Lion Air Hengkang dari INACA, Alasan Yang Belum Terungkap

Sebagian besar maskapai di Tanah Air tergabung dalam wadah INACA, namun ada satu maskapai yang tidak lagi menjadi bagian dari INACA, ironisnya yang dimaksud adalah maskapai komersial terbesar di Indonesia, yakni Lion Air yang mengundurkan diri dari keanggotaannya dengan Indonesia National Air Carrier Association (INACA) pada 31 Juli 2015 silam. Baca Juga: Lion Air Pesan 50 Unit Boeing 737 MAX 10 Senilai US$6,24 Miliar Tidak diketahui pasti penyebab hengkangnya Lion Air dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia tersebut, baik INACA dan Lion Air enggan membeberkan alasan yang sahih terkait kejadian ini. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Presiden Direktur Lion Air yang kala itu menjabat sebagai Direktur Umum, Edward Sirait mengaku pihaknya sudah melayangkan surat pengunduran diri sementara dari keanggotaannya di INACA. “Karena ada ketidasepahaman dengan INACA, maka kami menyatakan mundur sementara. Suratnya sudah diberikan kepada INACA beberapa hari lalu,” papar Edo, panggilan akrab Edward, dikutip dari laman tribunnews.com (31/7/2015). Dikutip dari sumber lain, pihak INACA pun tidak menampik pemberitaan yang sempat heboh di median tahun 2015 tersebut. Ketua INACA kala itu, M. Arif Wibowo membenarkan pernyataan tentang Lion Air yang hengkang dari keanggotaan INACA. “Iya benar (Lion Air keluar dari INACA),” tuturnya singkat. Ketika ditanya lebih mendalam soal alasan Lion mengundurkan diri dari keanggotaannya dengan INACA, Arif berkelit dan terkesan tidak mengetahui hal yang melatarbelakangi kejadian tersebut. “Oh, tanya ke Lion-lah. Tanya ke Lion, kok ke saya,” katanya. Memang, beberapa pihak menyayangkan kepergian Lion dari INACA, padahal beberapa bulan sebelum surat pengunduran diri dilayangkan oleh pihak Lion, INACA mengaku siap memberikan bantuan kepada Lion Air jikalau dibutuhkan. Kala itu, Lion Air tengah dibelenggu soal penundaan penerbangan yang terjadi sejak Rabu 18 Februari 2015. “Kami dari asosiasi maskapai siap jika Lion Air membutuhkan bantuan,” tutur Arif dikutip dari sumber terpisah. Baca Juga: Ikuti Jejak Garuda Indonesia, Lion Air Pensiunkan Boeing 747-400 Sejurus sesaat sebelum Lion mengundurkan diri dari keanggotaannya, INACA sempat mendesak pemerintah untuk memberi bantuan konkret kepada dunia aviasi Nasional, karena disinyalir ada 13 maskapai penerbangan nasional yang bergelar ekuitas negatif, salah satunya adalah Batik Air. Seperti yang kita ketahui  bersama, Batik Air merupakan salah satu anak perusahaan dari Lion Air Group. Jadi, apa yang sebenarnya melatarbelakangi hengkangnya Lion dari INACA?

Bagi Pramugari, Melayani Penumpang di Kelas Ekonomi Adalah Berkah

Adalah wajar bila setiap penumpang berpikir untuk menikmati penerbangan dengan kelas bisnis dan kelas satu, terlebih bila ada promosi dari maskapai untuk kedua kelas ini baik lewat penukaran miles atau penawaran menarik lainnya. Tapi tahukah Anda bahwa pramugari yang melayani terkadang tak merasa nyaman berada di kelas utama tersebut dan lebih memilih melayani penumpang di kelas ekonomi. Baca juga: Diet Coke, Inilah Minuman Yang Dibenci Pramugari Tentu ini menjadi pertanyaan menarik, dan ternyata penyebabnya lantaran penumpang yang berada di kelas bisnis ataupun kelas satu lebih ingin dilayani dan terkadang membuat para pramugari tak bisa beristirahat. KabarPenumpang.com merangkum dari laman thesun.co.uk, beberapa pramugari menyatakan bahwa melayani penumpang di kelas ekonomi merupakan pekerjaan terbaik. Pekerjaan pramugari di kabin kelas satu ataupun bisnis membuat mereka harus bekerja lebih keras dan jarang ada waktu untuk beristirahat. Mantan pramugari salah satu maskapai, Heather Wilde mengatakan, bahwa pekerjaan melayani di kabin ekonomi jauh lebih mudah dibanding kelas satu atau kelas bisnis. Dia menambahkan, ketika terbang dengan kelas ekonomi semua akan berjalan lebih baik, pramugari paling senior di pesawat akan menangani semua pengumuman, dokumen dan stok. Kemudian mengecek pelayanan minuman dan makanan ringan, lorong kabin dan lainnya. “Dalam pengalaman di kelas satu tidak ada waktu untuk beristirahat. Karena Anda harus melayani setiap penumpang setiap menit dalam penerbangan dan Anda harus bisa memastikan memberitahukan pengumuman pada waktu yang tepat. Sejujurnya ini membuat saya seperti pelayan di langit,” ujar Wilde. Nuralia Mazlan yang juga seorang pramugari senior mengatakan, dirinya lebih baik melayani 100 penumpang di kelas ekonomi dibandingkan 16 penumpang kelas bisnis. Menurutnya, penumpang kelas ekonomi saat diberikan makanan dan minuman tidak banyak mengeluh. “Selesai penumpang makan dan minum, kami mengumpulkan sampah mereka. Sesudah selesai kami mematikan lampu kabin dan bersiap untuk tidur,” jelas Mazlan. Dari berbagai pengalaman ini, beberapa anggota awak kabin mengatakan, rute yang dioperasikan pesawat bisa mendikte penumpang yang berada di kelas bisnis atau kelas satu. Misalnya seperti salah satu anggota Reddit bernama Emmadilemma yang mengatakan dirinya suka bekerja di kelas satu kecuali di penerbangan jarak jauh menuju Los Angeles, Amerika Serikat. Menurutnya, semua orang tujuan LAX merasa diri seperti putri dan pantas diperlakukan seperti selebriti. Untuk maskapai lainnya, penumpang kelas bisnis adalah yang paling kasar dengan rute tujuan dari New York ke London atau New York ke Miami. Baca juga: Beragam Alasan Hidangan di Kabin Pesawat Tak Senikmat di Darat “Pada penerbangan NYC-Florida semua orang mengira mereka adalah orang terpenting di dunia. Saya pernah mendapat 40 orang penumpang pria yang mengatakan bahwa mereka adalah pemilih makanan dan meminta saya untuk mengeluarkan kacang almond dari sajian makanan yang berupa campuran kacang atau hal lainnya,” ujar Brad salah satu pramugari. Karena melayani penumpang di kelas satu atau kelas bisnis dirasa lebih menantang, umumnya untuk melayani kedua kelas tersebut dipilih pramugari yang sudah punya jam terbang tinggi, atau pramugari senior.

Setelah Dua Hari Ditutup! Siang Ini Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka

Setelah beberapa Notice to Airmen (NOTAM) memerintahkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup akibat meletusnya Gunung Agung, siang tadi (29/11/2017) NOTAM baru pun terbit yang berisikan bandara terbaik di dunia versi ASQ tersebut sudah dibuka. Tentu ini menjadi angin segar bagi banyak penumpang yang sempat terlantar yang hendak meninggalkan atau menuju Bali. Turunnya level Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari merah ke level orange membuat otoritas bandara sepakat untuk membuka kembali layanannya pada Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 15.00 WITA. Baca Juga: Dua Hari Ditutup, PT Angkasa Pura I Lakukan Perbaikan dan Pemeliharaan Bandara Ngurah Rai Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, keputusan pengoperasian kembali bandara ini diambil setelah rapat yang diadakan di kantor Emergency Operation Centre (EOC) Bali pada pukul 13.00 WITA, yang diketuai oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV sebagai regulator dengan seluruh stakeholder terkait. “Kesimpulan, VONA sudah turun dari red ke orange. Terhitung mulai pukul 15.00 Wita Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai status opened (buka),” jelas Arie Ahsanurrohim selaku Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I. Tentunya, pembukaan ini didasarkan pada NOTAM nomor A4298/17 yang diterbitkanoleh AirNav Indonesia. Senada dengan Arie, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono pun mengutarakan hal yang serupa. “Secara keseluruhan maka diputuskan Notam Closed Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dicabut pada pukul 14.28 WITA (Airport Open). Dengan demikian penerbangan dari dan ke bandara I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi normal,” tukasnya dilansir dari laman liputan6.com (29/11/2017). Baca Juga: Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak Sayangnya, situasi bottle neck membayang-bayangi para calon penumpang yang sempat terlantar selama beberapa hari ini. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Israwadi mengatakan memang betul Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka, namun belum bisa langsung mengoperasikan penerbangan, baik domestik maupun mancanegara. “(Penerbangan pertama) belum ada, karena butuh waktu penerbangan mulai lagi,” tegas Israwadi dikutip dari laman viva.co.id. Ia menambahkan bahwa para petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam persiapan pasca NOTAM terbaru diterbitkan.

Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron

Seorang penumpang maskapai IndiGo Airways yang baru mendarat di Bandara Internasional Indhira Gandhi India dipukuli di aspal apron oleh soerang staf lapangan dan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Diketahui, karena pemukulan ini pihak IndiGo Airways juga sudah meminta maaf pada penumpang tesebut. Baca juga: Penumpang Pukul Petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi, Video Viral Kemana-mana Pemukulan tersebut terjadi pada 15 Oktober 2017 lalu dan penumpang yang menjadi korban bernama Rajiv Katiyal. KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com, perkelahian terjadi antara Katiyal dengan staf saat diberitahukan untuk tidak membersihkan kopernya di samping pesawat terbang. Namun, akibat kebisingan di apron, Katiyal nampaknya salah paham dengan staf tersebut dan mengira mereka bersikap kasar hingga menggunakan umpatan sebagai tanggapan terhadapnya. Staf tersebut menarik dan tidak memperbolehkan Katiyal naik ke dalam bus antar jemput, kemudian terjadi perkelahian antara keduanya. Perkelahian keduanya direkam oleh staf kargo bandara Montu Karla. IndiGo Airways mengatakan bahwa Karla adalah penghasut dari perkelahian yang memberitahukan kepada staf junior untuk mencegah Katiyal naik bus antar jemput tersebut. “Montu Kalra adalah pegawai kargo. Dia tidak punya alasan untuk mendekati area penumpang. Dia tidak punya alasan untuk mencegah pelanggan naik bus. Dia tidak punya alasan untuk menginstruksikan rekan-rekan lainnya,” kata Aditya Ghosh, Presiden dan Wholetime Director IndiGo. Atas kejadian ini Ghosh meminta maaf kepada Katiyal melalui sebuah surat pernyataan. “Saya menyadari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami penumpang kami dan melibatkan staf kami di bandara Delhi. Permintaan maaf pribadi saya karena ini tidak mencerminkan budaya kita.” Dia juga mengatakan telah meminta maaf langsung kepada Katiyal. Di IndiGo, martabat penumpang dan staf sangat penting, setiap tindakan yang mengkompromikan martabat adalah masalah serius bagi pihak maskapai. Baca juga: Sedang Gendong Anak, Penumpang Ini Malah Mendapat Bogem dari Petugas Bandara “Dengan adanya pelanggaran kode etik, insiden ini diselidiki dan tindakan tegas dilakukan terhadap staf. Sekali lagi permintaan maaf pribadi dan tulus saya kepada penumpang yang terkena dampak,” ujarnya.

Setelah Uji Coba di Jepang, Satu Set Kereta MRT Jakarta Akan Tiba Maret 2018

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 86,12 persen dan akan menjadi 90 persen di akhir Desember 2017 ini. Pengerjaan sisa sepuluh persen terakhir nantinya akan digunakan dalam pengetesan kereta di jalurnya. Baca juga: ‘Kejar Setoran’, PT MRT Jakarta Larang Pengunjung Tengok Perkembangan Proyek Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, kereta MRT saat ini sudah siap dan akan mulai dicoba pada main track di Jepang. Sedangkan untuk test track kereta MRT ini sendiri bukan berdasarkan kecepatan melainkan uji coba kelaikan kereta yang nantinya akan dikirim ke Jakarta. “Tanggal 18 Desember 2017 ini, satu set kereta kita sudah siap dan akan dicoba dan pengirimannya ke Jakarta akan mulai pada quarter pertama tahun 2018 mendatang,” ujar Sabandar di Bakoel Koffie, Selasa (28/11/2017). Sabandar menjelaskan, rangkaian kereta yang akan datang ke Jakarta ini nantinya bertahap satu set sekali pengiriman dan dimulai pada Maret 2018 hingga Desember akhir 2018 mendatang. Direktur Konstruksi Silvia Halim menambahkan, pengiriman trainset sendiri akan dilakukan per dua minggu sekali dari Jepang menuju Jakarta menggunakan kapal laut. Total MRT Jakarta akan mendatangkan 16 set kereta dari Jepang. Silvia mengatakan, nantinya sebelum dioperasikan, kereta tersebut akan disimpan di depo Lebak Bulus yang sudah dilengkapi dengan workshop. Depo ini sendiri ditargetkan akan selesai pada awal 2018. “Depo kita saat ini sudah selesai 80 persen dan hal-hal yang diperlukan di depo juga sudah hampir rampung,” ujar Silvia yang diwawancarai KabarPenumpang.com, Selasa (28/11/2017). Dia menambahkan, saat ini untuk pemasangan rel di track atau jalur MRT sendiri sudah selesai sepanjang 500 meter dari 36.000 meter dengan pembagian di elevated 400 meter dan underground 100 meter. Menurutnya, jika track ini sudah selesai di 2018, kereta MRT akan mulai dicoba dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI. Terkait masalah stasiun yang akan di bangun di jalan Haji Nawi, Silvia mengatakan, saat ini pembebasan lahan sudah selesai dan pengerjaan pembangunannya akan mulai di kerjakan. Namun, kemungkinan stasiun ini tidak akan bisa digunakan saat pertama kali MRT Jakarta diluncurkan pada Maret 2019 mendatang. Baca juga: Punya Desain Unik, MRT Jakarta Beri Warna Berbeda di Tiap Stasiun “Kita sudah mulai melakukan pengerjaan untuk stasiunnya, yang agak sulit itu untuk jalur kendaraan yang mengantar ke stasiun tersebut itu yang masih dalam proses. Untuk masyarakat sekitar jalan Haji Nawi sendiri sudah antusias menunggu kehadiran MRT Jakarta ini. Ada kemungkinan stasiun Haji Nawi akan bisa digunakan tidak jauh dari peluncuran MRT Pertama di Maret 2019 mendatang,” kata Silvia.

Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry

Tidak melulu setiap penumpang tertarik dengan penganan yang disajikan oleh moda yang ia tumpangi, mulai dari pesawat, kereta api, hingga kapal ferry. Tren membawa bekal untuk menangkal rasa lapar selama perjalanan nampaknya masih erat melekat di benak orang Indonesia, dengan alasan utama harga yang tidak ‘mencekik’ serta kehigienisan dari makanan itu sendiri. Baca Juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo Namun, persepsi tentang makanan yang kurang higienis tersebut perlahan memudar pasca anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menggeluti usaha katering, PT Reska Multi Usaha menggandeng PT. Nusapangan Sukses Makmur yang terkenal dengan produk makanan dalam kemasan siap santap, PopSo. PopSo sendiri memiliki beragam varian makanan yang terkenal higienis karena berbentuk makanan beku. Sebelum disajikan kepada penumpang, para petugas restorasi kereta api akan menghangatkan PopSo terlebih dahulu di dalam microwave selama beberapa menit, lalu disajikan kepada penumpang dalam keadaan panas. Untuk soal harga, PopSo memang sedikit lebih mahal ketimbang makanan yang kerap kali ditemui di pinggir jalan. Untuk nasi goreng bakso saja, PT Nusapangan Sukses Makmur mematok harga Rp25.000 hingga Rp30.000, tergantung varian rasa yang kita pilih. Tak ayal, sebagian penumpang terkesan ogah-ogahan untuk membeli penganan ini. Namun sebagian lainnya malah antusias dengan tingkat kehigienisan dari PopSo itu sendiri dan visualisasi makanan yang terpampang di bagian tutup dari PopSo itu sendiri. “Jujur saya tertarik dengan visualnya, walaupun saya tidak terlalu lapar pada saat itu. Dan ternyata pas dicoba, rasa dan makanan di dalamnya tidak sesuai dengan visualisasi tersebut,” ungkap salah satu penumpang Fajar Bisnis kepada KabarPenumpang.com, Jumat (24/11/2017). “Tapi untuk masalah higienis, memang harus saya akui. Bahkan sendok dan garpunya sudah tersedia di dalam kemasan yang masih disegel,” imbuh pria yang enggan menyebutkan identitasnya tersebut.
PopSo milik PT KAI. Sumber: istimewa
Berangkat dari poin higienis tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry ingin mencoba peruntungan dengan menghadirkan PopSo di Waroeng ASDP, fasilitas kantin baru di kapal yang juga menyediakan layanan On Board Entertainment berupa akses WiFi. Di sini, hadirnya fasilitas kantin baru ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh PT ASDP untuk merubah stigma pengguna jasa ferry bahwa kantin di dalam kapal terkesan ‘jorok’, makanan yang disajikan terkesan tidak higienis, serta dilayani dengan petugas yang berpakaian tanpa seragam. Tidak hanya layanan, Waroeng ASDP pun menyajikan tampilan anyar. Kantin ini sarat dengan unsur kayu, bahan marmer, serta penggunaan lampu LED strip white warm. “Hadirnya kantin ini diharapkan bisa memberikan kesan yang natural, hangat serta ramah. Saat ini (Waroeng ASDP) telah hadir di KMP Sebuku,” ujar Mario S Oetomo, Manager Humas PT ASDP. Baca Juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis “Kami menggunakan produk dari Popso yang serupa di gerbong PT KAI, sehingga makanan cepat saji terjamin kualitas rasa dan kebersihannya,” tambah Mario. Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa visi PT ASDP adalah untuk mencoba merubah paradigma penumpang tentang kantin dan penganan yang disajikan di kapal itu terkesan jorok. Maka dari itu, PT ASDP menggaet PT. Nusapangan Sukses Makmur dengan PopSo sebagai produk andalannya, agar bisa merealisasikan visinya tersebut. Tentunya, ini merupakan salah satu cara PT ASDP untuk meningkatkan layanan kepada para penumpangnya.

Dua Hari Ditutup, PT Angkasa Pura I Lakukan Perbaikan dan Pemeliharaan Bandara Ngurah Rai

Lewat dua kali NOTAM, sejak Senin 27 November hingga 24 jam kedepan, yakni 29 November 2017 pukul 07.00 WITA, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan ditutup untuk segala aktivitas penerbangan. Perpanjangan penutupan tersebut didasarkan kondisi pancara abu vulkanik dari Gunung Agung yang masih dianggap rentan untuk keselamatan penerbangan dari dan ke bandara terbaik di dunia tersebut. NOTAM sendiri dapat diperpanjang jika kondisi udara belum dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan. Baca juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan” Dengan status penutupan bandara, tidak lantas aktivitas kerja di Bandara Ngurah Rai berhenti, justru momen ini dimanfaatkan PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk melakukan pengoptimalan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan area air side. Hal ini dilakukan seiring dengan pelayanan yang terus dilakukan terhadap para penumpang pesawat terdampak penutupan bandara akibat erupsi Gunung Agung. “Di luar pekerjaan pemeliharaan rutin yang terjadwal, untuk memanfaatkan status penutupan operasional bandara akibat erupsi Gunung Agung, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga melakukan pekerjaan-pekerjaan non-rutin seperti perbaikan apron yang progress-nya sudah mencapai 90 persen dan grill saluran air,“ kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com hari ini. Adapun pekerjaan pemeliharaan rutin yang dilakukan yaitu pengecatan marka runway taxiway dan apron, pemotongan rumput runway strip, serta pembersihan rubber deposit. Pekerjaan lainnya yang dilakukan untuk memanfaatkan status penutupan Bandara Bali ini yaitu overlay runway 09-27 yang progress-nya diestimasikan mencapai 23 persen. Masih terkait penutupan bandara, pada Selasa (28/11), hingga pukul 12.00 WITA, Angkasa Pura I Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali bekerja sama dengan instansi terkait telah memfasilitasi 510 penumpang terdampak penutupan bandara menggunakan bus untuk menuju Terminal Mengwi sebanyak 406 penumpang dan langsung ke Surabaya sebanyak 104 penumpang. Akumulasi total penumpang yang difasilitasi Angkasa Pura I menggunakan transportasi darat sejak Senin (27/11) lalu sebanyak 1.297 penumpang. Baca juga: Ditutup 24 Jam Kedepan, Bandara Ngurah Rai Sementara Tak Layani Penumpang Hingga Selasa (28/11) ini terdapat pembatalan 443 penerbangan domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang terdiri dari 242 penerbangan domestik dan 201 penerbangan internasional.

Kereta Premium Siap Ramaikan Rute Lubuk Pakam-Pematangsiantar

Sektor pariwisata Sumatera Utara saat ini mulai dikembangkan dengan dukungan bandara Silangit yang sudah menjadi bandara internasional juga akan di dukung dengan moda transportasi lainnya. Salah satunya adalah layanan kereta dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan mengoperasikan kereta premium rute Lubuk Pakam menuju Pematangsiantar. Jalur ini masuk dalam Divisi Regional (Divre) 1 Sumatera Utara dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Vice President KAI Divre Sumut Aliskan mengatakan, kereta yang akan digunakan adalah kereta premium baru dan diharapkan bisa sampai ke Sumatera Utara tahun ini juga. “Nantinya pada tahap awal kereta api premium akan melayani rute Lubuk Pakam menuju Pematangsiangtar masing-masing dua kali perjalananan,” ujar Aliskan yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman okezone.com (8/11/2017). Baca juga: Bandara Silangit Terintegrasi Shuttle Bus Menuju Pulau Samosir Dia mengatakan, dengan adanya operasional kereta premium ini, maka kedepannya rute Medan tujuan Pematangsiantar akan dilayani tiga kali sehari. Aliskan tidak mengatakan berapa banyak kereta yang akan dioperasikan, namun diketahui, satu gerbong kereta akan berisi 80 kursi. “Yang pasti fasilitas kereta api premium ini cukup bagus. Sesuai dengan tujuan calon penumpang untuk berwisata,” kata Aliskan. Sedangkan untuk sampai ke Danau Toba, penumpang kereta dari Siantar akan dilayani dengan bus Damri. Tak hanya itu, Aliskan mengatakan ada wacana akan ada pembangunanan rel kereta api rute Siantar menuju Parpat. Saat ini, rencana tersebut sedang dalam proses pengkajian di kementerian terkait yakni Kementerian Perhubungan termasuk besar investasinya. Diketahui, sebenarnya rute Medan tujuan Pematangsiantar atau Lubuk Pakam tujuan Siantar sudah ada kereta Siantar Ekspress yang merupakan kereta ekonomi. Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api Dengan jadwal keberangkatan awal KA dari Siantar pukul 06.20 pagi dan tiba di medan pukul 10.25 pagi. Kemudian kereta ini akan berangkat kembali dari Medan pukul 14.00 dan tiba di Siantar pukul 17.50 sore. Akan memakan waktu sekitar empat jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 103 km dan harga tiket sekali jalan Rp22 ribu baik dari Medan menuju Siantar ataupun sebaliknya.

Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Apa jadinya jika sebuah jembatan aero (aero bridge) atau garbarata yang biasa digunakan untuk penumpang masuk dan keluar pesawat bukan digunakan penumpang biasa? Di Thailand pada Agustus 2017, sebuah video viral di media sosial tentang garbarata angker. Baca juga: Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal Video garbarata angker ini diambil di Phuket International Airport tepatnya di Gate 206. KabarPenumpang.com melansir dari laman asiancorrespondent.com (1/8/2017), viralnya video ini membuat para netizen yang melihat merinding dan ketakutan. Video yang diambil seorang amatiran ini, berdurasi 31 detik dan diunggah ke laman Facebook serta sudah ditonton oleh jutaan pasang mata dalam waktu kurang dari satu hari setelah diposkan di media sosial. Dalam video tersebut memperlihatkan hal yang aneh sebab tidak ada pesawat yang terparkir dan garbarata tersebut tampak kosong pada awalnya dengan lampu yang menyala. Kemudian secara tiba-tiba dan misterius terlihat banyak penumpang seperti keluar dari pesawat yang melalui jembatan tersebut menuju ke terminal kedatangan bandara. Gerakan penumpang dalam video tersebut tampak cepat dan diambil seperti dari dalam sebuah pesawat. Menurut situs berita Malaysia, seorang pengguna Facebook bernama Richard Ker yang memasang video pendek tersebut di akunnya mengatakan rekaman itu diambil beberapa hari sebelum dirinya mengunggah ke media sosial. Seorang teknisi pesawat terbang yang dihububungi mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memastikan keaslian rekaman tersebut. Tetapi teknisi tersebut mengatakan penumpang hanya menggunakan platform tersebut saat turun dari pesawat. Diketahui pada awal di posting ke Facebook tanggal 1 Agustus 2017, video ini sudah dilihat 5,3 juta kali dan sudah dibagikan sebanyak 5000 kali oleh para pengguna Facebook. Baca juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis Namun hingga kini video sudah di bagikan 44.216 kali dan mendapat 74 ribu emoji dan banyak netizen yang memberikan aneka komentar di video tersebut.

Ximena Suarez, Saksi Korban Kecelakaan Pesawat Klub Bola Chapecoense

Selamat dari sebuah insiden besar merupakan sebuah mukjizat yang tiada terkira. Namun di sisi sebaliknya, kejadian tersebut akan meninggalkan trauma yang sangat mendalam bagi si survivor. Kegundahan semacam inilah yang dirasakan oleh Ximena Suarez, seorang pramugari yang selamat dalam kecelakaan pesawat yang menimpa klub bola asal Brazil, Chapecoense pada 28 November tahun lalu. Ibu dua anak yang berdomisili di Bolivia, India ini menjadi salah satu dari enam orang lain yang selamat dalam kecelakaan nahas tersebut. Baca Juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (26/11/2017), Ximena mengaku mengalami trauma berat pasca kecelakaan yang menewaskan 71 orang tersebut. Pesawat nahas tersebut jatuh di kawasan pegunungan ketika tengah mengudara menuju kota Medellin, Kolombia, dimana Tim Chapecoense sedianya bertanding dalam final Copa Sudamericana, kompetisi antarklub terbesar kedua di Amerika Selatan, melawan tim dari kota Medellin, Atletico Nacional.
Sumber: dailymail.co.uk
Penerbangan carter yang terbang dari Brazil melewati Bolovia ini berujung nahas tatkala pesawat tersebut mengalami kegagalan listrik yang menyebabkan pesawat kehilangan daya angkat dan terjun bebas menghempas tanah. Sebelum pesawat menyentuh tanah, Ximena sempat pindah ke bagian belakang dan ia sangat percaya bahwa momen itulah yang akhirnya menyelamatkan nyawanya. Tentu, tidak dapat dibayangkan betapa ngerinya kejadian yang dialami oleh Ximena kala itu, sampai-sampai ia mengaku tidak bisa tidur selama beberapa waktu pasca kecelakaan tersebut. “Beberapa malam mereka (korban meninggal) menyambangi mimpi saya, sebuah mimpi buruk! Saya bahkan tidak bisa tidur karenanya,” tutur Ximena dikutip dari laman sumber. “Walaupun saya sudah meminum obat tidur, tetapi itu semua tidak mempan karena saya tetap terbangun pada malam hari sehingga saya harus meminumnya lagi untuk kembali tidur,” imbuhnya. Memang, beban batin Ximena tidaklah mudah untuk diterima begitu saja dengan akal sehat. Bagaimana tidak, dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat puluhan penumpang meregang nyawa, dan itu meninggalkan jejak kuat dipikirannya. “Saya percaya bahwa campur Tangan Tuhan-lah yang akhirnya menyelamatkan nyawa saya dan beberapa rekan lainnya,” tutur Ximena. Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Ximena mengatakan bahwa semua korban selamat diikat oleh belenggu trauma kecelakaan itu. “Saya menganggap orang-orang yang selamat sebagai saudara laki-laki, karena pada hari yang sama tanggal 28, kita dilahirkan kembali. Kita adalah sebuah keajaiban. Kita harus memberikan kesaksian untuk membantu orang lain,” katanya.