Miles KrisFlyer Singapore Airlines Naik Per 7 Desember 2017

Singapore Airlines, anggota dari Star Alliance meningkatkan penghargaan pada penggunanya. Nantinya para anggota KrisFlyer Singapore Airlines akan membutuhkan lebih banyak miles untuk melakukan pemesanan penerbangan dengan maskapai yang berada dibawah naungan Star Alliance dari bulan Desember mendatang. Baca juga: Masalah Teknis, Hampir 18 Jam Penumpang Singapore Airlines Terlambat Berangkat Tetapi sebagai trade off, untuk ketersediaan hadiah hanya bisa melalui pemesanan online bukan telepon. Pemesanan dengan menggunakan miles diluar naungan Star Ailliance juga tersedia melalui web Singapore Airlines dan aplikasi mobilenya termasuk Virgin Australia, Virgin Atlantic dan Alaska Airlines. KabarPenumpang.com melansir dari ausbt.com.au (16/11/2017), mulai 7 Desember 2017 mendatang, bagi pengguna miles Krisflyer yang bermitra dengan Singapore Airlines seperti Air Canada, ANA, Thai Airways dan United, Anda akan dikenakan banyak miles untuk pemesanan tersebut terutama untuk kelas bisnis dan kelas satu jika tersedia. Saat ini untuk terbang dari mana saja di Australia ke Inggris dan negara Eropa lainnya akan di tukar dengan 132.500 milis KrisFlyer untuk kelas satu, 95 ribu miles kelas bisni dan 50 ribu miles kelas ekonomi bagi pesawat yang bermitra SQ Star Airlines. Nantinya miles yang ditukarkan per 7 Desember 2017 pada kelas satu akan menjadi 148 ribu miles, 105 ribu milis kelas bisnis dan 51.500 miles di kelas ekonomi untuk sekali jalan. Sedangkan untuk penerbangan dari Australia ke Kanada dan Amerika Serikat kecuali Hawaii juga meningkat dari 97.500 menjadi 117 ribu miles di kelas bisnis dan dari 55 ribu menjadi 60 ribu miles di kelas ekonomi. Untuk perjalanan dekat antara Australia ke negara di Asia Tenggara juga ikut meningkat dari 75 ribu menjadi 90 ribu miles untuk kelas satu. Untuk kelas bisnis 55 ribu menjadi 66 ribu miles dan ekonomi di 32.500 miles. Tak hanya itu untuk perjalanan ke Asia bagian utara yakni Cina dengan China Air, Jepang dengan ANA dan Korea Selatan dengan Asiana miles yang di tukar untuk kelas satunya dari 95 ribu menjadi 105 ribu miles, kelas bisnis dari 77.500 menjadi 83 ribu miles. Sedangkan untuk kelas ekonomi menjadi 45 ribu, dan semua ini sekali jalan bukan untuk rute pulang pergi. Sedangkan untuk perjalanan dengan Singapore Airlines tidak ada perubahan sama sekali karena angka tersebut baru di sesuaikan pada Maret 2017 lalu. Namun, jika tiket Anda melibatkan penerbangan dengan Singapore Airlines dan mitra Star Alliance sebagai bagian dari satu perjalanan seperti menerbangkan Singapore Airlines ke Singapura dan kemudian Turkish Airlines ke Istanbul, maka tarif Star Alliance akan berlaku untuk keseluruhan perjalanan. Pemesanan dengan mitra penerbangan di luar keluarga Star Alliance, seperti dengan Virgin Australia, juga tidak berubah. Pemesanan hadiah online diperkenalkan untuk semua maskapai penerbangan mitra. Pada tanggal 7 Desember, anggota KrisFlyer dapat memesan penerbangan dengan miles secara online dengan semua mitra Star Alliance program, dan semua mitra penerbangan lainnya juga. Saat ini, hanya penerbangan Singapore Airlines dan SilkAir yang muncul di situs KrisFlyer, dan Anda harus menghubungi maskapai lainnya. Ini akan membuat lebih mudah untuk menggunakan miles dalam perjalanan jauh dan luas, dengan 33 lebih banyak maskapai penerbangan bergabung dalam liputan pemesanan online, termasuk 27 mitra Star Alliance Singapore Airlines lainnya. Setelah pemesanan menggunakan miles secara online tersedia di seluruh jaringan maskapai penerbangan mitra pada awal Desember, biaya layanan offline baru sebesar US$25 atau 2.500 mil KrisFlyer yang akan dibayarkan untuk pemesanan hadiah dan perubahan yang dilakukan melalui telepon. Biaya yang sama juga akan berlaku bila menggunakan miles untuk mengupgrade melalui telepon, atau saat meminta staf telepon untuk memperbarui rincian kontak pribadi Anda, sebagai orang-orang yang Anda pilih yang dapat terbang atau ditingkatkan menggunakan miles Anda. Baca juga: Singapore Airlines Pamer Suite Kelas Satu Terbaru, Taktik Pemasaran? Namun, maskapai ini mengkonfirmasikan bahwa biaya layanan ini akan dihapuskan untuk transaksi yang tidak dapat dilakukan secara online, jadi jika Anda mengalami kesulitan online atau Anda memiliki pemesanan yang rumit yang tidak dapat ditangani situs web, Anda tidak perlu membayar .

Bandara Baru di Senegal Berharap Menjadi “The Next Dubai”

Tidak lama lagi, Senegal akan memiliki sebuah bandara baru yang sarat akan problematika saat pembangunannya. Aeroport International Blaise Diagne International (AIBD) yang dicanangkan akan menjadi bandara terbesar di Senengal dengan kemampuan meng-handle tiga juta penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya ini rencananya akan dibuka pada 7 Desember 2017 mendatang, dan mengambil alih layanan penerbangan yang sebelumnya dioperasikan oleh Bandara Léopold Sédar Senghor International di Dakar. Baca Juga: Bangun Terminal Baru, Bandara Melbourne Siap Tangani 60 Juta Penumpang di Tahun 2033 Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (16/11/2017), megaproyek senilai US$575 juta atau yang setara dengan Rp7,8 triliun ini merupakan inti dari program pengembangan baru di Senegal yang bisa dibilang ambisius. Lokasi dari Bandara Internasional Blaise Diagne ini terletak 40 kilometer sebelah Timur kota Dakar, sebuah lokasi terpencil yang diharapkan dapat membebaskan predikat macet yang sebelumnya melekat di Bandara Léopold Sédar Senghor International. Bandara Internasional Blaise Diagne menempati lahan seluas 4.500 hektar atau lima kali lebih luas dari Bandara Léopold Sédar Senghor International. Secara otomatis bandara anyar ini juga menawarkan terminal dan landas pacu yang lebih besar dari bandara sebelumnya. Dengan kata lain, kapasitas penumpang dan penerbangan yang dapat dilayani oleh bandara ini pun akan meningkat. “Bandara Internasional Blaise Diagne jelas merupakan proyek infrastruktur mutakhir,” tutur El Hadji Beye, seorang insinyur sipil yang mengkhususkan diri di Afrika Barat. “Ukuran fasilitas baru ini dapat mengakomodasi pesawat yang lebih besar seperti Airbus A380 dan akan menangani lebih banyak lalu lintas udara dari bandara sebelumnya,” imbuhnya. Tim pengembang bandara baru ini pun berharap dapat menjadikan proyek ini sebagai “The Next Dubai” di daratan Afrika. “Titik persinggahan favorit untuk lalu lintas udara di Afrika, Eropa, dan Amerika,” ujarnya. Lebih lanjut, mereka merencanakan pengembangan komersial di wilayah sekitar bandara, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, restoran, hingga beberapa fasilitas bisnis. Tidak berhenti sampai di situ, lokasi bandara yang bisa dibilang jauh dari pusat kota menuntut pihak bandara menyediakan moda transportasi yang dapat menunjang pengoperasian dari Bandara Internasional Blaise Diagne. Sebut saja kereta cepat regional Dakar dan jalan tol sudah masuk ke dalam rencana pembangunan tingkat lanjut yang akan segera dieksekusi. Baca Juga: Bandara Abu Dhabi Bangun Mega Terminal Asa akan peningkatan di sektor wisata juga turut terbangun dengan adanya bandara ini. Tidak hanya dari sektor wisata, masyarakat lokal juga akan memiliki kesempatan untuk bekerja di Bandara Internasional Blaise Diagne. “Proyek ini akan melibatkan 540 karyawan tetap selama fase operasional, termasuk lebih dari 200 wanita,” kata Rokhaya Diop Diallo dari Africa Development Bank’s Senegal, yang juga mendukung proyek tersebut. Setelah sempat tertunda selama 10 tahun lamanya, akhirnya megaproyek ini tinggal menunggu prosesi potong pita yang menandakan titik awal pengoperasiannya. Banyak haling rintang yang menghiasi pembangunan Bandara Internasional Blaise Diagne, dari mulai urusan finansial hingga relokasi penduduk  yang semula menempati lahan bandara ini. Kita nantikan saja sepak terjang dari Bandara Internasional Blaise Diagne ini.

Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya!

Ada yang khas saat masuk bandara internasional, dari sekian fasilitas plus yang ditampilkan, bandara internasional identik dengan penggelaran karpet pada lantainya. Adanya karpet pasti membuat Anda berpikir akan menghambat roda koper dan seharusnya lantai bandara tak perlu di lapisi atau dibiarkan dengan lantai biasa. Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang Selain itu juga karpet tidak mudah untuk dibersihkan apalagi di bandara yang selalu penuh dengan para pelancong. Padahal tahukah Anda bahwa sebenarnya karpet merupakan salah satu dari banyak perencanaan bandara dan ternyata juga memiliki manfaat lain? KabarPenumpang.com merangkum dari laman travelandleisure.com (14/11/2017), dengan adanya karpet ini memberikan elemen desain sederhana dan membantu pelancong merasa lebih rileks sebelum masuk ke dalam kabin. Selain karpet, pihak bandara juga menyertakan pencahayaan alami, kursi nyaman, dan langit-langit yang lebih rendah. Desain ini membuat calon penumpang serasa berada di ruang tamu rumahnya. Jika calon penumpang sudah merasa nyaman untuk duduk, bisa jadi mereka merasa betah dan tertarik untuk berbelanja. Ya, bila diperhatikan, di sekitar gerbang keberangkatan terdapat beberapa toko ritel yang menjual barang dagangan tertentu. Menurut sebuah survei, sebanyak tujuh persen calon penumpang yang merasa nyaman dan rileks akan menghabiskaan waktu di toko ritel tersebut dan membeli barang. Hal itu tentu membawa keuntungan tersendiri. Strategi lain yang diterapkan adalah menempatkan sedikit pelayan di toko ritel tersebut sehingga calon penumpang lebih nyaman dan bebas melihat barang yang dijual. Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi Memang terkadang ada orang yang tidak suka diganggu oleh pelayan toko saat hendak membeli barang. Ketidaknyamanan itu membuat calon pembeli meninggalkan toko. Salah satu bentuk pemanfaatan kenyamanan lain untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari calon penumpang adalah menyediakan layanan jasa. Beberapa bandara menyediakan ruang khusus untuk spa, yoga, dan bahkan terapi. Hal ini tentu bisa membuat calon penumpang tertarik dan tidak segan mengeluarkan sejumlah uang.

Antisipasi Gangguan Kabut Saat Musim Dingin, Ini Yang Disiapkan Perkeretaapian India!

Dalam upaya untuk menjaga On Time Performance (OTP) selama musim dingin yang hampir tiba, perkeretaapian India telah berencana untuk menggunakan perangkat keselamatan tambahan untuk mengantisipasi turunnya kabut yang akan mengganggu pengoperasian dari kereta di sana. Perangkat keselamatan ini menganut sistem GPS yang dapat digunakan dalam kondisi berkabut, yang akan berguna untuk memberikan tanda kepada masinis ketika mendekati mendekati sinyal atau rambu. Baca Juga: Setarakan Kaum Minoritas, Formulir Tiket Kereta di India Akan Tambah Kolom T Untuk Transgender Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (13/11/2017), seorang pejabat kereta api mengutarakan rencananya untuk menggunakan perangkat berbasis GPS ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masinis. Ia juga melanjutkan bahwa perkeretaapian India telah menyediakan sekitar 2.400 perangkat yang rencananya akan dipasang di India sebelah Utara. Daerah tersebut dinilai sebagai tempat yang paling parah jika kabut tebal musim dingin mulai turun. Lebih lanjut, pejabat kereta api ini mengatakan bahwa sekitar 900 perangkat berbasis GPS ini telah diedarkan ke zona Delhi. Selain itu, Perkeretaapian juga akan menyebarkan fogmen untuk menempatkan detonator di beberapa jalur. Ini bertujuan untuk memberi tahu masinis jika kereta yang mereka kendalikan tengah bergerak mendekati sinyal atau rambu. Jika masinis tidak bisa melihat sinyal atau rambu karena tertutup kabut, dikhawatirkan ini akan menimbulkan sebuah kecelakaan. Pejabat perkeretaapian India juga akan melakukan pemeriksaan pelat secara intensif dan mendeteksi isu yang beredar mengenai fraktur pada rel, karena ini merupakan penyebab utama kereta tergelincir selama musim dingin. Sistem auto signaling juga akan dikonversi menjadi semi otomatis dan pembatasan kecepatan akan diberlakukan selama situasi berkabut yang intens. Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp Untuk mengantisipasi sistem komunikasi yang terganggu, perkeretaapian India juga berencana untuk menyediakan walkie talkie bagi awak kereta dan petugas di stasiun. Selain itu, petugas stasiun juga akan melengkapi masinis dengan buklet indikasi sinyal dan melakukan penyuluhan dalam bekerja selama musim dingin. Beberapa masalah yang kerap kali muncul di perkeretaapian India selama musim dingin adalah kekurangan petugas di lapangan yang mengakibatkan mobilitas menjadi menurun, disorientasi pada jadwal, lonjakan penumpang yang menunggu di stasiun, hingga beberapa jalur yang tidak bisa dilewati akibat kapasitas petugas di lapangan yang tidak memadai.

Singapore Airlines Pamer Suite Kelas Satu Terbaru, Taktik Pemasaran?

Singapore Airlines belum lama ini meluncurkan suite kelas satunya sebanyak enam kursi di armada Airbus A380 miliknya. Tak tanggung-tanggung harga per kursi dengan segala kemewahannya dibanderol dengan harga cukup fantastis sekitar Rp168 juta. Suite kelas satu ini bisa dikatakan lebih mirip dengan miniatur kamar hotel daripada sebuah kabin pesawat terbang. Kabin ini adalah dua suite yang digabungkan dan membuat penumpang mendapatkan tempat tidur double. Baca juga: Lebih Mewah dan Super Mahal, Singapore Airlines Sulap Suite Kelas Satu di Airbus A380 Suite ini cukup mengesankan dan diketahui 60 persen lebih besar dari pada era tahun 2007. KabarPenumpang.com melansir dari laman skift.com (10/11/2017), suite ini bahkan lebih mewah daripada apartemen milik Etihad. Tapi sementara mengagumi keunggulan suite kelas satu milik Singapore Airlines ini, banyak timbul pertanyaan tentang adanya suite baru ini. Suite kelas satu ini akan hadir di 19 pesawat Airbus A380 yang direncanakan untuk penerbangan jangka panjag. Awalnya suite kelas satu milik maskapai Singapura ini ada 12 kursi dan menyusut menjadi enam dengan bentuk yang lebih megah. Dibuat enam karena Singapura adalah salah satu pasar premium terkuat di dunia. Apalagi dengan Singapore Airlines yang memiliki rute tujuan langsung London. Tak hanya itu untuk sampai ke New York pun harus berhenti di Frankfurt dan berharap bisa memiliki penerbangan langsung ke New York dengan Airbus A350 dan membuat pelancong terkaya sekalipun akan memilih menghemat waktu dibandingkan dengan kemewahan. Singapore Airlines ini menerbangkan Airbus A380 ke kota lain dimana kabin premium biasanya memiliki performa baik. Tapi ada perbedaan besar antara menjual banyak kursi kelas bisnis dan suite kelas satu. Seperti halnya pelancong tujuan Sydney, Auckland, Melbourne, Paris dan Tokyo apakah membutuhkan banyak ruang? Atau mungkin rute one stop tertentu seperti Sydney – Singapura – London akan bekerja dengan baik. Tetapi bagaimanan dengan rute lainnya? Hal ini membuat penasaran banyak pihak berpikir dimana marketing kurang bisa menjual produk suite kelas satunya. Singapore Airlines memang ingin dikenal dengan penerbangan premium dan memiliki suite mewah yang bisa saja membantu mengembangkan citranya. Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru Bahkan jika suite kelas satu mewah yang tidak masuk akan di setiap rute dengan pesawat A380. Mungkin maskapai yang sedang menghitung penumpang akan memilih kabin ekonomi premiumnya karena pesaing melihat foto-foto suite di sebuah situs web. Saat ini, apa yang Anda pikirkan? Apakah suite baru di Singapura merupakan respons komersial yang rasional terhadap permintaan akan produk premium? Atau ini lebih merupakan taktik pemasaran?

Neerja Bhanot – Mengenang Tameng Hidup Tragedi Pan Am Penerbangan 73

Berdedikasi tinggi dalam bertugas. Inilah frasa yang tepat untuk mendeskripsikan seorang pramugari berkebangsaan India, Neerja Bhanot. Nama wanita kelahiran 7 September 1963 ini sontak menjadi perbincangan khalayak ramai manakala aksi heroiknya menyelamatkan penumpang maskapai Pan Am ditebus dengan nyawanya sendiri. Pada saat itu, Pan Am penerbangan 73 dibajak oleh empat pria Palestina yang dilengkapi dengan senjata api, dan mereka mengaku merupakan anggota dari Organisasi Abu Nidal. Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426 Kala itu, 5 September 1986, pesawat Boeing 747-121 yang dioperasikan oleh maskapai Pan Am tengah transit di Karachi pada pukul 06.00 waktu setempat setelah melakukan penerbangan dari Mumbai. Ketika hendak melanjutkan perjalanannya ke New York, pesawat yang berisikan 360 penumpang dan 14 awak kabin tersebut disantroni oleh empat pria bersenjata yang langsung menembakkan timah panas ke udara seraya memberikan ancaman. Salah satu pramugari yang luput dari pandangan sang pembajak, Sherene Pavan, lalu langsung memberikan kode pembajakan kepada pilot di ruang kokpit. Suasana di dalam kabin semakin mencekam ketika Neerja Bhanot dan pramugari lainnya, Sunshine Vesuwala mulai ditodongkan senjata ke arah kepalanya. Dengan mulut AK-47 yang siap memuntahkan pelurunya kapan saja, Sunshine dipaksa mengantar salah satu dari pembajak tersebut untuk bertemu sang kapten penerbangan di ruang kokpit. Namun, sang pilot ternyata sudah terlebih dahulu meninggalkan pesawat melalui pintu darurat yang ada di bagian atas ruang kokpit. Mungkin di satu sisi kita melihat tindakan kurang terpuji yang dilakukan oleh pilot penerbangan tersebut karena meninggalkan penumpang dan awak kabin lainnya yang sedang menghadapi situasi genting.Tapi tindakan yang dilakukan oleh pilot tersebut ada benarnya juga, mengingat akan lebih banyak korban yang jatuh jika pesawat dibajak ketika tengah mengudara. “Setidaknya kita semua aman di darat daripada dibajak di udara. Setidaknya tiga pilot aman. tiga nyawa dapat diselamatkan,” kenang Sunshine, dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com. Awalnya, sekelompok teroris ini meminta untuk diterbangkan menuju Siprus dan Israel, lokasi dimana rekanan sesama kelompok militan tersebut dipenjara atas tuduhan teror. Direktur Pam Am kawasan Karachi, Viraf Doroga yang berada di luar landasan berusaha untuk bernegosiasi dengan para teroris dengan menggunakan megaphone. Para teroris ini meminta untuk dicarikan pilot pengganti dan pihak bandara diberikan waktu satu jam, atau mereka mengancam akan membunuh salah seorang ‘sanderanya’. Benar saja, satu jam berlalu dan sang teroris membunuh salah satu warga Amerika dan membuang jenazahnya ke tarmac.
Pan Am Flight 73. Sumber: nathanmagnuson.com
Sang teroris pun mengancam akan membunuh setiap penumpang setiap 15 menit sekali, andaikan pilot pengganti tak kunjung datang. Para pramugari termasuk Neerja diminta untuk mengumpulkan paspor para penumpangnya sehingga mereka bisa mengidentifkasi setiap warga Negeri Paman Sam yang ada di dalam kabin. Singkat cerita, 17 jam sudah aksi pembajakan tersebut berlangsung, dan pasokan listrik sudah mulai habis yang mengakibatkan kondisi di dalam kabin gelap gulita serta pengap. Aksi heroik Neerja dimulai ketika ia menyebarkan pesan yang ia selipkan di majalah, khusus untuk penumpang yang duduk di dekat pintu darurat. Entah apa yang ada di dalam pesan tersebut, namun sejurus sesaat, ia membantu para penumpang yang mencoba untuk membuka pintu darurat, mengembangkan emergency slide dan menyuruh mereka untuk keluar dan lari. Neerja bisa saja menjadi yang pertama keluar dari pesawat, tapi dedikasinya dia terhadap penumpang mengantarkan ia berdiri di paling belakang antrian. “Neerja adalah orang pertama yang bisa saja melarikan diri dari pesawat. Ia terlatih dan tahu persis apa yang terjadi. Ia berada di pintu masuk pesawat saat para teroris masuk. Bisa saja pramugari itu lari seperti yang dilakukan pilot. Namun, ia tak melakukannya,” tutur salah satu penumpang selamat, Kishore Murthy, dikutip dari sumber berbeda.
Sumber: tribuneindia.com
Neerja kemudian tewas setelah tubuhnya diberondong timah panas oleh para pembajak yang merangkap sebagai teroris itu. Neerja seolah menjadi tameng hidup demi melindungi dua orang anak kecil yang tengah berusaha untuk kabur dari pesawat nahas tersebut. Lebih menyedihkannya lagi, Neerja meninggal tepat dua hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke 23, sungguh ironis. Baca Juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip Spekulasi mulai beredar ketika banyak orang yang melihat insiden penembakan Neerja, ada yang bilang ia dihujani peluru di tubuhnya, hingga Neerja meninggal setelah ia ditembak tepat di kepalanya. Satu yang pasti, meninggalnya Neerja tidak hanya menggenapkan jumlah korban tewas menjadi 20 orang, tapi pengorbanan yang ia lakukan terhadap penumpang inilah yang mencuri perhatian banyak orang. Secara anumerta, dia menjadi yang termuda yang pernah menerima penghargaan tertinggi India dalam hal keberanian, yaitu Penghargaan Ashok Chakra. Bagi para saksi mata yang masih hidup hingga kini, mereka tidak akan bisa melupakan sosok Neerja yang ramah, ceria, dan murah senyum. Walaupun itu semua ia lakukan, beberapa saat sebelum ajal menjemputnya.

Masalah Teknis, Hampir 18 Jam Penumpang Singapore Airlines Terlambat Berangkat

Maskapai super kondang, Singapore Airlines mengalami keterlambatan yang cukup lama, yakni hingga 17 jam. Keterlambatan ini terjadi pada 7 November lalu yang diakibatkan karena kesalahan teknis di pesawat Airbus A330 milik Singapore Ailines. Baca juga: Lebih Mewah dan Super Mahal, Singapore Airlines Sulap Suite Kelas Satu di Airbus A380 KabarPenumpang.com melansir dari laman thehindu.com (13/11/2017), diketahui pesawat Airbus A330 dengan nomor penerbangan SQ528/529 ini beroperasi dengan rute Singapura – Chennai – Singapura dan mendarat di Chennai tujuh menit lebih lama melewati waktu kedatangan yang dijadwalkan pukul 22.00 waktu setempat. Kemudian pesawat dengan nomor penerbangan SQ529 itu ketika akan kembali berangkat ke Singapura,  mengalami masalah teknis sesaat sebelum pesawat lepas landas ke Singapura dengan  pada pukul 11.15 siang waktu Chennai. Hal ini dikatakan oleh kru kabin yang menyampaikannya kepada para penumpang melalui pengumuman saat masih berada dalam kabin. Sebelum di tarik ke bagian muatan pesawat, penumpang kembali ke gate untuk tindakan selanjutnya dari pihak Singapore Airlines. Karena masalah ini, pesawat dengan muatan 285 penumpang tersebut kemudian ditarik ke area muatan bandara sekitar pukul 03.00 pagi pada tanggal 8 November 2017 kemarin. Juru bicara Singapore Airlines yang menanggapi kejadian tersebut mengatakan bahwa penerbangan SQ529 tertunda karena ada kesalahan teknis. “Teknisi memperbaiki masalah ini dan pesawat kemudian berangkat pukul 17.14 waktu India pada 8 November. Karena kesalahan teknis ini mengakibatkan penundaan sekitar 17 jam 59 menit dari waktu keberangkatan semula yang dijadwalkan,” ujar juru bicara tersebut. Baca juga: Singapore Airlines Borong 39 Unit Boeing ‘Wide Body’ Senilai US$13,8 Miliar Juru bicara Singapore Airlines juga mengatakan, atas keterlambatan ini, penumpang yang terdamppak diberikan akomodasi penginapan. Dia menambahkan, kesalahan yang terjadi terkait dengan sistem kontrol mesin dan sebanyak 158 penumpang serta 12 awak kabin yang harus mengalami penundaan tersebut. “Kami kembali mengoperasikan pesawat Airbus A330 tersebut dari Chennai pada 8 November sesuai jadwalnya,” tutur juru bicara Singapore Airlines.

AirAsia Hadirkan WiFi dalam Penerbangan Domestik dan Internasional

Maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) AirAsia Indonesia baru saja meluncurkan WiFi yang akan menjadi layanan barunya dalam penerbangan. Peluncuran WiFi ini menjadi yang pertama bagi maskapai biaya rendah lainnya yang ada di Indonesia. Baca juga: AirAsia X Genap Berusia 10 Tahun, Mantapkan Identitas Sebagai LCC Jarak Jauh KabarPenumpang.com melansir dari laman thejakartapost.com (14/11/2017), maskapai swasta yang berpusat di Malaysia ini memberi nama layanan WiFi tersebut ROKKI yang merupakan sebuah kolaborasi dengan penyedia layanan internet Indosat Ooredoo Business. Layanan WiFi ini akan ada di layanan penerbangan AirAsia baik domestik maupun internasional yang terpilih dengan kode QZ. “Kami sangat bangga menjadi maskapai low cost pertama di Indonesia yang meluncurkan layanan semacam itu. Layanan ROKKI bisa diakses langsung di perangkat penumpang, sehingga bisa tetap terhubung kapanpun dan dimana saja,” kata CEO AirAsia Group di Indonesia Dendy Kurniawan dalam siaran persnya. Penumpang yang akan menggunakan layanan ROKKI tersebut harus mengaktifkan fitur WiFi di ponsel pintar atau tablet mereka. Kemudian, penumpang harus menghubungkan perangkat mereka ke WiFi AirAsia-ROKKI dan mengaskses situs www.rokki.com untuk menikmati berbagai hiburan seperti film, musik, katalog belanja dan lainnya. Sayangnya layanan WiFi ini tidaklah gratis dan penumpang diberi dua paket pilihan jika ingin menggunakan layanan ini yakni paket chat 3 Mb dengan harga US$2,22 atau sekitar Rp30 ribu dan paket internet yang menawarkan kapasitas 10 Mb seharga Rp60 ribu. Diketahui, layanan WiFi saat ini tersedia di pesawat PK-AXV AirAsia Indonesia yang melayani rute domestik dan internasional termasuk Bali, Yogyakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Bangkok, Singapura dan Makau. Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, AirAsia Gaet Inmarsat Untuk Pengadaan On Board Broadband Layanan ROKKI ini pertama kali diperkenalkan di Malaysia tiga tahun silam tepatnya tahun 2014 dengan kode penerbangan AK. Nantinya penumpang akan dapat mengidentifikasi apakah penerbangan mereka dilengkapi dengan layanan ini oleh stiker yang ditempatkan di tempat duduk mereka serta pengumuman dari awak kabin. AirAsia Indonesia, menargetkan bisa menawarkan layanan WiFi ini pada 10 pesawatnya hingga tahun 2018 mendatang.

Ceroboh, Pramugari Ini Jatuh ke Tarmak dan Alami Patah Tulang

Kelalaian dalam bertugas dapat berakibat fatal bagi siapa saja yang mengalaminya, seperti seorang pramugari yang terjatuh dari Boeing 737 ketika pesawat tersebut tengah berada di sebuah bandara di Cina, Sabtu (11/11/2017) kemarin. Kejadian yang terekam kamera CCTV ini diunggah ke sosial media Weibo dan sontak ramai diperbincangkan netizen dari berbagai penjuru dunia. Diketahui, praugari tersebut mengalami luka yang cukup serius. Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, pramugari dari maskapai Xiamen Air ketika maskapai tersebut tengah transit di bandara Zhengzhou di provinsi Henan. Diketahui, pramugari tersebut tengah menyiapkan makanan dan hendak membawanya ke dalam pesawat sebelum ia kehilangan pijakan dan jatuh melalui pintu kabin yang masih terhubung dengan garbarata. Dalam rekaman CCTV tersebut juga tampak gerobak makanan yang ikut terjatuh. Pramugari yang tidak disebutkan namanya tersebut mengalami patah tulang dada. Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan medis. Dokter yang menangani pramugari tersebut menyebutkan tidak ada luka yang cukup serius, namun sang pasien harus tetap masuk ke ruang operasi untuk dipasangkan pin pada bagian tulang yang patah. Sementara itu, pihak maskapai Xiamen Air mengaku tengah menyelidiki insiden yang mereka sebut sebagai sebuah kecelakaan ini. Hadirnya pemberitaan ini di media tentu mengingatkan kita pada kejadian yang hampir serupa yang terjadi pada akhir Oktober lalu. Seorang pramugari dari maskapai China Eastern Airlines menderita luka pada beberapa bagian tubuhnya dan patah tulang setelah ia jatuh dari ketinggian 9 kaki atau setara dengan 2,7 meter. Baca Juga: Tanggalkan Pakaian Sebelum Mengudara, Pria Ini Tunda Keberangkatan Pesawat Disinyalir, pramugari tersebut jatuh ketika pesawat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Shenzhen Bao’an, Cina. Beberapa sumber menyebutkan bahwa si pramugari berada dalam kondisi yang tidak siap untuk lepas landas, sehingga ia terpental menuju pintu kabin yang belum tertutup secara sempurna tersebut. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Akibatnya, maskapai  China Eastern Airlines tersebut mengalami keterlambatan pemberangkatan hingga dua jam lamanya.

Beragam Alasan Hidangan di Kabin Pesawat Tak Senikmat di Darat

Berada di ketinggian 10 ribu meter membuat selera makan mungkin tak seenak di daratan. Apalagi makanan yang dimakan memiliki cita rasa sedikit unik dibandingkan dengan makanan yang ada di darat. Bahkan ada yang mengatakan alasan makan pada ketinggian 10 ribu meter karena tidak ada pilihan kecuali kelaparan. Hingga beberapa maskapai merekrut koki terkenal demi menyiapkan menu dalam penerbangan. KabarPenumpang.com merangkum dari news.com.au, ada banyak faktor yang berperan dalam hal ini mulai dari desain pesawat, keselamatan dan sains. Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya! 1. Taste tidak terlalu baik Indera perasa dan penciuman dalam kabin bertekanan akan berkurang secara signifikan. Hal ini mempengaruhi kepekaan Anda terhadap rasa manis dan asin yang berkurang hingga 30 persen selama penerbangan. Koki yang pandai, tahu akan masalah ini dan mengatakan memberi bumbu berlebih. Alfred Portale dari Gotham Bar and Grill Michelin yang membuat masakan untuk Singapore Airlines mengatakan, garam dan merica paling sering digunakan dan untuk mendongkrak rasa bisa ditambah dengan banyak rempah atau menambahkan unsur-unsur rempah dipiring untuk membuat Anda lebih merasakan makanan. Untuk makanan pesawat lebih cocok seperti makanan kari yang memiliki rempah berlimpah dalam masakannya. 2. Tak bisa merencanakan makanan Tidak mungkin memasak dalam pesawat, jadi makanan yang Anda pesan biasanya sudah dimasak dari awal sebelum masuk ke kabin. Karena makanan ini hanya akan dipanaskan di microwave atau oven yang ada di dapur kabin. Dengan rendahnya tekanan udara di kabin juga bisa memperlambat proses memasak. “Sebenarnya sangat sulit memasak di kabin. Mereka umumnya melakukan pemanasan ulang (memanaskan masakan),” ujar Johhn Hansman dari Pusat Transportasi Udara Internasional di Massachusetts Institute of Technology. 3. Tak perlu pisau untuk memotong steak Tak perlu berimajinasi untuk tidak mengarahkan pisau steak saat makan daging. Sebab banyak makanan pesawat yang di masak dengan kematangan berlebih, baik saat direbus ataupun di kukus sehingga makanan bisa dipotong dengan mudah. “Maskapai telah menemukan bahwa, jika Anda juga bisa memakan daging dengan mudah, Anda praktis tidak memerlukan pisau karena daging terlalu matang sehingga mudah untuk dipotong dengan garpu,” kata Guillaume de Syon dari Pennsylvania’s Albright College. 4. Pelayanan makanan sudah berubah Penumpang pesawat beberapa dekade lalu manifest penumpang lebih kecil dan terkadang hanya sebanyak 50 orang. Ini memungkinkan awak kabin untuk menawarkaan layanan makanan yang lebih personal pada setiap penumpang pesawat. Baca juga: Lima Maskapai Ini Kondang dengan Sajian Makanan Yang Buruk Namun kini, pesawat sudah berkembang dan membawa lebih dari 300 orang yang pastinya butuh makan. Dalam hal ini awak kabin harus memberi layanan makanan dengan segera. Apalagi saat ini banyak perusahaan penerbangan yang menambahkan kursi lebih banyak dalam kabin dan fokus penumpang terkadang kurang. “Karena ketertarikan untuk mengurangi biaya, banyak maskapai mencoba menempatkan lebih banyak kursi di pesawat terbang. Itu adalah bagian dari alasan Anda melihat beberapa maskapai penerbangan tidak memiliki layanan makanan panas, karena mengurangi ukuran dapur dan memberi ruang untuk tempat duduk,”ujar John Hansman.