Arah Sebaran Abu Vulkanik Berubah, Bandara Lombok Pagi Ini Sudah Dibuka
Berdasarkan NOTAM B9077/17, Bandara Internasional Lombok Praya hari ini kembali dibuka dan mulai beroperasi sejak pukul 08.50 WITA Jumat (1/12). Sebelumnya Bandara Lombok sempat ditutup sejak pukul 10.35 WITA Kamis (30/11) kemarin. Keputusan pembukaan Bandara Lombok ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan Bandara Lombok, seperti Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG.
Baca juga: Terdampak Penutupan Bandara Lombok, Calon Penumpang Mendapat Diskon Hotel 20-30 Persen
Sebelumnya berdasarkan rapat koordinasi antar stakeholder pada pukul 05.00 WITA sempat disepakati bahwa Bandara Lombok akan diperpanjang penutupannya hingga pukul 14.00 WITA Jumat (1/12) ini karena sebaran abu vulkanik berpotensi menuju dan menutup Pulau Lombok karena angin pada lapisan 5.000-24.000 kaki bergerak dari arah barat-barat laut ke timur tenggara.
“Namun hasil pengamatan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin pada pagi hari menunjukkan perubahan arah angin sehingga sebaran abu vulkanik tidak berpotensi menutup ruang udara Pulau Lombok,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.
Untuk penerbangan, lanjut Israwadi, akan beroperasi normal. Sebagai informasi pesawat yang berada di apron saat ini adalah 3 pesawat komersial yaitu 1 pesawat Garuda Indonesia B737/800, 1 pesawat Lion Air B737/900, dan pesawat Garuda Indonesia ATR72.
Untuk update informasi perkembangan kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dapat menghubungi Posko Terpadu 0361 9351011 ext 6300, Media Center 0361 9351011 ext 5055, untuk informasi perkembangan kondisi Bandara Internasional Lombok dapat menghubungi posko terpadu 0370 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT Angkasa Pura I (Persero) di nomor 172.
Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv
Belum lepas Uber dari permasalahan hacker yang menyandera data penumpangnya, kini perusahaan penyedia jasa layanan transportasi berbasis online tersebut kembali menyita perhatian publik setelah pengadilan di Israel melarang dua layanan Uber beroperasi di Ibukotanya, Tel Aviv. Ini merupakan dari imbas dari kasus yang melibatkan Uber, Kementerian Perhubungan, dan Serikat Pengemudi Taksi Tel Aviv.
Baca Juga: Mulai Sekarang, Pengemudi Moda Online Tidak Bisa Sembarangan Tarik Penumpang!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (27/11/2017), putusan pengadilan tersebut secara spesifik menunjuk UberDay dan UberNight untuk sesegera mungkin menghentikan pengoperasiannya di Tel Aviv. Sedangkan layanan lainnya, UberTaxi, masih diperbolehkan untuk melanjutkan pengoperasiannya dan sama sekali tidak terkena imbas dari adanya kasus ini.
Di pengadilan, pengacara atas nama Kementerian Perhubungan dan Taxi Driver Union mengemukakan kekhawatiran seputar pertanggungan asuransi bagi penumpang yang memilih layanan UberDay atau UberNight. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan dakwaan terhadap Uber pada bulan Mei, dimana dakwaan tersebut menuduh Uber beroperasi tanpa izin dari pemerintah alias ilegal.
Diketahui, layanan UberDay dan UberNight muncul pacsa UberX dianggap ilegal di Tel Aviv. UberX sendiri memungkinkan orang biasa yang mengemudikan mobil pribadi dan menarik penumpang dengan tarif tertentu. Pasca pelarangan tersebut, perusahaan yang bermarkas di San Francisco, California tersebut meluncurkan layanan uberDay dan UberNight, yang mewajibkan penumpang membayar ongkos kepada pengemudi, termasuk mengganti biaya bahan bakar yang dikeluarkan dalam perjalanan tersebut.
“Untuk sementara, kami memberhentikan dulu layanan UberDay dan UberNight, tapi untuk layanan UberTaxi masih akan terus beroperasi di Israel,” ujar salah satu juru bicara Uber. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang di Israel untuk mengeksplorasi bagaimana sebuah teknologi dapat memperbaiki sistem transportasi di sana yang juga menawarkan keamanan dan harga yang relatif terjangkau,” imbuhnya.
Kejadian yang hampir serupa juga terjadi di dalam negeri, tepatnya di Kota Apel, Malang. Pada awal tahun 2017 kemarin, KabarPenumpang.com mendapati layanan UberCars menghilang dari salah satu destinasi wisata di Jawa Timur ini. Kuat dugaan, menghilangnya layanan transportasi berbasis aplikasi ini ditengarai oleh penolakan yang dilakukan oleh pengemudi taksi konvensional dan pengemudi angkutan kota.
Baca Juga: Uber Menghilang di Kota Malang
Guna menghindari konflik horizontal, pada 27 Februari 2017 Dinas Perhubungan Kota Malang mengeluarkan aturan yang membatasi operasional layanan transportasi online di kota tersebut. Dengan begitu, para pengemudi transportasi online seperti GoJek dan Uber di kota Malang kini tidak diperbolehkan untuk menjemput penumpang di kawasan perhotelan, mal, stasiun, terminal, tempat hiburan, pasar, rumah sakit, dan jalan yang dilalui angkutan kota.
Terdampak Penutupan Bandara Lombok, Calon Penumpang Mendapat Diskon Hotel 20-30 Persen
Berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) B8909/17 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 30 November 2017 yang mulai pukul 10.37 WITA sampai pukul 00.00 WITA menyebabkan enam puluh sembilan penerbangan di Bandara Lombok batal terbang. Dan sebagai bentuk kepedulian dari otoritas bandara dan elemen pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, para calon penumpang yang terdampak penundaan jadwal terbang akan mendapatkan diskon hotel.
Baca juga: Debu Vulkanik Gunung Agung Mengarah ke Selatan dan Tenggara, Bandara Lombok Kembali Ditutup
Pembatalan 69 penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdiri dari 67 penerbangan domestik dan 2 penerbangan internasional. Jika dihitung sejak Senin (27/11) hingga Kamis (30/11), maka terdapat pembatalan total 166 penerbangan di mana pada Senin (27/11) terdapat pembatalan 47 penerbangan, Selasa (28/11) terdapat pembatalan 36 penerbangan, dan Rabu (29/11) terdapat pembatalan 14 penerbangan.
Adapun maskapai yang melakukan pembatalan penerbangan domestik (keberangkatan) pada Kamis (30/11) ini yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (10 penerbangan), Wings Air (4 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan).
Sementara itu maskapai yang membatalkan penerbangan domestik (kedatangan) yaitu Garuda Indonesia (11 penerbangan), Citilink (3 penerbangan), Lion Air (17 penerbangan), Batik Air (4 penerbangan). Sedangkan maskapai yang membatalkan penerbangan internasional adalah Air Asia.
Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…
“Untuk memfasilitasi calon penumpang yang gagal berangkat, Angkasa Pura I Cabang Bandara Lombok bersama Dinas Pariwisata setempat dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, berkomitmen untuk memberikan diskon hotel sebesar 20-30 persen kepada calon penumpang. Angkasa Pura I berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan kepada calon penumpang, terutama pada saat terjadinya force majeur,” kata Israwadi.
Pelabuhan Merak Diterpa Cuaca Buruk, Penyeberangan Ferry Dihentikan Sementara
Perubahan cuaca yang tergolong ekstrem beberapa hari nyatanya juga berdampak langsung pada jadwal pelayaran kapal ferry di Pelabuhan Merak. Dengan ketinggian gelombang mencapai empat meter dan kecepatan angin mencapai 40-50 knots (setara 90 km jam) yang terjadi pada Kamis sore (30/11/2017), membuat jadwal penyeberangan kapal ferry rute Merak-Bakauheni terganggu.
Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia
Dikutip dari siaran pers PT ASDP Indonesia Ferry, pengguna jasa penyeberangan diminta bersabar dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya di Pelabuhan Merak, Banten pada Kamis (30/11) sore ini, sehingga jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal di pelabuhan berpotensi terganggu. Selama bulan Desember ini, kondisi curah hujan relatif tinggi dan angin kencang di sejumlah lintasan penyeberangan.
PLT Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti mengatakan, penumpang kapal ferry yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni, Lampung diminta tetap waspada dan bersabar menyusul kondisi cuaca buruk yang terjadi di libur panjang akhir pekan ini. Dilaporkan, di Pelabuhan Merak gelombang cukup tinggi mencapai 4 meter, dan kecepatan angin mencapai 40-50 knot. “Namun, kami tetap mengupayakan layanan penyeberangan seoptimal mungkin dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penumpang,” tutur Intan, Kamis (30/11).
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, kendati cuaca buruk, sampai saat ini layanan kapal tidak berlangsung, dan tidak dilakukan penutupan dermaga. “Hanya kepada seluruh penumpang diimbau bersabar terkait potensi keterlambatan jadwal penyeberangan dikarenakan ada kendala kapal saat akan bersandar maupun saat meninggalkan dermaga. Kapal harus bermanuver dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik,” jelasnya.
PT ASDP terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini. “Kami memohon pengertian dari pengguna jasa. Hal ini menyangkut keselamatan pelayaran. Lebih baik tidak berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali,” tuturnya.
Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita
Lumrah adanya bila setiap pemimpin baru di DKI Jakarta menyerukan angin perubahan, termasuk di dalamnya untuk soal transportasi, terkhusus untuk layanan BRT (Bus Rapid Transit) yang kini dioperasikan TransJakarta. Seperti belum lama ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan agar TransJakarta dapat menggunakan wahana bus listrik.
Bus listrik jelas menjadi sesuatu yang kedengaran baru di Republik ini, di Eropa pun penyebaran bus listrik masih belum merata, umumnya baru hadir secara terbatas di kawasan Eropa Barat pada jalur-jalur tertentu. Bagi Sandiaga penggunaan bus listrik adalah bagian dari solusi transportasi, khususnya untuk menekan emisi karbon dan tentunya mengurangi biaya operasional operator bus. Bus listrik (electric bus) memang tak ubahnya bus biasa, namun bus jenis ini dilengkapi pantograf layaknya KRL Jabodetabek, meski pantograf di bus listrik dapat dinaik turunkan untuk proses charging di halte.
Pada dasarnya bus listrik terdiri dari dua kategori yakni otonom dan non otonom, dimana bus otonom menyimpan energi di dalam kendaraan, sementara bus non otonom menjaga pasokan energi listrik terus menerus dari luar kendaraan.
Baca juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018
Bus listrik otonom biasanya menyimpan energi pada baterai sedangkan bus listrik non otonom memasok tenaga dari luar, yakni di dapatkan dari pantograf yang mengambil pasokan listrik saat bus menhampiri halte. KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia.com, bahwa kendaraan listrik sudah ada sejak abad ke-19, awalnya mobil listrik pertama dibuat di Amerika Serikat tahun 1890 dan mulai populer di tahun 1990-an karena kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mulai meningkat.
Salah satu jenis bus listrik yang paling populer adalah batteray electric buses. Bus tersebut menggunakan baterai untuk energinya dengan sekali charge dapat menjangkau sejauh 2.000 km. Biasanya bus tenaga listrik digunakan sebagai bus kota karena keterbatasan jangkauan dan sistem maintenance yang lebih kompleks dari bus konvensional.
Batteray electric buses lebih murah dibandingkan dengan bus diesel. Tak hanya itu, bus listrik disebut lebih unggul dari bus diesel karena dapat mengisi sebagian besar energi kinetik kembali ke baterai dalam situasi pengereman. Hal tersebut bisa mengurangi pemakaian rem pada bus dan penggunaan listrik dapat meningkatkan kualitas udara di kota.
Untuk pengisian baterainya, bus listrik tidak semudah dengan mengisi bahan bakar mesin diesel. Sebab harus mendapat perhatian dengan pemantauan dan penjadwalan khusus untuk mengoptimalkan proses pengisian serta menjamin perawatan hingga penyimpanan baterai dengan benar.
Biasanya pengisian baterai dilakukan malam hari dan menjadi solusi yang aman serta tidak mahal. Solusi yang sebenarnya adalah memastikan jadwal kendaraan harian, menghitung kebutuhan untuk mengisi daya hingga menjaga agar jadwal keseluruhan sedekat mungkin.
Cina sempat bereksperimen dengan bentuk baru bus listrik yang dikenal dengan Capabus, berjalan dengan menggunakan daya yang tersimpan dalam kapasitor lapis ganda. Pengisian listriknya bisa dengan cepat setiap saat bus berhenti di halte manapun. Tahun 2005 awal dua rute bus komersial mulai menggunakan kapasitor lapis ganda listrik.
Baca juga: Bus TransJakarta Zhongtong Terbaru Diklaim Ramah Lingkungan
Di Asia Tenggara, Singapura pada tahun 2018 digadang sudah mulai menggunakan bus listrik. Otoritas transportasi darat Singapura (LTA) menghabiskan 30 juta dolar Singapura untuk pembelian 50 unit bus Volvo Hybrid 7900 ini. Proses pembelian dilakukan melalui tender dan Volvo East Asia (Pte) Ltd yang bermarkas di Singapura memenuhi kualifikasi yang ditetapkan LTA. Dalam laman resminya, LTA menyebut bus Volvo Hybrid ini bagian dari perubahan armada bus kota di negeri itu.
Tentu bukan tak mungkin bus listrik hadir di Jakarta, namun perlu jadi catatan bahwa implementasi bus listrik perlu kesiapan infrastruktur baru, terutama modifikasi halte yang dilengkapi konsol charging.
Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda
Perjalanan panjang nonstop selama lebih kurang 16 jam menjadi satu kekhawatiran yang cukup besar bagi para penumpang pesawat. Salah satunya adalah jika terjadi DVT (Deep Vein Thrombosis) atau Trombosis Vena Dalam, yakni penggumpalan dara di dalam pembuluh darah, yang umumnya menyerang daerah persendian di sekitar kaki.
Baca juga: Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jauh
Seperti baru-baru ini Qantas mengumumkan rencana rute penerbangan nonstop jarak jauh dari Perth menuju London di tahun 2018 mendatang, yang akan menjadi penerbangan nonstop terpanjang di dunia. Nantinya jika sudah terealisasi, penerbangan ini memakan waktu hingga 17 jam lamanya. Namun, dengan perjalanan nonstop ini, apa yang akan terjadi di tubuh Anda selain gejala DVT? KabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk, bahwa banyak hal yang akan terjadi pada tubuh Anda dalam penerbangan jarak jauh, seperti:
1. Penerbangan mungkin membuat gigi sakit
Kebanyakan penumpang sudah terbiasa dengan sensasi yang muncul di telinga saat penerbangan akan lepas landas ataupun mendarat. Untuk mengurangi dengungan di telinga, Anda bisa menelan ludah atau menekan hidung untuk mengurangi tekanan dalam telinga. Dengan mekanisme yang sama, gelembung gas juga bisa menyebabkan gigi tidak nyaman selama penerbangan apalagi yang memiliki tambalan pada gigi.
2. Udara kabin tidak terlalu membawa pengaruh
Tekanan kabin tidak akan memperngaruhi pernapasan siapapun, kecuali penderita penyakit paru kronis dan sebagian besar efek perubahan tekanan cenderung lebih akan terasa pada penderita.
3. Jet lag
Efek paling serius dalam penerbangan jarak jauh adalah jet lag. Jet lag akan mempengaruhi seluruh fungsi fisik Anda termasuk tingkat kortisol. “Kortisol rendah atau tinggi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dan jika Anda membutuhkannya tinggi ketika rendah, tanggapan fisik dan mental Anda tidak akan memadai,” saran Dr Mike Townend, mantan ketua British Global And Travel Health Asosiasi dan dosen senior di University of Glasgow. Menurutnya, ini akan memakan waktu hingga 48 jam untuk mereka pulih dari penerbangan dan sebaikknya menunda untuk melakukan pertemua bisnis.
4. Latihan pergelangan kaki
Untuk mencegah DVT, penumpang yang duduk lama di pesawat bisa melakukan peregangan pada bagian tubuh terutama bagian kaki. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap orang dalam perjalaanan selama empat jam atau lebih harus bangun dari duduknya dan berjalan. Ini untuk melatih kaki dan pergelangan agar darah tidak menyumbat di pembuluh darah akibat penggumpalan yang terjadi.
5. Suara keras merusak pendengaran
Para pelancong dalam perjalanan jauh lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton film atau mendengarkan musik. Namun mengingat kebisingan dari sesama penumpang dan mesin pesawat membuat Anda menaikkan volume suara musik atau film. Padahal ini bisa membuat pendengaran Anda rusak.
6. Kulit kering hingga dehidrasi
Setiap penumpang yang menaiki pesawat merasakan kulit kering dan juga tidak terhidrasi dengan baik. Hal ini dikarenakan, kelembaban di dalam kabin berada pada tingkat rendah. Para penumpang diharuskan lebih sering minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan menggunakan pelembab untuk mengatasi kulit kering. Jauhkan teh, kopi hingga alkohol, minuman ini akan membuat Anda akan lebih merasakan dehidrasi.
Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini
Debu Vulkanik Gunung Agung Mengarah ke Selatan dan Tenggara, Bandara Lombok Kembali Ditutup
Setelah penerbangan di Bandara Internasional Lombok dibuka pada Senin, 27 November 2017, kini kabar terbaru yang dirilis dari otoritas bandara di Nusa Tenggara Barat tersebut, menyatakan bahwa Bandara Lombok kembali ditutup, keputusan ini berdasarkan NOTAM B8909/17 yang dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada 30 November 2017 dan berlaku mulai pukul 10.37 WITA sampai pukul 00.00 WITA.
Giliran Bandara Seattle Gunakan Jasa Robot Untuk Layani Calon Penumpang
Kembali, era robotika mulai digunakan di dunia aviasi dengan tujuan yang hampir sama dengan yang sudah ada sebelumnya di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tenaga di bandara. Adalah Seattle-Tacoma International Airport yang baru saja mengumumkan bahwa pihaknya akan menggunakan jasa robot yang akan disandingkan dengan pihak keamanan bandara.
Baca Juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara
Lebih lanjut, pihak bandara mengatakan bahwa program pengadaan robot tersebut berjalan bersamaan dengan American Association of Airport Executives Innovation Forum. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, robot dengan nama Tracey tersebut memberikan beberapa instruksi untuk melewati serangkaian pemeriksaan keamanan kepada para calon penumpang dalam bahasa Inggris. Tidak hanya bahasa Inggris, diketahui robot ini juga dapat memberikan informasi dalam enam bahasa yang berbeda. Robot ini akan secara otomatis mengganti bahasa jika didekati oleh calon penumpang yang berbicara kepadanya.
“Halo, nama saya Tracey. Ikuti instruksiku untuk mempercepat laju antrian dan alarm pemindai tubuh tidak berbunyi,” begitulah kira-kira yang diucapkan oleh Tracey, si robot pintar yang ditempatkan di bagian keamanan. Tracey akan mengingatkan penumpang untuk melepaskan jaket, membuka ikat pinggang, dan memastikan penumpang tidak membawa benda-benda berbahan besi di tas calon penumpang ketika hendak melewati bagian X-Ray.
Tidak sebatas sampai situ saja, Tracey juga dilengkapi dengan kamera dan diprogram untuk mengingatkan para calon penumpang yang memakai topi untuk melepasnya. Seorang juru bicara dari Seattle-Tacoma International Airport mengatakan bahwa penggunaan kamera tersebut tidak digunakan untuk merekam aktifitas di bandara dan tidak digunakan saat periode pengujian. “Kami mencoba untuk mengevaluasi apakah teknologi Tracey benar-benar dapat membantu kami memproses penumpang lebih cepat di jalur pemeriksaan keamanan,” papar David Wilson, direktur inovasi Sea-Tac International Airport.
David mengatakan bahwa salah satu alasan bandara tersebut menggunakan robot yang harganya berkisar antara US$20.000 hingga US$50.000 adalah karena jalur pemeriksaan keamanan kerap kali terhambat akibat sensor X-Ray berbunyi, yang menandakan ada calon penumpang yang lupa untuk melepas ikat pinggang atau kedapatan membawa benda logam di dalam tasnya.
Seorang juru bicara Sea-Tac mengatakan bahwa pada 2017, 97 persen penumpang berhasil melewati jalur pemeriksaan keamanan kurang dari 20 menit. Meski begitu, pejabat bandara mengatakan bahwa mereka mencoba untuk merampingkan angka tersebut lebih jauh lagi. Tidak hanya di Seattle, Bandara Internasional San Jose juga mempekerjakan sebuah robot yang dapat menjawab pertanyaan calon penumpang dan memberi petunjuk di dalam terminal.
Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon
Lain cerita dengan robot super cute yang ada di Bandara Internasional Incheon, Korea, dimana dua buah robot beda fungsi beroperasi untuk melancarkan perhelatan Olimpiade Musim Dingin mendatang. Satu adalah robot pemandu calon penumpang di bandara, sedangkan yang satunya lagi difungsikan sebagai robot pembersih koridor bandara.
Inilah Yang Harus Dilakukan Pria Sejati di Dalam Kabin
Menggunakan pesawat terbang sebagai moda yang Anda pilih untuk menuju suatu destinasi terkadang menjadi hal yang menegangkan. Apalagi karena perlakuan sesama penumpang yang terkadang membuat perjalanan menjadi lebih bururk lagi.
Baca juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?
Salah satu halnya ialah dimana seorang penumpang pria yang kadang enggan membantu penumpang perempuan saat memasukkan barang mereka ke kompartemen atas. KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (27/11/2017), bahwa dalam mendapatkan jawaban pembahasan ini dilakukan survei tentang kebiasaan paling menyebalkan yang dilakukan pria saat penerbangan dan bagaimana seharusnya mereka menyesuaikan diri.
Survei yang dilakukan pada 2000 responden oleh The Gentelman’s di seluruh Inggris dengan dua pertiganya pria menyatakan bahwa seorang pria harus menawarkan bantuan kepada sesama penumpang yang sedang berjuang untuk menyimpan barang bawaan di kompartemen kabin. Sebanyak 65 persen mengatakan terlalu banyak minum alkohol adalah salah satu masalah terbesar penumpang pria.
Hal ini bisa membuat seorang pria menjadi anti sosial di antara penumpang lainnya bahkan untuk teman duduknya. Dimana seorang pria tidak meminta izin saat akan duduk atau berbaring di kursi. Para penumpang pria tidak boleh menunjukkan ketidaksukaannya pada seorang anak yang menangis.
Ada 54 persen responden yang mengatakan penumpang pria banyak yang menaikkan sandaran tangan dan penumpang disebelahnya tidak menyukai hal tersebut. Sebenarnya, masalah manspreading pada umumnya tidaklah di sukai.
Seperti halnya jika Anda seorang pria yang gagah berani, seharusnya belajar untuk membantu orang lain dengan tidak memakan tempat di kompartemen kabin dan hal lainnya. Ada 20 persen wanita yang menjawab survei merasa manspreading adalah dosa utama. Saat deplaning juga baiknya seorang pria tidak mendorong atau membuat kekacaun. Baiknya bantu penumpang turun dengan menurunkan tas penumpang lainnya yang berada di kompartemen kabin.
British Airways baru-baru ini menangani tiket mid-fligh dan melakukan penyelidikan kepada penumpang di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis dan Italia terkait isu yang dimiliki kebanyak penumpang saat terbang. Dari survei yang dilakukan British Airways, 59 persen merasa nyaman dalam penerbangan.
Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk
Namun, sebanyak 78 persen tidak menyukai penumpang lain melepas kaus kaki mereka. Dan 80 persen lainnya mengatakan bahwa dapat menerima jika dibangunkan dan harus melewati karena panggilan alam seperti ke toilet.
