Memang, tidak melulu sebuah gagasan untuk setiap masalah dapat berterima dan akhirnya menjadi solusi. Sama seperti yang terjadi di Cina beberapa waktu yang lalu, dimana sebuah Transit Elevated Bus yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah kemacetan yang ada kini tidak lagi beroperasi. Awalnya saja bus ini seperti sudah diragukan oleh banyak pihak, ternyata hipotesa mereka terjawab sudah dengan dibongkarnya jalur uji coba di Qinhuangdao.
Baca Juga: Gunakan Rel Virtual, Autonomous Rail Rapid Transit Siap Mengular di Zhuzhou
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (22/7/2017), proyek pengadaan moda raksasa berjuluk Straddling Bus yang diumumkan pada musim panas tahun lalu ini awalnya memang mendapat banyak pujian karena solusi yang coba mereka tawarkan. Namun pujian tersebut perlahan redup setelah perusahaan penyedia Straddling Bus ini mulai menemukan masalah kelayakan dan investasi.
Straddling Bus sendiri merupakan sebuah moda yang akan berjalan ‘mengangkang’ di atas moda darat lain, dimana kaki-kaki dari Straddling Bus ini akan dipasangkan di setiap ujung jalan dan memiliki lampu lalu lintasnya sendiri. Ide pengadaan Straddling Bus ini muncul pertama kali pada tahun 2010 silam. Ide tersebut lalu dimasak matang-matang dan mulai diperkenalkan ke publik dalam perhelatan Beijing International High-Tech Expo 2016.
Rel Straddling Bus Mulai Dilepas. Sumber: istimewa
Namun sayangnya, hanya beberapa hari setelah uji coba yang banyak dipuji di kota Qinhuangdao, provinsi Hebei, semua uji coba telah dihentikan dan keraguan mulai muncul. Banyak yang mempertanyakan kapabilitas dari bus tersebut, dari mulai cara mereka melewati banyaknya jembatan di Beijing hingga daya tahan baterai yang digunakannya. Lebih parahnya lagi, ada juga kebingungan tentang apakah proyek tersebut pernah disetujui oleh pemerintah daerah dan bahkan ada dugaan bahwa pengadaan bus ini merupakan bentuk penipuan investasi.
Terlepas dari itu semua, Straddling Bus dianggap tidak layak untuk beroperasi dan akhirnya proyek tersebut dibatalkan pada bulan Juni 2017 kemarin karena kekhawatiran tentang kelangsungan hidup bus ini.
Baca Juga: AS Ikuti Cina Gunakan Teknologi Rel Virtual dalam Autonomous Rail Transit
Setelah ide pengadaan bus ‘mengangkang’ tersebut kandas, kini otoritas berwenang di Negeri Tirai Bambu mulai menaruh fokus pada Autonomous Rail Rapid Transit (ART) yang rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang. ART sendiri merupakan kereta yang berjalan di rel virtual dengan kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung kurang lebih 300 penumpang di tiga gerbongnya.
Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan pada bulan Juni kemarin. ART bergerak menggunakan sensor hi-tech untuk mengumpulkan informasi perjalanan dan mengidentifikasi trotoar yang ada di jalanan. ART diklaim akan menggunakan tenaga baterai yang bebas dari polusi. Kita tunggu saja sepak terjang dari moda ini!
Singapore Airlines, maskapai terbesar kedua di dunia ini meluncurkan suite kelas satu terbaru yang ada di kabin pesawat Airbus A380. Pada suite kelas satu ini terlihat kemewahan seperti hotel bintang lima dengan double bed, lemari pakaian pribadi, pencahayaan yang sesuai dan televisi layar datar 32 inchi.
Baca juga: Singapore Airlines Borong 39 Unit Boeing ‘Wide Body’ Senilai US$13,8 MiliarKabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk (2/11/2017), dengan adanya suite kelas satu ini membuat penumpang merasakan pengalaman berbeda dari yang lainnya dan memberikan kenyamanan yang lebih dari biasanya. Namun, untuk merasakan kenyamanan dan kenikmatan ini, uang yang dikeluarkan para penumpang tidaklah sedikit yakni £9.500, atau setara Rp168 juta untuk penerbangan Singapura-Sydney-Singapura.
Kelas Bisnis di Singapore Airlines (www.paddleyourownkanoo.com)
Suite ini hanya ada enam dalam setiap pesawat baru, selain tempat tidur ada pula jok kulit, pintu geser, kompartemen tempat menyimpan tas dan dua kamar mandi. Dalam kamar mandi ini pun tersedia meja rias.
Selain enam suite kelas satu, ada pula kelas bisnis dengan 78 kursi, dimana setiap bangku memiliki ruang 25 inci dengan kursi yang bisa di ubah menjadi tempat tidur. Untuk penumpang kelas ekonomi premium bisa merasakan kursi dengan luas 19,5 inchi dengan tambahan headphone serta layar monitor.
Kelas Ekonomi Premium di Singapore Airlines (www.paddleyourownkanoo.com)
Bahkan, Singapore Airlines juga memanjakan penumpang kelas ekonomi yang memberikan tempat duduk dengan rancangan ergonomis. Untuk kelas ekonomi premium ada 44 kursi dan kelas ekonomi ada 343 kursi. Singapore Airlines menghabiskan US$850 juta untuk mengupgrade pesawat A380 nya yang terbaru ini.
Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru
“Investasi signifikan yang kami lakukan dengan pengenalan produk kabin baru menunjukkan komitmen kami untuk terus berinvestasi pada produk dan layanan, pendekatan jangka panjang kami untuk memastikan kami mempertahankan posisi kepemimpinan kami, dan kepercayaan kami akan masa depan layanan penuh premi perjalanan udara. Produk kabin baru adalah puncak dari empat tahun kerja, melibatkan penelitian pelanggan yang ekstensif dan kemitraan yang erat dengan para perancang dan pemasok kami. Kami yakin bahwa hasilnya akan benar-benar ‘membuat’ pelanggan kami, dan memastikan bahwa kami terus memberi mereka pengalaman perjalanan yang tak tertandingi,” kata CEO Singapore Airlines Mr Goh Choon Phong.
Kelas Ekonomi di Singapore Airlines (www.paddleyourownkanoo.com)
Diketahui, SQ221 akan menjadi pesawat yang pertama dari lima pesawat Airbus A380 yang baru dipesan dengan menampilkan kabin baru dan akan terbang pada 18 Desember 2017 mendatang dari Singapura ke Sydney. Sisanya Airbus A380 milik Singapore Airlines akan terbang mulai tahun 2018 ke Auckland, Beijing, Frankfurt, Hong Kong, London, Melbourne, Mumbai, New Delhi, New York, Paris, Shanghai, Sydney dan Zurich.
Selain kabin mewah kelas satunya, Airbus A380 milik Singapore Airlines terbaru ini juga akan menambahkan WiFi dengan kecepatan tinggi dengan sistem broadband Inmarsat GX Aviation dalam waktu dekat dan semuanya dapat dinikmati secara gratis.
Guna mempersiapkan musim salju yang sebentar lagi akan tiba, Translink, penyedia layanan bus di Kanada akan mengubah skema persiapan musim dingin kali ini guna meminimalisir pengulangan masalah yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk nyata dari peningkatan pelayanan kepada para penyedia jasa layanan transportasi, yang secara otomatis juga akan berimbas kepada para penumpang yang menggunakan jasa mereka.
Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus
Sebagaimana dihimpun KabarPenumpang.com dari laman vancouversun.com (2/11/2017), Tire Socks akan digunakan untuk bus di Gunung Burnaby, Kanada. Juru bicara Translink mengatakan bahwa tahun lalu salah satu layanan mereka menghadapi cuaca yang amat buruk selama musim dingin. “Metro Vancouver mengalami cuaca yang sangat buruk tahun lalu, sehingga itu menimbulkan masalah tersendiri bagi kami, apakah penumpang akan mempecayai layanan kami atau malah ketakutan,” ungkap juru bicara TransLink, Chris Bryan.
Chris mengatakan bahwa selama ini Translink tetap beroperasi bahkan dalam kondisi cuaca buruk sekalipun, walaupun ia tidak bisa memungkiri bahwa layanan mereka tetap perlu peningkatan. “Tahun ini kami tengah mempersiapkan untuk semua kemungkinan, bahkan yang terburuk sekalipun,” tukasnya bijaksana.
Penggantian ban merupakan langkah yang ditempuh oleh Translink setelah sebelumnya sebuah perusahaan ban menawarkan produk anyarnya yang berupa Tire Socks tersebut. “Ban ini direkomendasikan kepada kami oleh produsen ban sebagai ban terbaik untuk dijalankan dalam kondisi seperti ini,” kata Jonathan Leskewich, manajer teknik pemeliharaan Coast Mountain Bus Company (CMBC) milik Translink.
Dilansir dari laman sumber, Translink merupakan otoritas bus transit pertama di Amerika Utara yang menguji coba penggunaan Tire Socks ini empat armada yang beroperasi di antara stasiun Production Way-University dan Simon Fraser University, dimana rute tersebut disinyalir sebagai jalur yang paliing sering dilanda cuaca buruk.
Baca Juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi
“Ini adalah teknologi yang cukup baru – terutama untuk bus transit – tapi kami benar-benar optimis dengan Tire Socks ini,” kata Simon Agnew, seorang insinyur pemeliharaan di CMBC.
Bagi Anda yang sering menggunakan jasa penyebrangan laut dengan menggunakan ferry, tentu Anda sedikit banyaknya tahu tentang keberadaan berbagai macam kapal jenis RoRo (Roll on Roll off) di pelabuhan. Selain dikenal dapat mengangkut penumpang, kapal RoRo juga terkenal ampuh untuk mengangkut beragam moda darat, mulai dari sepeda motor hingga kereta api sekalipun. Selama bertahun-tahun, beberapa kemajuan teknologi telah terjadi di dalam kapal penghubung antar pelabuhan ini, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa jenis RoRo yang dilansir dari laman marineinsight.com.
Baca Juga: Yuk Kenali “Ganasnya” Laut Dengan Level Sea StatePure Car Carrier (PCC) dan Pure Car and Truck Carrier (PCTC) RoRo ShipSumber: youtube.com
Sesuai dengan namanya, PCC dikhususkan untuk mengangkut mobil; sedangkan PCTC tidak hanya mampu mengangkut mobil tapi juga truk dan beragam variasi kendaraan roda empat lainnya. Dari tampilan fisik, kedua kapal ini cukup mencolok ketika berada di atas air mengingat ukurannya yang bisa dibilang sangat besar. Biasanya PCC dan PCTC digunakan untuk pengiriman kendaraan baru antar pulau.
Container Vessel + RoRo (ConRo) ShipSumber: containerst.com
Ini merupakan penggabungan antara truk container dengan RoRo. Interior kapal semacam ini dirancang sedemikian rupa sehingga keseluruhan beban yang diangkut oleh kapal ini dapat didistribusikan secara merata dan seimbang. Daya angkut maksimum kapal ConRo ini sendiri dapat mencapai angka 20.000 hingga lebih dari 50.000 DWT (Dead Weight Tonnes).
General Cargo + RoRo (GenRo) ShipSumber: citadelshipping
Sebuah kapal kargo dengan daya angkut normal yang dilengkapi dengan fasilitas RoRo disebut Genro. Ukurannya sendiri terbilang lebih kecil dari dua jenis kapal di atas dengan perkiraan daya angkut 2.000 hingga 30.000 DWT.
RoPaxSumber: knudehansen.com
RoPax merupakan istilah yang diberikan kepada kapal RoRo yang tidak hanya bisa mengangkut mobil, tapi juga menyediakan fasilitas yang dapat menunjang kehidupan para pelayar di atas kapal. RoPax tidak hanya digunakan sebagai istilah teknis, tapi juga nama kapal ini kerap kali didefinisikan sebagai ferry yang mengangkut kendaraan dan penumpang yang menghubungkan dua pelabuhan.
Baca Juga: Dublin Port Kedatangan Ferry Ro-Ro Terbesar di Dunia “MV Celine”Complete RoRo ShipSumber: marineinsight.com
Kapal jenis ini tidak memiliki hatchways, dan sering kali digunakan di laut lepas. Walaupun bernama Complete RoRo Ship, tapi kapal ini hanya dapat mengangkut antara 2.000 hingga 40.000 DWT, tidak sebesar ConRo Ship.
Pada prinsipnya kapal Ro-Ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga disebut sebagai kapal roll on – roll off. Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan dengan moveble bridge atau dermaga apung ke dermaga. Secara keseluruhan, kapal RoRo juga tidak hanya digunakan untuk kepentingan sipil saja, melainkan di sektor angkatan laut juga menggunakan kapal ini, biasanya untuk mengangkut barang-barang penting yang berasal dari laut.
Selain terkenal dengan keberadaan Candi Borobudur dan asal kuliner Kupat Tahu, Magelang sejak lama identik sebagai kota pendidikan militer. Dengan Lembah Tidar-nya yang legendaris, Magelang sejak dulu terkenal sebagai basis Akademi Militer, institusi yang mencetak perwira-perwira di lingkungan TNI AD. Karena terdapat ratusan kadet atau taruna di Akmil, maka otoritas Akmil dan PT KAI pada dekade 70-an bekerja sama menghadirkan layanan kereta khusus yang disebut “KA Taruna Express.”
Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia
Sesuai namanya, Taruna Express memang dipentukkan untuk mobilitas para taruna, khususnya untuk tujuan Magelang-Yogyakarta, dimana Kota Gudeg tersebut memang menjadi tujuan utama para taruna untuk melakukan pesiar (berlibur). Berdasarkan catatan sejarah, KA Taruna Express diresmikan pada 30 November 1972. Peresmian dan inisiatif hadirnya Taruna Express tak terlepas dari gagasan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang kala itu menjabat Gubernur Akabri Udarat (Umum dan Darat). Lantaran hanya diperuntukkan untuk berlibur para taruna, jadwal perjalanan kereta tak seperti kereta umum, persisnya Taruna Express hanya berjalan di hari Minggu dan hari pesiar.
Sayangnya fasilitas yang bisa dinikmati para taruna tak berlangsung lama, saat banjir lahar dingin dari Gunung Merapi menghantam jembatan Krasak diperbatasan antara Jawa Tengah dan DIY pada bulan Desember 1976, maka tamat pula perjalanan Taruna Express. Padahal boleh dibilang, ini pertama kali ada layanan kereta khusus di Indonesia, terlebih yang terkait dengan fasilitas pendidikan. Bahkan secara khusus dibangun Stasiun Lembah Tidar, yang berdekatan dengan terminal bus di kompleks Akademi Militer.
Sejarah perkeretaapian di Magelang di mulai dengan pembangunan dan beroperasinya jalur KA Yogyakarta-Magelang pada 1 Juli 1898. Jalur ini dioperasikan oleh NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij) yang merupakan salah satu perusahaan KA swasta Belanda yang tergabung dalam VS (Veerenigde Spoorwegbedrigs). Jalur ini menghubungkan Yogyakarta-Sleman-Tempel-Muntilan-Blabak dan Magelang.
Baca juga: Pembangunan (Kembali) Jalur KA Yogyakarta – Magelang, Hidupkan Nostalgia Era 70-an
Kini ditengah upaya untuk mendorong sektor wisata, terutama akses menuju kawasan Candi Borobudur, pemerintah tengah melakukan berbagai kajian untuk menghidupkan kembali rute yang penuh nostalgia tersebut. Karena membutuhkan investasi yang besar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan proses pembangunan jalur KA ini baru akan selesai di tahun 2020 atau 2021.
Layanan transportasi antara Jakarta – Bogor kini bertambah lagi, yakni Perum Damri dengan menggunakan bus Premiumnya melayani trayek baru keberangkatan Bogor tujuan Jakarta. Keberangkatan akan di mulai dari Pool Damri di Botani Square ke Plaza Senayan, Jakarta Selatan mulai di uji coba 31 Oktober 2017 sampai 10 November 2017 mendatang.
Baca juga: Moda Transportasi di Bandara Ngurah Rai dan Hasanuddin, Antara Fakta dan Harapan
Jadwal keberangkatan bus dari Bogor mulai pukul 05.00, 05.30 da 06.00 WIB dan akan kembali ke Bogor berangkat dari Jakarta pukul 16.00, 16.30 dan 17.00 WIB. Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum Damri, Sardiyo Sardi mengatakan, pada saat uji coba pertama keberangkatan pukul 05.00 hanya mengangkut dua orang, pukul 05.30 mengangkut tiga orang dan pukul 06.00 juga mengangkut tiga orang.
“Selanjutnya akan terus beroperasi, namun dalam perjalananya akan dilakukan evaluasi. Jika dalam perjalanan jumlah penumpangnya banyak jadwalnya pun akan ditambah,” ujar Sardiyo yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (31/10/2017).
Diketahui, uji coba pada hari pertama pihak Damri mendapat pengawalan kepolisian dengan menggunakan vooridjer dan selanjutnya akan beroperasi tanpa pengawalan. Sardiyo mengatakan, bus ini akan masuk jalur tol dan sampai di Jakarta bus akan masuk ke jalur TransJakarta.
Baca juga: Bangun Apartemen di Kawasan Stasiun Bogor, Proyek TOD Masih Terganjal Izin
Kedepannya, pihak Damri berharap, pelaksanaan perjalanan ini bisa dibantu oleh Pemerintah kota Bogor. Hal ini agar masyarakat bogor yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi menuju Jakarta menjadi beralih menggunakan transportasi massal.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot Bogor yang akan membantu untuk mempromosikan,” ucap Sardiyo.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, trayek bus Premium ini disediakan bagi masyarakat Bogor yang biasa berangkat ke Jakarta menggunakan kendaraan pribadi dan sebaliknya. “Dalam sepuluh hari kedepan bus ini akan uji coba dengan tarif Rp 35 ribu,” kata Arya.
Menurut Arya, tren masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi bus premium ini diprediksi akan meningkat, sama halnya seperti saat uji coba bus premium di Bekasi. “Tren seperti yang di Bekasi semakin diminati, dan pastinya armadanya akan ditambah lagi ke depan,” kata Arya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimmy Hutapea, mengatakan, uji coba bus premium Bogor-Jakarta dari tanggal 31 Oktober hingga 10 November, dengan jadwal pemberangkatan tiga kali dalam satu hari dari Bogor dan sebaliknya.
“Untuk tahap uji coba BPJT menyiapkan tiga unit bus, dengan jadwal berangkat tiga kali dari Bogor tujuan Jalarta dan kedatangan Jakarta-Bogor pun tiga kali dalam satu hari,” kata Jimmy.
Tanggal 31 Oktober 2017 kemarin, Garuda Indonesia mulai membuka rute langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta tujuan Bandara Heathrow Inggris. Layanan tersebut tentunya didukung oleh PT Angkasa Pura II yang melakukan penebalan atau ovelay pada landasan pacu atau runway utara di Bandara Soetta.
Baca juga: Ternyata, Flap Boeing 747 Garuda Indonesia Pernah Lepas di Udara
Overlay tersebut akan membuat ketebalan landasan pacu utara agar nilai pavement classification number (PCN) menjadi 131 yang akan diselesaikan secara bertahap. Direktur utama AP II muhammad Awaluddin mengatakan, penebalan landasan pacu ini akan bernilai Rp310 miliar dan ditargetkan selesai pada semester ke II tahun 2018 mendatang. Kekuatan runway di setiap bandara berbeda-beda, dalam bahasa penerbangan kekuatan runway/bangunan lainnya di bandara lebih dikenal dengan sebutan PCN. PCN juga ditentukan sesuai dengan kebutuhan suatu bandara, dilihat dari pesawat apa yang akan menggunakan runway bandara tersebut, semuanya ada hitung-hitungannya.
“Hal ini menjadi bagian dari pengembangan east cross taxiway dan pendukung rencana pergerakan pesawat sebanyak 86 pesawat per jam atau program improve runway capacity atau IRC 86,” ujar Awaluddin.
Penebalan landasan pacu ini berguna untuk mendukung penerbangan langsung pesawat berbadan lebar Garuda Indonesia sekelas Boeing 777 saat kondisi maksimal alias penuh dengan penumpang dan bahan bakarnya. Jika penuh atau dengan kapasitas maksimum, berat lepas landas Boeing 777-300ER seberat 350 ton untuk penerbangan langsung ke London.
Merujuk ke belakang, sejak tibanya armada Boeing 777-300ER Garuda Indonesia di tahun 2013 memang sudah mencabangkan penerbangan langsung Jakarta – London. Namun saat itu PCN di Bandara Soetta hanya 108-120 dan tidak mampu untuk di lalui Boeing 777-300ER dengan kondisi penuh sehingga harus mengurangi sebanyak 90 penumpang untuk bisa lepas landas.
Secara teori, untuk mampu menerbangkan pesawat Boeing 777-300ER dengan kondisi penuh atau maksimal, PCN overlay landasan pacu harus punya ketebalan 150. Pada 28 Juli 2017 terjadi kasus lapisan landas pacu terkelupas di Bandara Halim Perdanakusuma. Insiden tersebut terhadi setelah tinggal landasnya pesawat Boeing 777-300ER Garuda Indonesia adalah yang melayani kloter pertama jemaah Haji dengan rute penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Baca juga: MD-11, Tak Berusia Panjang, Inilah Kado Ulang Tahun Garuda Indonesia Ke-43
Hal ini membuat penerbangan kloter selanjutnya mau tidak mau di alihkan Bandara Soetta dan beberapa penerbangan langsung harus tertunda sementara perbaikan landasan pacu tersebut. Padahal dari kacamata AP II, Bandara Halim sebenarnya memungkinkan untuk digunakan pesawat tersebut apalagi penerbangannya hanya ke Arab Saudi bukan London.
Kembali tentang penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – London, meski direct flight kini telah digelar dari Jakarta, sejarah penerbangan rute jarak jauh dengan Boeing 777-300ER sejatinya telah dimulai pada 8 September 2014, namun saat itu lewat transit di Amstrerdam, Belanda, tujuannya pun di London ke Bandara Gatwick. Baru kemudian pada Maret 2016, tujuan di London dipindah ke Bandara Heathrow, dan untuk transitnya pun diubah dengan singgah di Singapura. Sementara dari London Heathrow menuju Jakarta akan dilayani secara non-stop dengan frekuensi sebanyak lima kali per minggu.
Jumat malam kemarin (3/11/2017), di persimpangan Jalan Panglima Polim dan Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, sempat ditutup beberapa saat yang mengarah ke Fatmawati maupun ke Panglima Polim. Pengguna jalan pun dialihkan melalui jalan lain di sekitarnya. Pangkal penutupan jalan tersebut terkait insiden beton proyek MRT atau OCS Parapet yang jatuh di area tersebut.
Baca juga: Box Girder MRT Jakarta Terakhir Sambungkan Jalur Lebak Bulus-Bundaran HI
Insiden malam itu menimpa motor pengendara motor Honda Scoopy warna hitam-cokelat dan mobil Daihatsu Xenia berwarna putih. Kondisi motor Honda Scoopy rusak parah sedangkan mobil Avanza mengalami kerusakan di bagian belakang. Atas kejadian yang tak diinginkan tersebut, manajemen PT MRT Jakarta langsung melakukan investigasi dan tindakan penanganan secara cepat. Sabtu sore ini (4/11/2017), PT MRT Jakarta merilis secara resmi hasil investigasi yang dituangkan dalam siaran pers. Hasil yang ditemukan dalam investigasi tersebut:
Pada pukul 20.50, material OCS Parapet (tembok pembatas jalur layang) dengan berat 3 ton mulai diangkat dengan Truck Mounted Crane untuk dipasang di jalur kereta layang , ketika pengangkatan OCS Parapet tersebut di ketinggian 20 cm dan melakukan pemindahan, namun dengan tiba-tiba kondisi boom (lengan crane) goyang sehingga Operator gagal untuk mengontrol posisi boom yang mengakibatkan boom memanjang sehingga radius boom melebihi yang seharusnya sampai dengan ± 8 m, dan kemudian mengakibatkan Crane tidak dapat berdiri dengan stabil saat mengangkat OCS. Hal ini menyebabkan material OCS yang sedang diangkat terjatuh.
Pukul 20.52 terjadi insiden yaitu jatuhnya OCS di atas jalan raya yang mengenai mobil dan sepeda motor (pengendara sepeda motor menghindari jatuhnya OCS tersebut). Pada saat kejadian, tim konstruksi dibawah girder, belum mempersiapkan traffic management (memasang barikade dan rambu lainnya) karena pada waktu itu, pekerjaan diatas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder.
OCS Parapet ini menimpa kendaraan bermotor roda dua dan membentur mobil Daihatsu Xenia.
Pengendara motor atas nama Pak Syamsudin hanya mengalami Luka memar dan lecet dan korban telah diberi obat dan diperban pada bagian kaki oleh pihak RS. Korban sudah diijinkan untuk pulang malam itu juga.
Terdapat kerusakan pada bagian belakang (sisi kiri) mobil, yaitu lampu belakang sebelah kiri dan kaca sebelah kiri pecah serta goresan pada badan mobil sebelah kiri. Kondisi pengendara mobil tidak mengalami luka.
Semua kerugian material dan biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh kontraktor.
Kejadian ini terjadi akibat kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment – Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement, yaitu lifting boom yang terlalu panjang. Selain itu kurang adanya pengawasan dari Supervisor di lapangan mengakibatkan kejadian ini.
Atas kejadian ini PT MRT Jakarta mengambil tindakan dengan memperbaiki lifting plan dan method statement untuk instalasi OCS parapet diatas girder, agar lebih detail dan spesifik, melakukan re-training untuk seluruh Operator, melakukan re-training mengenai lifting operation untuk seluruh pekerja, melakukan traffic management sebelum melakukan pengangkatan, yaitu pada saat mulai persiapan pekerjaan lifting, memperbaiki sistem komunikasi dan koordinasi serta komando yang jelas untuk setiap grup pekerjaan pemasangan parapet, menambah jumlah flagman yang mengatur traffic management dan melakukan perbaikan pada struktur yang terdampak dari kejadian.
Atas insiden ini pihak PT MRT Jakarta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem safety (keselamatan kerja) guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta.
Beragam usaha dilakukan operator kereta komuter untuk bisa mengangkut penumpang secara maksimal di jam-jam padat (peak hours). Namun faktanya antara kebutuhan dan kapasitas sulit untuk sejalan di momen tersebut, alhasil pada peak hours lazim terlihat antrian penumpang yang mengular panjang di peron stasiun.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors
Pun lebih-lebih di dalam kabin kereta, sudah jamak bila ratusan penumpang saling tergencet hingga kehabisan nafas. Penambahan jumlah rangkaian dan frekuensi perjalanan menjadi jurus standar yang biasa diupayakan, tapi toh strategi tersebut ada batasannya, operator kereta tak bisa sembarangan menambah jumlah rangkaian dan frekuensi perjalanan.
Berangkat dari kasus di atas, MTA (Metropolitan Transportation Authority) selaku pengelola layanan transportasi bus dan MRT (Mass Rapid Transit) di New York, AS, menerapkan gagasan yang sederhana tapi memberi efek besar. Ini tak lain dengan memasang bangku model lipat di dalam kereta komuter bawah tanah “L Train.” Dengan model bangku lipat maka otomatis kabin kereta bisa lebih banyak diisi oleh penumpang, tentunya penumpang disini harus berdiri, terkecuali penumpang penyandang disabilitas.
Dikutip KabarPenumpang.com dari nydailynews.com (24/10/2017), pihak MTA menyebut untuk tahap awal sedang diuji coba pada dua rangkaian perjalanan. Pejabat MTA mengonfirmasi bahwa pada jam-jam sibuk seperti pulang kantor lebih banyak penumpang yang berdiri, itu pun sudah melebihi dari daya muat yang seharusnya. Agar memberi ketegasan, bangku lipat akan dikunci oleh petugas pada jam-jam sibuk, dan kunci akan dilepas pada jam-jam lengang.
Di tahap awal, MTA mencoba foldable seat ini untuk rute jarak pendek dari stasiun Third Ave. Penerapan kursi lipat ternyata juga terkait dengan urusan keamanan, pasalnya akibat usaha berdesakan penumpang masuk ke dalam kereta, tak jarang ada insiden di sekitar pintu otomatis. Dengan adanya kursi lipat, maka akan lebih banyak penumpang yang bisa dibawa dan pergerakan lalu lintas penumpang di kabin kereta menjadi lebih lapang.
Rasanya-rasanya ide penerapan kursi lipat di New York bisa menjadi contoh untuk KRL Jabodetabek. Bagaimana, Apakah Anda setuju?
Judul di atas terkesan provokatif, maklum mengacu ke nilai kesopanan dan aturan yang diberlakukan oleh penyedia wahana transportasi, golongan orang tua (lanjut usia) harus mendapat prioritas untuk mendapat tempat duduk, bahkan pakem yang berlaku orang yang lebih muda dan sehat lumrahnya memberi kursi bagi orang tua. Namun lain halnya dengan Sir Muir Gray, profesor yang juga tergolong lanjut usia dari Universitas Oxford ini punya pandangan yang berbeda.
Baca juga: Berusia 104 Tahun, Baiq Mariah Asal Lombok Jadi Jemaah Haji Tertua di Dunia
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (18/10/2017), Muir Gray mengatakan bahwa jangan buru-buru memberikan tempak duduk kepada orang tua di bus atau kereta. Gray berpendapat bahwa menjadi tua bukan berarti aktvitas harus diturunkan. “Justru kita harus mendorong aktivitas fisik seiring bertambahnya usia, salah satunya membuat mereka berdiri adalah latihan yang bagus untuk ketahanan fisik,” ujar Muir Gray. Ia menambahkan, usia tua seharusnya tidak dilihat sebagai waktu untuk sekedar bersantai. “Kita perlu menantang gagasan bahwa orang tua harus beristirahat,” tambah Muir.
Meski begitu, Ia menyebut bahwa setelah usia 65 tahun seseorang akan mengalami kemunduran dalam fisik, termasuk ortopedinya. Idealnya para manula tetap harus menjaga aktivitas, minimal latihan moderat selama 150 menit setiap minggunya.
Baca juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus
Dalam hal berbeda, memberi tempat duduk pada orang tua bisa dianggap hal yang buruk, bahkan bisa dikira melakukan pelecehan, ini terjadi dalam budaya Jepang. Alasannya, orang tua di Jepang tidak suka bila anak muda menganggap mereka perlu dibantu atau lebih tepatnya, mereka tidak suka dikasihani. Umumnya di setiap negara, termasuk di Indonesia, untuk manula, ibu hamil, ibu membawa balita dan penyandang disabilitas akan dimasukkan sebagai penumpang prioritas.
Berkaca kembali ke pernyataan Sir Muir Gray, tentu harus disikapi secara bijaksana dan melihat situasi serta kondisi yang ada di sekitaran.