Shibuya Crossing, Fenomena Perlintasan Padat Manusia Bebas Senggolan

Lautan pekerja pejalan kaki rasanya sulit terlihat di Jakarta, justru yang dominan adalah lautan besar kendaraan yang mencoba berusaha lepas dari kemacetan. Bukan karena warga Ibu Kota malas berjalan kaki, tapi ada anggapan bahwa infrastruktur pejalan kaki, seperti trotoar tidak tersedia secara memadai. Dan bicara tentang lautan pekerja pejalan kaki, maka alam bawah sadar kita akan merujuk ke distrik Shibuya, Tokyo, Jepang Baca juga: Jepang Terancam Tersingkir (Lagi) dari Persaingan Peremajaan Kereta di Indonesia Banyaknya pejalan kaki ini akan terlihat pada jam-jam sibuk dan bisa diperkirakan sebanyak 2.500 orang yang akan menyeberang pada waktu yang bersamaan. Diketahui, distrik Shibuya ini memiliki sekitar sepuluh jalur lalu lintas mobil dan lima penyeberangan utama yang saling bertautan satu dengan lainnya. Tiap dua menitnya terdapat ribuan orang yang menyeberangi jalan ini, dimana akan semakin sibuk ketika stasiun Shibuya sudah dibuka dari jam 05.00 sampai 13.00 (7 hari dalam seminggu). Saat isyarat lampu lalu lintas yang menandakan para pejalan kaki bisa menyeberang, dari keempat penjuru mata angin terlihat seperti air laut bergerak maju. Bila dilihat dari atas, para pejalan kaki ini seperti tentara besar yang akan maju bertempur, masing-masing bergerak untuk mencapai tujuan mereka. Pada saat berjalan, satu dengan yang lain para pejalan kaki tersebut tidak terlihat bersenggolan sama sekali. Glionna mengatakan pada tulisannya, saat berada di tengah seperti kartu yang dikocok di tangan yang meluncur mulus saat melewati yang lainnya. Waktu yang dihabiskan para pejalan kaki ini untuk menyeberang selama hampir satu menit penuh, persimpangan tersebut penuh lautan manusia dan perlahan berkurang hingga hampir kosong. kalaupun ada, hanya beberapa orang yang bergegas melewati jalan tersebut sebelum tanda berhenti kembali menyala. Setelah selesai para pejalan kaki, yang terlihat kemudian adalah lalu lintas kendaraan seperti biasanya. Para pejalan kaki ini akan seperti siklus dan selalu berulang saat jam sibuk di kota Shibuya. Yang paling ikonik dari Shibuya Crossing ini ialah banyaknya papan reklame dan video dengan layar lebarnya. Begitu juga terdapat truk-truk promosi yang diisi dengan papan reklame yang terang menyala melingkari penyeberangan ini secara berulang-ulang. Setiap harinya total orang yang melintasi persimpangan ini bisa mencapai 1 juta orang sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa tampak kacau. Bila hujan turun dimana ada begitu banyak orang yang melewati satu titik persimpangan yang sama membuat jalanan begitu penuh dan kacau. Terlebih semua orang menggunakan payung yang satu sama lainnya saling bersinggungan. Lampu lalu lintas disini juga terkenal sangat singkat sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang melintas disini supaya tidak “terjebak” dengan lampu merah terus-menerus.  

Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek

Ternyata, bukan mobil saja yang punya mobil derek, kereta pun punya kereta Derek. Dengan fungsi yang hampir serupa dengan mobil derek, kereta derek seolah menjadi suatu moda penting yang dapat membantu berjalannya pengoperasian kereta api di Indonesia, terutama jika terjadi kecelakaan. Inilah yang menjadi dasar Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan kereta derek untuk “ditugaskan” di Sumatera Utara. Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri Sebenarnya, daerah Sumatera Selatan sudah memiliki kereta derek, namun usianya sudah terlalu tua untuk beroperasi. Peremajaan telescopic rail crane asal Jerman ini diharapkan dapat menggantikan peran dari kereta derek yang sudah ada sebelumnya. Adapun kereta penunjang keselamatan perkeretaapian ini telah dipesan pihak Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan senilai Rp 96,76 miliar pada tahun 2015 silam. “Kereta derek sudah ada di Sumatera Selatan, tetapi usianya sudah tua dan kemampuannya di bawah 100 ton. Ketika ada kecelakaan di Sumatera Selatan, proses evakuasinya jadi lama karena kemampuan peralatan yang terbatas,” terang Dirjen Perkeretaapian Kemenhub kala itu, Hermanto Dwiatmoko. Adapun kereta derek baru ini berkekuatan 120 ton. “Nanti kalau rel kereta antara Sumatera Utara dan Selatan sudah tersambung, kereta derek ini akan ditempatkan di tengah-tengah, mungkin di Riau,” tambahnya. Untuk menunjukkan keseriusannya, pemesanan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan peralatan berat untuk mengangkat dan menggeser beban akibat kecelakaan kereta. Sementara itu, Direktur Utama PT Multi Graha Teknika, Martin Moeljono menambahkan pembangunan kereta derek ini diharapkan selesai dalam 660 hari atau 22 bulan. Perakitan kereta derek ini sendiri akan dilakukan di Leipzig, Jerman, bekerja sama dengan pembuat kereta Kirow. Walaupun dirakit di Jerman, Martin mengatakan tidak semua bagian dirakit di sana. “Gerbong di depan ini dibuat oleh PT Inka. Kegunaannya untuk melindungi kereta derek,” tambah Martin seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman merdeka.com (8/11/2015). Adapun spesifikasi dari kereta derek ini adalah load moment 120 ton x 10 meter, lokomotif dengan beban maksimum 108 ton dan panjang maksimum 19 meter. Selain itu, kereta derek ini juga memiliki gerbong terbuka untuk mengangkut batubara muatan penuh dengan berat maksimum 72 ton dan panjang maksimum 15 meter serta kereta dengan berat maksimum 33 ton dan panjang maksimum 20 meter. Baca Juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order Berbeda dengan kereta derek lainnya yang memiliki empat penyangga, kereta seberat 120 ton ini hanya membutuhkan maksimal dua penyangga. “Dengan tanpa penyangga maka apabila lokasi kecelakaan berada di tepi jurang atau di dekat tebing, kereta yang terguling atau keluar dari rel, tetap bisa dikembalikan ke rel. Kalau dulu, kereta derek membutuhkan empat penyangga di kiri-kanan agar kokoh dan kuat mengangkat beban,” jelas Martin. Indonesia sendiri sebenarnya memiliki lima kereta derek, tiga berada di pulau Jawa dan sisanya ada di pulau Sumatera. PT KAI sendiri berencana untuk menambah sekitar enam kereta derek lagi untuk mengantisipasi perkembangan lalu lintas perkeretaapian yang akan semakin ramai.

Praktik Tanim Bala, Cara Licik Oknum Bandara Untuk Peras Para Pelancong

Beberapa waktu yang lalu, Ninoy Aquino International Airport (NAIA) yang merupakan bandara utama di Filipina sempat dibuat heboh dengan isu tentang tanim bala atau yang dikenal sebagai penanaman peluru. Seorang pria paruh baya terpaksa digelandang ke pos penjagaan akibat kepemilikan senjata api lengkap dengan amunisinya. Diketahui, pria tersebut sedang dalam perjalanan untuk berlibur. Baca Juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia Dikutip KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (28/8/2017), pria bernama Silvestre Mendoza Roque (52) mengaku lupa untuk melepaskan peluru berkaliber 45 dari senjata api yang ia bawa. Selain senjata api yang lengkap dengan amunisi tersebut, kepolisian setempat juga mengamankan 16 peluru berkaliber 45 lainnya serta dua majalah yang ia bawa. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Silverstre mengaku lisensi kepemilikan senjata api tersebut sudah kadaluarsa. Itu berarti ia tidak mengantongi izin untuk membawa senjata berjenis handgun tersebut. Diketahui, ini bukan kali pertama pihak keamanan NAIA mengamankan penumpang yang ketahuan membawa amunisi. Sebelumnya, beberapa pelancong juga pernah diamankan oleh petugas keamanan bandara karena masalah serupa. Kebanyakan dari mereka yang tertangkap kedapatan membawa amunisi mengatakan bahwa peluru tersebut digunakan sebagai semacam jimat untuk menolak bala atau mengusir kejahatan. Banyaknya kasus pengamanan penumpang yang memiliki senjata api atau amunisinya saja lalu dikaitkan dengan kenakalan oknum bandara yang dengan sengaja menyimpan sejumlah peluru ke dalam tas para pelancong secara diam-diam atau biasa disebut tanim bala. Diketahui, praktik tanim bala ini sudah mulai beredar sejak September 2015. Baca Juga: Serba Serbi Check In Online di Masing-Masing Maskapai Penerbangan Praktik tanim bala yang dilakukan ini bertujuan agar oknum petugas di bandara ini dapat memeras para pelancong. Akibatnya, banyak pelancong yang merasa ketakutan terjebak praktik tinam bala dan sontak berita ini tersebar luas dan menjadi viral. Tidak hanya wisatawan lokal yang takut terjebak praktik kotor semacam ini, tapi wisatawan mancanegara juga jadi gentar untuk berkunjung ke pulau yang berada di sebelah timur laut pulau Sulawesi ini. Beruntung, praktik tanim bala di atas sudah tidak pernah terjadi lagi di bawah kepemimpinan presiden Filipina yang baru, Rodrigo Duterte. Tentu saja, ini merupakan aksi perseorangan yang terbukti dapat merugikan negara. Bagaimana tidak, dengan beredarnya isu seperti praktik tanim bala, maka secara otomatis sektor wisata Filipina akan mengalami penurunan karena pelancong merasa ketakutan untuk berkunjung dan lama kelamaan, aksi ini bisa merugikan negara.

8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang

Berjalan-jalan ke luar negeri kerap meninggalkan sebuah cerita yang tidak akan dapat dilupakan. Namun, mungkin Anda akan sedikit mengalami kesulitan jika berkunjung ke negara yang belum pernah Anda sambangi sebelumnya, entah terkait soal bahasa, kuliner tata letak kota, dan point of interest lainnya. Dewasa ini, sudah jarang sekali kita melihat seorang pelancong dari luar negeri yang membawa guidebook sebagai bekal mereka bertualang di negeri orang, semua keperluan mereka sudah dapat dipenuhi oleh aplikasi yang tersedia di smartphone. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan 8 aplikasi yang sangat direkomendasikan bagi para pelancong versi huffingtonpost.com. Baca Juga: Siapkan yang Penting, Tinggalkan yang Tak Perlu saat Traveling Viber Viber adalah sebuah aplikasi yang wajib dimiliki untuk komunikasi ke luar negeri. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengirim teks dan menelepon ke manapun di dunia secara gratis saat Anda tersambung ke jaringan WiFi. Ini bekerja paling baik bila digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna Viber lainnya, namun juga berisi fitur ViberOut yang memungkinkan Anda menghubungi kontak di telepon Anda meskipun mereka tidak ingin menguduh aplikasi, tentu sebelumnya Anda harus mengisi pulsa prepaid dengan nilai tertentu. Namun, kehadiran Viber kini mulai tersaingi oleh keberadaan WhatsApp, Line, dan BlackBerry Messenger yang sama-sama bisa melakukan panggilan gratis ke sesama pengguna aplikasi. Tile Kini Anda tidak perlu khawatir lagi jika barang bawaan Anda hilang atau dicuri selama perjalanan, karena aplikasi Tile akan membantu Anda menemukan barang Anda yang hilang tersebut. Aplikasi ini dapat diunduh dari PlayStore atau AppStore, namun Anda harus merogoh kocek untuk membeli alat Tile itu sendiri di Amazon yang nantinya akan dipasang di barang-barang bawaan Anda. Nantinya, alat berukuran kecil tersebut akan memancarkan sinyal Bluetooth yang dapat terdeteksi oleh aplikasi di smartphone Anda. Alat Tile itu juga tahan air, tahan bantingan hingga beberapa kali, serta daya tahan baterai tahan hingga satu tahun tanpa harus mengganti baterai atau men-chargenya. Canggih bukan? SayHi Translate Seperti yang sudah disebutkan di atas, masalah bahasa memang kerap kali menjadi penghalang para pelancong untuk berkomunikasi dengan warga lokal. Maka dari itu, keberadaan aplikasi ini akan sangat membantu, karena Anda cukup mengucapkan kalimat yang hendak Anda lontarkan ke iPhone atau iPad, lalu aplikasi ini akan secara otomatis menerjemahkan kalimat yang Anda ucapkan tadi ke bahasa sasaran. Amount Nampaknya aplikasi ini akan sangat membantu Anda yang kebingungan dengan konversi mata uang. Aplikasi Amount sendiri tidak hanya membantu Anda menavigasi pertukaran mata uang, namun juga menampilkan informasi mengenai speed limit kendaraan yang sedang Anda tumpangi, pengunaan bahan bakar, hingga ukuran pakaian yang hendak Anda beli di luar negeri. Sangat komplit bukan? Entrain Hadirnya aplikasi ini dapat membantu Anda untuk memerangi masalah jetlag yang kerap kali mengganggu waktu istirahat Anda. Cara kerjanya adalah dengan memberikan jadwal pencahayaan matematis yang akan membantu Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru dalam sekejap. Aplikasi mencatat riwayat pencahayaan Anda dan membuat rekomendasi agar Anda menyesuaikan tingkat cahaya di sekitar Anda sepanjang hari untuk membantu Anda beraktifitas di negara tujuan. Baca Juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel Foodspotting Gambar di menu makanan memang sering kali menipu, terlihat menarik namun belum tentu itu gambar tersebut sesuai dengan rasanya. Nah, aplikasi Foodspotting ini membantu Anda untuk menampilkan review dari berbagai orang yang sudah pernah mencicipi penganan tersebut. Aplikasi ini juga dapat merekomendasikan makanan apa saja yang patut dan layak untuk dicoba, pasalnya Foodspotting memiliki lebih dari empat juta data penganan yang tersebar dari seluruh dunia. Like a Local Sebenarnya, aplikasi ini hampir mirip dengan Foodpotting, namun yang ditampilkan bukanlah soal penganan, namun lokasi-lokasi wisata yang recommended yang patut untuk dikunjungi. Speedspot Tidak bisa dipungkiri, kehadiran Wi-Fi memang selalu dicari oleh setiap orang. Nah, kehadiran aplikasi ini dapat membantu mencari dan mengukur kemampuan dari Wi-Fi yang disediakan oleh hotel, restoran, ataupun tempat umum lainnya.

Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Aplikasi dengan genre penerbangan sudah beredar sangat banyak, namun diantara yang paling atraktif adalah kemampuan aplikasi untuk memontor penerbangan secara langsung, alias real time. Menjadi konsol di smartphone atau desktop PC Anda laksana monitor petugas ATC (Air Traffic Control) di bandara. Sensasi aplikasi ini terasa berbeda, karena detail informasi penerbangan, sampai arah pesawat diseluruh belahan dunia bisa Anda pantau, contoh seperti aplikasi Flight Radar (RadarBox) yang ada di portal ini. Baca juga: Real Time Flight Radar Nah, kali ini KabarPenumpang.com memilihkan beberapa aplikasi flight tracker yang mungkin pas untuk Anda gunakan di smartphone, mulai dari yang gratis hingga berbayar. 1. FlightAware Flight Tracker Selain melacak penerbangan real time dan lokasi setiap penerbangan komersial di seluruh dunia. Aplikasi ini menggunakan sistem GPS yang memungkinkan Anda menentukan lokasi sendiri dimana bisa melihat pesawat terbang mana yang berada disekitar dan melihat kemana arahnya. Anda bisa memperbesar di peta dunia, aplikasi ini membawa Anda bertualang dalam penerbangan. Aplikasi ini gratis dan bisa di unduh di iOS dan Android. 2. FlightTrack 5 Sebuah laporan tahun 2013 dari Institut Pengembangan Metropolitan Chaddick dari DePaul University mengindikasikan bahwa semakin banyak penumpang maskapai penerbangan menggunakan perangkat portabel dalam penerbangan. Lebih dari 35 persen penumpang yang menggunakan perangkat portabel, 10 persennya menggunakan layanan WiFi. FlightTrack sendiri memiliki kemampuan offline dalam pembaruan penundaan, gerbang dan pembatalan untuk lebih dari 3000 bandara dan peta dapat diperbesar. Sayangnya aplikasi ini tidak gratis baik untuk iOS dan Android dikenakan biaya $4,99 3. GateGuru Aplikasi yang satu ini memberikan kemampuan melacak penerbangan dasar, dimana bisa menyesuaikan rencana perjalanan Anda. Setelah menetapkan rincian, Anda bisa memasukkan jadwal perjalanan dan GateGuru membantu menghubungkan titik-titiknya untuk memudahkan informasi yang rinci tempat untuk Anda check in, kondisi cuaca bandara, perkiraan waktu tunggu, fasilitas bandaran dan transaksi menit trakhir hingga tarif sewa mobil. Aplikasi ini pun disediakan gratis mengunduh untuk iOS maupun Android. 4. FlightBoard Penampilan aplikasi ini sangat sederhana dengan mencantumkan semua keberangkatan dan kedatangan. Jenis tampilan FlightBoard sendiri menawarkan 14 ribu penerbangan dan lebih dari 3000 bandara dengan update selama lima menit sekali. Desainnya memang old school atau jaman dulu, hal ini karena pembuatannya berdasarkan dewan penerbangan Bandara Charles de Gaulle di Paris. Untuk meggunakan aplikasi ini, Anda harus membayar $3,99 untuk perangkat iOS dan Android. 5. FlightView Dengan aplikasi ini, Anda bisa langsung mengatur jadwal perjalanan dengan meneruskan semua email konfirmasi perjalanan milik Anda. Nantinya, aplikasi FlightView yang akan melakukan pengaturannya, untuk memudahkan, aplikasi ini diberikan untuk di unduh secara gratis di iOS dan Android. 6. iFly Airport Guide Tidak ada dua bandara yang diciptakan sama, dan juga tidak ada fasilitasnya. Aplikasi gratis untuk iOS dan Android ini adalah suatu keharusan bagi wisatawan yang sering bepergian, menawarkan informasi penting lebih dari 700 bandara, termasuk daftar restoran mana yang paling dekat dengan gerbang Anda, ada atau tidaknya jaringan WiFi, tarif parkir dan lokasi, bank dan ATM serta pilihan transportasi Anda jika Anda mencapai tujuan akhir. 7. Flightwise Flight Tracker Pro Meskipun ada versi Lite seharga $0,99, edisi pro Flightwise sangat berharga bagi para penggemar penerbangan yang rajin bepergian. Kemampuan canggihnya mencakup serangkaian data arsip, yang akan terus berlanjut sampai tahun 2001. Anda dapat menarik posisi saat ini, tujuan, dan waktu kedatangan pesawat apa pun di wilayah udara Amerika dan Kanada. Tapi dengan sentuhan beberapa tombol, Anda juga bisa dengan mudah mengambil gambar dan detail pesawat, termasuk riwayat terbangnya. Untuk iOS, Anda perlu membayar $9,99 demi mendapatkan aplikasi ini. Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote 8. Flightradar24 Putar pengatur lalu lintas udara dengan Flightradar24, sebuah aplikasi yang mendidik dan menghibur. Pada tingkat yang paling dasar, Anda dapat meninjau info status penerbangan real time seperti waktu keberangkatan dan kedatangan yang dijadwalkan dan aktual, ditambah rute, kecepatan, dan ketinggian penerbangan individual. Bagian yang menyenangkan hadir dengan fitur seperti Cockpit View, yang memungkinkan Anda melihat melalui mata seorang pilot, dan Augmented Reality View, yang mengidentifikasi pesawat terbang di atas kepala saat Anda mengarahkan kamera telepon Anda ke langit. Bisa di unduh dengan membayar $2,99 untuk perangkat iOS dan Android.

Inilah Portal Maskapai Terbaik Versi WebAward

Selain beradu pelayanan di on-board dan tarif, antar maskapai penerbangan juga berkompetisi dalam menampilkan website yang apik dengan desain, menu dan user interface yang atraktif. Bukan sekedar menarik perhatian, website maskapai yang baik juga harus mampu memudahkan calon konsumen dalam bernavigasi. Maka tak heran, selain bicara kemampuan armada, keberadaan website juga menjadi tolok ukur performance suatu maskapai. Baca juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai Web Marketing Association lewat webaward.org sejak tahun 1997 telah memberikan penghargaan tahunan pada website maskapai penerbangan. Biasanya untuk memberikan sebuah penghargaan Asosiasi Pemasaran Web melalui Web Best Airlines menentukan beberapa kriteria pada web maskapai penerbangan. Ada tujuh kriteria dalam pemberian penghargaan tersebut yakni desain, kemudahan penggunaan, copywriting, interaktivitas, penggunaan teknologi, inovasi dan konten di dalamnya. Dalam pemilihan web Best Airlines, para website maskapai kontestan akan mendapat evaluasi independen dari para ahli yang juga disebut-sebut independen. Selain itu ajang ini juga memberikan umpan balik yang berharga untuk membantu benchmark bagi para maskapai untuk pengembangan website di industri penerbangan. Tak hanya itu, situs web maskapai yang turut serta dalam ajang ini juga akan menerima patung penghargaan serta sertifikat, dan visibillitas yang tinggi untuk perusahaan. Ajang ini juga menjadi peluang promosi di beberapa media, umumnya tautan ke situs maskapai dari kanal WebAward berperingkat tinggi dalam SEO (Search Engine Optimization) dan kinerja tentang web maskapai. Sementara web maskapai yang tidak dipilih sebagai web Airline terbaik juga berhak mendapatkan Outstanding Website Award atau Standard of Excellence Award. Memasuki WebAwards dapat membantu maskapai mempertahankan Tren Maskapai Penerbangan dengan menunjukkan bagaimana maskapai dapat memenuhi parameter penilaian dalam standar WebAward. Berikut ini ada nama-nama pemenang dari tahun 2003 hingga 2016 kemarin 2016 – SapientNitro & China Airlines China Airline Website Re-design 2015 – DigitasLBi Virgin Atlantic Airways 2014 – Icelandair & TM Software Icelandair 2013 – ROKKAN JetBlue 2011 – Carlson Marketing JetBlue “TrueBlue Be True” 2010 – Lufthansa in partnership with Amadeus Lufthansa in partnership with Amadeus 2009 – Blast Advanced Media Nature Air – Eco Friendly Costa Rica Airline 2008-  Atmosphere BBDO emirates.com 2007 – Cramer-Krasselt AirTran Raceway 2006 – TM Interactive American Airlines – We Know Why You Fly 2005 – TM Interactive We Know Why You Fly 2004 – Cramer-Krasselt AirTran Airways – E-Annual 2003 2003 – Agence Braque Jetsgo

Misterius! Perempuan Ini Terkena Ledakan dari Headphone

Saat berada di dalam pesawat, pastinya Anda selalu mendengar perintah untuk melepaskan headphone sebelum landing ataupun take off. Hal tersebut didasarkan agar telinga para penumpang tidak mengalami cedera akibat perbedaan tekanan udara dalam kabin dengan di luar kabin. Baca juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang Bisa dikatakan, telinga merupakan indera paling sensitif saat Anda berada di pesawat. KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (15/3/2017), seorang penumpang perempuan yang tidak disebutkan namanya terkena luka bakar akibat headphone yang dipakainya. Australian Transport Safety Bureau (ATSB) atau Biro Keselamatan Transportasi Australia mengatakan bahwa penyebab dari terbakarnya headphone tersebut kemungkinan dari baterai lithium ion yang digunakan pada headphone. Diketahui, insiden ini terjadi pada sebuah pesawat yang melakukan perjalanan dari Beijing ke Melbourne. Saat itu, si penumpang perempuan tertidur setelah dua jam penerbangan dan mendengar ada sebuah ledakan keras. Dirinya kemudian merasakan ada yang terbakar di bagian wajah sebelum headphone-nya terlepas dari leher. “Ketika saya terbangun, saya merasa terbakar di bagian wajah. Saya hanya bisa meraba wajah dan menyebabkan headphone menyentuh leher,” ujar perempuan tersebut. Dia kemudian menarik headphone-nya dan melemparkannya ke lantai kabin sehingga membuat api kecil di lantai. Tak lama dari itu, penumpang tersebut bergerak dan ternyata awak kabin sudah berada di dekatnya dengan membawa ember air serta menyiram headphone yang terbakar tersebut. Kemudian, headphone tersebut di masukkan ke ember dan di bawa ke bagian belakang pesawat. Dari kejadian tersebut, headphone yang digunakan perempuan tersebut rusak dengan baterai serta penutupnya meleleh dan menempel di lantai kabin pesawat. Atas kejadian ini, penumpang perempuan mengalami luka bakar dibagian tangan saat melempar headphone-nya. Pada sisa penerbangan menuju Melbourne, penumpang lainnya mau tak mau harus mencium bau plastik cair, elektronik yang terbakar dan rambut yang terbakar memenuhi kabin. “Orang-orang batuk dan tersedak sepanjang perjalanan,” kata perempuan tersebut. ATSB mengatakan, baterai tersebut bisa jadi tidak mendukung perangkat atau headphone yang digunakan. “Seiring dengan berbagai produk yang menggunakan baterai potensi masalah dalam penerbangan meningkat,” kata ATSB dalam sebuah laporan. Baca juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Sayangnya tidak ada keterangan tentang jenis headphone yang digunakan perempuan malang tersebut. Bila headphone menggunakan baterei, maka boleh jadi yang dipakai adalah wireless headphone dengan koneksi Bluetooth ke ponsel. Selain insiden ini ada sejumlah lainnya yang terkait baterai dalam pesawat beberapa tahun terakhir ini. Pada Oktober 2016, sebuah baterai e-cigarette membakar koper penumpang saat akan dimasukkan dalam penerbangan dengan United Airlines. Mei 2017, dalam penerbangan dari Sydney ke Dallas, awak kabin Qantas diberitahu ada asap dalam kabin dan setelah ditelusuri ATSB ternyata asap tersebut dari kursi 19F kelas bisnis. Ini karena perangkat elektronik yakni telepon yang hancur karena terjepit di kursi penumpang.

Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern

Siapa sangka dibalik tenarnya nama SpaceX dan Tesla Motors, ada seorang pria paruh baya yang menjadi ide dibalik setiap terobosan yang mereka keluarkan. Tidak hanya menelurkan ide-ide brilian, ia juga diketahui sebagai CEO dari kedua perusahaan besar tersebut. Lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Transvaal, Afrika Selatan, pria dengan nama asli Elon Reeve Musk ini digadang-gadang sebagai Bapak Transportasi Ultra Modern, terlebih dengan idenya dalam menciptakan Hyperloop, salah satu solusi transportasi masa depan. Baca juga: Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik Elon merupakan anak pertama dari pasangan Maye Musk, seorang wanita berkebangsaan Kanada dan Errol Graham Musk, yang diketahui berkebangsaan Afrika Selatan. Di awal masa pendidikannya, Elon yang lulus dari Pretoria Boys High School lalu hijrah ke Kanada di usianya yang ke 17 untuk menghindari proses wajib militer di Afrika Selatan. Pada tahun 1990, Elon sempat mengenyam bangku perguruan tinggi di Queen’s University, Kingston, Ontario. Dua tahun berselang, Elon kembali pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan berhasil menyabet gelar sarjana dalam bidang ekonomi. Tidak hanya sarjana ekonomi, Elon juga meraih gelar sarjana dalam bidang fisika. Tidak puas dengan double degree yang ia miliki, Elon lalu pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D dalam bidang fisika terapan di Stanford, namun takdir berkata lain. Hanya dua hari ia habiskan di bangku S2, Elon ternyata lebih memilih untuk mengejar keinginannya untuk berwiraswasta di sektor internet, energi terbarukan, dan luar angkasa. Elon mendirikan Zip2, sebuah perusahaan perangkat lunak web, bersama adiknya, Kimbal Musk. Perusahaan ini mengembangkan dan memasarkan “panduan kota” Internet untuk industri penerbitan surat kabar. Elon mendapatkan kontrak dari media setempat, seperti New York Times dan Chicago Tribune dan membujuk dewan direkturnya agar mau membatalkan rencana merger dengan perusahaan CitySearch. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman biography.com, sebuah perusahaan asal California, Amerika Serikat, Compaq lalu mengakuisisi Zip2 senilai US$307 juta secara tunai dan US$34 juta dalam bentuk opsi saham pada tahun 1999. Sementara itu, Elon hanya mendapatkan 7 persen dari nilai tersebut, atau setara dengan US$22 juta dari penjualan tersebut. Lalu pada Juni 2002, Elon mendirikan SpaceX, dimana ini merupakan perusahaan ketiga yang Elon Musk bangun setelah X.com dan PayPal. SpaceX sendiri mengembangkan dan memproduksi wahana luncur antariksa sembari memajukan teknologi roket. Dua wahana luncur pertama yang dibuat oleh perusahaan ini adalah roket Falcon 1 dan Falcon 9. SpaceX memenangkan kontrak NASA senilai $1,6 miliar pada 23 Desember 2008 untuk 12 penerbangan roket Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon ke International Space Station, menggantikan program Space Shuttle yang dihentikan pada tahun 2011. Setelah SpaceX, Elon juga diketahui sebagai salah satu pendiri Tesla Motors dan saat ini diketahui ia menjabat sebagai kepala desain produk. Tesla Motors awalnya membuat mobil sport listrik, Tesla Roadster, yang berhasil terjual 2.500 unit di 31 negara. Elon sendiri lebih memilih produksi mobil subkompak di bawah US$30.000 dan membuat serta menjual komponen powertrain mobil listrik agar produsen mobil lainnya bisa memproduksi mobil serupa dengan harga terjangkau tanpa perlu mengembangkan sendiri komponennya. Dari situ, sejumlah majalah dan surat kabar kenamaan serta merta membanding-bandingkan Elon Musk dengan Henry Ford atas usahanya yang mempercanggih powertrain mobil. Baca juga: Elon Musk, CEO SpaceX Ini Paparkan Ide Entaskan Masalah Kemacetan Yang terakhir, tertanggal 12 Agustus 2013, duda lima anak ini meluncurkan rencana mode transportasi baru yang akan menghubungkan wilayah Los Angeles Raya dan Wilayah Teluk San Francisco setelah dikecewakan oleh sistem California High-Speed Rail yang sebelumnya sudah disetujui pemerintah. Elon merancang hyperloop, moda transportasi masa depan yang berjalan di sebuah pipa kedap udara dan mampu melaju hingga kecepatan 1000 km per jam. Salah satu orang yang masuk Majalah Forbes ini juga diketahui merupakan ketua dari Musk Foundation yang berfokus pada program filantropi di bidang pendidikan sains, kesehatan pediatrik, dan energi hijau.

Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!

Menghabiskan waktu selama perjalanan memang banyak caranya, dari mulai mendengarkan musik, tidur, hingga bermain game. Tidak sedikit juga para penumpang yang memilih untuk menonton film melalui ponsel untuk membunuh waktu. Namun, diantara kita pasti ada yang pernah tertarik untuk mengobrol dengan orang baru yang kebetulan berada dalam satu moda, terutama dengan lawan jenis. Entah itu hanya untuk teman ngobrol selama perjalanan saja, atau mungkin ada maksud lain di balik semua itu. Baca Juga: Dilema Penyandang Disabilitas di Transportasi Publik Jika Anda masih bingung bagaimana caranya untuk membuka sebuah obrolan dengan seseorang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya, berikut KabarPenumpang.com akan membeberkan cara yang dapat Anda tiru, dilansir dari laman wikihow.com. Pertama, pastikan Anda rebut dulu perhatiannya dengan cara melakukan kontak mata, karena dengan cara seperti ini, kedua dari Anda akan saling menyadari keberadaan masing-masing. Setelah itu, lemparkanlah senyum padanya. Senyum yang tulus akan membuat si calon lawan bicara menilai bahwa Anda merupakan pribadi yang hangat dan ramah. Selain itu, gesture juga akan mempengaruhi penilaian mereka terhadap Anda. Tunjukkanlah dengan cara duduk dengan posisi yang sopan, seperti tidak menyilangkan kaki, tidak membungkuk, serta perhatikan jarak antara Anda berdua, karena jarak yang terlalu dekat akan membuat ia merasa terancam. Selain memperhatikan gerak-gerik Anda sendiri, perhatikan pula gesture mereka, apakah sekiranya ia mau diajak berbicara atau tidak. Jika tidak, janganlah dipaksakan karena akan membuat ia merasa risih dan semakin menutup diri. Jika semua langkah di atas sudah dilakukan, maka mulailah pembicaraan dengan pertanyaan basa-basi, seperti tanyakan tujuannya, dan lain-lain. Obrolan akan terus terjalin jika Anda tidak kehabisan ide dan tidak menyinggung privasi mereka. Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus Usahakan juga untuk tidak melontarkan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban “iya” atau “tidak”, karena dengan begitu Anda dipaksa untuk mencari topik pembicaraan baru. Biasanya, kesamaan latar belakang akan memudahkan Anda berdua mencari topik pembicaraan, seperti kuliah di universitas yang sama, atau pernah bekerja di gedung yang sama, dan lain-lain. Tidak hanya itu, perhatikan pula pakaian yang ia gunakan, jika mereka menggunakan kaos band, Anda bisa memujinya dan memulai suatu topik pembahasan baru dengannya. Mudah bukan? Tapi, kasus seperti ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan di Indonesia, karena kebanyakan orang akan berlaku defensive jika diajak bicara oleh orang yang sebelumnya belum pernah mereka kenal. Ini dilandaskan pada maraknya tindakan kriminal yang terjadi seperti hipnotis, membuat si calon lawan bicara Anda terkesan lebih menutup diri. Pada akhirnya, semua dikembalikan pada pribadi Anda sendiri. Namun satu yang patut digarisbawahi, janganlah terlalu memaksa jika ia sudah menunjukkan respon yang kurang mengenakkan, seperti menjawab seperlunya saja, atau bahkan hingga pindah tempat duduk.

April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Tidak terbayangkan bagaimana rasanya jika Anda menghabiskan lebih dari 20 jam mengudara dalam sekali penerbangan, tanpa transit untuk mengisi bahan bakar dan meregangkan kaki Anda yang terus melipat selama perjalanan. Tentu kasus seperti ini patut untuk diteliti lebih dalam mengingat keuntungan serta kerugian yang akan penumpang rasakan layaknya mata koin yang memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Baca Juga: Qantas dan JetStar Izinkan Car Seat Dibawa ke Dalam Kabin Hipotesa tersebut muncul setelah CEO Qantas Airways, Alan Joyce mengutarakan rencananya untuk memiliki sebuah penerbangan marathon dari Australia menuju London. Penerbangan non-stop Sydney menuju London tersebut akan menjadi jalur penerbangan komersial terpanjang di dunia dengan estimasi waktu perjalanan 20 jam 20 menit. Tentu ini bukanlah perjalanan sebentar, namun keuntungan yang akan diperoleh oleh penumpang adalah waktu tempuh yang lebih cepat ketimbang harus transit terlebih dahulu di Timur Tengah untuk mengisi bahan bakar. Rencananya, Alan ingin menghadirkan direct flight ke London dan New York pada tahun 2022 mendatang. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman nzherald.co.nz (27/8/2017), salah satu tembok penghalang Qantas dalam mengadakan jalur ini adalah kesiapan armada yang diketahui belum mampu untuk menempuh jarak Sydney – London dalam sekali penerbangan tanpa henti. Maka dari itu, Alan menantang pihak Boeing dan Airbus untuk mengembangkan pesawat yang sesuai klasifikasi dala jangka waktu lima tahun ke depan. Yang sudah di depan mata dan sudah dipromosikan, Qantas akan meluncurkan penerbangan jarak jauh non-stop perdananya pada April 2018 dengan rute Perth – London. Diperkirakan, direct flight menggunakan Airbus A380 tersebut akan memakan waktu 17 jam perjalanan dengan jarak 14.498 km. Ini jelas menunjukkan perkembangan yang terjadi di dunia aviasi, ketika jauh sebelum rencana Alan untuk mengadakan penerbangan langsung jarak jauh, pihak Qantas pernah menyediakan perjalanan rute Kangguru menuju London pada tahun 1947, dimana perjalanan tersebut memakan waktu empat hari dengan sembilan kali pemberhentian. Dari peluncuran penerbangan jarak jauh perdananya pada April 2018 mendatang, Qantas tidak akan  menyia-nyiakan  kesempatan ini untuk melihat respon penumpang terhadap rute penerbangan jarak jauh ini. Sebenarnya, rute penerbangan antar benua seperti Australia – Eropa ini sangat kompetitif, tercatat ada sekitar dua lusin maskapai penerbagan yang menawarkan penerbangan ruter serupa. Qantas berharap layanan yang akan mereka buka ini akan menjadi pembeda dengan maskapa lainnya, dimana maskapai-maskapai tersebut harus berhenti di Timur Tengah atau Asia untuk mengisi bahan bakar. Baca Juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia Tidak hanya itu, rute baru Qantas ini juga akan menjadi bahan penelitian bersama University of Sydney tentang penerbangan jarak jauh yang tidak begitu menyenangkan. Adapun fokus penelitian ini adalah tentang strategi untuk melawan jetlag, persiapan pra dan pasca penerbangan, lingkungan kabin termasuk pencahayaan dan suhu, hingga waktu pelayanan. Lagi, terlepas dari semua keuntungan yang ditawarkan oleh pihak Qantas, berlangsungnya layanan ini ditentukan oleh para penumpangnya sendiri. Mungkin sebagian lapisan masyarakat yang menggunakan layanan penerbangan jarak jauh akan lebih senang jika mereka transit terlebih dahulu, dengan alasan kenyamanan selama mengudara. Namun ada saja yang lebih ingin cepat sampai dan tidak terlalu memikirkan kondisi mereka selama perjalanan. Kira-kira, Anda masuk kategori penumpang yang mana?