Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!

Pembatalan penerbangan memang menjadi keputusan yang menyebalkan, namun lebih menjengkelkan lagi jika kita justru mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak maskapai. Kira-kira kejadian inilah yang menimpa para penumpang maskapai regional yang bermarkas di Kanada, Porter Airlines. Baca Juga: Cair Tapi Bukan Sabun, Lantas Apa yang Dikeluarkan Dispenser Sabun di Bandara Detroit? Setelah para penumpang dipaksa menunggu karena ada kerusakan pada pesawat, penerbangan dari Massachusetts menuju Toronto, Kanada pun terpaksa dibatalkan. Bahkan, salah satu penumpangnya ada yang diancam lho! Duh, kenapa ya? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (10/1/2018), pembatalan penerbangan yang terjadi pada 5 Januari 2018 kemarin di Logan International Airport sontak menjadi sorotan publik Negeri Paman Sam. Bukan momen pembatalan penerbangannya yang menyita perhatian warganet, melainkan ancaman yang dikeluarkan oleh pihak maskapai. “Pada saat itu, petugas Porter Airlines datang dan mengancam untuk memanggil polisi jika kita tidak menghapus video yang kita rekam,” tutur  salah satu penumpang yang bernama Kira Wegler. Sebelumnya, Kira mengakui bahwa beberapa penumpang berusaha untuk mengabadikan detik-detik pengumuman pembatalan keberangkatan. “Petugas juga melakukan pengecekkan terhadap masing-masing ponsel kita, untuk memastikan video tersebut sudah dihapus,” tambah Kira. Dapat dibayangkan bagaimana kekesalan penumpang Porter Airlines kala itu? Setelah menunggu kurang lebih selama dua jam di dalam pesawat, lalu mereka dikembalikan menuju terminal, penerbangannya dibatalkan, dan mendapatkan ancaman dari pihak maskapai. Alhasil, penumpang lainnya, Ellen Howard memutuskan untuk menanyakan kepada petugas Porter Airlines mengapa dirinya melakukan ancaman semacam itu. Pihak maskapai yang mulai beroperasi pada 23 Oktober 2006 ini mengatakan bahwa melakukan perekaman di area bandara merupakan tindakan ilegal. Namun hal tersebut bertolakbelakang dengan apa yang dilontarkan oleh Massachusetts Port Authority, dimana pihak otoritas bandara mengatakan bahwa tidak ada masalah tentang perekaman aktifitas selama berada di Logan International Airport, selama mereka tidak melebihi zona aman. Guna mengklarifikasi kejadian yang mencoreng nama baik perusahaan, pihak Porter Airlines lalu meminta maaf atas kejadian tersebut dan berdalih petugasnya telah salah paham menafsirkan peraturan yang berlaku. “Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran yang berharga di masa yang akan datang,” ungkap juru bicara Porter Airlines. Baca Juga: Pilot Salah Pilih Landasan, Tabrakan Maut Nyaris Terjadi di Bandara JFK, New York Lebih lanjut, juru bicara yang enggan menyebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa pembatalan keberangkatan tersebut diakibatkan oleh pintu pesawat yang membeku. “Bukan karena kesalahan teknis,” imbuhnya. Karena peraturan penerbangan di Amerika menyebutkan tidak adanya biaya kompensasi pembatalan keberangkatan jika diakibatkan oleh kondisi cuaca yang buruk, maka pihak Porter Airlines hanya mampu memfasilitasi para penumpangnya dengan menyediakan penginapan, lengkap dengan makanannya selama kurang lebih tiga hari pasca kejadian.

Kedapatan Bawa “Granat,” Penumpang Ini Tetap Bisa Mengudara. Kok Bisa?

Sebagai salah satu alat yang identik dengan medan perang, kehadiran granat di fasilitas publik tentu dapat memicu beragam respon orang-orang yang berada di sekelilingnya. Hampir dapat dipastikan kebanyakan orang akan kabur untuk menyelamatkan diri semisal granat tersebut meledak. Berbeda dengan pihak keamanan yang akan langsung mengambil tindakan agar situasi bisa kembali kondusif. Baca Juga: Anda Ketinggalan Penerbangan? Jangan Keburu Panik, Ikuti Langkah Ini! Nah, kejadian inilah yang terjadi di India dimana seorang penumpang terpaksa diamankan oleh pihak yang berwajib ketika kedapatan membawa sebuah granat di dalam kopernya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian ini bermula ketika seorang calon penumpang maskapai GoAir rute Delhi – Ahmedabad tidak lolos proses screening karena petugas keamanan Indira Gandhi International (IGI) Airport menemukan benda berwujud granat di dalam koper si penumpang, Selasa (23/1/2018). Alhasil, petugas bandara menggiringnya menuju pos pengamanan guna pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat itu, pria yang identitasnya tidak disebutkan ini hampir dapat dipastikan tidak dapat mengudara menuju Ahmedabad karena benda yang dibawanya masuk ke dalam kategori berbahaya. Bukan tidak mungkin jika pria ini nekat melakukan aksi teror selama pesawat mengudara, dan mengancam keselamatan penumpang lainnya. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan, petugas  bandara lalu membebaskan pria ini dan mengijinkannya untuk melanjutkan perjalananannya kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata benda berbentuk granat yang dibawa oleh pria ini adalah sebuah power bank yang ia siapkan jika sewaktu-waktu daya gadgetnya habis. Baca Juga: Sebuah Drone Hambat Aktifitas Bandara Indira Gandhi Hingga 40 Menit Juru bicara GoAir pun membenarkan kejadian yang sempat membuat geger pihak keamanan bandara tersebut. “Satu penumpang yang dijadwalkan melakukan perjalanan dari Delhi ke Ahmedabad sempat tertahan di pos keamanan karena kedapatan membawa benda mencurigakan berbentuk granat. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata benda tersebut merupakan sebuah power bank,” tuturnya, dikutip dari laman zeenews.india.com (25/1/2018). Tentu, pemberitaan ini mengundang berbagai respon dari warganet. Tidak sedikit yang menertawakannya, bahkan ada juga yang mempertanyakan mengapa benda yang memiliki potensi menimbulkan kekacauan dapat dengan bebas beradar di masyarakat.

Glasgow, Kereta bawah Tanah Tanpa Awak Pertama di Inggris, Meluncur 2020

Teknologi kendaraan tanpa awak semakin hari semakin berkembang pesat. Teknologi ini telah merambah bus, mobil pribadi bahkan kereta api. Di Inggris, pada tahun 2020 mendatang dikabarkan akan menggunakan kereta tanpa awak yang melakukan pengoperasiannya. Baca juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil Diperkirakan kereta bawah tanah Glasgow ini akan menjadi yang pertama di Inggris dalam beroperasi tanpa awak sama sekali. Kereta otonom ini akan diuji coba akhir tahun 2018 dan menjadi akan membuat perubahan baru di Inggris. KabarPenumpag.com melansir dari laman bt.com (5/1/2018), jaringan kereta bawah tanah tanpa awak atau otonom ini diperkirakan menghabiskan dana £288 juta untuk perubahan sistem tersebut. Adapun yang dirubah dan dirombak yakni kereta api, peralatan sinyal baru hingga percobaan yang akan dijalankan dengan beroperasi sepenuhnya dengan sistem tanpa awak sama sekali. Pengoperasian kereta tanpa awak ini oleh Strathclyde Partnership for Transport (SPT) dan mengatakan bahwa kereta api, sinyal, pusat kendali operasional dan pintu atas platform semuanya akan otomatis. Hal ini bisa juga dikatakan sistem operasi kereta tanpa ada penjagaan atau Unattended Train Operations (UTO). Adapun beberapa bagian dari London Underground ini beroperasi secara otomatis yang salah satunya adalah kereta api di Docklands Light Rail. Tetapi dalam gerbong kereta tersebut masih ada awak yang mengoperasikan tutup buka pintunya. Uji coba tersebut akan di lakukan di dekat Ibrox dan jika ini behasil, maka kereta akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang. Pihak SPT mengatakan pada kereta dalam jam tersibuk akan menempatkan awaknya dan CCTV digunakan untuk digunakan dalam menjaga keamanan. “Kami akan selalu memiliki awak di sistem ini, tapi bukan rencana kami untuk memiliki awak kereta di setiap kereta api. Ini akan menjadi kereta tanpa sopir pertama di Inggris,” ujar Direktur Senior SPT Charles Hoskins. Baca juga: AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat Kereta tanpa awak tersebut adalah buatan Swiss dan akan beroperasi setiap tiga menit dibandingkan dengan sistem saat ini. Pada layanan di hari Minggu dan saat malam akan lebih banyak dari biasanya.

Ada Bule Cantik Kesasar, Warga Jogja Bantu Sampai Stasiun

Tersesat di negara orang bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi bila mengerti bahasa negara tersebut hanya sekedarnya. Belum lama ini di Yogyakarta, ada seorang wanita pelancong asal Lithuania, Erika Boo yang tersesat dan tertinggal rombongannya ditolong oleh seorang pria tak dikenal. Baca juga: Kompas Digital, Tetap Presisi dalam Wujud Aplikasi di Smartphone Erika kemudian membuat viral di media sosial Facebook mencari superhero yang telah menolong dirinya yang tersesat saat berlibur di Yogyakarta September 2017 kemarin. Dia memviralkan pencarian superheronya tersebut di laman Facebook Lowongan Kerja Jogja hanya untuk bertemu pria itu. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber menemukan bahwa, Erika di dalam postingannya yang menjadi viral tersebut mengunggah cerita saat dirinya tersesat mencari stasiun kereta Yogyakarta. Saat itu dirinya yang sedang kebingungan ditolong seorang pria yang tidak dikenalnya di Yogyakarta dan mengantarkan ke stasiun. Diketahui, Erika yang tersesat ternyata terlepas dari rombongannya. Bahkan dirinya tidak memiliki peta sama sekali dan hanya menggunakan insting untuk menemukan stasiun tujuannya. Beberapa kali bertanya pada warga sekitar, Erika hanya diberi arah tanpa di antar sampai tujuan. Erika yang saat itu tersesat di sekitar pasar burung mendapat tumpangan dari seorang pria yang kemudian meminjam helm dari toko tempat Erika bertanya dan mengantarkan ke stasiun. Karena diantar sampai tujuan, Erika sangat senang dan dirinya juga sedang berulang tahun. Sayangnya Erika lupa siapa pria tersebut dan untungnya saat itu Erika sempat berswafoto sehingga dirinya memposting ceritanya di laman Facebook dengan foto itu. Viralnya tulisan ini juga atas bantuan warganet lainnya yang meneruskan cerita Erika di Info Cegatan Jogja dan berhasil menemukan sosok superhero yang menolongnya. Pria tersebut bernama Abdul Hakim, dan ditemukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Karena pertolongan Abdul Hakim, Erika terkesan akan kebaikan orang Indonesia. Selain bertemu dengan penolongnya, Erika juga mendapatkan lebih dari 500 pesan dan 1000 permintaan pertemanan. Baca juga: Pelancong Indonesia Kembali Menangkan Lucky Draw Rp10 miliar di Bandara Changi Singapura “Saya berpikir untuk bertemu dengan penolong saya asal Yogya alias Hakim sekali lagi dan kali ini bertemu dengan istrinya yang cantik dan bayi manis mereka,” tulis Erika di postingannya. Saat ini postingan tersebut sudah dibagikan 129 kali dengan 310 komen dan di sukai 1100 warganet.

PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!

Setelah sukses dengan acara ngopi bareng yang diadakan beberapa waktu yang lalu, PT KAI kini tengah berupaya untuk memaksimalkan kereta yang terparkir cukup lama untuk melayanai perjalanan jarak dekat, semisal Jakarta – Bandung. Rencana pengoptimasian armada tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi perjalanan di antara dua kota tersebut. Baca Juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI Jika ditelusuri lebih dalam, Kereta Argo Parahyangan yang melayani perjalanan antara Jakarta dan Bandung memang selalu dipenuhi oleh penumpang. Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rudiansyah mengatakan tingginya frekuensi perjalanan antara dua kota tersebut ditengarai kemacetan parah sepanjang tol Jakarta – Cikampek imbas dari eksistensi sejumlah proyek pembangunan. “Misalnya kereta dari Yogyakarta sampai ke sini pagi, lalu berangkat lagi ke Yogyakarta malamnya. Selama kereta menunggu, bisa kita pakai untuk jarak dekat PP misalnya ke Bandung. Jadi tidak ada kereta yang terparkir lama,” tutur Dadan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman republika.co.id (2/2/2018). Menurut Dadan, langkah ini merupakan salah satu strategi bisnis yang ditempuh oleh PT KAI. Mantan Executive Vice President Daop 8 Surabaya ini menambahkan tidak hanya mengoptimalkan kereta jarak jauh yang terparkir dalam waktu yang cukup lama, PT KAI juga rencananya akan menambah jumlah perjalanan KA relasi Jakarta – Bandung secara bertahap. Hingga saat ini, terdapat sekitar 12 perjalanan reguler yang tersedia untuk layanan KA Argo Parahyangan, dengan dua hingga empat perjalanan tambahan di kala libur akhir pekan atau libur panjang. Sebenarnya, ada serangkaian strategi bisnis yang hendak ditempuh oleh PT KAI di tahun 2018 ini. Selain dua rencana di atas, salah satu Badan Usaha Milik Negara ini juga akan menambah rangkaian gerbong KA Argo Parahyangan, yang semula hanya menarik 10 gerbong kini PT KAI tengah mempertimbangkan untuk menarik 14 gerbong dalam sekali perjalanan. Upaya ini tentu saja dapat meningkatkan kapasitas penumpang yang hendak bertolak dari dan menuju Bandung. Baca Juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA Dalam pertemuannya dengan sejumlah awak media di Stasiun Manggarai pada Kamis (1/2/2018) kemarin, Dadan juga menyampaikan bahwa akan ada penambahan empat rangkaian kereta yang dioperasikan untuk rute Yogyakarta dan Bandung. Dengan adanya sejumlah rencana strategi bisnis PT KAI ini, kehadiran KA Mataram Premium juga diprediksi akan segera menghiasi perkeretaapian Indonesia. Kereta buatan PT INKA ini digalang-galang akan ditugaskan untuk menjembatani Jakarta dan Yogyakarta.

Sepanjang 2017, PT Angkasa Pura I Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun

Meski dua bandaranya sempat terdampak letusan Gunung Agung pada akhir tahun lalu, PT Angkasa Pura I (AP I) selaku pengelola 13 bandara di kawasan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur, tetap mampu menunjukan kinerja keuangan yang positif di sepanjang 2017. AP I mencatatkan kinerja dengan meraup laba bersih (unaudited) sebesar Rp 1,4 triliun, atau tumbuh 23 persen jika dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 1,1 triliun. Selain itu, AP I berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 7,1 triliun atau meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,1 triliun. Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, Angkasa Pura I Lakukan Survei Kepuasan Pelanggan di 13 Bandara Dari pendapatan operasional tersebut, Rp 4,2 triliun berasal dari bisnis aeronautika yang meliputi Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), layanan aviobridge, check-in counter, dan layanan baggage handling system. Sisanya Rp 2,9 triliun berasal dari bisnis non-aeronautika yang meliputi sewa ruang, konsesi, reklame, parkir, peron, lounge, event promotion, dan lainnya. “Peningkatan pendapatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penumpang, pesawat, dan kargo, seiring dengan upaya perusahaan menginisiasi program pengembangan destinasi wisata Collaborative Destination Development (CDD) yang berkerja sama dengan pemerintah daerah serta terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bandara,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi. Selama 2017, PT Angkasa Pura I mencatat peningkatan trafik pesawat sebesar 3,5 persen dari 764.531 pergerakan pada 2016 menjadi 791.496 pergerakan pada 2017. Sementara itu trafik penumpang tumbuh 6 persen dari 84,7 juta orang pada 2016 menjadi 89,7 juta orang pada 2017. Begitu juga kargo tumbuh 11,4 persen dari 362 juta kg pada 2016 menjadi 403 juta kg pada 2017. “Perusahaan telah menggelontorkan dana investasi tahun 2017 sebesar Rp4,6 triliun yang terdiri dari Rp2,3 triliun untuk pengembangan bandara dan Rp2,3 triliun untuk investasi bidang keselamatan dan pelayanan,” kata Faik Fahmi. Sementara itu, pada 2017 perusahaan memperoleh beberapa penghargaan internasional seperti Bandara Juanda Surabaya yang meraih penghargaan Bandara Paling Tepat Waktu di Dunia kategori Bandara Besar (10-20 juta penumpang per tahun) dari Lembaga Analis Perjalanan Udara asal Inggris OAG, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang meraih predikat “The 3rd World Best Airport” pada kategori 15-25 juta penumpang per tahun pada ajang Airport Service Quality (ASQ) Awards oleh Airport Council International (ACI), dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang meraih penghargaan sebagai “The Most Improved Airport in Asia Pacific” pada ajang yang sama ASQ Awards. “Di samping itu, perusahaan juga berhasil mengurangi jumlah bandara yang merugi yaitu 5 bandara di tahun 2016 menjadi 3 bandara di 2017. Ketiga bandara tersebut yaitu bandara yang memang jumlahnya penumpang di bawah 2 juta orang per tahun seperti Bandara El Tari Kupang, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak,” kata Faik Fahmi. Targetkan Pendapatan Rp 8,7 T pada 2018 Tahun 2018 ini, PT Angkasa Pura I (Persero) menargetkan pendapatan sebesar Rp8,7 triliun atau meningkat 16% dari realisasi pendapatan 2017 (unaudited) sebesar Rp7,5 triliun. Target pendapatan ini salah satunya didukung oleh mulai beroperasinya terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang pada Maret 2018, peningkatan kapasitas dan utilisasi alat produksi sisi udara bandara-bandara, dan peningkatan pendapatan lima anak perusahaan Angkasa Pura I yaitu Angkasa Pura Suport, Angkasa Pura Logistik, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Hotel, serta Angkasa Pura Retail,” imbuh Faik Fahmi. Baca juga: Sepanjang 2017, Angkasa Pura I Catat Melayani 89,7 Juta Penumpang “Di tahun 2018 ini kami juga akan memfokuskan diri dalam peningkatan kualitas layanan di 13 bandara seperti inovasi pelayanan di terminal, penerapan smart airport, digitalisasi proses bisnis perusahaan, dan percepatan pembangunan tiga bandara yang termasuk dalam proyek strategis nasional, yaitu Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Bandara Internasional Baru Yogyakarta. Selain itu, perusahaan juga berharap dapat segera mengelola enam bandara yang selama ini dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Unit Pelaksana Bandar Udara) yaitu Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Syukuran Aminudin Amir Luwuk, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dan Bandara Samarinda Baru. Maret 2018 ini, ditargetkan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang dapat mulai beroperasi. Hal ini sebagai upaya untuk mengatasi lack of capacity beberapa bandara sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa bandara,” tegas Faik Fahmi.

Tega! United Airlines Seret Keluar Penumpang Yang Tengah Berkabung

Bagaimana rasanya jika Anda tidak bisa mendampingi Ibu yang tengah meregang nyawa karena sakit? Tentu kesedihan dan rasa bersalah yang mendalam akan terus menderu pikiran Anda. Itulah yang dirasakan oleh Carrol Amrich, wanita yang ‘diseret’ keluar dari pesawat ketika ia hendak menyambangi sang Ibu yang tengah berjuang melawan penyakitnya di Minnesota. Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya? Tak lain dan tak bukan, maskapai kontroversional asal Negeri Paman Sam, United Airlines yang menyebabkan kesedihan Carrol semakin mendalam karena insiden penyeretan keluar pesawat tersebut, dirinya tidak bisa melihat sang Ibu untuk terahir kalinya. Alhasil, maskapai yang terkenal karena rentetan masalahnya tersebut menjadi pusat perbincangan seluruh publik di dunia. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Carrol memutuskan untuk segera terbang dari Pueblo, Colorado menuju Minnesota setelah mendapat kabar bahwa sang Ibu, Dixie J. Hanson terpaksa dirawat inap karena penyakit yang dideritanya. Namun karena keterbatasan dana, Carrol meminta bantuan kepada pemilik pondokan tempat ia tinggal, Ines Prelas. Iba dengan kondisi yang tengah menderu Carrol, Ines pun lalu membelikannya tiket melalui Travel HelpDesk, sebuah agen tiket online seharga US$585 atau yang setara dengan Rp7,9 juta. Ketika Carrol sudah mendapatkan tiket untuk perjalanannya menuju Minnesota, Ia mendapat kabar bahwa kondisi sang Ibu malah semakin memburuk karena dokter menyatakan Dixie mengalami gagal jantung dan kemungkinan untuk bertahan hidupnya sudah semakin menipis. Saat itu juga, Ines mengambil inisiatif untuk mengganti penerbangan Carrol dengan menggunakan United Airlines dan membayar dana tambahan sekitar US$75 atau yang setara dengan satu juta rupiah. Mereka berdua pun langsung bergegas menuju bandara yang jaraknya cukup jauh, sekitar satu jam perjalanan. Sesampainya di bandara, Carrol segera menyelesaikan semua tahapan check-in dan langsung menuju pesawat. Sesaat sebelum take-off, seorang petugas dari United mendatangi Carrol dan memaksanya turun dari pesawat. “Tidak ada orang yang bisa terbang dengan gratis,” kenang Carrol, dikutip dari laman telegraph.co.uk (29/1/2018). Begitu kembali ke terminal, Carrol langsung menghubungi Ines dan meminta tolong agar dibelikan tiket last minute flight karena ia tidak memiliki uang yang cukup. “Ambil saja kartu kredit saya dulu dan biarkan Carrol terbang sekarang. Soal pembayaran, kita urus nanti,” tegas Ines kepada pihak ticketing United. Namun sayangnya, penerbangan menuju Minnesota tersebut sudah mengudara dan meninggalkan Carrol begitu saja. Sebagai bentuk tanggung jawab, Ines segera mengantarkan Carrol menuju Minnesota dengan menggunakan mobilnya. Jarak 1000mil yang membentang diantara dua kota tersebut ditempuh mereka berdua tanpa melakukan pemberhentian sekalipun. Nahas, sesampainya di Minnesota, Carrol menemukan sang Ibu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Baca Juga: Pelayanan Buruk Malah Dongkrak Laba United Airlines, Kok Bisa? Ketika dimintai keterangan oleh media setempat, pihak Travel HelpDesk mengaku tidak mengetahui perubahan tiket yang telah dilakukan oleh Ines sebelumnya, karena ia mengakses melalui United Direct. “Kami tidak mengetahui secara jelas perubahan yang dilakukan oleh Nona Carrol, sehingga untuk menghindari yang bersangkutan dari tindak kecurangan, kami membatalkan tiketnya,” ungkap supervisor layanan pelanggan di Travel HelpDesk, Carolyn Gallant. Sebelumnya, pihak online travel agent tersebut sudah mencoba menghubungi Carrol berkali-kali untuk memastikan, namun tidak ada jawaban. “Kami turut berduka atas kepergian Ibu dari Carrol, sangat tragis. Saya sadar betapa pentingnya tiket yang kami batalkan tersebut. Seandainya pihak konsumen melakukan klarifikasi terlebih dahulu, saya yakin kejadian seperti ini bisa dihindari,” imbuh Carolyn. Sementara itu dalam sebuah lampiran, pihak United mengatakan bahwa mereka akan melakukan refund terhadap Ines dan mengajukan duka cita kepada Carrol Amrich dan keluarganya.

Tak Hanya Lewat Jalur Laut, Ke Karimunjawa Juga Bisa Naik Pesawat Lho!

Nama Karimunjawa sudah tak lagi asing di telinga pelancong baik domestik maupun mancanegara. Pasalnya pulau yang ada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah, kepulauan Karimunjawa menjadi Taman Nasional dan rumah bagi terumbu karang serta ratusan spesies biota laut. Menjadi salah satu spot diving dan snorkeling yang diincar pelancong karena keindahan bawah lautnya. Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia Tak hanya itu, bagi yang ingin uji nyali juga bisa berenang dengan hiu jenis blacktip reef shark. Karimunjawa juga disediakan banyak resor terapung yang bikin langsung ingin nyebur setelah bangun tidur. Tapi bagaimana untuk sampai kepulau ini? Biasanya pelacong hanya tahu melalui jalur laut dan ikut open trip melalui travel. Padahal untuk sampai ke pulau Karimunjawa ini sudah tersedia penerbangan. Sebab di Pulau Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah sudah ada bandar udara Dewadaru.
landasan pacu bandara Dewadaru di Karimunjawa
KabarPenumpang.com mendapatkan fakta bahwa, letak pulau tersebut bisa dikatakan sudah menyatu dengan Pulau Karimunjawa dan hanya terpisah selebar sungai kecil. Bandara tersebut memiliki ukuran landasan pacu pada awalnya 900 x 23 meter dan awalnya hanya ditempuh pesawat sewa jenis Cassa 212 yang disediakan oleh PT Wisata Laut Nusa Permai atau Kura-Kura Resort. Setelah landasan pacu diperlebar pada 2014, landas pacu di Bandara Dewadaru kini sudah bisa didarati pesawat jenis Fokker F50 dan Pesawat jenis ATR 72-500. Untuk saat ini panjang landasan bandara Dewadaru mencapai 1.250 meter. Awalnya bandara ini dikelola Dinas Perhubungan Provinsi, namun kini Bandara Dewadaru dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan karena keterbatasan anggaran daerah dan sumber daya manusia. Sebenarnya rute penerbangan ke pulau Karimunjawa sendiri sudah ada sejak 2015 lalu dan difasilitasi oleh maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti dengan maskapai Susi Air-nya. Awalnya penerbangan tersebut di layani dua kali dalam seminggu yakni Kamis dan Jumat. Kemudian ada pula tambahan jadwal penerbangan dari AirFast Indonesia, sayangnya baik Airfast dan Susi Air sudah tak lagi beroperasi melayani penerbanagn Semarang-Karimunjawa ini. Tarif tiket pesawat ke bandara Dewadaru ini sekitar Rp400 ribuan. Belum lama ini, Lion Air Group juga tertarik membuka rute Semarang-Karimunjawa. Namun, pihak Lion Air akan melakukan survei terlebih dahulu ke pulau Karimunjawa dan hasilnya setelah survei tersebut. Lion Air rencananya akan menggunakan pesawat ATR-72 untuk digunakan dalam penerbangan ke Karimunjawa. Nantinya tidak menutup kemungkinan Lion Air bisa membuka penerbangan setiap hari jika permintaan meningkat dan saat uji coba bisa satu minggu tiga kali keberangkatan. Perjalanan waktu tempuh dari bandara Ahmad Yani samapai ke Dewadaru sendiri sekitar 30-45 menit. Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat Nama bandara di Karimunjawa ini berasal dari nama pohon Dewadaru yang hanya bisa dijumpai di pulau Karimunjawa. Mitos yang tersiar adalah, jika pelancong membawa atau mengambil kayu dari Dewadaru maka kapal yang ditumpangi akan tenggelam saat meninggalkan pulau Karimunjawa. Namun hal ini kembali ke masing-masing pelancong percaya mitos atau tidaknya.

Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Sebenarnya dimana sih letak jalur kereta paling Barat di pulau Jawa? Banyak yag berpikir pasti di Merak, padahal bukan, melainkan di Labuan Kabupaten Pandeglang, Banten. Dari kabar yang beredar, jalur kereta menuju Labuan dari Rangkasbitung melalui Saketi akan kembali diaktifkan atau reaktivasi pada 2019. Baca juga: Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan Jalur sepanjang 56,45 km ini pembangunan konstruksi, pengembalian rel-rel dan pembebasan lahan akan dimulai tahun 2018 ini. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes mengatakan,Pemprov Banten dengan Kemenhub akan mulai tahapan raktivasi jalur rel kereta api tersebut dengan pembebasan lahan karena sudah banyak bangunan pada 2018 ini. “Tahun ini kami mulai dari pembebasan lahan, kami bersihkan kembali dan merelokasi warga yang tinggal di bekas rel. Mungkin pekerjaannya selesai dalam satu tahun ke depan,” kata Revri. Nantinya setelah pembebasan lahan dan relokasi warga, akan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi rel yang dimulai tahun 2019. Tahun 2021 sendiri diprediksi kereta api jalur Rangkasbitung-Saketi-Labuan yang sudah puluhan tahun berhenti tersebut akan kembali beroperasi. Bahkan jalur ini akan dilanjutkan ke Panimbang untuk mendukung jalur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang dan Bayah di Lebak. “Untuk ke Labuan dan Bayah nanti setelah 2021. Ini untuk memudahkan masyarakat pergi ke lokasi pariwisata dengan transportasi massal,” katanya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, jalur kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan di Banten ini sendiri dibangun tahun 1908 oleh Staatsspoorwegen (SS) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sayangnya harus tutup tahun 1982 silam dikarenakan kalah saing dengan moda transportasi massal lainnya. Lintasan sepanjang sekitar 56 km ini juga memiliki percabangan ke arah Bayah dan stasiun Saketi. Dulunya jalur kereta ini ramai baik itu angkutan untuk penumpang maupun barang. Pada masa jayanya, stasiun ini memiliki lima trip pulang pergi dari Rangkasbitung menuju Labuan atau sebaliknya. Dengan pembagian kelas kereta yakni kelas 2, 3 dan kereta khusus untuk inlander atau warga asli. Kereta pertama pada masa itu berangkat sekitar pukul 05.00 pagi dari Labuan dan tiba di Rangkasbitung pukul 07.51 pagi. Sedangkan kereta terakhir berangkat dari rangkasbitung sekitar pukul empat sore dan tiba pukul 18.24 di Labuan. Baca juga: Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali Tahun 1950-1953 lalu, stasiun Labuan menjadi yang tersibuk di jalurnya dan kereta jalur ini dimanfaatkan untuk mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual Ke Jakarta dan sebaliknya membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin.

[Video] Intip Fasilitas di Dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Setelah dua episode sebelumnya kami hadirkan tentang serba-serbi Stasiun Sudirman Baru dan cara pembelian tiket kereta bandara Soekarno-Hatta. Di artikel ini kami perlihatkan lewat video, seperti apa fasilitas yang ada di dalam gerbong kereta bandara. [Video] Beginilah Cara Beli Tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta Melihat desain interior dan susunan kursi di kereta Bandara Soekarno-Hatta, sekilas kereta bandara ini mengingatkan kita pada susunan kursi di kereta ekonomi premium PT KAI. Desain kursi tidak dapat diputar, dan komposisi kursi terbagi dua dengan arah berbeda dan bertemu atau terlihat berhadapan pada posisi kursi nomer lima dan enam. Corak kursi pun boleh dibilang mencerminkan desain minimalis dan sporty, dengan kombinasi warna abu-abu dan kuning pada pegangan tangan. Untuk memastikan kenyamanan, posisi sandaran pada kursi dapat Anda sesuaikan lewat tombol pengatur pada posisi sandaran tangan. Tak cuma itu, tersedia dua slot USB untuk charging gadget, dengan masing-masing dapat menghantarkan arus lima volt. Menyandang status sebagai kereta bandara, di setiap gerbong pada bagian depan dan belakang sudah disediakan rak bagasi yang ukurannya cukup besar, sehingga bisa memenuhi kebutuhan calon penumpang pesawat yang biasa membawa koper dalam ukuran besar Sedangkan untuk menyimpan tas ukuran kecil, dapat menggunakan kabin bagasi yang terletak di atas kursi. Tak lupa untuk urusan buang hajat, di setiap set kereta bandara sudah ada toilet, masing-masing dua bilik toilet pada bagian depan dan belakang kereta. Pintu toiletnya mengunakan model lipat, laksana model toilet di pesawat. Uniknya salah satu toilet ada yang dikhususkan untuk buang air kecil bagi kaum pria, dan satu toilet lainnya dilengkapi kloset duduk, sehingga bisa digunakan oleh pria dan wanita. Khusus di kloset yang terakhir ini ada lho papan lipat untuk mengganti popok bayi. [Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City) Selain yang kami sebutkan tadi, di kereta bandara Soekarno-Hatta sudah tersedia TV LED audio, running text untuk informasi suhu dan kecepatan, smoke detector dan kursi prioritas bagi lansia dan kaum difabel. Nah, daripada penasaran, yuk simak tayangan video liputan kami di bawah ini.