Dirut Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari jajaran manajemen PT Angkasa Pura I (Persero). Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro meninggal dunia pada Sabtu (18/11) pukul 12.30 di RS Pondok Gede, Jakarta. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Sunter, Jakarta Utara. Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu, Petugas Avsec Adi Sutjipto Diganjar Hadiah dan Penghargaan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero), Israwadi mengumumkan ‘kepulangan’ dari Danang. “Mewakili Direksi dan Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero), kami mengucapkan turut berduka cita atas meningalnya Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Bapak Danang S. Baskoro. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Israwadi. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab meninggalnya almarhum Bapak Danang S. Baskoro.
Sumber: KabarPenumpang.com
Pria kelahiran Semarang 5 Oktober 1961 ini menjabat posisi Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) sejak Oktober 2016 berdasarkan SK Menteri Negara BUMN Nomor: SK-240/MBU/10/2016 tanggal 17 Oktober 2016. Sebelumnya almarhum menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) periode 2011 – 2016. Selain itu beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Aerowisata (2001-2004), Asisten Deputi Bidang Logistik & Pariwisata Kementerian BUMN (2004-2005), Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) (2005-2008), Komisaris PT Merpati Nusantara Airlines (2008-2011). Selamat jalan, Pak Danang!

Meski Anda Kendala Administrasi, Garuda Tetap Siap Buka Rute Kupang-Dili

Sebagai salah satu upaya untuk melebarkan sayap bisnisnya, Garuda Indonesia mengaku siap untuk membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan dua kota beda negara namun dalam satu pulau, yaitu dari Kupang, Nusa Tenggara Timur menuju Dili, Timor Leste. Namun, rencana penerbangan perdana yang dijadwalkan pada tanggal 15 November kemarin terpaksa diundur karena satu dua hal. Baca Juga: Usai Kembangkan 9 Bandara, Angkasa Pura I Canangkan Benahi Infrastruktur di El Tari dan Frans Kaisiepo Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, pihak maskapai plat merah kebanggaan Indonesia ini akan tetap membuka rute tersebut dalam waktu dekat, setidaknya ketika masalah yang tengah dihadapinya sudah menemukan titik terang. Kokoh Ritonga selaku General Manager PT Garuda Indonesia Tbk Kupang mengatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan sejumlah proses administrasi yang akhirnya menunda penerbangan perdana rute baru ini. Walaupun sejumlah staf dan infrastruktur Garuda yang akan menunjang penerbangan perdana di rute baru ini sudah berada di Dili, namun ia tetap berpegang teguh bahwa masalah administrasi ini harus terlebih dahulu diselesaikan. “Sejumlah instruktur kami (Garuda) sudah berada di Dili untuk mengadakan training dalam rangka persiapan penerbangan perdana tersebut,” ujar dia. Akibatnya, penerbangan perdana akan dijadwal ulang pada awal Januari atau akhir Februari 2018. “Sebenarnya semuanya sudah siap kalau masalah teknik,” terang Kokoh. “Karena pagi tadi saya juga sudah koordinasi dengan pihak security bandara, kemudian pihak imigrasi soal penerbangan perdana yang direncanakan pada 15 November mendatang,” tuturnya dilansir dari laman antaranews.com, Kamis (9/11/2017) kemarin. Kokoh mengaku, tidak bisa menyampaikan secara rinci soal administrasi yang masih belum dipenuhi, karena merupakan domain Garuda pusat dan sudah bagian dari urusan pemerintah dan pemerintah kedua negara. Baca Juga: Lima Maskapai Ini Kondang Untuk Rute Perintis Di lain kesempatan, Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu menyambut baik rencana penambahan rute penerbangan Garuda dari Kupang-Dili maupun sebaliknya. Ia mengaku hadirnya rute ini dapat memangkas waktu perjalanan turis mancanegara yang hendak berwisata ke NTT. “Kalau selama ini wisatawan dari Australia dan Timor Leste, mereka harus melalui Denpasar atau Jakarta, tapi dengan adanya penerbangan ini, maka akan memperpendek jarak tempuh wisatawan yang mau datang ke NTT,” ucap Marius. “Ini kesempatan yang baik untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan internasional ke NTT,” imbuhnya dilansir dari sumber terpisah.

Flydubai, LCC Yang Hadirkan Kenyamanan Kelas Bisnis di Boeing 737Max

Ajang pameran dirgantara Dubai Airshow 2017 baru saja berakhir, selain pihak manufaktur yang jor-joran menawarkan produk pesawat dan helikopter tercanggih, dari sisi maskapai juga tak kalah gesit untuk memperlihatkan inovasi dan layanan terbaru untuk memanjakan penumpang. Seperti Emirates yang sejak hari pertama pameran menjadi sorotan dengan suite kelas satu barunya. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada Flydubai, maskapai penerbangan berbiaya rendah atau LCC (Low Cost Carrier) juga meluncurkan interior kabin baru pada pesawat Boeing 737Max-nya? Baca juga: Pamer Kekuatan di Dubai Airshow 2017, Airbus Dongkrak Saham Yang Anjlok di Bulan Lalu Ya, Flydubai maskapai dengan biaya rendah sudah mengembangkan kabin miliknya seperti yang ditawarkan Emirates kepada beberapa penumpang ultra kayanya. KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (13/11/2017), saat ini Flydubai memiliki 76 pesawat Boeing 737Max dalam pesanan. Flydubai mengatakan, 737Max memiliki jangkauan luas dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Awalnya nanti, Flydubai akan menggunakan pesawat 737Max ini ke rute-rute terjauh seperti Bangkok, Praha, Yekaterinburg dan Zanzibar.
Kelas bisnis (Flydubai)
Flydubai pertama kali mendapat 737Max pertamanaya pada Agustus kemarin dan pada tahun 2023 mendatang 76 pesawat Boeing 737Max ini akan beroperasi. Pihak maskapai juga berharap agar pesawat Boeing 737Max ini bisa hadir enam unit lagi pada akhir 2017. Chief Executive Flydubai, Ghaith Al Ghaith menjelaskan, pihaknya bersiap dan akan memberikan sentuhan akhir pesawat baru yang akan meningkatkan kinerja armada Flydubai secara keseluruhan dengan membawa lebih banyak fleksibilitas dan efisiensi ke operasi maskapai. Selajutnya Ghaith mengatakan dengan pesawat baru ini juga untuk mendukung komitmen Flydubai membuka ke tujuan baru. “Pengalaman on board yang luar biasa bagi penumpang kami. 737Max menggambarkan perusahaan penerbangan yang hangat, ramah, cerdas dan ambisius,” kata Ghaith.
Kelas ekonomi (Flydubai)
Perubahan terbesar di pesawat ini adalah kursi kelas bisnis yang bisa dipesan terlebih dahulu dimana menawarkan kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur sepanjang 79 inchi dengan ditambah layar monitor untuk hiburan penumpang sebesar 16 inchi. Hingga kini, Flydubai menawarkan kelas bisnisnya bergaya kursi santai sederhana dan akan ada 10 kursi di bagian depan dan belakang kabin. Untuk kabin ekonomi, Flydubai menawarkan tempat duduk dengan sandaran enam arah yang bisa disesuaikan. Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, penguasa Dubai telah menggambarkan pengiriman Boeing 737Max pertama Flydubai sebagai tonggak sejarah lain dalam kisah sukses penerbangan Dubai. Baca juga: Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways Awal tahun ini, Flydubai dan Emirates mengumumkan adanya ikatan besar antara kedua maskapai tersebut. Meskipun bukan penggabungan, operator tersebut mengatakan bahwa mereka akan bekerja lebih erat dan telah meluncurkan serangkaian pengaturan codeshare. Operasi Flydubai pada awalnya ditakdirkan untuk pindah ke bandara Dubai World Central di selatan pusat kota, bahwa langkah tersebut sekarang telah dihentikan karena kemitraan dengan Emirates diperkuat di Bandara Internasional Dubai (DXB).

SkyDrive, Moda Otonom Yang Digadang Nyalakan Api Olimpiade 2020

Dalam persiapannya menyambut Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang, Toyota mendukung proyek mobil terbang yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap berlangsungnya perhelatan 4 tahunan tersebut. Diketahui, perusahaan manufaktur otomotif multinasional asal Jepang tersebut menginvestasikan 40 juta yen atau setara dengan Rp4,8 miliar untuk SkyDrive, mobil terbang yang menyerupai drone mahakarya Toyota. Baca Juga: Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (17/5/2017), tugas yang nantinya akan dibebankan kepada SkyDrive ini bisa dibilang cukup simpel, yaitu hanya menyalakan api olimpiade, penanda ajang Olimpiade Tokyo 2020 resmi dibuka. Adapun Cartivator, sekelompok pegawai Toyota yang menjadi penggerak proyek SkyDrive ini mengandalkan crowdfunding dan berbagai sumbangan lainnya untuk tetap berada di timeline mereka, yaitu menciptakan sebuah prototipe yang akan diterbangkan awal tahun depan. Konsep SkyDrive ini sendiri mirip dengan quadcopter, moda udara yang hanya memiliki satu tempat duduk dan dilengkapi oleh baling-baling besar di setiap sudutnya. Bisa dibilang SkyDrive tidak sama dengan konsep mobil terbang lainnya, seperti AeroMobil yang pada dasarnya hanya sebuah mobil yang ditambahkan sayap pada bagian sampingnya dan terlihat seperti pesawaat berukuran mikro. Cartivator mengatakan bahwa SkyDrive hanya memiliki panjang 9,5 kaki (2,9 meter), lebar 4,3 kaki (1,3 meter), dan tinggi 3,6 kaki (1,1 meter). Cartivator pun menggembar-gemborkan bahwa SkyDrive merupakan mobil terbang terkecil di dunia yang memiliki banyak keuntungan. Moda udara futuristik ini dapat melaju hingga kecepatan 93 mph atau setara dengan 150 km per jam. Baca Juga: Antara Fakta dan Mitos Pada Penerapan Mobil Otonom Adapun visi dari tim Cartivator adalah untuk menciptakan sebuah moda udara, dimana setiap orang dapat terbang dari satu titik ke titik lainnya sesuai permintaan, tanpa memerlukan bandara atau landas pacu. Visi tersebut, menurut Cartivator, rencananya akan terealisasi pada tahun 2050 mendatang, dimana mereka yakin bahwa semua moda transportasi sudah mengalami pembaruan dan beralih ke era otomatisasi. Moda ini mengadopsi sistem Vertical Take-Off Landing (VTOL), itulah yang menyebabkan moda ini tidak membutuhkan landas pacu untuk mengudara atau landing. Menurut jadwal, Cartivator akan mulai melakukan penjualan terhadap SkyDrive pada tahun 2023 mendatang, atau 3 tahun pasca Olimpiade Tokyo.

Jatuh ke Jalur Kereta, Wanita Ini Kehilangan Lengan

Seorang wanita harus kehilangan lengan kanannya akibat terjatuh ke jalur kereta api. Insiden ini terjadi di stasiun Ayala, Filipina pada 14 November 2017 kemarin. Diketahui seorang penumpang Metro Rail Transit Line 3 (MRT3) bernama Angeline Fernando, 24 tahun asal kota Pasay yang baru saja turun dari kereta di jalur utara dan merasa kepalanya pusing. Baca juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta Kemudian Angeline terjatuh di jalur kereta api pukul 14.30 waktu setempat dan terjebak diantara gerbong kereta pertama dan kedua. KabarPenumpang.com melansir dari laman newsinfo.inquirer.net (14/11/2017), saat terjatuh diketahui tangan Angeline terperangkap di coupler kereta api yang menghubungkan mobil pertama dan kedua. Setelah kejadian tersebut, pihak stasiun membawa Ageline ke Makati Medical Center untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Menurut seorang saksi, Angeline saat itu mencoba untuk naik kembali ke stasiun tetapi tidak ada yang meresponnya secara langsung. “Saya terkejut melihat seorang wanita berada di jalur rel dan berusaha naik. Tapi tidak ada yang menanggapinya dengan segera kemudian seseorang berteriak untuk membantu wanita tersebut,” ujar Celia Castillo. Dia mengatakan, yang tersisa dari lengan Angeline sekitar empat inci atau sekitar sepuluh sentimeter. Wakil Menteri Transportasi Cesar Chaves megutip kata-kata supervisor MRT3 stasiun Ayala Raffy Robles, membenarkan lengan Angeline terpotong hampir dekat ketiaknya. “Lengannya terputus di dekat ketiaknya. Dia sadar saat di bawa ke klinik sembari menunggu ambulans,” jelas Chaves. Atas kejadian ini, Chaves memerintahkan manajemen MRT3 mengambil rekaman CCTV kecelakaan tersebut untuk diberikan pada pihak kepolisian dan media. Akibat kecelakaan ini pengoperasian MRT3 terganggu yakni dari stasiun Nort Esda dan Shaw hingga pukul 15.06 dan mulai beroperasi kembali pukul 15.39 waktu setempat. Baca juga: Tuas Rem Darurat, Instrumen Keselamatan di Kereta Yang Bisa Datangkan Masalah Baru. Kok Bisa? Saat ini diketahui, Angeline sudah lepas dari bahaya atau masa kritisnya dan biaya perawatan rumah sakitnya akan ditanggung oleh pihak MRT3. Chaves menambahkan, pada kejadian, Angeline tidak didorong oleh siapapun sebab stasiun terlihat sepi pada Selasa 14 November lalu.

Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik

Bagi sebagian orang, bersepeda merupakan aktifitas yang tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga memberikan dampak yang positif pada lingkungan karena tidak menimbulkan polusi layaknya kendaraan lain. Namun jarak tempuh yang cukup jauh menjadi alasan di balik penggunaan sepeda listrik, yang disinyalir memiliki fungsi yang serupa dengan sepeda konvensional, hanya saja ada penambahan beberapa elemen elektronik yang memungkinkan sepeda bergerak tanpa dikayuh. Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/11/2017), Anda tidak perlu menjual sepeda konvensional Anda untuk mendapatkan sebuah sepeda listrik, cukup menggunakan Swytch eBike Conversion Kit. Ini merupakan inovasi yang memungkinkan para pengguna sepeda konvensional merubah modanya menjadi sebuah sepeda listrik, tanpa harus melakukan perombakan besar-besaran. Mungkin dibutuhkan waktu yang agak lama untuk merubah ban biasa menjadi ban sepeda listrik, dan itu terkesan tidak terlalu efektif. Maka dari itu, Swytch menawarkan sebuah teknologi yang dapat memasok energi listrik berkekuatan 36V/250W ke roda depan sepeda. Jadi Anda tetap bisa mengayuh sepeda tersebut, dan menggantinya ke mode elektrik jika Anda sudah mulai lelah. Quick-connect bracket yang terpasang di roda akan menghubungkan motor penggerak bertenaga listrik dengan sensor yang ada di power bag (bagian dari komponen Swytch eBike Conversion Kit) ini memungkinkan Anda untuk mengubah mode sepeda dengan sangat mudah dan cepat. Ketika Anda hendak memarkirkan sepeda, power bag ini juga bisa dengan mudah dilepas untuk menghindari tindak kriminal yang mungkin saja terjadi. Pada dasarnya, Anda cukup mengganti ban depan yang sudah dilengkapi dengan motor penggerak yang berfungsi sebagai ‘reseptor’ pada bagian poros roda depan, dan memasangkan komponen pelengkap yang menggantikan fungsi dari rem depan. Setelah semua komponen teknis penunjang pengoperasian terpasang, Anda cukup menghubungkan semua komponen tersebut ke power bag yang disimpan pada bagian depan sepeda dengan menggunakan kabel, dan sepeda listrik itu siap untuk digunakan. Baca Juga: Spektakuler! Utrecht Bangun Fasilitas Parkir Sepeda Terbesar di Dunia Kecepatan maksimum yang dapat dihasilkan oleh sepeda listrik ini adalah 20 mph atau setara dengan 32 km per jam. Belum ditentukan kapan Swytch eBike Conversion Kit ini akan dirilis, namun dilansir dari laman sumber, harga yang dikenakan untuk seperangkat alat ini berkisar US$ 650 atau setara dengan Rp8,9 juta. Apakah Anda tertarik untuk memilikinya?

Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul

Selain Ben Gurion yang dikenal sebagai bandara paling ketat di dunia, warga Yahudi Israel kini tengah menanti pembukaan bandara baru yang tinggal menghitung bulan. Ilan and Asaf Ramon International Airport yang rencananya akan dibuka pada awal tahun 2018 ini disebut-sebut akan menampilkan sesuatu yang baru dan belum pernah ada di bandara lain di Israel. Kira-kira, apa saja poin yang dapat kita temui di bandara ini? Berikut KabarPenumpang.com beberkan beberapa poin tersebut, dihimpun dari laman israel21c.org. Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia Lokasi yang Menyajikan Pemandangan Indah Bandara tersebut dibangun di atas gurun yang telah direklamasi di jantung Lembah Timna, daerah yang terkenal tambang tembaganya yang konon telah beroperasi sejak masa pemerintahan King Solomon. Penggunaan kaca berukuran ekstra besar di sepanjang ruang terminal akan menyajikan pemandangan indah khas gurun. Bandara Akan ‘Berbaur’ Dengan Lingkungan Sekitar Dua arsitek yang menjadi otak di balik mega proyek ini, Mann Shinar dan Moshe Zur mengatakan bahwa bangunan inti dari bandara ini akan nampak seperti bongkahan batu besar yang diaplikasikan dengan menggunakan teknik self-shading. Yang lebih menakjubkannya lagi adalah di dalam bandara ini nantinya akan ada satu lantai khusus yang memungkinkan semua orang untuk melihat pemandangan ciamik di luar bandara, tanpa terganggu oleh objek yang biasa kita temui di bandara pada umumnya, seperti vending machine dan lain-lain. Bandara ini Akan Lebih Mudah Diakses Ketimbang Bandara Pendahulunya Ilan and Asaf Ramon International Airport akan menggantikan peran dari dua bandara pendahulunya, yaitu Bandara Eilat J. Hozman yang berada di pusat kota Eilat, dan Bandara Ovda yang terletak 60 kilometer sebelah utara kota Eilat. Wisatawan Eropa yang hendak menuju kota Eilat akan terbang menggunakan maskapai Ryanair menuju bandara Ovda, lalu melanjutkan perjalanan menuju kota Eilat dengan menggunakan layanan shuttle atau  taksi yang tersedia, tentu saja dengan tarif yang tinggi. Tidak hanya berjarak lebih dekat dengan kota Eilat, bandara baru ini juga akan menghadirkan layanan antar-jemput bersubsidi yang diyakini akan memudahkan aksesibilitas wisatawan dari Ilan and Asaf Ramon International Airport menuju Eilat. Secara tidak langsung, penyediaan layanan ini juga akan meningkatkan daya jual Eilat bagi wisatawan mancanegara. Penerbangan Berbiaya Rendah Menuju Eropa Akan Tersedia di Bandara Ini Dalam kasus ini, Ryanair akan menawarkan layanan penerbangan menuju Eropa dengan berbagai destinasi, sebut saja Milan, Budapest, dan Berlin. Jika tengah peak season, mungkin harga yang ditawarkan akan ikut melambung, namun setidaknya Anda bisa lebih memaksimalkan waktu liburan dengan berangkat dari bandara yang lebih dekat dari kota Eilat ini. Bandara ini Akan Dilengkapi Dengan Berbagai Layanan Penumpang Layaknya fasilitas yang tersedia di berbagai bandara modern lain, Ilan and Asaf Ramon International Airport juga akan melengkapi dirinya sendiri dengan fasilitas layanan penumpang tersebut, sebut saja pusat informasi, stand pertukaran mata uang, restoran, toko serba ada, ruang beribadah, hingga tempat penyewaan mobil. Duty-Free Bagi Orang Israel yang Melakukan Penerbangan Domestik Pada November 2016 silam, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa orang-orang Israel yang melakukan penerbangan domestik ke Eilat akan dapat membeli barang-barang bebas bea. Menurut peraturan saat ini, hanya pelancong dari luar negeri yang bisa membeli produk bebas bea di Israel. Tentunya peraturan ini perlu ditelusuri lebih lanjut dan akan segera dicari titik keluarnya. Bandara Baru ini Akan Memungkinkan Pembangunan Kembali Pusat Kota Eilat Bandara Hozman yang terletak di tengah kota dianggap terlalu berperan aktif dalam menyumbang polusi suara, dan ketika Ilan and Asaf Ramon International Airport rampung, maka bandara Hozman akan ditutup. Ini akan memungkinkan penataan kembali lokasi bekas bandara Hozman di waktu mendatang. Ilan and Asaf Ramon International Airport Akan Menjadi Acuan Dua Mega Proyek di Eilat Ketika bandara ini rampung, maka ini akan menjad penanda dua mega proyek di Eilat akan mulai bergulir. Pertama adalah pemindahan pelabuhan Eilat, dan yang kedua adalah pembangunan rel kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan pusat Israel dengan Eilat, serta pelabuhan Eilat dan Ilan and Asaf Ramon International Airport. Baca juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel Dapat Digunakan Sebagai Bandara Cadangan Selama konflik di jalur Gaza sejak tahun 2014 silam, US Federal Aviation Authority secara temporer melarang penerbangan menuju bandara utama di Israel, Ben-Gurion. Sementara itu pemberangkatan internasional dialihkan ke bandara Ovda, namun bandara tersebut tidak memadai untuk menanggapi lonjakan permintaan yang ada. Maka dari itu, pemerintah setempat memandatkan Ilan and Asaf Ramon International Airport untuk mem-backup tugas bandara Ovda. Penamaan Bandara ini Merupakan Sebuah Bentuk Dedikasi Nama bandara ini sendiri diambil dari astronot asal Israel pertama untuk NASA, Ilan Ramon, yang meninggal setelah The Columbian Space Shuttle yang ia tumpangi mengalami kecelakaan pada tahun 2003 silam. Sedangkan anaknya, Asaf Ramon, meninggal dalam kecelakaan pada 2009 silam saat menerbangkan jet F-16 selama periode wajib militer.

Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat

Nama Pulau Rupat seolah terlupakan dalam jagad pemberitaan media nasional, namun tahukah Anda, bahwa pulau dengan luas 1.500 km2 ini termasuk dalam kelompok pulau terluar, dimana perairan Pulau Rupat langsung berbatasan dengan Selat Malaka, dan hanya butuh hitungan jam saja untuk menyambangi daratan Malaysia. Selain punya predikat pulau terluar, Pulau Rupat sejatinya punya potensi wisata yang dapat digali, terlebih bila infrastruktur transportasinya ikut dibenahi. Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia Resminya Pulau Rupat adalah salah satu kecamatan yang termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis. Kecamatan Rupat terdiri dari 12 (dua belas) desa dan 4 (empat) kelurahan dengan ibukota kecamatan berada di Batu Panjang dengan jumlah populasi penduduk 47 ribu jiwa. Buat Anda yang menginginkan wisata anti mainstream, Pulau Rupat terkenal dengan wisata pantai yang indah, terutama di wilayah Pantai Pasir Panjang. Kondisi air yang jernih dan tidak terlalu dalam juga ideal dijadikan tempat berenang dan bermain air. Jika tidak ingin berenang, pelancong juga biasanya bermain-main di pinggir pantai sambil berjemur. Pasir pantainya yang putih dan bersih membuat pengunjung betah berlama-lama berada di pantai ini.
Jika ingin melakukan snorkeling maka biota bawah lautan di kawasan pantai Rupat relatif masih terjaga lengkap dengan ikan-ikan kecil berwarna-warni. Karena airnya yang cukup jernih dan tidak terlalu dalam yang berada di sekitar bibir pantai. Pemandangan birunya Selat Malaka yang dihiasi oleh barisan pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya bisa memberikan nilai keindahan dan seni yang luar biasa jika di ambil dari sudut yang tepat.
Pintu masuk Pelabuhan Tanjung Kapal
Lantas yang jadi pertanyaan, bagaimana akses menuju Pulau Rupat? Sayangnya memang belum tersedia jalur transportasi udara, namun tak sulit untuk menyambangi Pulau Rupat, dari Pelabuhan Dumai ke Pulau Rupat dapat ditempuh dengan kapal ferry RoRo dengan durasi tempuh 40-50 menit. Pelabuhan utama yang ada di Pulau Rupat adalah Pelabuhan Tanjung Kapal. Tentu jangan samakan pelabuhan ini dengan fasilitas yang ada di Pelabuhan Merak-Bakauheni, di Tanjung Kapal hanya terdapat satu dermaga trester. Karena baru dilengkapi satu dermaga, jumlah ferry yang melayani rute Dumai-Tanjung Kapal masih terbatas pada dua unit kapal ferry.
Embarkasi kendaraan ke kapal ferry.
Berdasarkan penelusuran KabarPenumpang.com saat bertandang ke Tanjung Kapal pada awal November ini, dua unit kapal ferry yang tersedia adalah KMP Tasik Gemilang milik Pemda Bengkalis dan KMP Kakap milik PT ASDP Indonesia Ferry. Sementara unit pengelola pelabuhan ditangani oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis. Karena merupakan pelabuhan kecil, jenis ferry yang melayani rute ini hanya berukuran 600 ton. Dalam sekali angkut dapat memuat 50 kendaraan sekelas sedan, atau bisa membawa truk golongan V dengan bobot 8 ton. Tarif yang dikenakan untuk menyeberangkan kendaraan sekelas sedan adalah Rp100 ribu, sedangkan tarif penumpang Rp8 ribu per orang. Waktu bongkar muat tiap kapal berkisar 1,5 jam, dan dalam satu hari terdapat 4x trip perjalanan.
Pelabuhan Tanjung Kapal hanya memiliki satu dermaga.
Manifest Penumpang Kapal Bila Anda menyeberang dengan ferry dari Merak-Bakauheni, maka otomatis identitas penumpang telah terekam dalam database manifest penumpang, tentu itu semua untuk alasan keselamatan dalam pelayaran yang telah diatur dalam oleh pemerintah. Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo Nah, nantinya para penumpang kapal ferry rute Dumai-Tanjung Kapal juga akan mendapatkan manfaat dengan ketersediaan sistem manifest. Pada 2 November lalu, Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis tengah menjajaki teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo, yang dikenal punya reputasi melayani jasa penjualan tiket otomatis di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Automatic Vehicle Classification mengitegrasikan fungsi automatic ticketing system sedari penumpang dan kendaraan memasuki pelabuhan hingga naik ke dalam kapal.

Mulai Sekarang, Pengemudi Moda Online Tidak Bisa Sembarangan Tarik Penumpang!

Menjamurnya moda berbasis online belakangan ini membuat beberapa elemen masyarakat gerah, pasalnya mereka kerap dinilai seenaknya menarik penumpang. Tentu ini akan menjadi masalah besar bagi sarana transportasi umum seperti taksi karena tidak jarang pengemudi GrabCar atau Uber lebih memilih untuk menjemput penumpangnya di lokasi yang mudah dijangkau, seperti tempat pemberhentian taksi atau halte bus. Baca Juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat Dilansir KabarPenumpang.com dari laman greatdeals.com.sg, ComfortDelGro baru-baru ini meminta kepada semua pengemudi taksi untuk melaporkan jika ada angkutan berbasis online yang mengambil penumpang dari tempat taksi. Perusahaan transportasi darat multi-nasional yang terdaftar di Singapore Exchange yang diketahui mengoperasikan sekitar 46.010 armadanya di tujuh negara ini juga menambahkan agar pengemudi taksi tersebut mencantumkan foto yang akan digunakan sebagai bukti kongkrit bahwa benar telah terjadi tindak pelanggaran. Nantinya, ComfotDelGro akan membantu meneruskan laporan ini ke pihak Land Transport Authority (LTA) agar bisa menindaklanjutinya. Dilansir dari sumber terpisah, pengemudi angkutan berbasis online akan dikenakan denda sebesar SIN$ 50 atau setara dengan Rp500.000 jika ketahuan menarik penumpang dari tempat yang sudah dilarang sebelumnya, seperti tempat pemberhentian taksi atau bus. Tidak berakhir sampai di situ, jika sang pengemudi melakukan pelanggaran yang sama dalam tenggat waktu kurang dari 12 bulan, maka denda tersebut akan meningkat menjadi SIN$80 atau setara dengan Rp800.000. Nilai tersebut setara dengan perjalanan seharian penuh seorang pengemudi, yang berarti mereka ‘narik’ tanpa hasil jika ketahuan melanggar. Walaupun para pengemudi moda berbasis online ini sebenarnya tahu mengenai peraturan tentang tata tertib penjemputan penumpang, namun dari segi pelanggannya sendiri kadang tak acuh dengan adanya ketentuan ini yang akhirnya bisa merugikan sang pengemudi. Di sini ComfortDelGro berusaha untuk membantu pengemudi taksi yang kerap kali mengeluhkan permasalahan yang terlihat sepele ini, tapi memiliki dampak yang luas. Baca Juga: Sah! Grab Kini Legal Jemput Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Diharapkan adanya inisiasi ini dapat memberikan ‘sentilan’ terhadap pengendara moda berbasis online untuk tidak seenaknya lagi menarik penumpang dari sembarang tempat, setidaknya sampai LTA merevisi peraturan yang berlaku sekarang. Mungkin permasalahan ini juga yang melatarbelakangi ‘pemblokiran’ moda berbasis online di Bandara Internasional Soekarno Hatta beberapa waktu yang lalu, hingga akhirnya pihak Grab bernegosiasi dengan sejumlah pihak, termasuk otoritas bandara dan mendapatkan ijin resmi untuk menjemput penumpang dari bandara terbesar di Indonesia ini.

Ini Lho! Tampilan Baru Google Maps

Google pada 16 November kemarin mengumumkan tampilan barunya ke Maps. Maps dengan tampilan baru ini memiliki warna lebih cerah, ikon yang lebih jelas dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Baca juga: SeatGuru, Aplikasi ‘Pendeteksi’ Tersedianya WiFi dan Stop Kontak di Dalam Penerbangan KabarPenumpang.com melansir dari laman thenextweb.com (16/11/2017), pada Google Maps tampilan terbarunya, selama beberapa minggu pengguna akan dikenalkan dengan kunci warna dan ikon baru yang sesuai pada kategori masing-masing. Contohnya warna oranye atau jingga untuk makanan dan minuman dalam artian tempat makan atau restoran serta warna merah muda untuk kesehatan seperti klinik ataupun rumah sakit. Warna dan ikon baru ini hadir pada pembaharuan terbaru, sehingga pengguna harus memperbaharui Google Maps Anda dari desain lama ke desain terbaru, sebab dalam desain yang lama semua hal tercampur jadi satu karena ikon dalam bentuk kecil dan warna terlihat serupa satu dengan lainnya. Berbeda dengan tampilan terbarunya kini, Maps milik Google sekarang membuat pengguna melihat dengan mudah apa yang mereka cari.
Warna penanda baru di Google Maps (thenextweb.com)
Jika terjadi kecelakaan, untuk mencari rumah sakit, ikon yang terlihat akan berwarna merah jambu dan bisa membantu mengantar pengguna menuju rumah sakit. Tak hanya itu, Google juga menyediakan peta khusus dengan berbagai fungsi, ini tergantung apakah Anda mengemudi, menggunakan transportasi umum atau hanya untuk mengeksplore suatu daerah. Untuk pengguna yang mengemudikan kendaraannya sendiri, maka peta akan mengarahkan Anda ke SPBU terdekat, sedangkan pengguna yang menggunakan transportasi umum akan di bantu menemukan stasiun kereta atau halte bus terdekat. Pembaruan pertama akan tersedia di semua aplikasi produksi Google yang menggabungkan Google Maps seperti Asisten, Penelusuaran, Earth, Andorid Auto dan aplikasi serta situs web yang menggunakan Google Maps API. Baca juga: Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS Tujuan Google dengan tampilan baru pada Mapsnya ini untuk menjaga agar berguna dan tetap diperbaharui oleh para pengguna. Bisa dikatakan, ikon dan warna baru ini sangat dibutuhkan masyarakat, sebab skema warna dan ikon jelas dan mudah dinavigasi dibandingkan dengan desain dan versi lamanya.