Tujuh Bandara Ini Jadi Yang Terbaik Untuk Fasilitas Nursery Room

Ketrersediaan nursery room sudah menjadi standar di setiap bandara, terlebih pada bandara bertaraf internasional, hadirnya nursery room menjadi perhatian tersendiri oleh pengelola bandara, karena secara langsung terkait pada image pengelolaan bandara itu sendiri. Namun, tahukah Anda, bandara internasional mana saja yang dianggap telah menyediakan nursery room terbaik? Kali ini, KabarPenumpang.com merangkum dari bravotv.com, setidaknya ada tujuh bandara internasional yang dianggap paling ramah dan terdepan dalam penyediaan ruang perawatan untuk ibu dan anak atau ruang laktasi. Berikut ketujuh bandara tersebut. Baca juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang? 1. Bandara Internasional San Francisco Di SFO, meyediakan tempat untuk ibu menyusui dengan ruangan pribadi yang bersih untuk melakukan segala perawatan bayi atau hanya untuk memompa ASI bila sang buah hati tak dibawa. Tak hanya itu, di SFO juga menyediakan toilet khusus keluarga di setiap terminal. Ada juga kamar-kamar pribadi yang bisa di buka melalui petugas keamanan. 2. Bandara Internasional Hong Kong HKIA sendiri bukan hanya menawarkan dua atau tiga ruang untuk perawat ibu dan anak melainkan ada 31 ruang perawatan dan tersebar di seluruh bandara. Di dalam ruangan tersebut dilengkapi fitur yang memudahkan seorang ibu untuk merawat dan memberi makan atau menyusui bayinya. 3. Seattle Tacoma Airport Terminal Pusat dan gerbang A ada ruang bermain untuk anak, selain itu ada kursi goyang, pencahayaan yang dibuat pun disesuaikan. Ini bisa menjadi tempat yang sempurna untuk ibu menyusui dengan sedikit ruang untuk menyusui sang anak atau hanya memompa ASI mereka. Ada juga ruang khusus di Terminal Pusat dan dua ruang mnyusui yang baru ditambahkan. Masing-masing ruang ini dilengkapi dengan outlet listrik bila menggunakan pompa listrik.
Seattle Tacoma Airport
4. Amsterdam Schiphol Airport Ibu menyusui pada bandara ini tak hanya bisa memberi makan dan mengganti baik popok atau baju bayi tetapi juga bisa memandikannya. Selain itu juga ada tujuh kabin yang tersedia untuk orang tua yang lengkap dengan tempat tidur. 5. Bandara Internasional Minneapolis St. Paul Ada dua pusat laktasi di bandara MSP yakni Terminal 1 dan dekat gerbang F2 setra gebang C13 dilengkapi dengan wastafel, gorden, penerangan dan tempat yang nyaman untuk duduk sambil membersihkan pompa. Sebelum masuk dan menggunakan ruang ini, harus menuju ruang informasi atau menghubungi petugas untuk memudahkan aksesnya. Terminal 1 MSP juga ada pust keluarga yang bisa digunakan ibu untuk menyusui bayi atau memompa ASI. Di tempat tersebut ada kursi goyang, tempat tidur bayi, tempat duduk yang nyaman hingga kamar mandi. Tak lupa juga di setiap terminal bandara MSP dilengkapi dengan area bermain anak.
St. Paul Minneapolis International Airport
6. Bandara Changi Singapura Ruang baby care di bandara ini mendapatkan beberapa fasilitas yakni tempat duduk yang nyaman dan juga bisa mengakses air panas yang berguna untuk membersihkan atau menghangatkan makanan. Bandara ini memiliki banyak ruang perawatan, sehingga seorang ibu yang membawa bayi bisa mudah menemukan dan menggunakannya. Baca juga: Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia 7. Bandara Zurich Untuk penumpang yang membawa anak-anak mereka, tidak perlu khawatir bila berada di bandara ini, sebab ada ruang bermain yang dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronik seperti PlayStation, komputer atau area kerajinan. Tapi untuk seorang ibu yang membawa bayi juga tak perlu khawatir, sebab bandara Zurich memberikan ruangan yang dilengkapi dengan dapur yang bisa digunakan untuk menghangatkan makanan atau menyajikan makanan untuk anak-anak mereka. Dalam ruang ini juga dilengkapi dengan tempat duduk anak yang memudahkan si ibu memberi makan anak.
Zurich Airport

Keren! Ini Dia Penampakan Stasiun MRT Senayan

Hari Senin lalu (14/8/2017), KabarPenumpang.com berkesempatan secara khusus mengunjungi salah satu lokasi yang nantinya akan dijadikan stasiun Mass Rapid Transit (MRT). Stasiun ini dianggap oleh PT MRT Jakarta (PT MRTJ) sebagai stasiun dengan progress paling maju dibandingkan dengan stasiun lainnya. Stasiun yang berada di daerah Jakarta Selatan ini seakan menjadi garda terdepan karena letaknya yang berada di perbatasan stasiun layang dan stasiun bawah tanah, jadi dari stasiun ini bisa terlihat jalur kereta yang mulai menanjak. Ya, inilah Stasiun Senayan! Baca Juga: Lintasi Tol JORR, Inilah “Special Bridge,” Jembatan Unik di Jalur MRT Fatmawati Di awal perjalanan, rombongan kami bertolak dari Lebak Bulus, kemudian menyusuri jalur layang MRT di kawasan Fatmawati dan Panglima Polim yang tengah dalam pembangunan. Setibanya di Stasiun Senayan, kami diwajibkan mengenakan rompi serta helm keselamatan guna mencegah benturan langsung terhadap kepala jika selama di dalam terowongan ada benda yang jatuh. Jantung mulai berdegup kencang manakala kami menuruni tangga sementara yang  terbuat dari besi, terpaan angin sedikit saja langsung membuat tangga tersebut goyang. Kurang lebih sekitar 20 meter kami menuruni tangga berkelok tersebut. Sesampainya di dasar terowongan, kami disambut oleh lantai-lantai yang ditutupi oleh papan triplek. “Supaya tidak merusak ubin,” ungkap Dirut PT MRTJ, William P. Sabandar yang pada kesempatan itu ikut terjun langsung ke lapangan guuna memantau perkembangan proyek tersebut. Bentuk stasiun sendiri sudah mulai terlihat, walaupun masih berantakan karena memang stasiun ini masih dalam pembangunan.
Kondisi pengerjaan toilet di Stasiun Senayan.
Pada lantai atas di stasiun bawah tanah ini akan dikhususkan untuk pembelian tiket dan kelengkapan stasiun lainnya, seperti toilet wanita dan pria, toilet khusus penyandang disabilitas, hingga ruang menyusui. Dari hasil pantauan, toilet sudah siap pakai, terlihat dari interiornya yang sudah terpasang sepenuhnya. Baca Juga: Antara Viaduct, MRT dan Pergeseran Makna Karena waktu kunjungan masih siang, jadi tidak ada lampu stasiun yang menyala, hanya bermodalkan lampu konstruksi. Beralih ke lantai bawah, di sinilah yang nanti akan digunakan sebagai peron. Dengan dua jalur MRT di sisi kiri dan kanan, kelak di titik ini setiap penumpang akan menunggu giliran untuk naik kereta tersebut. Empat terowongan berbentuk setengah lingkaran raksasa dapat di lihat di setiap ujung peron. Dua terowongan yang mengarah ke arah Patung Pemuda terlihat menanjak dengan sudut kemiringan yang landai. Dari sinilah lajur menanjak kereta MRT dimulai hingga nanti jalurnya berada di atas sebuah jembatan khusus yang hingga kini masih dalam tahap pembangunan. Walaupun rel masih belum dipasang, namun diantara sekian banyak stasiun yang tengah dibangun, hanya di stasiun Senayanlah kita dapat melihat gambaran masa depan stasiun MRT.