Setelah India, Google Station Siap Tebar Free WiFi Gratis di Indonesia

Flash back ke tahun 2015, Google saat itu mencanangkan proyek penggelaran akses WiFi gratis di 400 stasiun kereta di beberapa kota di India. Dan sesuai target, pada September 2016 proyek instalasi Google Station telah berhasil dirampungkan. Dan setelah India, ternyata Google menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dalam penggelaran proyek WiFi gratis di berbagai saran transportasi, termasuk stasiun dan bandara. Terkait dengan rencana baik tersebut, Google telah mengadakan pembicaraan dengan penyedia akses internet di Tanah Air, seperti Fiberstar dan CBN. Baca juga: Ookla: Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik Program dari Google ini berjalan dengan memberikan alat pada mitra usaha untuk lebih mudah mengatur hotspot milik Google. Google akan mengelola kualitas koneksi WiFi tersebut menggunakan berbagai software buatannya. Sedangkan CBN dan FiberStar berperan menyediakan kabel dan akses internet yang akan disebarkan sebagai WiFi. Dilansir KabarPenumpang.com dari fortune.com (24/8/2017), pada peluncuran pertamanya di Indonesia, Google Station akan mencakup ratusan stasiun di wilayah pulau Jawa dan Bali, terutama di Jakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, lalu kota-kota lain. Saat yang sama juga, Google merilis layanan Go YouTube di Indonesia. Aplikasi ini mempermudah orang untuk menonton video di YouTube dengan koneksi data seluler yang terbatas. Ini pertama kali dilakukan juga di India. Titik Google Stasion sendiri bisa digunakan secara bebas. koneksi Google Station bakal lebih baik dibanding kebanyakan WiFi publik. Penggunanya nanti bakal merasakan kecepatan internet tinggi, bisa dengan mudah streaming video HD dan mengakses berbagai layanan dasar seperti email. Google Station sendiri saat ini sudah ada di India. Raksasa internet tersebut memasangnya melalui kerja sama dengan operator lokal, RailTel dan Indian Railways. Baca juga: 20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia Google mengatakan, Indonesia nantinya akan menjadi negara pertama yang bisa melihat hasilnya karena disesuaikan secara lokal. Untuk mencari pertanyaan tentang kesehatan, Google bermitra dengan kelompok rumah sakit Indonesia Mitra Keluarga yang membantu Google merinci gejala dan perawatan umum untuk 700 kondisi kesehatan paling umum terjadi di Indonesia.

Baidu Rambah Teknologi Pengenalan Wajah di Bandara

Sebagai operator pencarian situs internet terbesar di Cina, Baidu mencoba dirinya kembali untuk menjadi pemimpin dalam teknologi konvergensi digital, seperti adopsi alat pemindai atau pengelanan wajah untuk membantu di Bandara Beijing dalam memudahkan proses dan jalur boarding. Baca juga: Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara KabarPenumpang.com melansir dari scmp.com (24/8/2017), Baidu akan menyediakan teknologi pengenalan wajah AI enabled untuk para kru darat dan staff yang bekerja di bandara. Nantinya secara bertahap kemampuannya akan diperluas untuk memverifikasi data dan identitas penumpang penerbangan yang melalui bandara Beijing. Baidu mengatakan, untuk para penumpang, alat pengenalan wajah ini akan siap diluncurkan tahun 2018 mendatang. Pihak Baidu menjelaskan bahwa, nantinya para penumpang di bandara Beijing bisa melihat wajah mereka dengan kapabilitas face as boarding pass. Proyek teknologi ini hadir saat Baidu dalam masa kritis dan mencoba beralih dari penyedia layanan penelusuran berita menjadi pemimpin alat di AI (Artificial intelligencedengan aplikasi dari analisis data yang besar. Sebenarnya, uji coba yang dilakukan Baidu pada bandara Beijing bukanlah hal yang pertama. Sebab aplikasi yang sama pun saat ini sedang di uji coba di bandara Jiangying di provinsi Henan. Pada bandara Jiangying, penumpang sudah bisa memverifikasi identitas mereka melalui pemindai wajah sebelum melakukan penerbangan. Saat ini beberapa bandara di dunia juga sudah banyak yang menggunakan alat pemindai wajah untuk mempercepat proses keamanan dan boarding penumpang. Hal ini dilakukan untuk membantu petugas agar mereka bisa melakukan tugas lainnya untuk perjalanan udara. Diketahui, Delta Airlines meluncurkan sebuah program pada Juni lalu di bandara Mainneapolis St Paul, dimana penumpang bisa memeriksa tas mereka secara otomatis melalui kios yang menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tiket penumpang. Maret lalu, British Airways juga telah memperkenalkan alat kontrol pengenalan wajah yang bisa langsung dan melakukan proses cepat dalam mengidentifikasi penumpang di gerbang bandara Heathrow. Untuk proyek yang Baidu lakukan di Beijing saat ini memiliki skala dan cakupan yang jauh lebih besar, sebab bandara ini menangani 94,39 juta penumpang tahun 2016 lalu. Bisa dikatakan, Beijing menjadi bandara teresar kedua di dunia bila berdasarkan lalu lintasnya. Baca juga: Ada Guratan “Abu-Abu” Pada Sistem Pemindai Wajah di Bandara Dalam alat pengenalan wajahnya, Baidu mengatakan teknologinya akurat hingga 99,77 persen dan mampu membedakan orang lebih baik dibandingkan dengan wajah manusia. Teknologi pengenal wajahnya pertama kali dipasang tahun lalu untuk memverifikasi identitas di tempat tujuan wisata populer di Wuzhen, sebuah kota air di provinsi Zhejiang, yang memungkinkan pengunjung untuk masuk menggunakan wajah mereka, bukan tiket.

Segway Hadirkan Produk Terbaru Untuk Segmen Anak-Anak

Segway, kendaraan listrik beroda dua yang mampu menyeimbangkan sendiri, belum lama ini telah meluncurkan empat produk terbarunya untuk pasar Asia Pasifik di sebuah acara di Seoul, Korea Selatan. Dua produk Segway ini memiliki tren untuk penyeimbang diri yang disejajarkan dengan miniPRO yakni salah satu Segway paling ringan. Baca juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (29/8/2017), Segway terbaru ini adalah miniPLUS dan miniLITE dimana mengoperasikannya tanpa menggunakan tangan seperti miniPRO yang diluncurkan pertengahan tahun 2016 kemarin. MiniPLUS merupakan produk baru yang di desain sangat cerdas hanya dengan satu tombol, scalable pen tilt zoom (PTZ) kamera dan lampu LED yang berada di bagian bawah. MiniPLUS juga memberikan area kaki yang lebih besar dan baterai lebih besar untuk menjangkau daerah lebih jauh. Selain itu ada juga miniLITE yang memiliki berat 11,5 kg dan menjadi Segway paling ringan yang pernah ada. MiniLITE ini juga dirancang dan bisa digunakan untuk anak-anak berusia di atas enam tahun. Bisa dikatakan miniLITE merupakan Segway yang dipasarkan dengan target kiddie atau anak-anak dengan deteksi pengguna yang warnanya bisa disesuaikan keinginan sang anak dan cocok untuk anak usia diatas enam tahun. Kehadiran Segway sendiri berjalan bersama dengan sepeda anak-anak bermerek Ninebot dan KickScooter. Tak hanya berjalan bersama, Segway ternyata telah diakuisis oleh perushaaan robotika yang berbasis di Beijing yakni Ninebot pada Mei tahun 2016 lalu. Pada peluncuran di Seoul, tak hanya segway yang meluncurkan dua produknya, Ninebot juga meluncurkan dua produk tanpa teknologi yang dikaitkan dengan Segway yakni sepeda anak konvensional yang terdiri untuk anak perempuan dan laki-laki. Ukuran sepeda ini dibuat dua macam yakni dengan roda 14 dan 16 inci. Baca juga: Spektakuler! Utrecht Bangun Fasilitas Parkir Sepeda Terbesar di Dunia Ternyata Segway KickScooter yang baru-baru ini di umumkan di Eropa terlihat serupa dengan ES1 dan ES2. Namun hingga kini belum ada informasi lanjutan tentang spesifikasi teknologi atau tanggal rilis keempat produk ini. Namun pada peluncuran produk Asia Pasifik, digadang-gadang akan dijual di negara Korea, Jepang, Singapura, Australia, Thailand, Taiwan dan Cina. Penjualan ini juga belum jelas apakah pasar lainnya yakni Eropa dan Amerika akan ikut andil dan pada minggu ini juga Segway mengadakan konferensi di IFA.

Pentingnya Sarung Tangan Saat Berkendara

Sebagai pengendara kendaraan roda dua biasanya akan melengkapi diri dengan helm, masker hingga sarung tangan. Baiknya, sebagai seorang pengendara Anda jangan menyepelekan penggunaan sarung tangan. Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas Tetapi, saat ini banyak sekali pengendara yang malas menggunakan sarung tangan dengan berbagai alasan, panas, tidak nyaman karena tangan tidak bisa bergerak leluasa hingga repot bila menggunakan telepon saat kendaraan berhenti. Padahal sarung tangan juga sangat penting untuk keselamatan dalam berkendara seperti halnya helm yang Anda gunakan. KabarPenumpang.com merangkum bahwa dalam mengendarai sebuah motor, sarung tangan sangat dibutuhkan dan penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menyadarkan Anda pentingnya sarung tangan dalam mengendarai motor. 1. Dengan adanya sarung tangan, bisa menjaga tangan Anda dari cuaca yang ekstrem. Saat panas, bisa mengurangi panas dari cahaya matahari yang menyengat. Sedangkan saat malam, bisa menghangatkan tangan dari udara malam hari. 2. Melidungi tangan Anda dari belang pada punggung telapak tangan. pastinya Anda tidak ingin tangan terlihat hitam akibat belang dan berbeda antara telapak atas dengan warna kulit pergelangan tangan. 3. Sarung tangan menjaga tangan Anda dari goresan saat terjatuh dari motor baik itu ke aspal, tanah atau jalan berbatu. Karena jatuh atau kecelakaan saat berkendara kita tidak bisa tahu kapan akan terjadi. 4. Sarung tangan bisa mengurangi getaran pada motor dan mengurangi jumlah keringat yang menyebabkan tangan licin dan bisa membuat tergelincir dari stang. Karena tangan licin, bisa mengakibatkan kecelakaan. Baca juga: Sabuk Pengaman Juga Bisa Berakibat Fatal, Lho! 5. Sarung tangan saat ini banyak modelnya, sebenarnya dengan menggunakan sarung tangan Anda juga bisa bergaya sesuai dengan keinginan. Sebab saat ini berbagai model sarung tangan baik yang berwarna warni, bergambar, atau sarung tangan untuk pembalap. Jadi, bagaimana masih malaskah Anda menggunakan sarung tangan saat mengendarai motor? Apakah harus terjadi sesuatu pada Anda baru mau gunakan sarung tangan?

Waspada! Kerumunan Kecoa “Kuasai” Jaringan Bus di Guangzhou

Merasa jijik dengan kecoa? Berarti Anda tidak disarankan untuk menaiki bus di Guangzhou, karena bus-bus yang hilir mudik di kota yang terletak 120 km di sebelah timur Hong Kong ini “memelihara” banyak kecoa. Ini terbukti oleh salah seorang penumpang bus yang melihat bukan hanya satu, melainkan lusinan kecoa sedang menikmati serpihan makanan yang tercecer di lantai bus No. 75 di Distrik Haizu. Baca Juga: Ada Patung Gadis Hiasi Bus di Seoul, Ada Apa Ya? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thatsmags.com (1/8/2017), penumpang yang bermarga Deng tersebut sontak merasa jijik ketika melihat kerumunan kecoa di dalam bus dan langsung turun walaupun itu bukanlah pemberhentian yang ia tuju. Ternyata, tidak hanya Deng, banyak warga Guangzhou lainnya yang juga melihat serangga yang identik dengan tempat kumuh tersebut. Kejadian yang terjadi pada akhir bulan Juli lalu ini dengan sangat cepat menyebar luas dan menjadi viral. Tidak hanya di bus No. 75 di Distrik Haizu, kecoa-kecoa ini juga kerap kali terliihat di BRT (Buss Rapid Transit) B2, B2A, B5, B21, dan Bus No. 10 yang menghubungkan Yuexiu dan Haizhu. Lantas, atas dasar itulah banyak keluhan dilayangkan kepada pihak penyedia layanan jasa akibat joroknya tempat tersebut. Keluhan yang juga sampai ke Departemen Urusan Sipil ini akhirnya ditindak lanjuti agar citra jorok bisa terlepas dari bus. Baca Juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia Sebenarnya, kehadiran kecoa bisa dicegah dengan berbagai cara, salah satunya adalah menjaga ruangan agar tetap bersih. Kecoa disinyalir suka dengan tempat yang gelap dan lembab, karena mereka bisa menyamarkan keberadaannya. Selain itu, pastikan juga kondisi garasi tempat menyimpan bus selalu dalam keadaan bersih. Tumpahan benda-benda berminyak seperti oli, tetesan minyak dari makanan yang dibawa oleh penumpang ternyata bisa juga menjadi cara ampuh untuk mengundang kecoa. Teruntuk bus yang memiliki kamar mandi, pastikan pihak penyedia layanan jasa ini melakukan pengecekan secara rutin, terutama terhadap floor drain, karena bau yang ditimbulkan dari kamar mandi akan mengundang kecoa untuk datang melalui floor drain dan “bermukim” di dalam bus. Jadi, perlu ada aksi ekstra untuk menangkal si kecoa ini agar tidak berkeliaran lagi di dalam bus.

Hadapi Keluhan Soal Calo, Otoritas Banglades Hadirkan BGB

Otoritas perkeretaapian Banglades diketahui baru-baru ini menempatkan sejumlah Border Guard Bangladesh (BGB) di Stasiun Rajshahi untuk mengantisipasi maraknya tiket yang dijual oleh para pialang. Penempatan petugas BGB ini dibarengi oleh meningkatnya pengguna jasa layanan kereta api menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 25 dan 26 Juni kemarin. Baca Juga: Kalau Sudah Lihat Ini, Masih Mau Mengeluh Mengenai Penuhnya KRL? Anomali penjualan tiket semacam ini memang sering terjadi , terutama di kala peak season, dimana permintaan masyarakat terhadap tiket perjalanan sedang berada di level tertinggi. Maka tidak heran jika banyak oknum yang memanfaatkan momen ini sebagai lading bagi mereka untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya melalui cara yang ilegal. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thedailystar.net (23/6/2017), General Manager zona Barat, Khairul Alam mengatakan stasiun Rajshahi juga dilengkapi dengan sebuah perangkat yang dapat membantu peran dari petugas untuk memeriksa tiket. “Ditambah juga dengan pengamanan melalui kamera CCTV, jadi kami dapat memantau aktifitas di stasiun,” kata Khairul. Salah satu pejabat perkeretaapian di Banglades juga mengatakan anggota BGB akan menanggapi laporan tentang anomali yang  terjadi saat pembelian tiket. Layaknya di kebanyakan tempat, calo-calo di Banglades pun sama. Mereka menjual tiket resmi kereta api, namun dengan harga yang sudah mereka manipulasi sebelumnya. Mereka biasanya memiliki kelompok sendiri dalam menjalankan praktik ini. Harga tiket tersebut bisa saja berubah tiap waktu seiring ramainya permintaan dari pihak pembeli. Makin banyak orang yang mencari, maka semakin tinggi pula harga yang mereka tawarkan, begitupun sebaliknya. Selain menampung laporan mengenai keberadaan calo dan ketidakwajaran harga tiket, anggota BGB juga akan membantu menertibkan setiap calon penumpang yang sedang antri. Keberadaan mereka pun seolah menjadi saksi dari puluhan calon penumpang yang gagal mendapatkan tiket kereta untuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Baca Juga: Atapers, Para Penantang Maut dari Atas Gerbong Keberadaan calo memang merugikan banyak pihak, diantaranya adalah penumpang dan para penyedia jasa. Bagi para penumpang, mereka terpaksa merogoh kocek lebih untuk mendapatkan tiket yang mereka inginkan, walaupun tidak melulu para penumpang ini mendapatkan tiket yang sesuai dengan keinginannya. Selain itu, akan cepat kehabisan tiket di loket resmmi karena biasanya, si calo ini memborong banyak tiket untuk mereka jual kembali dengan harga yang sudah mereka tentukan sendiri. Di sisi lain, kerugian yang dialami oleh pihak penyedia jasa adalah kemungkinan berkurangnya minat penumpang untuk menggunakan jasa layanan mereka kembali. Jika dibandingkan dengan Indonesia, ramainya calo tiket kereta api seperti pemberitaan di atas juga pernah terjadi  dalam beberapa tahun ke belakang, namun PT KAI segera membenahi sistem penjualan yang ada, seperti mencantumkan data diri layaknya tiket pesawat, melakukan penukaran tiket fisik, dan lain-lain hingga keberadaan calo-calo ini akan menghilang dengan sendirinya.

Ada Masalah di Mesin, GoAir Terpaksa Lakukan Pendaratan Darurat

Sebuah pesawat Airbus A320Neo milik maskapai GoAir G8345 dengan jalur penerbangan Kochi, India menuju Mumbai terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara Bambolin yang terletak di kota Goa pada Rabu (30/8/2017) kemarin. Adapun penyebab pendaratan darurat tersebut dikarenakan masalah teknis pada bagian mesin. Baca juga: Airbus A320Neo: Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink Pesawat yang dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney tersebut mendarat secara kasar pada pukul 21.10 waktu setempat. Sebelumnya, maskapai yang dijadwalkan mengudara pada pukul 19.20 waktu setempat tersebut sempat mengalami delay dan baru terbang pada pukul 20.20 waktu setempat. Berdasarkan data yang KabarPenumpang.com lansir dari laman ndtv.com (31/8/2017), sebanyak 166 penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut mendarat dengan selamat. Juru bicara dari GoAir mengatakan sudah mengatur ulang jadwal penerbangan semua penumpang yang “terdampar” tersebut agar mereka bisa melanjutkan perjalanan. “Hingga kini kami masih menyelidiki masalah yang mengakibatkan pesawat ini melakukan pendaratan darurat,” tuturnya. Maskapai penerbangan yang disponsori oleh Wadia Group ini diketahui telah “mendaratkan” dua pesawat A320 terkait dengan mesin Pratt & Whitney yang digunakan. Regulator Directorate General of Civil Aviation (DGCA) telah meminta pihak Pratt & Whitney untuk segera memperbaiki kendala yang ada di mesin Airbus A320 yang digunakan oleh IndiGo dan GoAir dalam tenggat waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Sebelumnya, pendaratan darurat juga dilakukan oleh maskapai Air Canada di Bandara Internasional Pearson di Toronto pada 28 Juli lalu. Penerbangan 476 yang melayani penerbangan rutin dari Pearson menuju Ottawa tersebut terpaksa return to base setelah pilot mendeteksi adanya anomali pada mesin sesaat setelah lepas landas. Untungnya, pesawat yang berisikan 175 penumpang tersebut dapat mendarat dengan selamat.
Sumber: paxnews.com
“Penerbangan mendarat dengan normal. Terpaksa penerbangan dibatalkan sebagai tindakan pencegahan dan sesuai dengan prosedur standar,” ungkap juru bicara Air Canada, Peter Fitzpatrick. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut, namun menurut laporan yang diterima, beberapa saksi baik yang berada di dalam maupun di luar maskapai melihat mesin sebelah kiri pesawat tersebut mengeluarkan api, dan terdengar ledakan yang cukup kuat ketika pesawat baru saja take-off.

Wujudkan Transaksi Cashless, Telkomsel Luncurkan TCASH Pass Untuk BRT Semarang

Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel telah memperluas penawaran pembayaran digital TCASH. Terbukti dengan upaya yang dilakukan Telkomsel dengan menguji coba layanan pembayaran TCASH Pass untuk moda transportasi Bus Rapid Transit (BRT) Semarang baru-baru ini. Baca Juga: Mudahkan Transportasi Warga, Aplikasi Moovit Resmi Hadir di Semarang Berdasarkan data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.com (28/8/2017), adapun Telkomsel mengembangkan fitur TCASH Pass ini adalah untuk memenuhi kebutuhan akan pembayaran digital yang cepat dan berkelanjutan di sektor transportasi. Hadirnya teknologi semacam ini memungkinkan penumpang BRT Semarang untuk Tap and Pay. Mereka cukup menempelkan stiker khusus yang terpasang di bagian belakang smartphone mereka ke mesin yang tersedia, sehingga proses pembayaran tersebut akan menjadi lebih mudah dan cepat, tanpa perlu lagi memasukkan nomor PIN. Layanan ini sendiri mengandalkan teknologi Near-Field Communication (NFC) yang dikembangkan oleh salah satu perusahaan yang menyediakan perangkat pembayaran mobile global, Youtap. Direktur Sales Telkomsel, Sukardi Silalahi mengatakan fitur pembayaran melalui TCASH ini merupakan salah satu upaya yang ditempuh perusahaan tersebut dalam mempercepat pengembangan konsep Smart City. “Selain itu, layanan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap inisiasi pergerakan non-kas nasional yang diprakarsai oleh pemerintah melalui digitalisasi layanan pembayaran di sektor transportasi,” tukas Sukardi. Mengamini pernyataan Sukardi, Wakil Presiden Telkom Mobile, Danu Wicaksana menambahkan integrasi Pass TCASH untuk BRT Semarang menjawab semua kebutuhan pelanggan yang ingin menjadikan TCASH sebagai alat pembayaran yang resmi di kehidupan sehari-hari. “Dengan hadirnya TCASH, kami juga berharap agar masyarakat Semarang menjadi masyarakat digital ditengah perkembangan teknologi yang pesat ini,” ungkap Danu. Sistem pembayaran baru ini ditempatkan di lebih dari 100 armada BRT Semarang. Bus yang hingga kini memiliki enam koridor ini tercatat dapat mengangkut sekitar sembilan juta penumpang setiap tahunnya. Pada pertengahan bulan Agustus kemarin, Telkomsel baru saja meluncurkan layanan ini dalam sebuah acara formal yang turut dihadiri oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, SE, MM. Baca Juga: Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis Massal Dihimpun dari sumber lain, selain Semarang, Bandung juga rencananya akan segera menerapkan pembayaran digital TCASH ini di salah satu moda transportasi andalannya, yaitu DAMRI. Diketahui, hingga saat ini, lebih dari 1,1 juta pengguna layanan TCASH di sekitaran Jawa Barat dan jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. “Kedepannya kami berharap dapat menggandeng Perum DAMRI dalam penguatan ekosistem cashless society, khususnya untuk penerapan transaksi cashless menggunakan TCASH untuk pembayaran tiket perjalanan bus,” ungkap General Manager Sales Regional Jawa Barat Telkomsel, Agustiyono.

Jerman Siap Operasikan Kereta Penumpang Tanpa Emisi di 2018

Saat ini, banyak Negara dari berbagai penjuru dunia berlomba-lomba untuk melakukan inovasi pada sarana transportasi umumnya. Bagaimana tidak, banyak faktor yang menjadi fokus pemerintah dalam merevisi sarana transportasinya, diantaranya adalah polusi yang ditimbulkan. Pertumbuhan penduduk yang pesat juga menjadi “bumbu” dalam peliknya masalah transportasi di beberapa Negara. Jumlah populasi manusia yang tiap hari makin meningkat ini sedikit banyaknya memberikan dampak pada jumlah polusi yang dihasilkan. Baca juga: Tekan Emisi Karbon, di Perth Dibangun Halte Bus Dengan Motion Sensor Banyak orang mendambakan sebuah alat transportasi yang layak dan juga tidak menimbulkan polusi, sehingga masyarakat dapat lebih memilih sarana transportasi tersebut ketimbang naik kendaraan pribadi. Namun, masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut akan mendapatkan jawabannya dalam waktu dekat ini. Sebuah kereta tanpa emisi telah berhasil menyelesaikan uji coba pertamanya di Jerman. Coradia iLint merupakan kereta penumpang pertama di dunia yang menggunakan tenaga baterai. Kereta ini merupakan produksi sebuah perusahaan asal Perancis, Alstom. Kereta berbahan baterai ini didesain sedemikian rupa sehingga ramah lingkungan dan diharapkan menjadi solusi bagi masalah perkereta-apian. Uji coba kereta ini dilakukan di lintasan kereta milik Alstom di Salzgitter, Lower Saxony, dan rencananya kereta ini mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang. Pada saat uji coba, Coradia iLint mampu mengular hingga 80 km/jam dan emisi yang hasilkan hanyalah uap dan air yang terembunkan. Vice President Alstom di Jerman dan Austria, Didier Pfleger mengatakan inovasi di bidang transportasi yang dilakukan oleh Alstom akan berdampak pada lingkungan karena kereta ini tanpa emisi. “Uji coba ini merupakan tonggak penting dalam pelestarian lingkungan dan inovasi teknologi,” tuturnya seperti yang dilansir dari laman telegraph.co.uk, Rabu (22/3/2017) kemarin.
Interior dalam Coradia iLint. Sumber: Alstom.com
Interior dalam Coradia iLint. Sumber: Alstom.com
Ia menambahkan, hadirnya Coradia iLint dengan tenaga baterainya merupakan pionir dalam dunia perkereta-apian dan dapat menjadi solusi alternatif bagi masalah kereta penumpang.”Hari ini, sistem yang menjadi daya tarik banyak orang ini telah sukses melakukan uji coba dan untuk pertama kalinya dipasangkan pada mesin kereta, ini tentu menjadi sebuah langkah menuju Eropa yang lebih bersih dan bebas polusi” tambahnya pada kesempatan yang sama. Coradia iLint dapat mencapai kecepatan hingga 140 km per jam dan suara yang dihasilkan oleh kereta ini sangatlah halus, tidak seperti kereta lain yang menggunakan tenaga diesel. Kelebihan tersebut merupakan peran serta dari inovasi yang dilakukan oleh Alstom, yaitu menggunakan tenaga baterai hydrogen sebagai pembangkit tenaga dari kereta penumpang ini. Baca juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi Sayangnya, kereta ini belum beroperasi di Indonesia untuk waktu dekat. Rencananya, kereta ini akan beroperasi di Jerman menggunakan jalur Buxtehude – Bremervörde – Bremerhaven – Cuxhaven di kota Lower Saxony. Dengan hadirnya Corada iLint menjadi satu bukti nyata bahwa Jerman turut serta dalam kampanye pemangkasan emisi karbondioksida dunia. Jerman sepakat untuk memangkas 95% emisi karbondioksida pada tahun 2050 kelak.

Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

Anda punya rencana ke Eropa dengan visa Schengen?  Tentu jika ada waktu, disarankan bila sudah tiba di Eropa jangan hanya menyambangi satu negara saja. Nah, model travelling yang cocok untuk ‘menjelajah’ daratan Eropa dengan cara paling hemat adalah menggunakan wahana kereta api. Toh secara geografis, antar negara-negara Eropa relatif saling berdekatan. Baca juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa KabarPenumpang.com mengabarkan, bagi penyuka traveling marathon dan lebih menyukai kereta api di bandingkan transportasi lainnya, ada beberap tips yang bisa digunakan. Salah satunya dengan membeli tiket kereta jauh-jauh hari secara online sebelum keberangkatan. Provider-nya pun tak cuma satu, diantaranya ada eurobytrain.com. Globall Pass dari Eurail.com, dan Seat61.com. Kereta di Eropa juga sama seperti Indonesia yang bisa dipesan tiga bulan sebelum keberangkatan. Biasanya bila membeli tiga bulan sebelum harga yang dikenakan lebih murah dan akan semakin mahal saat mendekati hari keberangkatan. Apalagi bila membeli saat itu juga di stasiun, harga tiket kereta bisa lebih mahal tiga kali lipat dari sebelumnya. Sebagai contoh pada Seat61.com memiliki harga dari termurah yakni 9 Euro dan bila kuota memenuhi maka akan muncul harga 19 Euro dan yang paling mahal 29 Euro. Biasanya untuk mendapat harga 9 Euro Anda sebagai pelancong baiknya membeli dari tiga bulan sebelum keberangkatan.
Contoh tiket pdf untuk kereta api di Eropa
Untuk pemesanan dari seat61.com, Anda bisa gunakan untuk kereta di dalam kawasan Italia seperti ke Florence menuju Roma dan Pisa menuju Roma. Atau Anda bisa membuka website Trenitalia. Namun jika Anda ingin merasakan marathon dari Jerman ke Perancis bisa melalui website kereta Perancis (SNCF) atau Jerman (Bahn.de). Bila untuk ke Spanyol Anda bisa membuka (Renfe), Beligia (Belgian Rail), pilih atau cari menu International Ticket. Selain itu ada Thalys untuk kereta tujuan Paris, Brussels, Cologne dan Amsterdam. Untuk semua rute kereta di Eropa bisa melakukan resevasi melalui website Capitaine Train. Untuk tiket selain membeli jauh-jauh hari mendapatkan harga murah, di kereta api ini juga memeberikan pilihan dua macam kelas yakni kelas satu yakni eksekutif dan kelas dua yakni ekonomi. Untuk Anda pelancong marathon baiknya gunakan pilihan kelas dua, karena tempat duduknya bisa dikatakan setara dengan kelas eksekutifnya Indonesia. Uniknya pemesanan kereta ini ada yang memberi diskon sesuai umur bahkan memberikan tiket gratis untuk umur-umur tertentu. Anak sampai umur 4 tahun akan digratiskan naik kereta. Sedangkan 4-11 akan dikenakan tarif anak-anak, untuk remaja 12-25 tahun akan ada diskon remaja. Diskon untuk pembelian grup juga ada dan tidak perlu repot menghitung diskonnya, sebab website yang akan melakukan otomatis saat memasukkan usi penumpang di website pemesanan tiket. Bila Anda bepergian dengan keluarga, baiknya pilih family seating, dan akan diberikan tempat yang berdekatan. Anda bisa melihat denah tempat duduk tetapi tidak bisa mengubahnya. Baca juga: Italia (2): Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari Cara memesan kereta di masing-masing website sangat mudah, mirip dengan memesan tiket kereta api di Indonesia. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Pilih layanan berbahasa Inggris, biasanya dengan mengklik gambar bendera di pojok kanan atas. 2. Pilih negara asal, yakni Indonesia atau kalau tidak ada pilihan, pilih other countries 3. Pastikan Anda tahu nama stasiun asal dan stasiun tujuan, bila masih bingung bisa mencari dulu di Google. Di beberapa negara, satu kota mempunyai dua nama dalam bahasa yang berbeda. Misal, Brussels juga dikenal sebagai Bruxelles. Cologne biasa disebut Köln. Stasiun Brussels untuk kereta dari wilayah Perancis adalah Brussels Midi, sementara stasiun Köln di dekat katedral adalah Köln Hbf. 4. Cek harga tiket di beberapa website sebelum membayarnya. 5. Kadang website tertentu tidak bisa memroses booking dengan kartu kredit dari Indonesia. Coba booking di hari lain atau ganti booking di website lain. 6. Pilih cetak tiket di rumah. Tiket yang dicetak sendiri ini tidak perlu ditukarkan dengan tiket asli. Nantinya cukup ditunjukkan ke petugas, disertai identitas. 7. Bila pilihan cetak tiket sendiri tidak ada, pilih ambil tiket di mesin tiket/stasiun. Anda akan mendapatkan nomor referensi yang bisa digunakan untuk mengambil tiket melalui mesin tiket di stasiun. Pembayaran dengan kartu kredit tetap dilakukan di website pemesanan. 8. Saat memasukkan pilihan, isi nama sesuai di paspor dan masukkan email, biasanya bila tidak ingin di cetak, Anda bisa langsung memperlihatkan email tersebut kepada petugas di stasiun nantinya.