Setelah Faik Fahmi meninggalkan posisinya sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, dan kemudian Ia ditunjuk sebagai Direktur Utama untuk PT Angkasa Pura I, lantas yang jadi pertanyaan, siapakah yang kemudian menjadi nakhoda BUMN berslogan “We Bridge The Nation” tersebut? Tak berselang lama setelah kabar mutasi jabatan Faik Fahmi, kini sudah ada ketetapan bahwa Ira Puspadewi diangkat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry yang baru.
Baca juga: Faik Fahmi Jadi Direktur Utama Baru Angkasa Pura I
Keputusan pengangkatan Ira Puspadewi sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry ditetapkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Sementara pejabat sebelumnya Faik Fahmi dipercaya menjadi Direktur Utama Angkasa Pura I yang sebelumnya dijabat oleh Danang S Baskoro (alm). Keputusan pengangkatan Ira Puspadewi tertuang dalam Surat Keputusan SK-290/MBU/12/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASDP Indonesia Ferry.
Salinan surat keputusan tersebut diserahkan oleh Deputi Jasa keuangan, Jasa Kontruksi dan Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kepada Ira Puspadewi, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/12). Keputusan ini disaksikan langsung oleh jajaran Komisaris Utama Lalu Sudarmaji beserta Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Ira Puspadewi mengaku PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki potesi yang cukub bagus untuk menjadi perushaan yang berkembang dan menjadi unggul di industri penyeberangan. “Banyak hal yang bisa dikembangkan, ASDP punya potensi yang cukup baik,” ujarnya. Ira Puspadewi sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sarinah, serta Direktur Ritel dan Jaringan PT Pos Indonesia
Direktur utama PT Angkasa Pura I (Persero) yang baru Faik Fahmi, ditunjuk langsung oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham. Pengangkatan Faik Fahmi ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS PT Angkasa Pura I (Persero) yang dijelaskan pada salinan surat Nomor SK-289/MBU/12/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I tanggal 22 Desember 2017.
Baca juga: Dirut Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro Meninggal Dunia
Dalam salinan Surat Keputusan yang ditanda tangani Menteri BUMN Rini M Soemarno tersebut, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Direktur Utama Danang S Baskoro yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-240/MBU/10/2016, tertanggal 18 Oktober 2016 dan Direktur Pemasaran dan Pelayanan Moc Asrori yang diangkat berdasarkan pada Keputusan Menteri BUMN Nomor SK.222/11/2015, tertanggal 9 November 2015. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini M Soemarno mengangkat Faik Fahmi sebagai Direktur Utama dan Devy Suradji sebagai Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I.
Penyerahan salinan keputusan tersebut dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan II Kementerian BUMN Wien Irwanto yang juga dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris Angkasa Pura I beserta pejabat dan pegawai Kementerian BUMN.
“Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Faik Fahmi dan Ibu Devy Suradji yang telah diberikan kepercayaan oleh Pemegang Saham untuk memimpin Angkasa Pura I. Kehadiran Bapak Faik Fahmi dan Ibu Devy Suradji tentu akan membawa dampak positif bagi Angkasa Pura I yang saat ini tengah mendapatkan amanah untuk membangun 3 bandara yaitu Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, serta mengembangkan 9 bandara yang telah mengalami over capacity,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (22/12/2017).
Sebelum diamanatkan menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi telah lama berpengalaman dalam Industri Perhubungan dan Transportasi. Faik Fahmi sebelumnya menjabat Direktur Utama PT ASDP (Persero), Direktur Komersial Angkasa Pura II dan Direktur Pelayanan di Garuda Indonesia.
Baca juga: Wendo Asrul Rose Jabat PLT Dirut Angkasa Pura I
Sebelum menjabat Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I, Devy Suradji merupakan Staf Ahli Komunikasi Menteri BUMN. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Marketing dan Komunikasi WWF Indonesia.
Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk menghargai sejarah. Bukan hanya menghormati peninggalannya saja, tapi sebagai generasi penerus juga harus menjaga dan melestarikannya. Seperti yang dilakukan oleh seniman asal Sydney yang kembali membawa nostalgia publik dengan mendatangkan kembali eskalator pertama di York Street, Central Business District di Sydney. Dengan sedikit sentuhan artistik, seniman bernama Chris Fox ini sukses menggiring warga Sydney larut dalam nuansa tersebut.
Baca Juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (7/12/2017), karya seni yang diberi nama Interloop ini mengambil eskalator asli yang telah membawa ribuan penumpang dari dan ke Stasiun Wynyard. “Ini merupakan sebuah proyek yang sangat menarik untuk diselesaikan. Cukup intensif,” tutur Chris.
Eskalator yang dipasang di pintu masuk stasiun sejak tahun 1931 ini kembali menunjukkan dirinya dengan fungsi yang berbeda. Ketika dulu warga menginjak-injaknya, tapi kini eskalator kuno tersebut telah mencuri perhatian banyak kalangan. Untuk masalah pengerjaan, Chris dan timnya membutuhkan waktu enam bulan, mulai dari desain hingga eksekusi. Ia merancang 244 buah eskalator sedemikian rupa sehingga kerumunan tangga berjalan tersebut seolah meliuk-liuk di atas tempatnya dulu beroperasi. Kini si eskalator tua tersebut sudah tidak diinjak-injak lagi, melainkan memantau pergerakan penumpang dari atas.
Instalasi karya seni itu merupakan tahap akhir dari perombakan salah satu stasiun kereta tersibuk di kota ini. “Saya datang dari kota kecil, salah satu hal yang wajib saya lakukan ketika berkunjung ke stasiun ini adalah melihat dan berjalan di eskalator,” ungkap Jim, warga Wahroonga yang merasa kenangannya semasa ia kecil tergugah kembali.
Baca Juga: Seni Tingkat Tinggi Siap Hiasi Stasiun-Stasiun di Ottawa
Ramainya pemberitaan tentang eskalator ini sontak menuai pujian dari berbagai penjuru dunia, mulai dari mengaguminya hingga memuji aksi pelestarian sejarah tersebut. Jangan takut karya seni yang sarat akan sejarah ini jatuh menimpa pengunjung stasiun, karena Chirs sudah mempertimbangkannya dengan matang, sehingga karya seni ini terjamin keamanannya. “Kami menangguhkan karya ini dengan balok baja, sehingga keamanannya terjaga,” papar Chris.
“Orang bisa datang, melihat, dan menikmatinya.” Tutup Chris. Jadi, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi kota yang terkenal dengan Opera Housenya ini, jangan lupa mampir ya!
Kecelakaan yang terjadi pada angkutan umum terus saja berulang. Selain upaya pengamanan yang telah diupayakan pemerintah dan kepolisian. Lebih spesifik lagi pengamanan juga harus dilakukan oleh pemilik dan operator kendaraan untuk melakukan pengecekan secara rutin, dan operator punya andil besar terhadap kendaraan tersebut layak jalan atau tidak.
Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Surjanto Tjahjono mengatakan, kontribusi rem blong yang sering terjadi adalah pada selang rem karet yang umurnya kemungkinan sudah harus diganti.
“Untuk selang rem yang terbuat dari karet ini, harus diganti lima tahun sekali atau bila sudah terlihat rusak. Dimulai dari ini, seperti klakson yang berbunyi telolet itu menggunakan angin yang berada di tangki rem, jadi udaranya bisa habis dan berakhir angkutan tidak bisa di rem,” ujar Surjanto saat ditemui dalam FGD, Rabu (21/12/2017).
Dia mengatakan, rem blong ini juga diakibatkan oleh angkutan yang tidak memiliki kampas rem. Surjanto menjelaskan, banyak kendaraan tanpa kampas rem terlihat pada truk pembawa barang dan juga untuk pengemudi kemampuannya juga harus dilihat dengan baik. “Pandangan dari operator, Organda dan Korlantas agar kemampuan pengemudi untuk mengemudikan kendaraan bisa lebih baik,” ujarnya.
Sedangkan investigator darat KNKT, Dwi Bakti mengatakan, untuk standar karet rem saat ini mengikuti Jerman. Sebenarnya untuk Jerman sendiri penggantian selama enam tahun, tetapi karena iklim di Indonesia berbeda maka akan menjadi lima tahun.
“Iklim di Indonesia berbeda dengan di sana, makanya sejak pemasangan pertama yang terbaik adalah lima tahun atau jika memang sudah ada tanda-tanda penggantian seperti retakan di karet rem,” ujarnya kepada KabarPenumpang.com.
Dia menambahkan, menggunakan standar Jerman karena di Indonesia sendiri belum ada standar yang jelas. Bahkan AMP pun belum mengeluarkan aturan untuk masalah ini.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pujiyono Dulrachman mengatakan, untuk kecelakaan sendiri memiliki banyak faktor, mulai dari cuaca, manusia, kendaraan dan kondisi jalan. Dia mengatakan, kendaraan yang diproduksi komponennya harus dilihat dengan jelas.
Pihak Korlantas mengatakan, jumlah kecelakaan akibat kegagalan fungsi rem untuk tahun 2017 dengan jumlah 5361, menurun dari tahun 2016 sebesar 5392 atau turun sebanyak 0,6 persen. Pujiyono menjelaskan jika dihitung setiap hari ada sekitar 2-3 kecelakaan yang terjadi.
Baca juga: Angkasa Pura I Gandeng KNKT dan Undip Kembangkan Aplikasi Monitoring Ketinggian Air di Runway
“Untuk kecelakaan kendaraan darat seperti angkutan umum ini justru seperti tidak terlihat dibandingkan dengan kecelakaan pesawat. Padahal jumlah korban dari kecelakaan angkutan darat bisa mencapai 2000 orang per tahunnya,” jelas Pujiyono. Dari data kecelakaan ini, Surjanto menambahkan, bila akan meyewa kendaraan angkutan umum seperti bus, baiknya harus jelas apakah terdaftar di pemerintahan. Kemudian tidak lupa untuk mengecek kelaikan bus tersebut untuk digunakan.
Perhakah Anda membayangkan di dalam sebuah pesawat bisa menikmati layanan diskotik dan gym? Pemikiran ini mungkin terlihat sangat futuristik dan aneh, tetapi toh desainer interior pesawat tentu punya obsesi sendiri, mereka menemukan cara inovatif untuk memanfaatkan ruang pada pesawat berbadan lebar, dan hebatnya konsep ini ternyata sudah dituangkan pada awal dekade 70-an.
Baca juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda
Bukti adanya gym dan sebuah diskotik dalam gambar vintage dari beberapa pesawat jumbo paling menarik masih ada, termasuk lounge bergaya Austin Powers. KabarPenumpang.com merangkum dari laman thewest.com.au, foto-foto ini dikumpulkan oleh AirlineRatings.com. “Instalasi ruangan diskotik dan gym dipercaya telah dilakukan di pesawat sekelas jumbo jet. Namun sayangnya ini tidak bertahan lama,” ujar Geoffrey Thomas, editor AirlineRatings.com.
diskotik di jumbo jet (thewest.com.au)Disko terbang
Pabrik pesawat asal Amerika Serikat, McDonnell Douglas yang saat ini menjadi bagian dari Boeing adalah pemilik gagasan di balik desain sebuah ruang diskotik pada tahun 1970. Usulan ini hadir setelah jumbo jet Boeing 747-100 meluncur di langit untuk pertama kalinya tahun 1969 lalu.
Rencana ini sebenarnya untuk mengubah wajah perjalanan udara komerisal dengan memanfaatkan ruang pada pesawat DC 10 McDonnell Douglas. Sayangnya diskotik tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Tak hanya itu gym bertingkat yang dibuat pada superjumbo MD-12 pada 1990-an yang ukurannya serupa dengan 747 juga tidak pernah lepas landas. “Diskotik jumbo itu tidak praktis seperti gym karena turbulensi. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah drum kit atau dumbbell terbang melalui kabin,” kata Thomas.
tiger loung (thewest.com.au)Austin Power Lounge
McDonnell Douglas bukan satu-satunya produsen pesawat yang bermimpi merancang jumbo jet mewah. Boeing juga merancang beberapa konsep yang aneh, salah satunya adalah ruang bertema harimau untuk 747 nya.
Setidaknya konsep ini sampai ke tahap pemotretan. Meskipun Tiger Lounge ditangguhkan, Boeing tetap bertahan dengan saran mengadakan lounge mewahnya. Selama tahun 70an, Boeing juga mencoba untuk mengenalkan lounge di lantai bawah dan tempatnya tidak terlihat di film Mike Myers yang berjudul “Austin Powers: International Man of Mystery.”
Thomas mengatakan, untuk membuat hal seperti ini harus ada sertifikasi dan membutuhkan biaya yang mahal sehingga konsep ini ditarik. Dia menunjukkan bahwa sebuah lounge dibawah lantai pernah ada di Pacific Southwest Airlines untuk waktu yang singkat di tahun 1970an.
toko bebas bea (thewest.com.au)Mendistorsi pandangan publik yang terbang
Sebuah toko dalam kabin yang bebas bea di usulkan pada Airbus A380 juga mengalami nasib yang sama di akhir tahun 1990an. Model ini dipromosikan dan meremehkan Chairman Cathay Pacific, Peter Sutch.
Baca juga: Ikuti Jejak Garuda Indonesia, Lion Air Pensiunkan Boeing 747-400
Kemudian Peter menulis surat kepada perusahaan tersebut, meminta mereka untuk menghentikan periklanan, toko-toko bebas bea, lounge dan bar, karena dia merasa ada ruang ekstra di pesawat yang harus digunakan untuk tempat duduk.
Dalam jagad dunia dirgantara, nama Boeing dan Airbus bisa disebut sebagai dua kutub industri manufaktur pesawat, khususnya di segmen pesawat sipil/komersial. Produk dari Boeing dan Airbus dalam kelas wide body dan narrow body nyaris dapat ditemui di setiap negara. Namun tahukah Anda, bahwa sejatinya ada nama manufaktur pesawat lain yang lebih tak kalah ‘besar’ eksistensinya dari Boeing dan Airbus.
Baca Juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia
Yang dimaksud ini justru tidak memproduksi pesawat komersial dalam ukuran besar, melainkan namanya begitu moncer sebagai penyedia pesawat latih. Inilah Cessna Aircraft Company, manufakur pesawat yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Diantara beragam produknya, Cessna 172 Skyhawk disebut-sebut sebagai yang paling populer, tak lain karena pesawat latih dasar ini banyak digunakan oleh sekolah pilot.
Cessna Skyhawk hanya memiliki kapasitas untuk empat penumpang, itupun dengan ruang gerak kaki yang sempit. Jarak jangkau Cessna Skyhawk pun mencapai 1280 km (dalam kondisi bahan bakar terisi penuh) dengan kecepatan maksimum 240 km per jam. Lalu, apa yang membuat pesawat Skyhawk menjadi lebih populer daripada pesawat-pesawat modern saat ini?
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, Skyhawk ini merupakan pesawat ‘pencetak’ pilot-pilot handal, yang kini berada di balik kemudi penyedia jasa layanan transportasi udara. Skyhawk-lah yang menjadi saksi buta gentarnya para calon pilot ketika hendak mengudara untuk pertama kalinya. Tidak hanya digunakan sebagai sarana latihan para calon pilot penerbangan komersial, Skyhawk juga diketahui menjadi ‘pencetak’ pilot-pilot dari United States Air Force and Army.
Lalu, terbesit pertanyaan mengapa pesawat ini yang dipilih untuk menjadi objek latihan para calon pilot? Jawabannya sangatlah sederhana, yaitu pesawat ini tidak begitu mudah untuk dikendalikan, baik ketika take-off maupun landing. Percayalah, posisi sayap yang melintang di atas kokpit membuat pesawat ini dinilai sempurna untuk jadi pesawat latih.
Selain itu, harganya pun tergolong cukup murah untuk sekelas moda udara, yaitu berkisar $396.000 atau setara dengan Rp5,4 miliar untuk yang baru dan $44.000 atau yang setara dengan Rp597 juta untuk sebuah Skyhawk tangan kedua.
Baca Juga: Mendarat Darurat, Pesawat Cessna Gilas Dua Orang di Pantai Caparica
“Cessna 172 Skyhawk bisa dibilang merupakan ittifak paling elegan dalam sejarah penerbangan,” ungkap Robert Goyer, seorang penulis untuk Flying Magazine. Di luar konteksnya sebagai objek pelatihan, Skyhawk juga kerap kali digunakan oleh US Border Patrol dan segelintir militer untuk pengawasan udara, yang juga mencakup Austria, Bolivia, Cile, Ekuador, Irak, Irlandia dan Singapura.
Dari dalam negeri sendiri, pesawat yang merupakan suksesor dari tipe sebelumnya, Cessna 170, juga diperuntukkan sebagai pesawat latih oleh beberapa sekolah penerbangan, seperti Nusa Flying School, Wing Flying School (termasuk Angkasa Aviation Academy), Bandung Pilot Academy, dan lain-lain. Bahkan, ada juga yang memiliki pesawat ini berlisensi pribadi lho!
Pemadaman listrik di bandara internasional Atlanta membuat ribuan penumpang terdampar dan berdesakan di sepanjang jalur. Karena pemadaman listrik tersebut, akhirnya membuat seorang petugas bandara dengan sigap berselancar menuruni eskalator untuk menenangkan para pelancong yang kesal karena masalah tersebut.
Baca juga: Pilot Salah Pilih Landasan, Tabrakan Maut Nyaris Terjadi di Bandara JFK, New YorkKabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (18/12/2017), keberanian petugas ini terlihat dari sebuah video yang viral dimana dia terlihat meluncur menuruni bagian tengah eskalator di antara orang-orang yang berjalan di dua sisi. Dalam video tersebut juga terlihat setelah sang petugas berhasil sampai ke bawah eskalator, seorang penumpang memberikan tos kepada dirinya.
Video ini menjadi viral setelah penumpang bernama Sarahmanleyy mempostingnya di Instagram dengan menambah tulisan “Berurusan dengan pemadaman listrik di bandara Atlanta benar-benar gila dan saya akan mengirimkan video lainnya nanti. Tapi, staf harus meluncur menuruni eskalator untuk membantu orang dan itu sangat menghibur.”
Adanya pemadaman listrik di Bandara Internasional Hartsfield Jacson Atlanta disebabkan oleh kebakaran. Hal ini menyebabkan lebih dari 1.200 penerbangan di batalkan dan ribuan penumpang terdampar di salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut.
Meskipun listrik sudah kembali pulih menjelang tengah malam pada hari Minggu lalu, insiden tersebut membuat malapetaka pada rencana perjalanan liburan bagi ribuan orang, pasalnya terjadi pembatalan penerbangan yang berlanjut hingga Senin. Pihak Georgia Power mengatakan, bahwa gagalnya pengoperasian peralatan milik mereka mungkin telah membuat kebakaran. “Sementara evaluasi atas insiden tersebut sedang berlangsung, Georgia Power percaya bahwa sebuah saklar Georgia Power yang terletak di fasilitas listrik bawah tanah bisa saja gagal dan menyalakan api,” ujar perusahaan tersebut melalui pernyataan tertulisnya.
Baca juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!
Delta Airlines mengatakan, pihaknya membatalkan sekitar 300 penerbangan pada hari Senin dan 900 pembatalan hari minggu akibat bandara Atlanta terjadi pemadaman listrik. Di portal milik bandara, penerbangan dari berbagi maskapai yakni Qantas dan Virgin Atlantic tercatat dibatalkan karena hanya sedikit yang bisa beroperasi tepat waktu.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh PT MRT Jakarta (PT MRTJ) dalam pengoperasiannya kelak adalah ketersediaan coverage sinyal seluler. Maklum, sebagian dari jaringan MRT berada di terowongan bawah tanah yang jauh dari permukaan, artinya area tersebut tidak mendapatkan cakupan layanan seluler. Alhasil penumpang MRT bisa-bisa mengalami lost signal, tidak dapat melakukan panggilan ata pun koneksi data di smartphone.
Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta
Tentu ini menjadi elemen utama untuk diatasi, mengingat calon penumpang MRT Jakarta nantiya didominasi kalangan kelas menengah – atas, yang telah merogoh kocek tarif tak murah. Dengan kondisi seperti itu, maka MRT Jakarta harus menjamin ketersediaan coverage seluler, khususnya di area bawah tanah. Berbeda dengan implementasi pada jalur LRT (Light Railway Transit) yang berada di upper ground, tidak diperlukan dukungan coverage seluler khusus.
Ketersediaan jaringan seluler seperti sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat urban dewasa ini. Maka tidak heran, MRT Jakarta, yang sebagian besar jalurnya berada di bawah tanah, memikirkan cara bagaimana menyediakan jaringan seluler selama kereta berada di bawah tanah. Hal ini berkaitan erat dengan salah satu visi dari PT MRTJ, yaitu menyediakan layanan yang tidak hanya aman, tapi juga nyaman.
Kali ini, PT MRTJ tidak sembarangan menunjuk perusahaan yang dapat menyanggupi pokok permasalahan dari tantangan di bidang pelayanan ini. Pasalnya, menyediakan jaringan seluler di bawah tanah merupakan kasus baru di Indonesia. Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com pada acara Forum Jurnalis MRT Jakarta, Rabu (20/12/2017), Direktur Utama PT MRTJ, William P. Sabandar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan mitra yang dapat menyanggupi permasalahan jaringan tersebut.
“Tower Bersama Group akan menyanggupi masalah konektivitas selular dan WiFi di MRT kelak,” tutur William. Dalam acara yang digelar di pusat kota Jakarta tersebut, William juga menyebutkan bahwa kemitraan yang dijalin PT MRTJ dengan Tower Bersama tidak sekonyong-konyong terjadi. “Jadi sejak 10 April kemarin, kami sudah membuka pendaftaran bagi perusahaan-perusahaan yang hendak menjadi mitra MRTJ dalam hal konektivitas selular, terhitung ada 19 perusahaan yang mendaftar,” papar William. “Hanya lima kandidat hasil shortlisted yang akan mempresentasikan program mereka ke hadapan para panelis, yaitu kami selaku jajaran direksi. Consistel Indonesia, Inti Bangun Sejahtera, MAC Sarana Djaya, Solusi Tunas Pratama, dan Tower Bersama,” imbuhnya.
William juga menjelaskan bahwa dari lima kandidat tersebut, hanya dua calon kandidat dengan peringkat tertinggi yang diundang untuk klarifikasi dan negosiasi. “Hingga pada 10 Oktober kemarin, Tower Bersama keluar sebagai pemenang sayembara ini,” terangnya.
Baca Juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia
Perjanjian kerja sama yang berlaku hingga 10 tahun ke depan ini mencakup penyediaan infrastruktur yang diperlukan oleh operator telekomunikasi di area operasional MRT Jakarta dan juga menyediakan jaringan nirkabel yang dapat digunakan hingga puluhan meter di bawah tanah.
“Penandatanganan ini adalah permulaan kerja sama yang menjadi awal kerja keras kami. Perusahaan kami berkomitmen untuk memberikan dan menyediakan layanan telekomunikasi dan menjaga agar layanan tersebut tetap bekerja sesuai yang diharapkan selama operasional kereta MRT Jakarta ke depannya,” ujar Budianto Purwahjo, Direktur PT Tower Bersama, dilansir dari laman jakartamrt.co.id.
Pemikiran Anda tentang pekerjaan awak kabin yang sangat mudah tentu saja keliru, pasalnya pekerjaan awak kabin udara sejatinya penuh risiko dan menantang. Beberapa waktu lalu, KabarPenumpang.com di artikel terdahulu telah membahas apa saja yang dilakukan awak kabin sebenarnya.
Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui
Awak kabin juga manusia biasa seperti Anda, mereka bisa marah dan membenci. Hal ini akan terjadi jika ditemui penumpang yang sudah melakukan sesuatu yang tidak wajar atau melebihi batas kemampuan para awak kabin. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bravotv.com, ada sembilan hal yang awak kabin tidak ingin penumpang lakukan dalam penerbangan.
1. Menggunakan toilet saat boarding
Toilet di pesawat biasanya berada di bagian depan atau belakang pesawat. Tapi, sebagai penumpang baiknya gunakan pikiran Anda saat kapan yang tepat menggunakannya. “Saya ingin penumpang berhenti menggunakan toilet saat boarding. Ada kamar mandi besar di terminal yang bisa digunakan sambil menunggu dua jam sebelum penerbangan mereka di lakukan,” ujar Cherise Stacy salah seorang awak kabin Jet Blue.
2. Memilih kantong muntah untuk sampah
Awak kabin bukanlah asisten rumah tangga atau ibu Anda yang akan terus-terusan membersihkan kotoran Anda. “Saya ingin penumpang berhenti menggunakan kantong muntah sebagai tempat sampah pribadi. Ini untuk muntah!” Ujar Stacy.
3. Mengajukan pertanyaaan tak layak
Di setiap pesawat tepatnya di belakang kursi penumpang selalu ada kartu menu. “Ini seperti pergi ke restoran dan kapan pelayan datang dan seseorang bertanya apa yang mereka dapatkan jika belum pernah terbang sebelumnya. Berhentilah meminta susu cokelat, Coke dan cookies, atau hal lain yang memang tidak ditawarkan,” kata Stacy.
4. Menggunakan meja untuk barang kotor
Sebagai penumpang, banyak hal yang bisa Anda lakukan di tempat duduk. Ini termasuk membaca, bermain game bahkan menonton tv. Membersihkan popok bayi? Memang tidak banyak yang menggunakan meja untuk mengganti popok bayi mereka. “Jika mengingat itu saya hanya akan muntah,” kata mantan seorang awak kabin Lisa Dinsmoor.
5. Bau Tak Sedap dari Penumpang
Kabin pesawat bukanlah kamar Anda sendiri, tetapi ruang publik. Melepaskan sepatu pada penerbangan jarak jauh sangat memungkinkan dilakukan. Tapi jika Anda memiliki kaki yang bau ini akan menjadi permasalahan bagi penumpang lain dan awak kabin.
“Suatu saat bekerja di kelas satu, saya harus membawa selimut ke seorang pria dan memintanya untuk membungkusnya di kakinya karena baunya sangat buruk,” kata Dinsmoor.
6. Berharap awak kabin tahu isi kepala Anda
Jangan berharap awak kabin tahu keinginan Anda. Jadi baiknya beritahu apa yang Anda butuhkan sebelum mereka berjalan meninggalkan Anda.
“Saya benci bertanya kepada seorang penumpang, apakah mereka mau minum kopi dan memberikannya kepada mereka. Kemudian mereka berteriak kepada Anda bahwa mereka menginginkan krim dan gula di dalamnya.” ujar Dinsmoor.
7. Ruang sisa pada bagasi kompartemen
Saat Anda mencoba memasukkan tas di kompartemen yang penuh, bukan di bawah kursi, awak kabin bukan tidak menghargainya tetapi mencoba untuk memberikan kepada pemilik untuk diletakkan dibawah. “Jika seseorang memiliki barang yang dipaksakan masuk ke kompartemen atas, tidak perlu khawatir karena saya akan bertanya itu barang milik siapa tanpa malu,” ujar Dinsmoor.
8. Mengabaikan peringatan
Dalam suatu penerbangan, ada saja penumpang yang kerap mengabaikan peringatan, sebut saja tidak mengindahkan peringatan untuk mematikan ponsel sesaat sebelum take off. Lainnya upaya menolak menegakkan sandaran kursi sebelum landing atau saat cuaca buruk. Dalam kasus ini, beberapa awak kabin kerap bersitegang dengan penumpang yang keras kepala.
Baca juga:Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin9. Bersikap kasar
“Saya berharap penumpang berhenti bersikap kasar satu dengan yang lainnya. Ya, kursi sempit, tapi itu tidak memberi siapapun hak untuk membuat frustasi mereka pada orang lain,” kata Heather Poole, petugas penerbangan yang juga penulis New York Times.
Poole berharap agar penumpang berhenti panik dan belajar bagaimana mengekspresikan keinginan dan kebutuhan mereka. “Saya mungkin akan sedikit lebih bersedia untuk melampui panggilan tugas jika mereka meneriaki saya terlebih dahulu. Saya berharap, lebih banyak penumpang akan mengenal saya dengan kontak mata, tolong dan terima kasih juga akan baik, saya juga berharap penumpang juga bisa mengingat saya juga orang, walaupun saya adalah awak kabin.”
Dalam upayanya untuk menghemat energi listrik yang digunakan, perkeretaapian di Negara Bagian New South Wales, Australia, baru saja meluncurkan kereta api bertenaga sel surya pertamanya pada Sabtu (16/12/2017) kemarin. Tidak heran, kereta yang merupakan realisasi dari mimpi seorang pemilik resor Elements of Byron sekaligus pengembang dari proyek ini, Jeremy Holmes disambut antusias masyarakat. Penggunaan energi terbarukan pada kereta ini merupakan mimpi Jeremy sejak delapan tahun yang lalu.
Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (15/12/2017), kereta bertenaga sel surya ini dikelola oleh sebuah entitas nirlaba terpisah, The Byron Bay Railroad. Nantinya, kereta ini akan membawa penumpang dari North Beach Station menuju pusat kota dari Byron Bay. Uniknya lagi, kereta akan beroperasi di atas rel yang berusia 110 tahun, dimana layanan kereta regular yang melintasi jalur ini terakhir mengular pada tahun 2004 silam.
Untuk harga, penumpang akan ditagih ongkos sebesar Aus$3 untuk perjalanan tiga kilometer yang ditempuh dalam waktu hanya tujuh menit ini. Hadirnya layanan kereta ini bak memberi opsi lain bagi para tamu resor yang hendak naik kapal, namun enggan untuk melintasi kepadatan lalu lintas di kota Byron. Rangkaian kereta yang panjangnya tidak melebihi dari layanan konvensional ini mampu menampung penumpang hingga 100 orang, termasuk ruang untuk barang bawaan mereka, surfboards, dan juga ruang untuk penumpang berdiri.
“Kami telah mendesain kereta ini sejak lama, dan perkembangan jaman mampu menyusul proyek kami ini, sehingga kami pun merasa tertantang untuk mengubah desain kereta dengan menggunakan tenaga surya dan membuatnya layak untuk digunakan oleh khalayak ramai,” tukas Jeremy. Kereta seberat 70 ton ini menggunakan 6,5 kilowatt panel surya yang terletak di bagian atapnya untuk mengisi baterai lithium berukuran besar. Tidak hanya pada bagian atap kereta, panel surya berukuran 30 kilowatt juga terpasang North Beach Station.
“Kereta ini juga memiliki rem regeneratif, yang berarti kita bisa mengatur energi saat kita mengerem agar bisa mempercepat,” papar Jeremy. Tentu saja, Jeremy sudah memperhitungkan semuanya dengan matang jikalau kereta bertenaga panel surya tersebut mengalami kendala pada pasokan energinya. “Ada mesin diesel, yang akan berperan sebagai emergency back up jika terjadi gangguan listrik,” imbuhnya.
Tidak hanya di New South Wales, India telah terlebih dahulu mencuri start dengan menggunakan sel surya sebagai energi terbarukan di dunia transportasi. Senada dengan yang diterapkan oleh The Byron Bay Railroad, perkeretaapian India juga diketahui telah meluncurkan kereta bertenaga sel surya pada bulan Juli 2017 silam.
Baca Juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya
Penggunaan sel surya ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminimalisir penggunaan energi listrik di armada mereka, seperti contohnya untuk menghidupkan lampu, kipas angin, hingga layar penampil informasi.
Tidak sebatas sampai di situ, otoritas perkeretaapian India juga mengumumkan bahwa telah menjamin sebesar 25 persen pasokan sumber energinya juga dapat dipasok dari energi terbarukan pada tahun 2025 mendatang. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.