Frank Hachem, Inilah Pengemudi Bus Tingkat Terpendek di Dunia

Seorang pengemudi bus tingkat dua bernama Frank Hachem menganggap dirinya adalah pengemudi bus terpendek di dunia dengan tinggi hanya 4 kaki 6 inci atau sekitar 1,37 meter. Ayah dua anak ini bekerja di Stagecoach dan harus menurunkan tempat duduknya sehingga bisa mencapai pedal gas dan rem untuk mengemudikan bus dua tingkat tersebut. Baca juga: Double Decker, Kompetisi Baru di Layanan Bus AKAP KabarPenumpang.com yang melansir dari laman mirror.co.uk (10/11/2017), bahwa pria 55 tahun ini ingin menunjukkan bahwa ketidaksempurnaan pada dirinya bukanlah halangan untuk menemukan pekerjaan. Awalnya saat melamar bekerja, Frank sempat takut tidak diterima kerja dan berpikir tidak akan mencapai pedal.
Frank Hachem pengemudi bus double decker (mirror.co.uk)
“Ketika pertama kali tahu tentang pekerjaan itu, saya bertanya kepada manajer, saya memiliki tinggi hanya 4 kaki 6 inci, jadi saya tidak tahu apakah saya bisa mecapai pedal. Kemudian manajer itu berkata, jika saya lulus ujian, mereka akan memasukkan saya melalui pelatihan. Manajer itu memperlakukan saya seperti manusia lainnya dan tidak pernah menganggap diri saya sebagai orang kecil,” ujar Frank. Tetapi hingga kini setelah kekhawatirannya, ternyata sudah delapan bulan Frank mengemudikan bus tingkat tersebut. Dia mengakui, bahwa mengemudikan bus tingkat atau double decker adalah tantangan bagi banyak orang, tetapi tidak untuk dirinya. Bahkan Frank mau menunjukkan kepada orang-orang cacat bahwa mereka tidak seharunya berhenti dan tidak bisa melakukan apapun dengan mengatakan “saya tidak dapat melakukan itu”.
Frank Hachem pengemudi bus double decker (mirror.co.uk)
Frank mengemudikan bus tingkatnya dengan rute harian ke pantai Bognor Regis, West Wittering, Selsey dan Worthing di Sussex Barat. Pria mungil ini lahir di Irak dan pindah ke Inggris tahun 1982 lalu untuk menetap atau saat usianya 20 tahun. Pada 14 tahun lalu dirinya menikah dan kini sudah dikaruniai dua orang anak serta tinggal di Havant di bagian kota Hants, Inggris. Baca juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata Saat ini, sebagai pengemudi terpendek, Frank telah mengajukan diri ke Guinness World Record untuk kategori tersebut dan sedang menunggu kabar baliknya. Frank yang memiliki dwarfisme ini mengatakan, ingin mengilhami kedua putrinya untuk menjalani hidup tanpa batasan.

Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Garuda Indonesia dan Tourism Australia memperpanjang kemitraan untuk terus mempromosikan perjalanan ke Australia pada tahun 2017-2018. Menurut direktur pemasaran dan teknologi informasi di Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati, kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah penumpang terutama melalui penetrasi pasar dengan potensi baru. Baca juga: Meski Anda Kendala Administrasi, Garuda Tetap Siap Buka Rute Kupang-Dili KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (19/11/2017), perpanjangan kemitraan ini karena alasan Australia menjadi salah satu pasar internasional  bagi maskapai yang paling menjanjikan. Selain itu, Australia merupakan pasar potensial dengan pertumbuhan tercepat untuk ma merah ini. Kemitraan ini juga akan terlihat untuk meningkatkan proposisi nilai Garuda Indonesia dengan pelayanannya melalui berbagai inisiatif seperti penerbangan langsung antara London dan Melbourne. Dengan adanya ini memungkinkan Garuda Indonesia menawarkan koneksi penerbangan dari Australia dan rute lainnya. Brent Anderson, General Manager untuk Asia Tenggara di Tourism Australia mengatakan, dalam penandatanganan kemitraan ini, bahwa jumlah wisatawan yang bepergian dari Indonesia dan Australia telah meningkat sebesar 17 persen pada bulan September 2017 kemarin. Peningkatan ini dikutip Anderson dari Australian Bureau of Statistics. Anderson menambahkan, jumlah tersebut juga didukung melalui kemitraan Tourism Australia dengan Indonesia. Diketahui, kemitraan antara Tourism Australia dan Garuda Indonesia pertama kali tahun 2014 lalu dan berfokus pada destinasi seperti Sydney, Melbourne dan Perth. Awalnya kedua negara ini telah mempromosikan penerbangan layanan Garuda Indonesia ke Australia melalui media konvensional dan media sosial. KabarPenumpang.com yang mengutip dari website Garuda Indonesia, tahun 2015 sudah ada 33 penerbangan per minggu yang dilayani Garuda Indonesia ke Australia yakni ke Perth, Melbourne dan Sydney dengan penerbangan baik dari Jakarta maupun Denpasar. Baca juga: Demand Melonjak, Garuda Indonesia Tambah Jadwal Penerbangan Denpasar-Melbourne Penerbangan dari Denpasar ke Melbourne, Sydney dan Perth dilayani setiap hari. Sedangkan dari Jakarta ke Melbourne, Sydney dan Perth hanya dilayanai empat kali seminggu. Semua penerbangan ini dilayani dengan Garuda Indonesia Experience melalui keramahtamahan Indonesia yang hangat dan beragam budaya.

Perluas Segmen Pasar, Citilink Gandeng Ikatan Alumni Universitas

Citilink, maskapai penerbangan dengan biaya rendah kembali mengadakan kerja sama dengan alumni universitas, kali ini adalah Iluni atau Ikatan Alumni Universitas Indonesia. Iluni merupakan ikatan alumni universitas keempat yang sudah bekerja sama selain Institut Teknik Surabaya, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada. Baca juga: Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur Kerja sama yang dilakukan Citilink ini, menggandeng 350 ribu alumni UI, sebagai langkah dan upaya memperluas segmen pasar di kalangan akademisi. Apalagi jika mengingat mobilitas dan peluang bisnis lainnya yang sangat menguntungkan bagi keduanya. Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan, kerjasama dengan Iluni UI merupakan kolaborasi strategis karena mampu melibatkan sekitar 350 ribu alumninya baik dalam mendukung kegiatan para alumni UI maupun membuka peluang bisnis lainnya. “Alumni UI terdiri dari para lulusan terbaik yang selalu dibanggakan oleh Indonesia. Kontribusi langsung para alumni UI kepada negara dan pengaruhnya yang besar bagi kemajuan bangsa dapat kita rasakan selama ini. Citilink bangga bisa bekerja sama dengan Iluni UI,” ujarnya. Juliandra mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, anggota Iluni UI akan mendapatkan kemudahan ketika melakukan perjalanan bisnis dengan Citilink Indonesia. Terkait hal ini, Vice President Corporate Communication Benny S Butarbutar mengatakan, pihak Citilink memberikan tiga kemudahan yakni yang pertama adalah mendapatakan corporate price atau harga korporasi dengan diskon 8-10 persen. Kedua untuk bagian kargo dan jadwal penerbangan serta yang terakhir membantu dalam kegiatan CSR. Benny mengatakan, program kerja sama ini juga untuk memperbesar akses Citilink dan pemenuhan target 13 juta penumpang hingga akhir tahun 2017 ini dan diketahui saat ini sudah sembilan juta penumpang yang menggunakan Citilink. “Kita bekerja sama tak hanya dengan universitas negeri, siapa saja yang mau kami akan terima, ini untuk memperluas aspek bisnis kami. Kerja sama ini juga tidak menutup kemungkinan dengan organisasi profesi seperti insisnyur, Ikatan Dokter Indoesia (IDI) dan lainnya,” jelas Benny yang di hubungi KabarPenumpang.com, Selasa (21/11/2017). Benny juga mengatakan, Citilink juga telah membantu CSR lainnya yakni pemerintah kota Surabaya. Benny menambahkan, semester satu tahun 2018, ada kemungkinan Citilink akan merambah penerbangan regional. Baca juga: Menanti Putusan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Citilink Bersiap Meningkatkan Pelayanan Saat ini diketahui, Citilink juga membuka jaringan penerbangannya di domestik maupun regional selama tahun 2017 ini di lima destinasi baru yakni Jayapura, Kendari, Gorontalo, Ambon dan Silangit serta satu rute regional ke Dili, Timor Leste. Citilink Indonesia juga akan mendatangkan total enam unit pesawat Airbus A320 yang terdiri dari lima unit Airbus A320Neo dan satu Airbus A320CEO sepanjang tahun 2017. Penambahan keenam pesawat tersebut akan melengkapi jajaran armada Citilink Indonesia menjadi 50 unit pesawat pada akhir tahun.

Panasonic dan Emirates Hadirkan Teknologi Hiburan Tingkat Tinggi di Boeing 777-300ER

Emirates dan Panasonic telah bekerja sama selama lebih dari 20 tahun untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Dalam pengalaman terbaik ini, kedua perusahaan tersebut meluncurkan teknologi yang digunakan pada Boeing 777-300ER terbaru milik Emirates yang dipajang di Dubai Airshow pada awal November 2017 ini. Baca juga: Dubai Airshow 2017, Emirates Hadirkan Suite Kelas Satu Super Mewah di Boeing 777-300 KabarPenumpang.com melansir dari prnewswire.com (12/11/2017), Emirates menghadirkan hiburan yang tak tertandingi dengan memperkenalkan berbagai solusi termasuk konektivitas WiFi bersama dengan sistem hiburan yang lebih ringan dari versi sebelumnya dari Panasonic. Penumpang Emirates akan merasakan manfaat ini di Boeing 777-300ER terbarunya dengan menampilkan tampilan kabin yang dilengkapi dengan teknologi IFEC atau inflight entertainment and connectivity terbaru. Kemajuan teknologi ini memungkinkan penumpang Emirates mendapatkan tampilan layar yang tak tertandingi dengan kejernihan dan kualitas gambar menakjubkan. Penumpang juga diberi kenyamanan dengan pengisian cepat perangkat eletronik di kursi dengan layanan kelas satu. Kesuksesan ini mampu mengurangi bobot sistem IFEC yang mengurangi pembakaran dan emisi bahan bakar serta keinginan agar penumpang merasakan pengalam IFEC kedepan dengan inovasi dan inisiatif industri yang berkelanjutan akan menantang maskapai bergabung dengan Emirates sebagai maskapai cerdas terkemuka di dunia. Di kelas satu Emirates, Panasonic melengkapinya dengan kontrol navigasi melalui tablet yang berfungsi sebagai layar kedua untuk mengontrol sekitaran tempat duduk dalam kabin dan suhu ruang tersebut. Layanan ini hadir dalam layar 13 inchi dan menawarkan WiFi, Bluetooth, kamera resolusi tinggi, mikrofon dan speaker. Handset ini juga menawarkan tombol navigasi interaktif, volume, panggilan pada awak kabin, lampu, untuk menyalakan dan mematikan televisi. Tombol tidurnya unik dan membuatnya nyaman bagi penumpang dengan menekan satu tombol untuk beralih ke mode tidur dan tekan kedua untuk mengembalikan fungsionalitas penuh ke suite. Layanan suite video call merupakan fitur baru dan memungkinkan penumpang berkomunikasi secara time dengan kru kabin menggunakan fungsi obrolan video dari pengendali mode generasi berikutnya. Penumpang juga bisa mendapatkan permintaan sesuai kenyamanan meraka melalui suara, video dan bisa menikmati privasi lengkap dengan pengaturan mode jangan ganggu. Untuk kelas bisnis ada perangkat baru yang diperkenalkan yakni smart monitor 23 inchi dengan full HD yang memiliki kualitas gambar tinggi dan tajam. Ditambah dengan port HDMI, kemampuan layar sentuhnya juga mumpuni. Jack pengisi daya tipe C yang memiliki kecepatan tinggi dengan standar baru untuk pengisian daya telepon yang dirancang untuk memberi penumpang akses ke pengisian daya dan data yang tinggi. Ini adalah tambahan pengisian daya Tipe A USB berkecepatan tinggi yang ada. New HD Premium Seat Box, upgrade performa ini dari teknologi seat yang ada juga mendukung dua unit jack pengisian daya tinggi dan jack audio pembatas suara. Kotak kursi HD premium ini memiliki kinerja grafis hampir 20 persen lebih tinggi dibandingkan tipe sistem IFE lainnya. Baca juga: Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways New Slim Seat Power Module merupakan solusi unik, memberikan tegangan DC berdaya tinggi untuk pengisian USB dengan berat kurang dan profil yang lebih tipis. Sedangkan di kelas ekonomi, menghadirkan super ekonomi monitor yang elegan lengkap dengan kontrol fisik kelas atas yang terintegrasi dan memberikan kesan mewah di kursi kelas eknomi.

Pesawat-Pesawat Ini Punya Desain Yang Sangat Unik, Yuk Intip!

Luasnya dunia aviasi membuat beragam keunikan muncul, salah satunya adalah dari desain pesawat. Tidak seperti bentuk Boeing 737 atau Airbus A330 yang bisa dibilang standar, bentuk-bentuk dari pesawat ini terbilang nyeleneh, tentu dengan maksud dan tujuan si pembuatnya masing-masing. Berikut adalah beberapa pesawat yang memiliki bentuk unik, dilansir KabarPenumpang.com dari laman knowledgedish.com. Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai Bartini Beriev VVA-14
Bartini Beriev VVA-14. Sumber: knowledgedish.com
Bartini Beriev VVA-14 terlihat seperti pesawat ruang angkasa dengan desain yang futuristik, persis seperti yang ada di film-film fiksi. Pesawat yang dirancang oleh Uni Soviet pada 1970-an ini memiliki kemampuan untuk lepas landas secara vertikal dari air dan terbang pada kecepatan tinggi dengan jarak yang jauh. Penerbangan pertamanya adalah pada tahun 1972, dan dua tahun berselang, proyek tersebut perlahan terbengkalai seiring meninggalnya sang perancang, Robert Bartini pada tahun 1974. Lockheed Martin P-791
Lockheed Martin P-791. Sumber: knowledgedish.com
Tidak ada yang menyangka bahwa perusahaan kedirgantaraan global, pertahanan, keamanan dan teknologi canggih asal Amerika, Lockheed Martin membuat sebuah pesawat berdesain unik. Setidaknya, ini merupakan salah satu upaya mereka untuk memodernisasi gagasan unik dari sebuah pesawat yang bisa dibilang sudah berangsur punah. Penerbangan pertama berlangsung pada 31 Janauri 2006 di Palmdale, California. Dengan bentuknya yang menyerupai bantal terbang ini, pihak Lockheed mengklaim bahwa pesawat Vertical Take Off – Landing (VTOL) ini mampu mengambang di ketinggian 20.000 kaki selama tiga minggu! McDonnell XF-85 Goblin
McDonnell XF-85 Goblin. Sumber: knowledgedish.com
Prototipe pesawat tempur Amerika ini dirancang selama masa Perang Dunia II oleh McDonnell Aircraft. Pesawat itu dibangun sebagai “pesawat parasit” yang akan dibawa dengan pesawat Northrop XB-35 dan B-36 untuk melindungi mereka selama misi pengeboman. Namun, rencana tersebut berubah dan akhirnya McDonnell XF-85 Goblin dibawa menggunakan Convair B-36. Sayangnya, pesawat ini hampir tidak berumur panjang karena produksinya dibatalkan tepat setahun setelah penerbangan pertamanya pada 23 Agustus 1948. Boeing X-32
Boeing X-32. Sumber: knowledgedish.com
Pada tahun 1996, Pemerintah AS memberikan kontrak kepada Boeing dan Lockheed Martin untuk merancang sebuah konsep pesawat demonstran dalam sebuah proyek untuk menggantikan posisi dari beberapa pesawat tempur yang ada. Boeing X-32 merupakan pesawat demonstran milik Boeing yang bisa dibilang aneh dari segi desainnya. Meskipun pesawat ini mungkin tidak terlihat hebat, namun dilengkapi dengan sistem cool short-take-off and vertical landing. Namun, pengaplikasian sistem tersebut tidak cukup bagi mereka untuk merebut hati Pemerintah AS. Pada akhirnya, Pemerintah AS lebih memilih pesawat produksi Lockheed Martin daripada milik Boeing. Baca Juga: Ada DC-9 Berlivery Klasik di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Buat Apa Ya? Scaled Composites Proteus
Scaled Composites Proteus. Sumber: knowledgedish.com
Pesawat aneh ini melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1998 silam. Uniknya, pesawat ini dirancang untuk alasan yang unik, yaitu percobaan untuk melihat seberapa baik pesawat akan bekerja untuk menyampaikan sinyal telekomunikasi. Fakta unik lainnya yang luar biasa tentang pesawat ini adalah Scaled Composites Proteus mampu mengudara di ketinggian 60.000 kaki selama lebih dari 18 jam.

PT Railink Rilis Jadwal Perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Sudirman Baru

PT Railink sebagai operator KA Bandara menginformasikan jadwal perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Stasiun Sudirman Baru sampai dengan Stasiun Soekarno- Hatta. PT Railink telah siapkan 10 trainset KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. KA Bandara ini ini dilengkapi berbagai fasilitas yang ada di stasiun dan selama perjalanan. satu trainset terdiri dari enam kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang. Baca Juga: Target Pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta Molor dari Jadwal Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, interior keretanya didesain seperti di pesawat, penumpang dapat mengatur kemiringan kursi dan sandaran tangan. Kereta juga dilengkapi dengan pendingin udara (full AC), pengisi daya ponsel (charging port), toilet terpisah antara pria dan wanita. Selain itu,di tiap kereta juga dilengkapi bagasi khusus untuk menempatkan barang bawaan penumpang serta empat layar TV LED untuk hiburan dan juga memberikan informasi posisi kereta. Sedangkan Stasiun nya sendiri dilengkapi dengan fasilitas antara lain vending machine, tapping gate, eskalator, gallery ATM, waiting lounge, commercial area, meeting room, toilet, dan mushola. Khusus di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta bahkan dilengkapi dengan konektivitas ke integrated building dan APMS/skytrain. “KA Bandara Soekarno-Hatta ini nanti nya akan melayani penumpang di 5 Stasiun, yaitu: Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Namun, pada awal operasional kami akan melayani penumpang di dua stasiun terlebih dahulu yaitu Stasiun Sudirman baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan ketiga Stasiun lainnya sedang tahap pembangunan”, ungkap Heru Kuswanto selaku Direktur Utama PT Railink. “Selain itu, untuk pemesanan tiket KA Bandara Soekarno-Hatta kami telah kembangkan sistem sendiri dengan nama Airport Railways Ticketing System (ARTS). Dimana transaksi tiket dilakukan secara non tunai melalui mobile aplikasi, internet booking dan vending machine. Vending machine telah kami siapkan di masing- masing stasiun, kemudian untuk mobile aplikasi dan internet booking akan kami rilis pada hari peresmian KA Bandara Soekarno-Hatta nanti,” tambahnya. Baca Juga: Kereta Bandara Ditaksir Mampu Tampung 33 Ribu Penumpang Sedangkan waktu tempuhnya pun relatif cepat, hanya 55 menit dengan rute Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru- Stasiun Duri- Stasiun Batu Ceper – dan Stasiun Bandara Soekarno- Hatta. Dengan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta ini nanti diharapkan bisa menambah pilihan bagi masyarakat dalam mengakses bandara terbesar di Indonesia itu. Jika selama ini hanya tersedia pilihan bertransportasi berbasis jalan raya, maka sebentar lagi akan hadir layanan public transport berbasil jalan rel yang mengusung kenyamanan bagi para penggunanya.

Tingkatkan Kinerja Jasa Pelayaran, Kabupaten Bengkalis Canangkan Modernisasi Sistem Pelabuhan

Dari segi penamaan, sebagian orang kerap dibuat bingung dengan identitas Bengkalis, pasalnya Bengkalis adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Riau, namun lain dari itu Bengkalis adalah nama sebuah pulau sebagai pusat pemerintahan di kabupaten tersebut. Dan tahukah Anda, selain Pulau Rupat yang masih di wilayah Kabupaten Bengkalis, Pulau Bengkalis juga berstatus sebagai wilayah pulau terluar di NKRI, yang perairannya berbatasan dengan Selat Malaka. Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat Bila di artikel sebelumnya kami telah mengupas tentang wisata dan perjalanan dari dan ke Pulau Rupat, kini melanjutkan jelajah di Kabupaten Bengkalis, kami mengajak pembaca yang budiman untuk menyambangi Pulau Bengkalis, yang bila diperhatikan dari peta, posisinya berada di selatan dari Pulau Rupat. Apa yang menarik dari Pulau Bengkalis? Sebagai pelancong yang datang dari Jakarta, Pulau Bengkalis jelas menawarkan ketengangan tersendiri, di pulau dengan luas 514 km2 hanya dihuni oleh 72.961 jiwa. Struktur wilayahnya terdiri dari 17 desa dalam pembagian tiga kelurahan. Meski lebih ramai dari Pulau Rupat, Pulau Bengkalis punya potensi wisata yang besar. Dalam kunjungan selama dua hari di Pulau Bengkalis, beberapa destinasi berhasil kami sambangi, seperti Lapangan Pasir yang merupakan kawasan pantai di pusat kota, disinilah tempat pusat wisata dan pemerintahan Kabupaten Bengkalis. Waktu tepat untuk menikmati suasana Lapangan Pasir adalah pada saat senja atau malam hari. Uniknya di Pulau Bengkalis cukup banyak kedai kopi, sementara kuliner andalan adalah Mie Sagu dan Sate Padang.
Betor yang setia menemani perjalanan kami di Pulau Bengkalis. (foto by Rendy M)
Dengan menggunakan Betor (Becak Motor), kami juga mendatangi Pantai Prapat Tunggal, yang jaraknya 10 km dari Lapangan Pasir. Sepanjang perjalanan, kanan dan kirinya adalah rumah-rumah tradisional melayu terbuat dari papan kayu. Tempat favorit lainnya ada Pantai Selat Baru yang berada disisi timur pulau. Menikmati kepala muda di pinggir pantai ini terasa nikmat. Menuju Pulau Bengkalis Sayangnya tidak ada akses langsung dari kota besar menuju Pulau Bengkalis, pun tidak ada fasilitas bandara komersial yang tersedia. Nah, jalur akses dari dan menuju Pulau Bengkalis lebih mengandalkan moda transportasi laut, terutama dengan kapal ferry yang dilayani dari Pelabuhan Sungai Selari di kawasan Bukit Batu (Pulau Sumatera). Sementara di Pulang Bengkalis, akses utamanya berada Pelabunan Air Putih.
Kapal Ferry di Pelabuhan Air Putih. (foto by Rendy M)
Umumnya wisatawan dan pekerja luar daerah datang ke Bengkalis lewat akses Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru. Dari Pekanbaru, perjalanan ke Bengkalis dapat menggunakan jasa travel. Dengan kendaraan sekelas Kijang Inova, dipatok ongkos Rp110 ribu per orang hingga ke Pelabuhan Sungai Selari. Waktu tempuhnya lumayan lama, perjalanan darat ini harus ditempuh sekitar 3-4 jam, namun rasa letih terbayar dengan pemandangan hutan kelapa sawit yang indah. Dari Pelabuhan Sungai Selari, tersedia kapal ferry RoRo ukuran sedang ke Pulau Bengkalis. Tak butuh lama, hanya 30 menit untuk melintasi selat di antara kedua pulau. Sebagai informasi, ada lima kapal dari operator swasta yang melayani rute Sungai Selari dan Air Putih. Dengan tarif penumpang Rp9 ribu per trip, layanan ferry tidak berlaku 24 jam seperti halnya di Merak-Bakauheni, namun mulai beroperasi mulai pukul 07.00 sampai 23.00. Waktu bongkar muat tiap trip sekitar 45 menit, sehingga penumpang tak perlu menunggu lama di pelabuhan.
Pelabuhan Laut Internasional Bandar Sri Setia Raja (foto by Rendy M)
Sebagai pulau dengan pusat pemerintahan kabupaten, Pulau Bengkalis punya fasilitas Pelabuhan Laut Internasional Bandar Sri Setia Raja. Pelabuhan ini melayani penyeberangan dengan kapal cepat menuju Malaysia. Jarak tempuh dari Bengkalis ke daratan Malaysia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo  Masih Serba Konvensional Tak berbeda dengan Pelabuhan Dumai-Tanjung Kapal, di Pelabuhan Sungai Selari-Air Putih juga masih serba konvensional. Persisnya tidak ada pencatatan identitas pada penumpang kapal dan penjualan tiket untuk kendaraan dan orang dilakukan serba manual. Namun angin reformasi mulai bertiup ke Kabupaten Bengkalis, selain Pelabuhan Dumai-Tanjung Kapal yang akan menggunakan teknologi Automatic Vehicle Classification, kabarnya Pelabuhan Sungai Selari-Air Putih pun akan mengadopsi teknologi serupa. Selain unggul dalam data dan manifest, sistem teknologi lansiran PT Mata Pensil Globalindo juga digadang mampu mengoptimalkan pendapatan operator pelabuhan dan jasa pelayaran, seperti yang telah terbukti dalam penjualan tiket di lintasan Merak-Bakauheni.

Wisatawan Indonesia Menjadi Yang Paling Digital Ketiga Dunia

Teknologi semakin hari semakin maju dan membuat wisatawan masa kini pun tak luput menggunakannya. Sebab, sekarang ini teknologi mampu membantu para pelancong menikmati liburan seperti perencanaan, mencari penginapan dan transportasi (pemesanan), tempat wisata sampai mencari rute termudah untuk sampai ke tujuan. Baca juga: 8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang Tak hanya itu, bisa dikatakan, era digital saat ini menjadi kebutuhan pokok para pelancong. Nah, dari hasil survei sebuah lembaga yakni Travelport mengatakan wisatawan Indonesia berada di urutan ketiga paling digital di dunia setelah India dan Cina. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, hasil ini didapat setelah mensurvei 11 ribu responden di 19 negara dengan rentang usia 19-55 tahun pada Agustus 2017 kemarin. Managing Director Asia Pasific Travelport, Mark Meehan mengatakan 93 persen responden mengandalkan foto dan video dari media sosial sebagai pilihan destinasi. Sebanyak 71 persen responden melalui pencarian lewat suara dan 84 persen masih bertanya pada konsultan wisatawan profesional. Sedangkan untuk pemesanan perjalanan, pelancong Indonesia banyak yang memilih hotel dengan fasilitas WiFi di kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk WiFi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dari hasil survei juga didapat 68 persen pelancong saat ini melakukan booking melalui ponsel pintar mereka, bahkan untuk corporate trip pun diketahui 35 persen melakukannya melalui aplikasi mobile. Sedangkan 43 persen responden mengatakan frustasi bila harus memesan melalui elemen perjalan secara terpisah seperti booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka. Dalam perjalanan tripnya, 80 persen responden lebih menyukai boarding pass digital dan eticketing. Sementara itu 84 persen responden merasa penting untuk dapat melakukan kontak saat bepergian dan selama perjalanan rata-rata para pelancong mengandalkan 19 aplikasi. Baca juga: 5 Mitos Seputar Online Travel Agents yang Terbantahkan “Ada 264 juta penduduk di Indonesia, dengan 50 persen pengguna internet, 44 persen aktif di media sosial, 141 persen terkoneksi dengan handphone, dan 40 persen pengguna media sosial yang aktif. Tidak heran jika model bisnis (travel) berganti menjadi mobile,” kata Meehan. Berikut ini urutan wisatawan terdigital di dunia: 1. India 2. Cina 3. Indonesia 4. Brazil 5. Arab Saudi 6. Meksiko 7. Afrika Selatan 8. Uni Emirat Arab 9. Kolombia 10. Italia

Hadapi Penumpang Mendengkur di Pesawat, Inilah Saran dari Pihak Maskapai

Tidur di dalam kabin pesawat, terlebih pada penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi, tentu bukan hal yang mudah dan mungkin akan ada rasa tidak nyaman. Selain terbatasnya ruang gerak, hal lain yang biasanya menjadi gangguan seperti faktor bunyi dengung mesin, jeritan atau tangisan anak-anak, sandaran tangan tidak nyaman hingga teman duduk yang cerewet serta banyak lainnya. Baca juga: Hentikan Kebiasaan Tidur Saat Take-Off, Berbahaya! Tetapi, ada beberapa penumpang yang memiliki bakat tidur dengan mudah atau biasa orang mengatakan nempel sedikit langsung tidur. Apalagi jika penumpang tersebut tidur dengan dengkuran (ngorok) cukup keras dan membuat Anda yang berada di sebelahnya terganggu. KabarPenumpang.com merangkum dari laman cntraveler.com (8/11/2017), karena menimbulkan ketidaknyamanan, wajar adanya bila Anda tergoda untuk membangunkan mereka, tetapi menurut British Airways, Anda harus membiarkan mereka tidur. Baru-baru ini staf penerbangan di London dan New York turun ke jalan untuk melakukan survei terhadap para pelancong tentang etika penerbangan tepat pada waktunya saat musim liburan sekolah. Survei ini merupakan latihan dan bagian dari penelitian besar yang dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman dan Italia untuk membuat buku panduan tidak resmi bertahan dalam penerbangan. Hasil survei menyebutkan bahwa 66 persen dari semua pelancong tidak akan membangunkan tetangga disebelahnya yang mendengkur. Biasanya sebagai ganti penumpang tersebut menaikkan volume hiburan mereka dan mengabaikan gangguan di sebelahnya. Dua puluh persen cenderung membangunkan penumpang dan membuat mereka seperti terkena masalah. Baca juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin! Ada 45 persen orang Amerika melaporkan bahwa mereka memerlukan headphone yang bisa membantu menghalau suara untuk tidur. British Airways merilis tips mereka untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dari hasil penelitian ini walaupun harus tetap mengendalikan lingkungan sekitar. Teh herbal, kaus kaki tebal dan musik santai adalah tips dari British Airways yang ternyata disetujui audience untuk mendapatkan ketenangan dalam penerbangan.

Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang

Sebagai salah satu negara di dunia yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, Jepang ternyata selalu menjaga ritme On Time Performance (OTP) di semua bidang, termasuk perkeretaapiannya. Jika operator dalam negeri akan meminta maaf kepada penumpang jika terjadi keterlambatan keberangkatan, lain halnya dengan Jepang yang akan meminta maaf kepada para penumpang jika keberangkatan moda transportasi umumnya dimajukan, bahkan dalam hitungan detik saja. Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newsweek.com (16/11/2017), sebuah kereta yang dijadwalkan berangkat dari stasiun Minami-Nagareyama pada pukul 09:44:40 waktu setempat, mengalami reschedule yang mengakibatkan kereta berangkat 20 detik lebih cepat dari jadwal semula. Kejadian yang terjadi pada Selasa (14/11/2017) ini mendorong operator Tsukuba Express untuk memberikan permintaan maaf yang tulus kepada penumpang. Diketahui, stasiun ini dilalui oleh kereta yang menghubungkan Tsukuba, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Kantō, dengan stasiun Akihabara di Tokyo. Dalam sebuah siaran pers yang dipublikasikan di laman resminya, perusahaan Railway Intercity Metropolitan meminta maaf atas insiden keberangkatan lebih awal tersebut. Dalam pernyataan tersebut, perusahaan berdalih bahwa kejadian tersebut terjadi karena awak kereta tidak secara detail memeriksa waktu keberangkatan. “Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada pelanggan kami,” tulis Railway Intercity Metropolitan dalam pernyataan tersebut. Perusahaan yang berdiri sejak 15 Maret 1991 itu juga mengaku tidak menerima keluhan dari penumpang terkait insiden yang bisa dibilang unik itu. Lebih lanjut, perusahaan tersebut menambahkan bahwa mereka tengah mendiskusikan kejadian ini dan mengingatkan kepada seluruh kru agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Diketahui, sistem perkeretaapian di Jepang merupakan tulang punggung masyarakat yang mengandalkan mobilitas sehari-harinya pada transportasi umum berbasis massal, dan dinilai sebagai salah satu sistem transportasi umum yang paling efisien di dunia.
Sumber: japanesestation.com
Berbeda dengan beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya, dimana operator kereta lebih banyak meminta maaf akibat keterlambatan keberangkatan ketimbang meminta maaf karena telah memajukan waktu keberangkatan. Budaya sistem transportasi umum di Jepang yang sangat tepat waktu, bagaimanapun, bertujuan untuk mendapatkan catatan sempurna tentang kepatuhan jadwal keberangkatan setiap modanya. Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang! Saking tepat waktunya, operator kereta sampai harus mengerahkan kru lapangan yang akan mendorong Anda ke dalam kereta di kala peak hours. Ini bertujuan untuk tetap menjaga kereta berangkat tepat waktu.