Terlepas Soal Boikot, Qatar Masih Rajai Penerbangan Langsung Jarak Jauh di Dunia

Sumber: chrisguillebeau.com

Parade penerbangan jarak jauh kini sedang digandrungi para penyedia jasa pelayanan penerbangan dari berbagai penjuru dunia. Jarak puluhan ribu kilometer seolah bukan lagi menjadi masalah yang berarti seiring perkembangan jaman. Terlepas dari apakah maskapai tersebut melakukan penerbangan langsung (direct flight) atau tidak, namun ini menunjukkan adanya peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh pihak maskapai kepada para penumpangnya.

Baca Juga: April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Dari sisi promosi, kemampuan suatu maskapai untuk melayani penerbangan langsung jarak jauh menyiratkan bahwa maskapai telah mampu mengadaptasi teknologi tinggi dalam armada pesawatnya. Pasalnya untuk melayani penerbangan jarak jauh plus direct flight dibutuhkan pesawat yang super canggih dan tentunya ekonomis dalam konsumsi bahan bakar.

Sebut saja Qantas yang rencananya akan membuka beberapa jalur penerbangan jarak jauh baru, seperti Sydney menuju London dengan jarak tempuh 16.885 km, Brisbane menuju Paris dengan jarak tempuh 16.459 km, dan Melbourne menuju New York City dengan jarak tempuh 16.565 km. Diketahui, April tahun depan, Qantas akan membuka jalur penerbangan langsung dari Perth menuju London. Diperkirakan, jarak 14.498 km yang membentang diantara dua kota di beda benua tersebut akan ditempuh menggunakan AirBus A380 dengan estimasi waktu perjalanan 17 jam.

Seakan tidak mau kehilangan momen, United Airlines juga berencana untuk kembali membuka jalur penerbangan dari Los Angeles menuju Singapura yang kira-kira jaraknya 13.920 km dengan waktu tempuh sekitar 18 jam. Lain cerita dengan Qatar Airways. Penyedia jasa layanan penerbangan yang dinaungi oleh Akbar Al-Baker tersebut telah mencuri start dengan membuka jalur penerbangan dari Doha menuju Auckland di Selandia Baru dengan jarak penerbangan sekitar 14.534 km.

Diketahui, sejak 5 Februari 2017 kemarin, rekor penerbangan terjauh non-stop dipegang oleh Qatar Airways Flight 921 (QR 921), dimana itu merupakan penerbangan dari Doha menuju Auckland yang sudah dijabarkan di atas. Adapun armada yang digunakan pihak Qatar untuk melayani penerbangan tersebut adalah Boeing 777-200LR.

Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?

Walaupun, pesaing utama Qatar Airways, Emirates juga memiliki rute yang sama, namun perjalanan yang dilakukan oleh Emirates masih menggunakan sistem transit. Isu sosial yang tengah membelit Qatar oleh negara-negara di sekelilingnya seperti Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Yaman, dan Uni Emirat Arab ternyata tidak membuat penerbangan langsung jarak jauh ini terganggu. Ini dibuktikan dengan masih terdeteksinya Flight 921 di aplikasi flight radar yang bisa diakses melalui laman google.com.

Sepertinya, rekor penerbangan langsung jarak jauh ini masih akan terus dipegang oleh Qatar Airways hingga pada tahun 2022, hingga maskapai berlogo Kangguru, Qantas membuka jalur penerbangan langsung dari Sydney menuju London. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (27/8/2017), salah satu tantangan yang tengah dihadapi Qantas dalam merealisasikan jalur ini adalah kesiapan armada untuk menempuh jarak sejauh itu.