Luasnya pulau berjuluk Kepala Cenderawasih ini, ditambah dengan akses jalan yang tidak semulus dan sebesar di Pulau Jawa, membuat sebagian wilayah di Papua memiliki keterbatasan akses untuk menjangkau daerah lainnya. Maka tidak heran jika jalur udara dipilih sebagai akses yang paling relevan untuk mengkoneksikan dua daerah yang terpisah luasnya hutan belantara di Papua. Tapi, jangan harap Anda dapat naik pesawat dari bandara besar seperti di Ibukota, sebab hanyalah landasan udara kecil yang siap menyambut perjalanan Anda.
Baca Juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional
Sebut saja landasan udara Kegata yang terletak di Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, Papua. Mungkin kesan pertama yang terlintas di benak Anda saat melihat tempat ini adalah sama sekali tidak terlihat seperti landasan udara, tapi ini memang benar adanya. Tidak ada penampakan pesawat parkir, runway, menara Air Traffic Controller (ATC), atau pemandangan lain yang sewajarnya kita lihat di bandara terkecil sekalipun.
Hanya tampak sebuah lahan berlapiskan rumput yang memanjang kurang lebih 400 meter, beberapa rumah di tepiannya, sebuah lapangan di salah satu ujung landasan, dan sebuah jurang di ujung satunya lagi. Tidak jarang juga lapangan yang berada di salah satu ujung landasan ini dijadikan tempat bermain bagi anak-anak yang tinggal di sekitarnya.
Matt Dearden. Sumber: kompasiana.com
Landasan udara ini tidaklah datar, namun agak sedikit menanjak di salah satu ujungnya. Bertujuan untuk memberikan daya lebih ketika pesawat hendak mengudara (medan menurun), dan dapat membantu pesawat untuk memperlambat kecepatannya ketika mendarat (medan menanjak).
Pemandangan serba hijau khas hutan perawan ditambah dengan deretan pegunungan di Kegata terpampang sejauh mata memandang. Dilansir KabarPenumpang.com dari beberapa sumber, penggunaan pesawat Pilatus PC-6 Turbo Porter dinilai cocok untuk menghadapi medan ekstrem seperti di Kegata ini. Pesawat produksi Pilatus Aircraft, Swiss ini mampu membawa enam penumpang sekaligus.
Sumber: forums.x-plane.org
Terselip beberapa fakta unik lainnya menyusul keberadaan landasan udara Kegata yang bertengger di atas ketinggian 1678 mdpl ini, salah satunya adalah jarak penerbangan komersial terpendek kedua di dunia, setelah maskapai Longanair yang menghubungkan Westray ke Papa Westray di Provinsi Orkney, Skotlandia.
Terdapat sebuah desa bernama Apowo yang terletak sekitar 1,85 km dari Kegata. Karena medan yang memisahkan dua desa tersebut berupa lembah curam dan hutan lebat, maka tidak mungkin untuk menjangkau desa Apowo dengan menggunakan jalur darat. Berdasarkan kutipan dari laman tribunnews.com, seorang pilot bernama Matt Dearden yang mengemudikan Pilatus PC-6 Turbo Porter mengatakan bahwa penerbangan dari Kegata ke Apowo hanyalah memakan waktu sekitar 73 detik!
Baca Juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua
Matt juga mengakui bahwasanya pemandangan yang tersaji selama mengudara di antara kedua desa tersebut sangatlah indah. Lebih lanjut, Matt mengatakan landas pacu di Kegata sangatlah licin jika habis diterpa hujan. Bagaimana tidak, landas pacu tersebut hanyalah berupa tanah yang ditumbuhi oleh rumput, bukan aspal seperti di kebanyakan landas pacu. Untuk masalah biaya, penerbangan dari Kegata menuju Apowo dibanderol dengan harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.
Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk melihat salah satu keindahan Bumi Pertiwi melalui udara sekaligus memacu adrenalin dengan naik penerbangan perintis ini?
Tertidur selama perjalanan setelah atau sebelum memulai aktifitas sehari-hari memang bukanlah fenomena yang aneh. Rasa kantuk yang masih menggelayuti mata ketika pagi hari, atau lelah yang menyelimuti tubuh Anda ketika jam pulang kerja, menjadi pemicu untuk mengistirahatkan tubuh Anda sejenak selama berada di moda transportasi berbasis massal. Dari sinilah, tidak jarang penumpang bahkan sampai bablas ketiduran hingga beberapa stasiun setelahnya. Tentu, ini akan menjadi masalah tersendiri bagi mereka yang ketiduran.
Baca Juga: Kereta Ekonomi India Sekarang, Gambaran Kereta Ekonomi Indonesia Era 80-an
Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, sebuah aplikasi bernama Pyka pun lahir dan diharapkan dapat menjadi solusi tidak hanya bagi setiap pengguna kereta di India yang ketiduran, tapi juga bagi orang-orang yang baru menggunakan jasa perkeretaapian di negara penghasil film Bollywood tersebut. Walaupun seperti yang kita ketahui bersama, bahwa perkeretaapian di India masih bisa dibilang bobrok dan belum se-modern di Indonesia, namun hadirnya aplikasi ini membuktikan bahwa otoritas perkeretaapian di India tidak ingin berlama-lama menyandang gelar tersebut.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mensxp.com, Pyka akan bertugas seperti reminder yang akan terus menghubungi Anda 20 menit sebelum kereta tiba di tujuan yang Anda pilih. Anda cukup mencantumkan nomor kereta dan kode stasiun tujuan Anda dan kirim SMS ke nomor 92200 92200. Maka bagi Anda yang ketiduran di kereta pun akan terbangun dengan adanya notifikasi yang dikirimkan oleh Pyka berupa panggilan masuk atau SMS balasan. Sesederhana itulah cara kerja dari aplikasi pengingat ini.
Salah satu penggagas hadirnya Pyka, Sundar mengatakan bahwa ide ini muncul ketika ia dan beberapa rekan lainnya bepergian dengan menggunakan kereta. “Di pagi itu kami melihat banyak orang yang terlihat kelelahan namun mereka tetap terjaga sampai tiba di stasiun tujuannya, mereka berusaha untuk tidak tertidur,” ungkap Sundar. “Ini harus segera dicari solusinya,” imbuh Sundar manakala ia berusaha untuk mengingat momen tercetusnya ide pengadaan Pyka.
Jika dikaitkan dengan kondisi di Ibukota, tentunya aplikasi seperti Pyka ini bisa disandingkan dengan fitur pengeras suara yang ada di setiap gerbong KRL Jabodetabek. Ketika seseorang tertidur pulas di kereta, bukan tidak mungkin ia akan tetap tertidur ketika pengumuman tentang stasiun terdekat diputar oleh petugas kereta api. Maka dari itu, hadirnya aplikasi seperti Pyka ini dinilai dapat membantu membangunkan seseorang yang tertidur di kereta.
Baca Juga: Akibat Tertidur di Bus Antar Jemput Bandara, Pria ini Ketinggalan Pesawat
Seperti yang sudah dijabarkan di atas, aplikasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi siapa saja yang tertidur di kereta, melainkan bagi orang yang baru pertama kali menggunakan jasa layanan kereta api komuter juga akan sedikit terbantu. Getaran dan suara yang ditimbulkan oleh notifikasi Pyka akan memaksa seseorang untuk melihat hp-nya dan menyadari bahwa stasiun tujuan sudah dekat, sehingga ia bisa bersiap untuk turun.
Dengan penduduk mencapai 1,3 miliar pada tahun 2016, India merupakan penghasil karbon terbesar ketiga di dunia, artinya Negeri Anak Benua tersebut berpredikat sebagai penyumbang angka polusi udara yang cukup parah. Namun Pemerintah India tidak tinggal diam, cetak biru telah digelar untuk masa depan yang lebih baik, yang diharapkan pada tahun 2027 kapasitas listrik di India dapat dipasok dari energi terbarukan (non fosil). Lebih spesifik lagi, sektor perkeretaapian di tahun 2025 malah telah menjamin 25 persen pasokan sumber energinya juga dapat dipasok dari energi terbarukan. Proyek yang sangat penting untuk pengurangan karbon secara nasional.
Baca juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel SuryaKabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com (10/11/2017),
perkeretaapian India merupakan salah satu jaringan rel terbesar di dunia dan menjadi konsumen listrik yang tinggi. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.
Pada tahun 2014, armada lokomotif diesel India diketahui mengonsumsi 2,6 miliar liter solar. Hal ini membuat mantan Menteri Perkeretaapian India Suresh Prabhu berkomitmen menyediakan 200MW ke perusahaan kereta api India melalui windfarms.
Tetapi, karena India lebih sering mendapatkan panas matahari, tepatnya 300 hari dalam setahun, maka tidak mengherankan bila sistem tenaga kereta api di India lebih tepat menggunakan basis tenaga surya. Menurut sebuah studi tahun 2017 yang didanai oleh United Nations Development Programme (UNDP), Indian Railways dapat menyediakan 5GW tenaga surya ke jaringannya melalui investasi senilai US$3,6 milyar.
Oleh karena itu, organisasi tersebut telah bekerja sama dengan UNDP untuk membuat rencana untuk mencapai tonggak sejarah 5GW, yang akan melibatkan pelaksanaan 3.900MW proyek skala utilitas dan 1.100MW melalui prakarsa atap. Dari perspektif utilitas, Indian Railways telah mengalokasikan 5.000 hektar tanah yang dianggap tidak sesuai untuk tujuan komersial untuk memasang pembangkit tenaga surya, yang dapat menghasilkan hingga 500MW untuk stasiun kereta api.
Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api
Menteri Keuangan India, Arun Jaitley mengumumkan bahwa 7.000 stasiun kereta api India pada nantinya akan dilengkapi dengan sistem solar cell yang ditempatkan pada bagian atap (rooftop). Jaitley mengklaim bahwa 300 stasiun sudah dipasangi panel solar cell yang dikembangkan oleh Azure Power.
Panel surya juga akan dipasang ke kereta untuk mengurangi energi yang dibutuhkan dari sumber yang berpolusi, seperti panel diesel, dan atap pada 250 kereta lagi yang akan digunakan untuk menyalakan kipas dan sistem pencahayaan. Sebagai indikasi keberhasilan proyek jangka panjang ini, kereta bertenaga surya pertama diluncurkan dari sebuah stasiun kereta api di Safdarjung, Delhi, pada bulan Juli lalu.
Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura pada Rabu pagi 15 November lalu mengalami insiden tabrakan di Stasiun Joo Koon. Akibat kejadian ini sebanyak 29 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 27 penumpang dan 2 staf SMRT yang sebagian besar mengalami kondisi patah tulang. Atas kejadian tersebut, otoritas Singapura akhirnya mengungkap latar belakang peristiwa tabrakan yang melibatkan dua rangkaian kereta.
Baca juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!
Persisnya saat kejadian, sebuah rangkaian kereta menuju ke arah stasiun Tuas Link terhenti di stasiun Joo Koon pukul 8.18 pagi waktu setempat. Satu menit kemudian, kereta lainnya berhenti tepat di belakang kereta pertama yang rusak dan tiba-tiba bergerak maju tanpa diduga sehingga menabrak kereta pertama. Menteri Perhubungan Singapura Khaw Boon Wan mengatakan, ini adalah insiden besar pertama yang melibatkan sistem teknologi sinyal baru.
Tak hanya itu, Wakil Kepala Eksekutif Infrastruktur Pembangunan Otoritas Transportasi Darat (LTA) Chua Chog Kheng mengatakan, atas insiden ini operasional MRT dari Joo Koon menuju Tuas Link dihentikan sepanjang hari Kamis 16 November 2017. Sebagai gantinya akan ada layanan bus untuk alternatif warga yang terdampak penghentian operasional jalur tersebut.
Adanya tabrakan ini mengingatkan kejadian 24 tahun lalu tepatnya 5 Agustus 1993 di stasiun Clemeti dan sebanyak 156 penumpang luka-luka. Pada insiden ini, panel penyelidik independen yang terdiri dari Departemen Pekerjaan Umum, Politeknik Temasek, dan Mass Rapid Transit Corporation dibentuk untuk menyelidiki masalah tersebut.
Dua bulan kemudian panel tersebut melaporkan bahwa ada tumpahan minyak dari lokomotif yang melakukan pemeliharaan pada pagi yang sama. Ditemukan cincin karet yang rusak dan pecah sehingga menyebabkan 50 liter minyak tumpah kelintasan.
Panel tersebut menemukan bahwa staf tidak bertindak agresif dan segera untuk mengatasi tumpahan tersebut. Setelah kejadian tumpahan minyak tersebut sepuluh kereta masih menggunakan jalur tersebut tetapi sulit melakukan pengereman.
Pada kereta ke-11 yang terlibat tabrakan sebenarnya sudah menggunakan sistem rem darurat, namun sedikit tertunda sehingga pada saat kereta ke 12 masuk stasiun dan sistem pengereman otomatis sudah diaktifkan tetap saja tak bisa berhenti karena tumpahan minyak tersebut sehingga mengakibatkan tabrakan keduanya. Tidak ada staf yang ditemukan lalai dalam tugas mereka, dan panel tersebut merekomendasikan agar lokomotif perawatan diperiksa kebocoran minyak saat mereka kembali ke depot.
Baca juga: Stasiun MRT Singapura Siap Uji Coba Gerbang Tiket “Handsfree”
Hal ini membuat SMRT mewajibkan para petugas stasiun untuk memeriksa dan membersihkan jalur sebelum kereta berangkat ke stasiun tujuan. Saat itu diketahui pihak SMRT menerima lebih dari 150 klaim untuk kompensasi yang diajukan secara pribadi melalui hotline kompensasi mereka yang disiapkan satu hari setelah kecelakan tersebut. Adapun penggantian yang diberikan untuk biaya pengobatan dan barang yang rusak akibat tabrakan.
Di era yang sudah serba modern seperti saat ini, tidak sedikit golongan-golongan kreatif yang berusaha untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, tidak terkecuali di sektor transportasi. Seperti yang baru saja diungkapkan oleh Bruhat Bengaluru Mahanagara Palike (BBMP), sebuah badan kemasyarakatan kota Bangalore, dimana mereka hendak mengadakan sebuah moda transportasi berbentuk pod taxi.
Baca Juga: Macet Parah Menuju Bandara, Bangalore Tawarkan Layanan Antar Jemput via Helikopter
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thenewsminute.com (13/11/2017), Menteri Pembangunan Bangalore, KJ George mengatakan bahwa mereka telah membuka tender global untuk pemasangan pod taxi di kota kelima terbesar di India yang pada tahun 2016 dihuni oleh 12,5 juta penduduk ini. “BBMP membuka penawaran untuk penerapan sistem Rapid Transport di Bangalore berdasarkan Design, Build, Finance, Operate and Transfer (DBFOT) berbasis model PPP,” tukas George dalam sebuah cuitannya di media sosial Twitter.
Pada bulan Oktober silam, BBMP meminta Direktorat Transportasi Darat Kota untuk menyiapkan dokumen untuk proyek tersebut, sehingga persetujuan kabinet dapat diperoleh. “Awalnya, Indian Institute of Science ditunjuk untuk menilai kelayakan proyek pengadaan pod taxi ini. Setelah mengajukan laporan kelayakan, kami meminta tender. BBMP tidak akan mengeluarkan satu sen untuk proyek ini. Perusahaan yang mengambil alih proyek harus menanggung biaya,” tutur Komisaris BBMP, Manjunath Prasad. “Setelah proses tender selesai, Direktorat Transportasi Darat Kota akan menyerahkan laporan akhir kepada kabinet untuk mendapatkan persetujuannya,” imbuhnya.
Adalah Metrino, sistem pengangkutan cepat otonom layaknya sebuah kereta gantung yang diusulkan dengan perkiraan biaya sebesar Rs 1.700 crore atau setara dengan Rp3,5 triliun. BBMP telah mengusulkan enam rute yang nantinya akan dilayani oleh pod taxi ini, mencakup Trinity Circle ke Leela Palace, Leela Palace ke Marathahalli Junction, Marathahalli Junction ke EPIP Graphite India Road, Trinity Metro Station ke Koramangala/HSR Layout, Jayanagar 5th Block ke JP Nagar 6th Phase, dan Sony Signal ke Indiranagar Metro Station.
Manjunath juga mengatakan bahwa pembangunan proyek ini akan memakan waktu sekitar dua tahun. Perkiraan masa konsesi BBMP untuk penawar tersebut akan sampai 50 tahun, dimana pendapatannya akan dibagi rata oleh BBMP, Pemerintah Karnataka dan perusahaan swasta yang terlibat. Proyek ini diperkirakan merogoh kocek sekitar Rs 50 crore per kilometer atau setara dengan Rp103,6 juta per kilometernya.
“Sebut saja JPODS Inc, Ultra Fairwood, dan SkyTran sudah menunjukkan niatnya untuk mengerjakan proyek ini. Populasi kota kian meningkat dan memiliki masalah konektivitas. Pod taxi diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Di negara-negara Eropa, sistem ini populer tapi mahal karena populasinya juga rendah, sedangkan populasi Bangalore sangatlah besar, yang bisa membuatnya menjadi lebih terjangkau,” tutur Chief Engineer BBMP dari Departemen Pelebaran Jalan, BS Prahallad.
Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!
Ada banyak golongan yang meragukan keberhasilan dari proyek yang mereka nilai tidak efektif ini, namun keraguan tersebut langsung dibantah oleh CEO Namma Bangalore Foundation, Sridhar Pabbisetty. “Alih-alih berfokus pada taksi polong, pemerintah harus memastikan bahwa kota ini memiliki sistem perkeretaapian pinggiran kota yang baik untuk mengurangi kemacetan,” paparnya.
Tubuh manusia setiap harinya memerlukan kalori yang cukup untuk metabolisme. Namun, apa jadinya bila kalori yang masuk berlebihan dan tak bisa diproses secara baik? Biasanya lemak lah yang akan tertimbun di beberapa bagian seperti perut, paha lengan dan bagian tubuh lainnya.
Baca juga: Nissan Garap Prototipe Sistem Anti Dehidrasi Untuk Pengemudi
Namun, tahukan Anda dengan mengendarai sepeda bisa membakar lemak melalui proses oksidasi dan menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh? KabarPenumpang.com merangkum dari laman articles.latimes.com, bahwa proses pembakaran ini sangat ditentukan oleh beban kayuhan sepeda dan jarak yang ditempuh.
Sepeda merupakan salah satu moda transportasi tanpa bahan bakar fosil sehingga tidak akan menyebabkan ada polusi udara. Selain itu sepeda juga tidak akan menambah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Dengan bersepeda, Anda bisa menikmati pemandangan dan tentunya tubuh pun merasakan khasiatnya terkhusus bagi kesehatan Anda.
Pada tahun 2010 lalu, pemerintah kota Los Angeles menemukan dan membandingkan bagan berbagai bentuk transportasi dan menghasilkan sepeda menjadi alat transportasi yang membakar banyak kalori dalam tubuh. Dengan bersepeda sejauh 10 mil atau 16 km dalam satu jam akan membakar sebanyak 484 kalori.
Sedangkan dengan berjalan tiga mil atau sejauh empat kilometer kalori terbakar 353 kalori. Dibandingkan dengan mengemudi mobil sejauh 30 mil atau 48 km hanya membakar 170 kalori. Hal ini sudah terlihat jelas, bersepeda membakar hampir tiga kali kalori dibandingkan dengan mengendarai kendaraan lainnya seperti motor atau mobil.
Baca juga: Lakukan Olahraga Selama Perjalanan, Hindari Keram dan Bantu Bakar Kalori
Namun, jangan pernah berpikir mengemudi dengan semangat tinggi, yakni berjalan dengan cepat atau lambat akan menurunkan kalori lebih banyak, sebab ini tidak akan terjadi dan kalori yang terbakar sama saja. Sama halnya, hitungan ini juga tidak akan meningkat jika Anda berkendara sejauh 80 mil per jam. Jika menggunakan bus, kalori yang terbakar hanya 177 kalori per jamnya.
“Jika ada yang mengatakan bahwa mengemudi membakar x jumlah kalori, larilah atau bersepeda,” saran pelatih kebugaran Los Angeles Steven Kates.
Uber, perusahaan teknologi transportasi global yang berkantor pusat di San Francisco, dan beroperasi di 633 kota di seluruh dunia, baru saja menegaskan bahwa pihaknya akan mulai mengoperasikan layanan taksi terbangnya di Los Angeles pada tahun 2020 mendatang. Ini merupakan jalan yang ditempuh oleh pihak penyedia jasa layanan transportasi untuk turut serta menangani masalah lalu lintas yang ada. Secara, Los Angeles digadang sebagai kota dengan tingkat kemacetan terparah ke-12 di dunia versi TomTom Traffic Index 2017.
Baca Juga: Gandeng Uber, NASA Siap Dorong Proyek Taksi Udara Otonom di Tahun 2020
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (9/11/2017), Chief Product Officer Uber, Jeff Holden mempromosikan proyek ambisius perusahaannya ini di perhelatan Web Summit yang diadakan di Lisbon, Portugal, beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya sampai di situ, pihak Uber juga mulai mengunggah video berdurasi 100 detik yang berisikan tentang skema pengoperasian dari moda yang diberi nama Elevate ini.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa penumpang memesan layanan taksi udara melalui aplikasi Uber dan menuju ke “Skyport” di atap sebuah bangunan di dekatnya. Kode pesanan si penumpang akan dipindai di dalam moda tersebut lalu mengantarkannya ke lokasi tujuan dengan menggunakan pesawat hybrid.
Uber sendiri memprediksi bahwa perjalanan dari Lakers Staples Center menuju Bandara Internasional Los Angeles akan memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan taksi udara ini, padahal jika menggunakan mobil, perjalanan tersebut bisa memakan waktu hingga satu setengah jam. Seraya mempromosikan layanan anyarnya ini, Jeff mengatakan bahwa terbang menggunakan taksi udara milik Uber akan lebih menghemat kocek Anda dibandingkan dengan menggunakan mobil konvensional.
Diketahui, Los Angeles merupakan kota ketiga yang mengumumkan akan bekerja sama dengan pihak Uber, menyusul Dallas-Fort Worth dan Dubai. “Los Angeles merupakan salah satu kota yang paling padat di dunia saat ini,” tutur Jeff. “Pada dasarnya, Los Angeles tidak memiliki infrastuktur angkutan massal. Pendekatan semacam ini memungkinkan kita untuk menyebarkan metode transit massal dengan sangat murah, dimana pada pengaplikasiannya tidak membuat lalu lintas menjadi lebih buruk,” imbuhnya.
Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber
Harapan serupa juga dituturkan oleh walikota Los Angeles, Eric Garcetti, dimana ia berharap program taksi terbang milik Uber ini dapat memberikan dapak positif pada mobilitas warganya. “Los Angeles merupakan tempat uji coba yang yang sempurna untuk teknologi baru ini. Saya berharap dapat melihat perkembangan positif di tahun-tahun mendatang,” ungkap Eric dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, Holden juga mengatakan bahwa Uber telah menandatangani Space Act Agreement dengan pihak NASA untuk menciptakan sebuah sistem kontrol lalu lintas udara baru untuk mengelola pesawat otonom yang akan terbang rendah ini.
Virgin Australia pada akhir tahun 2018 mendatang akan menjalankan rute Asianya yang kedua. Penerbangan ini akan dimulai dengan menggunakan pesawat Airbus A330 baik dari Hong Kong ataupun daratan Cina lainnya.
CEO Virgin Australia, John Borghetti setelah melakukan rapat umum maskapai penerbangan mengatakan, pihaknya memiliki armada pesawat yang memadai, namun baru saja kehilangan slot atau tempat di bandara dan pihaknya sedang mengerjakan untuk mendapatkan tempat baru.
Baca juga: Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia
“Kami bekerja keras untuk mendapatkan slot tambahan di beberapa kota, bisa jadi Hong Kong atau di Cina atau di tempat lain di Asia. Orang bilang 12 bulan yang lalu Anda tidak akan pernah mendapatkan slot di Hong Kong, tapi sekarang kita punya tujuh, jadi pada tahun depan saya berharap Virgin Australia akan terbang ke kota baru tersebut yang berada di Asia,” ujar John yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman ausbt.com.au (9/11/2017).
Diketahui, Virgin Australia membuka rute penerbangan dari Melbourne menuju Hong Kong untuk pertama kalinya pada Juli 2017 kemarin. Penerbangan dengan rute tersebut berjalan setiap hari dan memerhatikan koridor Sydney menuju Hongkong dan Brisbane tujuan Hong Kong serta daratan Cina lainnya.
Virgin Australia berharap Daratan Cina menjadi hub yang bisa digunakan maskapai yang berafiliasi. John saat peluncuran rute ini mengatakan, pada akhir tahun 2018, Virgin akan berada di daratan Cina atau wilayah Asia lainnya. Namun dia menegaskaan bahwa ibu kota Cina yakni Beijing tidaklah termasuk dalam daftar tersebut.
“Kami membiarkan banyak pilihan terbuka, karena ini tergantung pada slot. Tetapi saya tidak melihat situasi dimana dalam tiga tahun kami tidak beropeasi di dua tempat di Cina dan Hong Kong serta tempat lainnya di Asia. Aku tidak bisa melihat hal itu terjadi,” jelasnya.
Memang ini terdengar seperti angan-angan bagi maskapai Virgin Australia yang memiliki lima armada pesawat Boeing 777 dengan komitmen ke Los Angeles dan enam Airbus A330-nya lainnya. John mengatakan, sebenarnya hal ini tidak terlalu sulit, sebab jika pihaknya mau mereka bisa mendapatkan pesawat dalam satu bulan sebab ada leasing yang memiliki spot di tempat-tempat tersebut.
Baca juga:Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd
Dia menambahakan, mungkin ada kebetulan bahwa HNA juga mengoperasikan armada sewa terbesar ketiga di dunia, dengan lebih dari 900 jet senilai lebih dari US$43 miliar. “Jadi saya tidak terlalu khawatir untuk mendapatkan pesawat terbang, ini lebih tentang memastikan tujuan Anda bekerja,” tegas John.
Terminal 4 Bandara Internasional Changi Singapura sudah mulai beroperasi awal bulan November 2017 ini. Dengan dibukanya terminal tersebut, bisnis baru pun juga mulai berjalan di salah satu bandara tersibuk di dunia ini. Changi yang selalu mendapat pujian sebagai bandara terbaik di dunia, di Terminal 4 ini menawarkan fitur baru dengan megah dan mengesankan. Ini terlihat dari sistem Fast and Seamless Travel (FAST) di bagian kedatangan.
Baca juga: Mulai 7 November 2017, AirAsia Pindah Ke Terminal 4 Bandara Changi
FAST merupakan proses otomatis yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses check in dan termasuk teknologi pemindai wajah berteknologi tinggi. Nantinya FAST akan memudahkan dalam mengotentikasikan identitas penumpang dan menghilangkan proses pemeriksaan manual oleh staf.
(Pengecekanan kemanan Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)KabarPenumpang.com merangkum dari laman mirror.co.uk (8/11/2017), terminal yang menghabiskan dana pembuatan sekitar £550 juta ini akan memiliki 65 kios check in otomatis dan 50 mesin drop tas otomatis. Tetapi layanan konter masih akan tersedia bagi penumpang dengan kebutuhan dan bantuan khusus atau yang tidak mengerti dalam penggunaan kios baru otomatis tersebut.
Pilihan pelayanan mandiri ditawarkan selain check in, drop tas, bahkan imigrasi dan masuk ke ruang tunggu, bila memnag masih kesusahan, para staf bandara juga akan membantu para penumpang. Nantinya setelah check in selesai dan penumpang melalui imigrasi serta keamanan, akan memasuki ruang terminal baru yang memiliki gaya dimana terdapat banyak hiburan ditawarkan selagi penumpang menunggu penerbangan mereka.
Ruang tunggu Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)
Sebagai awalnya, Anda akan dimanjakan dengan kawasan warisan dimana dalam area ini penumpang akan merasakan sejarah dan budaya Singapura yang kaya dengan desain vintage atau jadul. Sedangkan bagi pecinta kuliner, Anda akan dimanjakan dengan 80 toko yang bisa di jelajahi dengan berbagai macam masakan lokal Singapura, pasti membuat Anda dan penumpang lainnya tergiur. dan tertarik untuk mencobanya.
Tak berhenti di situ, Terminal 4 bandara Changi ini pun di lengkapi dengan teater digital, dengan layar LED 10 m x 6 m. Disini penumpang akan merasakan menonton mini show dengan tema Peranakan Love Story selama enam menit yang menghadirkan cerita romantisme tentang pecinta musik di Singapura dengan latar belakang tahun 1930an.
Tetapi tenang saja, bagi Anda yang kurang menyukai pertunjukkan, bisa duduk di bangku-bangku ruang tunggu sembari melihat tembok yang dihias gambaran kota Singapura. Untuk membuat hiasan dan ornamen di terminal baru ini, para pecinta seni turut andil salah satu karya yang paling mengesankan adalah Petalclouds, patung besar yang bisa dilihat dari sudut manapun di Terminal 4.
Pengambilan bagasi Terminal 4 Bandara Changi Singapura (Mirror)
Untuk pecinta penerbangan dan ingin melihat pesawat lepas landas dan mendarat di landasan dua ada area seluas 140 meter persegi untuk menikmati hal tersebut. Saat ini sudah ada beberapa maskapai yang dilayani pada Terminal 4 yakni AirAsia Group, Cathay Pacific, Cebu Pacific, Korean Air, Spring Airlines dan Vietnam Airlines.
Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler
Diperkirakan, terminal dua lantai ini mampu menampung 16 juta penumpang tiap tahunnya dan jika ditotal dari semua terminal akan menjadi 82 juta. Diketahui, Terminal 4 bukanlah satu-satunya proyek besar yang merupakan bagian dari perluasan bandara.
Pada awal tahun 2017 ini, Changi menjadi berita utama setelah mengungkapkan akan menambah sebuah taman hiburan baru untuk membuat penumpang terhibur sembari menunggu penerbangan mereka.
Emirates baru saja meluncurkan suite kelas satu terbaru di pesawat Boeing 777-300 di hari pertama Dubai Airshow 2017. Untuk menikmati suite kelas satu ini, diperkirakan perlu kocek £7 ribu atau setara dengan Rp125 juta untuk sekali terbangnya.
KabarPenumpang.com merangkum dari paddleyourownkanoo.com (12/11/2017), terungkap bahwa suite kelas satu ini dirancang dengan sangat mengesankan. Enam suite kelas satu dengan setiap suitenya tertutup dan memiliki kontrol untuk mengatur pencahayaan dan suhu ruangan individu.
Bilik suite kelas satu Emirates (Emirates)
Dengan luas setiap suite 40 kaki, kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur ini memiliki tinggi rata-rata 78 inchi. Pada suite kelas satu, Emirates mengembangkan posisi duduk gravitasi nol atau zero gravity khusus yang terinspirasi oleh teknologi NASA dan juga jendela dengan pemandangan semu dimana gambar awan terlihat.
Baca juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab
Dalam suite ini, akan ada banyak ruang untuk menyimpan barang pribadi penumpang, dilengkapi dengan lemari pakaian, penyimpanan kompartemen atas, sandaran lengan dan ruang dibawah televisi. Suite kelas satu Emirates dilengkapi dengan televisi 32 inchi yang bisa dikontrol dengan tablet 13 inci atau headset nirkabel.
Kelas bisnis (Emirates)
“Emirates mempelopori konsep suite pribadi Kelas Satu di tahun 2003, dan hari ini merupakan tolak ukur industri saat melakukan perjalanan kelas satu,” kata Sir Tim Clark, Presiden Emirates.
Dia mengatakan, selama bertahun-tahun, pihaknya terus memperbaiki suite kelas satu pribadi yang mereka miliki dengan menambahkan fitur baru. Pihaknya juga sangat senang dengan suite kelas satu terbaru yang lebih tertutup.
“Ini merupakan game changer sejati dalam hal privasi kenyamanan dan kemewahan yang bijaksana. Ini juga pertama kalinya produk Emirates sangat dipengaruhi oleh merek mewah lain seperti Mercedes Benz yang sesuai dengan detail halus, dan kualitas tanpa kompromi,” jelas Clark.
Kelas ekonomi premium (Emirates)
Sedangkan untuk kelas bisnisnya, Emirates menampilkan kursi bergaya vintage. Dengan 42 kursi yang juga bisa dikonversi menjadi tempat tidur, kelas bisnis juga diberikan monitor pintar 23 inci dengan pengalaman HD penuh.
“Sebuah motif artistik yang mewakili pohon Ghaf (Prosopis cineraria), digunakan sebagai sorotan desain di seluruh pesawat terbang. Tanaman asli evergreen, Ghaf dianggap sebagai pohon nasional Uni Emirat Arab, dan memiliki makna budaya dan ekologis yang dalam,” tambahnya.
Baca juga: 32 Tahun Mengangkasa, Inilah Kaleidoskop Emirates
Dikelas ekonomi premium, Emirates tetap menghadirkan kursi yang nyaman dengan tambahan layar monitor di depan kursi penumpang.