Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

Acap kali penumpang pesawat dibuat ketar ketir memikirkan perjalanan bagasi dar mulai counter check in hingga diangkut ground crew untuk dimasukkan ke dalam ruang kargo. Tambah kepikiran lagi bila Anda menggunakan penerbangan transit, terlebih transit yang mengharuskan Anda berganti pesawat. Saat berganti pesawat, otomatis barang bawaan di ruang kargo ikut berpindah dari satu pesawat ke pesawat lainnya. Baca juga: Alasan Politik, Pemerintah Mesir Perintahkan Taksi Online Gunakan Aplikasi Pelacak Meski teknologi penanganan bagasi kian tertib dan canggih, toh tetap saja muncul berita barang bawaan penumpang di bagasi yang tertinggal, tidak ikut terbawa oleh si empunya barang. Berangkat dari kasus tersebut, kini ada solusi untuk mengatasi perasaan deg-dengan tak karuan tersebut, pasalnya beberapa pabrik koper seperti high end TUMI telah bekerjasama dengan AT&T serta perusahaan pelacak teknologi LugTrack untuk memberikan Global Locator. KabarPenumpang.com melansir apex.aero (22/8/2017), Global Locator merupakan alat pelacak barang yang mungkin saja terbawa atau hilang dengan bantuan konektivitas GPS, WiFi, GSM dan Bluetooth. Tak hanya itu, Global Locator juga memiliki Mode Hotel dan Mode Proximity yang bisa mengingatkan penumpang bila koper milik mereka bergerak dari lokasi yang semestinya. “Tujuan dari TUMI Global Locator adalah untuk membuat barang yang hilang dari barang bawaan menjadi perhatian masa lalu, memberi pelanggan kami ketenangan pikiran dan memastikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Global Locator TUMI mewujudkan semua ini dengan fokus untuk melindungi barang-barang milik pelanggan kami,” ujar TUMI General Manager Amerika Utara, Rob Cooper. Dia mengatakan Global Locator merupakan salah satu sistem perangkat mandiri yang baru saja diluncurkan sehingga wisatawan bisa menggunakannya dan memasukkan dalam koper dengan menghubungkannya ke Internet of Things (IoT). LugLoc dan Trakdot, keduanya menggunakan GSM dan Bluetooth, dan melakukan pencariannya di bagasi yang diperiksa. Produk ini masing-masing memerlukan konektivitas penuh. Selain itu ada juga Tile yang awalnya dipasarkan untuk membantu menemukan kunci atau ponsel yang hilang. Tile ini menggunakan Bluetooth sebagai konektivitas untuk pelacakaannya dalam keadaan darurat. Setiap jenis konektivitas memiliki kekuatan dan kelemahannya. Misalnya, konektivitas GPS tidak bergantung pada jaringan seluler, dinding dan lantainya adalah kryptonitenya dimana ketepatannya terasa di bangunan-bangunan besar, seperti di bandara. Sama seperti telepon Anda bekerja di bandara, demikian juga pelacak barang bawaan Anda, jika menggunakan GSM. Namun, melakukan ping ke menara seluler tidak menawarkan keakuratan GPS atau Bluetooth. Sementara itu, Bluetooth menawarkan tingkat akurasi yang tinggi, namun hanya jika tas Anda berada di sekitar 100 kaki ponsel Anda. Baca juga: Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya! Diketahui, koper yang hilang dan salah bawa ada enam tas dari seribu penumpang pada tahun 2016 lalu dari hasil laporan bagasi 20161 SITA. Maskapai penerbangan akan diminta untuk melacak bagasi penumpang mulai tahun depan, namun bisa dimengerti bahwa penumpang ingin memantau properti mereka selama perjalanan. Sekarang ada beberapa pilihan untuk melakukannya.

Soal Keputusan MA, Menhub Perjuangkan Nasib Taksi Online dalam 3 Bulan

Sengkarut seputar transportasi online, khususnya yang menyangkut ‘taksi’ online di Indonesia kian bertambah runyam. Pasalnya Mahkamah Agung (MA) baru-baru ini telah mengetok palu dan mencabut 14 poin Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang taksi online. Karena menimbulkan keresahan di kalangan pengemudi online, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lantas meminta pada semua operator transportasi online tidak gelisah tentang keputusan MA tersebut. Baca juga: Kenaikan Tarif Taksi Online Tak Terlalu Banyak Terasa 14 poin tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. “Kami sampaikan kepada masyarakat terutama pengguna taksi dan operator taksi online jangan resah karena waktu efektif dari MA itu adalah tiga bulan,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com (22/8/2017). Adanya pencabutan 14 poit PM 26 ini, membuat Budi akan mengumpulkan para ahli untuk meminta masukkan terhadap permasalah ini. Dengan dialog yang nantinya akan dilakukan, Budi berharap ada solusi yang bisa didapat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Selain itu, Budi mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan bentuk solusi seperti apa. “Dalam satu hingga dua minggu ini kami akan mengumpuklan para ahli untuk memberikan masukan,” katanya. Walau dengan keputusan MA seperti itu, Budi tetap menghargai dan mengatakan ingin ide mengenai kesetaraan pengaturan transportasi dapat terlaksana. Karena hal ini, MA dalam putusan Nomor 37 P/HUM/2017 pada 20 Juni 2017 menyatakan bahwa 14 poin dalam PM 26 tahun 2017. Pasal-pasal tersebut yakni Pasal 5 ayat (1) huruf e, Pasal 19 ayat (2) huruf f dan ayat (3) huruf e, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 27 huruf a, Pasal 30 huruf b. Pasal 35 ayat (9) huruf a angka 2 dan ayat (10) huruf a angka 3, Pasal 36 ayat (4) huruf c, Pasal 37 ayat (4) huruf c, Pasal 38 ayat (9) huruf a angka 2 dan ayat (10) huruf a angka 3. Pasal 43 ayat (3) huruf b angka 1 sub huruf b, Pasal 44 ayat (10) huruf a angka 2 dan ayat (11) huruf a angka 2, Pasal 51 ayat (3), dan Pasal 66 ayat (4). MA menilai 14 pasal tersebut telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah, serta melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Karena itu, MA meminta pada Menteri Perhubungan mencabut ke 14 poin tersebut. Baca juga: Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas” Terkait munculnya ketetapan dan keputusan MA, dari pihak para operator transportasi onlien, seperti GoJek dan Uber mengatakan masih mempelajari hal ini dan jika ada info lanjutan, pihaknya akan memberikan informasi. Sedangkan dari pihak Grab hingga kini belum ada tanggapan apapun keputusan MA. Sebagai informasi, hingga Februari 2017, setidaknya populasi taksi online di seluruh Indonesia sudah mencapai 11.000 anggota yang terfaftar resmi.

Ubah Tampilan dan Mesin, Royal Mail Siap Kejutkan Warga Inggris Minggu ini

Dalam upayanya untuk mengikuti perkembangan jaman dan meminimalisir kadar emisi yang dihasilkan oleh kendaraan konvensional, sebuah perusahaan yang melayani jasa pengiriman, Royal Mail kini tengah bersiap untuk mengoperasikan armada barunya. Diketahui, Royal Mail akan melakukan uji coba skala penuh terhadap van pengantar surat bertenaga listrik mahakarya Arrival, sebuah perusahaan asal Inggris. Royal Mail sendiri sudah akrab di telinga orang Inggris, terutama setelah namanya terpajang di salah satu mobil mainan di serial Mr. Bean, dengan judul “Mind the Baby, Mr. Bean”. Baca Juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040 Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/8/2017), kendaraan dengan dominasi warna merah tersebut rencananya akan digunakan untuk pengiriman di dalam kota, dan akan mulai beroperasi pada minggu-minggu ini. Arrival sendiri, yang sebelumnya dikenal dengan nama Charge Auto, merancang electric vehicle yang khusus untuk digunakan oleh Royal Mail, dengan menggunakan material komposit ultralight dan rasio baterai terhadap berat yang menawarkan jangkauan sejauh 100 mil atau setara dengan 160 km. Tidak sedikit warga London yang ingin melihat wajah baru dari armada Royal Mail. Rencananya, mobil van pengantar surat ini akan diluncurkan dari depot Mount Pleasant milik Royal Mail di pusat kota London dan akan mulai berbaur dengan kendaraan lainnya di London untuk mengambil atau mengantarkan paket antar pos di sekitaran kota.
Sumber: youtube.com
Melalui Managing Director Royal Mail, Paul Gatti, dirinya mengutarakan kegembiraanya karena bisa bekerja sama dengan Arrival. “Kami senang bisa berkolaborasi dengan Arrival, dan moda ini menjadi pelopor adopsi kendaraan elektrik besar untuk kepentingan komersial di Inggris,” tutur Paul. “Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap armada baru ini, terutama dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya singkat. Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi Lebih lanjut, Paul juga mengatakan pemantauan tersebut bertujuan untuk melihat daya tahan dari van merah tersebut. “Untuk melihat bagaimana mereka bisa beroperasi dalam mengatasi permintaan pengiriman surat,” kata Paul. Sebelumnya, pihak Royal Mail memang sudah melakukan uji coba terhadap beberapa truk bertenaga listrik, namun tidak dengan moda dengan desain yang inovatif seperti ini. “Semoga kehadirannya bisa memberikan dampak positif.” Tutupnya.

Textalyzer, Aplikasi Canggih yang Tuai Kontroversi Dalam Berkendara

Tidak selamanya perkembangan teknologi yang diaplikasikan di kehidupan sehari-hari menuai pujian, mesti ada saja beberapa elemen masyarakat yang menolak terobosan tersebut. Sebut saja textalyzer, sebuah perangkat lunak yang diketahui dapat memungkinkan pihak kepolisian untuk merunut kejadian sebelum kecelakaan lalu lintas melalui ponsel si korban. Ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya kasus kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang memainkan ponselnya ketika tengah berkendara. Baca Juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan Textalyzer dapat mencegah pengemudi untuk tidak terdistraksi oleh ponsel selama berkendara. Namun sebagian orang menyatakan bahwa kehadiran aplikasi tersebut sebagai pelanggaran privasi, karena petugas kepolisian bisa mengunduh setiap informasi dari ponsel pengemudi dan mengidentifikasi setiap aktifitas ponsel beberapa waktu sebelum kecelakaan terjadi. Banyak pihak yang mengasosiasikan textalyzer ini dengan breathalyzer, sebuah perangkat yang dapat mengecek kandungan alkohol dalam darah hanya dari hembusan nafas. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman today.com (21/6/2017), dari data yang diunduh polisi melalui textalyzer, mereka dapat menentukan apakah pengemudi tersebut terdistraksi oleh ponsel sebelum kecelakaan terjadi. Tidak hanya sebelum kecelakaan, apabila Indonesia juga menggunakan software kontroversional ini, pihak kepolisian bisa menggunakannya ketika tengah melakukan razia. Berkendara sembari memainkan ponsel merupakan perbuatan ilegal yang tidak hanya berlaku di 47 negara bagian dan District of Columbia, tapi juga di seluruh dunia. Adapun textalyzer dikembangkan oleh Cellebrite, sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak dibidang ekstraksi data. Serangkaian uji coba pun telah dilakukan guna menyempurnakan aplikasi ini. Dalam salah satu uji coba yang terlampir di laman sumber, terlihat alat ini mampu menganalisa aktifitas yang dilakukan seseorang dengan ponselnya. “Setelah data diunduh, saya dapat mengetahui Anda membuka WhatsApp pada pukul 14.45, lalu mengakses Facebook, lalu menerima panggilan masuk pada pukul 14.59, dan mengirimkan sebuah pesan singkat pda pukul 15.00,” ungkap Jim Grady, CEO dari Cellebrite. Dan hebatnya, semua aktifitas yang dijabarkan Jim amatlah akurat. Baca Juga: Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS Namun dibalik usaha pengadaan software tersebut, masalah privasi seakan berdiri di garda depan untuk menolak kehadirannya. “Tidak ada yang bisa menjamin pihak kepolisian yang sudah mengunduh informasi melalui ponsel Anda tidak melihat atau menyalin semua jenis data pribadi tentang Anda,” tutur Jay Stanley dari American Civil Liberates Union. Namun pihak Cellebrate langsung membantah persepsi tersebut. “Textalyzer tidak akan mengambil informasi seperti itu,” tukasnya. “Kami tidak akan mendapatkan informasi seperti yang ditakutkan oleh banyak pihak, Textalyzer hanya mendapatkan informasi mengenai sentuhan dan gerakan menggeser di layar ponsel saja,” tepis Jim. Hingga saat ini, Textalyzer masih dalam wujud beta dan masih dalam tahap pengembangan. Jim mengatakan pihak kepolisian belum bisa menggunakan software ini selama otoritas di negara bagian belum meloloskan undang-undang tentangnya.

Terbebas dari Status Skors, Kereta Peluru Cina Siap Mengular Kembali

Sejak diberlakukannya peraturan pembatasan kecepatan pada enam tahun ke belakang, akhirnya tujuh unit kereta peluru (Bullet Train) asal Cina, Fuxing, dapat kembali mengular dengan kecepatan 350 km per jam. Rencananya, penghapusan peraturan tersebut akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Dengan kecepatannya yang fantastis, diperkirakan jarak dari Beijing menuju Shanghai dapat ditempuh hanya dalam waktu empat setengah jam. Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam Adapun pembatasan kecepatan ini diawali dari tragedi kecelakaan kereta api pada tahun 2011 silam, dimana insiden tersebut menewaskan sekitar 40 orang, dan melukai lebih dari 200 orang. Sejak saat itu, kereta peluru asal Negeri Tirai Bambu tersebut hanya boleh beroperasi di kecepatan 250 hingga 300 km per jam saja. Tidak hanya dibatasi kecepatannya saja, perusahaan pembuat kereta api terbesar kedua Cina yaitu China CNR Corp Ltd menarik kembali 54 kereta api cepatnya dengan alasan keamanan penumpang. Awalnya, para pejabat perkeretaapian menyebutkan bahwa penyebab utama kecelakaan tersebut adalah sambaran petir yang menyebabkan terganggunya sinyal. Namun fakta lain tersaji manakala media Cina mengutip salah seorang peneliti senior yang mengatakan, kecelakaan itu disebabkan oleh kegagalan manajemen dan sebetulnya bisa dihindari. Namun seiring berjalannya waktu, pembenahan di beberapa sektor terus digiatkan semata-mata untuk mengembalikan kembali nama baik bullet train Cina sehingga mereka bisa kembali beroperasi. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (23/8/2017), kereta yang mampu berakselerasi hingga 400 km per jam ini akan mulai beroperasi kembali pada 21 September mendatang. Nantinya, kereta-kereta berkecepatan tinggi tersebut akan dilengkapi dengan sistem pemantauan yang ditingkatkan, sehingga kereta dapat mengurangi kecepatannya atau bahkan menghentikannya apabila terjadi kondisi darurat. Baca Juga: Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina Diketahui, China Railway yang merupakan salah satu anggota BUMN setempat mencatat setiap tahunnya, rute Beijing – Shanghai dapat mengangkut hingga 600 juta penumpang. Dilansir dari sumber lain, masing-masing otoritas telah menyelesaikan tahap uji cobanya, dimana kereta tersebut berhasil menempuh kecepatan yang lebih tinggi di beberapa bagian jalur pada bulan Juli kemarin. Hingga saat ini, Cina memiliki layanan kereta cepat dengan jalur rel khusus lebih dari 20.000km. Guna memperluas jaringan, rencananya tambahan jalur sejauh 10.000 km akan dibangun dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, sehingga menjadikan Cina sebagai negara dengan sistem kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia.

Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai

Seorang awak kabin senior Aeroflot bernama Yevgeniya Magurina merasa terdiskriminasi karena berat badannya. Memang bila dilihat, postur tubuh Magurina lebih besar di banding dengan awak kabin lainnya yang lebih kecil dari dirinya. Karena hal ini, Magurina tidak diperbolehkan terbang pada penerbangan internasional jarak jauh. Padahal dulu tidak ada masalah dengan bentuk tubuhnya. Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius KabarPenumpang.com melansir stuff.co.nz (22/8/2017), Magurina kemudian menuntut maskapai plat merah Rusia ini karena ditarik dari penerbangan internasional. Kejadian ini berawal saat musim panas lalu, Magurina mengambil seragam dan ternyata pihak maskapai tidak menyiapakan seragam dengan ukurannya. Selain tidak ada ukuran seragam, saat itu semua pramugari diwajibkan untuk menimbang dan difoto untuk pelatihan kru kelas bisnis khusus. Beberapa bulan kemudian setelah masalah seragam, saat tiba di bandara Sheremetyevo, tiba-tiba dirinya diberi peran sebagai awak junior yang seharusnya awak kabin senior. Saat itu, dirinya mendapat bocoran bahwa seorang manager yang simpatik pada dirinya mengatakan bahwa sekitar 600 dari 700 awak awak Aeroflot, kebanyakan wanita, ditugaskan kembali ke penerbangan yang lebih rendah tanpa gaji bonus karena dianggap terlalu tua, gemuk dan dianggap tidak menarik. Selain itu manager tersebut mengatakan, tidak ada yang peduli dengan profesionalisme melainkan harus muda, cantik dan langsing. Karena kejadian ini Magurina menuntu Aeroflot pada April lalu dan ditolak tuntutan hukumnya di pengadilan yang sama bersama rekannya, Irina Ierusalimskaya karena tidak ada bukti diskriminasi. Vladimir Alexandrov, wakil CEO Aeroflot untuk urusan hukum, mengatakan bahwa tuntutan hukum Magurina dan Ierusalimskaya adalah perselisihan rutin karyawan vs maskapai yang telah disulut dengan sengaja dalam skala kampanye publik yang bertujuan untuk menodai reputasi perusahaan penerbangan. Magurina dan Ierusalimskaya mengklaim bahwa penurunan peringkat tersebut merupakan bagian dari langkah yang lebih luas terhadap ratusan orang lainnya yang menghadapi pemotongan gaji dan diambil dari penerbangan jarak jauh. Kedua tuntutan hukum tersebut merupakan tindakan individu, dan kedua wanita tersebut mengatakan bahwa mereka satu-satunya yang membawa Aeroflot ke pengadilan. Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia Aeroflot membantah klaim diskriminasi di pengadilan, dengan alasan bahwa perusahaan tersebut tidak berkewajiban untuk membayar bonus. Ini juga menegaskan bahwa preferensi untuk awak kabin yang lebih ramping memiliki alasan yang obyektif dimana petugas yang kelebihan berat badan juga dapat menimbulkan risiko keselamatan dengan menghalangi pintu darurat, dan memerlukan bahan bakar yang lebih mahal untuk transportasi. Saat itu, Aeroflot ditanya terkait masalah seragam ukuran besar untuk awak kabin perempuan dan Alexandrov mengatakan kepada Associated Press bahwa Aeroflot tidak mengungkapkan peraturan internal. Permasalahan kedua wanita tersebut dengan maskapai terbesar Rusia ini telah membuat beberapa orang menarik diri untuk mendukung mereka. Padahal Yulia Zakharova, seorang psikolog klinis yang tinggal di Moskow, mengatakan bahwa reaksi publik terhadap persidangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia masih merupakan masyarakat patriarkal meskipun ada beberapa dekade slogan kesetaraan gender Komunis.

Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah

Tips yang menyodorkan cara pencarian dan pembelian tiket pesawat sudah banyak dituangkan dalam beberapa tulisan. Namun umumnya yang ditawarkan adalah jurus-jurus sederhana, dan kali ini kami merangkum dari berbagai sumber tentang trik unik untuk mendapatkan tiket penerbangan murah. Seperti apakah trik yang unik tersebut, beberapa dianggap unik karena diambil berdasarkan persepsi dari pihak agen perjalan dan maskapai. 1. Diskon besar setiap hari Senin atau Selasa Pada dua hari ini, tiket pesawat biasanya akan lebih murah dari hari-hari lain. Ini menjadi waktu yang paling tepat untuk mencari tiket untuk Anda. 2. Beli tiket hari Selasa dan Rabu Selain memberikan diskon, maskapai juga berlomba-lomba memberikan penawaran dan terbukti harganya bisa lebih murah hingga Rp200 ribu. Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel 3. Hari Minggu harga tiket mahal Biasanya tiket hari Jumat ataupun Minggu akan lebih mahal dari hari lainnya. Sebab, banyak wisatawan yang menggunakan akhir pekan untuk berlibur dan penjualan juga meningkat. 4. Harga tiket berubah tiga kali dalam sehari Seperti minum obat, harga tiket ini pun bisa berubah tiga kali dalam sehari. Mungkin saat Anda melihat harga di pagi hari sekian bisa menjadi lebih mahal sedikit pada sore atau malam hari. 5. Jangan pesan tiket di minggu yang sama saat terbang Pesan tiket jangan langsung di minggu dimana Anda akan berangkat. Sebab harga tiket akan melonjak drastis di waktu tersebut. 6. Beli tiket enam sampai delapan minggu keberangkatan pesan tiket yang baik adalah 42 sampai 50 hari sebelum beragkat. Memesan jauh-jauh hari juga tidak baik karena terkadang sering ada promo yang bisa membuat Anda menyesal. Memesan dua bulan sebelum berangkat selain tidak terlalu jauh dari waktu keberangkatan, harga yang didapat juga tidak terlalu melonjak tinggi. 7. Subscribe website dengan email untuk penawaran harga Saat mengunjungi website sebuah maskapai, jangan lupa masukkan email. Biasanya maskapai akan memberikan informasi bila ada promo. 8. Pertimbangkan bandara lain Di setiap daerah yang Anda kunjungi pastinya ada bandara lain. Cek harga di bandara lain tersebut, bila lebih murah baiknya ambil yang lebih murah dibandingkan di bandara pilihan Anda. Baca juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat! 9. Beli tiket online, jangan lupa mode incognito di browser Harga tiket online akan meningkat seiring trafik yang tinggi dari situs tersebut. Untuk mengakalinya, Anda bisa mengecek situs website tersebut dalam mode incognito. Dengan cara itu, Anda seperti mengunjungi website tersebut secara sembunyi dan “tidak ketahuan”. Dengan begitu trafik yang mengunjungi website tersebut tidak akan terlihat ramai sehingga harga juga diharapkan tidak akan meningkat signifikan. 10. Beli tiket jauh hari bila sudah atur jadwal traveling Jika memang Anda merencanakan liburan pada masa liburan sekolah atau akhir tahun, Anda bisa mulai mengecek dari jauh hari sehingga Anda bisa melakukan komparasi, terutama saat tiba-tiba ada promo dari maskapai. Anda juga bisa memperbanyak referensi untuk tujuan liburan, maskapai apa dan di bulan apa biasanya mereka menawarkan promo perjalanan.

Hindari Penyalahgunaan Nomer Ponsel, Uber Siapkan Fitur Chat di Dalam Aplikasi

Nantinya pengemudi Uber tidak perlu lagi menghubungi penumpangnya dengan cara menelepon ke nomor ponsel pribadi. Perusahaan rideshare asal San Francisco tersebut baru saja mengumumkan fitur chat-in terbaru di aplikasi mereka yang memungkinkan para pengemudi dan penumpangnya saling berkomunikasi tanpa harus keluar dari aplikasi Uber. Rencananya, fitur ini akan segera diluncurkan secara global dalam beberapa minggu ke depan. Baca Juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (10/8/2017), sebuah penyataan tertulis menyebutkan bahwa fitur ini akan memudahkan pihak pengemudi dan penumpang dalam berkomunikasi, seperti menentukan titik jemput, memberikan informasi mengenai hambatan dalam fase penjemputan, dan lain-lain. “Karena setiap perjalanan diawali dengan penjemputan, jadi kami selalu memikirkan cara bagaimana meningkatkan pengalaman bagi kedua belah pihak,” tulis pernyataan tersebut. Jika penumpang mengubungi pengemudi, maka pesan yang dikirim akan berubah menjadi pesan suara yang akan dibacakan sehingga tidak mengganggu pengemudi saat mengemudi, kemampuan ini kerap disebut sebagai text to speech. Lalu pengemudi bisa merespon pesan tersebut dengan hanya satu ketuk, dimana sang penumpang akan menerima pesan berupa logo jempol. “Penumpang dan driver sama-sama bisa melihat apakah pesan tersebut sudah sampai dan dibaca, ini akan membantu mereka supaya tidak ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi,” tutur pihak Uber. Tidak menutup kemungkinan, fitur ini juga akan diaplikasikan ke kanal Uber lainnya, seperti UberEATS. Adapun tujuan dibalik peluncuran fitur ini adalah untuk mencegah pihak pengemudi dan penumpang saling menghubungi melalui nomor ponsel pribadi mereka. Di Indonesia sendiri, sudah banyak sekali kasus pengemudi moda transportasi berbasis online yang jahil menghubungi penumpangnya dan mengajak mereka berkenalan. Entah apa modus dibalik itu semua, namun untuk sebagian kalangan, tindakan tersebut sangatlah mengganggu. Baca Juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi Pihak Uber sendiri akan menggunakan teknologi anonym untuk menutupi data pribadi para pelanggannya, namun penggunaan teknologi ini masih terbatas. Sedangkan di sebagian tempat, data pribadi penumpang masih akan terlihat. Kasus penyalahgunaan nomor seperti yang telah dijabarkan di atas ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri pun, praktek tersebut dilakukan dengan menggunakan fitur “lost and found” untuk mendapatkan nomor pelanggan mereka. Bahkan yang lebih parahnya lagi, beberapa kasus menemukan para pengemudi wanita yang dilecehkan oleh penumpang pria, dengan cara meninggalkan ponsel pintar mereka di dalam mobil tersebut, lalu menggunakan sebuah aplikasi pelacak untuk mencari rumah pengemudi tersebut. Berangkat dari situ, Uber lalu menambahkan peraturan baru yang berisikan hukuman denda jika penumpang secara sengaja atau tidak meninggalkan barang mereka di dalam kendaraan. Hampir mirip dengan fitur chat in yang akan dirilis Uber, layanan Grab di Indonesia dalam aplikasinya sudah menghadirkan fitur chat antar penumpang dan pengemudi di dalam aplikasi. Fitur chat di Grab melengkapi pilihan untuk telepon langsung dan berkirim via pesan singkat (SMS), namun untuk proteksi pada perlindungan data diri penumpang dan pengemudi masih belum ada.  

7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi

Identik sebagai surga belanja, Singapura sejak dua dekade silam begitu menggebu memoles Bandara Changi sebagai salah satu Airport Mall terbaik di Dunia. Apa yang diharapkan boleh dibilang berhasil, mulai dari pengunjung, calon penumpang, sampai penumpang transit, begitu menikmati Changi dengan beragam fasilitasnya yang lengkap dan modern. Termasuk dalam fasilitas di Changi adalah bertaburnya etalase belanja barang dan kuliner di setiap terminal. Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler Meski belum ada survei tentang perilaku berbelanja di Changi, namun beragam hal menarik yang ada di Changi tak sulit untuk ‘memaksa’ Anda untuk membelanjakan dollar sesaat setelah mendarat, atai sebelum keberangkatan pesawat. Walau cenderung menguras kocek, tapi berikut ini ada tips untuk menghemat belanja saat berada di Changi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari nowboarding.changiairport.com, ada tujuh tips untuk membuat belanja Anda lebih irit di bandara Changi Singapura. 1. Mall terbesar di Singapura Bandara Changi merupakan mall terbesar di negara berlambang Merlion ini. Hal ini dikarenakan, ada 360 gerai ritel dan 140 pilihan tempat untuk bersantap (restoran). Dengan ramainya ini karena banyak pelancong yang berada di bandara Changi merupakan pelancong internasional dan semua gerai ritel di bandara ini di isi dengan merek-merek terkenal dengan perancang kelas atas. Tak hanya itu, ketiga terminal di bandara Changi terhubung dengan Skytrain dan Anda bisa berbelanja sampai puas dan mungkin uang yang dibawa pun bisa saja langsung menipis karena khilaf berbelanja. 2. Lebih murah Setiap pengunjung selalu berpikir berbelanja di bandara itu mahal, padahal di Changi barang yang dijual tidaklah semahal di toko pusat kota. Ini dikarenakan berkat penghematan GST dan rata-rata harga lebih murah tujuh persen dari harga normal. Untuk barang-barang mewah dan besar seperti tas, perhiasan, jam tangan hingga barang elektronik memberikan harga yang tetap misalnya biasa di jual di toko S$2500 bisa menghemat hingga S$175. Untuk kosmetik, parfum, minuman beralkohol hingga tembakau (rokok) justru bebas bea dan harga normal. Khusus produk kecantikan atau alat kosmetik harga bisa lebih murah 40 persen dibanding beli di pusat kota. Harga yang dipasarkan di Changi tidak diizinkan untuk lebih tinggi dari harga di pusat kota Singapura. 3. Bisa jadi jutawan Kalau belanja di tempat lain bisa membuat Anda buntung, justru di Changi, Anda akan bisa menjadi jutawan. Sebab, sejak tahun 2010 lalu, selalu diadakan pengundian belanja dengan hadiah utama S$1 juta. Selama ini sudah ada pemenang dari Singapura, Australia, Indonesia, Jepang dan Inggris. Untuk mendapatkan hadiah ini mulai dari pembelian sebotol parfum hingga ke DSLR. Dengan hadiah sebesar ini, mengubah kehidupan penumpang ketujuh pada awal 2017.
Pemenang S$1 juta (nowboarding.changiairport.com)
4. Miles untuk pengunjung Bila Anda adalah pelancong yang sering mendatangi bandara Changi dan juga rajin berbelanja, baiknya buat kartu member. Dengan kartu member ini, Anda bisa mendapatkan keuntungan seperi poin yang bisa ditukarkan dengan voucher Changi dolar yang bisa untuk berbelanja di bandara. Ada tiga tingkatan anggota miles bandara Changi yakni Platinum, Gold dan Member biasa dengan hak yang istimewa bagi masing-masing pemegang kartu. 5. Pemburu Souvenir bisa belanja disni Para pengoleksi souvenir atau hanya membeli untuk buah tangan, di sini lengkap tersedia. Selain itu untuk makanan juga komplit berada di jantung budaya Singapura. Pelancong yang sudah merasakan makanan asli Singapura pasti akan membawa beberapa sebagai buah tangan untuk keluarga dan teman. Bandara Changi memberikan berbagai macam souvenir makanan yang bisa Anda bawa pulang seperti Kue berlapis dari Bengawan Solo, Selai Kelapa dari Ya Kun Kaya Toast Family Cafe, Daging panggang dari Bee Cheng Hiang dan beberapa masakan pasta lainnya. 6. Belanja online Bila Anda merasa repot berpindah dari terminal satu ke terminal lainnya di Changi, Anda bisa berebelanja secara online. Apalagi untuk Anda yang tidak memiliki waktu banyak alias mepet dengan waktu keberangkatan. dengan berbelanja di iShopChangi, dari barang elektronik hingga aksesoris mode, cokelat dan produk kecantikan. Selain itu bisa mengakses lebih dari 400 merek da 6000 produk melalui portal belanja ini. Anda bisa melakukan pembelanjaan dua minggu hingga 18 jam sebelum keberangkattan menggunakan iShopChangi ini. Jangan lupa pilih lokasi pengambilan barang Anda di terminal tujuan agar lebih mudah dan nyaman. Baca juga: Mengenal Skytrain di Changi, Benchmark APMS di Bandara Soekarno-Hatta 7. Navigasi rute belanja Jika Anda menilai efisiensi pada poin-poin di atas adalah kebetulan, lihatlah direktori toko bandara sebelumnya, dan rencanakan rute belanja Anda untuk memaksimalkan waktu Anda. Untuk ini, Anda dapat menggunakan aplikasi iChangi untuk pelancong, untuk memetakan rute Anda di seluruh bandara. Dapatkan semua pembaruan pada waktu penerbangan, peta terminal dan indeks belanja dan makan di ujung jari Anda. Anda dapat memilih untuk menerima pemberitahuan penerbangan dan tidak akan terlambat untuk menelepon lagi. Jika Anda lebih menyukai layanan yang lebih personal, hubungi loket informasi dan mintalah layanan concierge belanja, yang bisa memberikan tip dan rekomendasi berguna berdasarkan kebutuhan Anda. Ingatlah untuk check in lebih awal saat Anda mengunjungi Changi untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Singapura Buka Tender Untuk Otomatisasi Penanganan Bagasi di Changi

Beberapa karyawan yang bekerja di penanganan bagasi (ground crew) mengeluhkan sempitnya ruang gerak mereka, terutama untuk pesawat narrow-body. Ini terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir setelah Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) menantang industri tersebut untuk menghasilkan cara yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan itu. Baca Juga: Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai Berangkat dari situ, terbentuklah sebuah tim yang dipimpin oleh Singapore Technologies Dynamics yang juga bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries, dimana dua manufaktur yang kampiun dalam hal teknologi ini telah membuat sebuah prototipe produk untuk meringankan beban petugas bagasi, khususnya di pesawat narrow-body. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman straitstimes.com (18/8/2017), sebenarnya tim tersebut tidak memiliki masalah dengan pesawat dengan ukuran yang lebih besar, karena itu akan memudahkan mereka dalam pemasangan teknologi ini nantinya. Prototipe ini berusaha mengatasi tantangan yang dihadapi pada berbagai tahap proses penanganan bagasi. Misalnya, memasukkan tas ke troli, yang sekarang masih dilakukan secara manual, nantinya pekerjaan ini bisa diambil alih oleh teknologi canggih yang tengah mereka rangkai. Prototipe ini adalah satu dari beberapa dari CAAS ‘Aviation Challenge, diluncurkan pada tahun 2014 untuk mengembangkan solusi inovatif untuk mengotomatisasi proses padat karya dalam pengoperasian sebuah bandara. Bandara Changi di Singapura akan bekerja sama dengan CAAS untuk mengidentifikasi inovasi terpilih yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengujian operasional di lingkungan sekitar bandara. Untuk penanganan bagasi, lima tim terpilih akan dimodalkan $9,2 juta untuk mengembangkan prototipe terhitung sejak bulan September 2015 hingga bulan Juli kemarin. “Nantinya, tim penilai yang terdiri dari beberapa perwakilan senior di komunitas penerbangan akan mengevaluasi hasil kerja kami selama ini,” ungkap salah satu narasumber dari CAAS (17/8/2017). Baca Juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler Nantinya, tim yang memenangkan ajang ini akan dihadiahi uang tunai sebesar $500.000 oleh Wakil Menteri Transportasi, Ng Chee Meng dalam sebuah upacara penghargaan. “Kita harus secara sistematis dan proaktif mencari cara untuk menerapkan teknologi seperti robotika dan otomasi, untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik bagi semua pekerja transportasi udara kita,” ungkap Ng Chee Meng. Kevin Shum, direktur jenderal CAAS, mengatakan bahwa semangat kolaborasi dan inovasi yang diciptakan oleh kompetisi – baik di dalam maupun di luar komunitas penerbangan – adalah kunci untuk memastikan bahwa industri penerbangan Singapura terus berkembang dan menawarkan banyak peluang yang menarik. Kepala eksekutif Grup Bandara Changi Lee Seow Hiang mengatakan bahwa bandara tersebut dengan senang hati mendukung dorongan untuk inovasi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menyenangkan.