PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!

Sumber: poskotanews.com

Setelah sukses dengan acara ngopi bareng yang diadakan beberapa waktu yang lalu, PT KAI kini tengah berupaya untuk memaksimalkan kereta yang terparkir cukup lama untuk melayanai perjalanan jarak dekat, semisal Jakarta – Bandung. Rencana pengoptimasian armada tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi perjalanan di antara dua kota tersebut.

Baca Juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Jika ditelusuri lebih dalam, Kereta Argo Parahyangan yang melayani perjalanan antara Jakarta dan Bandung memang selalu dipenuhi oleh penumpang. Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rudiansyah mengatakan tingginya frekuensi perjalanan antara dua kota tersebut ditengarai kemacetan parah sepanjang tol Jakarta – Cikampek imbas dari eksistensi sejumlah proyek pembangunan.

“Misalnya kereta dari Yogyakarta sampai ke sini pagi, lalu berangkat lagi ke Yogyakarta malamnya. Selama kereta menunggu, bisa kita pakai untuk jarak dekat PP misalnya ke Bandung. Jadi tidak ada kereta yang terparkir lama,” tutur Dadan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman republika.co.id (2/2/2018). Menurut Dadan, langkah ini merupakan salah satu strategi bisnis yang ditempuh oleh PT KAI.

Mantan Executive Vice President Daop 8 Surabaya ini menambahkan tidak hanya mengoptimalkan kereta jarak jauh yang terparkir dalam waktu yang cukup lama, PT KAI juga rencananya akan menambah jumlah perjalanan KA relasi Jakarta – Bandung secara bertahap. Hingga saat ini, terdapat sekitar 12 perjalanan reguler yang tersedia untuk layanan KA Argo Parahyangan, dengan dua hingga empat perjalanan tambahan di kala libur akhir pekan atau libur panjang.

Sebenarnya, ada serangkaian strategi bisnis yang hendak ditempuh oleh PT KAI di tahun 2018 ini. Selain dua rencana di atas, salah satu Badan Usaha Milik Negara ini juga akan menambah rangkaian gerbong KA Argo Parahyangan, yang semula hanya menarik 10 gerbong kini PT KAI tengah mempertimbangkan untuk menarik 14 gerbong dalam sekali perjalanan. Upaya ini tentu saja dapat meningkatkan kapasitas penumpang yang hendak bertolak dari dan menuju Bandung.

Baca Juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA

Dalam pertemuannya dengan sejumlah awak media di Stasiun Manggarai pada Kamis (1/2/2018) kemarin, Dadan juga menyampaikan bahwa akan ada penambahan empat rangkaian kereta yang dioperasikan untuk rute Yogyakarta dan Bandung.

Dengan adanya sejumlah rencana strategi bisnis PT KAI ini, kehadiran KA Mataram Premium juga diprediksi akan segera menghiasi perkeretaapian Indonesia. Kereta buatan PT INKA ini digalang-galang akan ditugaskan untuk menjembatani Jakarta dan Yogyakarta.