Letusan Gunung Eyjafjallajökull Jadi Tolok Ukur Penetapan Tingkat Toleransi Abu Vulkanik

Peristiwa meletusnya Gunung Agung di Bali pada Minggu (26/11/2017) menyita perhatian banyak pihak dan pembatalan serangkaian penerbangan dari  dan menuju Bali menjadi menarik untuk dibahas, mengingat betapa masifnya impact dari letusan salah satu gunung berapi di Pulau Dewata ini. Diketahui, pagi ini, Senin (27/11/2017) Bandara Internasional I Gusti NgurahRai menutup sementara operasionalnya, setelah Airnav Indonesia mengeluarkan a Notice to Airmen (NOTAM) dengan nomor A4242/17 yang menyatakan  bahwa langit Bali sedang tidak kondusif untuk melayani lalu lintas udara. Baca Juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara Kejadian penutupan lalu lintas udara di Bali ini tentu mengingatkan kita dengan hal serupa yang pernah terjadi di Islandia beberapa tahun yang lalu, manakala Gunung Eyjafjallajökull memuntahkan material isi bumi pada tahun 2010 silam. Sejak saat itu, Civil Aviation Authority (CAA) Inggris mengatakan bahwa pihaknya telah menentukan berapa banyak jumlah aman material abu vulkanik yang diperbolehkan masuk ke dalam mesin jet pesawat. Seperti yang diketahui sebelumnya, material abu vulkanik gunung berapi dapat membahayakan sebuah penerbangan jika abu tersebut terhisap ke dalam mesin jet pesawat dalam jumlah yang sangat banyak. Penumpukkan abu yang terhisap oleh mesin jet dikhawatirkan akan merusak sejumlah komponen yang dapat mengakibatkan gangguan pada mesin, dimana kemungkinan paling buruknya adalah pesawat mengalami kecelakaan. CAA Inggris menerbitkan revisi peraturan tersebut tepat setelah salah satu media asing menyoroti kinerja sejumlah regulator dan perusahaan manufaktur mesin pesawat yang terkesan mengabaikan penetapan standar mengenai nilai aman jumlah abu vulkanik yang masuk ke dalam mesin tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newscientist.com, layanan cuaca Inggris, Met Office, mengatakan akan menafsirkan ulang hasil perhitungan dari perangkat lunak yang dapat memetakan penyebaran polutan seperti abu. Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan kembali tingkat keamanan abu yang masuk ke dalam mesin jet. “Prosedur internasional saat ini merekomendasikan untuk menghindari abu gunung berapi setiap saat,” ungkap pihak CAA. CAA mengatakan bahwa pihaknya mengacu pada dua sumber untuk menetapkan standar baru ini. Pertama adalah temuan dari pesawat uji coba berbasis baling-baling milik UK National Environmental Research Council’s, dan yang kedua adalah penerbangan uji coba selama tiga jam yang dilakukan oleh Boeing 747 milik British Airways. Data kemudian diperoleh setelah kedua mesin dari pesawat uji coba tersebut dipreteli dan diidentifikasi bagian mana saja yang mengalami kerusakan. Baca Juga: Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak “Produsen mesin General Electric, Pratt & Whitney, dan Roll-Royce terlibat dalam menyusun standar baru ini. Begitupun dengan Boeing, Airbus, dan Bombardier,” papar Jim McKenna, kepala kelaikan kelajuan CAA. Dari situ, CAA menerbitkan sebuah peraturan baru yang menetapkan bahwa tingkat toleransi abu vulkanik adalah pada konsentrasi 0,002 gram per meter kubik pada ketinggian penerbangan normal. Setiap wilayah udara dengan  konsentrasi abu yang lebih besar akan dikategorikan ke dalam zona larangan terbang.

Ditutup 24 Jam Kedepan, Bandara Ngurah Rai Sementara Tak Layani Penumpang

Berdasarkan NOTAMR A4274/17, selama 24 jam kedepan atau hingga pukul 07.00WITA pada 29 November 2017 besok, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan kembali ditutup. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Kordinasi Erupsi Gunung Agung yang dilaksanakan oleh Komunitas Bandar Udara seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG dini hari ini pada pukul 00.00 WITA. Baca juga: Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak Meteorological Watch Office pada pukul 23.10 WITA telah menerbitkan berita meteorologi significant untuk penerbangan yang didasarkan dari informasi pengamatan dari Volcanic Ash Advisory Centre Darwin, bahwa semburan Volcanic Ash dari Gunung Agung telah mencapai pada ketinggian 30.000 kaki bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan 5-10 knots dan masih mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. “Perpanjangan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk 24 jam kedepan dilakukan karena mempertimbangkan ruang udara bandara yang masih tertutup oleh sebaran Vulcanic Ash Gunung Agung sesuai dengan ploting Volcanic Ash Advisory Centre. Hal ini harus dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan meskipun hasil Paper Test yang dilakukan hingga pukul 00.00 WITA hasilnya NIL Vulcanic Ash di bandara,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi. Bandara Internasional Lombok Beroperasi Setelah Ditutup Sementara Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal setelah sempat ditutup sementara pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.50 WITA. Berdasarkan pemantauan BMKG, pergerakan Volcanic Ash Gunung Agung mengarah dari arah timur ke arah barat daya dengan kecepatan 10-15 Knots di ketinggian 5.000-30.000 kaki dan tidak mengarah ke Bandara Internasional Lombok Praya. Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Agung, ASDP Siap Antisipasi Lonjakan Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok “Berdasarkan rapat kordinasi serta pengamatan yang dilakukan oleh seluruh komunitas bandara disepakati Bandara Internasional Lombok untuk beroperasi kembali sejak pukul 06.00 WITA,” ujar Israwadi. Maskapai Lion Group dan Silk Air telah menyatakan kesiapannya untuk kembali beroperasi pasca diterbitkannya NOTAM B8926/17.

Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Sebagai perusahaan manufaktur dirgantara papan atas, Boeing memiliki catatan penjualannya sendiri. Dari sekian banyak pesawat yang diproduksinya, terselip satu jenis pesawat yang tercatat sebagai pesawat dengan penjualan tercepat di dunia, yaitu jenis pesawat narrow body Boeing 737 MAX. Diketahui, pesawat jenis ini sudah diproduksi untuk memenuhi jumlah pesanan yang banyaknya melebihi angka 4.000 pesawat dari 92 pelanggan yang berbeda. Baca Juga: Flydubai, LCC Yang Hadirkan Kenyamanan Kelas Bisnis di Boeing 737Max Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bizjournals.com (20/11/2017), pesawat tipe MAX ini menggabungkan teknologi CFM International LEAP-1B Engine teranyar, pengaplikasian sayap berteknologi advanced, dan beberapa perbaikan minor dari seri sebelumya. Bisa disimpulkan, sejumlah operator penerbangan menilai pengaplikasian beberapa teknologi baru pada Boeing 737 MAX ini dirasa cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh masing-masing armadanya. Pihak Boeing sendiri kini tengah sibuk untuk menyelesaikan pesanan senilai $11 miliar atau setara dengan Rp14 triliun untuk 75 buah Boeing 737 MAX-nya. Di luar dari kesibukkannya belakangan ini, perusahaan yang berbasis di Chicago, Illinois, Amerika tersebut baru saja menyelesaikan pesanan dari Avolon, perusahaan penyewaan pesawat internasional  yang bermarkas di Dublin. Avolon diketahui memesan 55 pesawat Boeing 737 MAX 8s, dan 20 buah Boeing 737 MAX  10s, dengan pilihan 20 pesawat Boeing 737 MAX 8s sebagai tambahan. Boeing 737 MAX 10 merupakan keluaran anyar yang baru saja diperkenalkan pada perhelatan Paris Airshow 2017 silam. Pesawat ini memiliki biaya seat-mile terendah di kelas pesawat single-aisle. Spesifikasi pesawat ini memperkuat kebutuhan Avolon yang melihat adanya peningkatan permintaan di segmen pesawat berbodi sempit. “Hadirnya Boeing 737 MAX ini akan memperkuat komitmen Avolon untuk menyediakan pesawat terbang berteknologi tinggi yang efisien kepada konsumen di pasar,” kata Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes, Kevin McAllister. Tidak hanya Avolon, Boeing juga disinyalir baru saja meneken nota pembelian terhadap seri 737 MAX-nya dengan salah satu maskapai raksasa asal Timur Tengah, FlyDubai. Kerja sama dengan FlyDubai tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Avolon melayangkan pesanannya kepada Boeing. Satu nama lain yang turut menggembungkan kas keuangan Boeing adalah Singapore Airlines, dengan jumlah pesanan senilai US$14 juta atau setara dengan Rp189 miliar. Baca Juga: Lion Air Pesan 50 Unit Boeing 737 MAX 10 Senilai US$6,24 Miliar “Dengan lebih dari 140 pesawat Boeing 737 MAX yang sekarang sudah menjadi bagian dari armada yang kita miliki, kami yakin bahwa tingkat efisiensi dan keandalan dari keluarga pesawat 737 MAX akan terus memungkinkan pelanggan kami untuk mengembangkan bisnis mereka secara menguntungkan selama beberapa tahun mendatang,” ungkap CEO Avolon, Dómhnal Slattery.

Terungkap! Banyak Belokan Ke Kiri, Buat Calon Penumpang Lebih Banyak Belanja di Bandara

Sadarkah Anda bahwa jalur di dalam bandara menuju ke gerbang ruang tunggu lebih banyak berbelok ke kiri atau tidak searah dengan jarum jam. Jalan ini dirancang sebenarnya untuk membuat penumpang tertarik dengan apa yang ada di bandara. Bagi penumpang, aktivitas paling sederhana adalah menunggu, berangkat dan tiba. Itu adalah istilah sederhananya, tetapi saat tiba di bandara, sembari menunggu keberangkatan terkadang banyak hal yang dilakukan penumpang. Apalagi banyak penumpang yang berpikir untuk menghabiskan uang tanpa terkena pajak pembelian. Baca juga: Inggris Kembangkan Teknologi ‘Intip’ Isi Tas Calon Penumpang Saat Belanja di Bandara Dirangkum KabarPenumpang.com dari telegraph.co.uk (23/11/2017), berikut ini ada beberapa hal yang membuat Anda sebagai penumpang menghabiskan uang di terminal keberangkatan. 1. Toko bebas pajak dan harus melewatinya Setelah melalui serangkaian pemeriksaaan yang melelahkan, pelancong bisa langsung menuju area perbelanjaan bebas pajak. Para pelancong saat sudah sampai di area ini, cenderung memiliki suasana hati yang ceria dan ingin memanjakan diri. Intervistas, seorang konsultan penerbangan menggambarkan ritel bandara adalah zona re-compsure. “Pemandangan ritel akan memberi isyarat kepada otak para pelancong bahwa sekarang saatnya untuk berbelanja,” ujarnya. Julian Lukaszewicz seorang perancang bisnis senior di Designit mengatakan, desain bandara klasik memaksa setiap pelancong melewati toko bebas pajak untuk sampai ke gerbang ruang tunggu. 2. Jalan melengkung ke kiri dan tanda dimana-mana Sebagian besar pelancong tidak menyadari bahwa jalan menuju gerbang ruang tunggu biasanya melengkung ke kiri. Alasan ini bagus karena mayoritas penumpang menarik kopernya dengan tangan kanan mereka dan berjalan berlawanan arah jarum jam agar seimbang. “Melihat ke kanan lebih jauh dan lebih mudah ke sebelah kiri. Akibatnya lebih banyak penjualan yang dihasilkan,” kata Intervistas. Selain itu ada banyak cara dimana desain bandara mempengaruhi perilaku belanja penumpang. Misalnya papan tanda yang memberikan informasi gerbang yang dituju para pelancong memiliki jarak cukup jauh. Ini membuat penumpang yang melihat jarak tersebut berpikir untuk berbelanja sebelum sampai ke gerbang tujuan mereka. 3. Jam emas adalah kunci Yang dimaksud dengan jam emas adalah dimana saat penumpang harus menunggu penerbangan mereka. Dikatakan jam emas karena banyak pelancong yang akan berbelanja di bandara. “Banyak bandara yang ingin memperpanjang dan memperluas jam ini, karena itu berarti pendapatan,” kata Lukaszewicz. Dia mengatakan, semakin banyak waktu yang dihabiskan penumpang di jam emas, semakin banyak uang yang dikeluarkan dalam hitungan menit. 4.Relaksasi Stres yang dihadapi penumpang dari administrasi keamanan hingga menunggu pesawat adalah hal yang sering terjadi. Sehingga bandara menawarkan kursi pijat, kabin untuk tidur hingga kamar mandi yang nyaman. 5. Cahaya alami dan fitur menarik Lebih banyaknya cahaya alami yang ada di bandara, adalah nilai plus dan ini juga meningkatkan kemungkinan penumpang untuk masuk ke toko. Toko ini telah dibangun untuk mengundang penumpang yang ramah, dengan lorong toko yang lebar dan cukup menampung orang dengan koper dan perlengkapan ditempatkan secara strategis. 6. Tata letak toko Tata letak toko yang berada tidak jauh dari jalan penumpang menuju gerbang biasanya mencapai penjualan 60 persen lebih tinggi daripada konfigurasi lainnya.

Dampak Erupsi Gunung Agung, ASDP Siap Antisipasi Lonjakan Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

Meletusnya Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkanik pada hari Minggu, 26 November 2017 menyebabkan penutupan sementara akses di beberapa bandara, seperti Bandara I Gusti Ngurai Rai di Bali dan Bandara Lombok Praya di Nusa Tenggara Barat. Penutupan kedua bandara tersebut berdampak terganggunya layanan penerbangan bagi masyarakat dan wisatawan yang keluar masuk Bali. Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk Menyikapi bencana alam tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi layanan penyeberangan khususnya di lintasan yang menghubungkan pulau Jawa – Bali dan Lombok pasca erupsi Gunung Agung. “Dengan situasi tersebut, PT ASDP siap untuk menampung perpindahan para penumpang yang tidak bisa mengakses layanan penerbangan dengan menggunakan kapal ferry. Sampai saat ini, pelabuhan ASDP baik di Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai – Lembar tetap beroperasi normal,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi , Senin (27/11). Berdasarkan data Posko Padangbai, sejak Minggu (26/11) sore terjadi peningkatan penumpang pejalan kaki yang menyeberang menuju Padangbai, Lombok dari rata-rata harian sebanyak 175 orang menjadi 509 orang atau naik 191 persen. Disusul sepeda motor dari rata-rata harian 400 unit menjadi 537 unit atau terjadi peningkatan 34 persen. Faik mengungkapkan, dengan melihat kondisi di lapangan, apabila terjadi lonjakan pengguna jasa penyeberangan maka akan diberlakukan skenario pola operasi sangat padat. Kesiapan terminal dan fasilitas umum bagi pengguna jasa juga menjadi perhatian utama, agar pengguna jasa tetap mendapatkan layanan penyeberangan yang nyaman, aman dan selamat. Sejumlah strategi telah disiapkan, mulai dengan optimalisasi alat produksi dan pengoperasian kapal berukuran besar, percepatan port time, penambahan trip, penambahan loket, penyediaan kantong parkir di luar pelabuhan, dan prioritas layanan di pelabuhan yang mengalami lonjakan trafik. “Jika terjadi lonjakan penumpang signifikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kami akan alihoperasikan kapal berukuran besar dari lintasan lain. Kami juga akan tambah kapal di lintasan long distance ferry Surabaya-Lombok dengan mengoperasikan KMP Jatra III,” sebutnya. Baca juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia Terkait erupsi Gunung Agung tersebut, PT ASDP juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Agung di pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Ketapang, dan Lembar. Selain itu, juga dibagikan masker gratis kepada penumpang yang akan menyeberang ke Bali dan Lombok. GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Yanus Lentanga mengatakan, dari total 36 unit kapal yang berada di lintasan Padangbai-Lembar, terdapat 15 unit kapal yang siap beroperasi reguler setiap harinya. “ASDP sendiri akan mengoptimalkan 4 unit kapal yang beroperasi di lintasan ini. Kami juga mempercepat port time dari biasanya sekitar 1,5-2 jam menjadi 1 jam saja,” tutur Yanus. Meski terjadi lonjakan jumlah penumpang pejalan kaki dan roda dua, sampai saat ini belum dilakukan penambahan loket tiket baik di Padangbai, Bali maupun yang di Lembar, Lombok. “Namun, jika terjadi lonjakan yang signifikan, kami akan tambah loket penumpang dan kendaraan dari jumlah eksisting saat ini. Dan sebagai bentuk komitmen pelayanan terhadap pengguna jasa, kami juga telah membagikan 500 masker gratis kepada pengguna jasa yang akan menyeberang ke Bali,” tutur Yanus. Sementara itu, dari pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang juga dilaporkan trafik penumpang masih normal dan terkendali. Dari total 52 unit kapal eksisting di lintasan Ketapang-Gilimanuk, beroperasi reguler 32 unit kapal yang siap melayani pengguna jasa. Pelabuhan Gilimanuk juga siap melayani trafik bus yang mengangkut calon penumpang pesawat dari Denpasar ya

PT INTI Dukung Modernisasi Online Ticketing Untuk Penumpang Ferry ASDP

Sudah setahun belakangan PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan layanan online ticketing, namun harus diakui adopsi sistem dan user interface yang diterapkan masih jauh tertinggal dari penyedia layanan moda transportasi lainnya, salah satunya belum ada aplikasi untuk penggunaan di smartphone dan sistem pembayaran yang masih terbatas menggunakan ATM di bank-bank tertentu. Baca juga: Tiket Online Ferry ASDP – Animo Menurun Pasca Lebaran, Optimis Meningkat di Liburan Akhir Tahun Untuk menjawab tantangan tersebut, hari ini PT ASDP Indonesia Ferry menjalin kerja sama strategis dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia alias PT INTI untuk melakukan modernisasi pada sistem penjualan tiket online, khususnya untuk target penumpang kapal ferry yang tidak membeli tiket di pelabuhan. Kedua BUMN ini bersepakat untuk melakukan sinergi pengembangan modernisasi ticketing di lingkungan ASDP melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) yang digelar Senin (27/11/2017). MOU yang ditandatangani Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara serta Direktur Utama PT ASDP Faik Fahmi ini merupakan langkah awal peningkatan sinergi kedua belah melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dalam rangka sinergi badan usaha milik negara (BUMN). Rencananya, kerja sama akan mencakup sinergi bidang industri telekomunikasi, elektronika, informatika, kelistrikan, dan energi. Selain itu, kedua belah pihak menyepakati sinergi bentuk lainnya yang relevan bagi kedua pelat merah ini. “Tujuan besarnya untuk mendapatkan efisiensi dan pertumbuhan bisnis perusahaan melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkap Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, usai penandatanganan MOU, di Kantor Pusat PT ASDP Indonesia Ferry, Jakarta, Senin (27/11). Dalam kerja sama ini, PT INTI menyediakan perangkat M-POS untuk e-ticketing PT ASDP yang memiliki kelebihan dalam perangkat terintegrasi atau All-In-One Embedded yang meliputi smartphone, mobile printer, e-KTP Reader, dan fingerprint. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerja sama pemanfaatan layanan INTIPay atau alat bantu pembayaran tunai dan non tunai yang terintegrasi dengan aplikasi pencatatan penjualan serta verifikasi kartu identitas elektronik sebagai media alternatif pembayaran dalam pembelian tiket ferry. Baca juga: Sambut HUT RI Ke-72, PT ASDP Buka Layanan Tiket Online di Tujuh Lintasan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi menyatakan apresiasi atas kerja sama dengan PT INTI terkait modernisasi sistem ticketing di lingkungan ASDP. Menurut dia, selain dapat meningkatkan performa bisnis dan memberikan keuntungan bagi kedua perusahaan, kerja sama layanan dalam transaksi e-ticketing ini akan semakin memudahkan pengguna jasa saat membeli tiket ferry. Diungkapkan, dengan adanya perangkat terintegrasi layanan transaksi tiket akan lebih praktis, manifest penumpang lebih akurat karena langsung membaca data dari e-KTP, dan layanan pembayaran INTIPay mendukung rencana PT ASDP dalam penerapan transaksi non tunai dalam pembayaran tiket. Darman ikut menambahkan, sinergi komprehensif ini rencananya akan berlaku selama setahun sejak nota kesepahaman ini disepakati. “Harapannya, kerja sama ini akan berkelanjutan tidak hanya pada induk perusahaan, tapi juga pada anak usaha dan afiliasi,” tuturnya. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry rencananya akan memprioritaskan penyediaan layanan baru ini pada cabang utama seperti di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, Lembar, Kayangan dan Pototano. Meski begitu, belum ada informasi lebih detail tentang jadwal soft launch layanan baru dari dua BUMN ini, sumber internal ASDP menyebut masih diperlukan penyelarasan dalam sisi regulasi. Sementara untuk pembelian tiket kendaraan tetap melalui jalur pelabuhan, pasalnya penentuan golongan kendaraan ditentukan lewat sistem berbasis sensor.

Bandara Changi Uji Coba Remote Air Traffic Control

Bandara Changi Singapura kian memantapkan penggunaan teknologi terbaru untuk segala aktivitasnya, baik untuk penanganan bagasi hingga yang terbaru penanganan lalu lintas untuk pesawat. Mengikuti jejak kecanggihan bandara-bandara di Eropa, ATC (Air Traffic Control) Changi mulai menguji coba sistem penanganan lalu lintas secara remote dari jarak jauh. Sejenis dengan teknologi yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh Saab di Swedia. Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote  KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (22/11/2017), teknologi ini  memungkinkan melakukan pengendalian lokasi ATC yang jauh dari bandara seperti Jurong atau Seletar di Singapura. Uji coba ini disebut-sebut bernilai $7 juta oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) yang akan mengembangkan dan menguji prototipe menara digital cerdas. Untuk uji coba ini, CAAS memberikan kontrak tersebut kepada perusahaan pengelola lalu lintas udara Nats yang berbasis di Inggris dan telah mengelola bandara Heathrow London. Perkiraan untuk memulai proyek ini pada awal tahun depan dan menyelesaikan dengan memakan waktu 22 bulan. Kemudian akan dievaluasi kelayakan operasional sebelum menentukan teknologi yang cocok untuk bandara sibuk seperti Changi. Sejauh ini hanya bandara kecil yang mengadopsi teknologi serupa. Sebagai contoh Ornskoldsvik, sebuah bandara kecil di Swedia, adalah bandara pertama di dunia dimana penerbangan dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat yang lepas landas atau mendarat di bandara tersebut dipandu oleh pengendali lalu lintas udara dengan jarak  hampir 170 km jauhnya, di kota Sundsvall. Adapun negara lain yang mempelajari hal tersebut yakni Hungaria, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman. CAAS mengatakan, teknologi ini merupakan sebuah menara digital yang cerdas, dilengkapi dengan berbagai fungsi dan fitur, dapat membantu meningkatkan manajemen lalu lintas udara, keamanan landasan pacu dan operasi darat serta meningkatkan efisiensi operasional di Bandara Changi. Kontrak CAAS dengan Nats mencakup pemasangan beberapa kamera fixed-position untuk memberi makan gambar video langsung, dengan memberikan pandangan serupa terhadap pengendali lalu lintas udara yang sekarang dilihat dari menara kontrol. Percobaan ini juga akan menggunakan kamera canggih dan teknologi video-stitching yang memungkinkan tampilan informasi lebih baik. Seperti, kamera video akan dapat secara otomatis menggeser, memiringkan, dan memperbesar, untuk memungkinkan tampilan lebih dekat. Direktur Jenderal CAAS Kevin Shum mengatakan, dalam konser dengan drive Smart Nation di Singapura, kami memanfaatkan teknologi digital untuk mengubah industri penerbangan. “Kami sangat senang dengan kemungkinan dan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra industri kami untuk menyediakan layanan pengelolaan lalu lintas udara berkualitas tanpa mengorbankan tingkat keselamatan dan pelayanan,” ujarnya. Baca juga: Staf Bandara Changi Resmi Gunakan Kacamata Augmented Reality Pelelangan untuk prototipe menara digital dibuka pada 28 Februari 2018 mendatang. Dari pelelangan ini pihak CAAS menarik tiga tawaran yang dievaluasi berdasarkan berbagai kriteria, seperti keahlian teknis, rekam jejak perusahaan dan daya saing harga.

Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak

Akibat penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai pagi ini, berdampak langsung pada penerbangan berjadwal untuk rute domestik dan internasional. Sampai saat ini terdapat 445 penerbangan yang terdampak, baik penerbangan menuju maupun dari Bali. Penerbangan yang berangkat dari Bali dibatalkan atau ditunda. Sedangkan penerbangan menuju Bali yang sudah berangkat sebelum 07.15 WITA akan dialihkan pendaratannya ke beberapa bandara sekitar Bali. Baca juga: Giliran Airnav Terbitkan NOTAM, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara Mulai Pagi Ini “Kami perkirakan ada 445 penerbangan yang akan mengalami pembatalan, yaitu 196 rute internasional dan 249 rute domestik. Untuk mengantisipasi penerbangan yang akan datang ke Bali, kami sudah menyiagakan 5 alternatif airport yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta,” ujar Israwadi, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com hari ini. Adapun langkah-langkah persiapan, khususnya yang berkaitan dengan layanan kepada para penumpang, yaitu menyiagakan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai, pusat pusat informasi layanan refund & reschedule tiket, counter khusus konsulat jenderal untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisonal bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.

Bandara Lombok Dibuka Pagi Ini, Lion Air JT 651 Menjadi Penerbangan Perdana

Setelah mengalami penutupan sementara sejak hari Minggu, 26 November 2017, maka pada Senin pagi ini (27/11/2017), tepat pukul 06.00 WITA Bandara Internasional Lombok Praya kembali dibuka. Bandara Internasional Lombok Praya sudah beroperasi normal di mana proses check-in sudah dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Hingga pukul 08.30 WITA, sudah terdapat 3 penerbangan yang berangkat yaitu Lion Air JT 651 tujuan Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan 211 penumpang, Garuda Indonesia GA 7024 tujuan Bima dengan 34 penumpang, dan Wings Air IW 1882 tujuan Sumbawa dengan 42 penumpang. Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara Total penumpang yang sudah berangkat sejak bandara dibuka pagi hari ini yaitu 287 penumpang. Sedangkan penerbangan yang batal berangkat hari ini dari Bandara Lombok yaitu Wings Air IW 1857 dengan tujuan Denpasar dengan 66 penumpang. “Bandara Lombok sudah kembali dibuka sejak pukul 06.00 WITA. Namun kami tetap melakukan antisipasi terkait dampak ditutupnya Bandara Bali pukul 07.15 WITA Senin ini. Kegiatan antisipasi tersebut yaitu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pihak maskapai dan ground handling terkait antisipasi penumpukan penumpang akibat pembatalan penerbangan rute Denpasar-Lombok-Denpasar atau sebaliknya. Selain koordinasi, kami juga melakukan persiapan pemaksimalan kapasitas parking stand untuk antisipasi adanya pesawat udara yang dialihkan akibat penutupan Bandara Bali,“ jelas Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers hari ini. Adapun kapasitas parking stand yang tersedia di Bandara Lombok yaitu selama pukul 07.00 – 08.00 WITA untuk 2 pesawat tipe Boeing 737-900 dan selama pukul 08.00 – 10.00 WITA untuk 2 pesawat tipe Boeing 737-900 dan 2 ATR. Mengenai penerbangan yang batal datang menuju Bandara Lombok yaitu: 1. Lion Air JT 954 B737 900 2. Wings Air IW 1850 ATR72 3. Wings Air IW 1848 ATR72 4. Garuda Indonesia GA 7052 ATR72 5. Garuda Indonesia GA 450 B738 6. Garuda Indonesia GA 7048 ATR72 Sedangkan penerbangan yang batal berangkat dari Bandara Lombok yaitu: 1. Lion Air JT 955 B739 2. Wings Air IW 1857 ATR72 3. Wings Air IW 1851 ATR72 4. Garuda Indonesia GA 7053 ATR72 5. Garuda Indonesia GA 451 B738 6. Garuda Indonesia GA 7049 ATR72

Giliran Airnav Terbitkan NOTAM, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara Mulai Pagi Ini

Setelah kemarin pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) untuk penutupan Bandara Internasional Lombok, maka giliran pagi hari ini, 27 November 2017, pihak Airnav Indonesia menerbitkan NOTAM dengan nomor A4242/17 yang memberikan info kepada seluruh stakeholder penerbangan mengenai kondisi terkini di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Yang karena kondisi dampak abu vulkanik Gunung Agung, bandara terbaik di dunia tersebut untuk sementara waktu ditutup mulai pukul 07:15 WITA. Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara Dikutip dari siaran pers Airnav Indonesia, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono menjelaskan bahwa NOTAM tersebut berisi mengenai waktu dan alasan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar, sehingga dikarenakan alasan keselamatan, ruang udara tersebut tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara. Pada NOTAM yang telah diterbitkan, penutupan berlangsung hingga pukul 07:00 WITA besok (28/11), akan tetapi perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan selalu kami perbarui kepada para stakeholder penerbangan melalui NOTAM terbaru,” ungkapnya. Dijelaskannya, penerbangan Internasional dan Domestik terdampak atas penutupan ini. “Pesawat yg terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang. Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” paparnya. Baca juga: Operasional Bandara Ngurah Rai di Bawah Bayang-Bayang Erupsi Gunung Agung Ketujuh penerbangan yang menuju Bali tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya. Wisnu menambahkan bahwa stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini. “Kami terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” pungkas Wisnu. (USH)