Terlepas Soal Boikot, Qatar Masih Rajai Penerbangan Langsung Jarak Jauh di Dunia

Parade penerbangan jarak jauh kini sedang digandrungi para penyedia jasa pelayanan penerbangan dari berbagai penjuru dunia. Jarak puluhan ribu kilometer seolah bukan lagi menjadi masalah yang berarti seiring perkembangan jaman. Terlepas dari apakah maskapai tersebut melakukan penerbangan langsung (direct flight) atau tidak, namun ini menunjukkan adanya peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh pihak maskapai kepada para penumpangnya. Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London Dari sisi promosi, kemampuan suatu maskapai untuk melayani penerbangan langsung jarak jauh menyiratkan bahwa maskapai telah mampu mengadaptasi teknologi tinggi dalam armada pesawatnya. Pasalnya untuk melayani penerbangan jarak jauh plus direct flight dibutuhkan pesawat yang super canggih dan tentunya ekonomis dalam konsumsi bahan bakar. Sebut saja Qantas yang rencananya akan membuka beberapa jalur penerbangan jarak jauh baru, seperti Sydney menuju London dengan jarak tempuh 16.885 km, Brisbane menuju Paris dengan jarak tempuh 16.459 km, dan Melbourne menuju New York City dengan jarak tempuh 16.565 km. Diketahui, April tahun depan, Qantas akan membuka jalur penerbangan langsung dari Perth menuju London. Diperkirakan, jarak 14.498 km yang membentang diantara dua kota di beda benua tersebut akan ditempuh menggunakan AirBus A380 dengan estimasi waktu perjalanan 17 jam. Seakan tidak mau kehilangan momen, United Airlines juga berencana untuk kembali membuka jalur penerbangan dari Los Angeles menuju Singapura yang kira-kira jaraknya 13.920 km dengan waktu tempuh sekitar 18 jam. Lain cerita dengan Qatar Airways. Penyedia jasa layanan penerbangan yang dinaungi oleh Akbar Al-Baker tersebut telah mencuri start dengan membuka jalur penerbangan dari Doha menuju Auckland di Selandia Baru dengan jarak penerbangan sekitar 14.534 km. Diketahui, sejak 5 Februari 2017 kemarin, rekor penerbangan terjauh non-stop dipegang oleh Qatar Airways Flight 921 (QR 921), dimana itu merupakan penerbangan dari Doha menuju Auckland yang sudah dijabarkan di atas. Adapun armada yang digunakan pihak Qatar untuk melayani penerbangan tersebut adalah Boeing 777-200LR. Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways? Walaupun, pesaing utama Qatar Airways, Emirates juga memiliki rute yang sama, namun perjalanan yang dilakukan oleh Emirates masih menggunakan sistem transit. Isu sosial yang tengah membelit Qatar oleh negara-negara di sekelilingnya seperti Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Yaman, dan Uni Emirat Arab ternyata tidak membuat penerbangan langsung jarak jauh ini terganggu. Ini dibuktikan dengan masih terdeteksinya Flight 921 di aplikasi flight radar yang bisa diakses melalui laman google.com. Sepertinya, rekor penerbangan langsung jarak jauh ini masih akan terus dipegang oleh Qatar Airways hingga pada tahun 2022, hingga maskapai berlogo Kangguru, Qantas membuka jalur penerbangan langsung dari Sydney menuju London. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (27/8/2017), salah satu tantangan yang tengah dihadapi Qantas dalam merealisasikan jalur ini adalah kesiapan armada untuk menempuh jarak sejauh itu.

[Video] Turun dari Pesawat, Pria Mabuk Gigit Petugas Keamanan Bandara

Penerbangan dari Mexico City menuju ke San Francisco memutar balik dan terpaksa harus mendarat darurat di Bandara Guadalajara akibat seorang penumpang yang mabuk pada hari Minggu malam (27/8/2017). Pendaratan darurat ini terjadi pada pesawat AeroMexico dengan nomor AM664 yang membawa 144 penumpang. Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor Diketahui, penumpang pria yang tidak disebutkan namanya tersebut, mabuk dan mulai berteriak dengan alasan yang tidak jelas selama 30 menit. Salah seorang penumpang bernama Laura Aceves mengatakan, selama kurang lebih setengah jam, awak kabin AeroMexico terlihat mondar-mandir di lorong kabin karena penumpang pria tersebut sangat mengganggu. “Para awak kabin telah meminta penumpang tersebut untuk diam, tetapi bukannya berhenti mengoceh, pria tersebut justru mengeluarkan kata-kata kasar dan melecehkan orang-orang di pesawat,” ujar Laura yang dilansir KabarPenumpang.com dari rawstory.com (28/8/2017). Laura menambahkan, saat mendarat petugas keamanan kemudian memasuki pesawat untuk mengatasi pria tersebut. Dalam rekaman yang tersebar, ada empat orang petugas keamanan yang mencoba menenangkan sang pria. Pria mabuk tersebut kemudian menggigit salah seorang petugas keamanan. Dalam rekaman juga terlihat petugas mencoba menenangkannya, namun tidak ada tanda-tanda pria tersebut untuk tenang. ‘Tenanglah, tenanglah …’, ujar salah satu petugas keamanan yang membantu mengamankannya. Laura mengatakan, butuh waktu 30 sampai 40 menit untuk menurunkan pria tersebut dari pesawat. Baca juga: Teror Bom di Kantung Mabuk udara, Penumpang Virgin Airways Terpaksa Melopat dari Kabin “Pria itu sempat memukul dan meninju penumpang lain saat dibawa untuk turun dari pesawat, sepertinya dia berada di bawah pengaruh alkohol karena tercium bau alkohol dari dirinya,” tambahnya. Akibat kejadian ini, penerbangan tersebut menuju ke San Francisco sempat tertunda selama satu jam. Namun, tidak diketahui jelas dengan pria tersebut setelah di keluarkan dari pesawat. Laura menambahkan, dirinya sempat menghubungi maskapai tersebut tetapi tidak ada informasi apapun yang diberikan atas kejadian itu.

20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia

Akses WiFi (Wireless Fidelity) menjadi salah satu sarana utama yang saat ini wajib ada di setiap bandara, apalagi di bandara yang menjadi tempat tujuan awal wisatawan untuk pergi dan tiba di suatu negara. Dengan kecepatan konektivitas yang tinggi, WiFi sangat membantu pengguna dalam berselancar di internet baik dalam mengunduh, mengunggah, streaming atau hanya sekedar membuka media sosial di bandara sembari menunggu keberangkatan pesawat. Baca juga: Tahun 2020, Dipercaya 14.419 Pesawat Komersial Gunakan Akses WiFi di Kabin Dilansir dari blog.rottenwifi.com, ada 20 bandara di dunia yang memiliki akses WiFi terbaik di tahun 2016 lalu. Bandara di Amerika Serikat (AS) dan Thailand berada di urutan nomor satu dan dua dari beberapa bandara yang ada di dua negara tersebut. Dari 20 urutan teratas Amerika Serikat memiliki 7 bandara yang masuk dalam kategori ini dan Thailand ada 6 bandara.
Asia Web Direct
Asia Web Direct
Peringkat pertama di duduki oleh Bill and Hillary Clinton National Airport di Arkansas, Amerika Serikat dengan kecepatan rata-rata 42,17 Mbps, tingkat kepuasan pelanggan atas WiFi di bandara ini mencapai nilai 8 dari 10. Menduduki peringkat kedua adalah Lennart Meri Tallinn di Estonia dengan kecepatan 38,30Mbps. Diperingkat ketiga adalah bandara internasional Don Mueang di Thailand dengan kecepatan WiFi 37,0 Mbps. Tahun 2015, bandara internasional Don Mueang ini berada di puncak peringkat sebelum dikalahkan oleh Bill and Hillary Clinton National Airport. Dalam penghargaan ini, ada lima bandara baru yang masuk dalam urutan 20 teratas, tiga di antaranya di AS yakni Tampa International Airport, Page Field dan Tulsa International Airport. Dua lainnya yakni Vilnius International Airport di Lithuania dan bandara Internasional Juanda di Indonesia. Dalam urutan sebenarnya, Kuala Lumpur International Airport berada di urutan ke empat dengan rata-rata kecepatan 34,20 Mbps. Di urutan ke lima masih di isi oleh bandara internasional di AS yakni Chattanooga Metropolitan Airport 33,53 Mbps. Sedangkan untuk bandara di Eropa yang memiliki WiFi terbaik selain Lennart ada Vilnius International Airport dengan kecepatan WiFi 24,04Mbps yang juga sebagai pendatang baru dalam dunia WiFi di bandara internasional dan berada di urutan ke 12 dari 20 bandara dengan kecepatan WiFi terbaik.
Airliners.net
Airliners.net
Di urutan enam ada bandara Changi di Singapura  dengan kecepatan WiFi 32,80 Mbps, urutan tujuh Chiang Mai, Thailand 32,54 Mbps. Urutan ke delapan ditempati Houston George Bush Intercontinental Airport 32,22 Mbps. Di urutan ke Sembilan dan sepuluh ditempati bandara Thailand yakni Hat Yai, dengan kecepatan WiFi 32,02 Mbps dan Chiang Rai 29,69 Mbps. Di urutan ke 13 ditempati Bandara Juanda di Surabaya yang memiliki kecepatan akses internet dengan WiFi 22,63 Mbps. Untuk urutan 14, 15, 16, 17 dan 18 diisi oleh bandara milik AS dan Thailand selang seling yakni Page Field 21,77 Mbps, Suvarnabhumi 21,42 Mbps, Tulsa 20,07 Mbps, Samvi 18,15 Mbps dan JF Kennedy 17,50 Mbps. Baca juga: Ookla – Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik
Pinterest
Pinterest
Sedangkan di urutan 19 kembali di isi oleh bandara milik Indonesia yakni Ngurah Rai, Bali dengan kecepatan akses WiFi 16,71 Mbps dan urutan ke 20 di isi oleh bandara di Taiwan Kaohsing International Airport dengan kecepatan 15,20 Mbps. Memang tidak ada di daftar 20 terbaik, untuk Guanare Airport, Venezuela menjadi bandara terbaik di Amerika Selatan dalam kecepatan WiFi rata-rata 8,20 Mbps.

Menteri Luhut Belum Mau Ungkap Identitas Investor Untuk Proyek LRT Jakarta

Dalam mewujudkan proyek Light Rail Transit (LRT), salah satu investor yang berbasis di Singapura menunjukkan minatnya untuk mendanai proyek yang akan disandingkan dengan moda transportasi berbasis massal lainnya, seperti TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek (KRL Jabodetabek), dan Mass Rapid Transit (MRT) yang hingga kini masih dalam proses pembangunan. Pemerintah sebenarnya mengharapkan campur tangan dari investor lokal yang juga turut serta dalam pengadaan LRT ini, yaitu PT. Adhi Karya. Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya? Diketahui, perkembangan pembangunan proyek LRT Jakarta ini sudah mencapai 15 persen. Bisa dikatakan, proyek ini akan mirip dengan KRL Jabodetabek, yang menghubungkan daerah sub-urban, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi dengan titik-titik penting di pusat kota. Bedanya, dalam jaringan LRT ini, Tangerang tidak akan dilalui oleh LRT. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalindonesianvoices.com (29/8/2017), Menteri Koordinator Kelautan, Luhut binsar Pandjaitan belum mau membuka identitas dari calon investor yang akan mendanai proyek LRT tersebut. Luhut bersama jajarannya pun mengaku tengah melakuan pengawasan terhadap beberapa kementerian, salah satunya adalah Kementerian Perhubungan. Lebih lanjut, Luhut hanya memberikan bocoran mengenai kesediaan calon investor tersebut untuk mendanai proyek yang bernilai Rp 2 triliun tersebut. Pada awalnya, proyek ini akan didanai oleh negara. Diinfokan, pada laporan keuangan sebelumnya, jumlah dana yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek LRT ini adalah senilai Rp 27 triliun dan uang tersebut akan masuk ke PT KAI sebagai investor proyek. Dilansir dari sumber terpisah, Rp 27 triliun tersebut terbagi dari dua sumber, yaitu Rp 9 triliun merupakan dana negara, sedangkan Rp 18 triliun sisanya merupakan pinjaman dari bank pemerintah, seperti Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI, serta satu perusahaan pembiayaan infrastruktur, Sarana Multi Infrastruktur. Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga! Seperti yang diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat dan Pemkot DKI tengah bahu membahu dalam menghadirkan salah satu moda transportasi yang diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di Jakarta, yaitu MRT yang dijalankan oleh PT MRTJ. Dalam pembangunan fase I MRT Jakarta yang akan menghubungkan Lebak Bulus – Bundaran HI, Direktur Utama PT MRTJ, William P. Sabandar mengaku membutuhkan dana ekstra guna menyelesaikan proyek tersebut. PT MRTJ mengajukan form kekurangan dana kepada Pemerintah sebesar Rp 2,56 triliun. Dengan begitu, total dana yang dikeluarkan untuk menyelesaikan fase I ini mencapai Rp 16 triliun. Dengan dana super fantastis tersebut, maka tidak heran jika banyak elemen masyarakat yang mengharapkan kehadiran moda-moda transportasi baru ini dapat menjadi solusi kemacetan di Jakarta yang semakin hari semakin “memerah” ini. Pada tahun 2016 kemarin, Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet ketiga di Dunia oleh sala satu pengembang aplikasi asal Negeri Kincir Angin, TomTom. Sungguh prestasi yang tidak membanggakan.

Komunitas Fotografi Iran Gelar Pameran Foto Bertema “Terminal”

Karena dikenal sebagai rival berat Amerika serikat dan Israel, Iran dalam banyak anggapan orang adalah negara yang serba tertutup, konservatif dan terkucilkan. Terlebih beragam peraturan, terutama terkait keamanan di dalam negeri dibuat cukup ketat di Negeri Para Mullah ini, namun faktanya Iran adalah negara maju yang berkembang secara pesat baik itu dari sisi teknologi, pendidikan, budaya maupun olahraga. Masih dalam kaitan sosial budaya, belum lama ini komunitas fotografi di Tehran, Iran menggelar pameran foto dengan tema ‘terminal.’ Kebanyakan terminal fungsinya hanya untuk naik dan turun bus serta angkutan moda darat lainnya. Padahal, tempat ini bisa menjadi sebuah objek foto yang unik dan menarik. Ya, terlebih yang di pamerkan adalah foto-foto di terminal Tehran. Baca juga: Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari financialtribune.com (25/7/2017), tujuh orang fotografer yang tergabung dalam satu kelompok yang bernama Mosaferan melakukan pameran fotografi di City Photo Museum di Tehran pada 31 Juli hingga 17 Agustus 2017 lalu. Ketujuh orang tersebut yakni Rouhollah Ebrahimi, Mozhdeh Afrousheh, Ata Rashidiani, Yasaman Moradi, Razieh Mousavi, Sara Norouzi dan Abbas Vahedi. Ketujuh fotografer ini sebelum melakukan pameran, telah menghabiskan waktu selama lima bulan di terminal bus antar kota Tehran untuk menemukan foto dengan hasil seperti gambaran kehidupan Asli. Karena para fotografer ini benar-benar ingin menggambarkan kehidupan natural dalam gerak dan ketenangan masyarakat saat berada di sebuah terminal bus.
(financialtribune.com)
Foto yang didapat para fotografer ini bukan hanya dari luar dan kehidupan para masyarakat pengguna bus, melainkan foto dari interior, bentuk bangunan dan seluk beluk terminal di Tehran. Saat pameran yang lalu tersebut, para fotografer ini memajang foto-foto penumpang yang menunggu, para pekerja terminal, bus dan semua yang terlihat di terminal baik di dalam maupun diluar terminal atau bisa dikatakan kondisi terminal saat itu selama lima bulan. “Terminal memang kontroversial, mereka dibangun untuk memfasilitasi transportasi umum secara paradoks dan juga tempat dimana banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi bus. Waktu juga sepertinya lama saat menunggu sebelum menaiki bus. Keheningan ini berbeda dengan terminal tujuan akhir, semuanya di sini lebih tertahan,” ujar juru bicara acara pameran tersebut. Baca juga: Tiga Tahun Pembangunan, MRT Jakarta Buka Pameran Foto
Terminal Beyhaqi
Diketahui, ketujuh orang yang tergabung dalam satu kelompok ini memulai proyek foto mereka ada musim gugur 2016 lalu. Mereka mencari subjek disetiap sudut dan celah empat terminal yakni selatan, timur, barat dan Terminal Beyhaqi yang terbesar di bagian utara Tehran. Di empat terminal ini, setiap orang bisa melihat penumpang yang berbeda dari berbagai belahan negara. Keragaman dalam penampilan, pakaian, kebiasaan dan budaya mereka juga terlihat sangat jelas dalam foto-foto tersebut.

Jajal Tuk Tuk, “Bajaj” dengan Argometer di Bangalore, India

Siapa tak kenal Bajaj? Bagi warga DKI Jakarta sosok Bajaj identik sebagai etalase transportasi yang telah melekat dari masa ke masa. Dan dari namanya kami yakin sebagian besar dari Anda sudah mahfum, bahwa kendaraan roda tiga yang kondang disebut BMW (Bajaj Merah Warnanya) ini berasal dari India. Sesuai perkembangan jaman dan tuntutan modernisasi, kini Bajaj di Jakarta sudah bertransformasi, seperti sebagian sudah tak lagi menggunakan mesin dua tak yang bising, dan di cat berwarna biru. Baca juga: Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi Lantas bagaimana dengan Bajaj di negara asalnya? Apakah seperti di Indonesia? Pertanyaan tersebut kerap disampaikan kepada warga Indonesia yang pernah bertandang ke India. Dan KabarPenumpang.com pada 13 – 18 Februari lalu berkesempatan untuk melihat dan menjajal langsung Bajaj di Bangalore, kota yang dikenak sebagai basis perusahaan IT di kawasan Asia. Di India, Bajaj kondang disebut sebagai rickshaw atau “Tuk Tuk,” mirip dengan penyebutan kendaraan sejenis di Bangkok, Thailand. IMG_0700 Dibanding Bajaj Jakarta, Tuk Tuk punya dimensi sedikit lebih panjang, meski daya muatnya sama, yakni tiga orang di bangku bekalang. Dengan dimensi yang lebih panjang, menjadikan ruang gerak kaki penumpang lebih besar, dan pastinya lebih fleksibel dimuati barang bawaan. Tuk Tuk dirancang menggunakan atap dari bahan kanvas, tak beda dengan Bajaj Jakarta. Warna atap kanvas boleh dibilang serangam, yakni kuning, sementara dibagian bawah bodi di cat warna hijau, meski beberapa Tuk Tuk terlihat memakai cat kuning hitam. Tuk Tuk di Bangalore sebagian besar masih mengadopsi mesin bensin, tapi yang jelas bukan mesin dua tak yang bising. Kecepatan pun dipatok maksimal di kisaran 56 km per jam. Untuk rute tempuh, tiada batasan, selain di jalan tol, pengemudi Tuk Tuk di Bangalore bahkan terlihat percaya diri membawa ngebut kendaraannya di atas fly over. Beradaptasi dengan panasnya cuaca di Bangalore, penumpang Tuk Tuk dapat menikmati hembusan angin kencang dari sisi samping, pasalnya ‘ruang terbuka’ di Bajaj India ini sangat lebar. Namun, karena terjangan debu yang keras, bekal masker saat naik Tuk Tuk dirasa sangat diperlukan di musim panas. meter Lain dari itu semua, Tuk Tuk berlaku ibarat taksi, sebab sudah dilengkapi argometer digital. Tarif yang dipatok adalah 13 rupee per kilometer jarak tempuh. Jika menggunakan argometer ada tarif minimum untuk sekali naik, yaitu 25 rupee. Sebagai informasi 1 rupee setara 200 rupiah. Menyesuaikan dengan kondisi trafik dan demand penumpang, Tuk Tuk juga mengenakan tarif berbeda, seperti waktu malam hari (mulai pukul 22.00 – 05.00) dengan harga 1,5x lebih tinggi dari tarif argo reguler. Baca juga: Bemo, Mencoba Eksis Ditengah Himpitan Zaman Selain bisa di pesan langsung dari jalan, Tuk Tuk juga dapat dipesan lewat aplikasi dari smartphone. Meski begitu tidak ada keharusan bagi pengemudi untuk memakain argometer, seperti kami pernah memakai jasa Tuk Tuk dengan cara menawar untuk ke suatu tujuan di tengah kota. Bagi yang tak mengenal seluk beluk kota, nego tarif tidak disarankan. Sementara yang jadi tantangan terbesar adalah tak semua pengemudi TukTuk lancar berbahasa Inggris, dan belum tentu pengemudi Tuk Tuk paham seluk beluk kota dengan penduduk 11,5 juta jiwa (2016).
Penulis dengan latar Tuk Tuk.
Penulis dengan latar Tuk Tuk.
Kini tak kurang 10.000 unit Tuk Tuk beroperasi di Bangalore, moda transportasi ini memang menjadi solusi ditengah kepadatan lalu lintas yang cukup parah pada jam-jam sibuk. (Adjie Seno, India)

Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

Tak jarang kita merasa was-was saat koper atau tas dimasukkan ke dalam konter check in, setelah melewat tahap pemberian label, barang bawaan akan melalui serangkaian tahap untuk masuk ke dalam ruang kargo pesawat, dan akhirnya koper kita terima kembali di ban berjalan saat tiba di bandara tujuan. Namun, salah satu yang kerap dicemaskan adalah kondisi tas/koper saat berada di penanganan bagasi. Kali ini bukan karena faktor keamanan, pasalnya tas/koper Anda mungkin sudah dikunci ekstra, tapi lebih kepada kekuatan koper itu sendiri. Seperti diketahui, dalam penerbangan, penangangan bagasi tak selalu mulus, ada saja kabar bahwa koper yang diterima di bar berjalan sudah diterima dalam kondisi kotor, terkoyak, bahkan ada pegangan tas/koper yang terlepas. Seorang pegawai perusahaan penerbangan, Tricia Davis mengatakan dirinya banyak mendengar cerita dari para pelancong tentang barang bawan mereka yang rusak setelah sampai ketangan mereka. Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan KabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk (24/8/2017), Davis mengatakan bahwa tidak semua penanganan bagasi di bandara bermasalah. “Dalam sembilan tahun saya bekerja untuk sebuah perusahaan penerbangan, saya telah menangani ribuan tas. Saya juga merupakan seorang musafir yang kompulsif sepanjang hidup dan selalu mencari tas besar. Namun yang jelas kondisi tas/koper memang harus memadai untuk dibawa ke bagasi, yang dimaksud memadai adalah dirancang cukup kuat untuk menerima tekanan, maklum tas/koper di bagasi (kargo) akan disusun atau ditumpuk,” kata Davis. Untuk menangani masalah ini, Davis memberikan beberapa tips yang sekiranya bermanfaat tentang koper. 1. Garansi Koper Sebelum membeli koper, sebaiknya Anda meminta jaminan atau garansi. Biasanya koper memiliki garansi jika tas rusak, simpan tanda terima pembelian di dalam sebuah amplop dan tinggalkan di tas. Jika Anda perlu mengembalikannya atau membuktikan kepada maskapai, maka ini bisa memperkuat argumen untuk komplai kepada maskapai bila terjadi kerusakan pada tas/koper Anda. 2. Roda Saat ini perusahaan koper banyak menggunakan roda empat dibanding roda dua, tetapi sebenarnya ini adalah hal yang kurang tepat. Roda yang terlihat justru akan memperburuk keadaan saat diangkat, karena bisa saja mengganggu, sedangkan roda yang agak tersembunyi bisa membawa koper Anda lebih baik. 3. Bahan Koper dengan cover plastik tidak dibuat dengan cukup kuat, kasus koper plastik retak dalam cuaca dingin, atau terkena tekanan akibat ditindih pada ruang kargo menjadi kelemahan tersendiri pada jenis koper ini. Bisa dikatakan dibanding koper bercover plastik, maka akan lebih baik menggunakan tas dari bahan kain yang lebih awet. 4. Name Tag Gunakan tanda nama yang berisikan, nama, alamat hingga nomor telepon Anda. Sebab dengan tanda ini bisa memudahkan untuk menemukan dan mengidentifikasi tas/koper Anda. Perlu dicatat name tags ini penting dipasang, mengingat kemungkinan tas/koper tertukar. Baca juga: Singapura Buka Tender Untuk Otomatisasi Penanganan Bagasi di Changi 5. Cover tas Biasa, koper saat ini dilengkapi dengan cover depan untuk melindungi koper dari lecet atau rusak parah. Baiknya bila memang tidak memiliki cover yang diberikan saat membeli koper, Anda bisa membelinya sendiri dan cari yang pas agar tidak lepas dan membuatnya tersangkut hingga sobek. 6. Ritsleting Pastikan semua ritsleting tertutup, sebab jika terbuka sesuatu dalam sistem conveyer bisa merobek bagian depan tas. 7. Lepaskan Straps Tali yang longgar dan tidak rapi bisa menjadi bencana dalam penanganan bagasi, bisa jadi straps yang tidak dilepas atau longgar akan menyulitkan petugas penanganan bagasi. 8. Lepas Label Penerbangan Lama Lepaskan semua bekas tanda kode penerbangan lama yang ada di koper. Ini dilakukan agar koper Anda lebih mudah diidentifikasi dan tidak membingungkan petugas penanganan bagasi.

Mobile Game Ini “Ajarkan” Penumpang Hadapi Situasi Darurat Selama Mengudara

Sebagai salah satu penyedia jasa layanan transportasi, dunia aviasi memiliki satu masalah yang dianggap sudah mendarah daging dan dianggap belum menemukan satu jalan keluar, yaitu terkait kesadaran penumpang dalam memperhatikan dan memahami instruksi keselamatan yang diberikan oleh pihak maskapai penerbangan, baik melalui briefing atau kartu keselamatan penerbangan. Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Bukan tanpa alasan, sebuah penelitian mengenai keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa pemahaman penumpang terhadap instruksi keselamatan selama mereka mengudara bisa dibilang berada di level bawah. Poin inilah yang selalu menjadi perhatian para penyedia jasa layanan penerbangan untuk memperbaiki sistem yang sudah ada agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.
Kartu Keselamatan Penerbangan. Sumber: flickr
Salah satu cara yang ditempuh beberapa pihak dalam mengentaskan masalah ini adalah dengan menghadirkan sebuah game yang berupa simulasi terhadap keadaan darurat selama penerbangan yang bernama “Prepare for Impact”. Melalui game simulasi darurat 3D ini diharapkan para penumpang dapat lebih meningkatkan pemahaman terhadap petunjuk keselamatan selama penerbangan. Para penumpang juga dapat lebih paham tentang apa saja yang harus mereka lakukan jika pesawat mengalami kecelakaan. Dalam game simulasi keluaran Human-Computer Interaction Lab of the University of Udine (HCI Lab Udine) ini juga memiliki banyak varian level dan skema darurat, seperti dekompresi selama penerbangan, pesawat jatuh, landas pacu yang terlewat, hingga pendaratan di perairan. “Kami  berusaha untuk mendorong pentingnya pemahaman penumpang terhadap kondisi darurat melalui permainan seperti ini,” ungkap profesor Luca Chittaro, direktur dari HCI Lab Udine, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman hcilab.uniud.it. “Dengan cara ini, orang bisa membiasakan diri dengan keadaan darurat yang mungkin saja mereka alami selama berada di dalam sebuah penerbangan dengan memainkan skenario ‘What – If’, mereka juga dapat menentukan langkah apa yang akan mereka tempuh, dan melihat konsekuensi positif atau negatif yang secara realistis digambarkan oleh permainan 3D semacam Prepare for Impact ini,” tambah Luca. Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang Diketahui, game ini juga menyediakan level dimana proses evakuasi pesawat menjadi lebih kompleks, seperti kebakaran di dalam kabin, pintu pesawat yang tidak bisa digunakan, dan masih banyak lagi. Hingga saat ini, game Prepare for Impact dapat diunduh melalui Google PlayStore untuk device Android dan AppStore untuk device iOS secara gratis. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengunduh game ini dan mencoba bagaimana mendebarkannya situasi darurat selama penerbangan. Layaknya game lain, pilihan Anda amat menentukan akhir cerita dari simulasi ini, apakah Anda bisa selamat dari situasi darurat atau Anda harus terus mengulang sebuah skema untuk melanjutkan ke level lainnya yang lebih menantang, so, prepare for the impact!

Gelar Investigasi Kecelakaan Bus Rosalia Indah, KNKT Terbitkan Rekomendasi

Tepat sehari jelang Idul Fitri bulan Juni lalu, bus Rosalia Indah dengan nomor polisi AB1505AU jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kecelakaan masuk jurang di Desa Banyeman Purbalingga (24/6/2017). Dalam musibah tersebut, 4 dari empat puluh penumpang dinyatakan tewas. Terkait musibah tersebut, belum lama ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi kasus tersebut. Baca juga: Gandeng BMKG, UnDip dan Lion Group, KNKT Kembangkan Sistem Informasi/Peringatan Dini di Bandara Dirunut dari peristiwanya, bus Rosalia Indah pada pukul 03.00 pagi berada di ruas jalan Jalur Bayeman dan pengemudi tidak mampu mengendalikannya saat berada di ruas jalan berliku dan tikungan ‘S’ sehingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih sepuluh meter. Letak jurang ini tepat berada di sebelah kiri jalan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, kondisi jalan dan fasilitasnya seperti marka jalan saat ini masih dalam kondisi laik.
(Istimewa)
“Memang kondisi topografinya cukup ekstrim sehingga sangat membahayakan bagi pengemudi yang baru melintas ruas jalur tersbut. Sampai saat ini  KNKT masih menitikberatkan investigasi pada faktor sarananya saja, sedangkan penyebab kecelakaan adalah multifaktor seperti faktor prasarana jalan dan pagar pengaman jalan,” jelas Soerjanto melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (30/8/2017). Dia menambahkan, pihaknya saat ini sedang memperluas investigasi untuk mencari faktor dari manajemen operator bus tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui apakah operator bus telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kemampuan dari penggemudi bus saat kondisi jalan yang berbeda termasuk jalan ekstrim. “KNKT juga melakukan investigasi terkait kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan saat memasuki tikungan,” jelas Soerjanto. Baca juga: Akhirnya! KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express Saat ini ada beberapa upaya yang dilakukan KNKT untuk mengurangi angka kecelakaan pada lokasi yang sama dengan mengeluarkan rekomendasi segera. Adapun isi rekomendasi segera adalah : a. Perlu segera dilakukan survei Inspeksi Keselamatan jalan pada ruas jalan Randudongkal – Purbalingga untuk me-review kembali standar keselamatan jalan maupun fasilitas perlengkapannya mengingat daerah yang dimaksud tergolong ekstrim dan menjadi lokasi rawan kejadian kecelakaan. b. Khusus pada lokasi kejadian perlu segera merekontruksi alinyamen utamanya pada superelevasi masing-masing tikungan se-ideal mungkin agar kendaraan yang melalui tikungan tidak mengalami gejala bodyroll karena gaya sentrifugal yang terakomodir oleh superelevasi. c. Perlu segera merevitalisasi pagar pengaman jalan dengan kekuatan pondasi dan ketinggian yang sesuai standar sebagai pencegahan dan penyelamatan bagai kasus dengan sudut tumbukan lebih landai sehingga kendaraan dapat dikembalikan ke jalurnya. d. Melarang kendaraan sedang, terutama bus/truk dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter untuk melewati ruas jalan tersebut, atau dijadikan jalur alternatif, mengingat tidak semua pengemudi memahami medan jalan serta memahami begaimana cara menangani medan tertentu. e. Delineator beton perlu diganti menggunakan delineator standar berbahan besi atau plastik yang dilengkapi reflektor. f. Perlu ada tambahan garis kejut setiap 100 meter dengan spesifikasi ketebalan 2 sentimeter dan jarak antar garis sebanyak 5 garis pertitiknya pada jalur turun untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi.
(Istimewa)

Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

Kementerian Pertanahan, Infrastuktur, dan Transportasi Jepang mulai melakukan uji coba terhadap salah satu bus otonom yang nantinya akan beroperasi khusus untuk pengiriman paket dan melayani perjalanan orang-orang lanjut usia. Robot Shuttle, begitulah moda ini disebut, merupakan mahakarya dari sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada e-commerce dan entertain, DeNA. Adapun uji coba ini dilakukan di prefektur Tochigi yang terletak di pulau utama Jepang, Honshu. Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techwireasia.com (17/8/2017), Robot Shuttle mampu melakukan perjalanan di jalan-jalan pada umumnya. Walaupun uji coba ini dilakukan di jalur khusus yang bebas kendaraan, namun pada akhirnya bus ini akan beroperasi di jalur normal. Berbeda dengan sistem otonom yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan raksasa di seluruh dunia, seperti Google, Apple, Land Rover, Nissan, dan lain sebagainya, eksperimen khusus ini sama sekali tidak dilengkapi dengan kursi pengemudi, sehingga DeNA sempat mengalami kendala terkait tidak memenuhinya persyaratan yang tercantum di Undang-Undang mengenai kehadiran kontrol manual (kursi pengemudi). Layaknya kelengkapan yang ada di moda otonom lainnya, Robot Shuttle juga dilengkapi oleh real-time sensor serta kamera yang terpasang di kendaraan tersebut, sehingga memungkinkan bus ini untuk mengurangi kecepatannya dan berhenti jika ada objek yang terdeteksi oleh kamera pengawas yang dinilai menghalangi laju kendaraan. Untuk kecepatan moda ini sendiri, Anda tidak perlu khawatir karena DeNA sudah mengatur semuanya sehingga moda ini hanya melaju sekitar 10km/jam. Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Apple Coba Peruntungan Rancang Bus Otonom Rencananya, sekitar 13 uji coba lanjutan sudah dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan, dengan tujuan agar moda otonom ini dapat membuka layanan komersialnya pada tahun 2020 mendatang. Terlepas dari itu semua, diketahui MIT spin-off nuTonomy juga akan meluncurkan taksi otonom yang akan segera beroperasi di Singapura pada 2018 mendatang. Hingga saat ini, layanan taksi tersebut hanya boleh melakukan layanan sekitar 12km saja di salah satu distrik di daerah utara, namun tetap saja taksi ini seolah dijadikan pionir untuk merealisasikan transportasi otonom oleh negara-negara yang ingin segera mengadopsi sistem transportasi serba otomatis seperti Singapura. Sementara itu, Richard Holman dari General Motor Amerika mengungkapkan perubahan prediksi tentang kedigdayaan mobil otonom di jalanan yang semula diprediksi akan mulai beroperasi pada 2035. Namun ia mengatakan bisa saja per tahun 2020, mobil-mobil otonom sudah mulai menggeser peran dari mobil konvensional.