Tangani 95,8 Juta Penumpang di 2017, Beijing Bersiap Menjadi Bandara Tersibuk di Dunia

Dengan populasi penduduk terbesar di muka Bumi, jelas Cina adalah pasar terbesar untuk dunia penerbangan. Dan sebagai turunan dari berkah trafik penerbangan yang tinggi adalah kapasitas bandara yang ikut meroket dari waktu ke waktu. Seperti Beijing, Ibukota Cina ini dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia dengan penduduk di atas 25 juta jiwa. Dan baru-baru ini ada kabar bahwa Bandara Beijing Capital International bakal menjadi bandara tersibuk di dunia. Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk KabarPenumpang.com melansir dari laman bloomberg.com (5/2/2018), mendapatkan data pada tahun 2017 kemarin, lalu lintas penumpang di bandara internasional Beijing naik dan mencapai rekor baru yakni 95,8 juta. Peningkatan penumpang di bandara Beijing ini mengalami kenaikan selama lima tahun berturut-turut. Adanya kenaikan tersebut membuat Bandara Internasional Beijing Capital mempersempit kesenjangan dengan Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta yang jumlah penumpangnya turun pada tahun 2017 lalu.
Data stastistik peningkatan jumlah penumpang di Beijing dan Atlanta (Bloomberg)
Karena kenaikan penumpang tersebut, Cina diperkirakan akan menyalip Amerika Serikat dan menjadi pasar perjalanan udara terbesar di dunia setelah tahun 2022 mendatang. Dalam mengatasi lonjakan penumpang tersebut, Cina sedang membangun mega bandara di Beijing dengan total biaya pembangunan US$12,9 miliar atau sekitar Rp174 triliun di pinggiran selatan yang dijadwalkan buka tahun depan. Bandara ini nantinya akan mampu menampung 100 juta penumpang setiap tahunnya dan kemungkinan akan berbagi 170 penumpang per tahun pada 2025 mendatang. Bandara baru ini sendiri telah ditunjuk oleh pihak SkyTeam untuk menjdi pusat bagi aliansi tersebut. Di Cina sendiri ada dua maskapainya yang masuk sebagai anggota SkyTeam yakni China Eastern Ailines dan China Southern Airlines. Dua operator penerbangan milik Cina ini masing-masing diizinkan untuk mengangkut 40 persen penumpang bandara dan mendapatkan slot waktu penerbangan ke Eropa dan Amerika Serikat. Baca juga: Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina Beijing juga akan bergabung dengan daftar pilih kota-kota besar dengan dua atau bahkan tiga bandara internasional, termasuk London, New York, Tokyo dan Paris. Tidak seperti di Beijing, bandara tersebut biasanya mengambil peran pelengkap, seperti yang melayani rute internasional atau antarbenua dan yang lainnya berfokus pada penerbangan domestik atau regional.

Atasi Dampak Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta, Angkasa Pura I Buka Help Desk Bagi Warga

PT Angkasa Pura I telah membuka Pusat Layanan Informasi (help desk) bagi warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, sejak Senin (5/2/2018). Help desk ini berada di Kantor Proyek Pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Jalan Raya Wates -Purworejo Km. 1, Tanggalan, Palihan, Wates. Baca juga: Meski Didera Isu Penolakan, Pembangunan Bandara Kulon Progo Terus Berlanjut “Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan beroperasi tahun 2019 mendatang. Sebagai pemegang amanat dan pemrakarsa pembangunan bandara ini, kami sejak awal telah berupaya untuk mengedepankan aspek komunikasi dan dialog kepada pihak-pihak terkait. Dan hari ini, untuk lebih memaksimalkan pendekatan komunikasi dan membuka saluran informasi terkait kebutuhan para warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, Angkasa Pura I secara resmi menghadirkan pusat layanan informasi atau help desk,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy W. Suradji. Hadirnya help desk ini merupakan respon terhadap tingginya permohonan layanan informasi yang tepat dan jelas terkait proses konsinyasi pembayaran atas lahan milik warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. Juga untuk menjawab dan memberikan penjelasan terkait lapangan kerja dan potensi usaha di Bandara Internasional Yogyakarta nantinya. Help desk ini merupakan hasil kerjasama Angkasa Pura I dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta stakeholder terkait lainnya, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kontraktor pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. “Help desk ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang prosedur dan proses konsinyasi pembayaran ganti kerugian serta mengawal pemenuhan hak-hak warga terdampak, sehingga akan terbuka ruang dialog antara warga dengan Angkasa Pura I, Pemkab Kulon Progo, BPN, kontraktor pembangunan, maupun pihak terkait lainnya,” imbuh Devy. Menurut Devy, terbatasnya ruang dan waktu membuat pihak pemrakarsa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan warga terdampak sulit untuk berdialog. “Untuk itulah help desk ini hadir, yaitu sebagai tempat berdialog sekaligus sarana bagi warga dalam menyampaikan masukannya. Sehingga warga akan mendapatkan informasi yang jelas dan gamblang, serta meminimalisir informasi yang meresahkan atau simpang-siur,” kata Devy lagi. Senada dengan Devy, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan bahwa setiap harinya keluhan dan pertanyaan warga akan direkam di help desk ini untuk ditindaklanjuti dan dicarikan solusinya. “Help desk menjadi suatu forum diskusi dan urun rembuk untuk menyelesaikan masalah. Tidak ada masalah yang kami sepelekan sehingga setiap masalah harus diselesaikan dengan baik. Suara hati masyarakat sekecil apapun harus kita dengarkan dan ditindaklanjuti untuk dicarikan penyelesaian,” ujar Harto Wardoyo. Selain itu, melalui help desk para warga terdampak dapat memperoleh penjelasan dan pemahaman dalam mempersiapkan diri menyambut hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. “Persiapan diri ini dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bersaing memasuki peluang kerja dan peluang usaha. Peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan warga ini terbuka sejak tahap konstruksi maupun setelah Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi,” tambah General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama. Menurut Pandu, pada hakekatnya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini memiliki cita-cita besar untuk meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat Yogyakarta, khususnya masyarakat Kulon Progo. Bandara yang pada pembangunan tahap pertama akan memiliki kapasitas 14 juta penumpang per tahun ini dipastikan akan membuka kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi ribuan masyarakat, baik lapangan kerja dan berusaha di dalam bandara, yang berkaitan dengan operasional bandara, maupun yang tidak secara langsung berhubungan dengan operasional bandara,“ ucap Pandu. Untuk meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan kemampuan warga dalam menyongsong peluang kerja dan peluang usaha tersebut, Angkasa Pura I telah memberikan program pelatihan kewirausahaan dan pelatihan keterampilan. “Bahkan saat ini juga telah banyak warga terdampak yang telah membeli lahan baru dan mulai bertani kembali. Selain itu juga ada petani yang telah sukses beralih profesi menjadi pengusaha catering dan laundry,” Pandu mencontohkan. Terkait dengan informasi lapangan kerja dan peluang berusaha itulah, Angkasa Pura I menghadirkan help desk ini. “Help desk bertujuan sebagai penyambung komunikasi kepada masyarakat terkait dengan informasi peluang kerja dan peluang usaha. Diharapkan masyarakat semakin paham dan memililiki pemahaman bersama mengenai keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta,” harap Pandu. Mekanisme pelayanan help desk ini mengusung konsep pelayanan terpadu satu pintu. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) memiliki petugas perwakilan di sini. “Alur pelayanan help desk ini mekanismenya dimulai dari warga pemohon yang datang akan dibantu oleh petugas help desk. Petugas tersebut akan mencatat identitas dan informasi si pemohon. Kemudian, informasi yang diinginkan akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait berdasarkan kebutuhan informasinya,” rinci Pandu. Baca juga: Sepanjang 2017, PT Angkasa Pura I Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun Selanjutnya, petugas akan memberikan penjelasan atau tanggapan secara langsung kepada pemohon. Jika permasalahan tidak dapat dijelaskan secara langsung, maka petugas akan memberikan tindak lanjut maksimal tiga hari sejak informasi dimohonkan. Seluruh informasi yang masuk dalam layanan help desk akan dicatat dalam database milik Angkasa Pura I, Pemkab Kulonprogo, BPN, serta kontraktor pembangunan.

Jalur Kereta Cijeruk Longsor, Perjalanan Kereta Bogor-Sukabumi Berhenti Operasi Sementara

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini mengakibatkan bencana longsor dan banjir di wilayah Bogor. Longsor terparah terjadi di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Bogor. Longsor ini menyebabkan tanah dasar rel kereta api ambles dan membuat rel dan bantalannya menggantung seperti jembatan gantung. Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan Diketahui, tebing setinggi 30 meter dan lebar 100 meter longsor dan sekitar tiga rumah yang dihuni oleh belasan orang. Bencana longsor tersebut melukai sebanyak tujuh orang dan petugas juga melakukan pencarian terhadap warga hilang. Pencarian kemudian dihentikan pada Senin (5/2/22018) karena penerangan tidak cukup serta hujan yang terus mengguyur. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, akibat longsor ini, PT Kereta Api Indonenia (KAI) menghentikan sementara operasional kereta api rute Bogor menuju Sukabumi PP.
Jalur kereta api di Cijeruk longsor dan menggantung,
kereta relasi Bogor-Sukabumi PP Tak bisa beroperasi sementara
(BNPB)
“Terkait dengan terjadinya longsor di jalur KA Batutulis-Maseng (km 13+800), perjalanan KA rute Bogor-Sukabumi PP sementara tidak beroperasi,” dikutip dari akun Twitter @KAI121, Senin (5/2/2018). Dengan adanya bencana longsor ini, pihak KAI juga belum bisa memastikan durasi pengentian operasional kereta jurusan itu. Sebab hingga kini pihak KAI masih melakukan perbaikan. “Upaya penanganan terus dilakukan oleh unit terkait. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” lanjut akun tersebut. Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan penanganan ini bisa selesai. “Estimasi masih dilakukan perhitugan. Mudah-mudahan bisa rampung lebih kurang 3×24 jam,” ujar Agus. Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengabarkan rel yang menghubungkan Bogor-Sukabumi menggantung karena pondasi bawah rel longsor. Akibat longsor ini, sekitar 450 penumpang kereta Pangrango rute Bogor-Sukabumi terpaksa harus turun di stasiun Cicurug dan melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Baca juga: Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng “Belum tahu pasti kapan perjalanan kereta kembali normal, karena kami masih menunggu laporan dari lapangan. Saat ini masih diperbaiki, jadi kereta dari Sukabumi ke Bogor hanya sampai Cicurug,” ujar Kepalan Stasiu Cicurug Junaidi.

Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang

Proyek pengerjaan kereta api ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Palembang hampir rampung yakni pengerjaannya sudah mencapai 80 persen. Progres saat ini fokus pada tahap pemasangan bantalan rel dan penyelesaian stasiun serta diharapkan uji coba pada Maret 2018 mendatang. Baca juga: Jelang Asian Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA “Sebelum dioperasikan pada Asian Games XVIII di Palembang 18 Agustus 2018 mendatang, kereta ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu. Mudah-mudahan pada Maret 2018 akan mulai uji coba sebagai sarana transpormasi massal tersebut,” kata Afrian yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber (6/2/2018). Hal ini dikarenakan pengerjaan LRT tersebut sesuai dengan tahapan dan tidak mengalami hambatan yang berarti. Nantinya, setelah resmi beroperasi LRT ini diyakini mampu mengurangi kemacetan lalu lintas dan tarif yang dikenakan juga bersubsidi. “Kemungkinan besarannya sekitar Rp5.000 karena masih disubsidi,” ujarnya. Dengan adanya LRT ini, setiap angkutan massal lainnya juga akan terintegrasi seperti bus Transmusi. Tak hanya itu, LRT Palembang ini juga akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan komplek olahraga Jakabaring. Saat ini ada 13 stasiun dalam proyek LRT Palembang yakni Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Telkom, Stasiun RSUD, Stasiun Polda, Stasiun Demang Lebar Daun, Stasiun Palembang Icon, Stasiun Besar/Kominfo, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Jembatan Ampera, Stasiun Polresta, Stasiun Stadion Jakabaring dan Stasiun OPI. Namun, pihak PT Waskita Karya mengatakan pada pelaksanaan Asian Games mendatang hanya akan mengoperasikan lima dari 13 stasiun. Sebab delapan stasiun lainnya masih dalam pengerjaan. Pada Agustus 2018 mendatang lima stasiun yang beroperasi perdana di Asian Games yakni stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, stasiun Palembang Icon Mal, stasiun Pasar Cinde, stasiun Stadion Jakabaring dan stasiun OPI Mal. Diketahui, kereta untuk LRT Palembang ini disiapkan oleh pihak PT KAI dan PT INKA. Baca juga: Kejar Asian Games 2018, Proyek Palembang LRT Telah Mencapai 40 Persen Waskita sendiri mulai membangun proyek LRT Palembang sejak Oktober 2015 lalu. Jalur LRT Palembang memiliki panjang 23,40 km yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Kota Palembang sampai Kawasan Ogan Permata Indah (OPI) di Kabupaten Banyuasin hingga melintas di atas Sungai Musi.

Berkeluh Kesah di kereta, Wanita ini Justru Dapat Dana Segar dari Orang Tak Dikenal!

“Taburlah kebaikan, maka kelak kamu akan menuainya.” Nampaknya kata mutiara tersebut tepat untuk menggambarkan seseorang yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk Ella Johannessen, remaja putri yang kebetulan tengah dirundung masalah finansial. Wanita lulusan Universitas Leeds Beckett ini sempat kaget bukan kepalang manakala ia menemukan segepok uang senilai £100 atau yang setara dengan Rp1,9 juta. Baca Juga: Azuma Virgin, Kereta Cepat Ramah Lingkungan di Inggris, Mengular di 2018 Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (29/1/2018), ketika Ella Johannessen yang tengah bingung untuk melunasi hutang-hutangnya, ia memutuskan untuk menelepon sang Ibu saat dirinya tengah berada di perjalanan dari Peterborough menuju Leeds dengan menggunakan kereta. Kereta Virgin Trains East Coast seolah menjadi saksi bisu Ella yang mencurahkan seluruh keluh kesahnya kepada sang Ibu. Ia mengaku kesal, kecewa, dan marah karena krisis finansial yang tengah melandanya. “Saya bercerita kepada Ibu tentang minimnya uang yang saya miliki, betapa khawatirnya saya tentang kondisi keuangan saya sendiri, dan akhirnya saya menjadi marah,” tulis Ella dalam jejaring sosial Facebook miliknya. Mencurahkan isi hatinya kepada sang Ibu nampaknya membuat Ella kelelahan. Tak lama setelah mengakhiri telepon, gadis berusia 23 tahun ini pun tertidur untuk waktu yang ia sendiri tidak ketahui. Ketika terbangun, betapa kagetnya Ella ketika ia menemukan uang senilai £100 atau yang setara Rp1,9 juta tergeletak di  pahanya. Uang pecahan £20 sebanyak lima lembar tersebut pun tidak langsung Ella ambil. Ia sempat kebingungan karena sebelum tertidur, uang itu belum ada. Tak kuasa menahan emosinya, Ella pun menangis dan bersyukur atas pemberian dari orang yang tidak ia kenal tersebut. “Setelah 18 bulan yang lalu saya ditinggal oleh ayah dan kedua orang tuanya, namun berkat kejadian ini saya menjadi sadar bahwa  di luar sana masih banyak orang baik,” tulis Ella di Facebook. Baca Juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd Tidak cukup dengan mengucapkan terima kasih saja, Ella pun berjanji  untuk meneruskan bersikap baik kepada orang lain, bahkan yang ia tidak  kenal sekalipun. Berkat curhatannya di Facebook tersebut, postingan Ella dibagikan sebanyak lebih dari 2.800 kali. “Saya ingin mengatakan kepada orang yang telah memberikan saya uang ini bahwa ia adalah orang yang fantastis, dapat membangkitkan kembali semangat saya, dan sangat membantu saya untuk keluar dari  masalah finansial ini,” lanjut Ella.

Terbangkan 85 Tukang Pipa, Boeing 737 Norwegia Justru Alami Gangguan Pada Toilet

Kejadian yang satu ini serasa terdengar bagaikan lelucon, namun disebutkan pada 27 Januari 2018, sebuah pesawat milik Norwegia dengan nomer DY1156 dari Oslo tujuan Munich, Jerman, ternyata harus berbalik arah ke Swedia, pasalnya pesawat diketahui mengalami permasalahan teknis. Nah, masalah teknis yang menerpa pesawat ini ternyata bukan karena gangguan pada navigasi dan mesin. Justru yang jadi soal adalah gangguan pada toilet. Baca juga: Tangki Toilet Kosong Saat Mendarat, Patut Diduga Pesawat Buang Kotoran di Udara Ya, karena gangguan pada toilet, menjadikan pesawat yang diketahui dari jenis Boeing 737 harus kembali ke bandara tempatnya lepas landas (Oslo). Dan yang membuat unik ternyata di dalam pesawat ada 85 orang tukang pipa. Pesawat ini diketahui berangkat pukul 08.28 pagi waktu setempat dan pada ketinggian 10 ribu meter ke arah di perbatasan Swedia sebelum akhirnya mendarat kembali di Oslo. KabarPenumpang.com melansir dari laman myjoyonline.com (1/2/2018), mendapatkan kabar bahwa didalam pesawat tersebut ada 85 orang tukang pipa. Sayangnya meski mereka tukang pipa, namun tidak bisa memperbaiki toilet pesawat yang rusak itu. “Kami ingin memperbaiki toilet, tapi sayangnya itu harus dilakukan dari luar dan kami tidak mengambil kesempatan untuk mengirim tukang ledeng keluar pada ketinggian 10 ribu meter,” ujar Frank Oslen yang merupakan penumpang sekaligus CEO perusahaan pipa ledeng Rokjop. Menurut Frank suasana ini sangat bagus di dalam pesawat bahkan para penumpang pesawat lainnya sepakat ini adalah situasi yang lucu. “Begitu banyak tukang pipa di pesawat dan harus berbalik karena masalah toilet, ini adalah humor bagus,” kata tukang ledeng Hans Christian Odegard. Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda Setelah mendarat di Oslo, kemudian teknisi pesawat Norwegian memeriksa toilet pesawat tersebut untuk mecari sumber masalahnya. Karena pemeriksaan ini, pesawat harus tertunda tiga jam sebelum akhirnya tiba di Munich. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para penumpang atas kesabaran mereka dan ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata perwakilan perusahaan penerbangan. Pesawat ini harusnya terbang dari Oslo menuju Munich dan menempuh waktu selama 2 jam 20 menit. Namun, pada 20 menit penerbangan pesawat ini harus kembali ke Oslo karena toilet pesawat tersebut rusak.

Suhu Turun Drastis, Tunawisma New York Serbu Kereta Bawah Tanah

Sebagian wilayah Amerika Serikat belum lama ini sempat lumpuh karena hempasan topan, yang salah satu akibatnya menyebabkan para tunawisma di Manhattan berpindah ke kereta bawah tanah untuk tetap hangat. Perpindahan ini juga dikarenakan suhu di New York yang tiba-tiba turun menjadi 15 derajat Celcius. Baca juga: Dibalik Sengkarut Jadwal Kereta Bawah Tanah di New York KabarPenumpang.com melansir dari laman standard.co.uk (11/1/2018), pada pukul 02.30 pagi waktu setempat pada perjalan di kereta E terlihat 45 orang tunawisma yang tersebar. Mereka meringkuk dibawah selimut dan barang-barang yang mereka bawa berada dalam kantong plastik. Tak hanya itu dalam kereta E juga terlihat seorang pria yang membawa kantong plastik berisi minuman kaleng dan minuman beralkohol melepas sepatunya yang basah dan mengeringkan kaus kaki yang digunakan. Christopher Mendoza seorang supervisor pada perusahaan keamanan yang menggunakan kereta tersebut mengatakan, kereta E seluruhnya berisi para tunawisma.
(www.standard.co.uk)
Selama musim dingin pada awal Januari 2018, lebih dari 100 pejabat melakukan patroli di sistem transportasi untuk mengajak para tunawisma pergi ke tempat penampungan. Namun, hasil yang didapat untuk mengajak para tunawisma ini beragam. Pihak kepolisian New York mengatakan, bagi masyarakat yang tiduran di kursi dan menghalangi pergerakan penumpang sebenarnya dilarang bahkan bagi para tunawisma. Larangan untuk tidur di kereta bawah tanah sendiri diberlakukan secara sporadis. Tahun 2013 lalu, Wali Kota Bill de Blasio berjanji akan mengurangi ketidaksetaraan untuk mengatasi masalah tunawisma ini. Dia juga bersumpah untuk mencari solusi sebab ada 51 ribu orang yang tidur di penampungan dan menjadi jumlah tertinggi karena depresi hebat. Saat ini jumlah tunawisma sendiri mencapai lebih dari 60 ribu orang. Blasio mengaku bahwa pihaknya naif jika berpikir bisa memecahkan masalah tunawisma dengan mudah di New York. Sebab New York merupakan kota terbesar ketiga paling tidak memiliki kesetaraan di Amerika Serikat. Tahun 2014 lalu, dia kembali memberikan subsidi sewa untuk keluarga tunawisma setelah jumlah tempat penampungan mereka bertambah banyak. Baca juga: Di Negeri Uwak Sam, Kereta Cepat Pun Masih Berstatus Dalam Rencana Baru-baru ini, New York telah menampung tunawisma di penampungan pribadi dengan biaya yang mahal dan bisa disebut dengan situs cluster. Inisiatif lainnya yang baru diresmikan bulan Desember 2017 lalu, rumah penampungan akan dirubah dan bisa menjangkau semua penghuni yang tinggal bersamaan. Ini adalah kebijakan yang lebih gila dibanding yang lainnya.

[Video] Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Serba Apik Namun Low Speed

Tiga artikel video telah kami rilis tentang kereta api bandara Soekarno-Hatta, dan di artikel keempat ini kami sedikit menyinggung tentang kinerja kereta bandara listrik pertama di Indonesia ini. Jika dibandingkan dengan kereta bandara Kualanamu di Sumatera Utara yang menggunakan energi diesel, maka kereta bandara Soekarno-Hatta mengandalkan pasokan energi listrik yang disuplai dari dua gardu traksi yang saling terintegrasi dan terkontrol secara terpusat.  [Video] Intip Fasilitas di Dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta Perlu juga Anda ketahui, sebagian besar lintasan kereta bandara ini menggunakan rel eksisting, artinya jalur track yang digunakan bersama-sama dengan KRL Jabodetabek. Namun tak semuanya, kereta bandara Soekarno-Hatta juga menggunakan trek baru dengan jalur ganda atau double track sepanjang 12 kilometer. Persisnya track baru dimulai dari Stasiun Batu Ceper hingga Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sebagian jaringan listriknya mengadopsi teknologi Overhead Conductor Rail yang digarap oleh anak perusahaan PT KAI dan untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Kereta ini di produksi oleh BUMN PT INKA dengan dukungan teknologi dari Bombardier Transportation, perusahaan asal Kanada. Jangan bandingkan kereta bandara Soekarno-Hatta dengan kereta bandara Arlanda Express di Stockholm, Swedia yang bisa melaju hingga 200 kilometer per jam. Justru kecepatan maksimum kereta bandara Soekarno-Hatta ada di rentang 60 sampai 70 kilometer per jam, bahkan tak jarang kecepatan ada di kisaran 40 kilometer per jam. Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Kereta Bandara Tercepat Nah, lebih lengkapnya, berikut penuturan kinerja kereta bandara Soekarno-Hatta yang kami tuangkan dalam video di bawah ini.
 

Aviation Security PT Angkasa Pura I Kini Tampil dengan Seragam Baru

PT Angkasa Pura mulai 1 Februari 2018 lalu menghadirkan seragam baru untuk seluruh petugas Aviation Security (Avsec) serentak di 13 bandara yang dikelolanya. Perubahan seragam baru petugas avsec ini merupakan respon Angkasa Pura I sebagai perusahaan yang melayani publik yang mengedepankan aspek pelayanan kepada para pengguna jasa bandara. Baca juga: Sepanjang 2017, PT Angkasa Pura I Raih Laba Bersih Rp1,4 Triliun “Pertugas Avsec merupakan ujung tombak pelayanan di bandara. Perubahan seragam ini bertujuan untuk membentuk citra perusahaan yang lebih berorientasi kepada pelanggan dalam pemberian pelayanan kepada pengguna jasa di seluruh bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I. Selain itu juga bertujuan untuk memupuk rasa kesatuan dan kebanggaan bagi para petugas avsec,” ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi.
Seragam baru Avsec 13 bandara Angkasa Pura I (Angkasa PuraI)
Perubahan mencolok terlihat pada seragam para Team Leader dan Squad Leader Avsec, yang menggunakan jas hitam, kemeja putih, celana panjang warna navy, dasi berwarna merah dan navy, serta sepatu kulit hitam. Sementara itu untuk seragam Officer Avsec menggunakan rompi khusus berwarna navy, kemeja putih, dasi dan celana panjang warna berwarna navy, sepatu kulit berwarna hitam, serta lengkap dengan atribut papan nama disertai dengan logo Angkasa Pura I dan identitas bandara. Pada lengan kanan terdapat logo perisai hitam dengan logo matahari yang memiliki filosofi kuat, gigih, dan semangat membara dalam melindungi dan menjaga keamanan penerbangan sekaligus juga memberikan kesan melayani. Team Leader, Squad Leader dan Officer Avsec akan menggunakan seragam tersebut selama bertugas dan melakukan pengawasan rutin di area terminal, termasuk di area pintu masuk dan keluar, serta di Screening Check Point (SCP) I dan SCP II di terminal keberangkatan maupun kedatangan penumpang, patroli, serta saat melakukan pengawasan operator CCTV. “Seragam ini didesain dengan mengedepankan fungsi serta peran petugas avsec sebagai personel yang menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di bandara. Kesan petugas avsec yang lebih dekat dengan pengguna jasa bandara, ramah dalam melayani, serta profesional dan mengedepankan sikap tegas dan waspada adalah yang ingin kami munculkan menjelang usia ke-54 tahun Angkasa Pura I pada 20 Februari nanti. Kami berharap upaya yang kami lakukan ini dapat meningkatkan Customer Satisfaction Index (CSI) di 13 bandara yang kami kelola,” tambah Faik. Baca juga: Tingkatkan Kualitas Layanan, Angkasa Pura I Lakukan Survei Kepuasan Pelanggan di 13 Bandara Untuk diketahui, penggantian seragam ini sendiri sudah dipikirkan AP I sekitar satu sampai dua tahun yang lalu dan mulai terlaksana pada 1 Februari 2018 kemarin. Seragam ini baru digunakan oleh Avsec dari pihak AP I sedangkan dari Angkasa Pura Support masih menggunakan seragam lama dan kedepannya akan mulai diseragamkan.

Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!

Pembatalan penerbangan memang menjadi keputusan yang menyebalkan, namun lebih menjengkelkan lagi jika kita justru mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak maskapai. Kira-kira kejadian inilah yang menimpa para penumpang maskapai regional yang bermarkas di Kanada, Porter Airlines. Baca Juga: Cair Tapi Bukan Sabun, Lantas Apa yang Dikeluarkan Dispenser Sabun di Bandara Detroit? Setelah para penumpang dipaksa menunggu karena ada kerusakan pada pesawat, penerbangan dari Massachusetts menuju Toronto, Kanada pun terpaksa dibatalkan. Bahkan, salah satu penumpangnya ada yang diancam lho! Duh, kenapa ya? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (10/1/2018), pembatalan penerbangan yang terjadi pada 5 Januari 2018 kemarin di Logan International Airport sontak menjadi sorotan publik Negeri Paman Sam. Bukan momen pembatalan penerbangannya yang menyita perhatian warganet, melainkan ancaman yang dikeluarkan oleh pihak maskapai. “Pada saat itu, petugas Porter Airlines datang dan mengancam untuk memanggil polisi jika kita tidak menghapus video yang kita rekam,” tutur  salah satu penumpang yang bernama Kira Wegler. Sebelumnya, Kira mengakui bahwa beberapa penumpang berusaha untuk mengabadikan detik-detik pengumuman pembatalan keberangkatan. “Petugas juga melakukan pengecekkan terhadap masing-masing ponsel kita, untuk memastikan video tersebut sudah dihapus,” tambah Kira. Dapat dibayangkan bagaimana kekesalan penumpang Porter Airlines kala itu? Setelah menunggu kurang lebih selama dua jam di dalam pesawat, lalu mereka dikembalikan menuju terminal, penerbangannya dibatalkan, dan mendapatkan ancaman dari pihak maskapai. Alhasil, penumpang lainnya, Ellen Howard memutuskan untuk menanyakan kepada petugas Porter Airlines mengapa dirinya melakukan ancaman semacam itu. Pihak maskapai yang mulai beroperasi pada 23 Oktober 2006 ini mengatakan bahwa melakukan perekaman di area bandara merupakan tindakan ilegal. Namun hal tersebut bertolakbelakang dengan apa yang dilontarkan oleh Massachusetts Port Authority, dimana pihak otoritas bandara mengatakan bahwa tidak ada masalah tentang perekaman aktifitas selama berada di Logan International Airport, selama mereka tidak melebihi zona aman. Guna mengklarifikasi kejadian yang mencoreng nama baik perusahaan, pihak Porter Airlines lalu meminta maaf atas kejadian tersebut dan berdalih petugasnya telah salah paham menafsirkan peraturan yang berlaku. “Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran yang berharga di masa yang akan datang,” ungkap juru bicara Porter Airlines. Baca Juga: Pilot Salah Pilih Landasan, Tabrakan Maut Nyaris Terjadi di Bandara JFK, New York Lebih lanjut, juru bicara yang enggan menyebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa pembatalan keberangkatan tersebut diakibatkan oleh pintu pesawat yang membeku. “Bukan karena kesalahan teknis,” imbuhnya. Karena peraturan penerbangan di Amerika menyebutkan tidak adanya biaya kompensasi pembatalan keberangkatan jika diakibatkan oleh kondisi cuaca yang buruk, maka pihak Porter Airlines hanya mampu memfasilitasi para penumpangnya dengan menyediakan penginapan, lengkap dengan makanannya selama kurang lebih tiga hari pasca kejadian.