Tragedi Garut Tegaskan Banyak Titik Rawan Longsor di Sepanjang Jalur Kereta di Tanah Pasundan

Hujan deras yang mengguyur Tanah Pasundan beberapa waktu lalu tidak hanya berdampak pada ‘tenggelamnya’ beberapa rumah warga, melainkan memutuskan salah satu nadi mobilitas warga di Garut. Ya, bencana longsor yang terjadi di antara Stasiun Cipeundeuy-Bumiwaluya pada Rabu (22/11/2017) sekitar pukul 18.04 WIB memaksa tujuh perjalanan kereta dari arah Bandung menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa dialihkan ke jalur utara untuk sementara. Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, dampak dari hujan deras yang terjadi ternyata tidak hanya menyebabkan longsor, melainkan ada beberapa titik di jalur kereta tersebut yang terendam banjir. “Banjir merendam Stasiun Kereta Cipeundeuy. Akibatnya jalur kereta terendam air. Longsor juga menutup jalur kereta di Kampung Cidahu, Desa Haurkuning, akibatnya rel kereta mengalami pergeseran,” ungkap Camat Malangbong, Teten Sundara, dikutip dari laman tribunnews.com (22/11/2017). Sudah barang tentu, beberapa kereta api yang hendak melintasi titik longsor tersebut tidak bisa melintas dan membuat ratusan penumpangnya terlantar. Diperkirakan ada 184 penumpang KA Argo Wilis jurusan Surabaya-Bandung tertahan di stasiun Cipeundeuy. Menindaklanjuti bencana tersebut, PT KAI langsung berkoordinasi dan menyediakan kendaraan pengganti untuk para penumpang yang terlantar tersebut. “Tiga kereta yang mau ke Bandung dipindahkan naik bus,” ungkap salah satu sumber dari PT KAI. Musim hujan di penghujung tahun 2017 ini memang menjadi momok yang menakutkan tidak hanya bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, melainkan PT KAI pun turut cemas bencana seperti ini akan menghambat perjalanan beberapa armadanya. Bagaimana tidak, rute kereta di Jawa Barat khususnya  terkenal dengan jalurnya yang membelah bukit dan melintasi jurang, maka tidak heran jika ada beberapa titik di sepanjang jalur kereta ini yang masuk ke dalam kategori rawan longsor. Baca Juga: Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi II Bandung, Zunerfin mengatakan ada tiga daerah sepanjang lintasan kereta yang disinyalir sebagai titik rawan longsor. Ketiga lokasi itu berada di Ciganea, Kabupaten Purwakarta; Bumi Waluya, Kabupaten Garut; dan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Tahun lalu saja, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat ada 121 titik rawan longsor di sepanjang jalur kereta api Pulau Jawa dan Sumatera. Akankah titik rawan longsor tersebut semakin bertambah banyak dewasa ini?

Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Maraknya kecelakaan yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu belakangan ini mendorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan serangkaian investigasi. Nantinya, hasil dari investigasi akan melahirkan sebuah rekomendasi yang ditujukan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat dilakukan perbaikan. Tidak hanya sebatas rekomendasi terhadap operator jasa transportasi, infrastruktur pun tidak luput dari objek investigasi KNKT. Alhasil, mereka menemukan banyak hal-hal yang menyalahi aturan sehingga dapat diketahui penyebab pasti terjadinya suatu kecelakaan. Baca Juga: Dibentuk Sejak 1993, KNKT Sinergikan Para Investigator Kecelakaan di Tiga Moda Sebagai contoh, dalam data statistik yang diterima oleh KabarPenumpang.com, KNKT menginvestigasi sebanyak 32 kecelakaan pada rentang tahun 2012 hingga 2016 kemarin, yang meliputi tabrakan sebanyak 20 kasus, moda yang terguling sebanyak 10 kasus, dan moda yang terbakar sebanyak dua kasus. Mungkin angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah kecelakaan yang tidak diinvestigasi oleh KNKT, namun dari situ bisa dilihat bahwa KNKT menunjukkan eksistensinya dalam menangani kasus yang bergulir di ranahnya. Sebut saja tabrakan yang terjadi antara mobil barang dan mobil penumpang di Jl. Raya Desa Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur pada 6 Maret 2016 silam, atau kasus tergulingnya truk di Jl. Tresno Bawang, Dusun Baron Batang, Jawa Tengah pada 5 September 2016. Dari investigasi yang dilakukan oleh KNKT, mereka menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan rentetan kecelakaan tersebut seolah terulang. Poin utama yang masih mendominasi penyebab kecelakaan di Indonesia adalah dari kondisi si pengemudi itu sendiri. Jam kerja yang melebihi batas dinilai KNKT sebagai salah satu sumbu yang memicu kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan yang tidak lolos uji berkala hingga kendaraan yang dimodifikasi pun melengkapi faktor penyebab kecelakaan di Indonesia. Beragam rekomendasi pun terbit seiring ditutupnya proses investigasi. Soerjanto Tjahjono selaku ketua KNKT pun membeberkan beberapa rekomendasi yang pernah ditelurkan oleh KNKT dalam usahanya untuk merubah kebiasaan buruk pengguna jalan raya di Indonesia. “Ada 11 poin rekomendasi yang kita keluarkan, salah satunya adalah mewujudkan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan untuk membuat basis data nasional dengan format yang seragam mengenai Kendaraan Bermotor Wajib Uji di seluruh Indonesia yang mudah diakses secara real time,” tutur Soerjanto dalam acara Forum Group Discussion yang dilakukan di Kantor KNKT, Selasa (21/11/2017). Tapi, dibalik semua rekomendasi tersebut, terselip satu fakta miris. “Hanya enam persen yang menindaklanjuti rekomendasi kami,” ungkap Soerjanto. Dengan perbandingan banyaknya rekomendasi KNKT tentang keselamatan berkendara dan pengaplikasiannya oleh pihak terkait yang hanya enam persen tersebut tentu ini menjadi sebuah ironi, bukan hanya bagi KNKT saja, tapi juga kepada seluruh pengguna jalan raya, operator transportasi atau pihak terkait yang seolah tidak mengindahkan rekomendasi tersebut. Baca Juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT” Jika digambarkan, pengguna jalan atau pihak terkait lainnya yang menjadi korban kecelakaan berkoar meminta peradilan, padahal sebelumnya KNKT sudah memberikan rekomendasi yang diyakini bisa merubah keadaan menjadi lebih baik. Dan kejadian tersebut terus terulang dan berulang. Haruskah KNKT mengambil tindakan yang lebih kongkret dalam menjalankan tugasnya? Agaknya opsi tersebut bisa dinomor-duakan dan yang terpenting dibanding itu adalah kesadaran dari pengguna jalan dan pihak terkait untuk menerima, mempertimbangkan, dan mengaplikasikan rekomendasi tersebut sehingga sehingga kondisi selamat dalam berkendara dapat direalisasikan.

Lagi, Insiden Drone Tabrak Pesawat Komersial Kembali Terulang

Walaupun di beberapa negara sudah dikeluarkan ultimatum tentang pelarangan menggunakan pesawat tak berawak (drone) di radius tertentu dari bandara, tetapi hal ini seolah tidak diindahkan oleh masyarakat. Alhasil, insiden tabrakan antara pesawat penumpang dan drone ini terus terulang. Seperti yang terjadi di Argentina, 12 November 2017 silam, dimana sebuah drone menabrak Boeing 737-800 milik maskapai Aerolineas Argentinas. Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman rt.com (12/11/2017), drone tersebut menghantam mesin sebelah kanan pesawat yang bertolak dari Trelew, sebelah timur laut dari Patagonia. Kejadian tersebut terjadi ketika pesawat meliintas di atas Tierra Santa Theme Park, tepat sebelum pesawat Aerolineas Argentinas mendarat di bandara Jorge Newbery di Buenos Aires, Argentina. Untungnya, pesawat tidak mengalami kerusakan hebat ketika ditabrak dan bisa mendarat dengan selamat. Sang pilot yang berhasil mendaratkan pesawat tersebut kemudian melaporkan kejadian yang baru saja ia alami ke menara pengawas. “Tiga minggu lalu, di tempat yang sama, sebuah drone melintas mungkin hanya lima meter saja di depan kami. Jarak yang sangat dekat,” tutur sang pilot. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden berbahaya tersebut, namun pihak maskapai harus menerima pil pahit manakala tabrakan dengan drone itu meninggalkan kerusakan ringan. “Akibat kejadian tersebut, pesawat mengalami kerusakan ringan. Untuk sementara, pesawat tersebut tidak beroperasi untuk menjalani inspeksi mendalam,” tulis Aerolineas Argentinas dalam sebuah pernyataan. Diketahui, insiden tabrakan ini tengah diselidiki oleh National Civil Aviation Administration (ANAC) dan Civil Aviation Accident Investigation Board (JIAAC). Sebagaimana yang tertuang dalam ANAC’s Provisional Regulation of Unmanned Aerial pasal 6 menyebutkan tentang pelarangan pengoperasian kendaraan udara atau sistem kendaraan udara yang dikemudikan dari jarak jauh di wilayah udara terkontrol, koridor visual, dan helikopter. Kecuali pihak terkait sudah mengantongi izin terlebih dahulu dari pihak bandara. Tidak hanya di Argentina, drone juga diketahui telah menabrak sebuah pesawat twin-engined propeller di Kanada pada 16 Oktober 2017 kemarin. Kejadiannya hampir serupa dengan yang terjadi di Argentina, dimana Skyjet Beech King Air 100 tengah bergerak mendekati Bandara Internasional Jean Lesage di Kota Quebec, dan dihantam oleh sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang tidak dikenal. Baca Juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan bahwa drone itu terbang di ketinggian sekitar 1.500 kaki, tiga mil dari bandara. Itu menandakan bahwa drone tersebut terbang 500 kaki di atas batas yang diizinkan. Untungnya, pesawat Skyjet Beech King Air 100 dapat mendarat dengan selamat dan hanya mengalami kerusakan minor. “Jika tidak ditindaklanjuti, insiden seperti ini bisa terulang lagi dengan skala yang lebih serius.” Ungkap Marc dilansir dari sumber berbeda.

Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Daerah operasi layanan kereta di Indonesia terbagi antara di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Dibangun sejak era kolonial Belanda, jalur kereta di Jawa dan Sumatera jelas punya sejarah panjang. Guna mengenang sejarah perkeretaapian, PT KAI lantas membangun Museum Kereta Api di Ambarawa. Tentu sudah tak asing lagi nama Ambarawa sebagai lokasi museum kereta. Tapi tahukah Anda, bahwa museum kereta tak cuma di Ambarawa, dan persisnya bukan hanya di Jawa saja. Baca juga: Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa Ya, stasiun kereta api Sawahlunto, menjadi museum kereta kedua yang termasuk dalam Divisi Region (Divre) II Sumatera Barat. Terletak di Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar kota Sawahlunto, Sumatera Barat, salah satu stasiun yang masih aktif ini akhirnya berubah fungsi menjadi museum sejak 17 Desember 2005 setelah diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, keberadaan stasiun Sawahlunto berkaitan erat dengan aktivitas penambangan batubara yang dilakukan secara besar–besaran oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Koleksi bagian dalam museum kereta api Sawahlunto (tripadvisor.co.uk)
Untuk memperlancar pengangkutan batubara, Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan membangun jalur kereta api sepanjang 150 kilometer dari Pelabuhan Emmahaven (Teluk Bayur) ke Sawahlunto dengan melintasi Lembah Anai dan menyusuri Danau Singkarak. Pembangunan jalur kereta ini dilakukan Sumatra Staats Spoorwegen atau perusahaan kereta api negara Sumatera mulai tahun 1891 dan selesai seluruhnya pada tahun 1894. Sedangkan gedung stasiun kereta api Sawahlunto sendiri dibangun pada 1912 dan memulainya untuk kepentingan pengangkutan batubara. Selama lebih dari 100 tahun kereta pengangkut batubara ini mampu menarik 200 gerbong yang berisikan batubara kualitas terbaik pada jaman penjajahan Belanda. Sayangnya awal tahun 2000-an kemerosotan yang sangat tajam terjadi pada hasil batubara dan puncaknya pada 2003 sehingga pengangkutan batubara dengan kereta api dihentikan. Hingga saat ini stasiun hanya digunakan untuk melayani kereta wisata sewa dan reguler pada hari Minggu. Museum kereta api Sawahlunto buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB, kecuali hari Senin ditutup untuk perawatan. Tiket masuknya pun tak mahal hanya Rp3.000 untuk umum, sedangkan pelajar dan anak-anak dikenakan tarif  Rp1.000. Didalam museum, Anda akan disuguhkan video sejarah museum kereta api Sawahlunto dan beberapa koleksi yang berada di dalamnya seperti jam, alat-alat sinyal atau komunikasi, miniatur lokomotif, brankas, dongkrak rel, label pabrik pembuatan lokomotif, timbangan, lonceng penjaga, baterai lokomotif dan foto dokumentasi yang tersusun rapi menghiasi dinding museum. Dibagian luar museum ini, dibuat patung Dr JW Ijzerman yang merupakan seorang insinyur utama jawatan kereta api Belanda yang memiliki pengaruh dibalik pembangunan kereta api Hindia Belanda.
Lokomotif Mak Itam yang kini berada di museum kereta api Sawahlunto
Tak jauh dari museum, tepatnya disamping terdapat depo tempat disimpannya lokomotif uap nomor seri E1060 buatan Jerman yang dikenal dengan Mak Itam. Nama Mak Itam, bukanlah asing di dengar, sebab lokomotif ini dulunya sempat bertengger di museum kereta api Ambarawa dan dipulangkan kembali keasalnya di Sawahlunto tahun 2008 lalu. Baca juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia Setelah kembali ketanah Minang, Mak Itam kembali dihidupkan sebagai salah satu obyek wisata andalan Sawahlunto. Dihidupkannya kembali agar mengenang kejayaan industri batubara yang pernah ada dikota ini. Dengan lokomotif Mak Itam, pelancong akan diajak berwisata diatas rel dari Sawahlunto ke Muara Kalaban yang berjarak 8 km. Dalam perjalanan ini, Mak Itam akan melalui terowongan yang dikenal dengan sebutan Lubang Kalam dengan panjang 800 meter. Lintasan dalam terowongan ini separuhnya naik menanjak.

Awal Beroperasi, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Akan Digratiskan!

Proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta akan rampung pada 25 November mendatang. Dengan rampungnya pengerjaan proyek, maka akan dilakukan soft opening oleh PT Railink, perusahaan hasil joint venture antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Angkasa Pura II. Baca juga: PT Railink Rilis Jadwal Perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Sudirman Baru KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, pada pengoperasiannya yang akan dimulai pada Desember 2017, tarif kereta Basoetta akan dibebaskan alias gratis untuk penumpang baik dari bandara ataupun tujuan ke bandara. Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kereta Basoetta akan mulai beroperasi secara komersial pada Januari 2018 mendatang. “Kami akan lakukan seperti itu (gratis), bisa sebulan sampai akhir tahun. Setelah itu baru komersial,” ujar Didiek yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai sumber (22/11/2017).
Jadwal kereta bandara Soetta
Dia mengatakan, untuk tarif tiket kereta bandara ini, KAI dan Railink masih mengkaji serta menegaskan akan lebih murah dari tarif taksi biasa menuju Bandara Soetta atau kurang dari Rp100 ribu. “Belum ditetapkan tapi kajiannya antara Rp 75-100 ribu. Sekarang kalau kita naik taksi tuh dari bandara Soetta ke sini kan di atas Rp 100 ribu,” tambahnya. Didiek mengatakan, nantinya dalam satu hari kereta bandara akan memiliki frekuensi sebanyak 80 perjalanan dan waktu penjemputan dilakukan setiap 15 menit saat jam sibuk serta 30 menit pada jam lenggang. Dia menambahkan, pada tahap awal titik keberangkatan kereta bandara dimulai dari stasiun Sudirman Baru, karena pembangunan di stasiun Manggarai belum rampung. “Secara prasarana, hari-hari ini kami finalisasi, di stasiun Batu Ceper. Maksimal tanggal 25 selesai. Secara sarana, kereta sudah kami terima 10 trainset dari INKA,” jelasnya. Diketahui, sebenarnya uji coba kereta bandara ini akan dimulai pada November 2017, namun mundur menjadi Desember 2017 mendatang. Mundurnya uji coba ini dikarenakan adanya penyesuaian sinyal dengan pengoperasian kereta rel listrik (KRL). Baca juga: Pyka, Aplikasi Unik Untuk Penumpang Yang Sering Ketiduran di Kereta “Mungkin kami undur sedikit sampai tanggal 1-2 Desember 2017. Ini kan yang dicek adalah sistemnya terus slotnya, kami cek dengan kereta-kereta yang ada,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. PT KAI menargetkan bisa memperoleh pendapatan dari KA Basoetta sebesar Rp 122 miliar di 2018 dan naik jadi Rp 557 miliar di 2019.

Tahun 2050: Turbulensi Udara Bakal Tiga Kali Lebih Dahsyat

Sebuah studi menyebutkan bahwa perubahan iklim dapat memicu turbulensi yang hampir tiga kali lipat lebih hebat dari yang terjadi sekarang. Diperkirakan, peningkatan turbulensi ini terjadi  pada rentang periode 2050 hingga 2080 mendatang. Tak ayal, hasil studi yang mengejutkan ini seolah menjadi momok tersendiri, tidak hanya bagi seluruh pelaku usaha di dunia aviasi, melainkan para penumpang juga merasa perjalanannya kelak menjadi lebih ‘berguncang’. Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman abcnews.go.com, penerbangan di atas Atlantik Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan turbulensi sebesar 180 persen dari yang terjadi dewasa ini. Dengan kata lain, tingkat in-flight bumpiness juga akan lebih kuat ketimbang gaya gravitasi yang mampu untuk mengguncang penumpang di dalam kabin lebih parah. Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak penumpang yang merasa takut jika pesawat yang mereka tumpangi dilanda turbulensi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters juga menyebutkan bahwa penerbangan di Amerika Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan turbulensi sebesar 110 persen, berbeda 50 persen dari penerbangan di Eropa yang diperkirakan akan meningkat ke angka 160 persen. “Bisa saja penumpang mengenakan sabuk pengaman dua hingga tiga kali lebih lama di masa yang akan datang,” tutur Paul Wiliams, penulis jurnal dan seorang professor di bidang atmospheric science dari University of Reading di Inggris. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan turbulensi di langit yang bersih, tidak ada awan ataupun peringatan tentang badai. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa perubahan iklim yang cukup ekstrem belakangan ini mempengaruhi tingkat turbulensi yang terjadi, bahkan di seluruh dunia. Paul menuturkan bahwa dari penelitian yang menggunakan beberapa teknologi pemantauan iklim berbasis komputerisasi ini juga menemukan bahwa peningkatan turbulensi akan terjadi pada ketinggian yang berbeda sepanjang tahun. Selain itu, para periset juga menemukan bahwa suhu global akan berubah secara lebih ‘kasar’ dan lebih sering pada ketinggian yang lebih tinggi dari rute penerbangan jet komersial. Statemen ini pula yang akhirnya menguatkan kesimpulan para peneliti tentang peningkatan turbulensi yang disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrem. Baca Juga: Hadapi Petir, Es dan Angin Kencang, Pesawat Sejatinya Telah Dirancang Untuk Kondisi Ekstrim Paul mengatakan bahwa turbulensi merupakan salah satu penyebab kecelakaan terbesar di dunia aviasi. Peningkatan turbulensi di masa depan tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada peningkatan jumlah kecelakaan udara. “Saya pikir kita akan melihat lebih banyak kecelakaan di masa yang akan datang,” pungkasnya. Mengingat masih banyak pesawat yang belum dirakit untuk tahun 2050 mendatang, Paul mengatakan bahwa hadirnya teknologi pendeteksi turbulensi akan sangat bermanfaat untuk mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi.

Inilah Beberapa Fakta Seputar LRT Kanada yang Layak Diketahui

Sebentar lagi, Kanada akan memiliki sebuah moda transportasi umum baru yang akan disandingkan dengan para pendahulunya, yaitu Light Rapit Transit (LRT). Rencananya, kereta yang akan beroperasi sepanjang 19 km dari Fairway ke Conestoga Mall ini akan mulai mengular pada musim semi mendatang. Lalu, apa saja fakta-fakta yang tersembunyi dibalik proyek LRT Kanada ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa fakta tersebut, dilansir dari laman therecord.com. Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya? Biaya yang Cukup Terjangkau Untuk single trip menggunakan moda ini, penumpang akan dikenakan biaya sebesar USD$ 3,25. Harga tersebut setara dengan tiket bus Grand River Transit. Tentu saja, harga tiket akan menyesuaikan jika Anda membelinya dalam partai besar atau mendapatkan diskon. Layaknya kebanyakan stasiun Commuter Line di Jakarta, nantinya LRT ini akan menggunakan sebuah vending machine untuk mengeluarkan tiket yang sudah dibayar oleh penumpang sesuai tujuan yang mereka input. Sesekali, petugas keamanan juga akan melakukan pengecekan kepada para penumpang untuk memastikan apakah mereka sudah membeli tiket apa belum. Bagaimana Dengan Rute LRT Tersebut? Hampir di setiap negara, kereta api memiliki jalur mandiri yang tidak terinterupsi oleh pengguna jalan lainnya. Lampu lalu lintas, dan gerbang di beberapa tempat, akan menghentikan kendaraan saat kereta ringan ini datang. “Pengguna jalan akan membiasakan diri,” kata Dewan Daerah Waterloo, Tom Galloway. Bagaimana Jika Salju Menutupi Jalan? Di tempat-tempat seperti King Street, Tom Galloway mengatakan bahwa rencananya adalah menggiring salju ke truk-truk sampah dan membawanya lebih sering dari sebelumnya. Di jalur kereta sendiri, kereta api akan mendorong salju menjauh dari trek. Untuk salju dalam jumlah yang besar, ada perangkat khusus yang digunakan di trek untuk membersihkan salju dari rel. LRT Bisa Mengangkut Sepeda Pesepeda bisa mengikuti jalan yang sama dengan jalur kereta api. Nantinya, aka nada sebuah jalur paralel dengan rel kereta yang dikhususkan untuk para pesepeda. Selain itu, ada juga jalur multi-guna yang sejajar dengan keduanya. Sesuai rencana, LRT di Kanada ini juga akan memungkinkan para pesepeda untuk membawa sepedanya ke dalam gerbong. Bagaimana Jika Pengguna Jalan Dalam Keadaan Darurat? “Jika mereka perlu, kendaraan darurat akan diperbolehkan untuk naik ke tepi jalan dan berkendara di ‘jalur cepat’ untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan,” kata Tom Galloway. Masinis LRT akan mengalah untuk mereka yang sedang dalam kondisi darurat. “Sistem LRT akan mengalah kepada mobil pemadam, ambulans dan polisi,” imbuh Tom. Bagaimana Lahan Parkir yang Tersedia? Akan ada tempat parkir di stasiun-stasiun tertentu di sepanjang rute, termasuk terminal transit Fairway yang baru. Diketahui, sebanyak 200 tempat parkir sedang dibangun untuk menunjang prasarana stasiun. Untuk kasus di stasiun lain, beberapa di antaranya sudah memiliki lahan parkir, termasuk Conestoga Mall dan University of Waterloo. Baca Juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017 Bagaimana Ketersediaan Layanan Bus? “Akan ada lebih banyak rute bus ekspres yang membawa orang ke perhentian LRT di seluruh kota,” kata Tom Galloway. Rute iXpress timur-barat di sepanjang Ottawa Street, rencananya akan mulai beroperasi pada bulan Januari mendatang adalah salah satu contohnya. Rute bus ini akan terhubung dengan stasiun Mill Street. Akan ada banyak stasiun lain yang menjadi hub dengan terminal bus yang menghubungkan penumpang ke rute lainnya.

Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal

Walaupun kerap kali terlihat mejeng di area bandara, namun tidak jarang juga kita melihat tangga penghubung ruang tunggu dan pintu pesawat ini tak digunakan. Ya, garbarata memang tidak melulu digunakan oleh pihak bandara sebagai media untuk memasukkan penumpang ke dalam pesawat. Jika tidak selalu digunakan, lalu kapan salah satu infrastuktur tambahan yang menandakan kemajuan suatu bandara ini dipakai? Apakah hanya orang-orang penting saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya? Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, mantan Public Relation Manager Angkasa Pura II, Chaerul Anwar mengatakan bahwa jarangnya penggunaan garbarata ini dikarenakan oleh keterbatasan parking stand. Tidak hanya itu, Chaerul juga menambahkan bahwa setiap maskapai memiliki jadwalnya sendiri untuk menggunakan fasilitas pelengkap penerbangan tersebut. “Misalnya di Soekarno Hatta, garbarata sudah terjadwal untuk pesawat domestik maupun mancanegara. Ketika garbarata itu kosong tidak digunakan, pasti dalam waktu dekat ada pesawat lain akan datang menggunakan gabarata yang telah dijadwalkan,” ungkap Chaerul, dikutip dari laman NationalGeographic.co.id. Dengan kata lain, penggunaan garbarata tidak bisa sembarangan karena dikhawatirkan akan mengganggu operasional di lapangan. Kehadirannya jelas berpengaruh kepada kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang. Tentu penumpang akan merasa lebih nyaman menggunakan garbarata ketimbang harus turun menuju tarmac lalu diantarkan menggunakan bus ke pintu pesawat. “Kita tetap usahakan untuk kenyamanan penumpang. Walaupun tak dapat garbarata, tetap disediakan bus untuk ke pesawat,” sambungnya, dilansir dari sumber berbeda. Selain memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang, hadrinya garbarata juga dapat menanggulangi cuaca buruk yang sedang terjadi di luar sana. Dapat dibayangkan jika kondisi cuaca sedang hujan besar dan tidak ada garbarata yang dapat menyambungkan ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat, tentu penumpang akan menggunakan payung menuju atau dari pintu pesawat. Tidak menutup kemungkinan contoh kasus seperti ini akan berimbas buruk pada pencitraan bandara bersangkutan. Dalam kasus penggunaan garbarata ini, pihak Angkasa Pura I dan II selaku operator bandara di Indonesia memegang andil besar dalam menentukan jadwal penggunaan garbarata. Pertama, pihak Angkasa Pura akan menerima jadwal penerbangan dari seluruh maskapai yang ada di suatu bandara, lalu mereka akan menentukan parking stand dan maskapai mana saja yang dapat menggunakan fasilitas garbarata ini. Baca Juga: Ceroboh, Pramugari Ini Jatuh ke Tarmak dan Alami Patah Tulang Chaerul melanjutkan bahwa peraturan tentang penggunaan garbarata ini tidak hanya berlaku di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, penggunaan garbarata pun tidak bisa sembarangan, karena ukuran dan letak pintu setiap pesawat berbeda-beda. “Jika jembatan penyebrangan penumpang (garbarata) tidak dipasang dengan benar, dikhawatirkan akan mengganggu jadwal penerbangan, dan kemungkinan terburuknya adalah bisa menyebabkan kecelakaan yang merusak pesawat,” ungkap Direktur ST Engineering – NTU Corporate Lab., Paul Tan.

Smart City dan Smart Airport, Bukti Integrasi Yang Tak Terpisahkan

Layaknya konsep Smart City yang sudah mulai diterapkan di beberapa kota besar, konsep Smart Airport pun seolah ikut tergiring arus sehingga kerap kali ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, bandara merupakan salah satu pintu masuk ke suatu negara atau kota sekaligus citra untuk menggambarkan kehidupan di kota itu sendiri. Tak ayal, banyak bandara di berbagai belahan dunia yang disolek sedemikian rupa sehingga dapat mencitrakan kondisi negara atau kota. Baca Juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus Bahkan, Richard Van Wijk selaku kepala dari Aviation Practice, Nokia, mengatakan bahwa setiap Smart City layak untuk mengoperasikan Smart Airport, dimana jantung dari kedua konsep futuristik ini terletak di jaringan komunikasinya. Lebih lanjut, Richard mengatakan bahwa dunia penerbangan komersial adalah bisnis yang sangat kompetitif yang mengharuskan setiap operator bandara perlu membuat dirinya lebih berkarakter, tanpa mengindahkan keamanan dan kenyamanan para pelancong. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman smartcitiesworld.net (31/10/2017), Richard mengatakan bahwa yang terpenting dari semuanya adalah jaringan komunikasi, karena ia menilai bahwa Smart City, Smart Airport, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya bergantung pada data dan jaringan komunikasi yang menumpunya. Tentu saja, bandara mengandalkan jaringan komunikasi selama bertahun-tahun, namun tuntutan yang diajukan pada mereka telah berubah secara dramatis belakangan ini. Salah satu terobosan yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi di bandara adalah jaringan Internet Protocol/Multi-Protocol Label Switching (IP/MPLS). IP/MPLS memiliki kemampuan untuk memisahkan lalu lintas data, hingga menunjang prioritas layanan. Tidak hanya itu, IP/MPLS juga dapat memprediksi kinerja yang tumbuh pada jaringan dan memberikan tingkat fleksibilitas, keamanan, keandalan, dan ketahanan yang diperlukan. Itu berarti, kehadiran IP/MPLS dapat mengamankan integritas video CCTV bandara dalam situasi apapun. Bandara juga memiliki kebutuhan untuk mendukung layanan broadband nirkabel, dan memerlukan teknologi yang dapat melengkapi atau bahkan mengganti sistem Land Mobile Radio (LMR) yang ada, dimana sistem tersebut dioptimalkan untuk layanan suara, bukan data. Selain itu, teknologi yang tengah dieksplorasi oleh pihak bandara dalam upayanya untuk meningkatkan jaringan komunikasi di sana adalah Internet of Things (IoT), yang menjanjikan pengelolaan siklus dari ribuan sensor dan memastikan kinerja mereka tetap aman. Masalah pada sensor yang kerap kali terjadi di bandara dipercaya dapat ditangani dengan mengaplikasikan sistem IoT. Baca Juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things Alih-alih menggunakan jaringan 4G LTE global yang berbaur dengan pengguna jaringan lain, Smart Airport akan menggunakan sebuah jaringan LTE broadband pribadi yang dikombinasikan dengan jalur data transport IP/MPLS Airport Campus dan sistem IoT. Penggabungan tersebut dinilai ampuh untuk mengentaskan masalah volume penumpang di bandara yang kian hari kian meningkat itu. Pada akhirnya, jaringan komunikasi dapat memiliki dampak yang substansial terhadap daya saing dan keberhasilan bandara manapun. Akibatnya, operator bandara perlu mengevaluasi pilihan mereka dengan hati-hati dan meletakkan dasar yang memungkinkan mereka terus menyesuaikan diri dengan perubahan di pasar dan pengenalan teknologi dan layanan baru.

Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan Segar

Kapal pesiar punya restoran dengan hidangan makanan enak dan segar? Ini sudah pasti, sebab tak mungkin sebuah kapal pesiar tak menyajikan makanan enak dengan bahan yang masih segar. Apalagi jika saat memakannya seperti merasakan disuatu tempat seperti kebun anggur atau lainnya. Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au, ternyata ada beberapa kapal pesiar yang memiliki restoran dengan menyediakan makanan segar dan bisa di suguhkan langsung sebagai layanan kamar ataupun makan di restorannya. Berikut ini kapal pesiar yang memiliki restoran dengan menyediakan makanan enak dan segar. 1. Hurtigruten Kapal pesiar yang membawa penumpang dari pantai barat dan utara Norwegia dan melayani perjalanan Antartika, Greenland, Islandia dan melintasi Translantik ini memiliki hidangan yang berbeda setiap rutenya. Restoran di kapal Hurtigruten mengumpulkan bahan segar dalam perjalanan seperti saat di Reykjavik kepala koki menelpon nelayan untuk menanyakan ikan segar yang baru di tangkap. Restoran kapal pesiar ini menyajikan sup domba Icelandic, fillet salmon Atlantik yang dipanggang dan ikan rebus Nordik. Tak hanya itu, jika kapal ini sedang bersandar ke sebuah pulau, penumpang bisa makan di pinggir pantai sembari menunggu pelayaran berlanjut.
(Celebrity Cruise)
2. Silversea Muse Memiliki delapan pilihan restoran, kapal pesiar yang satu ini memberikan banyak pilihan tempat makan dari pada kapal pesiar lainnya. Anda bisa menikmati makan malam yang menyenangkan dan tidak akan mendapatkan jenis hidangan yang sama seperti tepanyakki atau steak. Namun, makanan yang disajikan akan selalu baru setiap harinya. Jika Anda bingung memilih untuk makan di restoran kapal pesiar ini, bisa menggunakan layanan kamar dan memilih tiga hidangan yang di sukai. Nantinya pelayanan ini akan disajikan oleh pelayan kabin Anda sendiri.
Fiorentina di Manfredi (Viking Cruises)
3. Viking Ocean Cruises Menu andalan restoran dari kapal pesiar yang satu ini adalah bistecca fiorentina di restoran Manfredi. Restoran Italia terbaik di kapal pesiar manapun. Daging yang tebal dimasak dengan minyak bawang putih dan bubuk jamur porcini dan tomat ceri serta di beri tambahan bayam dan kentang. Ini favorit di kapal Viking, tapi jangan takut, Anda juga masih bisa menikmati makanan penutup seperti tiramisu.
(Uniworld Cruise)
4. Uniworld Kapal pesiar yang memiliki rute sungai ini, memberikan santapan terbaik. bahan-bahan berkualitas di piring makanan yang menarik coccok dengan wine yang juga pilihan terbaik. Restoran Maria Theresa yang berada di kapal pesiar satu ini menghidangkan roti bagel buatan sendiri, muesli dan teh untuk sarapan dan salad yang segar untuk teman makan siang yang segar. Ada empat menu makan malam yang membuat Anda, seperti menikmati tortelini sebelum menyantap daging panggang dan puding hazelnut yang meleleh di mulut. Restoran ini juga menghadirkan makanan bernama Danube berisi keju Australia dengan sosis jerman di dalamnya. Makan penutup khas Hungaria yang berlapis krim cukup membuat Anda tersenyum saaat menikmatinya hingga habis. Baca juga: Ini Dia! Delapan Terminal Kapal Pesiar Termewah di Dunia 5. Celebrity Cruise Grand Cuvee menjadi salah satu tempat makan terbaik di atas laut tepatnya di kapal pesiar Celebrity. Menghadirkan sajian makan malam yang memiliki standar internasional, Grand Cuvee menyajikan sup kentang berbumbu manis, cemar ikan Cajun, pasta gorgonzola dan sorbet kelapa. Makanan pokok atau sajian utama yang dihidangkan yakni lobster bisque, escargots dan sup bawang Prancis. Tak hanya makanan pokok ini saja, Celebrity Cruise juga menyajikan hidangan vegetarian dengan rendah kalori dan bebas gula.