ini. “Overall, Construction Progress hingga saat ini sudah mencapai angka 90,96 persen, struktur bawah tanah telah selesai 95,59 persen, sementara struktur layang telah mencapai 86,36 persen,” tutur William dalam sambutannya.
William melanjutkan, selain menjadikan MTR Hong Kong sebagai salah satu Benchmark-nya, PT MRT Jakarta juga memuji pencapaian yang telah dicapai oleh MTR Hong Kong. “Dengan melayani sekitar 5,5 juta penumpang setiap harinya, On Time Performance MTR Hong Kong mencapai 99,99%,” ungkap William. “Salah satu keunggulan MTR Hong Kong adalah tingkat keselamatannya yang tinggi,” tambahnya.
Adapun tujuan PT MRT Jakarta merangkul MTR Hong Kong adalah untuk saling bertukar pengalaman. “MTR Hong Kong sudah sekitar 40 tahun beroperasi, dan menjadi salah satu penyedia layanan MRT yang berpengalaman di dunia,” cetus William. “Selain itu, kami juga ingin mendalami soal pengelolaan managemen,” tambahnya.
Baca Juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!
William juga menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi untuk belajar bagaimana menerapkan aspek keselamatan yang ada di Hong Kong dan diaplikasikan di Jakarta.
Sandiaga Uno yang turut hadir dalam acara ini pun mendukung penuh kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak. “Semoga PT MRT Jakarta bisa menjalin kerja sama yang baik dengan pihak MTR Hong Kong, safety first,” ujar Sandiaga. “Kita ingin MRT Jakarta tidak hanya punya infrastruktur kelas dunia, tapi juga SDM-nya juga harus kelas dunia,” imbuhnya.
Raja Ampat kini menjadi destinasi wisata yang paling banyak ingin dikunjungi para wisatawan. Keindahan Papua bisa tampak dari tempat wisata yang satu ini. Kalau Anda pecinta pantai dan laut, maka Raja Ampat adalah pilihan yang tepat. Karena banyak kunjungan pelancong, maka harus ada jalur transportasi yang memadai. Dan belum lama ini ada kabar bahwa akan dibangun bandara baru di Raja Ampat.
Baca juga: Kisah Stasiun Pulau Air, Saksi Bisu Kebangkitan Perkeretaapian di Sumatera Barat
Sebenarnya di Raja Ampat sendiri sudah ada bandara yakni bandara Marinda, tetapi bandara ini hanya mampu menampung pesawat berbadan kecil. Untuk menemani bandara Marinda Pemerintah akan membangun bandara baru di Misool. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, pemerintah daerah setempat sudah mulai proses pematangan lahan di kawasan Misool tersebut. Misool adalah pulau terbesar di antara empat pulau utama di kawasan Raja Ampat. Misool punya kota utama Waigama dengan luas 2.034 km²
“Terkait Raja ampat, bandara Marinda di Waisai sulit untuk dikembangkan. Bisa, tapi membutuhkan anggaran besar karena tidak mungkin memangkas gunung di dekat Marinda,” kata Dominggus.
Meski bandara baru di Misool dibangun, bandara Marinda akan tetap beroperasi melayani pesawat berbadan kecil, sedangkan pesawat berbadan besar akan diarahkan ke Misool. Dominggus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sudah memulai pematangan lahan seluas tiga ribu meter persegi.
Tak hanya itu, penambahan untuk lahan seluas seribu meter persegi pun sudah siap dilakukan. Dia menjelaskan, adanya pembangunan bandara besar di Raja Ampat dilakukan untuk mendukung program pariwisata di daerah tersebut. Dominggus berharap jumlah pengunjung ke Raja Ampat terus meningkat.
“Ke depan, kami berharap ada penerbangan langsung dari Jakarta, Manado, Bali, atau Batam ke Raja Ampat. Kemudahan akses ini tentu bisa menyedot kehadiran turis,” ujarnya.
Diketahui pada pekan lalu, Dominggus dan sejumlah Bupati bertemu dengan Menteri perhubungan di Jakarta untuk membahas pengembangan empat bandara yakni Raja Ampat, Manokwari, Fakfak dan Manokwari Selatan. Terkait dengan rencana pengembangan sejumlah bandara ini Kemenhub akan mengutus tim ke daerah.
Baca juga:Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia
Nantinya pihak kemenhub ini akan melakukan kajian kelayakan lahan dan hal yang terkait dengan keselamatan penerbangan. “Banyak yang sudah kami bahas bersama Menteri Perhubungan. Pelan-pelan kami bangun infrastruktur perhubungan di Raja Ampat dan Papua Barat. Sejauh ini koordinasi daerah dan pusat berjalan baik,” kata Dominggus.
Pelancong yang akan keluar dari Changi akan dikenakan biaya tambahan sekitar S$10 dan S$15. Biaya ini menjadi bagian baru untuk membantu pembangunan Terminal 5 di bandara Changi. Bahkan pelancong yang transit di bandara ini juga akan dikenakan pajak setengah dari yang dibayarkan oleh penumpang berangkat langsung dari Changi yakni sebesar S$6 untuk transit.
Baca juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari ChangiKabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (21/1/2018), pajak baru ini dikenakan mulai akhir tahun 2017 kemarin diperkirakan berada di atas biaya keberangkatan S$34 yang mencakup biaya layanan penumpang, pajak keamanan dan pungutan yang dikumpulkan oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS). Pajak baru tersebut untuk membayar berbagai hal di Changi East, salah satunya membantu memperkuat status hub udara Singapura dari pembangunan terminal penumpang di Mega Terminal 5 yang akan dibuka tahun 2030 mendatang dan landasan pacu ketiga.
Tak hanya itu, pajak tersebut juga digunakan untuk memperbaiki tanah dilokasi lebih dari seribu hektar dan pembangunan saluran air serta terowongan besar. Biaya untuk penerbangan termasuk parkir dan pendaratan pesawat diperkirakan meningkat 30 persen.
Untungnya penumpang tidak menanggung semua beban ini. Sebab Kementerian Perhubungan Singapura mengatakan akan menanggung sebagian besar dari total biaya untuk proyek Changi East. Sampai saat ini, untuk total biaya anggaran pembangunan Changi East sendiri tidak jelas berapa besar.
Terminal 5 sendiri akan menangani 70 juta penumpang pertahunnya. Nantinya jumlah ini akan lebih tinggi jika digabung dengan Terminal 1, 2 dan 3 saat selesai. Landasan ketiga yang juga dalam pembangunan sudah bisa beroperasi di awal tahun 2020-an.
Seorang konsultan bisnis Brendan Choi yang melakukan perjalanan beberapa kali dalam setahun untuk bekerja mengatakan memahami kebutuhan ekspansi tersebut. Tetapi dia ragu harus membayar pajak sekarang untuk pembangunan yang akan selesai dalam satu dekade kemudian. “Mengapa membuat saya membayar sesuatu yang mungkin atau tidak saya gunakan di masa depan?” Katanya.
Pihak IATA (International Air Transport Association) telah mengatakan berulang kali bahwa hal itu tidak mendukung pra pendanaan, di mana perusahaan penerbangan harus membayar layanan dan fasilitas yang saat ini tidak mereka gunakan.
Baca juga: Layanan MRT di Bandara Changi Ditutup! Apa Penyebabnya?
Mr Michael Valkevich, wakil presiden Asia Pasifik untuk penjualan global dan manajemen program di Carlson Wagonlit Travel, mengatakan kenaikan biaya untuk penumpang dapat menimbulkan kekhawatiran tentang daya saing Changi sebagai hub internasional.
Sudah banyak stasiun baik dalam maupun luar negeri yang beralih fungsi menjadi berbeda dari fungsi aslinya. Di Jepang stasiun menjadi rumah makan, di kota Bantul menjadi warung dan kini di Demak, menjadi sebuah kafe. Selain berubah menjadi kafe, nama stasiun ini dari bagian depan telah berubah menjadi stasiun Angkasa, bukan lagi stasiun Demak. Namun, jika dilihat dari bagian belakang stasiun ini masih jelas terlihat tulisan Demak.
Baca juga: Tak Lagi Beroperasi, Stasiun Lama di Yogya Berubah Jadi Bengkel Hingga Warung MakanKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber dan menemukan fakta bahwa stasiun non aktif yang berada di kawasan Bintoro, Demak ini dulunya merupakan stasiun kereta api besar yang melayani kereta api lokal antarkota. Stasiun ini dibangun tahun 1885 oleh pemerintahan Hindia Belanda dan dikelola oleh perusahaan swasta Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij.
Bagian depan stasiun Demak Jaman dulu
Pada masa kemerdekaan tahun 1945 semua aset kereta api miliki Hindia Belanda kemudian diambil alih oleh Indonesia. Tetapi jalur dan stasiun ini ditutup pada tahun 1980-an karena saat itu rel kereta berada di pinggir jalan.
Stasiun ini dulunya terdapat percabangan menuju Blora yang melalui Purwodadi dan Wirosari. Namun, kini stasiun Demak hanyalah sebuah bangunan tua dan usang serta ditempati oleh warga sekitar baik untuk tempat tinggal maupun usaha salah satunya adalah kafe.
Kafe tersebut menggunakan bagian depan bangunan stasiun dan didepannya dibangun pagar yang berupa candi-candi sehingga terlihat seperti Pura dari kejauhan. Tetapi bagian belakang stasiun ini justru tak terawat bahkan ditumbuhi ilalang.
Sebelum menjadi sebuah kafe, stasiun ini sempat menjadi kantor DLLAJ dan menjadi gudang garam. Tampak terlihat kerapuhan bangunan tersebut karena terkena garam dan usia bangunan yang terbilang tua.
Baca juga: Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen
Di bagian depan stasiun ini berganti nama menjadi stasiun Angkasa yang tertera di bagian atas bangunan. Depan kafe tersebut juga masih terlihat rel kereta api yang digunakan pada jalur tersebut ketika beroperasi.
Stasiun Demak setelah berubahn menjadi kafe
Tak hanya itu bekas loket kereta dan beberapa peninggalan sisa-sisa stasiun masih terlihat di kafe tersebut. Dari kabar yang tersiar, stasiun Demak yang kini menjadi kafe tersebut akan kembali dihidupkan untuk jalur kereta api Demak-Pati-Rembang. Kereta ini merupakan jalur kereta Pantura dari Demak, Kudus, Pati dan Purwodadi. Namun, hingga kini setelah tinjauan Dirut KAI Edi Sukmoro pada Maret 2015 lalu belum ada progres tentang pembukaan kembali jalur kereta Pantura tersebut.
Walaupun namanya erat dengan segala sesuatu yang berkonotasi kurang baik, namun hal tersebut tidak menyurutkan Ary Setiyono untuk membangun Omprengan.com, sebuah platform ride-sharing berbasis aplikasi yang siap bersaing dengan raksasa lain di bidangnya, seperti GoJek, Grab, dan Uber. Terinspirasi dari beragamnya transportasi alternatif selama ia mengenyam bangku pendidikan di Jerman, hadirnya Ompreng.com diharapkan dapat menawarkan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di Ibukota dan kota-kota lain di Indonesia.
Baca Juga: Ride-Sharing, Upaya Uber Untuk Lebih Mengerti “Perasaan” Pengguna
Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, startup yang berdiri pada 3 Oktober 2015 ini memiliki layanan utama dengan nama O-Shuttle, dimana layanan ini secara langsung bersaing dengan omprengan konvensional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), omprengan sendiri memiliki kendaraan pribadi yang ditambangkan untuk mencari penghasilan tambahan. Mungkin sebagian orang lebih akrab dengan sebutan ‘angkot gelap’.
“Omprengan gelap, mobil pribadi yang menjadi antar jemput, yang mengharuskan penumpang untuk membayar setiap perjalanan, itu kompetitor kita. Mereka masih konvensional,” tutur Ary, dikutip dari laman id.techinasia.com. Alumnus University of Malaya ini juga menurutkan, kehadiran Ompreng.com diharapkan dapat menekan jumlah kendaraan yang melintas di jalanan.
Ary Setiyono. Sumber: istimewa
Mengingat pesaingnya yang sudah lebih banyak menelan asam garam di jalanan, Ary tidak kehilangan akal. Ia lalu menggandeng TRAC-Astra Rent a Car, perusahaan penyedia layanan sewa mobil milik Astra International, untuk memastikan para pelanggannya bahwa jasa yang Ary tawakan sudah memenuhi izin opersional resmi.
“Kita sediakan armada yang bagus. Kerja sama dengan rental mobil terkenal seperti TRAC-Astra, dan yang paling penting ada izin pelat kuning. Itu value kita,” terangnya.
Walaupun Ompreng.com menggandeng merk dagang ternama seperti Astra, Ary tetap memberlakukan harga yang bersahabat dengan penumpang dan juga bersaing dengan jasa omprengan konvensional. “Harganya sekitar Rp25.000 per trip, kalau langganan Rp22.500,” ungkap Ary.
Untuk membedakan diri dengan penyedia jasa serupa, Ary mengaku bahwa Ompreng.com tidak sama dengan layanan transportasi berbasis aplikasi lain yang telah memiliki peraturan mengenai tarif batas atas dan bawahnya. “Karena kita bukan on-demand. Kita lebih pada schedule service. Rute perjalanan sudah diumumkan di depan. Jadi enggak kena tarif batas atas dan bawah,” cetus sang founder. Jadi tidak heran jika selama ini Ary bersama dua rekannya yang juga memiliki andil dalam Ompreng.com masih menyuntikkan dana setiap bulannya.
Baca Juga: Baraya Travel, Dipilih Karena Tak Buat Dompet Merintih
Tidak hanya menyediakan layanan O-Shuttle, Ompreng.com juga menyediakan layanan lain seperti O-Car dan O-Bike, dimana layanan ini hampir serupa dengan fitur Grab Hitch. Sama seperti O-Shuttle, Ary juga tidak memberlakukan tarif batas bawah dan atas terhadap dua fitur di layanan Ompreng.com ini. “O-Car, O-Bike belum ada monetisasi. Itu seperti marketplace saja,” jelas Ary.
Untuk mengetahui rute mana saja yang dilayani oleh layanan O-Shuttle milik Ompreng.com, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Play Store.
Selain dikenal sebagai perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia, Lion Air Group juga telah melebarkan sayapnya dengan meluncurkan beberapa maskapai di dalam dan luar negeri. Di level premium dan full service, Lion Air Group menghadirkan Batik Air, dan untuk menjawab kebutuhan penerbangan carter, Lion Air Group kini punya unit bisnis Lion Bizjet, yakni layanan penerbangan tak berjadwal yang siap melayani pengguna jasa berkocek tebal untuk mengangkasa setiap saat.
Baca juga: Macet Parah Menuju Bandara, Bangalore Tawarkan Layanan Antar Jemput via Helikopter
Meski backbone Lion Bizjet adalah pesawat jet bisnis Hawker Beechraft 900XP, namun belum lama ini Lion Bizjet memperkenalkan armada terbarunya, bukan berupa pesawat bersayap tetap, melaiankan sebuah helikopter EC-135 buatan Airbus Helicopters. Layanan ini seolah membawa angin sejuk bagi warga Ibukota yang ingin merasakan sensasi berkendara menggunakan helikopter. Selain bebas macet, interior helikopter ini juga bisa bikin betah para penumpangnya.
Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, mobilitas tinggi warga Ibukota dan tuntutan waktu yang serba cepat merupakan dua alasan yang melatarbelakangi hadirnya layanan bernama Lion Bizjet ini. “Tujuan Lion Bizjet adalah untuk mengakomodasi dan memfasilitasi kebutuhan transportasi udara pribadi bagi kalangan VVIP – VIP secara eksklusif. Helikopter ini bisa disewa untuk urusan bisnis, keluarga juga wisata” ungkap Ramaditya Handoko, selaku Corporate Communication Lion Air Group.
Dengan menggunakan helikopter berjenis EC-135 Twin Engine, Ramaditya menuturkan bahwa para penyewa yang kebanyakan berasal dari kalangan selebriti dan anggota pemerintahan. Adapun destinasi wisata favorit para penyewa adalah Denpasar, Bali dan Manado, Sulawesi Utara.
Terkait fasilitas yang tersedia di dalamnya, Chief Pilot Lion Bizjet, Capt. Nengah Sumerta mengatakan ada beberapa fasilitas unggulan yang ditawarkan oleh layanan helikopter VVIP ini. “Kami tawarkan kenyamanan maksimal bagi penyewa helikopter Lion BizJet,” ungkap Capt. Nengah. Adapun beberapa keunggulan dari helikopter yang mampu menampung lima penumpang ini mencakup sofa yang nyaman, pendingin udara, hingga penganan yang disediakan oleh pihak Lion Boga selama penerbangan.
Interior EC135. Sumber: international-pilot.com
Mengamini pernyataan di atas, Capt. Nengah mengatakan bahwa permintaan tertinggi terhadap layanan ini datang dari kalangan orang penting. “Khususnya di kalangan pengusaha, dan pebisnis mereka biasanya minta diantar point to point agar lebih cepat dan mudah,” tuturnya. “Lebih privat dan mereka punya fleksibilitas waktu yang tinggi,” imbuh Capt. Nengah.
Baca juga: Helikopter Kursi Tunggal Ini Dibandrol Hanya US$20 Ribu
Walaupun bukan bagian dari layanan utamanya, Lion Air Group selalu memperhatikan seluruh aspek keamanan dan keselamatannya. Bahkan, hanggar di Balaraja (Lion City) selalu kedatangan Helikopter Bizjet guna perawatan rutin. “Tapi kami juga punya prosedur daily inspection, untuk pengecekan rutin,” terang Capt. Nengah.
Menyinggung soal harga sewanya, Lion Air memanjer Rp47 juta per jam, berlaku untuk dua jam pertama dan akumulasi setiap satu jam berikutnya. Bagaimana, tertarik untuk mencoba mengudara dengan layanan super luxury dari Lion Air Group ini?