Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara

Terkait dengan dampak letusan Gunung Agung di Bali pada hari Minggu, 26 November 2017, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) B8868/17 untuk seluruh maskapai di Indonesia terkait penutupan Bandara Internasional Lombok pada pukul 17.55 WITA sampai dengan senin, 27 November 2017 pukul 06.00 WITA, NOTAM dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak langsung abu vulkanik (Volcanic Ash) Gunung Agung. Baca juga: Aktivitas Magma Gunung Agung Meningkat, Angkasa Pura I Siap Antisipasi Dampak Erupsi Penutupan Bandara Internasional Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG hari ini pada pukul 17.00 WITA serta melalui pengamatan dilapangan dalam bentuk Paper Test untuk mengetahui kondisi Volcanic Ash di area bandara, serta update VA Advisory dan SIGMET serta monitor informasi dari Crew. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan dalam siaran pers, “atas penutupan Bandara Internasional Lombok ini berdampak terhadap 16 operasional penerbangan dari dan menuju Lombok yg terdiri dari 13 penerbangan domestik yaitu: 7 Penerbangan Garuda Indonesia, 3 Penerbangan Lion Air, 2 Penerbangan Air Asia, 1 penerbangan Citilink, 1 penerbangan Wings Air dan 1 penerbangan Batik Air dan 3 penerbangan internasional yaitu 2 penerbangan Air Asia ke Kuala Lumpur serta 1 penerbangan Silk Air ke Singapore. Untuk 1 penerbangan domestik Batik Air dari Jakarta telah dialihkan ke Bali,”. Selain langkah-langkah antisipasi atas aktivitas Gunung Agung, Lombok International Airport juga melakukan persiapan dampak terhadap operasional penerbangan antara lain, membuka Crisis Center dan melakukan persiapan apabila berdampak terhadap operasional baik yang berhubungan dengan pesawat maupun penumpang, Mengaktifkan Posko Terpadu dan Media Center serta berkordinasi dengan airlines untuk persiapan langkah penanganan penumpang. Angkasa Pura I juga telah menyiapkan Bandara Internasional Juanda Surabaya serta Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk pengalihan penerbangan menuju Lombok akibat aktivitas Volcanic Ash Gunung Agung yang terus meningkat. Baca juga: Operasional Bandara Ngurah Rai di Bawah Bayang-Bayang Erupsi Gunung Agung “Saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah menampung 1 pesawat Batik Air ID 6658 dari Jakarta menuju Lombok,” tambah Israwadi. Untuk update informasi perkembangan kondisi Lombok International Airport dapat menghubungi posko terpadu (0370) 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT. Angkasa Pura I (Persero) di 172

Ajak Calon Penumpang Relax, Bandara Denver Hadirkan Kelas Yoga

Bepergian jarak jauh dengan pesawat udara, terlebih bila melalui proses transit, maka besar kemungkinan akan melalui proses yang sangat banyak. Hal ini menyebabkan penumpang merasa jenuh dan lelah, apalagi di bandara internasional ada proses administrasi keamanan, antri di konter check in sampai ke ruang tunggu. Baca juga: Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya! Adanya kejenuhan seperti ini, membuat beberapa bandara menampilkan kenyamanan setelah memperhatikan gerak gerik penumpangnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc15.com (23/11/2017), salah satu pendiri Yoga on the Fly, Elizabeth Feinstone mengatakan pihaknya ingin menjadi tempat pelarian penumpang dikala jenuh. Sebab dengan adanya tempat yoga ini, stress dan kejenuhan bisa menghasilkan ketengan sendiri. Diketahui, Yoga on the Fly adalah studio yoga pertama yang hadir di bandara. “Kami ingin jadi tempat penumpang menghilangkan stres,” kata Feinstone. Sebenarnya, Feinston mendapat ide membuat tempat yoga ini dikarenakan dirinya pernah menjadi korban perjalanan selama ke Nikaragua. Dia mengatakan, dirinya bersama penumpang lain sangat terpukul saat perjalanan ke Nikaragua yang mereka lakukan. “Menaiki pesawat kecil, kemudian menumpang mobil panjang, dan kami tahu pasti ada cara yang lebih baik untuk merasa nyaman saat sampai di tempat tujuan,” jelas Feinstone.
Kelas yoga di Denver International Airport (denver Channel)
Dia mengatakan, saat ini penumpang bisa lebih berfokus sebelum lepas landas dan merasa lebih rileks. Ini karena ketika berada di tempat yoga tersebut, penumpang bisa memilih antara kelas meditasi atau kelas pernapasan. Untuk menjalankan kelas-kelas yoga ini, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan pakaian yang dikenakan saat itu. Di setiap kelas juga tidak diperlukan instrutur. “Di setiap ruangan, kita memiliki iPad yang sarat dengan kelas. Angka ditikar bisa membantu Anda berada di posisi yang tepat,” ujar Feinstone. Waktu yang dihabiskan dalam masing-masing kelas sekitar 8-20 menit. Saat Anda memilih kelas ini, bisa langsung masuk ke dalam studio mini kemudian memasang headphone untuk mengikuti kelas tersebut. “Mereka menutup tirai kelas dan melakukan gerakan yoga dan setelah keluar biasnya mereka lebih tenang dibanding saat datang,” kata Feinstone. Heath Montgomery juru bicara Bandara Internasional Denver mengatakan sering orang terkejut melihat sebuah studio yoga di concourse tersebut. Namun dia mengatakan konsep seperti ini adalah cara bandara mencoba untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, terutama pada saat liburan dimana jutaan penumpang diperkirakan akan terbang. “Kami melakukan yang terbaik untuk menjadikannya pengalaman yang paling santai dan menyenangkan dan yoga berperan dalam hal itu. Ada banyak orang di luar sana yang menyukai yoga dan konsep semacam ini memberi orang kesempatan untuk benar-benar melepaskan diri dari kekakuan dan tekanan dari pengalaman perjalanan itu,” kata Montgomery. Dengan adanya ini penumpang bisa merasakan ketenangan sebelum terbang dan mengubah cara bepergian dengan hal baru yang lebih merilekskan pikiran dan hati.

Wanita Pirang Ini Sulap Convair CV-440 Jadi Sebuah Salon Mewah!

Setelah sebelumnya ramai diberitakan soal pesawat yang dialihfungsikan menjadi sebuah restoran dan hotel, beberapa waktu yang lalu muncul kabar bahwa seorang wanita dari Carluke, Lanarkshire mentransformasikan Air Atlantique Convair CV-440 Metropolitan menjadi sebuah salon mewah. Adalah Amber Scott, wanita 25 tahun ini memanfaatkan pesawat yang dibeli oleh orang tuanya 10 tahun yang lalu. Baca Juga: Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (14/9/2017), adapun harga pesawat itu ketika dibeli oleh orang tuanya adalah senilai £25.000 atau setara dengan Rp400 juta. Padahal, tujuan awal dari orang tua Amber membeli pesawat tersebut adalah untuk dijadikan rumah hunian super mewah. Pesawat Convair CV-440 yang kini dimiliki oleh keluarga Amber tersebut mampu menyediakan ruang untuk empat make-up artist, dua hairdresser, dan ahli perawatan kuku.
Sumber: dailymail.co.uk
Diketahui, Amber menghabiskan £30.000 atau yang senilai dengan Rp480 juta untuk menyulap pesawat yang sudah pensiun tersebut menjadi sebuah salon mewah, layaknya yang kerap kita temui di pusat-pusat perbelanjaan. Pada awal pembeliannya, orang tua Amber kehabisan dana untuk membenahi pesawat yang sudah mereka beli itu, karena ongkos yang mereka keluarkan untuk memboyong pesawat tersebut sangatlah besar, berkisar £20.000 atau setara dengan Rp320 juta. Alhasil, pesawat yang sudah diboyongnya tersebut dibiarkan terbengkalai di halaman belakang rumahnya selama dekade terakhir. “Ini semua merupakan kombinasi dari ide kami untuk mengubah pesawat ini menjadi sebuah salon,” kenang Amber seraya mengingat transformasi dari pesawat tersebut. “Saya tidak menyangka banyak orang-orang baik di sekitar saya, dimana mereka membantu sepenuh hati untuk mewujudkan mimpi saya,” imbuhnya.
Sumber: dailymail.co.uk
Kecintaan Amber pada dunia solek bersolek ternyata tidak sebatas hobi saja. Ia bahkan rela menyambangi Negeri Paman Sam, hanya untuk menyerap ilmu lebih banyak lagi tentang dunia make-up. “Ketika saya berusia 13 tahun, ayah dan ibu mengadakan pesta Halloween besar-besaran dan menyewa seorang make-up artist. Olehnya, saya disuruh untuk mendalami dunia tersebut,” ucap Amber. Baca Juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda Tidak hanya antusias Amber yang menarik perhatian banyak orang, bahkan para pecinta pesawat pun rela menyambangi kediaman orang tua Amber untuk melihat langsung pesawat yang mereka beli. Bukan untuk sekedar melihatnya saja, bagi para pecinta pesawat, Convair CV-440 itu merupakan sebuah pesawat bersejarah yang pernah mengarungi dunia sejauh tujuh juta mil. Belum lagi pesawat dengan tipe yang sama juga pernah dimiliki oleh legenda musik dunia, Elvis Presley.

Bantu Penderita Kanker, AirAsia Jual T-Shirt Bergambar Awak Kabin dan Pilot

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia, melakukan penjualan t-shirt yang bergambar seragam awak kabin dan pilot. Maskapai yang berpusat di Malaysia tersebut melakukan hal ini untuk mengajak penumpang sadar akan kanker sekaligus mengumpulkan dana bagi pasien kanker yang kurang mampu melalui kampanye #AisAsiaMAKNA. Baca juga: AirAsia Hadirkan WiFi dalam Penerbangan Domestik dan Internasional KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (23/11/2017), dengan dibuatnya #AirAsiaMAKNA tujuannya adalah mengkampanyekan kekuatan dan keberanian para pejuang kanker yang bisa memberi inspiratif. Sehingga bagian dari kampanye tersebut adalah AirAsia menjual koleksi t-shirt ini eksklusif untuk dewasa dan anak-anak saat di kabin ataupun toko online yang bekerjasama dengan AirAsia. T-shirt yang di jual AirAsia dihargai RM30 yang hasilnya akan diberikan kepada penerima manfaat jangka panjang maskapai ini yaitu MAKNA (National Cancer Council of Malaysia). Tak hanya melakukan penjualan t-shirt, AirAsia juga melakukan kontes Instagram dan pemilihan pemenang akan di umumkan bulan Februari 2018 mendatang. Hadiah yang diberikan pada kontes ini adalah destinasi AirAsia Berhad pilihan mereka. Caranya mudah hanya dengan mengenakan kaos dan memasang foto diri dengan pose terbaik seperti orang akan bertempur di Instagram serta mencantumkan hashtag #AisAsiaMAKNA. Aireen Omar, CEO AirAsia Berhad mengatakan, kanker mempengaruhi semua orang secara langsung atau tidak langsung, baik itu orang tua, saudara kandung, kolega atau teman. AirAsia dengan bangga terus bekerja sama dengan National Cancer Council of Malaysia (MAKNA) untuk mengumpulkan dana dan mempercepat laju kesadaran akan kanker. #AirAsiaMAKNA adalah bukti misi bersama dalam memerangi kanker dan kemitraan ini menggarisbawahi komitmen jangka panjang AirAsia untuk mendukung sebuah organisasi yang membantu pasien kanker kurang mampu dan melakukan penelitian menyelamatkan nyawa. “Selama dua tahun terakhir, kami telah mengumpulkan hampir RM700.000 untuk MAKNA. Kami sangat antusias untuk menjual kembali t-shirt yang diterima dengan baik oleh penumpang, t-shirt ini tersedia untuk anak-anak dan orang dewasa. Kali ini, kami juga senang berkolaborasi dengan platform belanja online terkemuka di Malaysia, FashionValet dalam membuat penjualan tersedia secara online,” ujar Omar. Farahida Mohd Farid, manajer umum MAKNA mengatakan, pihaknya merasa terhormat mendapat dukungan konstan dari AirAsia dalam misi melawan kanker dengan kampanye tersebut. Inisiatif ini tidak hanya mengumpulkan dana, yang terpenting adalah tentang menciptakan kesadaran akan bahaya kanker. Baca juga: Ada ‘Turn Back Crime’ di Airbus A320 AirAsia “Pesan penting inilah yang memberdayakan masyarakat untuk mengambil alih kesehatan mereka dan kami bersyukur memiliki AirAsia bergabung dalam kampanye ini untuk menjangkau Malaysia dan wilayah ini,” kata Farid

Tuai Kontroversi Hadirkan Kereta Cepat, Akankah California Rasakan Nasib Seperti Indonesia?

Sebagai salah satu operator kereta terkemuka di dunia, Deutsche Bahn dari Jerman diketahui mendapat tawaran kontrak kerja sama dalam merencanakan dan merancang proyek kereta cepat di California. Saat ini, dibutuhkan waktu satu setengah jam untuk menempuh perjalanan sejauh 77 km dari San Francisco menuju San Jose yang letaknya saling berjauhan. Dengan diikutsertakannya pihak Deutsche Bahn dalam proyek pengerjaan kereta cepat ini, diharapkan jarak antar dua kota tersebut dapat dipersingkat menjadi 30 menit saja. Baca Juga: Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina Dilansir KabarPenumpang.com dari laman global.handelsblatt.com (21/11/2017), Senat negara bagian California mengatakan proyek ini dijadwalkan rampung pada tahun 2029 mendatang. Lebih lanjut, kehadiran kereta berkecepatan 250 km per jam ini akan menggiring para pelancong yang hendak bertolak dari California menuju Los Angeles Union Station yang terpisah jarak sekitar 530 km dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam saja. Tidak hanya Deutsche Bahn yang mendapat tawaran kerja sama, DB Engineering & Consulting selaku anak perusahaan dari operator kereta Jerman tersebut juga diketahui memenangkan tender untuk membangun proyek kereta yang membentang dari San Jose ke Bakersfield senilai USD$30 juta atau senilai dengan Rp405 miliar. Megaproyek pengadaan kereta cepat di California diperkirakan akan menelan dana senilai USD$68 miliar atau setara dengan Rp919 triliun. Diharapkan hadirnya kereta cepat ini dapat membantu meredam masalah kemacetan di Negeri Paman Sam tersebut. Walaupun masih dalam ranah perencanaan, ada banyak oknum yang menyangsikan proyek ini karena mereka mengklaim California tidak memiliki dana yang segitu besar untuk menyelesaikan megaproyek ini. Para penentang proyek ini juga mengharamkan pembiayaan proyek ini dilakukan dengan cara obligasi. Jika hal tersebut terus berkecamuk, maka bukan tidak mungkin akan mengganggu  kelancaran dari proyek pengadaan kereta cepat ini. Jika proyek ini rampung, ditargetkan sebanyak 19 juta penumpang setiap tahunnya akan menggunakan layanan ini. Tidak hanya itu, pengadaan kereta cepat ini juga akan memberikan dampak positif kepada lingkungan, seperti penghematan 897 juta liter bensin mobil dan 132 juta liter minyak tanah saat kebanyakan orang meninggalkan kendaraan pribadinya dan mulai beralih menggunakan kereta yang menggunakan energi terbarukan ini. Untuk modanya sendiri, beberapa manufaktur sudah mengajukan penawaran kepada pihak yang bersangkutan guna menyanggupi pengoperasiannya kelak. Sebut saja Siemens, Alstom, Bombardier, Hitachi, hingga China CRRC diketahui siap untuk mengemban tugas sebagai penyedia kereta cepat di proyek ini. Jika ditelaah lebih dalam, kasus yang dialami oleh Amerika ini bisa dibilang hampir mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia, yaitu sama-sama masih terbelakang dalam urusan kereta cepat. Tidak seperti negara-negara lain di belahan dunia lainnya, seperti Jerman, Cina, Jepang, hingga Perancis yang disinyalir sudah sangat berpengalaman di bidang kereta cepat. Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan Seperti yang diberitakan sebelumnya, Indonesia menjalin kerja sama dengan Cina dalam proyek pengadaan kereta cepat Jakarta – Bandung. Namun dalam pengaplikasiannya, PT Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC) selaku ‘masinis’ dari proyek ini terkesan berjalan di tempat dan masih terbelit soal pembebasan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lintasan dari kereta cepat ini. Akankah proyek kereta cepat di California ini sama-sama mangkrak seperti yang terjadi di Indonesia?

Vision E³ Way, Jalur Bebas Emisi Rancangan BMW Ini Siap Hiasi Jalanan di Shanghai

Tidak hanya memiliki inovasi di sarana transportasinya saja, perusahaan manufaktur otomotif asal Jerman, BMW, juga diketahui tengah merancang sebuah jalur bebas emisi. Rencananya, jalur bebas emisi ini akan diperuntukkan bagi para pengendara sepeda hingga kendaraan roda dua bertenaga listrik. Tidak hanya itu, BMW’s Group Technology Office yang berbasis di Shanghai ini menyebutkan bahwa rencana pengadaan jalur khusus ini memiliki banyak kelebihan dan diharapkan agar masyarakat dapat meninggalkan kendaraan bermotor pribadi mereka dan beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Baca Juga: Kendalikan Pikiran Anda, Cara Ampuh Atasi Dampak Stress dari Kemacetan KabarPenumpang.com merangkum dari laman newatlas.com (23/11/2017), konsep jalur bernama Vision E³ Way ini nantinya akan dieksekusi di atas jalur kendaraan komersial, dimana kendaraan bermotor seperti mobil, motor, hingga truk tidak bisa melintasinya. Vision E³ Way akan ditutupi oleh kubah dan ventilasi pendingin sehingga para penggunanya terbebas dari asap kendaraan bermotor yang biasa mereka temui di jalanan. “Elevated, Electric, and Efficient” merupakan slogan yang akhirnya diangkat menjadi nama proyek masa depan ini. Konsep Single-Track Zero Emission ini memungkinkan setiap kendaraan yang melintasi di atasnya berlari hingga kecepatan maksimum 25 km per jam. Tidak dapat diakses oleh kendaraan bermotor, berada tinggi di atas jalan komersial, dan bebas dari lampu lalu lintas menjadi beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh BMW untuk menyediakan solusi berkendara keliling kota tanpa harus terkena dampak pengaturan lampu lalu lintas yang menyebabkan kemacetan, dan tentu saja ramah lingkungan. Sebagai kota terpadat ketiga di dunia dengan 25,2 juta penduduknya, bukan tidak mungkin ide BMW untuk mewujudkan proyek jalur bebas emisi ini didukung oleh warga. Kemacetan di jam tertentu sudah menjadi pemandangan yang lumrah di sini, mungkin tidak jauh seperti kondisi di Ibukota. Baca Juga: Entaskan Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Canangkan Penggunaan Pod Taxi Diketahui, beberapa ruas jalan di Shanghai sudah mengaplikasikan jalur khusus untuk pengendara sepeda, yang dibatasi dengan menggunakan tali. Dan ini menjadi keuntungan tersendiri bagi BMW karena mereka tidak harus merencanakan jauh tentang jalur mana saja yang nantinya akan digunakan, cukup mengikuti jalur khusus yang sudah ada sebelumnya. Setiap pihak memiliki pandangannya masing-masing tentang bagaimana cara mengatasi kemacetan. Sebut saja ide tentang pengadaan taksi udara, hingga penambahan dan pembaruan moda transportasi umum menjadi beberapa contoh ide yang disalurkan oleh berbagai  kalangan untuk mengentaskan kemacetan.

Program Frequent Flyer Saat Ini Tak Sama Seperti Dulu

Program frequent flyer atau penggunaan miles di beberapa maskapai internasional saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Beberapa maskapai sekarang menjual program value added service (VAS) ini kepada perusahaan kartu kredit agar poin atau miles tersebut bisa didevaluasi. Baca juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia KabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com, bahwa program Amazone prime membebankan biaya pada pelanggan adalah contoh terbaik bagi maskapai untuk memperbaiki cara mereka memberi penghargaan kepada pelanggan setianya. Sebuah email program frequent flyer dari salah satu maskapai besar mengatakan pilihan perjalanan dengan penghargaan baru. Seperti dalam email tersebut terdapat gambar Pegunungan Alpen di Swiss untuk menebus poin atau miles. Namun maskapai ini diam-diam mengatakan hanya ada sedikit tempat duduk untuk penukaran poin yang lebih rendah dimana dulunya berlaku standar. Sejumlah perusahaan mendapatkan loyalitas pelanggan mereka hanya dengan memberikan pengalaman yang lebih baik. Pertimbangan Amazon adalah anggota program loyalitas menghabiskan rata-rata 86 persen lebih banyak per tahun daripada yang bukan anggota, berbelanja beberapa kali per bulan dan meningkatkan pembelanjaan mereka dari tahun ke tahun. Tapi dibanding membeli loyalitas Amazon dengan barang dagangan gratis, para anggota Perdana ini membayar Amazon untuk mendapatkan hak istimewa, US$99 per tahun. Lebih dari 80 juta orang Amerika telah mendaftar. Di industri penerbangan, bagaimanapun, hasilnya sudah dapat diperkirakan sebagai peningkatan jumlah uang beredar lainnya, harga yang meningkat dan mata uang yang terdevaluasi. Sayangnya berdasarkan penelitan yang dilakukan, harga rata-rata tiket domestik sekitar 39 ribu miles karena hadiah termurah jarang tersedia. Untuk kelas bisnis ke Eropa, harga sekali jalan terendah di salah satu aliansi utama juga sudah meningkat dari 100 ribu menjadi 140 ribu miles selama lima tahun terakhir. Dalam model baru ini, maskapai penerbangan dan bandara akan memberikan pengalaman yang lebih baik untuk setiap penumpang dalam setiap perjalanan, berdasarkan tiga prinsip. Menghormati penumpang adalah hal utama, dimana hubungan yang loyal dibangun dengan kepercayaan dan kejujuran. Sebab waktu keberangkatan yang realistis saat penerbangan terlambat, merancang biaya yang transparan, tidak rumit dan membungkam pengumuman bandara berulang yang ditujukan untuk seorang musafir. Kedua jadilah pintar dengan data, maksudnya adalah penjual terbaik menyebarkan analisis canggih untuk memprediksi kebutuhan pelanggan mereka dan menyesuaikan pengalam dengan masing-masing individu. Anda bisa menggunakan metode yang sama, dimana bisa mengubah jadwal perjalanan, mengklaim bagasi yang hilang saat masih berada di udara dan memesan taksi sebelum Anda tiba. Tetapi ingat, maskapai penerbangan tahu Anda ada dimana dan akan pergi kemana. Saat ini, Anda harus menggunakan data untuk membuat perjalanan lebih baik dan mengasilkan pendapatan dengan menjual apa yang Anda inginkan. Terakhir mengelola seluruh pengalaman perjalanan.

Mak Itam, Lokomotif Uap Legendaris Yang Jadi Ikon Wisata Sawahlunto

Mak Itam, demikianlah julukan untuk lokomotif uap E1060 yang saat ini ‘kembali’ beroperasi Sawahlunto, Sumatera Barat. Penyebutan Mak Itam sendiri bagi masyarakat Minangkabau bukan hanya pada lokomotif tipe tersebut, melainkan seluruh lokomotif kereta api dan tidak hanya lokomotifnya melainkan kereta itu sendiri disebut Mak Itam. Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber dan mendapatkan bahwa, Mak Itam E1060 adalah buatan Hartmann Chemnits Jerman tahun 1865. Mak Itam adalah satu-satunya lokomotif uap yang masih berfungsi dan berada di Sawahlunto. Lokomotif ini sekarang beroperasi sebagai salah satu angkutan wisata dan pernah berada di Ambarawa tahun 1997 untuk perawatan dan perbaikan yang kemudian pada akhirnya 3 Desember 2007 silam Mak Itam kembali kerumahnya di Sawahlunto. Saat itu, sebenarnya bukan hanya untuk perbaikan dan perawatan melainkan untuk membantu lintasan bergigi di Ambarawa. Sayangnya gigi lokomotif Mak Itam ini tidak cocok di rel kereta Ambarawa sehingga harus dilepas. Padahal tindakan melepas gerigi lokomotif ini mestinya tidak terjadi, apalagi diketahui geografis Sumatera Barat yang berlembah dan berbukit. Tak hanya itu, Mak Itam juga sempat menjadi pajangan museum kereta api Ambarawa di antara 21 koleksi lokomotif uap lainnya. Pada awal masa kehadirannya di Sumatera Barat, lokomotif uap ini memiliki tugas untuk menarik atau mendorong rangkaian gerbong-gerbong dengan muatan batubara dari Sawahlunto ke Emmahaven atau Teluk Bayur di Padang. Mak Itam sendiri sudah pernah melintas di jalur yang ada di Sumatera Barat. Mak Itam ini juga tak hanya sebagai angkutan barang kereta api melainkan juga mengangkut penumpang. Lokomotif ini mampu beroperasi hingga tahun 1984 dan perlahan pengabdiannya sebagai angkutan berakhir secara perlahan. Sejak tahun 1950, Dinas Kereta Api (DKA) kemudian memodernisasi teknologi perkeretaapian dari uap ke diesel yang dianggap lebih efisien. Memang aktivitas lokomotif ini pensiun dari tugasnya yang membawa gerbong puluhan meter dengan isi batubara atau barang lainnya. Baca juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia Tetapi, aktivitas kerja mesin uap yang unik dengan tampilan klasik menjadikan lokomotif uap selalu mendapat perhatian. Memang Mak Itam sudah tak lagi beroperasi mengangkut batubara, kini fungsinya lebih ke wisata dengan menyusuri jalur Sawahlunto ke Muarokalaban (PP) dan melalui terowongan atau lubang kalam yang memiliki panjang 830 meter. Bahkan lokomotif E1060 atau Mak Itam ini diusulkan untuk menjadi cagar budaya. Ini dikarenakan Mak Itam memiliki sejarah adanya aktivitas tambang batubara yang dikelola Belanda pada masa itu.

Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara

Dipimpin oleh Kim Jong Un, Korea Utara menjelma sebagai negara yang paling terisolir di dunia. Ditambah budaya konflik dengan negara-negara di kawasan, serta sikap anti Amerika Serikat terkait uji coba nuklir, menjadikan Kim Jong Un sebagai pria yang paling ‘diburu’ di muka Bumi. Namun sejatinya bukan hanya Kim Jong Un yang membuat kontroversi, sebelumnya Sang Ayah, Kim Jong Il juga dikenal sebagai diktator yang lumayan nyaring mengorbankan semangat konfrontasi dengan dunia Barat. Meski begitu, Kim Jong Un tetap yang paling misterius, pasalnya informasi terkait pria yang dikenal sadis ini terbilang minim. Serba serbi diri Kim Jong Un sulit dilacak oleh intelijen asing. Baca juga: Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa Karena setiap pemimpin Korea Utara selalu menjadi ‘musuh’ dunia Barat, maka anggaran pembangunan militer miliar dollar dipatok untuk memperkuat pertahanan Negeri Komunis tersebut. Selain membangun militer yang kuat, pempimpin Korea Utara juga didukung moda transportasi andalan untuk menunjang mobilitas, tentunya dengan standar keamanan yang tinggi. Ada beberapa hal yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, bahwa Kim Jong Il memiliki kereta lapis baja yang dilengkapi dengan ruang konferensi, ruang komando, ruang tamu hingga kamar tidur. Tak hanya itu, di dalam kereta api berlapis baja ini juga tersimpan sebuah mobil mewah Mercedes Benz yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kereta lapis baja milik Kim Jong Il
Uniknya, kereta berlapis baja tersebut dibuat oleh Ayah Kim Jong Un, dikarenakan ketakutan yang dimilikinya jika melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat terbang. Kereta lapis baja ini biasa digunakan untuk pergi ke pabrik, pangkalan militer hingga ke negara tetangga lainnya seperti Cina dan Rusia yang berjarak 4.500 km dari Pyongyang. Kereta ini dilindungi oleh dummy, biasanya digunakan untuk mengecoh sasaran jika diincar oleh rudal. Kerennya di dalam kereta milik Kim Jong Il terdapat telepon satelit, televisi layar datar dan peralatan makan mewah yang bisa membuat pemimpin Korut ini nyaman selama perjalanan. Pada masa pemerintahannya, ayah dari Ki Jong Un ini memiliki enam kereta berlapis baja dengan terdiri dari 90 railcars. Dilengkapi dengan telepon satelit memudahkan pemimpinn bisa melakukan briefing atau memberikan perintah saat sedang bepergian. Sayangnya keamanan kemudian diperketat sejak terjadi ledakan di Ryongchon yang berada dekat perbatasan Cina tahun 2004 lalu. Ledakan tersebut diyakini disebabkan oleh sebuah kereta yang dilengkapi minyak dan bahan kimia serta menyentuh saluran listrik. Untungnya ledakan tersebut terjadi tiga jam setelah kereta Kim Jong Il melewati daerah tersebut. Dari rumor yang beredar ini bisa saja merupakan sebuah upaya sabotase. Untuk melakukan perjalanannya, Kim Jong Il membagi tiga kelompok kereta, yang pertama berada di depan untuk memeriksa keamanan jalur kereta api. Kemudian kereta yang membawa pemimpin dengan perbedaan waktu tunda dengan kereta pertama 20 sampai 30 menit dan kereta terakhir berisi staf keamanan tambahan dan peralatan komunikasi. Baca juga: Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II Sebelum dilakukan perjalanan, area yang dilintasi sudah disterilkan 24 jam sebelum keberangkatan. Tak hanya Kim Jong Il yang senang menggunakan kereta, ayahnya juga Kim Il Sung menggunakan kereta selama perang Korea sebagai markas besarnya. Kemudian membuat banyak istana yang aman dan banyak diantaranya langsung terakses dengan stasiun kereta api. Diperkirakan ada 19 istana yang hanya bisa diakses oleh kereta api pribadi. Perjalanan kereta terpanjang Kim Il Sung berlangsung tahun 1984 saat mengunjungi seluruh negara di Eropa Timur.

Akibat Amukan Istri, Qatar Airways Tujuan Bali Terpaksa Mendarat Darurat di India

Sebuah keluarga kecil asal Iran yang terdiri dari seorang suami, istri dan satu anak mereka, ikut dalam penerbangan Qatar Airways dari Doha dengan tujuan Denpasar, Bali pada Minggu 5 November 2017. Sayangnya penerbangan keluarga kecil itu harus berhenti di Chennai, India karena pilot pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat. Namun alasan pendaratan darurat ternyata bukan karena kerusakan teknis pesawat atau juga bukan karena cuaca buruk. Ternyata penyebab insiden ini karena adanya prahara yang tiba-tiba muncul di keluarga tersebut. Awalnya sang istri dengan sengaja mengintip telepon genggam milik suaminya. Saat itu diketahui sang suami sedang tertidur dengan pulasnya, kemudian wanita tersebut menekan tombol beranda (home). Baca juga: (Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (7/11/2017), bahwa hal yang tak disangka adalah wanita tersebut menemukan bukti-bukti perselingkuhan suaminya. Wanita tersebut dilaporkan telah mengonsumsi minuman beralkohol dan kemudian memulai pertengkaran dengan sang suami. Dikabarkan, sang wanita berperilaku tidak pantas saat awak kabin mencoba untuk menenangkannya. Situasi semakin tak terkendali dalam kabin, hingga akhirnya pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di bandara Chennai di India. Wanita tersebut beserta anak dan suaminya diturunkan di bandara Chennai kemudian pesawat tersebut melanjutkan perjalanannya ke Bali. Karena tidak ada masalah keamanan, satu keluarga ini kembali melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur. Kemudian dari Kuala Lumpur keluarga kecil tersebut naik pesawat kembali ke Doha. Seorang pejabat dari Central Industrial Security Force mengonfirmasi insiden tersebut. “Satu keluarga Iran dengan seorang wanita bersama suami dan satu anaknya dikeluarkan oleh Qatar Airways karena telah berperilaku buruk kepada awak kabin dalam penerbangan,” ujar pejabat tersebut. Mereka dikirim ke Kuala Lumpur dengan pesawat Batik Air 6019 untuk perjalanan kembali pulang ke Doha. Saat dikonfirmasi, pihak Qatar Airways mengatakan, sehubungan dengan privasi penumpang, Qatar tidak mengomentari kasus individual. Baca juga: Jika Terjadi Perkelahian di Kabin, Pilot Bisa Berlakukan Prosedur Pendaratan Darurat Hal ini juga pernah terjadi tahun 2014 lalu dimana sepasang pengantin baru yang terbang dari Atlanta menuju Costa Rica akan berbulan madu. Diketahui, sang suami mabuk dan membuat heboh di pesawat Delta Airlines yang mereka tumpangi. Akibat kejadian ini, pesawat terpaksa mendarat darurat di bandara Pulau Grand Cayman dan sang pria di amankan sementara pengantin perempuan tetap berada di pesawat melanjutkan penerbangan menuju San Jose, Costa Rica.